[Sequel of My All is In You]

Pairing : Siwon/Kyuhyun sometime you should try this pairing~
Rating : PG13
Author : Sooya9
Disclaim : They’re not mine but story.
A/N : I found myself started enjoy this so much :3 although not as easy as made angst.

**

Kyuhyun merasa teman-teman sekelasnya mulai bersikap aneh padanya, meski tidak terlalu ekstrim. Pagi ini dia mendapat ucapan ‘selamat pagi’ yang membuatnya menoleh ke belakang untuk memastikan kalau dia yang mendapat salam. Saat pelajaran olahraga, lima orang temannya menghampirinya lalu mengajaknya bermain basket, yang dia tolak secara halus. Kemudian di akhir, saat pelajaran sejarah, teman sebangkunya meminjamkannya pensil mekanik begitu tahu kalau Kyuhyun tidak membawa tempat pensil.

Kyuhyun jadi berfikir kalau Siwon yang ada dibalik semua ini.

**

“Kau kenapa?”

Kyuhyun mengembungkan pipinya dan membuat Siwon-yang sekarang sudah berani- menggamit pipi putihnya dengan lembut.

“Mereka mulai menatapku aneh,”

“Mereka siapa?” Siwon melepaskan tangannya dari pipi putih Kyuhyun dan menatap wajah manis muridnya.

“teman sekelasku, memangnya siapa lagi? Apa Seonsaengnim memberitahu mereka untuk bersikap baik padaku?”

Siwon menaikkan kedua alis tebalnya-dan itu pemandangan yang menyenangkan bagi Kyuhyun-. “Tidak. Kenapa harus aku melakukan hal seperti itu?”

Dan keheningan mengisi mereka sampai akhirnya Siwon menggenggam tangan favoritnya-yeah ibunya berada di urutan kedua!- kemudian kembali berjalan menyusuri jalanan yang dipenuhi daun berguguran.

**

Kadang Kyuhyun bercerita kalau dia sangat ingin mempunyai teman baik. Teman yang akan menginap di rumahnya dan melakukan hal-hal menyenangkan, teman yang akan menelponnya saat Kyuhyun merasa bosan, dan teman yang mau mengajarinya bermain basket karena dia sangat payah dalam hal ini. Siwon tahu kalau Kyuhyun tidak pandai berkomunikasi, tapi dia sama sekali tidak menyangka kalau kontak ponselnya kosong!-nomer darurat tidak dihitung- yang pada akhirnya kontak pertama di ponsel milik Kyuhyun adalah nama Choi Siwon.

Choi Siwon sama sekali tidak tahu kalau Kyuhyun bisa memainkan piano dengan sangat baik juga menyanyi dengan sangat indah. Secara tidak sengaja, Siwon mendengar laki-laki itu menyanyi saat pelajaran musik. Laki-laki ini mungkin mengenal baik soal tubuh, emosi, dan kebiasaan Kyuhyun. Tapi… dia sama sekali belum mengenal kehidupan seorang Cho Kyuhyun.

**

Ketika itu, Siwon tidak terkejut kalau guru musiknya akan memakai Kyuhyun sebagai lead vocal choir sekolahnya. Pertama yang dia pikirkan adalah: Kyuhyun terbiasa menyendiri dan menghindari sorotan publik. Dan saat Siwon mengatakan itu pada muridnya, Kyuhyun mengembungkan kedua pipinya yang pucat kemerahan. Benar-benar seperti dua buah apel yang menggoda.
“Aku pernah ikut di gerejaku. Jadi aku sudah terbiasa, berlebihan.”
Lalu Siwon tersenyum dan mengecup kedua apel favoritnya itu. Kemudian dua apel favoritnya semakin memerah.

**

Pesta natal benar-benar meriah, siswa-siswi sekolahnya tetap memberinya pandangan “kelaparan” pada Siwon, meskipun hampir seluruh sekolah sudah tahu dia sudah menjalin hubungan dengan murid aneh bernama Cho Kyuhyun. Dan ketika Kyuhyun berdiri dengan jas putih juga dasi kupu-kupu merahnya, Siwon benar-benar buta dengan mereka-termasuk guru-guru single yang rela berpakaian sexy-. Seolah Kyuhyun menutupi semua jarak pandangnya. Siwon sangat menyukainya.

Choi Siwon tidak mengambil duduk di mana seharusnya guru berada, dia duduk di sebelah Kyuhyun yang sedang menunggu giliran untuk tampil bersama choirnya. Meskipun sebenarnya dia suka menonton drama natal, tapi entah kenapa melihat wajah gugup Kyuhyun-meski tidak terlalu jelas- lebih menarik.

“Baik-baik saja?”

“Um.” Kyuhyun mengangguk pasti dan tersenyum kecil.

.

Kyuhyun benar-benar membuktikannya, dia bernyanyi dengan sangat baik. Bagian solonya membuat semua orang terkagum, dan Siwon yang berdiri di belakang panggung bisa melihat wajah-wajah penasaran yang memang belum menyadari Kyuhyun. Lalu ketika itu, Kyuhyun mengambil nada tinggi, bulu kuduk Siwon meremang dan semakin meremang saat melihat semua wajah siswa-siswinya. Apakah Kyuhyun menyadarinya? Apa yang Kyuhyun rasakan saat ini? Dan itu membuatnya ingin menangis.

Siwon jarang menangis, ketika dia jatuh dari sepeda saat kecil dia hanya meringis dan tersenyum, ketika orang tuanya meninggalkannya untuk urusan pekerjaan dia mengangguk tidak apa. Ketika Cho Kyuhyun bernanyi di bawah siraman cahaya juga salju buatan, itu membuat perutnya teraduk, dadanya bergetar, nafasnya tidak stabil, dan dia merasa bahagia juga sedih sekali. Dia tidak tahu kenapa dia bisa merasa sedih…

**

“Bagaimana? Aku bagus ‘kan, Seonsaengnim?”

Siwon membuat busur pada bibirnya menjadi senyuman, dia menepuk lembut kepala Kyuhyun yang dihiasi butiran styrofoam sebagai salju buatan. “Panggil aku hyung,”

“Eeeh? Kenapa?”

“Karena kita sepasang kekasih.”

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dengan cepat, dia melepaskan tangan Siwon dari kepalanya dan menatap pria itu.

“Aneh… jangan mengatakan itu saat kita di lingkungan sekolah…”

Kyuhyun menutup mulutnya, merasa berlebihan untuk ucapan sebelumnya, dan dia menyadari kalau pandangan Siwon padanya berubah mengeras.

“Kau bilang kau akan baik-baik saja dengan hubungan tidak wajar ini.”

Berbalik begitu saja, Kyuhyun merasa tubuhnya menjadi kebas.

**

Aura selebritis gurunya-atau dia masih bisa menyebut Siwon sebagai kekasih?- ini membuatnya semakin sulit menjelaskan banyak hal. Kenapa dia berkata seperti itu, atau kenapa dia tidak pernah memanggil Siwon dengan embel-embel “hyung”.
Mungkin Siwon hampir benar, mungkin dia merasa malu dengan hubungannya bersama Siwon. Dari status mereka seorang guru dan murid saja sudah bermasalah, apalagi dengan status mereka sebagai satu jenis?

Kyuhyun menggeram keras, dia tidak pernah merasa seragu juga semarah ini. Apalagi menggeram memalukan seperti itu di depan gerbang sekolahnya di mana banyak orang yang akan melihatnya. Siwon pergi begitu saja, sedangkan ini malam natal. Okay, tidak begitu saja. Ini kesalahannya.

**

Besoknya, saat dia bangun, Siwon sudah berdiri di depan pintu kamarnya dan tersenyum lebar. Pria itu memang sudah tau pass apartemennya dan sering berkunjung. Tapi bagaimana mungkin, Siwon tersenyum seolah tidak ada apa-apa.
“Sarapan~”
Apakah Santa Claus mengabulkan permintaannya? Kalau iya, itu sangat bagus. Karena Siwon lebih baik dari seratus kaset game yang ada di lemarinya.

Siwon menarik tubuhnya, pria ini menggendong Kyuhyun seperti pengantin. Itu cukup membuat Kyuhyun merasa panas di musim salju. Tangannya mengalung di pundak Siwon, dan nafas gurunya itu menerpa wajahnya.

Cho Kyuhyun merasa lega juga kecewa ketika Siwon menurunkannya di depan meja makan yang sudah penuh oleh masakan.

Murid kelas tiga itu baru saja akan mengambil garpunya, tapi Siwon lebih cepat dan mengambil seiris bacon lalu menyuapkan semua itu masuk ke dalam mulut Kyuhyun.

.

Setelah mandi pagi-yang dipaksa Siwon, karena air musim salju sangat dingin!-, Siwon membalutnya dengan mantel coklat yang hangat, dan Siwon memakai mantel yang sama. Itu membuat pipinya menjadi panas, meskipun hal kecil, tapi ini sangat istimewa untuknya. Kemudian Siwon membawanya menaiki mobil miliknya dan berkeliling mokpo yang dipenuhi nuansa natal. Siwon membawanya ke game center dan mereka berdua bermain, meskipun Kyuhyun yang lebih aktif.

Siwon menyukai ini, momen di mana dia melihat sisi lain Kyuhyun yang pastinya lebih bersemangat. Merasa hidup. Wajah Kyuhyun saat menatap layar berisi game sangat hidup. Tapi tentu saja Siwon hanya akan melakukan ini jarang karena tidak baik untuk mata coklat Kyuhyun… yang indah.

Choi Siwon memberikannya boneka santa claus yang sangat besar, lebih besar dari rentangan tangan Kyuhyun.

Ketika Siwon berhenti di depan apartemen Kyuhyun, Siwon pikir kalau wajah Kyuhyun sangat menggemaskan dengan boneka yang berada di pelukannya. Terlihat sangat femininity, tapi Siwon belum pernah berkencan sebelumnya, dia hanya melakukan itu secara spontanitas.

Kyuhyun terbangun dan keluar-masih menarik ujung sepatu boneka santa-nya- dari kamarnya begitu mencium aroma masakan Siwon. Ini kali pertamanya Siwon berada di apartemen Kyuhyun sampai lebih dari jam malam, dan Kyuhyun merasa jantungnya seperti gong yang berbunyi ketika tahun baru Cina.

“Kau belum makan malam ‘kan?”

Anak laki-laki dengan rambut brunettenya mengangguk kencang, tidak perlu menunggu waktu yang lama sampai akhirnya semangkuk samyetang yang hangat sudah berada di hadapannya.
“Terima kasih,” Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada boneka besar santa claus ketika merasakan angin menerpa dari balik tirai  jendela balkon apartemennya; dia mengambil sesendok sup ayam itu; dan tersenyum sangat lebar “seonsaengnim, ini enak sekali!”

Siwon tertawa, dia menggusak surai coklat madu milik Kyuhyun. “Fwah~! Istri Seonsaengnim nanti pasti sangat beruntung memiliki seonsaengnim!”
Kyuhyun mendongakkan kepalanya begitu merasakan elusan tangan Siwon pada rambutnya berhenti, dia kembali menemukan  raut wajah Siwon kembali menakutkan seperti kemarin. Tidak. Lebih menyeramkan.

“Selesaikan makanmu, aku ingin pulang.”

“Eh? Tidak menginap?”

Siwon mengambil mantelnya yang berada di sofa hijau Kyuhyun dan memakainya dengan cepat, kemudian Siwon membuka pintu apartemen milik muridnya ini. “Selamat malam.”

**

Kyuhyun tahu Choi Siwon adalah guru termuda di sekolahnya, ramah, tinggi, memiliki tubuh ideal, dan jangan lupakan senyum sejuta watt milik guru bahasa inggris itu. Tapi ini berlebihan, ketika Siwon berhenti mengunjunginya saat istirahat tiba, semua anak murid perempuan di kelasnya bertanya apa dia sudah berhenti menjalin hubungan dengan Siwon atau tidak. Dan tentu saja Kyuhyun menjawab “tidak”. Kemudian aura selebritis milik kekasihnya ini kembali membuat Kyuhyun tidak bisa mengampiri Choi Siwon.

**

Cho Kyuhyun menemukan Siwon kembali berdiri di atap sekolah setelah sekian lama mereka tidak ke sana. Dan yang lebih penting adalah: Siwon sendiri! Tidak bersama dengan murid atau guru yang terus mengikutinya. Itu membuat Kyuhyun mendesah lega, dia melangkahkan kakinya untuk mendekat.
“Seonsaengnim,”
Kyuhyun bisa melihat bahu pria itu sedikit tersentak dan kembali tenang, tapi masih membelakanginya.
“S-Siwon hyung…” nada Kyuhyun kembali bergetar untuk yang kesekian kalinya. Dia menjadi sangat rapuh untuk Choi Siwon. Dan dia membenci hal itu.
Untuk panggilan yang ini, Siwon menoleh sedikit, menatap Cho Kyuhyun dari balik pundaknya.
“Aku sangat merasa bersalah. Maaf kalau aku mengatakan hal berlebihan, kumohon jangan jauhi aku.” Pertahanan milik Cho Kyuhyun runtuh, butir-butir air bening itu turun tanpa bisa dia kendalikan.

“Kenapa kau berfikir aku sangat brengsek?”

“T-tidak, aku tidak-”

“Kau pikir aku berhubungan denganmu karena aku kasihan padamu? Atau karena kau mudah dimanfaatkan? Kenapa kau bilang “istri”ku di masa depan akan beruntung? Tidakkah kau berfikir kalau aku akan melamarmu?”

Untuk sesaat, nafas Kyuhyun berhenti. Perutnya teraduk sangat kencang dan pandangannya menjadi buram.
“Aku tidak dengan begitu saja melepaskanmu, kau tahu?” Kali ini Siwon benar-benar berbalik dan menatap Kyuhyun dengan pandangan yang sama sekali Kyuhyun-lagi- tidak bisa artikan. “Aku serius, perlu berapa kali aku katakan kalau aku serius? Kenapa kau seperti itu?”

Belum satu minggu penuh Siwon tidak melihat Kyuhyun, tapi kenapa dia bisa seperti ini? Tanpa dia bisa tahan, dia menarik tubuh yang lebih kecil itu masuk ke pelukannya. Hangat dan pas. Tubuh Kyuhyun bisa sangat pas dalam dekapannya.
“Aku ini murid, kau guru. Kalaupun aku mengabaikan ejekan mereka, kau sangat terkenal. Seberapa keras aku berusaha untuk dilihat, aku kalah bersinar dengan semua fansmu.”

“Siapa yang bilang?”

Kyuhyun semakin menenggelamkan wajahnya di dada gurunya itu, tapi sekarang dia bisa ‘kan menyebut Choi Siwon sebagai miliknya? Kekasihnya?

“Kalau kau mau, kita bisa menikah besok, eh?”

“No!”

Kyuhyun menjadi panas, kekasihnya bukanlah orang yang mudah ditebak. Kadang dia menyukainya dan kadang dia membencinya.

**

Jadi mereka kembali memakan bekal bersama di kelas Kyuhyun atau kadang di kantin. Siwon semakin sering mengunjungi apartemennya.

.

Ketika itu saat Kyuhyun baru saja bangun dari tidurnya dan akan bersiap mengikuti acara kelulusan, dia menemukan buket bunga forget me not juga bunga lily di depan pintu kamarnya.
Kyuhyun mengambil post card di antara bunga-bunga itu kemudian tersipu malu untuk beberapa saat. Dari dulu dia ingin bertanya, kenapa Siwon selalu bisa membuatnya menangis, marah, senang, dan tersipu pada saat yang bersamaan.

Kyuhyun-ah. Aku sudah menjadi gurumu, kekasihmu, dan temanmu. Aku sudah menginap di rumahmu dan melakukan banyak hal denganmu. Kemudian aku juga berusaha menjadi ayah yang baik bagimu. Apakah waktunya tepat sekarang untuk menjadi suamimu?
Selamat atas kelulusannya ^^

-Choi Siwon, guru, teman, kekasih, ayah, dan calon suamimu satu-satunya-

ps : temui aku di gereja seberang sekolah. Aku serius untuk bagian “suami” 

**

END

**

End, bener-bener end >wO)b
Gak ada scene nyanyi sebenernya, maksa karena nonton immortal song berkali-kali *w*
Than you~

Ah ye, gak ada judul karena bingung -_-

20 thoughts on “[Sequel of My All is In You]

  1. OMONA ! HOW SWEEEET >////< kya kya kya

    daeba~~~~~~k thor :D
    neomu neomu joahaeeeeeee ~~

    SEQUEL PLEASE :) *puppy eyes*

    mpreg kalau bisa :p muehehehehehhehehehehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s