Love Like a Firework

 

Author             : methachswn

Main Cast        : Kim Kibum (Key), Park Eun Mi (Imaginary Cast)

Support Cast    : Kim Kibum (Super Junior), Choi Minho, Shin Hyeorin.

Length             : Oneshoot

Genre              : Romance, friendship.

Rating              : PG-13

“Park Eun Mi, maukah kau menjadi yeojachingu-ku?”

Namja didepanku ini tersenyum. Senyum tiga jarinya yang sangat kusukai. Tapi tidak untuk sekarang ini. Senyumnya sekarang mempersulit keadaanku. Sangat.

“Kibum-ah, kau tahu kan bahwa aku menyukai Key?” Tanyaku gugup. Aku sangat takut akan reaksinya. Takut kalau perasaannya, juga keputusanku menghancurkan apa yang telah kami bina. Persahabatan.

Ya, aku dan Kim Kibum bersahabat sejak SMP. Namun tidak ada sedikitpun rasa yang muncul didalam hatiku kecuali rasa sayang antar sahabat. Entah mengapa perasaan itu tidak pernah ada. Padahal, Kibum termasuk namja yang populer di kampus. Dia tampan, friendly, pintar, dan oh, kalian cukup membayangkan tokoh pemuda yang ada di manga Jepang.

“Apa alasanmu menyukainya?” Pertanyaan Kibum menarikku dari lamunan.

Aku tergagap. “Molla,” Aku tidak tahu mengapa aku begitu menyukai Key hingga mengacuhkan namja sempurna seperti sahabatku ini.

“Aku yakin aku lebih darinya. Nama kami memang sama, tetapi pesona kami berbeda.”

Kalau Kibum mengatakannya sebelum hal ini, mungkin aku akan tertawa terbahak-bahak. Narsis sekali dia! Tapi tak kupingkiri bahwa pesona mereka memang berbeda. Pesona Key lebih dari Kibum. Pesona si fashionable itu benar-benar menguasai hidupku.

Kulihat Kibum sudah menghilang. Entahlah, mungkin mulai sekarang dia akan menghindariku.

Sebersit rasa sedih karena aku sadar aku kehilangan sahabatku hanya karena hal sepele. Karena cinta.

Aku benci cinta yang meracuni persahabatanku ini.

YYY

Mwo?! Kau dan Kibum putus hubungan?” Shin Hyeo Rin tengah memandang tidak percaya.

Aku mengangguk, kemudian menggeleng, “Ani. Kami tidak putus hubungan. Kami tetap bersahabat… walaupun dia sudah tidak menghubungiku selama 2 bulan ini.”

“Itu artinya dia pergi dari kehidupanmu, babo!” Hyeorin menjitakku. “Sekarang, apa yang akan kau lakukan?”

“Molla,” Bahuku terangkat, “memperhatikan Key dari jauh, mungkin? Hingga ada keberanian untuk menyatakan perasaanku.”

Suasananya hening. Hyeorin hanya memandangiku dengan tatapan anehnya. Entah apa yang berkelebat di pikirannya tentangku. Aku tak peduli.

“Annyeong, Jagiya~” Tiba-tiba suara berat membuat suasana hening dikamar Hyeorin menjadi rusuh.

“Yaa! Untuk apa kau kesini, Minho-ya?” Hyeorin melirik namjachingu-nya kesal.

“Kencan denganmu dong, dear. Kajja!” Minho segera menarik tangan Hyeorin dan meninggalkanku sendirian.

“Eun Mi, daripada kau dirumah Hyeorin tak jelas juntrungannya, lebih baik ikut kami!” Kudengar Minho berteriak dari halaman.

“YA! Dan jadi obat nyamuk disana?! Shirreoh!”

“Ada Kim Kibum. Cepat kemari!” sekarang Hyeorin yang berteriak.

Kim Kibum? Key atau Kibum, sahabatku? Kupakai cardigan coklat yang nganggur dikamar Hyeorin dan segera melesat keluar.

Sesampainya didepan pintu mobil Minho, aku terperangah kepada orang di kursi belakang mobil itu. Key…

“Ah, annyeong.” Sapaku gugup saat memasuki mobil. Minho dan Hyeorin hanya saling menatap geli melihatku gugup didekat Key.

Tak ada yang menjawab sapaanku. Aku duduk manis dan sibuk dengan ipodku. Haaah, meskipun tak ada kata yang terucap, duduk disebelah Key sudah sangat membuatku bahagia^^

Ternyata Minho membawa kami kesebuah café langganannya berkencan dengan Hyeorin. Entah sudah berapa lama kami disana karena hari mulai gelap. Kami kembali kemobil, bersiap untuk pulang.

“Kita melihat pertunjukkan kembang api dulu ya.” Jelas Hyeorin.

Aih, padahal badanku sudah mau remuk karena duduk terus sedari tadi. Aku ingin cepat sampai rumah. Aku menyesal ikut kencan dengan mereka. Yah, walaupun ada Key. Tapi sedari tadi namja itu hanya diam, memperhatikan couple didepan kami ini. Iri? Who knows?

Saat sedang asik dengan ipodku, tiba-tiba…

Ckiiiiiiiiiiiit!

Mobil Minho mengerem tiba-tiba. Aku yang tidak memakai sabuk pengaman terantuk kedepan. Namun, tidak ada rasa sakit yang kurasakan. Kubuka mataku dan…

Omo~ Tubuhku ditahan oleh tangan kokoh Key. Wajahnya tepat berada didepan wajahku.

“Gwaenchanayo?” Tanyanya.

Eomma! Appa! Tolong anakmu ini… Haaa, jantungku tak berhenti berdegup!

“Gwaencha…”

“Ahjussi baboya! Baka! Belok tidak memberi tanda! Hampir saja tabrakan!” Umpatan Minho memotong ucapanku kepada Key.

Key tersadar lalu menjauhkan wajahnya dari wajahku lalu kembali duduk diam. Aish, kenapa dia begitu pendiam? Padahal kalau bersama grup ‘shining’nya, Minho, Jinki, Taemin dan Jonghyun, dia akan terlihat konyol dan menyenangkan.

Kami sampai di kawasan kembang api yang disebutkan MinHyeo couple. Ramai. Dan semuanya berpasangan. Aish, siapa pasanganku?

Kurasakan tanganku ditarik oleh seseorang menjauh dari MinHyeo. Key. Bibirku menyiratkan kata ‘waeyo’ yang dijawabnya hanya dengan sebuah senyuman.

Ternyata kami duduk tak jauh dari mereka. Dengan dikelilingi oleh couple couple hot, kami menikmati kembang api indah dilangit.

Langit kembali bersih karena hilangnya kembang api pertama. Aku memandang langit dalam diam, begitu juga Key.

Aku melihat sebuah bintang yang menurutku bersinar paling terang. Dan aku disini berniat untuk menggapainya. Ku ulurkan tanganku untuk menjangkaunya walau ku tahu hasilnya nihil. Aku tersenyum. Key memandangku.

“Untuk apa kau menjulurkan tanganmu keatas seperti tadi?”

Aku tersenyum simpul, “Karena menurutku bintang itu, “ Aku menunjuk bintang tadi, “adalah bintang yang paling bersinar. Aku ingin menjangkaunya meski tak mungkin. Atau walau hanya melihatnya terus bersinar, aku sudah bahagia.”

Key menatapku. Oke, hal bodoh yang kulakukan didepan namja yang kusukai. Mengoceh tak jelas. Key tidak akan mengajakku bicara setelah ini.

Kurasakan dia sudah tidak memandangku lagi. “Seperti cinta, ya.”

“Ah, mwo?” Aku memastikan.

“Seperti cinta,” dia mengeraskan suaranya. “Kau akan mengusahakan apapun untuk mendapatkan orang yang kau cintai. Meski kau tahu, mendapatkannya adalah hal yang tidak mungkin. Atau seperti yang kau katakana tadi, hanya dengan melihatnya bahagia, kita juga akan bahagia, walaupun kita tidak bisa berada disisinya. Itulah cinta.”

Satu tarikan nafas lagi, aku yakin airmataku akan menangis.

Apa yang dikatakan oleh Key sangat sama dengan apa yang kulakukan untuk orang yang kucintai.  Aku berkorban apa saja demi mendapatkan Key. Aku harus mengorbankan perasaan Kibum, mengorbankan waktuku hanya untuk men-stalker Key, mengorbankan uangku untuk memberinya hadiah rahasia, dan pengorbanan lainnya.

Aku berusaha menahan airmata yang akan keluar, “Sepertinya kau berpengalaman. Apa kau pernah mendapatkan cinta yang tak terjangkau?”

Aku memandangnya yang juga tengah memandangku. Perlahan dia mengangguk.

Ya Tuhan… Kenapa dihari pertama kami berbincang, pembicaraan kami begitu berat?

“Siapa gadis yang beruntung itu?” Tanyaku pelan, berusaha mencari tahu, seperti apa yeoja yang tak bisa dijangkau oleh seorang Key.

Key tidak lagi memandangku. Key memandang MinHyeo couple dengan tatapan nanar. Aku mengikuti arah matanya. Bukan, bukan MinHyeo, tapi…

Tolong katakan asumsiku salah!

“Dia seorang yeoja yang sudah mempunyai namjachingu. Kau mengenalnya dengan baik. Aku bersahabat lebih dulu dengan yeoja itu ketimbang namjachingunya yang baru dikenal selama beberapa bulan. Dia sahabatku begitujuga namjachingunya.”

Aku tersenyum kecut. Ya, aku tahu betul siapa yeoja itu.

“Kau tahu rasanya begitu orang yang kau cintai mengajakmu bertemu untuk mengenalkan kekasihnya. Dan aku selalu tak kuasa menolak saat mereka memintaku menemani kencan.” Key menunduk, terlihat pancaran luka dari wajahnya.

“Seperti saat ini,” Kataku sambil menepuk pundaknya.

Dia mengangkat wajahnya dan menatapku dengan pandangan heran bercampur sedih, “Kau tahu?”

“Ya, Shin Hyeorin kan?” Aku berusaha tersenyum meski airmataku telah jatuh. Meski hatiku menangis. Meronta untuk segera memiliki Key yang tak mungkin mengharapkan Hyeorin yang bahagia bersama Minho.

Dia tersenyum pedih. Lalu kembali memandangku, “Apakah kau pernah juga mendapatkan cinta yang tak terjangkau?”

Air mataku mengalir lalu kepalaku mengangguk sendirinya.

“Mau bercerita?” Tawarnya tanpa memandangku.

Aku tersenyum. Aku akan menceritakan semua perjuanganku padanya. Toh aku berniat mundur. Aku tidak akan mendapatkan kesempatan. Namun Key, dia masih bisa mencari kesempatan. Minho dan Hyeorin masih bisa berpisah.

“Aku menyukai seseorang. Seseorang yang menurutku pesonanya melebihi sahabatku sendiri yang menjadi namja pujaan semua gadis kampus. Demi namja itu, aku mengorbankan perasaan sahabatku sendiri. Aku membuatnya terluka karena menolaknya dengan alasan aku menyukai namja itu. Dia pergi dan sejak itu kami kehilangan kontak.”

Key tertarik mendengar lebih jauh.

“Aku merasa tak masalah mengorbankan sahabatmu itu…” Ujarnya pelan.

“Ya, bagimu. Bagiku, itu hal terburuk yang pernah kulakukan. Aku, -kasarnya –membuang sahabatku demi namja yang kuketahui menyukai yeoja lain. Aku mengorbankan waktuku berlama-lama diparkiran hanya untuk melihatnya dimotor. Aku mengorbankan uangku untuk memberinya berbagai macam pernak-pernik yang kuberikan dihari valentine tanpa dia tahu itu aku. Dan setelah aku sadar namja yang kusukai –ani, kucintai sepenuh hati itu menyukai yeoja yang menjadi sahabatku sendiri, aku sadar aku kalah.”

Key terperangah. Mencoba mencerna semua kata-kataku tadi.

“Namja itu… aku?”

“Kau bisa menerkanya,” Aku mengusap airmata yang turun dengan kasar.

“Sekarang, kau tahu semuanya Key-ssi. Aku mencintaimu namun kau tidak. Kau punya kesempatan. Tunggu MinHyeo bubaran dan kau raih kesempatan itu. Sedangkan aku, aku tak punya kesempatan. Kesempatanku habis saat menolak sahabatku. Namun, bukan karena hal ini kita berubah menjadi musuh. Kita teman.”

Aku menarik nafas, mencoba melegakan kesesakan yang timbul didalam dadaku.

“Kau bisa curhat padaku tentang Hyeorin. Aku akan mendengarkannya dengan senang hati.”

Meskipun aku akan nangis tujuh hari tujuh malam mendengarnya.

“Annyeong, Key-ssi. Reach your love and shout it out loud. Bilang pada mereka aku pulang duluan.”

Aku segera berlari meninggalkan Key yang mungkin masih tidak percaya apa yang barusan kami bicarakan.

YYY

Annyeong, Min-ah~ Minho mengatakan bahwa dia putus dengan Hyeorin hari ini. Hanya karena masalah sepele sepertinya. Kutunggu kau di café biasa! ^^

Tanpa sadar, air mataku menitik membaca sebait sms dari Key. Dia memang tidak salah.

Aku yang salah yang melibatkan diri lebih jauh, untuk mendengar keluh kesahnya tentang Hyeorin. Aku harus memenuhi janjiku itu.

Aku sampai di café lima menit setelah Key datang (katanya).

“Ada apa?”

“A-aku…”

Belum sempat Key menyelesaikan kalimatnya, sebuah tepukan keras mendarat dipunggungku. Aku menoleh, Kim Kibum! Sahabatku yang kurindukan!

“KIBUM-AH! ANNYEONG, neomu neomu bogoshipo!” Aku segera bangkit dan memeluknya erat.

“Boleh aku ikut duduk disini?” Tanyanya yang dijawab dengan anggukan semangatku dan anggukan malas Key.

“Hey, bukankah dia Key yang kau sukai? Mau apa dia?” Kibum berbisik.

“Curhat tentang Hyeorin.” Sahutku malas.

“MWO?! Kau,” Kibum menuding Key dengan marah, “curhat tentang Hyeorin kepada Mi-ah?! Kau ini polos atau babo? EUN MI MENYUKAIMU, dan tak sepantasnya kau curhat pada seorang yeoja tentang yeoja lain!”

“Sudahlah, Kibum-ah, aku yang berjanji.” Aku menariknya duduk lagi.

Key mulai berbicara. Dia akan menyatakan perasaannya pada Hyeorin minggu depan. Itu membuatku sesak. Aku segera menoleh kepada Kibum. Namun bodohnya, namja itu malah memperhatikan Key serius. Baboya!

Setelah Key pergi, aku tetap menahan agar isak tangisku tak terdengar oleh Kibum.

“Mi-ah~ Uljima! Ada aku disini. Tak usah kau pikirkan namja itu. Dia menyakitimu…”

Isak tangisku makin terdengar. Tidak kupedulikan pandangan orang café yang melihatku menangis. Aku tidak peduli. Cinta membuatku sesak. Dan sulit bernafas.

YYY

Aku sedang menikmati secangkir susu coklat hangat dan sebuah novel ketika pintu apartemenku diketuk. Aish, kalau Kibum yang kesini, akan kusiram dia pakai susu ini.

“Awas kau, Ki –“

Ucapanku terhenti ketika menyadari siapa orang didepan pintu itu. Kim Kibum. Maksudku, Key.

“Waeyo, Key? Wajahmu suram sekali…” Aku mempersilahkannya masuk dan memberikan segelas air putih.

“Aku ditolak.” Katanya singkat.

Sebagian hatiku bersorak girang, namun sebagian hatiku merasakan apa yang dirasakannya. Sakit, pedih dan menyakitkan.

Tiba-tiba,

Park Eun Mi! Ada sms dari Kibum tampan, baca dan balassss!

Ups, ringtone ponselku khusus untuk sms dari Kibum. Aku terkekeh kikuk lalu membacanya.

Matikan lampu ruang tamumu. Sekarang! Aku ada kejutan.

“Aish, sudah tahu aku tidak suka gelap!” Gerutuku.

“Ada apa?” Key terlihat bingung.

“Ani,” Aku segera mematikan lampu dan memandang sekeliling.

Oh! Aku terkesima memandang dinding yang menyala-nyala.

I LOVE YOU, PARK EUN MI.

Snow White.

Aku terperangah. Kibum masih menyukaiku. Eotteokhae? Ada Key disini.

Telepon apartemenku berbunyi.

“Yeoboseyo?”

“Mi-ah~ keluar dari apartemenmu! Aku butuh jawaban.”

Setelah itu telepon terputus. Mau tak mau aku meninggalkan Key disini. Menemui Kibum.

“Nah, princess, apa jawabannya?” Kibum membawaku ketaman.

Aku terdiam. Kupikir, cintaku seperti kembang api. Indah diawal dan dinikmati, dan akan menghilang perlahan. Namun aku sadar, keindahan kembang api itu akan tetap ada. Dihatiku. Keindahan cintaku pada Key akan selalu kukenang. Suka maupun duka.

Dan tak bisa kupungkiri aku masih menyukainya.

“Jeongmal mianhae, Kibum-ah.” Aku membungkukkan badanku berkali-kali.

“Kau masih menyukainya walaupun kau sudah disakitinya?! GET A LIFE, Park Eun Mi! You just hurt yourself!”

Kibum kembali meninggalkanku. “Kibum!” Panggilku.

Dia berhenti. Namun tidak membalikkan badannya. Hanya menunggu kelanjutan kalimatku.

“Aku harap aku tidak kehilangan sahabatku untuk yang kedua kalinya.” Ujarku.

Dia berbalik dan langsung memelukku. “Saranghaeyo, Mi-ah~ Aku tidak akan menjadi pengecut seperti dulu.”

“Jeongmal gomawo, Kibum-ah” Aku memberikan senyum tiga jariku.

YYY.

Sudah sebulan ini Key tidak menghubungiku.

Saat aku kembali ke apartemen ketika Kibum menembakku juga dia sudah menghilang, pergi tanpa pamit.

Namun tak kususahkan itu. Akan lebih baik kalau aku tidak mengharapkannya lagi. Aku bisa melupakannya.

Drrt. Drrt.

Café biasa. I’m gonna tell you something.

Aku menghela napas. Ya, mungkin Key ingin mengucapkan perpisahan.

Aku tersenyum. Walau perih, rasanya menunggu ucapan perpisahan itu keluar dari bibir namja yang sudah terlalu lama dihatiku.

*backsound killing me inside – biarlah*

Café XXX.

Key melambaikan tangannya. Aku tersenyum dan langsung duduk dihadapannya. Kebat kebit menunggu ucapannya.

Lima menit… Sepuluh menit… Dia tak juga berbicara.

Ada apa? Apakah penolakan Hyeorin sangatlah menyakitkan? Apa dia masih ingin curhat?

Kalau masih, aku akan berlari langsung meninggalkannya.

“Eun Mi…” Panggilnya.

Dudukku langsung menegak. “Ne?”

“Salahkah aku kalau curhat tentang yeoja lain kepadamu?”

Aku menggeleng, “Key-ssi, aku mau tanya. Bagaimana Kibum menurutmu?”

Ani, aku memang hanya bertanya kesannya pada Kibum.

“Dia baik, dan pantas untukmu… Tetapi…..”

“Tapi apa?” Aku mencondongkan tubuhku. Suaranya tidak terdengar lagi.

“Tetapi, aku tidak suka kalau kau berada didekatnya. Aku ingin kau berada disisiku seluruhnya. Selama ini aku babo, tidak menyadari bahwa ada seorang yeoja yang mencintaiku sepenuh hati. Aku sadar aku menyakitimu, Eun Mi. Maafkan aku. Saranghaeyo…”

Aku terkesima. Ini mimpikah?

“Kau masih mencintaiku atau sudah berpaling pada Kibum? Kau sudah menerimanya? Baiklah, aku tahu aku kalah.” Dia bersiap bangkit berdiri ketika aku menarik tangannya dan mengecupnya sekilas.

“A-apa?” Key terkejut.

“Naddo Saranghae, Jagiya~” Aku terkekeh.

Kupikir semua ini akan berakhir dengan tangisan. Ya, memang berakhir dengan tangisan. Tangisan bahagiaku. Aku mendapatkan cintaku.

Kisah cinta… Memang tak semuanya berakhir bahagia. Apapun, sad ending or happy ending, cinta akan seperti kembang api. Indah diawal dan saat dinikmati, dan saat berakhir, keindahaannya masih akan tersimpan disudut hatimu yang paling dalam.

 

END.

fanfic ini udah pernah ku post di blogku sendiri, http://futurehusbands.wordpress.com/ Maaaaaaf banget kalo ceritanya ngaco, dan ngebosenin. Ini mikirnya susah banget. Hehe, makasih udah baca apalagi komen :D

 

 

 

 

 

3 thoughts on “Love Like a Firework

  1. Keren n.n cap jempol d, cinta segilima d.pas bc eunmi nytkn perasn am key..wii tersentuh bgt ampe ikt sedihT.T tp jodoh gak kemana2!n.n mantaf chngu.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s