They Suddenly Come to My Life [part 1]


Author : devilhae (prichell)

Main Cast : Nah Cha Heerin, Cho Haneul, Kim Choonhe, Lee Iseul, Park Heera & SHINee

Support Cast :  –

Rating : PG

Genre : Romance, Friendship

Warning! : –

Ps : Annyeong ~! Maaf kalo ceritanya membosankan dan tidak bagus soalnya ini ff SHINee yang pertama aku buat *bow* dan ff ini pernah di post di blog lain, sendiri dan aff. comment are l o v e :)

“Heera-ya, coba lihat ini. SM mengeluarkan boyband baru bernama SHINee ! Dan kau tahu, maknae nya sangaaaaat imut !” Ucap Iseul dengan nada fangirl nya.

Gadis yang bernama Heera tersebut mengalihkan pandangan nya dari buku matematika yang sedari tadi ia baca. “Jadi ini yang nama nya SHINee ?” Tanya Heera memastikan dan langsung dibalas dengan anggukan Iseul.

Pandangan matanya terhenti pada salah satu member, raut wajahnya berubah menjadi tidak senang. “Aku tidak suka dengan pria ini !” Ucapnya sambil menunjuk pria yang ia maksud.

Iseul menatap sahabatnya heran. “Ah.. Waeyo ? Dia tampan kok walaupun tidak seimut Taemin.” Ujar Iseul sambil terkekeh kecil.

Heera mendengus pelan. “Aku tidak suka wajahnya, penampilan nya dan aura nya pokoknya seluruhnya.”

Tiba-tiba seseorang datang ditengah-tengah mereka. “Hey, Hey ! Apa ada yang aku lewatkan ?” Tanya gadis itu dengan nada ceria.

“Heerin-ya, ada apa dengan nada ceria itu ? Pasti terjadi sesuatu. Ceritakan !” Pinta Iseul dengan tatapan menyelidik.

Heerin tersenyum lebar. “Akhirnya salah paham itu selesai ~! Aku bisa sekolah dengan tenang lagi.” Jawabnya masih dengan nada ceria.

“Oh, maksudmu masalah kau dikira berpacaran dengan Lee Taejun, salah seorang anggota basket yang terkenal dan memiliki cukup banyak fans itu ?” Tanya Heera memastikan.

“Aku ingat ! Karena gossip itu, kau sampai di terror dengan para fans nya itu ‘kan ?” Tambah Iseul dengan wajah yang terlihat sedang berpikir.

Heerin menganggukan kepalanya mantap. “Ya, padahal sudah kubilang aku dekat dengan nya karena aku manager tim basket tapi mereka tidak bisa mengerti. Gezz..” Heerin menggeleng-gelengkan kepalanya namun pandangan nya langsung terhenti pada sebuah majalah yang sedang terbuka di atas meja café tersebut.

“Itu apa ? Oh, SHINee !” Ucap Heerin yang langsung membuat Iseul kembali teringat tujuan nya tadi.

“Kau tahu mereka, Heerin-ya ?!” Tanya Iseul bersemangat.

Heerin menganggukan kepalanya. “Ya, begitulah. Aku lihat di internet semalam. Aku tertarik dengan Key dan Taemin.” Jawabnya santai.

“Tidak boleh ~! Taemin milikku ~!” Rengek Iseul sambil berpura-pura merajuk.

Heera menatap Iseul jengah. “Aktingmu tidak sebagus Haneul, jadi kau tidak bisa membodohi kita, Iseul-ya.” Ucap nya dengan sedikit nada mengejek, Heerin mengangguk kan kepalanya setuju.

Iseul menggembungkan pipinya kesal. “Oh ya, Choonhe dan Haneul dimana ?” Tanya nya mengalihkan pembicaraan.

. . . . .

                “Dasar, kemana perginya si Haneul ? Meninggalkan aku sendiri membawa seluruh apel ini sendirian. Lihat saja nanti, akan aku ambil eye liner mu itu.” Gumam Choonhe sambil tersenyum iblis lalu terus berjalan membawa seluruh apel yang ada diplastik ke café milik ibunya.

Namun secara tidak sengaja seorang pria menabrak Choonhe sehingga plastik yang dibawanya jatuh dan membuat beberapa apel didalamnya keluar.

Choonhe mendengus pelan lalu mengambil kembali apel yang berjatuhan. “Mianhaeyo, aku tadi jalan tidak lihat-lihat.” Ucap pria tersebut sambil membantu mengumpulkan seluruh apel.

Choonhe mengangkat kepala nya untuk melihat pria itu lebih jelas. Pria yang tampan dan kelihatan nya baik dan tidak memiliki style yang buruk. “Tidak apa-apa, aku juga minta maaf seharusnya aku bisa lebih hati-hati lagi.”

Akhirnya semua apel terkumpul. Choonhe membungkukkan badan nya sebagai tanda terimakasih dan minta maaf. Ketika ia ingin berjalan pria tersebut memanggilnya. “Nona ! Tunggu sebentar.”

Choonhe menghentikan langkahnya dan membalikan badan nya. “Ya ?” Tanya nya sedikit bingung.

Pria tersebut mengulurkan tangan nya. “Kenalkan, aku Lee Jinki atau kau bisa memanggilku Onew.” Ucap pria tersebut sambil tersenyum ramah.

Choonhe terdiam sejenak, merasa ragu akhirnya ia memutuskan untuk menjabat tangan pria tersebut namun sebuah suara menganggangu mereka.

Hyung !” Panggil seorang pria yang baru keluar dari mobil.

Lee Jinki atau Onew itu tersenyum. “Minho-ah, ada apa ?”

“Cepat masuk ke mobil. Hyung sama sekali tidak menyamar bagaimana kalau dikenali orang-orang ?” Ucap  pria bernama Minho.

“Tidak akan ada yang tahu ! Kita ‘kan belum seterkenal itu !” Teriak Onew namun Minho hanya menatapnya saja.

Onew mendesah pelan lalu kembali menatap Choonhe. “Aku harus pergi dulu. Bye !” Pamit nya sambil tersenyum kemudian segera berlari kearah pria bernama Minho dan masuk kedalam mobil dalam beberapa detik mobil itu telah lenyap dari pandangan Choonhe.

Choonhe terdiam sejenak lalu mengangkat bahunya. “ Lelaki yang aneh.” Gumamnya pelan dan kembali berjalan ke tempat tujuan nya.

. . . . .

                “Yo ! Apa ada sesuatu yang aku lewatkan ?” Tanya seorang perempuan berambut blonde. “Loh ? Mana Choonhe ? Dia belum sampai kesini ?” Lanjutnya sambil melirik ke kanan dan ke kiri.

“Ah, Haneul-ya ! Bukankah Choonhe bersamamu ?” Ucap Heera bingung karena beberapa jam yang lalu mereka keluar untuk membeli apel.

Haneul tersenyum iblis. “Ah, tadi ia kalah melawanku akhirnya dia yang membawa seluruh apel. Lalu aku mengajaknya lari sampai kesini tapi sepertinya dia tertinggal dibelakang.” Jelasnya sambil tertawa.

“Kau tega sekali, Haneul-ya.” Sindir Iseul dengan nada dibuat-buat.

Haneul tertawa senang namun tawanya berhenti ketika ia merasakan jitakan di kepalanya. “YA ! Kau seenaknya saja meninggalkan ku sendiri !” Teriak Choonhe kesal.

Mian. Siapa suruh kau lari selambat itu.” Ucap Haneul dengan tersenyum meminta maaf.

Choonhe mengela nafasnya. “Baguslah kalau kau meminta maaf, jika tidak tadi aku berencana mengambil seluruh eye liner kesayanganmu itu.” Ujarnya santai dan langsung membuat Haneu menjitak kepalanya.

“AWW.. Apa yang kau— Lho ? Sepertinya aku pernah lihat orang ini.” Ucap Choonhe ketika melihat majalah yang berada diatas meja.

Heerin mengambil majalah tersebut dan menunjukkannya tepat didepan wajah Choonhe. “Kau tahu mereka ? “ Tanya nya.

“Tidak, tapi tadi aku bertemu dengan mereka berdua. Kalau tidak salah namanya Onew dan Minho.” Jawab Choonhe berusaha mengingat kejadian sebelumnya. “Iya, pria yang bernama Onew menabrakku dan membantuku mengumpulkan semua apel lalu dia mengajakku berkenalan tapi pria yang bernama Minho memanggilnya lalu mereka pergi.”

“Kau bertemu dengan mereka ?!” Teriak Iseul kaget. Choonhe mengedipkan matanya berkali-kali. “Memangnya kenapa ?”

. . . . .

                “Haah.. Kenapa jadi aku yang tinggal sendiri di café menunggu bos pulang dari rapatnya.” Desah Heera sambil membereskan café tempat ia bekerja. Walaupun ia bukan berasal dari keluarga yang sangat membutuhkan uang namun dia tetap bekerja part-time untuk uang belanjanya. Dia tidak suka meminta pada orangtua nya.

Tiba-tiba pintu café terbuka dan masuklah seorang pria lalu ia duduk disalah satu kursi café tersebut. Heera mengerutkan keningnya lalu berjalan kearah pria tersebut. “Maaf tuan, tapi café kami suda— KAU ?!” Heera membelalakan matanya ketika melihat wajah pria itu lebih jelas.

Pria tersebut menghelas nafas berat. “Tidak lagi, apakah kau seorang fans juga ?” Tanya pria itu.

Raut wajah Heera berubah menjadi tidak senang. “Kau pria yang kemarin kulihat di majalah. Kim Jonghyun ? Sedang apa kau disini ?” Tanya Heera dengan nada angkuh.

“Apa itu cara seorang fans berbicara pada idola nya ?” Ucap Jonghyun dengan nada menyindir.

Heera menatapnya angkuh. “Aku bukan fans mu ! Sekali lagi kutanya, apa yang kau lakukan disini, Kim Jonghyun-sshi ? Apa kau tidak lihat tulisan ‘CLOSED’ didepan pintu it, hah ?”

Jonhyun tertawa kecil. “Tadi aku dikejar oleh para fans makanya aku bersembunyi disini.” Jawabnya lalu tersenyum pada Heera.

“Jangan tersenyum didepanku. Aku tidak suka melihatmu. Cepat tinggalkan tempat ini.” Perintah Heera kasar.

Jonghyun tertawa kecil lalu berjalan kearah piano yang terletak di pojok café. Lalu duduk didepan piano bersiap memainkannya. “Ya ! Jangan sentuh piano itu !” Teriak Heera kesal.

Namun Jonghyun mengabaikan nya dan mulai memainkan piano yang ada dihadapannya. Heera terdiam, menikmati suara permainan piano Jonghyun.

Ketika ia menyelesaikan permainan nya, Jonghyun tersenyum banngga pada Heera. “Bagaimana dengan permainan ku ?” Ucapnya.

“Aku bisa bermain lebih baik daripadamu. Minggir !” Ucap Heera tidak mau kalah.

Jonghyun berdiri lalu bersandar disamping piano. Heera mulai memainkan piano nya. “Ah, Aku tahu lagu ini.” Ucap Jonghyun tiba-tiba lalu mulai bernyanyi mengiringi permainan piano Heera.

Heera menghentikan permainan piano nya lalu menatap Jonghyun dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. “Permainan pianomu bagus juga.” Puji Jonghyun sambil terkekeh kecil.

“Kenapa menatapku begitu ? Ah.. Aku tahu jangan bilang kau jatuh cinta padaku ?” Canda Jonghyun sambil tertawa.

Heera menggelengkan kepalanya pelan. “Kau.. Kau memiliki suara yang sangat indah.” Ucapnya pelan.

Jonghyun terdiam. Suasana café tersebut menjadi sangat sepi. Akhirnya Jonghyun berdeham memecahkan kesunyian. “Ehm.. Sepertinya aku harus pergi sekarang. Bye, piano girl !” Pamitnya lalu keluar dari café tersebut dengan senyuman .

Heera mendengus pelan. “Piano girl ?” Ucapnya pelan.

To be continue..

2 thoughts on “They Suddenly Come to My Life [part 1]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s