You’re Just Too Nice and I Hate It [part 4]

It’s me Kei and I’m back again.

And now, Hyori will be back with her original pair.

Hope you’ll like it. Don’t forget to comment n silent readers are welcome ^^

You’re Just Too Nice and I Hate It (part 4)

“Kenapa?” Tanya Donghae.

“Haejin dan teman-temannya mabuk. Tidak ada yang bisa dihubungi kecuali kau. Kita disuruh kembali kesana.”

**

“Baiklah, bilang saja aku akan menjemputnya dalam 15 menit.” Kata Donghae dan saat itu juga dia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

“Kau mau menjemputnya?” Tanya Hyori sewaktu menutup telepon.

“Iya bagaimana lagi? Haejin itu tidak punya saudara di Seoul. Keluarganya di Mokpo semua sepertiku. Sebagai teman aku harus membantunya kan?” kata Donghae santai tanpa menyadari perubahan wajah dan aura Hyori. “Ku antar kau pulang dulu baru nanti aku akan menjemput Haejin.”

“Cepat naik dan tidur. Kau terlihat sangat lelah. Saranghae.” Kata Donghae setelah Hyori turun dari mobilnya.

Hyori hanya mendengus kesal dan memasuki gedung apartemennya. Sesampainya di apartemen, dia melepaskan sepatunya asal dan melemparkan tasnya sembarangan. Dia kesal. Tentu saja. Perempuan mana yang tidak kesal kalau kekasihnya eh maksudnya tunangannya mengurusi perempuan lain. Mungkin kalau orang lain akan menganggap sikap Hyori yang ‘merelakan’ Donghae menjemput Haejin adalah sikap tunangan yang baik. Tapi ini menyiksa.

“Arrrghhh.” Teriak Hyori frustasi. “Kenapa sih kau itu terlalu baik padanya?”

Tiba-tiba terdengar suara ponsel yang familiar. Hyori yang merasa bahwa itu bukan ponselnya dengan segera mencari asal suaranya. Ternyata ponsel Donghae terbawa olehnya. Ada dua pesan dan satu panggilan tidak terjawab dan yang membuat Hyori kesal adalah itu semua berasal dari perempuan.

Hyori membuka dua pesan yang masuk. Satu dari seorang perempuan yang tidak Hyori kenal dan mengajaknya berkenalan karena mendapatkan nomer ini dari salah satu bawahan Donghae dan yang satu lagi mengajaknya bertemu karena mereka gagal bertemu waktu itu.

“Kau bermain dibelakangku Lee Donghae??? Kau…Kau…Kau…”

Tiba-tiba ponsel Donghae berbunyi. Sebuah nomer yang belum disimpan memanggil. Belum sampai Hyori mengatakan Halo. Orang yang menelpon sudah berbicara.

“Donghae-ssi, ini aku Yumi. Kau masih ingat kan? Karena kemarin sore kita tidak jadi bertemu, bagaimana kalau besok siang kita makan siang bersama? Ayolah, hanya kali ini saja. Lagipula ini kan salahmu karena tidak bisa menepati janjimu kemarin sore.”

What? Jadi selain membatalkan janji denganku kemarin sore, dia juga membatalkan janji dengan perempuan ini? Lalu kau kemana? Tanya Hyori dalam hati.

“Donghae-ssi? Donghae-ssi?” Tanya perempuan itu diujung telpon.

“Ehem, maaf ini Hyori tunangan Donghae dan saat ini Donghae sedang tidak dalam keadaan bisa menerima telpon darimu. Ada pesan?” kata Hyori sambil menekankan kata ‘tunangan’.

“Ha? Oh, maaf. Tapi dimana Donghae-ssi dan apa yang kalian lakukan malam-malam begini?”

“Dia? Dia ada di kamar mandi dan anda mengganggu kami nona.” Kata Hyori sinis. “Jadi bagaimana kalau anda menelpon lagi besok karena kami akan melakukan sesuatu malam ini. Selamat malam.”

Sialan kau Donghae. Kau sudah membuatku terlihat desperate malam-malam seperti ini. Runtuk Hyori sambil melemparkan ponsel Donghae sembarangan.

**

 

“Ini ponselmu.” Kata Hyori memberikan ponsel Donghae.

“Ah,,ternyata ada padamu. Aku kira hilang.” Jawabnya santai dengan senyum curiga. “Terima kasih, jagiya. Jadi kau mau kita makan dimana?”

“Maksudmu?”

“Aku tahu. Kau sengaja mengambilnya agar aku memberikan reward padamu kan?” katanya sambil mengerlingkan mata.

“Hah?” Tanya Hyori tidak percaya dengan sikap Donghae. “Reward? Kau ingat tidak kemarin sewaktu ada seseorang menelpon dan memintamu menjemput foxy girl itu?”

Foxy girl? Maksudmu Haejin?”

“Setelah itu ternyata ponselmu masuk ke tasku dan terbawa.”

By the way, semalam ada telpon dari Yumi dan pesan dari beberapa perempuan yang aku tidak ingat namanya. Mereka menagih janji untuk makan denganmu. Lebih baik kau penuhi saja permintaan mereka.” Kata Hyori sambil berdiri dan mengambil tas tangannya.

“Hey, tunggu!” kata Donghae menarik tangan Hyori. “Kau cemburu?”

“Menurutmu?”

“Iya, kau cemburu. Akuilah itu Hyo.”

“Iya aku cemburu. PUAS!!! Kau selalu mempunyai waktu untuk mereka semua dan tidak denganku.”

“Kau cantik kalau kau cemburu dan aku suka.”

“Ah, persetan dengan semua itu Lee Donghae. Aku muak.” Hyoripun melepaskan pegangan tangan Donghae pada tangannya dan beranjak pergi.

*Flash back end*

**

“Kau itu kenapa lagi sih? Masih bermasalah dengan tunanganmu itu?” Tanya Siwon ringan sambil mengambil topi yang sedang dipakai Hyori. Saat ini mereka sedang berjalan-jalan di taman hiburan menghabiskan waktu karena lagi-lagi Donghae membatalkan janjinya.

“Argggh,,,” erang Hyori karena sinar matahari langsung menerjang matanya. Dia memandang Siwon kesal dan merebut kacamata hitam milik Siwon dan memakainya.

“Hei, jawab aku.”

“…”

“Belikan aku es krim dulu.” Kata Hyori manja.

“Dasar kau!!” kata Siwon tersenyum dan menggandeng tangan Hyori membawanya ke toko es krim terdekat.

“Kau kenapa?”

“Hey, Siwon-ah. Aku dengar kau sudah mempunyai pacar ya?”

“Heh? Kau dengar dari siapa?”

“Benarkan? Kau sudah punya pacar dan tidak memberitahuku. Kau jahat!!”

“Tidak. Aku tidak punya pacar Hyo.”

“Ah,, stop lying to me. You’re such a bad liar.” Kata Hyori sambil menggelitik pinggang Siwon dan membuatnya kegelian.

“Iya, iya, iya. Aku punya seorang spesial.”

“Hanya seorang spesial? Aku kira kau sudah berpacaran dengannya.”

“Belum. Orang tuaku tidak begitu menyukainya.”

“Hah? Bagaimana bisa?”

“Karena mereka masih menyukaimu dan mengharapkanmu menjadi milikku.” Jawabnya asal.

“Ah, ayolah Siwon-ah. Jangan membuatku merasa bersalah lagi. Aku akan berbicara dengan keluargamu. Tapi sebelumnya perkenalkan aku dengan perempuan itu.”

“Dia perempuan biasa. Manis, girly, baik hati tidak sepertimu.”

“He?? Jadi aku tidak manis, girly, dan baik hati?”

“Kau itu meledak-ledak, tidak girly, dan jahat padaku.”

“Ah, dasar kau! Jadi kapan aku akan diperkenalkan dengan perempuan spesialmu itu?”

“Tunggu saja nanti.” Kata Siwon tersenyum simpul.

Siwon-ah.” Kata Hyori saat es krimnya sudah habis.

“Hmmm?”

“Kau mencintainya kan?”

“Aku rasa iya. Dia membuatku nyaman berada disampingnya.”

“Baguslah kalau begitu.”

“Memangnya kenapa?”

“Ini hal yang tidak pernah kukatakan padamu. Tapi setelah kita bersahabat lagi, banyak berita yang kudengar dan membuatku tidak tenang.”

“Apa?”

“Kau tidak bisa melupakanku dan masih mengharapkan kita kembali seperti dulu.” Jawab Hyori pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari air mancur yang berada di depan mereka. “Aku sedih kalau kau masih berada disituasi itu disaat aku sudah menemukan kebahagianku. You deserve a better girl.”

“Kau dengar darimana?”

“Banyak orang.” Jawab Hyori. “Aku tidak tahu keputusan kita untuk memulai persahabatan ini salah atau benar. Mungkin memang lebih baik kita tidak usah bersahabat lagi kalau memang ini menjadi beban untukmu.”

“Hei, aku sudah menemukan seorang perempuan spesial untuk menggantikanmu kan?” jawab Siwon pelan. “Itu yang penting sekarang. Aku bersyukur dengan semua fase yang ada dihidupku. Termasuk berteman denganmu, berpacaran denganmu, dan sekarang bersahabat denganmu, Hyo.”

“Benarkah?”

“Iya. Jujur aku memang terpuruk mengetahui bahwa ternyata kau tidak nyaman berada disampingku sebagai pacarku. Tapi mencintai seseorang itu tentang membuat orang yang kau cintai nyaman dan bahagia kan? Aku dulu kira melepasmu dan membuatmu nyaman dengan hubungan persahabatan kita ini bukti bahwa aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan mengharapkan dirimu kembali. Tapi sekarang setelah melihat bagaimana wajahmu yang gembira dan bahagia saat membicarakan Donghae membuatku sadar kalau selama ini aku telah salah menempatkan rasa cintaku padamu. Aku mencintaimu sahabatku.” Kata Siwon sambil memeluk Hyori erat.

Me too. I do love you so much.” Jawab Hyori dipelukan Siwon.

Terdengar pekikan tertahan dari arah belakang Hyori dan disusul dengan bunyi beberapa benda terjatuh sebelum akhirnya Siwon berkata, “Hyera?”

“Donghae?” kata Hyori beberapa detik setelahnya dan membulatkan matanya. “Ini,,,ini,,,ini tidak seperti yang kau bayangkan.” Kata Hyori lagi sambil melepas pelukannya pada Siwon.

**

Terlihat Hyori dan Siwon duduk berdampingan. Wajah mereka terlihat aneh, perpaduan antara rasa bersalah dan kebingungan. Hyori sibuk dengan jari-jarinya dan Siwon sibuk dengan pikirannya sendiri. Mereka kemballi kekesadaran mereka setelah suara dehaman yang berasal dari Donghae yang duduk di depan Hyori.

“Jadi?” Tanya Donghae tidak sabaran. Hyera yang duduk disamping Donghae hanya diam seribu bahasa. Dia memandang Siwon dan Hyori bergantian.

“Apa yang kau dan …” kata Hyori sambil memandang perempuan yang duduk di depan Siwon itu meminta namanya.

“Hyera, Han Hyera.”

“Apa yang kau dan Hyera-ssi lihat tadi tidak seperti yang kalian bayangkan.”

“Memang apa yang kami bayangkan?”

“Bahwa kami berselingkuh?” kata Hyori pelan karena takut kalau kata-katanya memancing reaksi yang berlebihan.

“Baguslah kalau kau menyadarinya.” Jawab Donghae dingin.

“Jadi sejak kapan?” kata Hyera pelan.

“Apanya?” Tanya Hyori.

“Hubungan kalian ini?”

“Bukan seperti itu Hyera-ssi. Kami tidak ada hubungan apapun kecuali pertemanan. Iya kan Siwon-ah.” Kata Hyori meminta bantuan pada Siwon yang sedari tadi hanya diam.

“…” Siwon hanya tetap diam.

“Oke,apapun yang kalian pikirkan sebelumnya tentang kami berdua. Tolong lupakan dan dengarkan penjelasanku.” Kata Hyori berusaha memberikan penjelasan dan berharap usahanya ini berhasil. “Tadi kami sedang membicarakan sesuatu dan pelukan itu sebagai ungkapan perasaan.”

“Tapi aku mendengar pembicaraan kalian.”potong Donghae. “Aku mencintaimu?”

“Dia mencintaiku sebagai sahabat dan aku juga seperti itu. That’s it.” Kata Hyori. “Kami hanya menyelesaikan beberapa perasaan yang mengganjal di hati.”

“Lalu kalian sudah siap mempublikasikan hasilnya. Itu arti pelukan kalian?” tuduh Donghae.

Siwon tiba-tiba saja berdiri dan berkata, “Hyo, kurasa kita harus menyelesaikannya sendiri-sendiri. Kami mohon pamit. Telpon aku kalau kau butuh bantuan.”

Siwon menarik tangan Hyera dan pergi dari meja itu meninggalkan Hyori yang diam terpaku menatap kepergian mereka.

“Lebih baik aku juga pergi. Aku ada janji.” Kata Donghae membuyarkan pikiran Hyori.

“Kau mau kemana? Tunggu aku. Kita belum selesai bicara. Kau salah paham, Lee Donghae.”

“Aku tidak salah paham Hyori. Aku tahu kalian sebenarnya saling mencinta dan kau sadar kalau pertunangan kita itu sebenarnya sebuah kesalahan. Iya kan? Itulah mengapa kau selalu mencari celah menggunakan Haejin.”

“Hah?? Apa sih yang kau bicarakan? Ini tidak ada hubungannya dengan semua itu atau jangan-jangan kau sendiri yang mau kembali pada Haejin dan membuat semua ini terlihat seperti kesalahanku?” tantang Hyori.

“AKu dan Haejin tidak ada apa-apa. Sudah kubilang kami itu hanya rekan kerja.”

“Sama seperti aku dan Siwon. Kami juga hanya sahabat.”

Hyori dan Donghae terdiam setelahnya. Mereka mengatur nafas dan sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri.

“Sudah malam. Aku mau pulang. Ayo kuantar.” Kata Donghae sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dan menaruhnya di meja.

Perjalanan pulang sungguh sangatlah tidak nyaman dan lama. Mereka terdiam di mobil tanpa ada musik ataupun pembiacaraan yang selalu mereka lakukan. Hyori sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia bingung antara ingin marah dengan sikap Donghae yang menyamakan hubungannya dengan Siwon dengan hubungan Donghae-Haejin dan juga dia kebingungan bagaimana menjelaskan semua kesalah pahaman ini padanya.

Kalau memang hubungan ini harus berakhir, biarlah berakhir dengan baik dan tidak meninggalkan kesalahpahaman. Kata Hyori dalam hati.

 

**

Tags: Choi Siwon, Lee Donghae

 

17 thoughts on “You’re Just Too Nice and I Hate It [part 4]

  1. Yaah jadi salah paham gitu deh,, itu koq si hae ma hyera bisa ada di situ sich?? Hae kenal hyera?? Buset hae kenalan cewe’y banyak amir ya??

    Ini kependekan thor, next part asap ya.. ^^

  2. ooo jd hyera tuh cewe yg disukai ma bang wonnie thoo aigo jadi belibet ginee … bwat bang hae jo nesuan pikir dulu masak masak entar nyesel lho …eeh hyera disini apanya bang hae ya temen kantor or gk tau ah …kok bang wonnie kenal

    • lah kan donghae sm siwon udah kenalan pas part awal n hyera itu pacarny siwon
      dan donghae blom kenal sm hyera
      cuma mreka ‘ngegapin’ hyori-siwon barengan

  3. Iihhh~ Hae gk percayaan bgt ama Hyo.. Pdhl dia jg pengen Hyo percaya ama dy.. Tp dy sndiri sulit prcaya (ˇ_ˇ’!!)
    Jangan blg Hyo mau mengakhiri hubungan mereka dan menghilang? Andwaaae~~~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s