Mr. Perfect [part 3]

 

Author : Kyusung

Rating : PG 15

Genre : Romance

Main Cast :

–        Cho Kyuhyun (Super Junior)

–        Park Saena (OC)

–        Nickhun (2PM)

P.S : Annyeong… ketemu lagi sama author geje ini. Adakah yang nunggu ff ini? hahaha.. *author kepedean. Mungkin dipart ini ceritanya agak lebih panjang dari biasanya. Hope u like it ^^

==========================================================

Jika ia sebuah cinta… Ia takkan menyiksa, namun senantiasa menguji

Jika ia sebuah cinta… Ia tidak hanya berjanji, namun senantiasa menepati

Jika ia sebuah cinta… Ia mungkin tidak hadir karena permintaan, namun hadir karena takdir

 

Author POV 

Yesung sedang berdiri termenung disamping jendela sambil memandang jalanan kota yang sibuk. Tatapanya kosong, wajahnya kusut. Ia sedang berfikir tentang tugas yang diberikannya kepada Kyuhyun. Menimbang kembali apakah Kyuhyun akan berhasil mengorek informasi tentang Jungsoo Corp. Karena sampai saat ini ia belum menerima laporan dari Kyuhyun. Ia berfikir lagi mencari cara agar informasi yang ia inginkan segera didapat. Kemudian…

Tok.. Tok. Tok..

Seseorang mengetuk pintu dari arah luar. “Masuk” jawab Yesung. Lalu munculah seorang namja berperawakan tinggi, tampan, dan berambut pirang.

“Ini laporan tentang bursa saham perusahaan saat ini ahjussi, dan ini-” kata Nickhun sambil memberikan 2 map bewarna hijau dan merah pada Yesung. “ini adalah laporan perkembangan terakhir perusahaan Jungsoo” lanjutnya.

“Terima kasih Nickhun,” jawab Yesung dan mengambil map tersebut dari tangan Nickhun. Nickhun pun pamit dan berjalan ke arah pintu keluar.

“Chakkaman!!” teriak Yesung, sebelum Nickhun benar-benar pergi.

“Ne?”

“Apa kau sudah mempelajari tentang perusahaan Jungsoo?” tanya Yesung.

“Ne.. aku sudah membacanya sedikit ahjussi,” jawab Nickhun sopan.

Yesung tersenyum, memperlihatkan seringai evilnya. Tiba-tiba saja terlintas ide gila dibenaknya.

 

Park Saena POV

Hari ini aku ada janji dengan Kyuhyun untuk melihat-lihat apartement. Aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap. Tetapi ketika sedang berpakaian, sekali lagi Kyuhyun selalu muncul dibenakku. Aku tidak sadar memberi perhatian lebih pada rambut dan wajahku. Berdandan supaya tampil menarik dihadapan Kyuhyun. Aiiiishh… Kenapa aku jadi peduli tentang ini semua?

Tingtong… Tingtong…

Aku membuka pintu, mendapati Kyuhyun sedang berdiri memunggungiku. Merasa pintu sudah terbuka Kyuhyun membalikan tubuhnya.

“Kau sudah siap?” tanyanya.

Ya tuhan, ia sangat tampan… Aku  sudah pernah melihatnya dengan setelan jas formal, yang bisa membuatnya tampil lebih baik. Tetapi dengan pakaian santai seperti ini, kaus polo bewarna biru dan celana jeans abu-abunya membuatnya tampak lebih tampan dan segar.

“Aku sudah siap,” kataku menghentikan lamunanku yang tak perlu. Aku lalu mengambil tas yang cocok dengan gaun santai yang bergaris-garis putih dan kuningnya.

Kyuhyun membukakan pintu mobil untukku, dan saat aku duduk Kyuhyun membungkuk untuk menyingkirkan bagian rokku yang menjulur keluar lalu menutup pintunya. ‘Degh’ gerakanya tadi membuatku berhenti bernapas dan jantungku berdetak lebih cepat. Syukurlah Kyuhyun tidak mempunyai minat romantis apapun terhadapku.

 

Kyuhyun POV

“Ini sepertinya bagus. Apakah kau mengenal daerahnya?” kataku sambil memberikan koran yang sudah kulingkari tadi pagi.

Saena mengambil koran tersebut dan membacanya. “Kau yakin mau melihat-lihat tempat ini?” tanyanya ragu-ragu. “Ini harganya mahal sekali”

Aku menatapnya sambil tersenyum, tepat ketika ia menengadah menatapku, kulihat ada semburat merah dipipinya.

Jika dipikir-pikir Saena tidak perlu khawatir tentang keuangan Kyuhyun. Kyuhyun memang tidak memamerkan kekayaannya, tetapi ada banyak tanda-tanda yang bisa menunjukkan kemampuan ekonominya. Dari gayanya saja sudah ketahuan kalau dia berasal dari keluarga terpandang.

“Aku perlu privasi, tetapi juga perlu ruang yang cukup ketika aku menghibur diri dan apartementnya harus memiliki perabotan yang lengkap, karena aku tidak mau membawa perabotanku dari rumah.” kataku sambil tertawa kecil.

Alamat pertama yang kami datangi adalah sederetan kondominium yang baru dan mahal. Saena melirikku meminta pendapatku, aku melihat kondominium itu dengan seksama dari dalam mobil. “Kurasa tidak” kataku lalu memutar balikan mobil kearah berlawanan.

Saena mengambil koran di dashboard dan membaca alamat apartement lain yang sudah kulingkari. “Kurasa kau akan lebih suka yang ini. Bangunannya lebih tua tetapi apartementnya sangat eksklusif. Aku sudah pernah kesana sekali.” katanya antusias.

Aku menghentikan mobil didepan kantor pemasaran dan turun untuk membukakan pintu untuk Saena. Manajer apartement tersebut langsung mengantar kami kesebuah apartement kosong. Dekorasinya sederhana tetapi terlihat elegant, lantainya berubin cream dengan corak garis-garis tipis, dindingnya bewarna putih gading yang sangat serasi dengan ubinnya. Ruanganya besar-besar, aku sangat suka suasananya.

“Aku ambil yang ini,” potongku santai disaat marketingnya memberikan penjelasan panjang lebar. “Apakah surat-suratnya sudah siap untuk ku tanda tangani?”

 

Park Saena POV

Sambil mengurus surat-surat kepemilikan, Kyuhyun meminta tolong padaku untuk melihat-lihat ruangan dan membantunya untuk mencatat apa yang perlu ia beli untuk keperluan di apartement barunya ini.

Aku mengelilingi apartement dan mencatat apa saja yang diperlukan Kyuhyun. Aku kagum dengan kemewahannya, apartementku mungkin sama besarnya dengan ruang tamu apartement ini. Yah, walaupun aku sendiri bukan berasal dari miskin, tetapi jika dibandingkan dengan Kyuhyun aku tetap saja berada dibawahnya.

Aku berjalan menuju kamar tidur, kamar ini besar dan terdapat karpet abu-abu lembut yang sangat nyaman. Ranjangnya berukuran king size dilapisi seprai tebal yang bewarna hijau. Terdapat meja kecil dan lampu duduk disamping kanan dan kiri tempat tidur. Ada juga sofa panjang dan lemari dari kayu yang sangat besar. Tata letak kamar ini benar-benar diperhitungkan dengan baik.

“Semua urusan surat resmi sudah selesai. Kau sedang apa? Apakah kau siap pergi?” kata Kyuhyun dari belakang. Mengagetkanku saja, dan sejak kapan dia ada disini? Apakah dia memperhatikanku dari tadi? Aigooo…

“Ah,, aku sedang menikmati kamar ini.” jawabku gugup.

“Terutama karpetnya?” katanya sambil melirik kebawah memandang kakiku yang telanjang (?). Aku memang melepas sepatuku untuk merasakan kelembutan karpet ini.

Aku terseyum malu, “Hmm,, disini segalanya bercampur dengan baik.”

Kemudian aku memberikan daftar berisi barang-barang yang perlu dibelinya. Kyuhyun membaca daftar itu sekilas, lalu melipat dan memasukkannya ke saku celana.

“Hari ini kita sudah menyelesaikan tugas dalam waktu singkat, kita masih punya banyak waktu untuk dihabiskan. Kau ingin makan siang yang terlambat atau makan malam yang kepagian?” tanyanya.

“Mengapa kita tidak pulang saja ke apartementku?” tawarku. “Aku akan memasak makan malam”. Sebenarnya aku ragu mengundang Kyuhyun makan malam di apartementku, aku tidak pernah mengundang seorang pria makan dirumah. Tetapi aku juga tidak ingin kebersamaanku denganya berakhir, dan entah mengapa aku tidak keberatan mengajaknya keapartementku.

Nickhun POV

Aiiisshh… Ahjussi itu ada-ada saja sih. Masa aku disuruh untuk mengawasi kinerja Kyuhyun? Apakah tidak ada kerjaan lain yang lebih menantang selain aku memata-matainya. Akupun yakin Kyuhyun tidak akan suka jika pekerjaannya direcoki. Ahjussi sangat mempercayaiku, sehingga membebaskanku melakukan apa saja, untuk dapat mengorek informasi.

Aku diurus oleh paman sejak kecil, setelah kedua orang tuaku meninggal. Ia sudah seperti orang tua kedua bagiku. Keluarganya sangat baik padaku. Kami tinggal bersama dalam satu rumah. Paman mempunyai 2 orang anak dan 1 istri. Aku dan Kyuhyun tumbuh besar bersama, kami sangat dekat seperti layaknya saudara kandung. Walaupun tingkah Kyu kadang menyebalkan, tetapi aku tau dia orang yang baik.

Aku memutuskan untuk pindah dan hidup mandiri setelah lulus sekolah. Paman mengajakku untuk bekerja diperusahaanya. Aku yang tidak tau apa-apa tetang apa itu bisnis, investasi, saham, dll. Aku dibimbingnya sampai aku terbiasa dengan itu semua. Akupun melanjutkan studiku keluar negri, mengambil jurusan bisnis management. Selesai kuliah aku kembali bekerja untuk paman. Aku di didiknya menjadi seorang pialang saham yang handal, aku banyak memenangkan tender dari perusahaan-perusahaan besar. Sehingga akhirnya beliau merekrutku menjadi CEO dibagian Accredited Investor Commission.

Laporan tentang perusahaan Jungsoo kubuka kembali, mempelajari cara kerja perusahaan itu. Mencari celah sempit yang mungkin bisa menjadi titik lemah pondasi perusahaannya. Jika Kyuhyun masih belum bisa memberikan laporan apapun, itu tandanya ia belum berhasil mendapatkan informasi apapun.

Huft… aku menarik napas dalam-dalam. Berpikir sejenak, mau tidak mau aku harus turun tangan. Tapi bagaimana caaranya?? Ah.. aku ada ide. Baiklah kyuhyun, mari kita bertanding secara sehat!

 

Author POV

Telpon berdering saat mereka berdua memasuki apartement Saena dan iapun permisi untuk mengangkatnya.

“Saena, coba tebak,” kata eommanya ditelpon. Saena bahkan tidak mencoba menebak, sudah tau bahwa ibunya tidak akan berhenti cukup lama untuk memberinya kesempatan berbicara. Dan Saena benar, eommanya langsung nyerocos. “Jae Young dan Euncha akan kembali dari Italy. Mereka disini hanya satu malam, dan kita akan mengadakan makan malam sekeluarga. Jam berapa kau bisa kesini?” Tanya eommanya.

Jae young adalah sepupunya, dan Euncha adalah istrinya. Mereka tinggal di Italy. Saena sangat menyukai mereka, tetapi dia sudah terlanjur mengundang Kyuhyun dan tidak bisa mengusirnya begitu saja. “Eomma,, aku baru saja akan memasak makan malam..”

“Kalau begitu aku menelpon pada waktu yang tepat! Aku sudah menelponmu dari tadi, tetapi kau sedang keluar. Kakakmu juga ada disini.” Kata eommanya antusias.

Saena menarik napas dalam-dalam. Dia tidak ingin memberi tau ibunya dia sedang ada tamu, karena dia tidak pernah mengundang siapa-siapa kerumahnya, dan eommanya akan langsung mengambil kesimpulan jauh dari kenyataan. Tapi Saena tidak punya pilihan, “Ada teman dirumahku. Aku tidak bisa pergi begitu saja-”

“Teman? Seseorang yang kukenal?”

“Tidak. Aku mengundangnya makan malam”

Rasa ingin tau ibunya langsung menggebu, “Nugu?”

“Teman…” kata Saena menghindari pertanyaan ibunya, tetapi ibunya terus menanyakan itu. Dia menengadah dan melihat Kyuhyun sedang menatapnya. Kyuhyun memberi tanda ingin mengatakan sesuatu, Saena pun memotong rentetan pertanyaan dari ibunya.

“Tunggu sebentar mom, aku segera kembali”. Tangan Saena menutup microfon telepon. “Sepupuku baru tiba dari Italy dan mereka hanya berada disini semalam. Jadi eomma memintaku datang makan malam disana.” Saena memberi penjelasan pada Kyuhyun.

“Dan kau sudah terlanjur mengundangku makan malam.” Kyuhyun menyelesaikan kalimat Saena dan menghampirinya. “Aku punya solusi yang sempurna” lalu kyuhyun mengambil gagang telpon dari tangan Saena.

“Mrs. Park,” kata Kyuhyun ditelpon. “Namaku Choi Kyuhyun. Bolehkah aku menawarkan solusi dan mengundang diriku sendiri ke acara makan malam anda, tentu saja jika hal itu tidak memberatkan? Saena benar-benar ingin bertemu sepupunya, tetapi dia sudah mengundangku makan malam, dan dia terlalu segan untuk menarik kembali undangannya. Dan aku terlalu lapar untuk bersikap sopan dan pergi.”

Saena memejamkan matanya, tidak ingin mendengar percakapan itu. Ibunya pasti akan terkesima dengan suara Kyuhyun yang dalam dan santai.

“Terima kasih telah bersimpati padaku.” kata Kyuhyun basa-basi. “Aku segera mengantar Saena kesana”. Lalu Kyuhyun menutup telponnya.

“Apa kata eomma?” tanya Saena.

“Ia menyuruhku ikut kesana bersamamu. Apa kau keberatan?” kata Kyuhyun santai sambil memperlihatkan seringaiannya.

“Yasudah, tunggu sebentar. Aku ganti baju dulu”

 

Park Saena POV

Kyuhyun mengantarku ke acara makan malam keluarga. Aahh.. sebenarnya aku malas sekali datang, bukan karena aku tidak mau bertemu dengan keluargaku, tapi karena pria ini ikut bersamaku. Keluargaku pasti menyerangku dengan berbagai macam pertanyaan tentangnya.

Aku melihat kearah Kyuhyun yang sedang menyetir. Kulihat tampangnya santai-santai saja. Aiiissshh… menyebalkan sekali dia, menyusahkan aku saja. Apa dia tidak memikirkan bagaimana nasibku nanti? Bisa-bisa aku mati kehabisan kata-kata menjawab semua pertanyaan keluargaku.

“Ada apa?” tanyanya

“Ah.. tidak apa-apa” kataku tergagap.

Ia tertawa keras. Hah?? Bagaimana ia bisa tertawa disaat aku sedang uring-uringan begini.

“Kau tenang saja, biar nanti aku yang menjawab pertanyaan-pertanyaan keluargamu. Kau hanya perlu diam dan mengiyakannya saja” jawabnya seakan tau apa yang aku pikirkan dari tadi.

Aku meliriknya sekilas, ia tersenyum menatap jalanan. ‘Pria aneh!’ batinku.

Saat kami tiba dirumah, keluargaku langsung menyambut kedatangan kami. Dan benar saja perkiraanku, ibuku langsung menyerbuku dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kedekatanku dan Kyuhyun. Untung, Kyuhyun menepati janjinya, dia menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu dengan sempurna.  Dia bilang kita hanya teman, lalu dia menceritakan tentang dirinya kepada keluargaku.

Aku rasa keluargaku sangat menyukainya, begitu juga sebaliknya. Huft.. baguslah kalau begitu. Aku jadi tidak perlu mencemaskannya lagi, kalau-kalau keluargaku mengundang Kyuhyun datang kerumah.

 

Kyuhyun POV

Setelah selesai makan, aku mengantarnya pulang. Keluarga Saena sangat menyenangkan. Untung aku bisa menghadapi keluarganya dengan baik. Dan disana aku melihat Jungsoo, appa Saena. Untung dia tidak mengenaliku, jika tidak bisa terbongkar rahasiaku tadi. Aku rasa Jungsoo orangnya sangat protective sekali dengan Saena. Itu terlihat dari sikapnya yang sangat dingin padaku. Tapi tak apa, aku pasti bisa menaklukkan appanya. *evil smirk

Kulihat Saena sangat kelelahan. Ia tidak berbicara selama perjalanan dan dari tadi dia terus menguap. Begitu sampai di parkiran apartement, aku melihatnya sedang tertidur. Aku membangunkannya perlahan, Saena pun terbangun. “Kita sudah sampai,” kataku membangunkanya.

“Hmm,, maaf aku ketiduran”

“Gwenchana”

Aku mengantarnya sampai depan pintu apartementnya. Dia terlihat sangat mengantuk. “Terima kasih sudah mengantarku” katanya.

“Cheonmaneyo.. besok aku akan meneleponmu.” aku membungkuk kemudian kukecup pipinya. Dia tidak bereaksi, tetapi saat aku ingin menciumnya dia langsung memalingkan wajahnya. Dia tertunduk, tidak berani menatapku.

“Istirahatlah, jaljjayo..” kataku sambil memamerkan senyum tiga jariku dan langsung melengos pergi.

Author POV

Pagi-pagi seorang pria berpenampilan rapi dengan kemeja biru lengan panjang dan celana panjang hitam lengkap dengan pantofel, sedang berjalan menuju ruangan HRD, Jungsoo Corp. Ia membawa map ditangannya, sedang duduk menanti seseorang memanggil namanya. Kebetulan perusahaan ini sedang membutuhkan pegawai. Tanpa pikir panjang ia mencoba melamar pekerjaan disini, jika diterima maka akan memperbesar kesempatannya untuk mengorek informasi dari dalam.

Ketika namanya dipanggil, ia masuk kedalam ruangan melakukan sesi wawancara. Ia menjawab semua pertanyaan dengan sempurna., tidak sulit baginya untuk sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh itu. Di usianya yang sangat muda, da sudah sangat ahli dibidang ini, jadi tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Dan akhirnya iapun langsung diterima dan bisa bekerja mulai besok, karena memang posisi ini sangat dibutuhkan sesegera mungkin.

Ia keluar ruangan dengan senyum lebar, menyeringai seakan meremehkan apa yang baru saja ia lakukan tadi. Betapa mudahnya ia mendapatkan pekerjaan. Tak ada yang mampu menolaknya, seakan tersihir oleh kharisma yang berpendar dari dirinya.

Saat sedang menunggu lift, seorang wanita berdiri disampingnya.Wanita tersebut tersenyum padanya, pria itupun membalasnya. Lalu pintu lift terbuka, dan mereka masuk bersama.

“Kau pegawai baru disini?” tanya wanita itu.

“Ne”

“Selamat datang diperusahaan ini. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik”. kata wanita itu sambil memamerkan senyuman terbaiknya.

Pria itu hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Ketika pintu lift terbuka wanita tersebut langsung pergi meninggalkanya. Sedetik kemudian pria itu mengingat wajah wanita tersebut. Ia tertawa pelan, betapa mudahnya takdir mempertemukan mereka.

“Kau targetku” kata pria itu pelan yang mungkin hanya dapat terdengar olehnya sendiri. Pria itu menyeringai, lalu berjalan keluar gedung dengan perasaan senang.

===================== TO BE CONTINUE ======================

 

A.N : Makasih buat yang udah baca ff abal ku ini. Mian, klo ceritanya sedikit agak ngawur. Author lagi susah nyari inspirasi, apalagi sekarang lagi sering galau. hahaha… #plakk siapa jg yg nanya. Yasudah… Jangan lupa komentnya ya. Dan makasi banyak bagi yg udh komen di ff sebelumnya. Gomawo^^

 

9 thoughts on “Mr. Perfect [part 3]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s