Hello My Doctor [part 3]


Author : Flyingfishae

Main Cast : Lee Donghae, Kim Hyesung, Seungjo, Lee Sungmin, Lee Hyukjae.

Support Cast : Super Junior member and crew.

Genre : Love/Friend

Ps : anyeonghaseo… Haebun imnida! Semoga dengan ff ini kalia bisa terhibur! Aku akan segera tulis lanjutannya… semoga semua suka. Kamshamida!

Buat yang ketinggalan part1 dan part2 nya, bisa dicek di wp pribadi aku di: www.writeforfish.wordpress.com gomawooo


Entah sudah berapa lama Donghae terus menerus tersenyum, membuat member lainnya kelimpungan mencari jawaban atas sikapnya yang tidak wajar ini. Eunhyuk yang sudah tau semuanya hanya dapat diam dan sesekali menggoda Donghae yang tidak kehilangan senyumnya.

Sama seperti hari-hari biasanya Donghae tersenyum terus sambil memainkan ponselnya. suasana hati Donghae begitu riang sejak ia bertemu Hyesung, apa lagi, kali ini ia sudah mendapat nomor ponselnya, ini sangat memudahkannya untuk mendekatkan diri dengan Hyesung.

tadi pagi, begitu bangun dari tidurnya Donghae tanpa sadar menelpon Hyesung. begitu Hyesung mengangkat telponnya barulah Donghae tersadar bahwa jarinya telah menekan nomor Hyesung di ponselnya, panik dengan apa yang terjadi, Donghae malah tidak sengaja mengundang Hyesung ke dormnya siang ini. Awalnya Donghae bingung dan panik, dengan undangan tersebut, namun saat ini ia malah bersyukur karena dengan ketidak sengajaannya ia bisa mengundang Hyesung. kalau dalam keadaan normal itu membutuhkan keberanian yang sangat besar.

“hyuuuung! Dimana bajuku??” tiba-tiba Donghae berteriak ketika tidak mendapati bajunya di lemari.

“baju apa? Mana aku tauuuu!” sahut Leeteuk enteng.

“baju yang…” Donghae belum sempat meneruskan kata-katanya, tiba tiba ada yang memencet bel.

“yaaa~ nuguseyoo?” Leeteuk berteriak dari dalam. Jantung Donghae langsung berdetak lebih cepat, apakah itu Hyesung? Donghae belum bersiap untuk bertemu Hyesung. Tapi kenapa gadis itu datang secepat ini.

Diam-diam Donghae mengintip dari dalam kamar. Takut-takut Hyesung benar benar datang dengan cepat. Namun detak jantung Donghae segera menjadi lebih stabil ketika ia melihat bahwa menejernyalah yang datang, dan bukan Hyesung seperti dalam bayangannya.

“oh, Hyung.. Ada apa?” tanya Leeteuk setelah mempersilahkan menejernya itu duduk.

“apa kalian semua ada di dorm? Apa kalian sedang berkumpul?” tanya menejer mereka sambil memperhatikan sekeliling.

“kalau hyung mau, aku bisa memanggil mereka semua kesini sekarang” Leeteuk menawarkan jasanya. Menejer hyung, mengangguk anggukan kepalanya

“panggilah, ada sesuatu yang aku rasa, perlu untuk dibicarakan” lanjut menejer hyung dengan nada serius. Donghae menyeritkan dahi.

###

Kini kesepuluh member Super Junior telah berkumpul, mereka duduk berkeliling dengan menejer hyung berada diantara mereka. Semua memasang muka santai, selama ini menejer hyung memang suka agak berlebihan untuk mengumumkan sesuatu yang kurang penting.

“ya~ aku mulai saja” menejer hyung mengawali pembicaraan

“kalian tau, kalian ini artis bertaraf internasional yang dimana tidak sembarang orang bisa bergabung untuk menjadi kru” lanjut menejer hyung, semua mengangguk anggukan kepala mereka.

“dan kalian tau stylist kita yang lama sudah sejak sebulan yang lalu pergi ke prancis untuk menuntut ilmu” lanjutnya lagi. Semua masih serius mendengarkan

“selain stylist, make up artist kalian juga sudah mengundurkan diri karena lelah” menejer hyung terus menjelaskan

“dan kalian juga tau aku tidak bisa memilih sembarang orang untuk menjadi kru” tambahnya lagi

“ne hyung, kau benar. Tidak boleh sembarang orang yang menjadi make up artist kita. Hanya orang yang ahli yang mengeri jenis kulit kami masing-masing” kini Ryewook memberikan pendapatnya. Menejer hyung mengangguk angguk.

“stylist juga tidak boleh sembarangan! Itu juga menentukan penampilan kita” tambah Kyuhyun. Menejer hyung kembali mengangguk.

“jadi… Kalian semua sudah tau kan bahwa menjadi kru tidak boleh orang yang sembarangan?” tanya menejer hyung semangat

“nde~” jawab member Super Junior dengan semangat.

“kalian juga tau kan, aku pasti memilih orang yang terbaik untuk kalian?” tanya menejer hyung lagi. Semua masih dalam keadaan semangat

“nde hyung~” jawab mereka serempak.

“aku sudah berkeliling dan mencari cari orang yang tepat. Tapi untuk saat ini, aku rasa orang inilah yang tertepat untuk kita. Aku harap kalian bisa mengerti” lanjut Menejer hyung dengan serius

“cepatlah hyung~ siapa orangnya? Lagi pula siapapun itu, asal ia bekerja dengan baik, kami tidak akan peduli” kini Heechul menjadi tidak sabar. Menejer hyung mengangguk anggukan kepalanya.

“ne.. Ne… Yeoja yang menjadi stylist sekaligus make up artist baru kita, sudah ada di depan dorm kalian. Apa kupersilahkan masuk saja?” tanya menejer hyung. Semua serempak menjawab “ne!!”

melihat respon mereka, menejer hyung langsung mengambil ponselnya dari saku celananya. Ia menelpon seseorang dan tidak lama kemudian. Seorang wanita berambut panjang, dengan menggunakan syal bulu, dan spatu boots yang tinggi ditambah celana pendeknya menambah kesan dewasa dalam diri yeoja itu.

Semua memperhatikan dengan teliti, namun sesaat semua member tersadar akan wanita itu. penampilannya memang berubah, make up yang digunakan juga tebal jadi hampir menyamarkan wajah aslinya. Tapi senyumannya itu, tidak bisa dilupakan oleh seluruh member super junior, terutama Donghae.

braaaak!

Donghae tiba tiba membanting notes yang ia pegang sejak tadi, membuat suasana hening sejenak.

“hyung!!! Apa kau gila?!” kata Donghae sembari berdiri dari duduknya. Eunhyuk berusaha menenangkan Donghae yang sepertinya sedang emosi.

“sudahlah Donghae ssi, ini yang bisa aku lakukan. Lagi pula kejadiannya sudah lama sekali bukan? Kenapa kau masih begitu” jelas menejer hyung sambil menatap Donghae yang geram. Donghae menghela napasnya.

“lagi pula apa salahnya kalau kau dan seung…” menejer hyung ingin menjelaskan sesuatu namun Donghae langsung menatapnya tajam

“hyung jangan bercanda!” Donghae memohon kepada menejernya

Yeoja yang sedari tadi hanya memperhatikan kini berjalan mendekati mereka semua, senyum di wajahnya semakin menjadi jadi. Ia lalu berdiri tepat di depan Siwon yang memalingkan wajahnya. Yeoja itu memperhatikan satu persatu wajah para member dengan teliti. Lalu matanya berhenti saat melihat Donghae yang tengah berdiri sambil memperhatikan yeoja itu dengan kesal. Sesaat mereka saling bertatapan.

“kenapa Hae? Tidak siap dengan kedatanganku?” wanita itu memainkan ponselnya di depan para member yang lain, sambil terus menatap Donghae yang semakin kesal.

“diam kau! Hyung! kenapa kau begitu?!” Heechul berdiri sambil menatap menejer hyung dan yeoja itu bergantian

“tenanglah teman-teman, duduk dan bernapaslah dulu…” kini Leeteuk berusaha mencairkan suasana yang sudah mulai panas.

“seungjo adalah make up artist yang bisa dipercaya, untuk saat ini aku hanya bisa melakukan ini… Aku harap kalian mengerti” jelas menejer hyung sambil menghela napasnya berkali kali.

“bagaimana mungkin aku bisa mengerti!!” bentak Donghae yang kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya. Pintu kamarnya di banting begitu kerasnya.

“ya~ kau ini benar-benar!” Heechul menatap yeoja bernama Seungjo itu dengan sinis, lalu ia masuk kedalam kamarnya. Seungjo masih memasang senyum di wajahnya. Semua member menunjukan ekspresi kesal mereka.

Eunhyuk mengelus elus dahinya. Ia bingung dengan situasi saat ini. Tiba-tiba terdengar bunyi bel dari arah pintu, dengan cepat Eunhyuk yang sudah malas melihat muka Seungjo langsung berdiri, dan membukakan pintu tanpa bertanya siapa yang datang.

mata Eunhyuk langsung membesar katika melihat tamu yang mengunjungi dorm mereka, rasa heran seketika menyelimuti dirinya.

“hye.. Hyesung ssi?” kata Eunhyuk terbata ketika melihat Hyesung tengah berdiri dengan senyum mengambang di wajahnya.

“a..anyeonghaeseo…” jawab Hyesung sambil menundukan badannya. Eunhyuk masih keheranan.

“ke..kenapa kau bisa kesini?” tanya Eunhyuk penasaran.

“ah, itu tadi pagi, Donghae ssi menelponku dan aku…” Hyesung ingin menjelaskan namun dari arah dalam Yesung sudah memotong pembicaraan mereka.

“siapa Hyuk? Kenapa tidak disuruh masuk?” tanya Yesung sambil berdiri dan berjalan mendekati Eunhyuk dan Hyesung di depan pintu.

“oh, kau dokter yang waktu itu ada apa?” kini Yesung bertanya kepada Hyesung yang tiba-tiba menjadi gugup.

“woaah dokter Hyesung! Ayo masuk, kenapa hanya di depan pintu?” kini Sungmin mempersilahkannya masuk. Dengan perasaan berdebar, Hyesung melangkahkan kakinya kedalam dorm mereka. Ia melepas sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah yang berada disana. Dengan gugup ia mencoba memberi salam dengan semua yang ada disana. Namun ada sosok asing di mata Hyesung, sebelumnya ia sudah pernah melihat menejer mereka di rumah sakit, tapi… Siapa wanita ini.

Sesaat, Hyesung dan Seungjo saling bertatapan, dan mereka bertanya tanya didalam hati mereka masing-masing.

“nugu?” Seungjo bertanya keheranan. Hyesung yang tidak mengerti apa-apa langsung membungkukan badannya.

“anyeonghaseo.. Hyesung imnida~” sapa Hyesung. Seungjo masih keheranan.

tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan keras, Donghae keluar dengan baju yang sama dengan tadi. Matanya memerah, ia keluar dengan napas yang agak tidak beraturan, ia hendak pergi ke kamar mandi saat matanya melihat sosok Hyesung di dalam dorm.

Ia mengedip kedipkan matanya, tidak percaya. ia hampir lupa dengan undangan yang ia berikan tadi pagi.

Hyesung menatap Donghae dengan heran, baru kali ini ia datang ke dorm mereka, suasana disini sepertinya sedang kurang baik. Apa lagi ia melihat keadaan Donghae yang tidak seperti biasanya, perasaaannya langsung tidak enak.

“ah, sepertinya kalian sedang sibuk. Aku… Akan datang lain waktu saja” kata Hyesung terbata sambil membalikan badannya dan hendak keluar dari dorm tersebut.

“changkaman! Jangan kemana-mana, aku yang mengundangmu. jangan pergi dulu!” ucap Donghae lalu berlari untuk mencuci mukanya.

Suasana dalam dorm masih aneh, sebagian member menatap Hyesung dengan tatapan yang tidak biasa, sebagian lagi hanya menundukan kepalanya. Seungjo menatap Hyesung dari atas sampai bawah.

“ya~ aku akan kembali bekerja, aku permisih dulu” kini menejer hyung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.

“seungjo ah, kau mau pulang bersamaku atau bagaimana?” tanya menejer hyung sambil menoleh kearah Sungjo yang tidak mengubah posisinya sejak tadi.

“ani. Aku akan disini sebentar. Kau duluan saja” jawab sungjo, diikuti anggukan menejer hyung yang lalu keluar dari dorm mereka.

Sungjo mendekati Hyesung dengan mantab, Hyesung menatap Sungjo ragu-ragu. Tanpa basa basi, Sungjo langsung menatap ke mata bulat Hyesung.

“kamu siapa? Bukan namamu! Tapi kamu ada hubungan apa dengan mereka?” tanya Sungjo dengan nada baik-baik. Hyesung melayangkan senyumnya.

“aku dokter yang menangani Lee Donghae. Hyesung imnida” Hyesung memperkenalkan diri untuk yang kedua kalinya.

“mwo? Dokter? Berapa usiamu?!” tanya Sungjo heran mendengar pengakuan hyesung tadi.

“bukan urusanmu!” Donghae datang dengan tergesa gesa. Di tariknya tangan Hyesung menjauh dari tubuh Sungjo. Dan diajaknya Hyesung keluar meninggalkan Sungjo dan member yang lainnya.

Hyesung mengikuti langkah Donghae dengan heran. Ia belum dapat mengerti situasi di dalam dorm tadi.

Mereka berjalan meninggalkan Dorm dan pergi menuju taman yang ada di apartemen mereka, mereka duduk di salah satu kursi disana, suasana terik siang hari membuat mereka berkeringat. Mereka duduk dalam diam, mereka masih tidak tau apa yang harus mereka katakan terlebih dahulu.

“mian!” kata mereka serempak, membuat mereka kini saling bertatapan.

“a.. Kau dulu” Hyesung mempersilahkan Donghae berbicara terlebih dahulu.

“ani. Kau saja…” Donghae menolak, dan mempersilahkan Hyesung berbicara lebih dahulu.

“baiklah~” jawab Hyesung sambil menghela napas panjang.

“mi… Mianhe.. Aku mungkin tidak seharusnya datang ke dormu hari ini” lanjut Hyesung dengan nada penyesalan.

“aniyo~ kau seharusnya tidak meminta maaf. Akulah yang mengundangmu, akulah yang seharusnya meminta maaf” kini Donghae berkata sambil menghela nafas.

“kalau boleh tau, apakah kalian sedang melakukan sesuatu yang penting tadi? Apa aku mengganggu? Apa baik-baik saja bila kau sekarang ada di sini?” tanya Hyesung menyelidik, Donghae melirik Hyesung sambil tersenyum kecil.

“gwaenchana. Kami tidak melakukan sesuatu yang berarti. tapi aku akui, kami memang sedang mengalami masalah” jawab Donghae, Hyesung semakin penasaran.

“masalah apa…?” tanya Hyesung

“tidak penting..” jawab Donghae sambil menghela napas panjang, lalu berdiri dari duduknya. Hyesung memperhatikan Donghae dari tempat duduk. Donghae menggerak gerakan tangannya lalu menolehkan kepalanya kearah Hyesung. Hyesung menatapnya dengan heran.

“karena suasana dorm sedang tidak baik, dan kau sudah datang kesini… Bagaimana kalau kita jalan-jalan?”

Donghae menawarkan.

“Mwo? jalan-jalan” Hyesung terbelalak kaget.

“ne.. Jalan-jalan” lanjut Donghae sambil mengeluarkan kunci mobil dari sakunya dan memperlihatkannya ke Hyesung

###

-at Suju’s dorm-

“lebih baik kau pulang sekarang!” Heechul membanting pintu kamarnya dan menarik tangan seungjo menuju kedepan pintu.

“aa..tu…tunggu dulu!” Seungjo melepas genggaman tangan Heechul. Heechul melotot geram.

“kenapa kau kasar sekali padaku!!” bentak Seungjo di depan muka Heechul. muka Heechul memanas

“mwo?! Kasar?! Ya!! Siapa suruh kau kembali ke dorm ini! Kau seharusnya bersyukur saat itu aku tidak membakarmu hidup hidup!” bentak Heechul keras, Seungjo berusaha mengatur napasnya.

“aku terlalu marah padamu hingga saat itu aku malas bertemu denganmu! Kau tau apa yang ingin aku lakukan?! Aku ingin mendorongmu terjun dari lantai 13 saat itu!! Kau harus tau itu!!!” lanjut Heechul lagi dengan bentakan yang tidak kalah keras. Leeteuk menghampiri Heechul yang emosi dan memegang pundaknya. Berusaha menenangkan Heechul.

“sudahlah hyung! Tidak ada gunanya bersikap baik kepada wanita ini!!” bentak Heechul lagi, lalu kembali lagi masuk kekamarnya.

“ya! Kim Heechul! Kalau bukan paksaan menejermu itu aku juga tidak mau kemari!! Lagi pula…” teriak Seungjo sambil menatap pintu kamar Heechul yang sudah tertutup, Leeteuk berada disampingnya sambil mengisyaratkannya untuk segera keluar dari dorm.

“aku… Aku ingin memperbaiki semuanya!!” lanjut Seungjo membuat semua menjadi hening.

“tidak ada yang perlu diperbaiki… Kau sebaiknya pulang sekarang, aku juga tidak mau melihatmu” kini Leeteuk membukakan pintu dorm untuk Seungjo. Seungjo menatap Leeteuk yang sudah bergetar semua jari-jarinya. Seungjo menghela napas panjang dan akhirnya berjalan dengan cepat meninggalkan dorm itu.

Ryewook berjalan mendekati Leeteuk yang tertunduk di depan pintu. Ryewook memegang pundak Leeteuk dengan lembut, sambil sesekali menepuknya.

“sudahlah hyung… Kau butuh istirahat” bisik Ryewook sambil menuntun Leeteuk duduk di sofa, member yang lainnya ikut membantu.

###

-at Donghae’s car-

Hyesung duduk dalam diam sambil sesekali melirik kearah Donghae yang menyetir sambil tersenyum. mereka sudah berjalan selama lima belas menit, namun keduanya masih belum dapat membuka pembicaraan. Dengan ragu-ragu akhirnya Hyesung membuka mulutnya.

“Do..Donghae ssi…” sapa Hyesung pelan dan penuh ragu, Donghae mengangkat alisnya sambil begumam pelan

“Ki..kita mau kemana?” tanya Hyesung masih ragu-ragu.

“hmmm…” guman Donghae sambil terus fokus terhadap jalan raya.

“Do..Donghae ssi!” Hyesung menaikan nada suaranya begitu mendapat respon yang sangat dingin dari Donghae.

“ki.. Kita akan… Ke..” kata Donghae terbata, alisnya berkerut, sedikit demi sedikit keringat keluar dari dahinya.

“Ya! Donghae ssi!! Kita mau kemana?! Yang jelas…” Kini Hyesung menaikan nada suaranya sambil menatap Donghae dalam-dalam.

dengan cepat Donghae menoleh kearah Hyesung yang penasaran setengah mati.

“ya… Hyesung ssi… Aku sedang menyetir… Hyuk pernah bilang padaku….” Donghae berusaha menjelaskan.

“DO..DONGHAE SSI!! LIAT KEDEPAN” tiba-tiba Hyesung berteriak sambil menujuk kearah jalan.

“apa! Apa!” kata Donghae panik sambil berusaha menacari masalahnya. Hyesung lebih panik lagi.

“Tembooooook!!” teriak Hyesung kecang sambil memebelokan stir yang Donghae pegang, agar mereka tidak jadi menabrak tembok yang sudah menyambut di depannya.

“aaaaaaarg!” Donghae berteriak sangat kencang sambil melepas stir mobilnya.

“Rem!! Donghae ssi REEEEEEM!!” Hyesung kembali berteriak, dengan panik Donghae menginjak remnya.

Gubraaak.

Mobil berhasil dihentikan, dan mereka selamat. Tapi dengan tanpa sengaja mereka menyenggol ibu-ibu yang membawa setumpuk makanan sampai seluruh makanan yang dibawanya tumpah kelantai.

Donghae dan Hyesung sama-sama memejamkan matanya, perlahan Hyesung memberanikan diri untuk membuka matanya dan…

“o..othoke!! Donghae ssi!!” kata Hyesung panik sambil menepuk pundak Donghae agar Donghae membuka matanya. Donghae akhirnya membuka kedua matanya dan ia juga ikut terbelalak seperti Hyesung. Hyesung melepas sabuk pengamannya dengan cepat dan berlari menuju ibu-ibu yang mereka tabrak tadi. Sebenarnya hanya di senggol oleh bagian depan mobil, namun karena ibu itu terlalu banyak membawa barang, ibu itu ikut jatuh juga~

“bibi… Gwaenchanayo?” tanya Hyesung sambil mengulurkan tangannya untuk membantu ibu yang jatuh tadi. Donghae tetap diam di mobil, ia takut bila ia keluar fans akan mengetahuinya dan urusan bisa menjadi panjang.

“aigoo~ gwaenchana”jawab ibu tadi sambil menyambut tangan Hyesung lalu berdiri.

“astaga! Makananku? Astag! Otthoke??” ibu itu kini panik begitu melihat makanan yang ia bawa jatuh berantakan.

“a… Mianhe bibi… kami memang salah! Mianhe!!” Hyesung membungkuk berkali kali, ibu itu terlihat frustasi melihat makanannya jatuh dan berserakan dimana-mana

“aigoo~ mau makan apa anak-anak itu~ aigoo~” ibu tadi mengelus elus kepalanya sambil terus berguman penuh kekcewaan. Hyesung yang melihatnya lalu berlari kearah mobil, Hyesung berdiri tepat di depan jendela mobil Donghae. Donghae membuka jendela tersebut sambil mengenakan kaca mata hitamnya.

“bagaimana? Dia terluka?” tanya Donghae dengan cemas dan penasaran. Hyesung menggeleng.

“dia baik-baik saja.. Tapi…” jawab Hyesung sambil melirik ibu tadi

“tapa apa?” tanya Donghae penasaran

“kita harus ganti rugi~” bisik Hyesung, Donghae mengangguk angguk pasti.

“untunglah.. Soal itu tidak perlu cemas” jawab Donghae sambil merogoh saku celananya. Ia mencari cari dompetnya dan ia tidak menemukannya.

“Hye..Hyesung ssi~” kata Donghae perlahan. Hyesung menaikan alisnya.

“aku lupa bawa dompeeet” bisik Donghae pelan, Hyesung membelalakan matanya.

“mwo? Aigoo~ pakai uangku saja dulu!” jawab Hyesung tegas lalu kembali ke ibu-ibu tadi dan mengganti seluruh biaya makanan yang tumpah. Setelah urusannya dengan ibu tadi selesai, ia kembali ke mobil Donghae. Namun ia kini membuka pintu tempat dimana Donghae duduk. Ia membuka pintu itu dengan cukup keras.

“biar aku yang menyetir” kata Hyesung datar, Donghae membelalakan matanya heran.

“Mwo?” tanya Donghae kaget

“turun… Aku saja yang menyetir. Aku belum mau mati” lanjut Hyesung, Donghae tidak menyangka Hyesung bisa berubah menjadi setegas ini. Dengan ragu Donghae turun dari mobilnya dan pindah kesisi yang lain.

Hyesung mengambil alih kemudi, ia menghela napas panjang, lalu mulai mengemudikan mobilnya tanpa ragu.

“kemana kita?” kini Donghae yang bertanya dengan ragu-ragu.

“kembali ke dormmu saja” jawab Hyesung asal sambil terus berkonsentrasi ke jalan.

###

-at suju’s Dorm-

semua melakukan kegiatannya masing masing. Ryewook dan Yesung masih berusaha menenangkan Leeteuk yang sepertinya masih geram atas kejadian tadi. Heechul sejak tadi tidak keluar-keluar dari kamar.

Hyesung memencet bel didepannya itu tanpa ragu. Disampingnya Donghae terdiam dan hanya mengikuti langkah Hyesung sejak tadi.

“oh Hyesung ssi” sapa Eunhyuk saat membukakan pintu.

“ah ne eunhyuk ssi” jawab Hyesung seadanya. Donghae lalu masuk kedalam dorm terlebih dahulu.

“hyuk ah~ apa dia masih disini?” tanya Donghae saat ia bersebelahan dengan Eunhyuk

“ani. Dia sudah pulang sejak tadi. Kau dari mana?” tanya Eunhyuk, Donghae menggeleng lalu masuk kedalam dorm. Hyesung mengintip dari balik badan Eunhyuk yang bidang.

“sepertinya suasananya sedang keruh ya?” kata Hyesung tiba-tiba. Eunhyuk menoleh sambil mengangguk anggukan kepalanya.

“aku pulang saja kalau begitu” tambah Hyesung

“kau tidak mau masuk dulu?” tanya Eunhyuk

“ani, aku pulang saja… Anyeong!” kata Hyesung lalu pergi meninggalkan dorm itu.

-Hyesung pov-

Astaga! Aku tidak menyangka Donghae benar benar payah dalam menyetir. Haish! Tapi tadi suasana hatinya langsung berubah seketika begitu ia sampai ke dalam dorm. Apa mereka benar-benar punya masalah yang besar?

Aku mengganti pakaianku tadi begitu sampai dirumah, ketika aku ingin menaruh celana panjangku ke keranjang kotor, sesuatu jatuh dari sakunya. Sesuatu yang seharusnya tidak terbawa olehku. Kunci mobil Donghae. Haish! Kenapa aku bisa seceroboh ini? aku harusnya memberikannya ke Eunhyuk tadi. Aku ingin segera mengembalikan ini, tapi aku masih lelah akibat insiden mobil tadi. Akan ku kembalikan kunci ini nanti malam, sekarang biarkan aku tidur untuk melepas segala keherananku hari ini, astagaaa.

Donghae Pov-

Aku melihat Leeteuk hyung masih tertunduk lemas di sofa. Ryewook dan Yesung Hyung sedang menenangkannya. Aku jadi terbayang kejadian tahun lalu. Kejadian yang seharusnya bisa dihindari bila aku mendengarkan kata-kata kangin hyung.

Aku menghela napas panjang berkali kali, aku bersender di sofa persis di sebelah Leeteuk hyung. Aku mengenggam tangannya dengan gemetar. Perlahan aku merasakan air mata sudah menumpuk di mataku! Ya! Lee Donghae pabo!! Namja apa kau? Menangis begini! Kenapa kau selalu menangis sih.

Leeteuk hyung menolehkan kepalanya dan menatapku heran

“mianhe hyung~” kataku pelan, air mata sudah mengalir di pipiku. Ini adalah situasi yang tidak ingin aku hadapi, namun kenyataannya karena wanita itu datang, seluruh memori suram yang terjadi tahun lalu kini kembali terlintas di otak kami semua.

“jangan begitu hae” Leeteuk hyung berusaha menenangkanku. Eunhyuk sahabatku tiba tiba mengelus punggungku dari belakang. Ia sepertinya juga ikut menangis, Kyuhyun, shindong dan Sungmin hyng kini ikut mengerubungi kami. Kami berkumpul disini mengingat kejadian yang membuat hati kami semua sakit itu. Siwon sepertinya sudah pergi dari dorm ini, karena sejak tadi aku tidak melihatnya, dan Heechul hyung? Aku rasa ia perlu menenangkan dirinya sediri dikamar.

-author pov-

Hyesung memutar mutarkan badannya di depan cermin, ia merasa penampilannya sudah cukup baik kali ini. malam ini ia akan pergi ke Dorm Super Junior untuk yang kedua kalinya. Ini semua hanya karena kunci mobil yang tak sengaja ia bawa sampai kerumahnya. Ia cukup merasa bersalah, karena menurutnya kunci mobil itu adalah benda penting.

kali ini Hyesung tidak memilih taksi, melainkan ia memilih menyetir sendiri hingga sampai ke dorm suju. Ia menyetir dengan cepat dan aman, tidak lama kemudian ia sudah sampai di dorm yang berisikan 10 namja itu.

Ia melangkah dengan enteng, melewati beberapa remaja yang sepertinya adalah fans dari orang-orang yang akan ia temui nanti. tak lama kemudian ia sudah sampai di depan pintu dorm suju.

Ia menekan belnya, tak usah menunggu lama, pintu tersebut sudah dibuka oleh pria bernama Lee Sungmin. Hyesung sedikit kaget melihat Sungmin, karena tadi siang selama dua kali pintu ini dibukakan oleh Eunhyuk, bukan yang lain.

“oh, Hyesung ssi?” Sungmin cukup kaget mendapati Hyesung datang ke dorm mereka untuk kedua kalinya.

“nde.. apakah Donghae ssi ada di dalam?” tanya Hyesung ragu. Sungmin mengangguk

“ne.. Kami sedang makan malam. Ayo bergabung” Sungmin menawarkan sambil tersenyum. Hyesung mengangguk sopan lalu masuk kedalam.

Donghae yang sedang asik menyuap nasinya kaget mendapati Hyesung datang kemabali kesini.

“Hye.. Hyesung ssi. Ada apa?” tanya Donghae cepat, Hyesung tersenyum kecil.

“kunci mobilmu… Terbawa olehku” jawab Hyesung malu-malu. Semua membelalakan matanya.

“Mwo? Jadi kalian berdua naik mobil?” tanya Heechul yang juga sedang makan malam. Hyesung mengangguk.

“kau membiarkan si ikan ini menyetir? Apa kau bosan hidup” celetuk Kyuhyun, Hyesung membelalakan matanya karena kaget.

“haish! Magnae ini tidak sopan! Siapa yang kau panggil ikan hah? Dia hyungmu!” kini Eunhyuk menjitak kepala Kyuhyun pelan.

“tapi… Apa kalian baik-baik saja” kini Eunhyuk ikut menyelidik

“Ya! Kalian ini kenapa? tentu kami baik-baik saja” jawab Donghae tidak terima. Hyesung tetawa kecil.

“mau kutempatkan dimana?” tanya Sungmin tiba-tiba sambil mengangkat kursi makan untuk Hyesung, Hyesung kaget dan meraaa tidak enak.

“haish merepotkan sekali Sungmin ssi. Tidak usah” kata Hyesung cepat. Sungmin hanya tersenyum.

“disini saja! Disini longgar” sahut shindong sambil melirik tempat sebelahnya yang kosong. Sungmin lantas begegas menempatkan kursi tersebut disebelah Shindong. Hyesung mengikuti dari belakang. Kini Hyesung dan Donghae menjadi berhadap hadapan. Sungmin mengambilkan nasi untuk Hyesung dan Hyesung menerimanya dengan sopan.

“jadi… Kalian kemana saja tadi siang?” tanya Leeteuk membuka pembicaraan. Hyesung kaget dan menatap Donghae.

“yaah hanya berkeliling sebentar” jawab Donghae sambil terus mengunyah makanan di depannya.

“kalian sangat dekat ya?” tanya Siwon yang kebetulan ikut makan bersama mereka.

“ne. Mereka sangat dekat. Terlihat sekali kan? Hihi” goda Eunhyuk disela sela makannya. muka Hyesung memerah. Donghae menendang kaki Eunhyuk yang berada di sebelahnya.

“jadi senyum-senyum gilamu itu karena dia hae?” tanya Yesung cepat, membuat Donghae dan Hyesung salah tingkah.

“HAHAHAHAHAAAA!” Eunhyuk tetawa begitu lepas. Hyesung mengedip kedipkan matanya bingung apa yang harus ia lakukan.

“YA!!” bentak Donghae menerima semua godaan dari teman-temannya itu.

Hyesung terkekeh kecil, yang lain juga ikut terkekeh. Mereka makan dengan tenang dan nyaman, Hyesung juga sudah sangat bisa bersosialisasi dengan semua.

Hyesung sedang membantu Ryewook mencuci piring saat semua sudah selesai makan. Donghae duduk di meja makan sambil sesekali melihat Hyesung yang asik mencuci sambil sesekali bercanda dengan Ryewook.

“mau apa kau?!!” tiba-tiba suara Heechul mengalihkan perhatian mereka semua. Kini telah berdiri seorang yeoja di dalam dorm mereka. Hyesung menatap dengan tatapan heran, yang lainnya geram bukan main.

“kau belum puas mengacau tadi pagi?!” Heechul kembali membentak yeoja yang ternyata Seungjo itu.

“aku kan mulai sekarang bekerja dengan kalian” jawab Seungjo enteng sambil memiringkan kepalanya. Heechul berdecak kesal.

“bukan berarti kau boleh seenaknya datang kemari!” timpal Siwon dengan posisi duduknya yang khas.

“mwo? Bagaimana dengan yeoja itu?” tanya Seungjo licik sambil menunjuk Hyesung yang masih memegang piring.

“a…apa?” Hyesung bingung karena tiba-tiba dirinya di sangkut pautkan dengan semua ini.

“dia tamuku! Jangan ganggu! Ada urusan apa kau kemari?!” bentak Donghae geram sambil berjalan mendekati seungjo.

“woaah Donghae ssi. sekarang kau sudah beruba? Hebat sekali” sindir Seungjo sambil menatap Donghae.

“Ya! Mau apa kau sebenarnya kemari! Kau selalu membuat onar!” kini Eunhyuk ikut angkat bicara.

“aku… Hanya ingin memperbaiki semuanya” kata Seungjo enteng sambil berjalan mendekati Leeteuk yang teus tertunduk.

“aku… Ingin minta maaf padamu” lanjut Seungjo didepan muka Leeteuk. Leeteuk tetap menunduk dan tidak mau menatap Seungjo lagi.

“kalau bukan karena kau, ia masih disini… apa masuk akal bila aku memaafkanmu?” Leeteuk mengangkat kepalanya dan menatap Seungjo dengan sadis

“tapi… itukan bukan sepenuhnya salahku. Iya kan Donghae ah~” jawab Seungjo sambil menoleh kearah Donghae. Donghae memalingkan wajahnya.

####

-Hyesung Pov-

Ada apa ini? Kenapa Yeoja ini datang lagi? Tadi ia bilang ia bekerja bersama mereka, berarti dia itu adalah kru bukan?

Yeoja ini sangat dewasa dan glamour sekali, aku sampai mengira dia adalah artis… tadi dia sempat menunjukku dengan kuku jarinya yang sepertinya sangat terawat. Ah, kenapa aku selalu datang disaat yang kurang tepat. Lebih baik aku menghindar.

Aku mendengar mereka masih saling menyindir. aku tidak tau masalahnya tapi sepertinya yeoja itu telah membuat kesalahan yang cukup fatal hingga orang-orang yang selalu ceria ini mendadak berubah suasana hatinya.

aku merasa sangat tidak enak berada di tengah tengah situasi seperti ini. Sepertinya mereka tidak bisa bicara lepas bila aku terus berada di sini.

“a…a..a! Disini tidak ada buah ya? Kalau begitu aku beli buah dulu ya” kataku mencari alasan untuk keluar sejenak dari dorm ini.

“ah ne! Kami memang butuh buah, kau baik sekali Hyesung ssi” sahut Shindong ceria, sepertinya ia mengerti apa yang ada di pikiranku

“ah ne… Aku tinggalkan tas ku disini ya! Aku akan kembali lagi~” kataku sambil mengambil jaket, memakainya lalu berjalan keluar meninggalkan dorm yang sedang kacau itu.

Aku berjalan tak tentu arah, aku sendiri bingung mau kemana. Dan aku juga heran kenapa aku harus meninggalkan tasku disana. Aku bisa saja kan langsung pulang. haish! Kim Hyesung pabo!

Akhirnya aku memutuskan untuk benar benar membeli buah, aku tidak tau buah apa yang enak dimakan malam hari begini, dengan asal aku memilih buah semangka dan membelinya. Semoga sekarang situasinya sudah lebih nyaman.

Kini aku berjalan kembali menuju dorm mereka, aku memasuki gedung apartemen ini dengan menenteng plastik berisikan sebuah semangka bulat untuk kami nikmati nanti. Aku berjalan melewati loby dan aku melihat yeoja tadi berjalan dengan cepat sambil mengusap pipinya. Ada apa ini? Aku terus berjalan hingga kami berpaspasan.

“a.. Anyeonghaseo” aku berusaha menyapanya, ia menolehkan kepalanya kearahku dan mendekatkan tubuhnya.

“kau, Kim Hyesung kan? Dokter yang tadi pagi?” selidiknya tanpa basa basi. Aku sedikit mengangguk.

“aku Han Seungjo. Aku adalah make up artis dan stylist super junior yang baru” tambahnya.

“oh.. Salam kenal” kataku basa basi, ia menatapku tajam. Tatapan matanya mengerikan.

“aku tidak tau sedekat apa kau dengan Lee Donghae. Tapi kau harus tau, aku jauh lebih mengenalnya dari pada kau. Kau datang terlalu lambat!” tambahnya lagi sambil berjalan melewatiku dengan cepat.

Woaah ada apa ini? Kenapa ia begitu galak? Apa hubungannya denga Donghae ssi? Aaah wanita aneh!

Tapi tunggu, dia bilang dia adalah make up artis kan? Berarti sejak saat ini ia akan terus ikut kemanapun super junior pergi? Kemanapun Donghae pergi? Dia suka Donghae ya? Aaah! Kenapa aku jadi memikirkannya apa masalahku? Apa peduliku?!

###

-author pov-

Donghae mengacak acak rambutnya hingga rambutnya sudah tidak berbentuk. Eunhyuk sekuat tenaga menenangkan Donghae yang emosinya sedang tidak baik. Leeteuk sudah masuk kekamarnya bersama Heechul.

Tiba-tiba Hyesung masuk kedalam dorm tanpa memencet bel terlebih dahulu. Ia melihat Donghae dalam keadaan yang berebda, dan itu membuatnya sangat kaget.

Hyesung kemudian menaruh semangka yang dibelinya tadi di depan pintu, perlahan ia berjalan mendekati Donghae dan Eunhyuk. Eunhyuk menatap Hyesung ragu dan berusaha memberikan senyuman seadanya.

Hyesung menunjukan muka bertanya tanya, hatinya memang bertanya tanya. Ia sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi di dorm ini. Apakah ini semua karena wanita itu?

“sudahlah jangan dipikirkan” bisik Eunhyuk di telinga Donghae. Donghae masih menundukan kepalanya.

“Hyesung ssi disini Donghae ah~” lanjut Eunhyuk masih berbisik, namun bisikan itu cukup jelas terdengar di telinga Hyesung Hyesung menelan ludahnya. akhirnya Donghae mengangkat kepalanya dan menatap Hyesung dengan tatapan kaget. Ia lantas berbalik memunggungi Hyesung dan membenarkan penampilannya.

“Ya! Ya! Ya! Sudah sudah! Tidak ada yang perlu dicemaskan! Kita ini kuat! Ayo semangat!!” tiba-tiba Leeteuk keluar dari kamar dan memberi semangat para member yang lain

“ndeee!” hampir seluruh member merespon semangat Leeteuk.

“ayo Lee Donghae semangaat!!” seru Leeteuk lagi.

“ayo Hyung! Jangan layu!” kini Ryewook ikut memberi semangat.

“nde!! Super Junior Hwaiting!!” akhirnya Donghae berteriak dengan kencang sambil mengepalkan tangannya keudara.

“uri syupo juni~”

“oeyo!!”

Mendadak suasana kelam para member super junior tadi berubah menjadi suasana yang semangat membara. Hyesung masih memperhatikan dari tempat ia berdiri.

“ya! Hyesung ssi! Kau seharusnya menjadi kru kami! Kau sudah melihat semangat membara kami kan? Hahaha!” teriak Heechul diikuti tawa renyah dari yang lain, Hyesung langsung ikut tertawa kecil.

“kenapa tidak dari dulu saja kami mengenalmu ya?” tambah Heechul lagi.

“aigoo~ kita akan lama bertemu lagi. Besok kita sudah mulai sibuk dengan berbagai macam show” kini Ryewook angkat bicara.

“bukankah itu bagus? Kalian harus menjaga kesehatan kalian!” jawab Hyesung mantab. Yang lain tersenyum mendengarnya.

“lusa kami akan ke jepang…doakan kami ya!” Yesung berjalan mendekati Hyesung.

“nde… Aku doakan! Kalian pasti sukses! Hwaiting!!” seru Hyesung semangat. Semua member saling bertatap tatapan

“kamshamidaaaa!” seru mereka serempak sambil membungkukan badannya. Hyesung tertawa kecil melihatnya.

###

-Hyesung Pov-

Mereka unik sekali, belum ada lima belas menit yang lalu suasana hati mereka terlihat sangat gelap, tapi sekarang sudah kembali menjadi normal, bahkan lebih cerah. Hihihi. Mereka pasti lelah sekali setiap hari harus berpindah tempat, dari tempat satu ketempat lainnya. mereka benar benar harus menjaga kesehatan mereka.

Haish tapi aku masih penasaran dengan masalah tadi. Yeoja menyeramkan tadi sepertinya memiliki kekuatan untuk mengubah suasana cerah ini menjadi keruh, hiiiih mengerikan!

Tapi tunggu tadi mereka bilang mereka akan pergi ke jepang lusa? berarti yeoja bernama seungjo itu juga ikut dengan mereka? Aigoo~ kenapa aku memikirkannya.

Tapi kata-kata terakhirnya kepadaku, aku malah menganggapnya sebagai nada mengancam. benar-benar yeoja yang menyeramkan.

Aku mengambil semangka yang kubeli tadi dan kutaruh di dapur. Entah kenapa aku belum ingin pulang. Shindong ssi yang melihatku memotong semangka akhirnya membantuku memotongnya lalu menghidangkannya di tengah-tengah mereka.

“yaaaah~ kau memang baik sekali! Seratus persen baik!” yesung memujiku sambil mengambil satu potong semangka. Aku hanya dapat tersenyum.

“sayang sekali kita tidak bisa bertemu dalam waktu dekat ini” lanjutnya, aku mengngguk. Benar sayang sekali. Aku pasti merindukan atmosfir yang menyenangkan seperti ini.

“ya! Kita memang sulit bertemu Hyesung ssi. Tapi bagaimana dengan namja yang satu ini? mereka pasti bertemu diam-diam” celetuk Eunhyuk sambil melirik Donghae. Mwo??! Kenapa mereka suka sekali menggodaku dengan Donghae ssi. Aigoo mungkin ini karena aku mengenalnya terlebih dahulu.

“ya! Hyukjae ah! Jangan menggoda kami lagi” bentak Donghae. Astaga! Aku rasa ia tidak senang dengan godaan semacam itu.

Selama beberapa jam kami berkumpul di dorm ini dan saling bercanda, satu persatu dari kami mulai terlelap di lantai, aku sendiri baru sadar. Aku seharusnya pulang sekarang. aku hendak berdiri saat ujung mataku melihat Donghae yang terlelap. Wajah tidurnya tidak tenang. Setidaknya tidak lebih tenang dari saat ia di rumah sakit. Pasti dia sedang banyak masalah, tadi saja ia mengacak acak rambutnya. Aigoo!! Kenapa aku terus mengkhawatirkannya!!

Aku berdiri dan mengambil tasku, aku ingin sekali pamit kepada Donghae dan yang lainnya namun mereka semua telah terlelap. Aku akan pamit lewat surat saja. Aku mencari cari kertas di ruangan ini, begitu aku menemukannya aku langsung mengambil pulpen dan hendak menuliskan ucapan sampai jumpa. Tiba tiba seseorang menepuk pundakku, aku menoleh kaget.

“Su…Sungmin ssi?” kataku kaget melihat ia tiba tiba sudah berdiri di depanku.

“nde… Kau mau pulang” jawabnya sambil tersenyum. Aigoo~

“ah.. nn..ne” kataku terbata. Ia lalu tersenyum dan pergi mengambil kunci mobilnya. Hei!

“aku antar ya” dia menawarkan, aku membelalakan mataku. Mwo?

“ti..tidak usah! Aku bisa pulang sendri” aku menolak tawarannya. Tidak enak sekali rasanya. dia seharusnya tidur bersama yang lain. Tapi kenapa ia justru bangun? Haish

“haish! Jangan begitu, ini sudah malam. Tidak baik bila kau pulang sendiri” tambahnya.

“apa kau ingin aku membangunkan Donghae supaya ia bisa mengantarmu pulang. Hihihi” ledeknya, mataku terbelalak. Lagi-lagi dikaitkan dengan Donghae.

“Aniyo!!” elakku keras “yasudah ayo antarkan aku pulang!” akhirnya aku mengalah, dari pada ia membangunkan Donghae, lebih baik aku iyakan saja apa maunya.

Dia lalu mengambil topinya dan berjalan menuju pintu aku mengikutinya dari belakang. Mobilnya di parkirkan tidak jauh dari mobil Donghae, kami memasuki mobilnya dengan cepat. Takut-takut ada orang yang melihat kami. Dalam beberapa saat kami saling diam. aku mulai mengantuk, perlahan sayup sayup mataku mulai tertutup

“ya! Hyesung ssi!” katanya keras membuatku kembali terjaga. Aku menoleh kearahnya.

“apa kau serius dengan Donghae?” tanyanya. Pertanyaannya membuatku lebih terjaga dari sebelumnya. Aku menegakan tubuhku

“mw…mwo?” tanyaku kaget, ia tersenyum sebentar

“yaah~ semua juga tau kau sangat dekat dengan Donghae. Apa kau serius dengannya?” tanyanya lagi.

“saat ini kami masih berteman” jawabku asal. Memang apa yang aku harapkah? haish dokter bodoh!

“tapi kami semua tau Donghae menyukaimu” pernyataan Sungmin kali ini membuatku hampir loncat dari kursi mobil, andaikan saja aku tidak memakai sabuk pengaman aku pasti sudah terbang keangkasa.

“kau bercanda!” elakku sambil sedikit terkekeh, namun Sungmin tidak ikut tekekeh. Membuatku semakin bingung.

“tapi… Sungmin ssi. Bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanyaku penuh ragu. Sungmin mengangguk sambil terus menatap jalan raya.

“sebenarnya, siapa yeoja bernama Seungjo itu? Tadi aku sempat melihat Donghae…” lanjutku, namun Sungmin malah menarik napas berkali kali. Sebenarnya ada apa ini? Aigoo apa aku terlalu ikut campur. Sebaiknya aku diam.

“dia masa lalunya Donghae” kata Sungmin tiba-tiba.

“Mwo?!” sekali lagi aku terkaget dibuatnya. Astaga, aku kaget sekali. Aku terlalu kaget sampai tidak bisa mengucapkan apa apa lagi.

“nde.. Tapi yeoja itu membuat kesalahan yang fatal” lanjutnya, aku makin tidak bisa berkata-kata

“kesa..lahan?” tiba-tiba kata kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.haish! Aku benar benar tidak bisa menjaga mulut, tapi aku penasaran.

“nde.. Kesalahan yang bisa mengancam nyawanya” lanjut Sungmin. Mengancam nyawa? Benar-benar yeoja itu menyeramkan! Aku tidak mau mengatakan apa apa lagi, aku terlalu takut untuk meneruskan perbincangan ini.

“setelah itu belok kiri” kataku sambil menunjuk sebuah toko kue di pinggir jalan. akhirnya sampai jugaa!

Aku membuka sabuk pengamanku dan merapikan sedikit dandananku, Sungmin terdiam memperhatikanku. Aku lalu menundukan kepalaku dan tersenyum.

“kamshamida Sungmin ssi! Aku keluar sekarang” kataku sewajarnya, ia juga menundukan sedikit kepalanya.

“nde… Anyeong Hyesung ssi!” jawabnya, aku lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya. Tak lama ia lalu menjalankan mobilnya dan berjalan menjauhiku.

Haish kenapa hari ini membuatku dekat dengan mereka ya? padahal sedetikpun aku tidak pernah terpikir untuk menjadi dekat dengan orang-orang seperti mereka. Sepertinya aku harus bersyukur.

###

-Donghae Pov-

sinar matahari mulai menembus mataku, aku menggeliat di kasurku yang empuk. Hari ini kami akan pergi ke jepang untuk melakukan show. pasti akan sangat melelahkan.

Aku melirik jam di samping tempat tidurku. Haish aku telat bangun! Sayup sayup aku mendengar suara banyak orang dari luar, aku mencuci mukaku terlebih dahulu sebelum akhirnya aku keluar dan melihat orang orang sudah sibuk dengan urusannya.

Aku melihat beberapa member telah bangun dan menikmati sarapan mereka, disisi lain aku melihat para kru sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing. Ada satu lagi yang kulihat. Kali ini aku sangat berharap tidak melihatnya. Seungjo, yeoja itu mau tidak mau harus selalu aku lihat. Bagaimanapun juga ia sudah menjadi salah satu kru kami. Tiba-tiba Seungjo menoleh kearahku dan memajang senyumnya. Haish jinjja! Aku malas melihatnya, senyumnya sudah berbuah!

beberapa jam kemudian semua sudah berkumpul dan siap untuk pergi ke bandara, sesaat aku terpikirkan akan Hyesung. Aigoo akan lama kami tidak bertemu, aku sangat senang sekali saat ia bermain di dorm kami. Bisakah itu diulang lagi? Haha

Aku mangambil ponselku dan hendak menelponnya, beberapa asistenku telah mengangkat tasku dan siap berangkat menuju bandara. Tidak ada jawaban. Ia tidak menjawab. Apa dia sedang bekerja di rumah sakit? Aku yang putus asa, akhirnya menutup sambungan telepon dan pergi mengikuti yang lainnya menuju mobil. Tiba-tiba Eunhyuk merangkulku dari belakang.

“YA! Pangeran cinta! Bagaimana ini? kau akan meninggalkan gadismu di korea sendirian?” katanya bergurau. Aduh Hyuk-ah suka sekali sih menggodaku!

“apanya yang pangeran? Hah?!” jawabku sambil melepaskan rangkulannya.

“tapi.. Kenapa ia tidak menjawab telponku ya?” tanyaku, dia menyeritkan dahi.

“kenapa kau bertanya padaku?! waah kau benar-benar cemas ya? Hahaha!” katanya sambil tertawa terbahak, kurang ajar kau hyuk! Teman sedang bingung malah di tertawakan! Aku menendang bokongnya dan ia berlari, aku hendak mengejarnya, namun mataku terlanjur melihatnya. Aku menghentikan langkah kakiku. Aku sungguh kaget, jantungku sepertinya sudah mau copot, detak jantunhku kini tidak beraturan.

“Hyesung ssi?” tanyaku penuh rasa heran. Kenapa ia disini? Ia berdiri di depan mobil sambil menggenggam tasnya yang cukup besar. Ia menunduk kepada kami. Bukan! Bukan hanya kepadaku dan member yang lainnya. Namun kepada menejer hyung dan kru yang lainnya. Ada apa ini?

Member lainnya juga terlihat kaget, Seungjo dan kru lain juga. Sepertinya hanya menejer hyung yang mengerti kenapa ia disini.

“ah. Sepertinya kalian telah mengenal gadis ini” kata menejer hyung sambil menepuk pundak Hyesung.

“dia adalah Dokter Kim Hyesung. Mulai saat ini karena tour kalian saat ini sangat padat, jadi aku menyewanya untuk menjaga kesehatan kalian. Perkenalkan dokter pribadi Super Junior yang baru” lanjut menejer hyung sambil tersenyum lebar. MWO??!! Astaga! lututku tiba tiba lemas!

“anyeonghaseo! Kim Hyesung imnida.. Mohon bantuannya” kata Hyesung sambil membungkukan badannya. Aku melihat member lain tidak henti hentinya tertawa. Terutama Eunhyuk, sepertinya ia senang sekali dengan kedatangan Hyesung. Mungkin ia berpikir, ini akan menjadi bahan godaan yang asyik! Dasar monyet liar kau Hyuk!

###

-Author pov-

Pesawat yang mereka naiki saat ini sedang berjalan menuju jepang. Hyesung duduk di bangku paling belakang, ia bertugas mengawasi para member dan kru dari belakang. Sambil membaca buku, diam diam Hyesung memperhatikan Donghae yang terus memainkan ponselnya.

Donghae duduk di sebelah Eunhyuk dengan tenang. biasanya, ia selalu mengajak eunhyuk untuk bercanda atau bermain game bersama, tapi kali ini berbeda ia sangat tenang, bahkan ia terus menatap layar ponselnya yang ia angkat tinggi tinggi di depan wajahnya. Diam diam, ia memperhatikan Hyesung yang sedang membaca dari layar ponselnya. Sesekali ia tersenyum melihat Hyesung yang malu-malu terkadang menatapnya juga.

“mungkin kali ini, akan menyenangkan” Donghae bergumam pada dirinya sendiri.

-Con-

Next part

“Hyesung ah… sedang apa disini?” Sungmin mendapati Hyesung menatap lurus ketembok. Hyesung menoleh kaget.

####

Kamshamida yang udah mau luangin waktu buat baca ff aku, semoga kalian terhibur! Flyingfish haebun pamit! Anyeoooong~

 

 

 

 

8 thoughts on “Hello My Doctor [part 3]

  1. Waaa…..hebat, penasaran ma masa lalunya donghae + seungjo! Trs gimana ma hbungan hyesung + donghae…! Jangan lama2 ya bkin lanjutannya… Heheehehe!

  2. Ditunggu lanjutannya yah thor
    ∂ķΰ ngikutin ff ini penasaran pengen cpt2 lanjut..

    Hyesung ama Donghae masih sama2 malu yah..hehe

  3. aku jd penasaran kesalahan fatal apa yg dilakuin sama seungjo sampe member suju marah besar semu…..
    tp kata2 leeteuk kok kyk y d masa lalu ada yg meninggal ya….
    hae senang deh dokter cinta y ikut,,,, sungmin suka jg kah???
    Lanjut……

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s