The Hardest Thing part 2

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Soohyo, Choi Minho, Jung Hyeri.
Genre : Romance

Jika sedang penat, aku biasa pergi ke tempat yang seperti ini. Cafe. Memilih kursi paling sudut, tepat disamping jendela. Karena dari sini dapat dilihat dengan jelas ketenangan jalan di Seoul pada siang hari. Hanya beberapa kendaraan yang berlewatan. Jelas saja di jam segini kebanyakan orang-orang menghabiskan waktu didalam ruangan.

Pikiranku tak terhenti membayangkan tentang Kyuhyun dan adik tingkat yang bernama Jung Hyeri itu, serta kejadian sial beruntun kemaren. Mereka berpacaran! Hampir satu kampus telah mengetahui hal ini. Tapi ntah kenapa aku tetap tidak bisa mempercayainya. Bahkan tindakan yang dilakukan Kyuhyun kemaren tetap membuatku tidak percaya.

Yeah, selama 4 tahun aku masuk kembali ke dalam kehidupannya, sekalipun ia tak pernah memperlihatkan ketertarikan terhadap seorang wanita. Tapi juga bukan berarti bahwa ia menyukaiku. Sedangkan kali ini tanpa sebab dan akibat tiba-tiba saja telah beredar gossip yang seperti itu. Kyuhyun itu mahasiswa nomor 1, jadi mungkin saja hal itu hanya omong kosong tanpa narasumber yang pasti

Dikeadaan seperti ini, aku terlihat sangat bodoh kan? Hey aku bukan gadis remaja berumur belasan tahun lagi, yang jika mendengar satu berita heboh akan langsung percaya dan ikut-ikutan bertindak gegabah. Aku lebih mempercayai Kyuhyun. Setidaknya sampai kepastian keluar langsung dari bibirnya.

Aku menghentikan adukan pada teh ku ketika melihat dua sosok yang kukenal sedang berjalan kearah sini. Tiba-tiba semuanya terasa terhenti dan melambat. Baru saja beberapa menit yang lalu aku memikirkan mereka, dan sekarang sudah ada didepan mata. Mereka berdiri dipintu cafe sambil mencari tempat duduk yang kosong. Tuhan tolong jangan sampai mereka melihat kehadiranku disini.

“Oppa, aku mau duduk disini saja.” Oh sial. Kenapa wanita ini menyadari keberadaanku?

“Onnie, boleh kami bergabung?” Aku hanya tersenyum masam dan mengangguk. Sebisa mungkin aku tak menatap ke arah Kyuhyun. Seperti telah menjadi kebiasaannya membuatku sakit hati.

Mereka duduk bersebelahan, berhadapan denganku. “Oppa, kau tahu? Sewaktu aku diserang oleh gang Stephanie, aku ditolong oleh kakak ini. Dia benar-benar wanita yang baik.”

Kulirik Kyuhyun sekilas, oh Tuhan apa-apaan dia. Kenapa menatapku seperti itu? Aku hanya bisa tersenyum canggung merespon pujian Hyeri barusan, sesekali masih melirik kearah Kyuhyun, berharap dia telah melihat kearah lain. Tapi bodohnya dia malah tetap saja memandangku, membuatku menjadi malu dan makin salah tingkah.

“Oh ya, apakah kalian sudah saling mengenal?” Tanya Hyeri lagi kearah kami. Aku langsung menggeleng. Setidaknya berkelakuan seperti ini duluan akan membuatku puas dan merasa menang. Tapi anehnya Kyuhyun malah mengangguk, respon yang sangat tak mungkin ia lakukan sebenarnya. Sedangkan Hyeri malah menatap kami bingung secara bergantian.

“Ehh ya aku mengenalnya, tapi mungkin hanya sekedar tahu orangnya saja. Tidak lebih.” Ucapku setenang mungkin. Lagi, gadis itu tersenyum, sangat manis menurutku. Ia mengangguk mengerti atas jawaban berbeda yang telah kami jawab barusan.

“Onnie. Sebenarnya aku belum mengetahui namamu. Waktu itu kau belum memberitahuku” Katanya polos. Aku hanya tertawa ringan. Dia terlihat seperti malaikat kecil jika sedang malu.

“Soohyo. Namanya Shin Soohyo.” Ucap Kyuhyun seperti tak sadar. Reflek aku dan Hyeri memandangnya bingung. Ia menatap kosong kearah depan. Seperti sedang tak mengikuti situasi disekitar sini.

“Ohh iya hmmm namaku Shin Soo hyo.” Kataku gugup sambil mengelus-elus leher. Yeah seperti inilah kebiasaanku jika sedang salah tingkah. “Dan kau.. siapa namamu?”

“Aku Jung Hyeri.” Dia menatap Kyuhyun sejenak.

“Dan dia Cho Kyuhyun.” Lanjutnya. Deg! Ntah kenapa jantungku malah berpacu cepat. Merasa lucu dan sesak sekaligus. Gadis itu…memperkenalkan tunanganku sendiri terhadapku.

Sekali lagi, aku berusaha untuk tersenyum walau ingin sekali aku menjawab bahwa aku telah mengenalnya lebih jauh sebelum gadis ini.

———-

“Masih tetap duduk dibelakang? Aku bukan supirmu.” Sindirnya. Err ya pria ini. Kapan sih sedikit saja tidak berkelakuan menyebalkan? Bilang saja jika menyuruhku keluar dari mobil dan naik taxi. Kami baru saja mengantar Hyeri kerumahnya. Dan seperti yang telah kau duga. Aku duduk dibelakang sedangkan mereka berdua duduk bersebalahan. Emang tidak ada hak-ku untuk duduk disamping Kyuhyun. Toh jika didepan orang lain aku bukan siapa-siapanya, kan?

Aku turun lewat pintu belakang lalu masuk kedepan. Membuka pintu dan duduk tanpa melihat kearahnya sedikitpun. Setelahnya dia langsung menstater mobil.

“Kau menyukai Hyeri? Apakah benar kalian berpacaran?” Tanyaku. Dia seperti tak peduli dan tetap fokus dengan mobilnya. Aku menghela napas dan mencibirnya pelan.

“Tidak penting untuk kujawab.” Jawabnya akhrinya.

“Yah! Itu menentukan hubungan kita! sangat penting, bodoh!” Ayolah Cho Kyuhyun, kau hanya perlu mengakui hal itu. Jika kau menjawab sekarang, aku juga akan pergi dari kehidupanmu  sekarang. Ehh tapi aku juga tidak yakin apakah aku akan sanggup mendengarkanmu mengucapkan kata-kata yang paling aku takutkan itu.

“……..”

Ia tidak menjawabnya. AKu tahu dia hanya pura-pura tidak mendengar dan sengaja tidak menjawabku.

“Kenapa kau menyukainya?” Tanyaku lagi. Aishh kenapa pertanyaan seperti ini yang keluar dari mulutku? Bagaimana jika dia menjawabnya? Terasa seperti aku sedang sangat amat cemburu padanya. Tapi, memang sih aku sedang cemburu saat ini.

“…….”

Dia tetap tak meresponku. AKu tak pernah mengerti apa yang ada dalam pikiran pria ini. Slalu diam jika ku tanya, atau menjawabnya setelah beberapa detik kemudian.

“Cho Kyuhyun-sshi. Bisakah kau menjawab pertanyaanku?”

‘Ciiiiitttt’

“Auuh.”

Ohh shit! Kyuhyun mengerem mobilnya dengan mendadak dan sepertinya sengaja. Kepalaku hampir terbentur dashboard mobil. Kurang sialan apalagi dia? Mau membunuhku? Melukaiku? Aishh jika aku bisa saat ini juga dia pasti telah ku cekek atau kutendang atau perlu kutusuk-tusuk perutnya. Tapi itu hanya sebatas jika-aku-bisa -_-

“Makanya jangan berisik!” Jawabnya enteng lalu kembali menstater mobilnya.

———-

‘Tok.tok.tok.’

Aku baru saja ingin masuk kekamar mandi tapi telah terdengar ketokan-ketokan pada pintu depan rumahku. Sehingga aku harus memutar badan kembali ke ruang depan. Paling hanya tukang pos atau ibu-ibu yang ingin meminta sumbangan.

“Kau?”

“Haelmoni menyuruh kita pergi bersama.”

“Tapi…….”

Dia menengok ke arah jam tangannya. “Kutunggu 15 menit!” Ucapnya lalu berjalan masuk ke dalam rumahku. Oh ini gila. Bagaimana bisa aku bersiap-siap hanya dalam waktu 15 menit? Sedangkan aku mandi saja belum.

“Aku tidak ingin ikut!” Tegasku. Dia duduk santai di sofa, seperti tidak mendengar ucapanku. Pria ini memang tidak akan bisa kubantah. Dengan berat hati, aku kembali masuk kekamarku dan mandi dengan asal-asalan.

Kubuka lemari pakaianku, mencari dress apa yang cocok untuk ku gunakan. Tapi kenapa semuanya terlihat jelek? Ayolah Shin Soo hyo, kau tidak punya waktu yang banyak. Pria sinting itu hanya memberikanmu waktu 15 menit.

Kupejamkan mataku dan mengambil dress dilemariku secara acak. Tanpa pikir panjang aku langsung menaronya diatas kasur dan memoleskan bedak serta make up tipis diwajahku.

Acara dadakan ini pasti akan kacau nantinya. Aku baru sadar jika Dress yang akan kugunakan terlalu singkat dan terbuka dibagian atasnya. AKu menghela napas, kembali mencoba mengacak-acak isi lemariku walaupun aku sendiri tahu bahwa aku tak memiliki waktu lagi. Bahkan Kyuhyun telah berkali-kali mengetok pintu kamarku. Apakah pria itu tak mengerti bagaimana caranya bersabar, huh?

Puncaknya dia membuka pintu kamar ku secara paksa. Bukan paksa sih sebenarnya, hanya saja aku lupa menguncinya. Kenapa aku begitu bodoh sampai-sampai tidak mengunci pintu kamarku sendiri? Padahal sedang ada seorang pria didalam rumahku. Bagaimana jika dia melakukan yang tidak-tidak? Soohyo bodoh! Kyuhyun tidak mungkin seperti itu.

Kyuhyun menahan napasnya, begitu pula denganku. Ia menatapku insten dari atas sampai bawah. Membut tubuhku semakin membeku dan isi pikiranku kosong. Lagian siapa yang bisa berpikir dengan normal dalam keadaan seperti ini?

“Arrrgggghhtt.” Teriakku diiringi dengan tertutupnya pintu kamar. Apa yang dia lihat tadi? Dia melihat semuanya? Melihat tubuhku ketika telanjang? Kyuhyun, kau benar-benar kurang ajar….

“Tenang Soohyo..kau harus tenang. Anggap ini hanya sebuah kejadian yang sudah berlalu. Dia hanya…hanya… “ Aku tak berani melanjutkan kata-kataku barusan. Sekujur tubuhku dingin. Kakiku terus berjalan bolak balik disekitar kamar dengan pikiran yang tidak-tidak.

Aku terus mencoba memikirkan sesuatu yang bisa membuatku tenang. Oke, bukankah dulu kalian sering mandi bersama? Jadi ini bukan masalah kan?

Iya, benar! Bahkan kami dulu sering mandi bersama. Seharusnya ini bukan masalah besar. Tenanglah Soohyo. Lagian, bukan kah dia calon suamimu? Ahh pikiran macam apa ini. Belum tentu dia akan menikahiku. Baiklah, lupakan Soohyo..lupakan!

——————-

Diperjalanan aku dapat merasakan sesekali dia menatapku sekilas lalu tertawa tertahan.

“Yah! Kau kenapa huh?”

Nothing. Hanya sedikit takjub dengan tubuhmu.”

Dasar otak mesum. Terlihat dari kaca spion mobil bahwa pipiku telah berganti warna. Demi Tuhan aku malu setengah mati. Baru saja aku hampir lupa dengan kejadian tadi, dan pria ini, dengan santainya malah mengingatkanku. Tapi dikeadaan seperti ini, ia terlihat berbeda. Maksudku bukan sifatnya yang berubah, hanya saja aku merasa sangat nyaman.
“Memangnya kita mau kemana?” Tanyaku ketika merasa sudah mulai tenang.

“…….”

Dia tidak menjawabnya. Slalu seperti ini. Ketika aku mulai merasa nyaman, dia pasti akan menghancurkannya.
__

Baiklah dia membawaku ke pesta ulang tahun Hyeri yang ke 20. Aku agak bingung ketika ia menyuruhku turun didepan sebuah rumah mewah. Sepertinya Hyeri anak orang kaya.

Kami berjalan terpisah ketika memasuki gerbang rumah Hyeri. Tapi tetap saja aku mengikuti Kyuhyun di belakang secara tak langsung. Aku benar-benar merasa asing. Jika tahu dari awal kami akan kemari, lebih baik tadi aku menolaknya mati-matian.

Hyeri langsung menyambut Kyuhyun dengan senyum bermekar di kedua sudut pipi nya. Terlihat seperti Kyuhyun merupakan tamu special baginya.

“Happy Birthday.” Ucap Kyuhyun singkat. Hyeri memeluknya erat sekali.

Kyuhyun hanya diam saja dipeluk seperti itu. Dunia seperti milik mereka bedua. Beberapa tamu mulai bersorak melihat kemesraan mereka. Jadi tujuannya membawaku kemari hanya untuk membuatku sakit hati?

Tuhan, cobaan apalagi ini? Apakah kurang puas dia menyakiti hatiku? Ntahlah, akhir-akhir ini dia slalu saja membuatku sakit hati dengan hal yang berhubungan dengan ‘kecemburuan’. Dia mengambil sesuatu dari balik jas nya. Seperti sebuah bingkisan kado yang terbingkai sangat indah.

Omo~ pria ini sinting. Aku menahan napasku. Ntahlah jika bernapas, aku merasa sangat sesak. Rasanya pedih sekali. Tuhan, jangan membuatku menyaksikan ini semua.

Aku mengingat ke hari ulang tahunku satu tahun yang lalu. Jangankan memberikan kado atau ucapan, dia ingat saja tidak. Saat itu ia membuatku semakin merasa sendiri. Yah waktu itu aku sangat mengharapkan dia mengucapkannya, memberikanku kejutan atau hal-hal romantis lainnya. Berjam-jam aku menunggu, tak berhenti berharap akan kehadirannya. Tapi hingga hari itu berakhir dia tetap tak muncul didepan mataku, tak men-sms atau pun telpon. Dan hari itu juga dia benar-benar telah membuatku kecewa.

Tapi sekarang? Dia malah memberikan Hyeri sebuah kalung yang sangat indah dan aku jamin harganya pasti mahal , parahnya dia memakaikan itu didepan mata kepalaku, tunangannya! Aku memang bodoh karena tetap diam dan pura-pura tak melihat ketika tunanganku bermesraan dengan gadis lain tepat didepan mataku. Apakah keadaan begitu kejam sehingga membuatku tak bisa melakukan apa-apa selain merasakan sakit.

Setidak tertarik itukah ia padaku? Atau terlalu berharga kah Jung Hyeri baginya?

“Kyuhyun-ah lebih baik kau cium saja dia.”

“Kalian benar-benar mesrah yah.”

“Aku iri dengan kalian.”

“Jaga dia baik-baik.”

Kata-kata itu membuat perutku sedikit mual. Aku tidak tahu pasti sejak kapan aku terkena penyakit jantung, tapi yang jelas dibagian sana rasanya sakit sekali.

——

Aku memang sial karena ditakdirkan bernasib seperti ini. Orang tuaku telah pergi, dan ketika aku mengharapkan kasih sayang dari seseorang, dia malah membenciku.

Aku terus berjalan menghindari hiruk pikuk pesta. Mungkin Kyuhyun akan benar-benar mengakuinya. Berkata bahwa ia mencintai Hyeri didepan mereka semua. Mungkinkah ini adalah akhir dari hubungan kami?

‘Buuukkkk.’

“Mianhe.” Ucapku sambil menunduk kepada seorang yang barusan kutabrak. Pikiranku kacau dan sekarang malah menabrak orang. Bodoh! semoga saja, siapapun yang kutabrak ini, bukanlah orang yang suka mencari masalah.

“Yah! Kenapa kau menabrakku?” Pertanyaan macam apa ini? Reflek aku langsung mengangkat wajahku dan melihat seorang pria bertubuh tinggi tegap yang juga sedang melihat kearah ku. Ia tersenyum simple “Kelihatannya kau sedang sedih. Lagi patah hati?”

Pria ini tampan dan aku yakin umurnya pasti sedikit lebih muda dariku, tapi kenapa begitu banyak tanya? Dan slalu saja menanyakan sesuatu yang tak layak untuk dijawab.

“Kau tidak usah sok tahu.” Ucapku pelan.

Dia melihat kearah belakangku, membuatku ikut memandang kesana. Bahkan Kyuhyun juga tidak menyusulku. Sudahlah Shin Soohyo, sampai kapanpun dia tak akan mungkin menyusulmu.

Dia menatap lama kearah sana. “Pesta ulang tahun Jung Hyeri?” Tanyanya. “Apakah kau temannya?”

Aku mengangguk lalu menggeleng. Membuat ia menampakkan raut bingungnya. Siapa suruh menanyakan 2 hal yang berbeda dalam saat yang sama.

“Aku memang dari sana dan dia bukan temanku.” Jelasku akhirnya. Dia terlihat berpikir lalu sedikit tersenyum.

“Ohh baguslah.” Pria ini tiba-tiba menjadi diam. Terlihat seperti ada sesuatu dengannya dan Hyeri yang tengah ia sembunyikan.

“Jangan bilang kau kekasihnya.” Ucapku reflek. Aku sendiri tak sadar kata-kata itu bisa keluar dari mulutku. Dia diam dan menatapku lurus tepat kearah mataku.

“Tentu saja tidak, nona. Hanya saja dia memiliki masalah denganku.”

“Masalah… masalah apa?”

“Sudahlah, tidak penting untuk kau ketahui. Ngomong-ngomong siapa namamu, nona patah hati?”

“Aku Shin Soo Hyo. Dan kau?”

“Minho. Kau pasti lebih tua dariku, noona” Ucapnya sambil menjulurkan tangan kanannya. Dengan malas aku ikut menjulurkan tangan kananku. Dia terlihat seperti pria yang baik tapi juga bisa jahat. Aishh sudahlah, tebakanku itu biasanya salah.

“Kau mau pulang kan?” Tanyanya seperti tanpa dosa lalu menarik tanganku lembut untuk mengikutinya.

“Yah aku mau dibawa kemana?”

“Aku tidak terlihat seperti penjahat kan? Jadi kau ikut saja, noona.”

“Aku tidak mau!”

“Sudahlah, kau pasti akan melakukan percobaan bunuh diri jika aku membiarkanmu pulang sendiri.”

Jleb! Kata-katanya barusan membuatku sangat malu. Baiklah, lagian tidak lucu jika aku pulang sendirian dan hari sudah sangat malam seperti ini.

“Sekarang, ceritakan padaku. Kenapa kau terlihat bersedih?”

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku. Aku tak biasa menceritakan hal pribadi kepada siapapun, apalagi dia, seorang yang baru kukenal beberapa jam yang lalu.

“Sudah terlihat dari tampangmu jika kau suka menyimpan masalah sendiri. Itu tidak baik, Noona. Bukankah tidak ada salahnya menceritakannya dengan orang lain? Aku jamin itu bisa membuatmu sedikit tenang.” Ucapnya panjang lebar.

“Hmm menurutmu apakah bodoh ketika seorang wanita membiarkan tunangannya berselingkuh didepan matanya sendiri?”

Dia terlihat berpikir. AKu yakin akan percuma saja jika bercerita padanya. “Ada saat dimana seseorang memang harus berkelakuan bodoh karena terlalu menginginkan sesuatu. Bukan maksudku menuduhmu terobsesi. Tapi dari matamu, aku dapat menyimpulkan bahwa kau sangat menyayangi tunanganmu. Ngomong-ngomong sudah berapa lama kalian mengenal?”

“17 tahun lebih, mungkin.”

Mata bulatnya terlihat berbinar, antara takjub dan tak percaya dengan pernyataanku barusan. “Jika begitu, mungkin dia hanya menganggapmu sahabatnya.”

“Yah! Jika aku dianggap sebagai sahabatnya, itu jauh lebih baik. Kau tahu? Dia bahkan memperlakukanku lebih buruk daripada musuh.”

“Kenapa kau tidak tinggalkan saja dia?”

“Kau pikir gampang? Aku berutang budi pada keluarganya!”

“Jadi kalian di jodohkan?”

“Bisa dibilang begitu, tapi aku juga menyukainya.”

“Lalu tadi kenapa kau kabur dari pesta itu?”

“Karena..karena tunanganku itu… menyukai Jung Hyeri.”

Mungkin aku telah terlalu jauh membocorkan urusan pribadiku pada Minho. Jika ini sampai tersebar ke orang lain, maka aku lah yang akan mati.

What? Kau tidak salah mengira kan? Maksudmu kau tunangannya Kyuhyun Hyung?”

Dia mengenal Kyuhyun? Sialan berarti aku benar-benar akan mati setelah ini. “AKu percaya padamu walau aku baru mengenalmu beberapa saat yang lalu. Ini rahasia.” Kataku akhirnya. Ntahlah, di keadaan seperti ini aku malah merasa tidak panik sama sekali.

TBC

asdfghjkl ga tahu harus ngomong apa.. ini hancurnya kebangetan lah -____- kacau hh

42 thoughts on “The Hardest Thing part 2

  1. Ni ff bener2 kurangajar deh asik ngebaca eeeeh tbc. Lol digep naked, kenapa gak dilanjutin aja nyet? Hahaha

    Ok saatnya comment. Hm bagus sih typo juga lumayan kurang. Tp penjelasan minho harus lo tampakin lagi. Lo hrs jelasin lebih knp dia percaya minho. Terus adegan kyu-hyeri gue minta ditambah spya makin nyesekh hahaha. Good job!

    • anjir ini siapa datang2 ngerusuh.. please yah bi jangan bikin malu gue (?)

      jadi maksud lo selama ini gue ratu typo gitu? dikit2 typo hah ?
      ahelah percaya2 aja, soalnya kan qaqa Minho ganteng <3
      jahat lu emaaaanggg.. makan tuh Hyeri (?)

      duh mbing tumben lo rajin pake komen segala

  2. waahh… aku baru baca yang ini *ketinggalan banget* T^T
    thor… trusin lagi dong cerita nya yah, bagus.. ga aneh koq gampang dimengerti :)
    aku penasaran banget pengen tahu perasaan Kyuhyun yang sebernarnya..
    :D

  3. Author.. TBCnya disaat yang gak tepat .-. Lagi asik baca malah TBC.. >< Tapi nice FF kook ˆˆ,
    Lanjut!! Udah lama bgt gak dipost part selanjutnya thor (Baru baca .–.)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s