Hate You, Love You


Author : allriselindol

Main Cast : Lee Hyukjae (SJ), Cho Hyejun (fict), Lee Donghae (SJ)

Support Cast : Kim Misun (fict)

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Warning! : typo(s), tidak sesuai EYD, dan mungkin membosankan -_-

Ps : ini FF pertamaku, tepatnya sih FF pertama yang selesai ak buat ._.v jadi harap maklum kalo belum KLIK buat readers. I NEED YOUR COMMENT FOR MY FANFICT :)

Disclaim : bagi kalian yang sudah pernah membaca komik “Here We Are” atau “Bokura Ga Ita” mungkin akan ada satu kejadian di komik itu yang saya masukkan ke FF ini, tapi selebihnya adalah MURNI atas IMAJINASI saya :)  jika ada kesamaan tokoh, kemiripan alur cerita, dll itu hanya ketidaksengajaan, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT :)

HAPPY READING~~ ^^

“ah, ada yang mau kutanyakan!” ujarku. Hyukjae mendongakkan kepalanya. “siapa itu Hyejin?” wajah Hyukjae terlihat terkejut ketika aku menyebut nama itu. ada apa sebenarnya?

“ka-kau.. kau tau darimana nama Hyejin?” Hyukjae malah balik bertanya.

“kau tidak sadar ya? kau mengigau saat sakit kemarin, kau terus menyebutkan nama itu dan hal2 lain yang tak kumengerti maksudnya”

“hoo” hanya itu? lalu mana jawaban dari pertanyaanku? Ah sudahlah, kelihatannya suasana jadi tidak enak gara2 aku menyebutkan nama itu. mimik wajah Hyukjae jadi agak kelihatan.. sedih?

“eh anu.. maaf. Aku lancang ya? sudahlah lupakan saja” ujarku mencoba mencairkan suasana. Tidak ada reaksi dari Hyukjae. Oh bagus sekali Hyejun, kerja yang bagus! Padahal tadi Hyukjae sudah sedikit dekat denganmu dan sekarang kau membuatnya marah lagi. Dasar aku bodoh!

“kenapa kau menolongku kemarin?” tanya Hyukjae yang tiba2 memecah keheningan.

“nde? Heem.. apa salah jika aku menolongmu?”

“tidak, bukan begitu maksudku. Bukankah aku sudah berbuat jahat pada mu?” mwo? Sejak kapan dia sadar sudah sudah berbuat jahat?

“berbuat jahat?” tanyaku sok polos.

“ya, aku tidak pernah memenuhi permintaanmu yang ‘gila’ itu. bahkan dua hari yang lalu juga aku tidak datang” eh? Jadi.. dia ingat ada janji bertemu denganku? Aish itu bukan janji -_-

“ohaha yang itu.. sudahlah tidak usah dipikirkan. Jadi.. kau ingat? Lalu kenapa tidak datang?” ku beranikan diri menanyakan ini. Kemudian Hyukjae menatapku dengan tampang serius. Hanya beberapa detik memang, tapi berhasil membuat ku berdebar2 melihat matanya itu.

“itu.. karna Hyejin..” hah? Hyejin? Jadi dia tidak menemui ku malah menemui gadis lain? Yah, saat ini hatiku benar2 akan hancur.

“ooh.. jadi, dia pacarmu? Ahaha seharusnya aku tahu kalau kau sudah punya pacar dan berhenti mengganggumu ya haha” ku paksakan untuk tertawa. Ya mungkin sudah jelas terdengar bahwa tertawaku ini dipaksakan.

“itu.. dulu..” jawabnya singkat.

“ooh Mantan?”

“tidak..” hah? Apa-apan ini? Dia mau membuatku bingung?

“hek? Lalu?”

“dia pergi dari ku tanpa mengucapkan kata berpisah. dia.. sudah meninggal” deg! aku benar2 terkejut ketika mendengarnya. Sekarang wajah Hyukjae benar2 terlihat sedih! Aish eottokhe?

“hmm.. mianhe Hyukjae, aku tidak bermaksud..”

“gwenchana. Aku hanya ingin menceritakannya saja. Kau mau dengar?” ujarnya dengan sedikit senyuman.

“ne, tentu saja”

Kim Hyejin. Yeoja yang disukai Hyukjae sewaktu SMA sekaligus yeojachingu nya. Hyukjae sangat mencintai Hyejin, begitu juga sebaliknya. Mereka terlihat sangat serasi dimata orang2 sekolah. tidak pernah ada pertengkaran yang berarti diantara mereka. Hanya sesekali bertengkar, kemudian kembali seperti semula lagi. Hyukjae juga tidak pernah berpikiran macam2 tentang Hyejin. Sampai di suatu malam, hujan deras. Hyukjae menerima telpon dari teman Hyejin bahwa Hyejin kecelakaan. Mobil yang ditumpanginya menerobos pagar pembatas jalan dan masuk ke jurang karena jalanan licin dan berkabut. Hyukjae benar2 tidak bisa mengendalikan emosinya lagi karena harus kehilangan orang yang sangat dicintainya dengan keadaan setragis itu. Tidak sampai disitu derita Hyukjae.  Dia semakin frustasi ketika mengetahui yeojachingu nya itu berdua dengan laki2 lain di dalam mobil yang jatuh ke jurang itu. laki2 itu tak lain adalah mantan Hyejin. Hyejin memang pernah menceritakan mantannya itu kepada Hyukjae. Dan Hyejin juga pernah bilang bahwa laki2 itu adalah mantan namjachingu yang paling dicintainya.

“aku memang sangat sedih harus kehilangan Hyejin untuk selamanya, tapi aku juga tidak bisa memaafkannya karena sudah berbuat curang di belakangku”

“tapi kau masih mencintainya Hyukjae..”ujarku yakin.

“ya, aku tau! Tapi aku benar2 tidak bisa memaafkannya.. di hari itu, entah mengapa aku jadi teringat Hyejin. Aku jadi ingin mengunjunginya. Tapi ketika sampai di makamnya, aku menjadi sangat marah. Aku membencinya. Aku memakinya yang sudah berbuat setega itu terhadapku” suara Hyukjae mulai bergetar.”saat akan beranjak dari makamnya, aku malah masuk angin karena cuaca yang dingin. Lalu besoknya aku malah lupa makan”

“mwo? Menyedihkan sekali..” ejekku.

“aku serius, bodoh! kau tau kenapa aku selalu marah2 padamu?” aku menggelengkan kepalaku. “itu karena nama mu mirip dengannya!”

“mwo?!” Hyukjae terkekeh melihat reaksiku.

“makanya itu salahmu kenapa nama mu Hyejun! Bukankah masih banyak nama lain yang lebih bagus biar aku tidak memarahimu terus!”

“mana bisa begitu! Aish kau itu Hyukjae!” aku mengerucutkan bibirku. Dia masih saja terkekeh. Haaaah tidak apalah. Terserah kau saja mau menyalahkan ku. Asalkan kau senang saja.

EUNHYUK POV

“sudahlah, berhenti menertawakanku. Aku tidak seperti Hyejin-mu itu kok, aku bukan orang yang sama. Jadi rubahlah sifat pemarahmu itu sedikit” ujar Hyejun sambil menatap serius.

“aku rasa tidak bisa sebelum kau ubah namamu itu!”

“ya! terserah kau sajalah! Dasar bodoh!” aku semakin terkekeh melihat tingkahnya.

Kau tau Hyejun? Ah, mungkin kau tak perlu tahu. Sebenarnya bukan hanya nama. Sifatmu yang blak2an dan wajahmu yang bodoh itu. semuanya hampir sama. Kau sama menyebalkannya dengan dia. Kau sama tidak tahu malunya dengan dia. Kau sama bodohnya dengan dia. Tapi satu yang berbeda. Sifatmu yang tidak pernah berbuat curang itu, dan tegar. Huh, kalau Hyejin, sekali saja aku tidak bisa memenuhi janji ku, dia akan pergi bersama laki2 itu. tapi kau tidak. Berkali2 aku tidak datang tapi Hyejun tetap duduk menunggu ku di ayunan itu. kau pikir aku tidak datang memenuhi permintaanmu? Aku datang Hyejun. Hanya saja aku tidak berani menemuimu. Aku takut mengulangnya lagi. Aku takut terjadi untuk kedua kalinya.

“mwo? Sudah jam5? Selama itukah aku bermain di rumahmu? Aish aku harus segera pulang Hyukjae” tiba2 Hyejun membuyarkan lamunanku, dan berdiri dari tempat duduknya. Lalu berjalan menuju ruang tamu. Ku ikuti langkahnya dari belakang.

“apa perlu kuantar?” tawarku. Kulihat ekspresinya agak terkejut dengan kata2ku. Dasar yeoja bodoh.

“haha tidak usah Hyukjae, aku sudah biasa naik bus” dia mengambil tasnya di atas sofa, tapi dengan cepat kurebut lebih dulu.

“tidak, kau akan kuantar, tunggulah sebentar”

“ya! apa-apaan kau? Memaksa sekali..” gerutunya. Ku ambil kunci mobilku di lemari yang ada di ruang tengah dan juga jaket, kemudian kembali ke ruang tamu.

“kau sudah jadi pembantu ku hari ini, jadi aku harus membalas budi. Kajja” aku berjalan melewatinya yang masih saja menggerutu.

“mwo? Aku bukan pembantu!” aku hanya tertawa sambil terus melangkah menuju garasi.

“masuk” ujarku sambil membukakan pintu untuknya. Dia kebingungan dengan tingkahku.

*******

“gomawo sudah mengantarku Hyukjae” ujarnya ketika kami sudah sampai di depan apartemennya. Hyejun membuka pintu mobil, lalu keluar dari mobilku. “sekali lagi gomawo~” dia menundukkan sedikit badannya.

“Hyejun-ah” ujarku ketika dia akan berbalik menuju apartemen.

“ne?”

“gomawo sudah menemani ku hari ini” yaaah payah. Kenapa aku malu sekali mengatakan hal ini. Wajah Hyejun terlihat.. senang?

“ah, ne, cheonman Hyukjae. Gomawo juga sudah mengobati ini” dia mengacungkan telunjuknya yang terluka tadi. Aku menganggukkan kepala.

“ah satu lagi. Kau tidak perlu mengajakku bertemu lagi. Lain kali biarkan aku saja yang mengajakmu. Tidak baik kalau yeoja yang melakukan itu, rasanya posisi ku sebagai namja jadi terinjak2” ujarku berbelit2. Hyejun hanya tersenyum mendengarnya. Mukanya memerah. Semakin mirip, tapi Hyejun lebih manis.

“ne, maaf aku sudah berkali2 menginjakmu” ujarnya sambil terkekeh. Dia pandai sekali menjawab omongan ku -_-

“ya terserah kau. Aku pulang”

“ne, hati2 Hyukjae” ujarnya sambil membungkukkan badan kemudian berbalik arah menuju apartemen. Aku masih memandangi punggungnya yang makin lama makin menjauh. Kenapa ia begitu mirip? Bisakah aku melupakan Hyejin dan menggantinya dengan Hyejun?

*******

HYEJUN POV

Benar saja. Malam ini, Hyukjae mengajakku bertemu di taman itu. ini bukan mimpi. Seharian ini, senyum tak pernah lepas dari wajahku.

“wah itu benar2 kemajuan yang luar biasa Hyejun! Kau hebat!” Misun langsung heboh setelah ku ceritakan apa-apa saja yang terjadi kemarin. Ya, hari ini sifat Hyukjae sedikit demi sedikit berubah. Tapi tetap saja dia galak terhadapku ^^

“iya iya! Aku tidak sabar untuk malam nanti kekeke” aku dan Misun terus tertawa bersama.

“lalu.. bagaimana dengan Donghae?” ah iya, Donghae. aku memang sudah menceritakan tentang Donghae kepada Misun.

“nde? Haaaah aku tidak tahu Misun. Aku yakin aku menyukai Hyukjae, tapi.. aku juga merindukannya..”

“ya! mana bisa begitu? Kau harus menetapkan satu! Atau kau akan kehilangan keduanya” aku menganggukkan kepalaku. Ya, Misun memang benar. Kalau aku tidak bisa memilih, yang terburuk adalah aku kehilanganan keduanya.

“tapi.. aish aku tidak tahu Misun.. mungkin perasaan ku terhadap Donghae hanya sebatas kerinduan masa kecil..”

“ya ya hanya kau yang tau semua itu.. aku tidak bisa membantu apa-apa” aku dan Misun kembali melanjutkan makan kami yang sempat terhenti karena pembicaraan ini.

*******

Satu jam lagi aku janji bertemu Hyukjae di taman yang berada dekat dengan apartemen ku. Kyaaaa bagaimana ini? Padahal di kampus aku tidak gugup sama sekali. Tapi sekarang aku malah benar2 gugup. Rasanya seperti mimpi..

Aku hanya memakai pakaian kasual, karena aku memang tidak suka berdandan terlalu feminim. Ku raih mantel yang tergantung di balik pintu kamar. Di luar memang agak dingin. Aku mulai berjalan kaki menuju taman itu..

Ku lirik jam di tanganku. Sudah lewat 15menit. Dia kali ini benar2 akan datang kan? ya, aku yakin itu. Hyukjae pasti datang. Mungkin dia hanya sedikit terlambat karena pergi ke makam Hyejin dulu. Sebentar lagi.. ayunan kosong di samping ku ini, akan ada Hyukjae. Ku lihat perban yang masih menempel di jariku. Aku tersenyum. entah mengapa setiap melihat ini aku selalu tersenyum sendiri..

“Hyejun?” seseorang menepuk pundakku pelan. Suara ini..

“eh? Donghae?” kenapa dia ada disini?

“ah ternyata benar kau. Ku pikir siapa yang duduk di ayunan ini sendirian malam begini”

“ah ne.. sedang apa kesini?”

“aku.. hanya sedang berjalan2 mencari angin. Aku tidak suka dirumah. Adik ku itu menyebalkan sekali”

“ooh.. Donghyu? Wah sudah lama tidak bertemu dia”

“ya, dia tambah centil saja. Tambah cerewet” aku hanya tertawa mendengarnya.

“kau sendiri.. sedang apa disini?”

“eh itu.. apartemen ku dekat sini, aku bosan sendirian disana”

“hoo kelihatannya kau sedang menunggu seseorang?”

“nde?”

“Hyukjae?” aku hanya menganggukkan kepalaku kemudian tertunduk. Bagaimana dia bisa selalu tau -_-

“dia belum datang ya? kalau begitu biar aku menemani mu sampai dia datang ya”

“eh? Ehmmm.. apa itu tidak merepotkan?”

“tentu saja tidak” ya, mungkin tidak buruk juga ditemani Donghae. aish Hyukjae.. kemana dia?

“boleh aku duduk disini?” Donghae menunjuk bangku ayunan disebelahku yang masih kosong.

“ne” itu kan.. seharusnya itu tempat Hyukjae.. aish kemana dia? Aku kan menunggunya..

“jarimu..” Donghae menunjuk telunjukku yang diperban.

“oh ini. Hanya luka kecil. Tergores sedikit hehe”

“benarkah? kelihatannya luka baru..”

“iya, saat aku berkunjung ke rumah Hyukjae..” tunggu. Apa yang ku katakan? Aish dasar bodoh!

“tidak apa. Aku sudah tau kau menjenguknya kemarin. Dia kelihatan sangat sehat setelah kau jenguk” aku hanya mengangguk. Dia memuji ku atau menyindir? “hmm.. malam ini sangat dingin ya” lanjutnya.

“mungkin karena akan masuk musim semi”

“ya.. kau ingat? Jika malam2 seperti ini kita biasanya menghidupkan api unggun di kebun belakang rumahmu”

“ya, dan mendirikan tenda.. aish aku jadi ingin kembali ke masa itu..”

“benarkah? aku juga.. aku sangat ingin kembali ke masa itu. kemudian aku tidak akan pergi ke Kanada”

“nde? Kenapa begitu?”

“kalau aku tidak pergi ke Kanada, kau hanya akan melihatku sampai sekarang. Tapi kenyataannya, kau sekarang hanya melihat Hyukjae..” aku terdiam sejenak. “hha bodoh, bicara apa aku? Sudah lah..” Donghae hanya tertawa datar.

“ya, mungkin jika kau tidak pergi ke Kanada, aku tidak perlu menunggunya disini terus..” ujarku. aish kenapa aku jadi sedih? Donghae melihat kearahku. Kemudian menarik tanganku dan menggenggamnya.

“ya, jika kau melihat ke arahku lagi, aku berjanji, aku tidak akan membuatmu menunggu seperti ini Hyejun-ah.. cobalah melihat kearahku.. jangan hanya melihat Hyukjae..” Donghae menatapku dalam. bagaimana ini? Kata2 Donghae benar2 membuatku bingung sekarang. Kenapa semenjak kedatangannya perasaanku jadi tidak menentu begini?

“Donghae.. aku..”

“iya aku mengerti kau menyukainya sekarang. Aku tidak memaksamu untuk menyukaiku. Aku tidak akan pernah memaksamu” ujarnya sambil melepas genggaman tangannya dan terseyum lebar kearahku.

“Hae..”

“aku hanya ingin kau mencobanya.. mencoba untuk melihatku lagi.. apa itu salah?” aku menggeleng pelan. Donghae tersenyum lebar.

Press the reset, press, press the reset,

Nan neol neomaneul bogo ittneunde

Ponsel Donghae berdering.

“yeoboseyo? Ne.. hmmm.. ne ne arraseo..” kemudian menutup telponnya.

“mianhe Hyejun-ah, aku harus segera pulang”

“oh ne, gwenchana”

“tidak apa2kan kau menunggu sendirian?”

“ne, gwenchana Hae..”

“baiklah aku pergi ya..” Donghae beranjak dari ayunan dan melangkah pergi.

“eh Hae..” Donghae melihat kearahku. “gomawo sudah menemani ku..” Donghae tersenyum, kemudian mengacak2 rambutku.

“ne, dan pikirkan lah lagi apa yang ku katakan tadi” aku hanya tersenyum kearahnya. Donghae berjalan semakin jauh.

Aish kenapa ini? Kenapa hati ku malah bimbang karena ucapannya tadi? Ku acak2 rambutku sendiri seperti orang frustasi. Jam 08:45. Kenapa Hyukjae tidak muncul juga? Aku yakin jika sudah melihat Hyukjae, perasaanku tidak akan bimbang lagi.. tapi mana dia? Dia tidak lupa janjinya kan? padahal dia sudah bilang dia berjanji kali ini pasti datang.. kenapa Hyuk?

Udaranya jadi tambah dingin. Ku rapatkan mantelku dan sesekali meniup2 telapak tanganku yang hampir terasa beku. Haruskah terulang seperti biasanya? Tidak. Aku yakin Hyukjae pasti datang.. Aku sudah mengirim sms tapi tidak dibalas. Mungkin dia sedang tidak ada pulsa ya?

“hatschiy!” aish kenapa aku malah bersin. Mungkin karena udaranya dingin. Aku kan memang sangat sensitif dengan udara dingin. Kembali kurapatkan mantelku. Dia pasti akan datang..

-TBC-

Gimana readers? FFnya bagus ga? Maaf ya kalo kalian ngerasa banyak karakter tokohnya yang berubah2 -_-v aku juga ngerasa gitu soalnya #plak

I really need your comment! Don’t be silent readers ok ^^d

16 thoughts on “Hate You, Love You

  1. aaih,trnyata krn masa lalu tooh…
    aiish! itu pasti hyuk udh dtng,cuman ngliat ada hae jdnya sperti deja vu bwt dy… iya kn thor? iyakn? kan?! *dicatukauthor*

  2. pasti dateng ka hyukjae nya…..
    mungkin udah dateng kali, liat ada hae jadi ditahan munculnya…
    iya kan? iya kan?
    tetep maksa jadiannya sama eunhyuk

  3. aaa baguuus ;’)
    lanjut sap sap sap

    hyukkie_can juga pernah baca bokura ga ita… cerita na bagus banget….
    lanjut yk thor

  4. baguusss thorr…
    tapi rada bingung, ini part 3 ya? ku kira part1 abis gk ditulis partnya..
    part selanjutnya udah ada blom thor?

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s