Love Paralel

 

Author : Viehyun♥

Cast : lee sungmin, park hyunmi(you)

Support Cast: –

Rating :All age

Genre : romance and friendship

Type: oneshoot

Sound track : suju – lovely day

 

Annyeong reader..ketemu ma author yang paling kece siapa lgi kalau bukan author viehyun disini..kali ini author bikin cast-nya oppa umin.. uri namjachingu kedua hehe #plakk.. moga pas baca ff nie reader gg pusing yach..oke dari pada author banyak cing cong ..langsung aja..tarik maaaanggg…^^

Hyunmi POV

“appa, tahun ini kita akan merayakan tahun baru kemana?” tanyaku pada appa yang sedang duduk di sofa ruang keluarga rumah kami.

“kau mau kemana?” tanya appa sambil melihatku penuh tanya.

“em…bagaimana kalau ke pulau jeju!” jawabku sambil sedikit berfikir dahulu.

“em, oke!” jawab appa setuju.

“kita ajak keluarga sungmin juga yah!” ucapku pada appa.

“pasti, setiap tahun pasti begitukan!” ujar appa sambil menyeruput secangkir kopi.

Memang keluarga ku dan keluarga sungmin sudah seperti saudara, terutama antara ayahku dan ayah sungmin dan hal itu mereka turunkan padaku dan sungmin. Aku sudah seperti permen karet di tubuh sungmin dan sungmin-pun sudah seperti oksigen bagiku, kami berdua bisa di bilang seperti sahabat sehidup semati. Tapi akhir-akhir ini aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam diriku ketika di dekat sungmin, entah apa itu? Saat aku menatap matanya tiba-tiba jantungku berdetak cepat dan akhir-akhir ini aku selalu salah tingkah di dekatnya.

“hyunmi….. ada sungmin!” teriak omma dari halaman rumah.

Aku segera berlari menuju halaman depan untuk bertemu dengan orang yang di teriakkan omma. Sungmin sedang mengobrol dengan omma  saat aku keluar dari rumah, namja itu sangat tampan dengan memakai kaos biru yang dipadupadankan dengan cardigan putih. Aku menghampiri namja itu dengan senyum lebar di wajahku.

“ah, hyunmi sudah datang, ajjuma kedalam dulu kalau begitu!” ucap omma saat melihat kehadiranku.

“hem..mian aku tidak bilang mau datang kesini!” ucap sungmin ketika aku ada di depannya.

“genchana, ayo masuk!” jawabku sambil mengajaknya masuk ke dalam rumahku.

“ada apa?” tanyaku pada sungmin saat kami sudah duduk di sofa ruang tamu rumahku.

“anni, aku hanya ingin mampir saja, rasanya sudah lama tidak main ke rumahmu!” jawabnya sambil tersenyum manis.

Memang sungmin adalah namja termanis yang pernah ku temui dan harus kalian tahu dia itu seratus kali lebih manis dari yeoja. Sedangkan aku! Aku adalah yeoja yang bisa di bilang tidak ada manis-manisnya, rambutku pendek sebahu, kulitku tidak mulus dan penampilanku yang seperti  namja, bahkan aku hanya memakai rok ketika ke sekolah saja. Terkadang aku sangat iri pada sungmin, dia namja yang sangat tampan bahkan bila di takdirkan menjadi yeoja pasti dia sangat cantik, sedangkan aku mungkin menjadi namjapun tidak ada tampan-tampannya.

>>>>

>>>>

“hyunmi-ah!” ucap ayah saat masuk ke kamarku.

“ne, appa!” jawabku sambil membenahi posisi dudukku.

“apa saat tahun baru kau tidak ada acara dengan temanmu?” tanya appa sambil duduk di sampingku.

“anni, aku sudah kosongkan jadwalku saat tahun baru, aku kan ingin dengan appa dan omma saat tahun baru!” jawabku sambil memperlihatkan muka manjaku pada appa.

“tapi…!” ucap appa tidak melanjutkan kalimatnya.

“mworaguyo…?” tanyaku penasaran sambil menggoyang-goyang tubuh appaku.

“mianhae, mungkin rencana kita untuk ke pulau jeju saat tahun baru batal!” ucap appa dengan nada bersalah.

“mwo? Waeyo?”

“appa ada pekerjaan di busan saat tahun baru!” jawab appa sedikit menyesal.

“aissh, kenapa tiba-tiba, kitakan sudah merencanakannya !”jawabku kesal.

“aigoo, jangan marah seperti itu!” ucap appa sambil menatapku.

“lalu keluarga sungmin?”

“pasti mereka juga batal karena ayah sungmin juga ikut dengan appa ke busan!” jawab appa menjelaskan.

“hah, masa aku di rumah saja saat tahun baru!” ucapku lesu.

“kan masih ada omma, atau mungkin kau bisa ajak sungmin dan ommanya meranyakan tahun baru bersama!” ujar appa mengusulkan.

“…” aku tidak menjawab usulan appa karena aku masih kesal.

“arraso, sudah malam istirahatlah , besok kau fikirkan lagi!” ucap appa sambil mengelus kepalakan dan keluar dari kamarku.

“mungkin oppa benar!” ucapku saat appa sudah keluar dari kamarku.

>>>>

>>>>

“mwo? Omma juga akan pergi!” teriakku ketika aku ajukan usul appa pada omma.

“ne, kemarin omma baru dapat telfon dari pamanmu di incheon katanya istrinya ada masalah dan Cuma omma yang bisa menolong!’ ucap omma menjelaskan.

Ommaku ini memang seorang pengacara jadi pasti ketika ada salah satu keluarga kami yang mengalami masalah dengan hukum pasti omma yang di majukan ke depan.

“arraso. Aku mengerti !” ucapku dengan muka di tekuk sambil meninggalkan kamar ommaku.

DRRTRRTDRRT

Handphone ku bergetar saat aku menutup pinntu kamar omma.

“ne, yeobuseyo!” ucapku pada sang penelfon.

“hyunmi-ah, ini aku Eunri!” ucap seorang yeoja di ujung sana. Aku sedikit berfikir tentang nama yeoja itu.

“ah, Kim Eunmi !” ucapku ketika nama itu mengingatkanku pada temanku saat di bangku SMP.

“kau ingat aku!” ucap eunmi sumeuringah.

“ne, tentu saja ! ada apa menelfonku tumben!” ucapku menggoda eunmi.

“apa malam tahun baru kau ada acara?”

“anni !” jawabku singkat.

“wah, chinca ! kebetulan sekali!” ucap eunmi bahagia.

“waeyo?” tanyaku tak mengerti.

“kebetulan anak-anak kelas waktu kita di SMP ngadain reonian , apa kau bisa datang?” tanya eunmi satelah menjelaskan.

“bisa, dimana tempatnya?” tanyaku tampa fikir panjang pada eunmi.

“di tempat karoke di dekat SMP kita, kau tahu?” jawab eunmin.

“tentu. Aku pasti datang!” ucapku menyakinkan.

“oke kalau begitu datang jam 7 yah, jangan t-e-l-at !” ucap eunmi sambil menekankan intonasi di kata telat.

“arraso!” jawabku nyakin.

“kalau begitu sudah dulu, aku mau memberi tahu teman yang lain!” ucap eunmi berpamitan di telfon.

“ne!” ucapku sambil menutup flip Handphoneku.

“hah, membosankan aku keluar saja!” ucapku sambil meraih mantelku.

Di luar sangat dingin, tanaman-tanaman hijau di depan rumahku semuanya tertutup salju yang baru turun tadi pagi. Aku memutuskan untuk pergi ke taman di dekat rumahku. Ku dudukan tubuhku di bangku taman, banyak sekali anak-anak yang bermain di taman ini, aku tersenyum ketika melihat tingkah laku anak-anak itu, rasanya aku mengingat masa kecilku dengan sungmin dulu. Sungmin selalu menangis saat ada yang mengganggunya dan aku yang selalu membelanya dari anak-anak pengganggu itu. Rasanya waktu begitu cepat telah berlalu untukku.

“hey, sedang apa!” tiba-tiba seseorang menepuk pundakku, dan aku sangat akrab dengan suara itu.

“aissh, jangan mengagetkanku sungmin-ah!” ucapku pada sungmin yang membuyarkan lamunanku saat kecil dengannya.

“mianhae!” ucapnya yang langsung duduk di sampingku.

“apa tahun baru kau ada acara!” tanya sungmin dengan nada manis padaku. Dia selalu bersikap seperti itu padaku dan terkadang aku risih dengan kelakukannya itu, karena apa yang dia lakukan itu membuat jantungku hampir melompat dari tempatnya.

“waeyo?” tanyaku penasaran.

“teman-teman kelas kita di SMA mengajak merayakan tahun bersama di pulau jeju!” jawabnya sambil menatap wajahku.

Aissh, ku kira dia akan mengajakku merayakan tahun baru berdua dengannya! Gerutuku dalam hati.

“mianhae, aku sudah ada acara dengan teman-temanku SMPku!” jawabku datar, tentu saja aku memilih dengan teman SMPku karena mereka lebih menyenangkan dari pada teman-teman SMA yang sangat perfecsionis itu, meski disana ada sungmin.

“oh!” jawab sun gmin dan terlihat jelas dari wajahnya raut kecewa.

“mian!” ucapku sambil merangkul pundaknya ketika aku menyadari rasa kecewanya.

“arraso!” jawabnya sambil memperlihatkan senyumnya padaku.

>>>>

>>>>

Akhirnya hari merayakan tahun barupun tiba. Aku bersiap-siap di dalam kamarku yang bersuasana serba biru itu. Aku memakai mantel putihku dan mengenakan hoodi untuk menutupi kepalaku. Sebelum melangkah pergi menuju tempat karauke di dekat SMPku dulu.

“sungmin!” ucapku ketika melihat sungmin sedang berdiri di depan rumahku.

“hem..aku ingin mengantarkanmu!” ucapnya saat kami sudah berdiri berdampingan.

“ah, tidak usah ! kau pasti punya acarakan?” jawabku menolaknya dengan halus.

“anni, aku tidak ada acara!” jawabnya ringan.

“arraso, kau boleh mengantarkanku tapi mianhae, aku tidak bisa mengajakmu, karena temanku bilang ini hanya acara untuk teman-teman satu SMP dan tidak boleh ada orang luar yang ikut!”ucapku menyesal pada sungmin.

“genchana, aku hanya ingin mengantarmu saja!” jawabnya sambil mengelus ramputku.

DEG. Jantungku langsung berdebar tak karuan, aigoo… kenapa dia bertingkah sebaik ini padaku. Aku sangat tidak pantas perdampingan dengannya, bahkan untuk berteman saja dengan sungmin banyak sekali yeoja yang mendemoku.

“kajja!” ucap sungmin sambil menarik tanganku.

>>>>

“aku masuk!” ucapku saat sampai di tempat karauke itu.

“ne, aku akan menunggumu !” ucap sungmin.

“anni, jangan, tidak usah, tidak perlu!” ucapku mencegah.

“aigoo..sampai seperni ini kau mencegahku !” ucapnya sambil mendelikkan matanya.

“bukan begitu, ini masih jam 7 dan waktu tahun baru masih lama, mana mungkin kau mau menungguku selama itu!” ucapku menjelaskan ketidak inginanku untuk sungmin menunggu. Aku tahu kalau dia juga tidak jadi ikut merayakan tahun baru dengan teman-teman SMA di pulau jeju karena aku tidak ikut.

“arraso,!” jawabnya mengerti.

“sekali lagi mianhae, aku tidak bisa mengajakmu!” ucapku menyesal karena tidak bisa mengajak sungmin.

“ne, genchana, tapi aku tidak janji kalau aku akan langsung pulang!” jawabnya lagi sambil berbalik meninggalkanku,

“aissh, kau ini ! YAK, LEE SUNGMIN KAU HARUS LANGSUNG PULANG ! “ teriakku saat dia mulai menjauh.

“AKU BUKAN ANAK KECIL !” jawab sungmin balas berteriak. Aku terus memperhatikan punggung sungmin sampai sungmin tidak terlihat lagi di belokan yang ada di depanku.

“hah, anak itu!” ucapku sambil Kulangkahkan kakiku menuju pintu tempat kerauke itu.

Tunggu rasanya ada yang mengamatiku! Segera ku balikkan tubuhku ketika merasakan aura itu. Tapi saat aku sudah berbalik tidak ada orang yang mengamatiku.

“hah, mungkin hanya perasaanku saja!” ucapku sambil melanjutkan langkahku memasuki tempat karauke itu.

>>>>

>>>>

“wah, rasanya senang bisa berkumpul lagi seperti ini!” ucap eunmi saat semuanya sudah datang.

Kulihat arlojiku yang masih menunjukan pukul delapan malam, aku sangat cemas memikirkan sungmin karena aku tidak bisa menemaninya. Tenang..tenang pasti sungmin sudah di rumah, tidak mungkin dia menungguku.

“ah, hyunmi-shi, apa kau masih dekat dengan sungmin ?” tanya eunmi tiba-tiba dengan suara keras.

“ne, masih!” jawabku singkat sambil meneguk minumanku.

“apa hubunganmu dengan sungmin yang sebenarnya? Tanya eunmi penasaran.

“aku hanya teman biasa saja!”jawabku datar.

“ah,namja yang bernama  sungmin itu  bukannya namja yang sangat manis itukan?” ucap gohyun sambil menatap kearahku.

“dia sangat manis bahkan aku sebagai yeoja sangat iri pada wajah manisnya itu, wajahnya itu melebihi wajah yeoja!” ucap eunmi.

“aissh, apa kau ini, kau lebih manis dari dia!’ ucapku menghibur temanku itu.

“aissh, kau bisa saja hyunmi-ah!’ ucap eunmi sambil mencubit kedua pipiku.

“aigoo, appo!” ucapku mengelus pipiku yang memerah karena cubitan eunmi.

“mian!” CUP, ucap eunmi sambil mengecup pipiku.

“aigoo, iihhh..menjijikan!” ucapku sambil mengelap pipiku yang di kecup eunmi.

Semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak melihat tingkahku dan sahabatku eunmi.

“em, aku ke toilet dulu!” ucapku pada teman-temanku ketika rasa cemasku pada sungmin kembali muncul. Aku memutuskan menelfonnya di toilet .

Kulangkahkan kakiku masuk ke toilet, disana sangat sepi,bagus kalau begitu aku bisa menelfon sungmin dengan leluasa! Gumamku.

“kenapa tidak diangkat terus!” ucapku ketika sudah beberapa kali mencoba menghubungi sungmin.

“hah, seandainya aku ini namja dan sungmin yeoja, pasti aku bisa menyatakan perasaan ku yang sesungguhnya padanya, karena mana mungkin seorang yeoja menyatakan perasaannya duluan.!” Gumamku sambil menatap pantulan wajahku di cermin.

“hah, coba saja aku bisa bertukar tempat dengannya, pasti akan sempurna!” ucapku lagi sambil membasuh mukaku.

“mungkin bisa!” tiba-tiba terdengar suara yeoja saat aku membasuh mukaku.

“nugu?” ucapku sambil mencari asal suara itu.

“aku disini!” jawab suara itu. Saat aku menoleh kearah suara itu terlihat sosok kecil yang berada di dekat pengering tangan.

“aigoo, pasti aku sedang mabuk sekarang!’ ucapku ketika melihat sosok yeoja dengan sayap di punggungnya yang berukuran kecil, kira-kira yeoja itu berukuran seperti  jari telunjuk orang dewasa.

Aku mengucek mataku untuk memastikan apa yang ku lihat itu, tapi sudah beberapa kali aku mengucek mataku sosok itu tidak hilang juga.

“kau itu tidak mimpi, aku ini  nyata!” ucap yeoja mungil itu.

“hah, aku pasti sudah benar-benar mabuk!” ucapku sambil akan meninggalkan toilet itu.

“chakaman!” ucap yeoja mungil itu sambil terbang dan berhenti tepat di depan wajahku.

“aku ini peri yang akan mengabulkan permohonanmu!” ucap yeoja mungil yang menyebut dirinya peri.

“permohonan?” tanyaku terpaku. Peri itu segera mengangguk dengan cepat menginyakan pertanyaanku.

“aku mendengar permohonanmu saat kau berdiri di depan cermin itu, dan aku akan mengabulkannya!’ ucap peri itu mengejutkanku.

“mwo?” tanyaku bingung.

“kemari dan tempelkan telapak tanganmu ke cermin ini!” pinta peri itu sambil memberi contoh padaku.

Aku menuruti perintahnya dan OMO tubuhku menembus cermin itu.

“dimana ini?” tanyaku bingung setelah mendapatkan diriku sudah berada di sebuah ruangan dengan perabotan yang benar-benar besar, apa ini negeri raksaksa? Tanyaku bingung dalam hati.

“ini dunia parallel !” ucap peri itu.

“kenapa aku sangat kecil?” tanyaku gusar pada peri itu. Karena Kini tubuhku seukuran dengan peri itu yang sebesar jari telunjuk.

“itu, hanya efek dari manusia biasa masuk ke dunia parallel !” jelas peri itu.

“OMO apa ini kamarku dan apa itu aku!” ucapku ketika sudah mengenali tampat yang ku tempati ini dan aku sangat terkejut dengan seorang namja yang sedang tertidur di kasurku.

“iya, itu kau !” jawab peri itu datar.

“OMO, tampan sekali aku!” ucapku sambil mendekati namja yang merupakan diriku sendiri.

“sudah jangan mengangagunya!” ucap peri itu sambil menarik tubuhku yang baru saja akan memegang otot lenganku sendiri dalam bentuk namja.

“hah, jam berapa ini!” ucap namja yang merupakan diriku sendiri setelah terbangun dari tidurnya. Aku segera bersembunyi di balik bantal dengan peri itu.

Namja yang murapakan diriku itu langsung memakai matel putih dan mengenakan hoodi untuk menutupi kepalanya . percis seperi aku saat akan pergi ke tempat kerauke tadi. Berarti di depan rumah sudah ada sungmin.

“sungmin!” ucap Hyunmi (ver.namja)  ketika melihat sungmin berdiri di depan rumahnya.

“OMO, cantik sekali !” ucap ku saat melihat sungmin versi yeoja, dia benar-benar cantik.

“hem..aku ingin mengantarkanmu!” ucap sungmin saat Hyunmi (ver.namja)  sudah berdiri berdampingan dengannya.

“ah, tidak usah ! kau pasti punya acarakan?” jawab Hyunmi (ver.namja)   menolaknya dengan halus.

“aissh, babo sekali dia itu!” ucapku saat melihat penolakan namja itu pada sungmin.

“itu kau, dan itu yang kau lakukan juga pada sungmin tadi!’ ucap peri itu sambil menatapku dengan sinis.

“hehehe, aku lupa!” ucapku sambil menggaruk kepalaku.

“anni, aku tidak ada acara!” jawab Sungmin (ver.yeoja) ringan.

“arraso, kau boleh mengantarkanku tapi mianhae, aku tidak bisa mengajakmu, karena temanku bilang ini hanya acara untuk teman-teman satu SMP dan tidak boleh ada orang luar yang ikut!”ucap Hyunmi (ver.namja)   menyesal pada sungmin.

“genchana, aku hanya ingin mengantarmu saja!” jawabnya sambil tersenyum manis.

“kajja!” ucap Sungmin (ver.yeoja) sambil menarik tanganku.

“hah, cocok sekali mereka, apa diriku versi namja akan mengatakan perasaannya!” ucapku saat melihat diriku versi namja dengan sungmin yang berjalan bersamaan menuju tempat kerauke itu.

“aku masuk!” ucap Hyunmi (ver.namja)   saat sampai di tempat karauke itu.

“ne, aku akan menunggumu !” ucap sungmin.

“anni, jangan, tidak usah, tidak perlu!” ucap Hyunmi (ver.namja)    mencegah.

“aigoo..sampai seperni ini kau mencegahku !” ucap sungmin sambil mendelikkan matanya.

“bukan begitu, ini masih jam 7 dan waktu tahun baru masih lama, mana mungkin kau mau menungguku selama itu!” ucap Hyunmi (ver.namja)   menjelaskan .

“aissh, benar-benar! Namja macam apa dia mengusir yeoja secantik sungmin seperti itu!!!” gerutuku melihat tingkah laku namja itu.

“sudah ku bilang itu kau!” ucap peri menyela kalimatku.

“tapi setidaknya saat aku menjadi namja harusnya lebih terbuka pada sungmin kan!” gerutuku tak setuju.

“itu artinya mau kau namja atau yeoja sama saja, kau tidak bisa bersifat tidak munafik pada sungmin.!” Ucap peri sambil menatap kearahku.

“kita ikuti saja sungmin!” ucapku melarikan diri dari tatapan peri itu.

“arasso!” jawabnya sambil mengikuti langkahku.

“aku sudah mengira pasti dia tidak pulang!’ ucapku saat melihat sungmin (ver.yeoja) memasuki area sebuah taman.

Sungmin mengeluarkan sebuah bungkusan yang ada di dalam tasnya.

“apa itu!” tanya peri saat sungmin membuka bungkusannya.

“syal berwarna biru!’ jawabku saat benda itu telah di keluarkan sungmin.

“hem, apa hyunmi akan suka dengan hadiahku ini, dia kan sangat suka warna biru!” ucap sungmin sambil menatap lekat-lekat syal biru itu.

Apa sungmin di dunia nyata juga melakukan ini? Tanyaku dalam hati ketika mendengar yang di ucapkan sungmin versi yeoja itu.

“arasso, akan ku berikan pada hyunmi di depan teman-teman SMPnya saja!” ucap sungmin tiba-tiba sambil bangkit dari duduknya.

“kita harus ke tempat hyunmi versi namja sekarang!” ucapku pada peri mungil itu.

>>>>

>>>>

Aku mengikuti sungmin (ver.yeoja) yang baru saja masuk ke tempat karoke.

“apa hubunganmu dengan sungmin yang sebenarnya? Tanya eunmi penasaran.

“aku hanya teman biasa saja!”jawab hyunmi(ver.namja) datar.

“omo, apa yang dia katakan!” ucapku saat melihat diriku sendiri mengatakan itu, dan taukah kalian langkah sungmin yang baru saja akan masuk tiba-tiba berhenti ketika mendengar ucapanku itu

“ah, sungmin itu  yeoja yang sangat manis itukan?” ucap gohyun.

“dia sangat manis bahkan aku sebagai yeoja sangat iri pada wajah manisnya itu, wajahnya itu melebihi wajah yeoja lainnya!” ucap eunmi.

“aissh, apa kau ini, kau lebih manis dari dia!’ ucap Hyunmi (ver.namja).

“mwo!” ucapku bersamaan dengan peri saat mendengar ucapan Hyunmi (ver.namja). Muka sungmin langsung mengeras saat mendengar itu. Tentu saja karena mungkin untukku dalam ver yeoja yang mengatakan itu pada eunmi yang sama-sama yeoja tidak masalah, tapi ini diriku yang pria mengatakan hal itu pada eunmi itu adalah pengakuan kalau sungmin tidak semanis eunmi.

“aissh, kau bisa saja hyunmi-ah!’ ucap eunmi sambil mencubit kedua pipi Hyunmi (ver.namja).

“aigoo, appo!” ucap Hyunmi (ver.namja) mengelus pipinya yang memerah karena cubitan eunmi.

“mian!” CUP, ucap eunmi sambil mengecup pipi Hyunmi (ver.namja).

“OMO, aku lupa adegan ini!” ucapku saat melihat adegan yang bisa di bilang membuat darah sungmin versi  yeoja mendidih.

Author POV

Sungmin langsung berlari dan menjatuhkan bungkusan yang berisi syal biru itu. Hal itu terlihat oleh hyunmi ( ver namja) dan dia langsung mengejar sungmin.

“kau jahat, melakukan itu padaku ku kira kau juga menyukaiku!” ucap sungmin setelah hyunmi( ver namja)  berhasil mengejarnya.

“mianhae, aku tidak bermaksud seperti itu!” bela hyunmi ( ver namja) sambil menahan tubuh sungmin agar tidak pergi.

“aku benci padamu!” ucap sungmin yang langsung berlari meninggalkan hyunmi( ver namja).

“sungmin-ah!” ucap hyunmi ( ver namja) memanggil sungmin yang telah berlari jauh meninggalkannya.

Hyunmi POV

“Sungmin-ah, sungmin-ah!” ucapku meronta-ronta, dan saat aku membuka mata aku sudah melihat wajah sungmin versi namja yang asli di hadapanku. Aku tertidur di pangkuannya di sebuah bangku taman.

“apa kau sudah bangun?” tanya sungmin sambil menatapku yang masih bingung.

“tapi saat aku akan menemuimu di tempat karauke, temanmu bilang kau pingsang di toilet!” ucap sungmin menjelaskan.

Jadi tadi itu mimpi atau apa? Aku pingsan di toilet? Tanyaku bingung pada diri sendiri.

“hahaha, memalukan sekali kau pingsan di toilet!” ucap sungmin saat aku bangkit dari tidurku dan duduk disampingnya.

“aissh, sudah itukan memalukan, ayo pulang!” ucapku tersipu malu.

Aku masih memikirkan kejadian tadi apa itu nyata atau hanya mimpi saat aku pingsan.

“wah, turun salju!” ucap sungmin saat kami baru akan keluar dari taman itu.

“pake ini!” ucap sungmin sambil memakaikan syal berwarna biru di leherku.

“mwo?” ucapku kaget, syal ini sama dengan syal yang akan di berikan sungmin di dunia parallel.

“kau suka warna birukan, ini untukmu!” ucap sungmin sambil mensejajarkan mukanya denganku dan menatap ku dengan lembut.

Aku melihat sosok peri yang ada di dalam mimpiku di dahan pohon maple di belakang sungmin. Peri itu seperti berbicara sesuatu padaku, sepertinya dia menyuruhku mengatakan perasaanku yang sesungguhnya.

“anni, aku tidak begitu suka!” jawabku ketus pada sungmin.

“mwo? Setauku kau sangat suka warna biru! Lalu warna apa yang paling kau sukai?’ tanya sungmin penasaran.

“em…yang paling aku sukai itu..kau Lee- Sung-min!”ucapku malu sambil menundukan kepalaku.

”….” Sungmin hanya diam dan tidak menjawab pertanyaanku sama sekali.

“tidak jawab sekarang juga tidak apa-apa!” ucapku ketus sambil mendongakkan mukaku padanya.

Cup. Sungmin mengecup bibirku sekilas.

“nado, saranghae!” jawab sungmin sambil memelukku erat di bawah hujan salju dan terangnya cahaya dari kembang api yang menandakan pergantian tahun.

-THE END-

Hohohohoho *pose pahlawan bertopeng*, gimana reader bagus kah? GJ kah? bikin pusing kah? Atau biasa aja? biar author tahu pendapat reader, ayo komen karena satu kata dari reader seperti sebongkah emas buat author *bhs alay*..gomawo reader^^ (bwt yg komen #plakk)

10 thoughts on “Love Paralel

  1. ahh , ini mah kelewat bagus min .. Haha bagus bangett hehe ayoo min bkin lgi tpi cast’a klo Bisa Heechul ya . Hehe :D

  2. sungmin oppa emang manis banget
    Ngga kuat deh manisnya klo udah senyum
    ‎​Hέ:)hέ:)hέ:)Hέ:)hέ:)hέ
    Ditunggu ff selanjutnya thor

  3. Waa..h!! kyanya kalau diangkat jadi film, pasti seru bgt dech, alur critanya kereeeee……nnn!! kya fairy tale fiksi karangan penulis terkenal seperti: J.K. Rowling, C.S. Lewis, Stephanie Meyer, n yg laennya… good job!! aq suka….

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s