{Kyura Moment} Let’s Get Married, Covered Honeymoon [Skip Version]

Author : syipoh and elftodie21

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Lee Donghae, Eun Hyuk, Cho Ahra

Rate : PG16

Genre : comedy, romance, marriedlife, sedikit geje ama mesum #plaakkk

Annyeong!! Author elftodie kembali lagi!! Karena kasihan pada salah satu readers (especially for you Bumbusasa) yang belum cukup umur yang penasaran dengan cerita COVERED HONEYMOON, maka kami memutuskan untuk membuat ff dengan judul sama tapi kami skip bagian piip-nya hahahaha…

Skip version ini kita bikin buat yang pengin baca tapi belon cukup umur. Hahaha…

Hyora’s P.O.V

Kehidupan pernikahanku bersama Cho Kyuhyun menjadi lebih berwarna ketika aku sudah tahu perasaan Kyuhyun padaku dan akupun sudah mengakui kalau aku juga mencintainya. Aku memasak sambil tersenyum senang.

Kemarin, kami sudah hampir melakukan ‘nya’ kalau saja Eunhyuk Oppa tidak datang. >///< Untung saja tidak jadi. Kalau jadi, aku tidak tahu aku harus bagaimana. Tiba-tiba, HP ku berbunyi. Dari Ahra eonnie rupanya.

“Yeoboseyo eonnie?” aku mengangkat telepon.

“Kau sedang apa Hyora~ya?” tanya Ahra eonni.

“Aku sedang masak untuk makan malam… ” jawabku.

“Joha… Aku kesitu sekarang… Aku lapar.. Buatkan aku makanan ya?? Hehe.” pintanya.

“Ne, Onnie… Kebetulan Kyuhyun juga belum pulang.”

“Oke, aku akan segera kesana…”

Sesaat kemudian, Ahra eonnie sampai kerumah kami. Aku pun membukakan pintu, menyambutnya.

“Ini, ada cheese cake kesukaanmu.” ujar Ahra eonni sambil menyodorkan sekotak cheese cake kesukaanku.

“Uwaaa… Gomawo, eonnie.” sahutku senang.

“Aduhh… Aku benar-benar cape…”

“Duduklah eonnie. Akan ku buatkan teh dulu. Eonnie lembur lagi?”

“Iya. Nanti juga aku masih harus kembali ke kantor. Masih ada yang perlu kutangani…” ujarnya. Aku beranjak ke dapur dan membuatkannya teh camomile.

“Wah… Kau memang baik sekali Hyora~ya. Ngomong-ngomong kemana Kyuhyun? Kenapa belum pulang juga?” ujarnya setelah kuberikan teh kepadanya. Ahra eonni menyesap teh itu pelan karena masih panas.

“Ini kan sudah tahun terakhirnya eonnie. Jadi, dia masih ada di perpustakaan untuk belajar. Biasanya jam 7 nanti dia baru pulang…” jelasku.

“Oh, begitu. Kau juga sudah tahun terakhir, kan? Sama seperti Kyuhyun.” tanyanya.

“Iya. Tapi, aku sudah ke perpustakaan sebelum pulang tadi. O,ya. Eonnie belum makan kan? Aku membuat kimbab dan pajeon kesukaanmu. Mau makan dulu sebelum kembali ke kantor?”

“Aigoo… Kau memang adik ipar yang baik Hyora~ya.. Kaja… Nan jinjja pegupa…” ajak Ahra eonni. Jadi, aku akhirnya makan dengan Ahra Eonnie sambil menunggu Kyuhyun pulang.

“Ya~… Kyuhyun sering meninggalkanmu sendirian ya diapartemen?” tanya Ahra eonni di sela makannya.

“Yah.. Begitulah eonnie. Tapi, aku tahu dia itu kan memang sedang berjuang untuk tugas akhirnya…”

“Ngomong-ngomong kalau seperti ini, pasti sangat sepi ya….”

“Hahaha… Iya. Tapi, kalau Kyuhyun sudah pulang pasti akan ramai. Lagipula menunggunya pulang, aku kan bisa main game di laptop atau psp.” jawabku sambil mengunyah kimbabku.

“Pasti akan lebih ramai kalau ada bayi disini.” perkataan Ahra Eonnie membuatku tersedak.

“Uhuk uhuk….”

“Ya~ gwenchanha?” ucap Ahra eonni sambil menepuk-nepuk punggungku. Dia mengambilkan air putih di hadapannya dan segera saja kuminum air itu.

“Uhuk uhuk… Ne, eonnie. Gwenchanha…”

“Kalian berdua rajin melakukannya, kan?” katanya sedikit curiga.

“Aku ingin punya keponakan perempuan jadi bisa kudandani dengan baju-baju buatanku.” ucapnya senang.

“Uhuk uhuk… Bagaimana bisa ada bayi kami saja belum pernah………….” ucapku cukup keras. Oops! Tidak!! Kenapa aku mengatakannya. Aku menutup mulutku. Memandang Ahra eonnie yang kini membuka matanya lebar-lebar. Aish. Pasti eonni mendengarnya tadi.

“MWOOOOOO!!!! APA KAU BILANG HYORA~YA!!! KALIAN BELUM PERNAH MELAKUKANNYAAAAAA!!!” teriak Ahra Eonnie. Teriakannya cukup bisa membuat ibu hamil keguguran di tempat. Aish. Kenapa membahas kehamilan lagi? =.=

“A…aniyo eonnie…”gagapku.

“Cih!! Bocah tengik itu belum pernah menyentuhmu??? Ini kan sudah bulan ke 3 pernikahan kalian!! Jadi selama ini kalian melakukan apa??!!” bentaknya. Ahra eonni melotot. Membuatku takut saja.

“A..ani…” Aduh!! Mati aku!! Mulut bodoh!!

“Aish!! Kenapa kau tidak minta saja??” suruhnya

“EONNIE!!” teriakku dengan muka yang merah. Yang benar saja? Masa aku memintanya untuk melakukannya padaku? Aku malu.. Lagian aku kan belum pernah melakukannya. Dan aku tidak tahu harus berbuat apa. =.=”

“Ani. Berarti ini salah Kyuhyun. Bagaimana bisa dia tidak mau melakukannya denganmu?? Kalian benar-benar parah!! Jadi selama ini kalian masih virgin???!! Aish!! Michigeda…!” Ahra eonni mengacak rambutnya frustasi. Aigoo.. Aku tidak tahu apa lagi yang harus aku katakan kepada Ahra eonni.

“Se..sebenarnya… Kemarin saat kami mau melakukannya, Eunhyuk oppa datang mencari flashdisk yang ternyata ada pada eonnie… Ja..jadi Kyuhyun sudah tidak mood dan langsung tidur.” jelasku.

“MWOOO!! Si monyet gunung itu mengganggu kaliaaaaaaaannnn!! Tidak bisa dibiarkan…. Jamkkan.. Kalian baru mau melakukannya kemarin ini?? Kemarinnn!!!!!!!!! Aish, jinjja…” Ahra eonni berteriak makin menjadi-jadi. Aku bahkan dapat melihat tanduk di kepalanya. Eomma! Tolong aku!

“Eonnie… Mianhaeyo.” ucapku pelan.

“Mianhae? Ini semua salah Eunhyuk!! Tenang saja Hyora~ya… Semua pasti beres…. Aku pergi dulu. Gomawo untuk makan malamnya. Kau chef terbaik!” Ahra Eonnie buru-buru pergi. Tepat saat membuka pintu, Kyuhyun sudah ada di depan pintu juga.

“Nuna!” sapanya.

“Aish!! Kau ini tidak becus jadi suami…” kata nunanya lalu sambil pergi.

“Kenapa dia?” tanya Kyuhyun padaku. Kyuhyun nampak terlihat bingung dengan perilaku kakak perempuannya itu. Aish, mana mungkin ku katakan kalau dia minta aku melakukan ‘itu’ dengan Kyuhyun. Aku tidak bisa membayangkan reaksinya.

“Molla…” bohongku.

“Ah, sudah biarkan saja… Myeonjang, kau masak apa? Aku laparrrrrr…” Kyuhyun memegangi perutnya.

“Kimbab dan pajeon.” jawabku.

“Kau sudah makan?” tanyanya lagi.

“Sudah sedikit…” aku membawakan tasnya.

“Kaja…aku mau makan…”

End of Hyora’s P.O.V

—–

Author P.O.V

Sementara itu, Ahra yang kesal gara-gara mendengar curhatan Hyora tentang Eunhyuk yang menganggu mereka itu langsung meneleponnya untuk bertemu.

“Yeoboseyo?”

“Ya! Kau dimana Eunhyuk~ah??!!” bentak Ahra.

“Yoo… Sabar sabar Ahra~ya… Aku baru selesai latihan dance.”

“Aku kesana sekarang!!”

“Tak perlu. Aku sudah mau pulang. Kau tunggu saja aku di café biasa. Oke?”

“Ya sudah.. Palliwa… O,ya. Apakah Donghae bersamamu juga?” tanya Ahra.

“Iya. Dia ada di sebelahku. Wae?” jawab Eunhyuk.

“Bawa dia juga. Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian.” ucap Ahra.

“Arasseo…”

Mereka pun bertemu dicafe Siwon seperti biasa. Ahra sudah menunggu ditemani secangkir cappuccino. Tak lama, Eunhyuk dan Donghae datang bersamaan.

“Annyeong! Ada apa?” Eunhyuk dan Donghae datang. Mereka duduk di depan Ahra.

“Gawat!!” teriak Ahra.

“Apa? Apanya yang gawat?” tanya Donghae panik.

“Kemari…” Ahra meminta mereka untuk mendekat. Mereka berdua pun mendekat ke tubuh Ahra.

“Kau tau… Adik-adik kita masih virgin…” bisiknya.

“MWOOOOO!!! Bagaimana kau tau??!!!” teriak Donghae. Eunhyuk hanya melongo mendengar ucapan Ahra dan menepuk-nepuk kedua pipinya, seolah itu hanya mimpi.

“Hyora keceplosan.” ujar Ahra.

“Ya!! Padahal, kami kan sudah memberi mereka hadiah film yadong.” kata Eunhyuk masih tak percaya dengan ucapan Ahra.

“Tuh.. Benar, kan apa kataku. Hyora itu lemot sekali. Tapi, kau bilang Kyuhyun pintar kalau soal seperti itu.” tambah Donghae.

“Itu benar. Kenapa Kyuhyun jadi seperti itu. Apakah Hyora membuatnya lemot juga??” kata Eunhyuk.

Pletak! Pletak!

Dua kali hadiah jitakan mampir ke kepala Eunhyuk dari Donghae dan Ahra.

“Ya!! Sembarangan kau bicara.” kata Donghae.

“Ini semua salahmu Euhyukie..” timpal Ahra.

“Mwo?? Mworago? Salahku? Bagaimana bisa, hah?!!” protes Eunhyuk.

“Hyora bilang saat Kyuhyun mau melakukannya kemarin, kau datang mencari flashdisk yang ternyata ada padaku…” jelas Ahra.

“Aku kan sudah menyuruh mereka melanjutkan…” balas Eunhyuk.

“Kyuhyun sudah tidak mood gara-gara kau!!” bentak Ahra.

“Kenapa kau bisa ke rumah mereka malam-malam seperti itu??” tanya Donghae.

“Tugasku ada di flashdisk itu dan aku mau mengerjakannya.” jawab Eunhyuk.

“Pembohong!! Tidak ada tugas! Hanya ada yadong!!” kata Ahra.

“Ada!! Ada di salah satu folder kok…” Eunhyuk membela diri.

“Aish!! Sudah sudah… Sebaiknya kita pikirkan ini… Betul kata Ahra. Ini semua salah mu Hyuk~ah… Lalu apa yang harus kita lakukan?” Donghae menyilangkan tangannya. Ahra dan Eunhyuk mengernyitkan keningnya, tanda berpikir.

“Kyuhyun benar-benar gila. Kenapa dia bisa setahan itu ya?” ucap Eunhyuk diikuti anggukan dari Donghae.

“Ah, iya… Kau ingat curhatan Kyuhyun waktu itu… Aku tau sekarang kenapa Kyuhyunie belum mau menyentuh Hyora.” kata Donghae tiba-tiba.

“Kenapa?? Adikku bilang apa pada kalian? Kenapa dia tidak bilang padaku?” tanya Ahra penasaran.

“Ini masalah namja, Ahra~ya… Kau pasti tidak akan tahu.” jelas Eunhyuk. Ahra mengerucutkan bibirnya lalu melanjutkan lagi.

“Jadi adikku bilang apa pada kalian?” tanya Ahra dengan nada mengancam.

“Kau shock kan waktu Kyuhyun membawa Hyora ke rumah?” balas Donghae sedikit takut dengan suara ancaman Ahra. Ahra mengangguk.

“Dia yeoja pertama yang dibawa Kyuhyun ke rumah. Lalu, apa hubungannya? Bukannya mereka itu sudah pacaran tanpa memberi tahu kita?”

“Aniya… Mereka itu bertemu di game online. Yeodongsaeng ku itu walaupun lemot tapi pintar sekali bermain game nya. Dan mungkin mereka bertemu gara-gara game juga. Aku tahu Kyuhyun juga maniak sekali pada game. Dan adikmu itu melamar adikku begitu saja.” jelas Donghae panjang lebar mengingat apa yang Kyuhyun katakan kepadanya dan Eunhyuk sebelumnya.

“Mwo?!! Aku kira mereka sudah pacaran. Wahhh… Berarti Hyora itu hebat sekali, ya… ” kata Ahra kagum.

“Maksudnya?” Donghae tidak mengerti.

“Kyuhyun itu tidak pernah jatuh cinta. Selama ini justru dia itu banyak di kejar-kejar yeoja. Dan dia menolaknya mentah-mentah. Berarti Hyora kan hebat sekali. Bisa menaklukan hati Kyuhyun begitu saja.”jelas Eunhyuk. Eunhyuk jelas tahu dengan keadaan ini karena dia tetangga sekaligus teman bermain Kyuhyun sejak kecil.

“Hyora itu memang berbeda dengan yeoja lain. Aku juga bisa merasakannya.” kata Ahra.

“Haha.. Siapa dulu oppanya… Hahhaa…” ucap Donghae bangga.

Pletak!

Jitakan Eunhyuk gantian melayang ke kepala Donghae.

“Ya!!” Donghae mengelus-elus kepalanya.

“Baiklah. Jadi, rencana kita sekarang bagaimana?” Ahra berpikir.

“Bagaimana kalau kita belikan mereka barang-barang yang bisa mendukung?? Contohnya, kita beri lagi film-film yadong atau… buku kamasutra misalnya. Kyahahahaha…” Eunhyuk geli sendiri membayangkan idenya.

“Aish!! Ide yang aneh!!! Andweee!!! Kau ini meracuni saja… ” larang Ahra.

“O,ya!! Aku ada ide…” kata Donghae tiba-tiba.

“Apa idemu?”

“Masih ingat? Mereka itu kan belum bulan madu. Jadi, kita kirim saja mereka tiket bulan madu.” usul Donghae.

“Kau ingat kan apa kata Kyuhyun? Dia tidak punya waktu untuk itu. Kalau kita yang menyuruhnya dia pasti tidak akan mau. Bocah itu benar-benar keras kepala.” ucap Ahra.

“Bagaimana caranya kita menyuruh mereka ke sana, ya??” mereka bertiga berpikir.

“Aha!! Aku juga punya ide!!” kali ini Ahra yang berkata setelah beberapa saat mereka berpikir.

“Apa apa??” Donghae dan Eunhyuk penasaran.

“Kita buat saja mereka dapat hadiah jalan-jalan…. Otte?” usul Ahra.

“Johaaaa!! Jadi mereka kan tidak tahu kalau kita yang mengatur itu.” Donghae setuju.

“Lalu mereka jalan-jalan kemana?” tanya Eunhyuk.

“Kemana lagi?? Pulau jeju saja. Appaku kan masih menyimpan hadiah untuk mereka.” ucap Ahra semangat.

“Betul juga. Lagipula di sana banyak fasilitas pendukung untuk mereka belajar melakukannya. Ada fasilitas nonton yadong gratis juga di hotel-hotel di sana.” ucap Eunhyuk berbinar.

Pletak! Pletak! Kali ini Ahra dan Donghae memberikan dua benjolan di kepala Eunhyuk.

“Ya! Appo!” teriak Eunhyuk.

“Aish, sudahlah. Lalu, bagaimana kita melakukannya??” tanya Donghae.

“Sudah aku pikirkan… Kalian bantu aku saja.” kata Ahra dengan smirk-nya.

“Oke, aku setuju….” kata Donghae.

“Dan kau, Eunhyukie. Kau kan yang bertanggung jawab atas kegagalan first night mereka. Jadi, kau yang menanggung biayanya oke??!!” kata Ahra.

“Ya~!! Bagaimana bisa begitu… Aku ini kan miskin Ahra!!” tolak Eunhyuk.

“Pokoknya, kau yang mesti bertanggung jawab!!!” teriak Ahra.

“Aish!! Jinjja!!” ucap Eunhyuk kesal.

——

Author POV

“Ya! Ya! Ya! Mati kau! Mati!! Aish!! Andwae.. Andwae… Kau tidak akan bisa mengalahkanku, Lee Hyora!!” Kyuhyun berteriak.

Di depannya Hyora lebih tenang. Dia hanya memperlihatkan smirk nya saat dia mengklik mouse nya beberapa kali. Di tengah-tengah permainan mereka, tiba-tiba bel berbunyi.

Ding dong… Konsentrasi Kyuhyun terpecah karena mendengar suara bel itu.

“Kau yang mati, Cho Kyuhyun!!” Hyora menekan tombol enter di keyboardnya.

“YOU LOSE!” kata-kata itu terpampang jelas di layar laptop Kyuhyun.

“Aish!! Kenapa aku masih saja kalah!!!” teriak Kyuhyun frustasi. Dia menjambak rambutnya dan menatap ke arah laptopnya tak percaya. Ini sudah kesekian kalinya ia kalah oleh yeoja di depannya ini, istrinya sendiri.

“Aku curiga sekali jangan-jangan dulu itu kau menang taruhan menikah denganku hanya karena kebetulan.”ucap Hyora sambil menopang dagunya di tangannya.

“Aniya!! Argghhh!! Ini gara-gara bel itu.”ucap Kyuhyun kesal. “Kau saja yang buka, Myeonjang!!”perintah Kyuhyun.

Ding dong ding dong… Belnya lagi-lagi berbunyi.

“Enak saja!!! Kau kan yang kalah…” tolak Hyora.

Kyuhyun mengacak-acak rambutnya kesal sambil berjalan menuju pintu. Hyora senang membuat suaminya itu kalah. Ia terkekeh melihat wajah kesalnya. Kyuhyun melihat ke arah monitor ketika sampai di dekat pintu.

“Nuguseyo?” tanyanya.

“Kami dari Seoul Department Store. Benar ini alamat Tuan Cho Kyuhyun?”tanya seseorang di luar pintu.

“Iya benar. Sebentar saya bukakan pintunya…” Kyuhyun membuka pintunya dan terlihatlah seorang pria dengan jas rapi.

“Tuan Cho?”tanyanya.

“Ne, maseumnida (betul). Ini sebenarnya ada apa?” jawab Kyuhyun. Hyora muncul dibelakang suaminya.

“Kami dari Seoul Department Store Tuan. Chukahamnida… Anda adalah pemenang hadiah jalan-jalan ke Pulau Jeju selama 3 hari 2 malam…” Orang tersebut menyalami Kyuhyun.

“Ne??!! Anda bercanda ya? Sepertinya di sana tidak ada undian seperti itu. Dan saya juga tidak pernah mengikuti undian apa-apa…” Kyuhyun melirik ke arah Hyora.

“Wae?” tanyanya tak mengerti.

“Kau mengirimkan undian?”tanya Kyuhyun.

“Ani… Waktu itu aku kan juga bersamamu terus…”jawab Hyora.

“Aneh…” kata Kyuhyun.

“Sudah.. Pokonya selamat, ya… Ini semua ada akomodasi, hotel, dan uang saku. Semuanya sudah ada di amplop ini. Selamat bersenang-senang Tuan dan Nyonya Cho!” orang itu menyerahkan poster bukti undian dan sebuah amplop besar, lalu pergi.

Kedua orang yang diberi benda-benda aneh itu masih shock.

“Ini benar-benar aneh Myeonjang~ah…”ucap Kyuhyun curiga.

“Sudah masuk dulu. Kita lihat dulu!! Yaaayyy!! Kita akan ke Jeju asyikkkk!!!” teriak Hyora girang.

“Jangan senang dulu…. Siapa tahu ini hanya bohongan saja.” Kyuhyun memukul lembut kepala Hyora dengan amplop yang ada ditangannya. Sekarang dia mulai membuka amplopnya.

“Waaaaaa….” kata keduanya berbarengan.

“HOREEEEEEEEEEEE!!! Ini betulan Kyuhyun~ah!!! Asiikkk!! Kita liburaaaaaaaannnn!!” Hyora bersorak. Amplop itu berisi uang saku, akomodasi hotel, dan tiket pesawat.

“Ya! Siapa yang mau liburan, aku tidak mau…”

“Ah~ wae???” Hyora bertanya dengan suara memelas.

“Pekerjaanku banyak, Myeonjang..”

“Tapi kan kita belum liburan bersama…. Kau juga menolak hadiah dari Appa tentang bulan madu kita, kan? Aku bisa menerima itu dulu… Tapi, aku ingin liburan sekarang!! Kau tau kan, aku juga sibuk. Kita ini bukan robot Jangmyeon~ah… Kau perlu refreshing juga. Aku kasihan padamu yang setiap hari pulang malam hanya karena mengerjakan tugas akhir itu. Kau harus menuruti aku untuk sekarang ini, oke?? Dan aku mau kita liburannn!!! Titik!!”ucap Hyora panjang lebar.

“Tsk…Ara ara…Baiklah… Kita liburan…”ucap Kyuhyun pasrah. Kyuhyun tidak bisa melihat tatapan memelas Hyora. Jadi, dia mengiyakan saja.

“Kyaaaa… Kau baik sekali jangmyeon~ah!!” Hyora otomatis memeluk Kyuhyun dengan senang.

“Ya~ pelukanmu terlalu kencang!! Kau mau membunuh suami tertampanmu ini ya??!!”

“Aish!! Tidak berubah juga narsismemu itu..” Hyora menjentikan jarinya ke dahi Kyuhyun.

Flashback

“Aku mohon, bantu kami ya, Hyung…” Donghae dan Eunhyuk memohon kepada seorang yang kebetulan baru pulang kerja melewati gedung apartemen Kyura couple.

“Jadi, aku hanya bilang begitu saja pada mereka bahwa aku dari Seoul Department Store dan mereka memenangkan hadiah 3 hari 2 malam di Pulau Jeju?”tanya orang itu.

“Ne, Hyung hanya itu…” kata Donghae.

“Arasseoyo… Tapi, apakah kalian akan memberikan aku sesuatu?” tanya orang itu. Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan. Donghae memberikan tatapan seram pada Eunhyuk.

“Aish! Jinjja!! Baiklah, Hyung… Ini, terimalah…” Eunhyuk mengeluarkan uang dari dompetnya.

End of Flashback

End of Author P.O.V

——

Kyuhyun’s P.O.V

“Omo!!! Kalian akan berlibur??!! Hahahaha… Bagus sekali!! Sekalian buatkan aku keponakan ya…” Ahra nuna tertawa aneh.

Belakangan ini, dia suka sekali mengunjungi apartemen kami. Dan dia juga suka sekali me request minta dibuatkan keponakan. Dia pikir gampang membuat keponakan untuknya. =.=”

Aku ini masih tidak mood gara-gara Eunhyuk hyung kemarin. Makanya, aku masih menahan diri untuk tidak menyentuh Hyora. Walaupun sebenarnya aku ingin sekali. Tapi, entah kenapa aku sedikit trauma dengan kehadiran Eunhyuk Hyung. Kedua hyungku dan nunaku ini terkadang suka datang tiba-tiba. Membuatku gagal melakukan hal yang mestinya kulakukan bersama Hyora. Grrr..

Seperti tadi saja. Saat aku sedang akan berciuman dengan Hyora, bel pintu tiba-tiba berbunyi. Dan ternyata, nuna ku ini datang. Mentang-mentang butiknya sangat dekat dengan apartemen kami. Selalu saja mengganggu. Huh!! Dan sekarang, saat Hyora memberi tahu kalau kami akan berangkat liburan ke Pulau Jeju dia tertawa sangat aneh. Aku sedikit curiga dengan caranya tertawa itu.

“Kalian berangkat kapan?” tanyanya ingin tahu.

“Besok eonnie.. Kami sedang mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa.” jawab Hyora.

“Baiklah kalau begitu. Biar kubantu packing…” ucapnya semangat, membuatku tambah curiga dengannya.

“Mwo?? Tidak perlu, nuna… Kami sudah bisa packing sendiri.” Kataku.

Aku sedikit curiga kenapa nuna mau membantu kami packing. Terakhir kali dia membantuku packing saat aku akan pindah apartemen, dia memasukan benda-benda aneh seperti piyama sapi. Dia pikir aku akan memakai piyama seperti itu? =,=

“Gwenchanha… Kaja Hyora~ya…” dia menarik tangan istriku.

“Nuna~ya!!! Jangan masukan yang tidak – tidak ya….” teriakku.

“Eo!!” jawab Ahra nuna santai.

End of Kyuhyun’s P.O.V

——

Hyora’s P.O.V

Sejak tadi main PSP terus. Aku sebal sekali. Padahal kan, aku sudah mengurangi waktuku main game gara-gara menikah dengannya. Ini kan liburan, kenapa dia malah pacaran dengan PSP nya itu. Aish!! Benar-benar membuatku jengkel. Aku saja sengaja tidak membawa PSP atau laptopku. Tapi dia memaksa membawa PSP dan laptopnya.

“Kyuhyun~ah… Berhentilah main PSP… Kita kan sedang liburan…” Aku berkata padanya saat kami di pesawat. Perjalanan dari Seoul yang hanya satu jam itu dihabiskannya dengan bermain PSP.

“Sebentar lagi… ya ya ya!! Mati kau mati!!”teriaknya.

“Kau ini berisik sekali sih??!!” dia tidak mempedulikan teriakanku.

“Gyaa!! Aku menang!! Horeeee!! Aku memang hebat sekali hahaha…”ucapnya bangga.

Saat dia bilang seperti itu, suara pramugari mengumumkan bahwa kami sudah sampai di bandara jeju.

“Sudah sampai rupanya.. Kaja…” dia memakai kacamata hitamnya lalu pergi begitu saja. Meninggalkanku dan membawa barang-barangnya saja yaitu laptop dan PSPnya… huh…

“Waa… tampannya…”

“Keren sekali dia… omo omo…” beberapa komentar dari gadis-gadis yang turun dari pesawat bersama kami bisa kudengar. Membuatku panas saja. Baiklah aku akui dia itu memang sangat tampan.

“Kau dengar kan? Mereka memujiku. Kau beruntung sekali mendapatkan suami sepertiku Lee Hyora.” bisiknya.

“Cih… Penyakitmu itu sudah permanen ya?” aku meninggalkannya. Masih merasa kesal dengan perlakuannya tadi dan juga komentar dari gadis-gadis itu.

Ada guide yang sudah menunggu kami di pintu keluar. Dia mengantarkan kami ke hotel.

“Ige mwoya?” komentar Kyuhyun saat kami masuk ke dalam kamar.

Kamar itu sudah dihiasi dengan bunga mawar yang bertebaran diatas tempat tidur. Banyak lilin yang dinyalakan. Dan ada bau wangi yang aneh juga.

Aku masuk dan segera membuka koper. Aku tidak peduli dengan semuanya. Yang penting nanti malam sudah bisa tidur.

Sekarang ini, aku hanya ingin jalan-jalan saja.

“Ah~ joha….” Kyuhyun segera melemparkan tubuhnya di atas kasur dan membuka laptopnya. Dia mulai menyalakan laptopnya dan yah aku yakin dia sudah larut dalam dunia game nya.

“Ya~… Bisakah kau membantuku merapikan baju dulu?” protesku setelah selesai merapikan baju-bajuku.

“Nanti saja… Aku masih lelah…” jawabnya sekenanya.

“Kita kan mau jalan-jalan…”ucapku.

“Kau saja duluan… Aku sedang ingin memainkan game terbaru ini. Lagipula, menurut ramalan cuaca nanti akan turun hujan. Besok saja kita jalan-jalannya…”

“MWO!! Kau tega sekali??!! Ya! Cho Kyuhyun!! Sudah habis kesabaranku kali ini… Kau pikir aku ini siapamu hah? Dari tadi kau mengabaikanku terus!!! Ya sudah. Aku akan pergi sendiri!!” Aku menuju pintu dan membantingnya keras-keras.

“Aish! Dia bahkan meletakkan laptopnya di kasur… Menyebalkan sekali!!” gerutuku setelah keluar dari kamar hotel.

“Baiklah kalau begitu. Biar saja aku jalan-jalan sendiri. Aku tak peduli dia mencariku atau tidak.” gumamku.

Aku melihat buku panduanku dan mulai berjalan sendirian untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Jejudo.

“Ya~ oppa…” terdengar suara yeoja memanggil seorang namja.

“Saranghae Min Young~ah…” yeoja itu mendatangi namja itu dan mereka berduapun langsung berciuman.

Aish!! Pasangan ini. Tidak lihat-lihat tempat. Seenaknya saja berciuman. Aku kesal sekali, Dari tadi aku melihat pasangan-pasangan yang sedang bermesraan. Sedangkan aku sendirian.

“Arrrghhh!! Awas kau, Cho Kyuhyun!! Kau mengabaikanku dari saat kita berangkat. Memangnya yang istrimu itu siapa hah? Laptopmu? PSPmu? Baiklah. Minta mereka saja untuk memasak dan mengurusimu.” teriakku frustasi. Aku menghentakkan kakiku keras ke tanah. Cukup sudah. Emosiku sudah sampai di ubun-ubun. Aku tidak peduli dengan orang-orang di sekitarku meskipun mereka memandangiku dengan tatapan aneh. Pasti mereka pikir aku ini orang gila yang baru keluar dari rumah sakit jiwa.

End of Hyora’s P.O.V

Author P.O.V

“Sepertinya mereka bertengkar. Kenapa Hyora sendirian saja.” kata Eunhyuk. Ahra dan Donghae hanya menatap Hyora yang berjalan sendirian.

Mereka bertiga memutuskan untuk mengikuti jalannya ‘bulan madu’ rancangan mereka. Tapi, yang mereka dapati sekarang adalah Hyora yang sedang berjalan seorang diri.

“Arrrghhh!! Awas kau, Cho Kyuhyun!! Kau mengabaikanku dari saat kita berangkat. Memangnya yang istrimu itu siapa hah? Laptopmu? PSPmu? Baiklah. Minta mereka saja untuk memasak dan mengurusimu.” teriak Hyora seraya menghentakan kakinya ke tanah.

“Kyuhyun pasti sedang asyik bermain game. Bocah itu memang benar-benar menyebalkan jika sedang main game. Semuanya dilupakan.” geram Ahra.

“Coba kita telepon saja.” usul Donghae.

“Tidak dengar ya? Istrinya saja tidak ditanggapi. Apalagi telepon. Bisa-bisa kalau mengganggu dia main game, dia akan membanting tetelponnya.” jawab Eunhyuk.

“Ya sudah biarkan saja dulu Hyora sendirian. Yang penting kita mengikuti dia. Aku tidak mau dia kenapa-kenapa. Kita lihat saja. Apakah Kyuhyun memang secuek itu pada Hyora.” kata Ahra. Eunhyuk dan Donghae pun hanya mengangguk, mengikuti kata Ahra.

Jadi, mereka mengikuti Hyora yang berjalan-jalan sendirian. Mereka menjaga jarak dengan Hyora agar tidak ketahuan kalau mereka mengikuti Hyora sampai ke pulau Jeju.

“Kyuhyun keterlaluan ini sudah jam 7. Dia bahkan tidak mencari adikku.” Donghae geram. Hyora duduk sendiri di sebuah kursi yang menghadap ke arah pantai. Dia menatap kosong ke arah pantai. Donghae pun hendak menghampiri adiknya yang sedang duduk sendirian itu. Tapi, langkahnya dihentikan oleh Eunhyuk.

“Ya~ Mau kemana kau? Kau mau rencana kita berantakan? Biar saja… Nanti kalau sampai jam 9 dia tidak mencari, baru kita bergerak.” kata Eunhyuk.

“Lihat. Adikku itu sudah menangis. Dan bajunya juga tipis sekali. Dia itu tidak tahan dingin. Bisa-bisa dia sakit.”jelas Donghae. Dia tampak khawatir dengan keadaan adiknya itu.

“Donghae~ya… Biarkan saja dulu… Tenang… Benar kata Eunhyuk. Kita biarkan dulu saja. Kalau sampai jam 9 Kyuhyun tidak kunjung datang, kita baru membawanya ke hotel.” kata Ahra, mencoba menenangkan Donghae. Donghae hanya bisa pasrah.

“Boleh aku telepon dia?” tanya Donghae.

“Boleh. Kau bilang saja supaya dia beli jaket di toko dekat situ.”timpal Eunhyuk.

“Yeoboseyo?” Donghae menghubungi Hyora.

“Oppa…” Hyora mencoba menjawab dengan nada tenang.

“Kau bersenang – senang?”tanya Donghae.

“Keurom oppa… Aku sangat senang disini. Haha…. Kapan lagi aku dapat liburan gratis seperti ini, hahaha…”ucap Hyora. Dia berusaha sekuat mungkin untuk menahan agar nada suaranya tidak terdengar sedih.

“Jangan lupa jaga kesehatanmu. Di sana dingin kan?Jangan lupa jaketmu.” pesan Donghae.

“Ne~ oppa…”

“Kyuhyun dimana?”

“Kyuhyun…. dia sedang mandi, oppa.”

“Arasseo… Ya sudah kau hati-hati ya…”

“Ne~ oppa…”

Donghae memutuskan teleponnya dan memandang Hyora sedih. Setelah menutup telepon tiba-tiba hujan turun. Awalnya hanya hujan gerimis. Tapi, lama kelamaan hujannya menjadi deras.

“Ya~ hujan!! Cepat berteduh…”ucap Eunhyuk sambil melepaskan jaketnya dan menaruhnnya di atas kepalanya.

“Hyora bagaimana?” tanya Donghae cemas.

“Kaja….” ucap Ahra. Mereka pun berteduh di toko dekat tempat Hyora duduk.

Hyora beranjak dari kursinya saat hujan mulai turun. Dia berjalan perlahan di tengah hujan sambil menangis meratapi nasibnya tanpa Kyuhyun.

End of Author P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V

“Daebak!!! Aku menang!! Hahahaha…. Game nya tidak terlalu sulit… Nanti akan kuajarkan Hyora caranya memainkan game terbaru ini…” Aku puas sekali karena bisa langsung menguasai cara mengalahkan musuh di game yang baru saja aku mainkan dari Seoul.

Kruyukkkk…

Aduh…. Aku lapar… Aku mengelus perut. Aku melihat jam tanganku. Ini sudah jam 7 malam. Kami tadi sampai di Jejudo jam 3. Dan aku ingat kalau kami belum makan.

“Hyora~ya…. Ayo kita makan… Pegupa jinjja…” kataku sambil mematikan laptop. Tidak ada jawaban.

“Kemana dia?” Aku bangun dari tempat tidur dan melihat seisi kamar. Tidak ada tanda-tanda dia dimana pun.

“Oh iya, dia kan tadi pergi…. Dan belum kembali sampai sekarang. Ya, Tuhan… Kemana dia??!!” ucapku cemas.

Aku melihat kearah jendela. Tiba-tiba hujan. Aku pun langsung keluar mencarinya. Aku meminjam payung dari hotel. Aish, bagaimana kalau dia tidak memakai payung dan kehujanan? Aku cemas sekali.

Argh.. Aku sudah berkeliling dan mencarinya kemana-mana. Tapi, belum ketemu juga. Bajuku sudah basah kena air hujan. Saat melewati sebuah jalan yang sepi, aku melihat sosok yang kukenal. Aku segera berlari menghampirinya.

“Kau kemana saja hah??!!!” teriakku. Aku membalikkan badannya dan memeluknya sebentar. Kulihat wajahnya yang sepertinya habis menangis. Aku merasa lega telah menemukannya. Kutatap matanya. Kudekatkan wajahku dan kini aku

menciumnya di bawah payung yang kubawa untuk melindungi kami dari hujan.

“Kukira kau hanya peduli pada PSP dan laptopmu itu…” katanya setelah aku melepaskan ciumanku.

“Kau ini selalu saja berpikiran yang tidak-tidak… Paboya~ Kaja! Kita kembali ke hotel. Bajumu basah semua.” Aku merangkulnya erat berharap dapat menghangatkan badannya yang basah kuyup karena kehujanan sebelum aku menemukannya.

“Kau ini benar-benar nekat pergi sendirian dan tidak mau kembali ke hotel. Beginikah caramu marah padaku? Urgh.. Menakutkan sekali…”ucapku di sela perjalanan kami. Sekarang hujannnya sudah tidak begitu deras. Hanya sedikit gerimis.

“Kau takut kehilanganku?” tanya Hyora.

“Aku takut tidak akan makan makanan enak lagi setiap hari.” dia tersenyum mendengar jawabanku.

Setelah kami kembali ke hotel aku menyuruhnya mandi dengan air hangat. Dia keluar dari kamar mandi. Wajahnya terlihat sangat pucat.

“Gwenchanha?” tanyaku. Saat hendak menjawab tiba-tiba dia pingsan begitu saja.

End of Kyuhyun’s P.O.V

Author’s P.O.V

Hyora membuka matanya. Badannya sudah lebih baik dibandingkan tadi malam. Dia melihat sekelilingnya dan menangkap sosok Kyuhyun yang tidur dalam posisi duduk di sebelahnya. Dia tersenyum dan memposisikan tubuhnya lebih dekat dengan Kyuhyun dengan perlahan karena tidak mau membangunkannya.

Dia suka sekali memandang suaminya yang sedang tidur. Dia menyingkirkan beberapa helai rambut Kyuhyun agar dia bisa melihat wajahnya yang sedang tidur itu dengan lebih jelas. 15 menit sudah dia memandang wajah Kyuhyun.

“Apakah kau sudah puas melihat ketampananku?” Kyuhyun berkata masih sambil menutup mata.

“Ya!! Kau mengagetkanku tahu!!” Hyora bergerak mundur.

“Tak ada morning kiss kah untukku?” ledeknya.

“Morning kiss?? Kau bermimpi!! Kenapa kau tidak bangun saja dari tadi hah?!” ucap Hyora sambil memunggungi Kyuhyun. Mukanya sekarang seperti kepiting rebus.

“Baiklah.. Kalau begitu, aku saja yang memberimu morning kiss…” Kyuhyun kemudian naik ke tempat tidur. Dia memeluk Hyora dari belakang dan mencium pipinya.

‘Wangi rambutnya membuatku ingin menciumnya terus. Kkkk…’ pikir Kyuhyun.

“Ya~ Apa yang kau lakukan??” semburat merah diwajah Hyora semakin jelas.

“Kau sudah sembuh rupanya? Wow.. Kisseu ku begitu manjurnya kah untuk mengobatimu?” kata Kyuhyun tanpa merubah posisinya.

“Mworago? Aish!! Jinjja… Besar kepala sekali…”

“Ah~ iya. Kau hutang dua kali kiss ya padaku ya…”

“Enak saja!! Apa apaan kau?”

“Mianhae myeonjang~ah…” katanya.

“Gwenchanha… Sebagai gantinya kau sudah merawatku. Gomabta…”ucap Hyora.

“Sepertinya hari ini cerah. Kau mau jalan-jalan bersamaku tidak?”ajak Kyuhyun.

“Ehm… Akan kupikirkan. Sepertinya aku ingin bermain PSP saja… Kau pergi saja sana sendiri.” ledek Hyora.

“Mwo?? Andwe… Kau harus ikut aku jalan-jalan hari ini… Ireona!!” ucap Kyuhyun.

Kyuhyun membantu Hyora untuk bersiap-siap. Dia merasa sedikit bersalah karena membiarkan Hyora jalan-jalan sendirian kemarin.

“Kenapa tidak boleh? Aku tidak melarangmu bermain PSP kemarin.” ejek Hyora. Dia ingin sedikit membalas perlakuan Kyuhyun kemarin.

“Kemarin itu berbeda dengan sekarang… Kau harus menurut padaku tahu! Sekarang bangun cepattttttt!! Atau kau mau aku memandikanmu?” goda Kyuhyun dengan seringai setannya.

“Anya anya… Aku bisa sendiri…” Hyora ketakutan dan segera menuju kamar mandi. Kyuhyun terkekeh saat melihat Hyora berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.

Hyora memakai baju terusan hadiah dari Ahra saat ulang tahunnya kemarin. Jantung Kyuhyun berhenti sebentar saat melihat Hyora.

‘Yeppeo’ katanya dalam hati. Kemudian mereka pun kini berjalan-jalan di beberapa tempat disekitar pulau Jeju. Kyuhyun menggandeng tangan Hyora terus menerus. Dia takut kehilangan istrinya lagi. Hyora sangat senang dengan perlakuan Kyuhyun padanya hari itu. Banyak pasangan yang melihat mereka dan iri dengan mereka. Mereka berdua terlihat serasi bersama. Namja yang melihat Hyora pun banyak yang bergumam membuat Kyuhyun panas.

“Wah… Yeppeoda..”

“Aih.. Kyeopta.. Sayang sudah ada yang punya..”

“Aish,.. Jinjja..”ucap Kyuhyun.

“Ahaha. Kau harusnya senang mempunyai istri yang cantik, Kyuhyun~ah..” Hyora membalikkan pernyataan Kyuhyun waktu mereka hendak turun dari pesawat saat sampai di Pulau Jeju. Kyuhyun hanya mendengus kesal.

Sekarang keduanya duduk di tepi pantai.

“Mianhae… Aku belum bisa melakukan kewajibanku sebagai suami.” Kata Kyuhyun tiba-tiba

“Mwo?Apa maksudmu?” Hyora masih saja tidak mengerti apa maksud Kyuhyun.

“Kau tahu… Kewajibanku sebagai suami… Sebenarnya aku trauma sekali. Beberapa kali kita mau melakukannya. Tapi, Eunhyuk Hyung, Donghae Hyung, dan nunaku selalu mengganggu kita… Aura mereka kadang muncul begitu saja. Seperti sedang mengawasi kita jika kita akan melakukannya.” kata Kyuhyun malu-malu. Sampai-sampai dia mengucapkan kata ‘melakukannya’ itu bekali-kali. Dia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.

“A… Aku tidak mengerti maksudmu, Jangmyeon…” ucap Hyora tergagap.

“Aish!! Kau memang tidak perlu penjelasan ya. Yang kau perlukan hanya praktek.” Dia kesal sekali karena Hyora tidak mengerti juga maksudnya. Sekarang, Kyuhyun menghadap ke arah Hyora.

“Mw… Mwoya?” Hyora masih saja gagap ketika Kyuhyun melakukan hal-hal yang seperti itu.

“Kau berhutang kisseu yang ke tiga ya….” Kyuhyun tersenyum evil. Tapi, ketika bibir mereka sudah sangat amat dekat, tiba-tiba Kyuhyun berhenti.

“Jamkkan…”

“Wae?”

“Aku merasa ada yang mengawasi kita.” Kyuhyun melihat sekelilingnya.

“Tentu saja ada yang mengawasi kita, soalnya kau itu mesum sekali…” ucap Hyora.

“Enak saja kau!! Apa perlu aku beri name tag supaya semua orang tahu kita ini sudah suami istri?” kata Kyuhyun sambil mengawasi orang-orang disekitarnya. Siapa tahu memang dia melihat ketiga cecunguk-cecunguk itu.

“Ini tidak beres. Kenapa aura mereka kuat sekali?” ucap Kyuhyun, masih memperhatikan keadaan sekitar.

“Nugu?”ucap Hyora penasaran.

“Eunhyuk hyung, Donghae hyung, dan Ahra nuna… Aku merasa mereka sedang mengawasi kita.”

“Mana mungkin? Mereka kan ada di Seoul….”

“Ah~ molla… Sampai di mana kita?” Kyuhyun mendekatkan kepalanya lagi kepada Hyora.

“Sampai mana? Aku juga tidak tahu…” Hyora pura-pura memandang kearah lain.

“Bilang saja walaupun aku mesum, tapi kau suka kan jika kucium?”goda Kyuhyun.

“Mwoya?? Ya! Cho.. emp…emp…” Kyuhyun tidak menyia-nyiakan kesempatannya mencium Hyora saat Hyora hendak menyangkal pernyataannya tadi.

——

Di tempat yang tidak jauh dari mereka, ketiga kakak mereka mengawasi Kyuhyun dan Hyora.

“Aish!! Jinnjaro… Kita hampir saja ketahuan… Ini semua karena kau, Hyuk~ah … Ingin tahu saja!!” bentak Donghae karena tadi Eunhyuk mendekat ke arah Hyora dan Kyuhyun. Eunhyuk sangat penasaran sekali, makanya dia mendekat. Untung saja, Donghae dengan cepat menariknya dan bersembunyi.

“Adikmu itu hebat sekali. Aura kita saja dia bisa merasakannya…” gumam Eunhyuk pada Ahra.

“Iya, hebat sekali dia. Aku tidak menyangka… Atau ini gara-gara kita sering mengikuti mereka ya. Jadinya, perasaan Kyuhyun benar-benar terlatih untuk mendeteksi aura kita.” tambah Ahra.

“Sepertinya rencana kita akan berhasil.. Semoga nanti malam mereka segera melakukannya hahahahaha…” kata Eunhyuk lagi. Kali ini tawanya benar-benar terdengar seperti om om senang. Ahra dan Donghae hanya memandanginya dengan tatapan aneh =.= seperti ini.

“Iya. Tapi, kata Kyuhyun kau itu yang selalu mengganggu mereka kalau mau melakukannya… Jadi nanti malam kau harus kami ikat supaya tidak mengganggu lagi.” ancam Donghae.

“Aku setuju Donghae~ya… Ja! Sekarang kita jangan menggangu mereka lagi…. Keurigo neo..” Ahra menunjuk Eunhyuk.

“Mwo?”

“Kau harus mentraktir kita makan sekarang… Palli!!” Ahra menarik telinga Hyuk. Dan mereka pun meninggalkan Kyura couple yang sekarang tengah menikmati matahari terbenam di pantai.

—–

Hyora’s P.O.V

Tangannya masih menggengam tanganku saat kami masuk ke dalam kamar hotel. Sepanjang perjalanan berkeliling tadi ia terlihat sangat memperhatikanku. Aku senang. Akhirnya, ia bisa lepas dari psp kesayangannya itu.

“Kau mandilah dulu…” katanya sambil minum air dari kulkas.

“Baiklah…” ucapku.

Aku segera masuk kamar mandi. Di dalam kamar mandi aku tersenyum sendiri. Masih terbayang saat Kyuhyun menciumku. Rasanya pun masih terasa dibibirku. Manis. Argh.. Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku jadi mesum begini? Walaupun kiss itu bukan yang pertama kali bagi kami, tapi setiap kami berciuman rasanya selalu seperti first kiss saja.

Aku mulai membuka resleting baju hadiah dari Ahra eonnie. Omo!! Kenapa ini, kenapa resleting ini tidak bisa dibuka… Yah~ Ottokhae?? Aku keluar dari kamar mandi dan mendekat ke Kyuhyun.

“Jangmyeon~ah…”panggilku.

“Wae?” Kyuhyun menjawab malas-malasan dari kursi. Dia sedang bermain dengan game lagi di laptopnya.

“Boleh minta tolong?” tanyaku takut-takut. Aku tahu. Dia itu paling tidak suka diganggu saat sedang bermain game.

“Mwo?” Kyuhyun mem pause game nya dan melihat ke arahku. Aku membalikkan badanku.

“Bukakan resletingku… I.. Ini macet. Aku tidak bisa membukanya…”ucapku pelan. Dia pun bangkit dari kursinya dan mendekatiku. Dapat kurasakan nafasnya menderu di pundakku. Aku bahkan bisa mencium aroma tubuhnya. Hhh. Aroma yang sangat kusuka.

End of Hyora’s P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V

“Jangmyeon~ah…”panggil Hyora.

“Wae?” Aku menjawabnya malas-malasan karena aku sedang memainkan game yang baru ku download.

“Boleh minta tolong?” tanyanya takut-takut. Dia pasti tahu aku paling tidak suka diganggu saat sedang bermain game.

“Mwo?” Aku mem pause game yang sedang kumainkan dan melihat ke arahnya. Dia membalikkan badannya.

“Bukakan resletingku… I.. Ini macet. Aku tidak bisa membukanya…”ucapnya pelan.

Aku berdiri di belakangnya dan mencoba membuka resleting bajunya. Hanya dalam beberapa menit, aku berhasil membukakan resletingnya yang macet. Tubuhnya tidak bergerak saat aku membuka seluruh resletingnya.

Bagian belakang punggungnya pun terekspos karena resletingnya sudah ku tarik sampai bawah. Cantik sekali. Aku bisa melihat bra hitam yang dipakainya. Tanpa sadar aku membenamkan wajahku ke pundaknya. Aku mencium pundaknya, kemudian punggungnya pelan. Sepertinya, aku sudah tidak bisa menahannya lebih lama. Keinginanku untuk memiliki Hyora sepenuhnya sudah sangat besar.

(author: dan anggap saja kalian tahu apa yang terjadi berikutnya kkkkkkkk…mianhae buat yang dibawah 17 tahun…..fufufufu…)

End Of Kyuhyun’s P.O.V

——-

Hyora’s P.O.V

Ah.. Badanku pegal sekali rasanya. Kubuka mataku pelan, membiarkan nyawaku terkumpul satu persatu. Hoamm.. Aku melirik ke sampingku. Ada Kyuhyun yang tertidur. Ah.. Wajahnya lucu sekali kalau tertidur, seperti bayi.

Ku pegang wajahnya dengan telunjukku mulai dari dahi turun ke hidung lalu ke bibir tebalnya yang lucu. Aish.. Apa ini? Dia masih ngiler rupanya. =,=

Kulap tanganku yang basah karena iler nya ke selimut yang menutupi tubuh polos kami. Tunggu.. Tubuh polos?? Aku melirik ke arah tubuhku, kulihat dari atas sampai bawah. Kenapa aku telanjang? Aku segera bangun dari tidurku dengan posisi duduk dan melihat ke sekitar ranjang. Bajuku dan Kyuhyun bertebaran di mana-mana.

Aku mencoba mengingat kejadian kemarin. Kemarin.. Kemarin.. Kami..

“ARGH!!!” teriakku kencang. Aku segera menarik selimut yang menutupi tubuhku. Aish.. Aku malu sekali!! >////<

“Ada apa, Hyora~ya? Ada apa?” tanya Kyuhyun panik setelah terbangun oleh teriakanku barusan. Dia menatapku khawatir.

“A-ani.. Hanya.. Hanya… Tadi malam…” Aku tergagap menjawab pertanyaannya. Kenapa rasanya masih malu sekali? Eomma, appa, oppa!! Tolong aku!

“Tadi malam kenapa?” tanyanya.

“Kita..”

“Kita?”

“Aish… Lupakan!” ucapku seraya menenggelamkan seluruh tubuhku lagi ke dalam selimut dan tiduran lagi di atas ranjang.

“Wae? Kenapa kau tutupi tubuhmu, Hyora~ya? Aku sudah lihat…”

“Argh… Jangan dilanjutkan!!”bentakku. masih bersembunyi di dalam selimut. Ku dengar dia terkekeh. Sial! Dia pasti akan menertawakanku seharian.

“Aigoo.. Hyora ku sangat pemalu rupanya. Kau tahu, semalam kau itu sangat…..” godanya.

“Hentikan!” teriakku.

“Aish.. Kenapa kau meneriaki suamimu yang tampan ini? Kau ingin suamimu menjadi tuli, huh?” ucapnya.

Lalu, dapat kurasakan ia mendekati tubuhku. Membuka selimut bagian atasku pelan sampai ke leher. Aku membalikkan tubuhku hendak memarahinya lagi. Tapi…

CUP! Dia mengecup bibirku kilat. Ciuman ini adalah ciuman yag kesekian kali dengannya, tapi aku masih terus lupa untuk bernafas kalau dia melakukan hal ini padaku. Jantungku pasti akan berdetak tidak sesuai tempo.

“M-mwoya?” ucapku tergagap. Nampaknya, efek ciumannya masih terasa di tubuhku.

“Gomawo.. Gomawo telah percaya padaku dan telah menyerahkan dirimu seutuhnya kepadaku.” ucapnya dengan senyum lembutnya.

Woah.. Apa dia ingin membunuhku pelan-pelan? Senyumnya adalah salah satu dari tiga hal mematikan dalam diri Cho Kyuhyun. Pertama, pelukannya. Kedua, ciumannya. Dan ketiga, senyumannya. Ah.. Kurasa tidak hanya tiga. Tapi, untuk sementara tiga dulu saja.

“Ah, ne..” jawabku sedikit awkward. Aku bangkit dari tidurku hendak menuju kamar mandi. Aku ingin mandi. Tubuhku rasanya lengket sekali. Ah~ iya semalam kan kami tidak mandi, Pantas saja. Ini gara-gara Kyuhyun yang melarangku mandi karena dia …… Arghhh!! Molla!!

Mengingatnya saja aku sudah malu. Tapi ada rasa lega karena aku sudah menjadi miliknya seutuhnya sekarang. Aku memandang Kyuhyun sebentar, yang sepertinya sudah kembali dalam alam mimpinya lagi. =_=

“Na do gomawo Jangmyeon~ah…” gumamku. Aku berusaha berjalan dengan selembar kain sprai untuk menutupi tubuhku. Baru berapa langkah aku merasa badanku tidak seimbang karena aku mengijak seprainya plus karena bagian bawah tubuhku masih sedikit sakit dan akibatnya…

“Gyaaaaa…” Aku terjatuh. Kyuhyun terbangun dari tidurnya dan melihat apa yang terjadi.

“Waekure?” tanyanya kaget segera bangkit dari tempat tidur. Dia menggulungkan sprei yang satu lagi menutupi bagian tubuh bawahnya. Kemudian mendekatiku yang sudah dalam keadaan duduk.

“Gwenchanha?” katanya cemas sambil membelai lembut kepalaku.

“Apa aku terlihat baik-baik saja? Sakit tahu…” Aku mendengus kesal.

“Mianhae myeonjang~ah…” Dia segera mengangkat badanku. “Kau mau mandi kan?”

“N…ne~” jawabku dengan bahasa formal. Dia membawaku ke kamar mandi dengan cara menggendongku bridal style dan meletakkanku di bath tub.

“Gomawo…” kataku tanpa memandangnya. Aku tidak tahan melihat wajahnya itu. Jadi, aku terus saja menunduk. Menunggu dia pergi.

“Kau lucu sekali Hyora~ya….” Dia mengelus rambutku.

“Wae?” Aku bertanya masih tanpa memandangnya. Aku masih malu mengingat kejadian semalam itu.

“Kau masih malu padaku?? Hahahha…”

“Ya! Kenapa kau tertawa?” Omo! Lagi-lagi dia tersenyum. Membuatku ingin meleleh saja. (Author sudah menyublim.)

“Kau begitu menggemaskan Hyora~ya….” Dan kemudian dia membelai pipiku seakan mengatakan ‘saranghae’ tanpa kata – kata. Eomma! Tolong aku, aku tidak bernafas. Posisi Kyuhyun ada di luar bath tub dan aku ada didalam bath tub. Dia mendekatkan wajahnya dan dia menciumku lagi. Ciumannya begitu lembut dan seakan mengekspresikan semua cintanya untukku. Eomma…aku tidak bisa menolaknya.

Setelah agak lama dia menghentikan ciuman kami dan memelukku.

“Geuman geuman…. Mianhae… Aku terlalu tergoda untuk menciummu. Tenang saja nanti kita teruskan setelah aku juga mandi.” ledeknya lalu melepaskan pelukannya dan meninggalkanku di kamar mandi.

“Ya!!” Aku berteriak. Dia senang sekali menggodaku.

End of Hyora’s P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V

“Gyaaaaa…” Aku mendengarnya berteriak. Aku langsung bangun dari tidurku.

“Waekure?” tanyaku kaget segera bangkit dari tempat tidur. Aku memakai sprei yang satu lagi untuk menutupi bagian tubuh bawahku. Kemudian mendekatinya yang sudah dalam keadaan duduk.

“Gwenchanha?” kataku cemas sambil membelai lembut kepalanya.

“Apa aku terlihat baik-baik saja? Sakit tahu…” Dia mendengus kesal. Aku geli mendengarnya.

“Mianhae myeonjang~ah…” Aku segera mengangkatnya. “Kau mau mandi kan?”

“N…ne~” jawabnya dengan bahasa formal. Aku membawanya ke kamar mandi dengan cara menggendongku bridal style dan meletakkannya di bath tub.

“Gomawo…” katanya tanpa memandangku. Sepertinya dia masih merasa malu padaku gara-gara semalam.

“Kau lucu sekali Hyora~ya….” Aku mengelus rambutnya. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku saat ini.

“Wae?” Dia bertanya padaku.

“Kau masih malu padaku?? Hahahha…” Aku tertawa geli. Dia ini benar-benar lugu sekali.

“Ya! Kenapa kau tertawa?” Aku tersenyum padanya.

“Kau begitu menggemaskan Hyora~ya….” Dan kemudian aku membelai pipinya. ‘Saranghae Hyora~ya saranghae’ aku berkata dalam hati. Posisiku ada di luar bath tub dan dia ada didalam bath tub masih memegang erat sprei yang daritadi dipakainya untuk menutupi tubuh kami semalam.

Aku tidak tahan untuk menciumnya. Dia benar-benar membuatku tak karuan. Selanjutnya, tanpa sadar aku mendekatkan wajahku dan mulai menciumnya lagi. Ciuman kami lumayan lama. Aku tidak tahu bagaimana bisa aku melakukan itu. Tapi, setiap melihatnya aku ingin menciumnya untuk mengekspresikan rasa cintaku padanya.

Aku menghentikan ciuman kami dan memeluknya. Aku ingat dari tadi malam ketika dia ingin mandi selalu ku larang karena aku sudah tidak tahan lagi melihatnya.

“Geuman geuman…. Mianhae… Aku terlalu tergoda untuk menciummu. Tenang saja nanti kita teruskan setelah aku juga mandi.” ledekku.

“Ya!!” dia berteriak. Aku senang sekali menggodanya. Mmelihatnya dengan ekspresi kesal itu membuatnya semakin menggemaskan. Aku melepaskan pelukanku dan meninggalkan dia di kamar mandi.

End of Kyuhyun’s P.O.V

—–

Author P.O.V

“Jangmyeon~ah… Aku sudah selesai mandi… Se….” Hyora menghentikan kalimatnya saat melihat Kyuhyun yang kembali tidur.

“Ya! Cho Kyuhyun!!! Ireonaaaa!!” teriak Hyora.

“Euhmmmm…” Dia menggumam, dan hanya menggerakan badannya sedikit.

“Palli ireonaaa… Kita harus check out dan pulang hari ini. Kalau tidak kita bisa ketinggalan pesawat.”

“Mataku tidak mau terbuka Hyora~ya…” kata Kyuhyun manja.

‘Anak ini memang benar-benar manja…’ Hyora mendekati Kyuhyun dan menariknya keluar dari selimut. Dia sudah mengenakan celana boxer dan kaos nya.

“Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu bangun hah? Kau manja sekali…” ucap Hyora. Bukannya bangun, Kyuhyun malah memeluk pinggang Hyora.

“Kau sudah berhutang banyak kisseu padaku, myeonjang~ah..”

“Mwo?”

“Mataku mau terbuka kalau kau membayar hutangmu…”

“Jeongmal neo!” Kyuhyun mempererat pelukannya.

‘Ottokhae? Dia ini benar-benar membuatku kesal… Manja sekali!! Apa boleh buat…’ pikir Hyora. Hyora menarik nafas dalam. Kemudian dia mencium kedua mata Kyuhyun yang tertutup. Kyuhyun langsung membuka matanya

“Wah… Itu manjur sekali… Arasseo buinku… Aku akan mandi. Nanti kita teruskan lagi dalam perjalanan pulang…” Kyuhyun segera menuju kamar mandi.

Hyora tersenyum tersipu saat mendengar kalimat Kyuhyun. Dia segera membereskan tempat tidurnya yang berantakan dan juga pakaian-pakaian mereka berdua yang semalam dibuang dengan semena-mena (?) oleh Kyuhyun. =.=

Dia segera mengumpulkan baju-bajunya tersebut. Saat mengambil gaunnya yang semalam dipakai itu, matanya terbelalak.

Kyuhyun keluar dari kamar mandi 15 menit kemudian. Dan kaget saat melihat Hyora melamun.

“Kau kenapa?” tanyanya.

“Ini…” Hyora menunjukan bajunya yang sudah robek.

“Kenapa dengan baju itu?”

“Kau yang merobeknya semalam….”

“Kita kan bisa beli lagi.”

“Beli lagi?? Ini hadiah ulang tahunku dari nunamu…” Hyora sedih.

“Jinjja? Mianhae… Coba semalam kau bilang jadi aku tidak akan merobeknya. Hahaha…” Hyora melayangkan pandangan marah pada Kyuhyun yang masih saja sempat meledeknya.

“Ottokhae?” Hyora terlihat cemas karena merasa bersalah kepada Ahra.

“Tenang saja… Nanti aku akan meminta nuna untuk membuatkannya lagi untukmu, oke?”

“Tidak segampang itu, Kyuhyun~ah…” Hyora hampir menangis.

“Tak perlu cemas, kau percayakan saja padaku…” Kyuhyun menenangkan Hyora dengan memberikan ciuman di puncak kepalanya.

“Kita harus segera pulang…” lanjut Kyuhyun.

Kemudian mereka segera membereskan barang-barang mereka dan menuju restaurant untuk makan siang terlebih dahulu sebelum check out dari hotel.

“Masakanmu jauh lebih enak… Nanti sepulang dari sini kau harus membuatkanku kimbab oke?” ucap Kyuhyun saat mereka berdua sedang menyantap makan siang mereka.

“Ara ara… Dasar kau belum juga kita selesai sarapan sudah minta yang tidak – tidak…”

“Cepat habiskan makananmu.. Aku sudah tidak sabar kembali ke rumah, ke sofa kita, ke tempat tidur kita…” Kyuhyun menggoda Hyora dengan cara meliriknya dengan pandangan evilnya.

“Kenapa kau melihatku seperti itu, hah?” Hyora memandang kyuhyun kembali dengan mukanya yang innocent itu, membuat Kyuhyun kesal saja karena kelemotan istrinya itu.

“Aish!! Dwesseo dwesso…. Lupakan saja Cho Hyora…” Kyuhyun memandang ke arah yang lain. Dia jadi malu gara-gara kelaukannya sendiri. Hyora terkikik pelan. Sebenarnya dia tau apa yang Kyuhyun maksudkan itu. Tapi, dia ingin gantian menggoda Kyuhyun.

“Kaja… Kau sudah selesai kan?? Kita harus check out jam 12, pesawat kan berangkat jam 2.” ajak Kyuhyun yang sudah memakai kacamata hitamnya. Beberapa gadis melihatnya samapai menabrak tembok. (termasuk author. #plaakk)

“Kau harus selalu siap untk melihat pemandangan seperti itu, ara?” ucap Kyuhyun bangga.

“Wae?” ucap Hyora dengan pandangan meremehkan.

“Siapa tahu kau akan cemburu melihatnya… Melihat mereka yang seperti itu.” ucap Kyuhyun percaya diri. Hyora mendecis pelan.

“Untuk apa? Nanti juga kau kembali padaku… ” jawab Hyora santai.

“Mwo?” Kyuhyun terkaget.

“Tidak akan ada yang memasakkan makanan selezat makananku kan?” kata Hyora sambil berlalu meninggalkan Kyuhyun.

“Hahahhaha… kau sudah pintar ya sekarang….” Kyuhyun mengikutinya.

“Waaaa… Yeppeo…” Beberapa namja melihat kearah Hyora yang kini berjalan di depan Kyuhyun agak jauh.

“Jogiyooo… Itu istriku…” tegur Kyuhyun.

“Kalau begitu, aku ayah mertuamu…” jawab salah satu namja. Mereka menertawakan Kyuhyun.

“Ya~!! Lee Hyora!! Tunggu aku!! Kenapa kau berjaln sendirian hah!!” Kyuhyun menyusul Hyora.

“Kau juga harus terbiasa dengan itu Tuan Gaem Gyu~” jawaban Hyora membuat Kyuhyun menahan amarahnya. Sekarang lihat, kan siapa yang cemburu??

End of Author’s P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V

Kami sekarang keluar dari lift yang ada didepan meja resepsionis. Saat pintunya terbuka, kami melihat sosok yang kami kenal melambai pada kami.

“MWO!!!!” Aku berteriak tanpa sadar.

“Onnie!! Oppa!!!” Hyora juga ikut berteriak dan langsung memeluk Donghae oppa nya itu.

“Annyeong!!! Kami menunggumu keluar dari kamar hahaha.” Eunhyuk Hyung memperlihatkan giginya yang rapi itu.

“Mwohaneungoya!!!(Apa yang kalian lakukan???)” Aku mendekati mereka kaget. Ketiga cecunguk ini ada disini!!.

“Kenapa kau tidak memberikan kami pelukan hangat dulu, Kyuhyun~ah??” tanya Ahra Nuna dengan smirknya. Ini tidak beres.

“Kaliaaann….” Belum selesai bicara, Ahra Nuna suda memegang kerahku dan memukulku.

“Ya! Berani sekali kau membuat Hyora menangis hah!!” teriaknya.

“Nuna~ya! Appeuda…” ringisku. Sial! Pukulannya masih saja sakit. Donghae hyung dan Eunhyuk hyung menahan tawanya.

“Kau benar-benar suami yang tidak becus menjaga istrinya…. Untung kau segera datang, kalau tidak sudah kubuat kau jadi bibimbab rasa Kyuhyun!” ucap Ahra Nuna. Aish.. Benar-benar mengerikan sekali dia ini.

“Sudahlah Eonnie… Aku sudah tidak apa-apa kok.” bela Hyora.

“Lihat. Istrimu ini begitu baik. Coba dia tidak menghentikanku…” Nuna melepaskan tangannya dari kerah bajuku. Aku mengerucutkan bibirku mendengar ucapan nuna. Cish! Yang adiknya aku atau Hyora. Kenapa dia jadi lebih sayang dengan Hyora.

“Mianhae, Nuna… Aku takkan mengulanginya lagi.” kataku.

“Jadi… Selama ini kalian….” Hyora mengehentikan kalimatnya.

“Kami selalu bersama kalian selama 3 hari ini dan melihat kalian melakukan semuanya. Huahahhaha..” Donghae Hyung menjawab.

“MWO!!! Jadi aura yang kemarin aku rasakan itu benar-benar kalian??” Aku berteriak.

“Huahahha… Radarmu itu sungguh daebak sekali Kyuhyun~ah… Kau ini ahli sekali ya melakukan kisseu di bawah hujan. Seperti sedang shooting drama saja. Hahahaha..” Eunhyuk Hyung dan kedua cecunguk lainnya ikut tertawa. Aku bisa merasakan panas di seluruh wajahku. Kulirik Hyora. Dia juga sama saja. Semburat merah muda tampak di wajahnya yang putih itu.

“Ya!! Mati kaliannnnnnnn!!!” Aku mengejar dan menangkap hyung dan nunaku.

“Ya! Kau harusnya berterima kasih pada kami tahu!!” Ahra Nuna berkata.

“Kenapa aku harus berterima kasih?”

“Ini kan hadiah pernikahan kalian dari Appa yang tidak jadi kalian ambil. Dan uang saku itu dari Appa dan Eommamu juga.” kata Donghae Hyung.

“Lalu kenapa?? Kami akan berterima kasih pada mereka nanti. Lantas kenapa aku harus berterima kasih pada kalian hah!!”

“Kami yang merayu mereka dan juga meyakinkan mereka…” kata Eunhyuk Hyung.

“Hyungdeul dan Nuna!! Kalian ini mengganggu sajaaaaaa!!”

Jadi, setelah itu kami check out dan pulang dalam satu pesawat. Ternyata kemarin mereka ada di belakang kami. Kenapa aku tidak menyadarinya ya? Ah~ Ini pasti gara-gara aku terlalu asyik bermain game.

End of kyuhyun POV

—–

Hyora’s P.O.V

“Ya~ Chukhahae Hyora~ya…” bisik Eunhyuk oppa terkikik saat kami menuju pesawat. Kebetulan aku berjalan sejajar dengan Eunhyuk Oppa saat itu. Kyuhyun, Donghae Oppa dan Ahra Eonnie sudah ada di depan.

“Ne?” Aku tak mengerti apa yang diucapkannya.

“Kau tidak tahu aku menyelamatimu untuk apa? tanyanya lagi.

“Ani” Aku menggeleng.

“Cukhahae karena sudah tidak perawan lagi.” Aku membelalakan mata saat mendengar kalimat Eunhyuk oppa yang membuatku sangat malu.

“Mwo…mworagoyo???Eo..Eo..ttokhae arasseoyo, oppa?” Aku tergagap.

“Hickey-mu itu kelihatan sekali. Hahaha… Kyuhyun pasti trampil sekali ya? Hahahaha.” dia menggodaku.

“OPPA!!!!” Aku berteriak karena malu sambil memegang leherku yang memerah gara-gara Kyuhyun semalam. Eunhyuk Oppa menyeringai. Puas sekali dia meledekku. Aku menutupinya dengan jaket yang aku bawa.

“Kyuhyun~ah… Pinjam Hyora sebentar ya…” Ahra Eonnie menggandengku saat kami naik kedalam pesawat.

“Sembarangan saja, dia ini bukan barang Nuna…” jawab Kyuhyun.

“Ara ara…”

“Ya~ jangan lama – lama…” kata Kyuhyun.

“Ah~ cerewet kau.. Ayo duduk dengan kami sebagai hukuman kau tidak menjaga adikku dengan baik kemarin…” Donghae mengalungkan lengannya ke leher Kyuhyun.

“Ya ya ya… Hyung…” protes Kyuhyun. Tapi, tangannya sudah diseret oleh Donghae dan Eunhyuk.

Ahra Eonnie memintaku untuk duduk bersamanya sebentar. Jadi, Eunhyuk Oppa, Donghae Oppa, dan Kyuhyun ada di tempat duduk belakang. Sedangkan aku dan Ahra Eonnie ada di depan.

“Otte? Kalian sudah melakukannya kan?” Ahra Eonnie berbisik.

“N..ne?” ucapku pura-pura tidak mengerti.

“jangan pura-pura tidak mengerti Hyora~ya…”

“Oh itu….n…ne.” Aku menunduk karena malu. Kenapa orang-orang ini suka sekali bertanya seperti itu. Membuatku ingin ditelan bumi saja.

“Waaa!! Kalian benar-benar sudah melakukannya… Jarhandaaaaa!!!(bagus sekali!)” kata Ahra Eonnie bersemangat.

“Ah.. Eonnie… Sebenarnya…” aku jadi teringat baju ulang tahun dari Eonnie.

“Wae? Kyuhyun tidak memperlakukanmu dengan baik ya??” tebak Ahra eonnie.

“Aniyo… Dia baik sekali padaku… Tapi… Dia merobek baju hadiah dari eonnie.. Dia tidak sabar membuka resletingnya.” dengan polosnya aku berkata.

“Mianhaeyo Eonnie…” aku hampir menangis karena merasa bersalah.

“Mwo?? Huahahahhahahahaha….” Eonnie malah tertawa geli mendengar aku berkata seperti itu. Beberapa penumpang mendelik kesal ke arah Ahra eonnie karena dia tertawa keras sekali.

“Begitu rupanya? Hahahaha… Dia ganas juga ya? Anya anya… Gwenchanha Hyora~ya… Kau tidak perlu cemas. Akan kubuatkan lagi besok yang lebih praktis tentunya. Jadi, Kyuhyun tidak akan merobeknya lagi, oke?”

“Jinjjayo Eonnie? Aku memarahi dia saat tahu bajunya robek. Ah.. Padahal aku sangat menyukai baju itu….”

“Gwenchanha… Gomawo Hyora~ya. Kyuhyun berada di tangan yang benar kalau begitu. Aku sudah tenang karena dia memilikimu…” Eonnie membelai kepalaku. Kami tersenyum.

“Tapi kau jangan lupa ya buatkan aku keponakan…” Aduhh… Kenapa pembicaraannya itu lagi sih? =_=”

****

Hohoho.. Bagaimana? Puaskah anda? Kkkk..

visit our blog : www.kkumfiction.wordpress.com

15 thoughts on “{Kyura Moment} Let’s Get Married, Covered Honeymoon [Skip Version]

  1. Bagus2 thor
    Bisa dibaca siapa aja tapi ga kurang feel nya
    ((y) ˆ ³ˆ)(y) ((y) ˆ ³ˆ)(y)
    Top2 ‎​​((y)ˆ⌣ˆ)(y)siip!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s