Look At Me

Author  : Amy Lee

Genre   : Romance, Friendship, f(x), SHINee, Minho, Krystal, Minhwan, Jessica SNSD

Cast       :

-Choi Min Ho      -Krystal Jung      -Jessica SNSD

-SHINee               -f(x)       -FT ISLAND

NB          : for author Cheonna, saiiya minta maaf kalo setting tempatnya ada yg saya tiru dari FF terbaru anda. Hehehe…bukan berarti ini plagiat. Ini murni dari otak saya dan hati saya XD LoL… Readers, abis baca komen yaaa??? Thank you! ATTENTION :: Judul agak ga cocok dengan isi! XD

NNN

                Aku hanya memintamu untuk melihatku….

                Ya, aku tahu. Saat ini kau pasti melihatku

                Tetapi bukan melihat dalam arti yang kumaksud

                                Kembalilah….

                                Kembalilah padaku….

                                Biarkan aku memperbaiki kesalahan masa laluku

                                Biarkan aku memilikimu sebelum kau pergi

                                Untuk kali ini saja

                Biarkan aku memilikimu lagi…

                Sebelum kau pergi…

                Dan mungkin takkan kembali padaku lagi…

NNN

*Krystal POV*

Hujan turun dengan deras di awal musim panas ini. Pagi yang harusnya cerah dan hangat berubah menjadi pagi kelabu yang dingin. Tidak ada kicauan burung seperti pagi-pagi sebelumnya. Udara yang sangat dingin menyergapku ketika kulangkahkan kakiku keluar dari rumah pagi ini.

Masih pukul 6.30AM. Biasanya sudah banyak para siswa yang berangkat ke sekolah dengan sepedanya. Karena hujan yang begitu lebat pagi ini, tidak terlihat satu aktivitas pun di jalanan depan rumahku.

Umma sudah menyuruhku untuk pergi menggunakan mobil Jessica onni, tapi aku lebih senang menikmati suasana hujan seperti sekarang ini sambil berjalan kaki menuju halte bus. Appa juga menyuruhku untuk menunggunya siap agar beliau bisa mengantarku ke sekolah. Namun tetap saja kutolak. Aku lebih senang pergi jalan kaki menuju halte sambil menikmati hujan.

Aku suka hujan. Walaupun nantinya jika aku bertemu Luna, dan Amber di sekolah, mereka pasti akan mengutuk hujan yang turun di awal musim panas. Luna dan Amber, dua sahabatku yang sangat jauh berbeda denganku walaupun kami sudah bersama sejak SMP dulu. Mereka berdua tidak suka hujan di awal musim panas dan musim semi. Sedangkan aku? Aku selalu menikmati setiap kali hujan turun.

Alasannya?

Alasannya karena aku suka kesunyian dan suara tetesan air hujan yang menurutku bisa menenangkan jiwaku. Kesunyian yang dibuat hujan sepertinya bisa membuat nafasku lebih lega karena untuk sesaat sampai hujan berhenti, aku bisa meratapi kisahku tanpa ada gangguan.

Aku Krystal Jung, siswi kelas 1 di Seoul International High School. Aku sudah menetap di Korea sejak tiga tahun yang lalu atau sejak aku kelas 1 SMP. Aku pernah mengalami banyak hal, baik suka maupun duka. Baik dalam urusan persahabatan dan percintaan.

Kau pikir aku memiliki kisah cinta yang manis seperti kebanyakan orang yang menikmati first love mereka? Haah… kurasa sama sekali tidak. Aku tidak merasa terlalu senang jika mengingat first love-ku. Yaah, walaupun saat ini aku masih mencintainya, tapi itu bukan berarti aku senang mengingat masa laluku itu. O,ya aku juga bersyukur bisa satu sekolah lagi dengannya dan aku menyadari waktuku yang hanya tinggal 1 tahun untuk melihatnya, sebelum ia pergi melanjutkan kuliahnya di salah satu universitas di dunia ini.

 

Jika kuingat waktu yang hanya tinggal setahun itu, rasanya aku tidak bisa lagi bernafas atau tersenyum senang. Aku merasa takut. Aku takut kehilangan dia selamanya. Aku takut tidak bisa menemukan orang lain selain dirinya yang bisa membuatku merasakan manisnya cinta.

Oke. Aku tahu itu agak berlebihan. Aku tahu di mana kesalahanku. Aku masih terlalu berharap ia kembali padaku. Ya, aku mengakuinya. Tetapi aku bukanlah tipe orang yang mudah jatuh cinta. Selain itu, aku juga sulit atau mungkin tidak bisa melupakannya. Apa itu salah?

NNN

                Sarangheyo geudae sarangheyo

                Geudae ddaemune ireokhe

                Geudae ddaemune ireokhe nunmulina

                Dashin geudaelbol suobseodo

Geuraedo naneun gwenchanayo

                Geudae saranghanikka

 

                Aku menyanyikan bagian reffren lagu itu lirih sambil memejamkan mataku.

Terkadang, aku menitikkan air mata saat mendengarkan lagu itu dan saat aku mendalami arti dari lagu itu.

 

I Love you, I love you

            Because of you I’m like this

            Because of you I cry these tears

            Although I may never see you again, I’ll be right

            Because I love you

 

Apa nantinya aku akan baik-baik saja jika ia pergi nanti? Apa nantinya aku akan baik-baik saja jika aku tidak bisa melihatnya lagi? Apakah aku masih bisa berharap saat ia sudah pergi dan mungkin tidak bisa kulihat lagi nanti?

Kuharap aku bisa menjawab ‘YA’.

Namun kenyataannya tidak. Aku masih merasakan himpitan batu yang begitu besar menghimpit dadaku saat aku mengingat waktu 1 tahun ini. Aku benar-benar takut tidak bisa melihatnya lagi setelah ini. Dan karena itulah aku selalu menjauhkan letak jam bekerku di saat malam jika aku hendak tidur. Tujuannya hanya satu, agar aku tidak semakit takut dan batu itu tidak semakin membesar karena mendengarkan suara detik jam.

 

“Kau suka lagunya?”

Aku menoleh ke samping.

Seorang namja tengah mentapku sambil tersenyum. Ia mengenakan jaket abu-abu. Di dalam jaket itu, kulihat ia mengenakan kemeja berkerah. Warnanya putih. Saat kuperhatikan lagi namja itu, ia mengenakan motif celana panjang yang sama dengan rokku. Apa ia satu sekolah denganku?
“Hei! Kau juga suka lagu itu,ya?”tanyanya lagi

“Oh, iya,”jawabku sambil mengangguk

“Aku juga suka lagu itu,”imbuhnya,”Oh iya, Choi Min Hwan-imnida,”

Aku balas tersenyum dan menjabat tangannya,”Krystal Jung-imnida,”

“Krystal!”serunya,”Apa kau benar penah berpacaran dengan Choi Minho?”

Aku tersenyum kecil.

 

Sekali lagi, kurasakan batu yang menghimpit itu semakin besar dan makin membuat dadaku sesak. Hanya setahun. Dua belas bulan.

“Kau beruntung bisa berpacaran dengan orang yang….,”lanjut namja ini

“Maaf, aku duluan,”potongku sebelum ia melanjutkan kalimatnya ketika bus hijau dengan tujuan sekolahku datang. Aku tidak ingin mendengar kelanjutannya lagi karena kurasa itu hanya akan membuatku semakin tersiksa.

Aku naik ke dalam bus dan duduk di bangku paling belakang. Aku kembali menyetel lagu Because of Me itu.

Sarangheyo, jigeum gyute eobsjiman

Geudaega isseo isesangi, nan haengbokhan geolyo

Geudae ijji mayo, sesang eodie seodo

Nae sarangeul gieokhaejwoyo

                (trans: I love you, although you aren’t beside me at the moment

Because you are here, my world is filled with happiness

Don’t ever forget, wherever you are

Please remember my love)

NNN

                Hari ini, aku sama sekali belum melihatnya. Aku tidak melihatnya sejak pagi tadi. Ya.

Apa aku salah mengkhawatirkannya? Apa aku salah jika aku ingin melihat wajahnya walaupun sekilas saja? Apa aku salah menginginkan ia ‘melihatku’?

“Oii, Krystal!”seru Amber,”Yo, sista! Kenapa kau diam saja? Biasanya kau selalu semangat mendengar cerita Luna? Ada masalah,huh? Jessica unnie memarahimu?”

Aku tersenyum tipis dan menoleh pada Luna,”Aku mau ke kelas 1 C. Mau ikut?”

Luna menatapku sambil mengerenyitkan keningnya

“Kajja!”ucapnya kemudian,”Aku punya urusan dengan Ji Eun!”

Aku mendengus pelan. Setidaknya kemarin aku melihatnya berada di sekitar kelas satu C. Ia bersama teman-temannya sedang berdiri di depan pintu kelas 1 C sambil bercanda. Berarti, ada kemungkinan ia juga ada di sekitar kelas ini.

Apa ia memiliki pacar baru di kelas satu C?

Tidak. Kuharap tidak. Bagaimanapun, aku lebih senang jika ia berpacaran dengan teman seangkatan dengannya atau dengan kakak kelasku yang ada di kelas 2 daripada berpacaran dengan teman seangkatanku. Ya.

Aku memperhatikan sekeliling kelas ini sebelum masuk ke dalam ruang kelas.

Dan…. Mataku tertumbuk pada seorang namja yang duduk bergerombol bersama teman-temannya di ujung koridor. Ia sedang memainkan ponsel putihnya.

“Yaak-! Ppaliya!”seru Amber dari belakangku

Aku langsung masuk ke dalam ruang kelas ketika mataku beradu pandang dengannya.

Ia masuk sekolah hari ini. Berarti aku masih punya kesempatan untuk melihatnya lagi hari ini.

 

Berlebihan memang. Aku tahu, tahun ajaran baru masih setahun lagi. Dan aku juga baru masuk ke sekolah ini. Dan saat aku baru tiga hari bersekolah, aku sudah mengkhawatirkan ia lulus lebih awal dan masuk kuliah lebih awal juga. Haahahah…. Aku terlalu berlebihan mengkhawatirkannya.

“Krystal-ah! Accompany me to 1 B! Kajja!”

Amber menarik lenganku menuju kelas 1B.

 

Aku melihatnya! Sekarang ia duduk lebih dekat dengan pintu kelas 1B. Tapi…sepertinya ia tidak melihatku. L

NNN

                “Krystal-ssi!”

Aku berbalik dan melihat… Min Hwan??

Ia berlari menemuiku yang sudah berdiri di depan gerbang sekolah. Ada apa?
“Hei!”sapanya

“Hai!”balasku

“Kau pulang dengan siapa?”tanyanya

“Hmm…”gumamku sambil memutar kepalaku kebelakang, berharap Amber dan Luna berlari menemuiku,”Aku menunggu Amber dan Luna,”

“Yaak-! Teganya kau meninggalkan kami!”teriak Luna

Aku langsung berbalik dan melihat Luna dan Amber berlari menemuiku dari dalam lapangan sekolah.

“Mereka temanmu?”tanya Minhwan lirih

Aku mengangguk,”Amber, Luna, ini Minhwan,”

“Annyeong! Minhwan-imnida!”

“Luna-imnida”

“I’m Amber,”

“Ayo pulang!”ajak Luna

Akhirnya, aku, Luna, Amber dan Min Hwan berjalan beriringan menuju halte bus di depan sekolah.

“O,ya suaramu bagus sekali saat tampil di final King&Queen School kemarin,”puji Minhwan saat kami sedang membahas tentang masa orientasi siswa baru di sekolah ini

Aku tersenyum,”Gomawo,Minhwan-ssi,”

“Aah,tentu saja dia bernyanyi dengan sangat baik,”ucap Amber

“Kan ada Minho, mantan tercinta,”imbuh Luna

Aku langsung menginjak kaki Luna tanpa ampun lagi. Sekali lagi ia mengungkapkan identitas itu di depan umum.

Sebuah mobil sport silver berhenti di depan kami. Aku menoleh pada Luna, ia menggeleng. Lalu Amber, dan ia juga mengangkat bahu. Terakhir pandanganku beralih pada Minhwan.

“Krystal-ah!”

Aku menoleh ke sumber suara sebelum mendapat jawaban dari Minhwan. Aku hanya memastikan ilusi ini bukanlah sekedar ilusi belaka. Bahwa suara tadi adalah alam sadarku.

“Kau pulang dengan siapa?”

Aku menatapnya tidak percaya. Ia berdiri di depanku saat ini. Tersenyum padaku.

Luna mendorong bahuku pelan,”Pulang saja dengannya,”bisiknya

Ia menoleh ke samping dan mengangguk pelan

“Kau pulang dengan teman-temanmu,ya?”

“Tidak,”jawab Amber,”Aku,Luna dan Minhwan akan pergi ke mall, Krystal akan pulang ke rumah. Kalau mau pulang dengannya, pergi saja. Kami akan pergi sekarang. Busnya sudah tiba. Bye, Krystal!”

Amber naik ke bus dan kemudian disusul Luna yang menarik tangan Minhwan. Kenapa…?

Aku balik menoleh padanya. Ia masih menatapku melalui mata coklatnya. Ia masih memamerkan senyumannya itu.

Perlahan, imajinasiku mulai menguasai otakku. Aku kembali membayangkan saat ia dulu menjadi kekasihku. Saat ia menjadi first loveku. Saat ia menatapku dengan mata coklatnya, saat aku selalu berkata jujur tanpa bisa berbohong padanya. Saat ia tersenyum padaku. Saat aku mendengar suara lembutnya. Saat aku hanya memilikinya untuk beberapa saat yang singkat.

Hanya setahun lagi aku bisa menatapnya. Walaupun dari jauh.

 

“Ayo!”

NNN

                Minho oppa mengajakku ke NTower.

Apa maksudnya ia mengajakku ke sini? Ke tempat favorit kami saat dulunya masih berpacaran?

“Krystal-ah,”

Aku menoleh padanya dan menghentikan acara potret-memotret pemandangan yang kulakukan.

“ya?”
Ia tersenyum dan menggeleng,”Tidak,”

“Oh,”ucapku lalu kembali mengarahkan kamera ponselku ke luar kaca di lantai teratas NTower.

“Kau masih suka memotret?”

Aku mengangguk,”Semuanya sangat indah dari sini,”

“Apa kau akan tetap menyukai tempat ini?”

Aku mengangkat alisku lalu menekan salah satu tombol,”Maksudmu?”
“Hmm…”gumamnya,”Tidak ada…. Maksudku apa kau tetap sering ke sini sebelumnya?”

Aku tersenyum namun tidak menoleh padanya,”Tidak. Hanya dua kali saat bersama Jess onni dan Amber dan Luna,”

“Ooh,”

*Minho POV*

Ia masih tetap memotret dari ketinggian. Padahal, pemandangan yang ia ambil masih tetap sama dari beberapa foto sebelumnya. Apa yang ia lakukan? Hanya mengambil foto yang sama hingga seratus buah?

Sesekali ia tersenyum setelah melihat hasil fotonya.

“Kau masih suka memotret?”tanyaku akhirnya

Ia mengangguk,”Semuanya sangat indah dari sini,”

“Apa kau akan tetap menyukai tempat ini?”

Ia hanya mengangkat alis lalu menekan salah satu tombol di ponselnya,”Maksudmu?”
“Hmm…”gumamku sambil memikirkan kembali pertanyaan yang tepat,”Tidak ada…. Maksudku apa kau tetap sering ke sini sebelumnya?”

Ia tersenyum namun tidak menoleh padaku,”Tidak. Hanya dua kali saat bersama Jess onni dan Amber dan Luna,”

“Ooh,”

Apa ia berniat melupakanku? Hehehehe…. Apa ia begitu sulit melupakanku?

“Bagaimana denganmu,oppa?”tanyanya sambil menyimpan ponselnya

“Aku?”ulangku,”Hmm…                beberapa kali,”

Ia menoleh padaku. Pandangan kami bertemu, namun ia cepat-cepat mengalihkan pandangannya dariku dan ia memilih berjalan mendahuluiku.

Aku mengikutinya sampai di depan teropong yang biasa digunakan pengunjung untuk melihat pemandangan Seoul dari teropong ini. Ia tetap diam sambil mengamati pemandangan melalui teropong.

“Hmm….Ke mana kau akan melanjutkan sekolahmu?”tanyanya

Aku terhenyak mendengar pertanyaannya yang tenang dan datar itu. Suaranya cukup kecil tetapi aku bisa mendengarnya dengan jelas.

“Mungkin… di University of Sorbone, Prancis,”

Kulihat ia menghentikan gerakan tangannya yang ia letakkan di atas teropong, beberapa saat kemudian ia kembali melanjutkan aktivitasnya. Apa yang dilakukannya?

“Semoga berhasil,”ucapnya datar tanpa ekspresi

 

Haahh! Apa yang kau lakukan Krystal Jung?! Kenapa kau berubah dingin seperti itu? Kenapa kau tidak memberi ucapan selamat padaku? Kenapa hanya ‘Semoga berhasil’ saja?

Ia kemudian menatapku. Aku bisa menatap mata hitamnya yang masih bening seperti dulu.

“Aku mau pulang,”ucapnya

Oke. Aku bingung dengan sikapmu yang seperti ini Krystal, tapi aku akan tetap mengantarmu pulang. Semoga hari ini aku bisa membuatmu senang karen ahari ini adalah hari ini adalah hari yang patut kau ingat. Berterimakasihlah nantinya pada Luna dan Amber yang sudah memberiathuku apa yang sebenarnya masih kau rasakan.

 

Sampai di depan rumahnya, Krystal langsung keluar dari mobil dan hanya mengucapkan terimakasih padaku lalu sebae. Setelah itu ia masuk ke dalam rumahnya tanpa menoleh padaku.

Kuharap hari ini aku bisa membuatnya senang. Sebelum aku pergi ke Paris nantinya.

NNN

*Krystal POV*

“Yaak-! Kenapa kau tidak menyapaku saat pulang?”ucap Jessica onni yang duduk di kursi tamu

Aku tidak memperdulikannya dan langsung naik ke lantai dua rumahku. Aku mengunci pintu kamarku, lalu melemparkan tas sekolahku dan menghempaskan tubuhku ke atas kasur.

University of Sorbone, Prancis.

Satu tahun lagi.

 

“Paboya!!!!!!!!”teriakku tidak bisa lagi membendung kerisauan dihatiku ini

Kenapa harus di Prancis? Kenapa harus di Eropa? Kenapa tidak di Seoul saja?

From far away
if i can stare at you just for a moment
That is love

When this waiting and yearning
Gets you, and you can hear it
Just pretend nothing happened
The closer i get to you more scared i get
But this love cannot be stopped

NNN

1 tahun kemudian….

Hampir setahun yang lalu, ia mengajakku ke tempat ini. Hari itu adalah hari dimana aku menangis semalaman hanya gara-gara aku takut kehilangannya. Pada hari itu,ketika aku memotret puluhan gambar pemandangan yang sama di tempat ini. Pada hari itu, aku melampiaskan segala kegalauan dihatiku dengan memotret sepuasnya dan ia memperhatikanku.

Hari ini, 13 Juni, aku kembali ke tempat ini. Empat tahun yang lalu. Aku mengingat memori itu kembali setelah empat tahun kucoba untuk melupakannya dengan segala cara. Empat tahun yang lalu saat untuk pertama kalinya aku mengenal apa itu cinta.  Saat dimana aku mengenal first loveku.

Empat tahun yang lalu, saat ia hanya tersenyum untukku. Saat aku bisa menatap mata coklatnya. Saat aku bisa melihat senyumannya. Saat aku bisa mendengar suara lembutnya. Saat aku bisa menatap keseluruhan wajahnya secara langsung.

Tempat ini, selamanya tidak akan kulupakan. Ya. Selamanya.

 

Aku berjongkok di samping teropong dan meraba dinding kokoh di ruangan paling atas NTower.

Aku tersenyum saat ujung jemariku menyentuh beberapa kata.

“Minho love Krystal. Forever,”desisku

Aku tersenyum dan merasakan mataku semakin panas.

 

Oppa, selamat jalan! Kuharap kita akan bertemu lagi nanti. Di masa depan yang merupakan misteri bagi kehidupan kita. Kuharap tulisan yang terukir ini akan tetap ada sampai kita bertemu lagi di tempat ini.

Aku tidak akan memaksamu untuk tinggal di Korea ini. Pergilah. Kejarlah cita-citamu. Aku ingin melihatmu kembali dengan senyuman bahagiamu karena sukses mendapatkan apa yang kau inginkan.

Walaupun aku menangis di sini. Walaupun aku tersakiti di sini. Walaupun aku tetap tinggal di Korea. Tapi kuyakin waktu akan mengubah segalanya. Waktu akan kembali membuatku tersenyum, tertawa, beraktivitas seperti biasa. Seperti tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya.

Oppa, ingatlah aku. Jangan lupakan aku. Sama sekali jangan pernah lupakan aku sebagai Krystal yang bodoh dan pemalu. Jangan pernah ingat aku sebagai Krystal yang pintar dan selalu bersikap dewasa. Tapi ingatlah aku seperti saat dulu ketika kita masih bersama. Aku berharap kau bisa mengetahui isi hatiku saat ini oppa!

Neol saranghae. Jeongmal sarangheyo!

NNN

*Minho POV*

“Oppa, ini dari Luna Park. Katanya ini milik Krystal onni. Ia menyuruhku untuk menyerahkan album foto ini padamu,”

                Aku tersenyum sambil menerima album itu dari tangan adikku, Sulli

               

Krystal-ah, apa yang sedang kau lakukan saat ini? Apa kau sedang berlibur di Amerika? Apa kau sedang tersenyum bersama keluarga dan teman-temanmu?

Kuharap ya. Jangan menangis hanya karena aku pergi. Kita pasti bertemu lagi, Krystal-a!

                Aku membuka cover album foto yang bergambar kupu-kupu dan hujan salju itu.

Halaman pertama, terdapat beberapa foto pemandangan indah. Tertulis di bawahnya, ‘Seoul, The City of Love,’

Halaman kedua, beberapa fotoku. Ya. Ada aku di setiap foto yang diambil dari jarak jauh itu. Lalu, tertulis di bagian bawah halamannya, ‘My first love, Choi Min Ho,’

Halaman ketiga, hanya ada dua foto yang berdampingan. Foto pertama saat Krystal sedang tersenyum dengan memakai pakaian seragam SMP kami. Foto kedua adalah fotoku yang memakai seragam SMP.

“Aku dan Minho oppa,”bacaku lirih

 

Apa ia benar-benar mencintaiku? Kenapa ia bisa begitu mencintaiku?

 

Tanganku membuka secara acak halaman album foto itu.

Halaman ke 23.

Pada halaman itu tertulis,’23 Januari-13 Juni. Aku mencintaimu. Hari ini, pemandangan di NTower sangat indah. Semuanya sama. Tidak ada yang berubah kecuali aku. Ia menatapku. Mata yang indah sesuai dengan pemandangan di sini. Korea dan Prancis. Aku takkan bisa melihatnya lagi. Jadi, saat aku ingin melihatnya, aku akan menatap foto-foto ini. Karena semuanya terwakili di foto ini.

I’m sorry, because of me, you must’ve been tired.Because of me, you must’ve hurt like a fool.I think I know now, the person my heart wants.It’s you, I love you forever,

 

Krystal-ah, maafkan aku karena tidak menyadarinya sebelum aku pergi………

NNN

Readersssssss………..bagaimana cerita saayyyaa???? Lebay yaa??hehehe….maap deh kalo lebay..^^ Komen yaah?? Awas lho, kalo ga komen! :D

 

“12 July 2011, the day when I’m afraid I cant see you, from author Amy Lee to ‘Cho Kyuhyun’,”

 

Thanks for reading readers!!!

 

8 thoughts on “Look At Me

  1. Ini ceritanya udah ending?? ato masih ada sekuelnya?? klo udah ending, qo gak happy ending siiy?? waktu aq baca di pertengahan, aq pikir endingnya: setelah be2rapa tahun di prancis, Minho pulang ke korea, trus dia pergi ke NTower dan gak sengaja ketemu lagi ma Krystal yang juga ada disana, tapi justru pertemuan yang gak disengaja tu bikin mereka sadar klo mereka masih saling mencintai, dan minho gak menyia-nyiakan kesempatan buat nembak krystal lagi, lalu akhirnya mereka pelukan dan “k……ng”, yang mengartikan klo mereka sepakat buat balikan lagi…(Qo jadi aq yang ngatur endingnya, suka2 author donk, mau gmna endingnya….mian!!!)

  2. Nggantung asli…! Kirain kristal bakal jadian ma minhwan… Overall bagus chingu..! Oh ya, bkin sequel nya donk…!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s