Fleumente [part 2]

Author : shfrasapphireblue98

Main Cast : Lee Donghae, Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Support Cast : Choi Sooyoung as Choi Siwon sister

Genre : fantasy, romance, super junior, girls generation

Rating : All Ages

Length : Continue

Disclaimer : semua yang ada disini milik author! Terutama CHO KYUHYUN !!! NYIAHAHAHAHA!! #PLAK /ignore it. No plagiat oke? No silent readers ^^ thx

NB : ff ini pernah dipost di http://girlyfiction.wordpress.com/ dan http://shfrasapphireblue98.wordpress.com/ dan ada kemungkinan hanya akan diteruskan dikedua blog tersebut. Thx ^^

Part 1 : https://wonderfanfiction.wordpress.com/2011/06/27/freelance-fleumentesazzatrivvia-marchen-princess-part-1/ *promo buyeh dumps u,u*

 

 

Oiyah, [someone PoV] dipart pertama yang lalu ada dua kan? Yang pertama itu Siwon, dan yang dipaling akhir, kalian bakal nemu jawabannya disini ^^

Oke, disini ada perubahan nama tanpa pemberitahuan. Untuk pemberitahuan nih, Mariabelle itu Hyeyoon. Jadi jangan heran kalo PoV nya lebih banyak pake Mariabelle PoV bukan Hyeyoon PoV Okay? Biar gak bingung ^^

Adakalanya kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi

Namun cobalah untuk mengerti

Because it must to have an answer

Off course

***

#All is Different# [Kyuhyun PoV]

Semalaman ini, bahkan dari kemarin pagi Donghae hyung tidak pulang sama sekali. Apa terjadi sesuatu padanya?

Hari sudah mulai siang, bahkan jujur saja hari sudah akan menjelang sore lagi dan Donghae hyung belum pulang. Apa sesuatu terjadi padanya?

Hyeyoon yang berada disampingku memandangku khawatir “gwenchana?” tanyanya singkat. Aku hanya menganggukkan kepala menyatakan bahwa aku baik baik saja.

“ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu? Katakan padaku. Aku tau ada sesuatu” paksa Hyeyoon. Ya, kurasa aku memang tak akan pernah bisa berbohong pada Hyeyoon. Seolah olah dia dapat membaca pikiranku.

“Donghae hyung tidak pulang sejak kemarin”

“lalu?”

“aku takut terjadi sesuatu padanya”

Aku diam mengakhiri kalimatku. Hyeyoon ikut terdiam. Hening, tak ada seorangpun yang berbicara. Bahkan aku bingung harus mengatakan apa. Jujur saja, bahkan aku merasa aneh pada Hyeyoon yang daritadi hanya terdiam tak mengatakan apapun. Dia terlihat gelisah namun tetap memeluk lenganku sangat erat seolah tak mau kehilanganku. Saat kutanyakan mengapa, dia hanya tersenyum dan menjawab ‘gwenchanayo’

Tak seperti biasanya. Hari ini terasa begitu janggal bagiku. Semua berbeda. Sangat berbeda. “oppa?” panggil Hyeyoon lirih masih didalam dekapanku, karena memang saat ini aku sedang memeluknya. “ne. Wae Hyeyoon-ah?” awalnya Hyeyoon terlihat sedikit ragu untuk berbicara.

Setelah dia yakin, dia mengatakannya “apa kau merasakan sesuatu? Apa ada sesuatu yang salah?” tanyanya membuatku sedikit kaget. Selain dapat membaca pikiranku, Hyeyoon juga dapat merasakan apa yang kurasakan.

Aku menghela napas dalam dalam “Donghae hyung tidak pulang sejak kemarin pagi”

Aku dapat melihat Hyeyoon yang terkesan sangat terkejut dengan perkataanku tadi. “wae? Apa ada yang salah? Kau mengetahui sesuatu tentang Donghae hyung?” ujarku memaksa Hyeyoon untuk berbicara. Apa benar dia mengetahui sesuatu? Namun, kurasa itu tidak mungkin..

actually, I don’t know anything ‘bout Donghae oppa. But, I feel something wrong happen to him” aku semakin merasa tidak enak tentang Donghae hyung. Aku berharap bahwa sesuatu yang tidak benar tidak terjadi padanya. “but, I wish he’s fine.” Hyeyoon kembali tersenyum padaku.

yes, me too

“-“-“-“-“

#The Destiny# [Hyeyoon PoV]

Ternyata benar, sang putri sudah mulai bergerak, tapi apa yang dia lakukan dengan Donghae? Bukankah keturunan raja Callaghan adalah….

Ah, tidak. Kurasa mereka membuat kesalahan. Pengawalnya, Veile memang sedikit ceroboh dalam bertindak. Apa yang ada dipikirannya? Ya, aku mendengar dari Dessire bahwa Veile menggunakan mantra scrovaxie pada seorang manusia biasa. Mantra yang tak seharusnya digunakan kepada manusia biasa. Sebuah mantra terlarang.

Dan, ajaib. Manusia itu tidak meninggal. Bahkan dia sudah sadar saat ini. Namun, apa iya orang yang dimaksud Dessire adalah Donghae? Aku merasa tidak mungkin. Karena, Donghae tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Sazzatrivvia.

something wrong with you?” aku mendengar Kyuhyun berbicara padaku. Kini, posisi kita sudah kembali seperti semula. Aku hanya duduk disampingnya dengan memeluk erat lengannya. “nope. I’m okay

“good. Well, I think, you must to go home now. Waktu sudah menjelang malam. Tak baik untukmu berada disini hingga malam” aku hanya mengangguk kecil namun masih memeluk tangannya.

Sejujurnya, aku tidak mempunyai dendam apapun pada Sazzatrivvia. Karena, yaahhh, aku masih bagian darisana walaupun sudah banyak perubahan yang terjadi padaku. Hanya saja, aku tak ingin Narsha merebut sesuatu yang sangat berharga untukku. Segalanya bagiku. Ya, itulah yang dia cari, takdir Sazzatrivvia yang –jika tebakkanku tidak meleset- saat ini ada padaku.

Namun, aku tak akan dan takkan pernah melepasnya dari hidupku. Ya, aku dapat menjamin itu.

“kajja” ujar Kyuhyun berdiri dan mengajakku untuk pulang. Aku hanya menahan tangannya dan menariknya kembali untuk duduk. “nanti saja. Aku masih ingin bersamamu” ujarku lirih menahan Kyuhyun

Dia tertawa mendengar jawabanku. Ya, dia tertawa. Tawa lepas yang selalu dia berikan untukku. “ayo kita pulang Park Hyeyoon…”

Baiklah, aku menyerah dan berdiri.

Tak berapa lama kemudian, aku tiba didalam rumah dan disambut oleh Summer. Tak biasanya dia berada dirumahku. Ada apa? Apa ada sesuatu?

“Summer? Ada apa? Tak biasanya kau mengunjungiku disini.” Ujarku bertanya padanya. Dia berdiri didepanku dengan gaun yang biasa dia gunakan. Dia tersenyum padaku, senyum khasnya yang biasa. Kaki panjangnya terkadang membuatku iri. Ya, dia sangat sempurna bagiku. Summer Choi, adik dari penyihir besar, Andrew Choi.

“kurasa kau mengetahuinya” ujar Summer. “alasan….” seseorang dengan nada sinis menujukan perkataannya padaku. Seseorang yang membelakangiku dan lebih memilih untuk berhadapan dengan vas besar peninggalan keluarga kerajaan. Dia berbalik dan aku melihat sosok penyihir besar kami didepan sana. Andrew Choi, Choi Siwon.

“kau mengetahui alasannya Mariabelle. Sapphire Margareth Mariabelle Ateara Vamille. Bahkan namamu lebih panjang daripada putri mahkota kita serta anggota kerajaan lainnya” ujarnya sinis padaku.

“cih, jika kau kemari untuk menghinaku, lebih baik kau pulang Andrew. Aku tak membutuhkan pendapatmu. Dan untuk jawaban yang tadi, aku memang mengetahui alasan kalian kemari dan jawabanku, tidak. Aku tidak akan pernah melepasnya” jawabku. Ya, tentu saja aku tidak mau melepasnya. Dia adalah hal terpenting dalam hidupku.

“mengapa? Bukankah kau juga keluarga kerajaan? Kau mempunyai kehormatan sebagai putri keluarga Ateara Vamille. Keluarga vampire sekaligus penyihir tertua yang pernah ada. Bukankah kau juga harus berkorban demi Sazzatrivvia? Kau juga memegang tanggung jawab Sazzatrivvia. Tidak hanya Narsha, Belle.” Ujar Summer menjelaskan semuanya padaku.

“sekalipun aku harus melepasnya? NOWAY. Aku tidak akan pernah melepasnya” bentakku pada Summer.

“kau harus tetap melepasnya, Belle. Kau tau sejak awal bahwa dia adalah satu-satunya keturunan raja Callaghan yang ada. Kau harus melepas Kyuhyun, Belle. Mariabelle, kau harus menerima kenyataan bahwa waktunya telah tiba. Ramalan Ashkay menjadi kenyataan.” Andrew terus memaksaku. Apa yang harus kukatakan?

“ya, aku mengetahuinya Andrew. Namun, itu terlalu berat untukku. Aku tak bisa melepas Kyuhyun begitu saja.” Aku tak dapat menahan amarahku. Lututku lemas dan aku tak mampu untuk berdiri. Aku terjatuh. Summer menahanku dan segera memelukku. Dia membelai rambutku lembut.

“aku, aku tak bisa merelakan Kyuhyun. Selama ini aku terus berharap bahwa ramalan Ashkay akan meleset, bahkan selalu berharap bahwa Sazzatrivvia Marcus Xevelline bukanlah Kyuhyun.” Aku tak dapat menahan air mataku. Tak mungkin. Terlalu berat untukku melepas Kyuhyun dan merelakannya untuk Narsha.

“ada satu yang harus kau ketahui Belle.” Ujar Andrew. “apa?” Aku memandangnya untuk menuntut jawaban.

“kau masih bagian dari Sazzatrivvia meskipun dulu Soffhie memutuskan untuk meninggalkan posisi dikerajaan. Kau, masih memegang kekuasaan dan tanggung jawab di Sazzatrivvia. Kau masih memikul nama kerajaan.” Aku mendengus mendengar ceramah panjang lebar dari Andrew, seperti biasanya. “bukankah sudah ada Narsha yang memikul nama kerajaan?” kataku dengan nada meledek.

“ya, kau benar. Dan takdir Sazzatrivvia saat ini sedang kau pegang. Sazzatrivvia Marcus Xeveline ada ditanganmu, Belle.”

Aku mendengus lagi mendengar perkataan Andrew. “lalu? Mengapa Donghae berada di Q-Voocemelle? Tepatnya didalam kastil utama disana. Apa yang terjadi?” tanyaku membuat Andrew dan Summer terdiam.

“kami juga tak mengerti tentang itu. Namun, kurasa kau pasti tau bahwa Donghae dimantrai oleh Veile dengan mantra scrovaxie” kini, Summer yang menjawab karena kurasa Andrew tak bisa menjawabnya.

Aku tertawa kecil mendengarnya “haha, pengawal bodoh. Bukankah dia sudah mengetahui bahwa mantra itu mendapat tempat di 13 mantra terberat kerajaan?”

Andrew memandangku sedikit heran “ada apa?” tanyaku padanya.

“daritadi aku bertanya tanya, apa benar kau ini vampire? Kurasa kau lebih tepat dikatakan sebagai penyihir, bukanlah vampire” aku melirik Andrew sinis dan berbicara dengan nada kasar padanya “kau membuatku tersinggung Andrew. Bukankah tadi kau sendiri yang mengatakan bahwa aku masih memikul nama kerajaan? Dan, kau tau sendiri bahwa aku juga seorang penyihir. Camkan itu. Baiklah, aku lelah. Aku ingin tidur sebentar. Nanti malam, aku akan mendatangi Q-Voocemelle untuk menjumpai sang putri yang terhormat. Sampai jumpa disana”

Aku berjalan kearah kamar diikuti bunyi bising dari bawah, dan aku tau bahwa Andrew dan Summer sudah pergi. Baguslah. Karena nanti malam, aku akan bertemu dengan sang putri yang terhormat. Sazzatrivvia Narsha D’Flamelle Uzzqaria. Putri mahkota yang memikul nama kerajaan.

***

#Vampire, Witch, and Destiny# [Author PoV]

Dimalam yang kelam itu Mariabelle duduk terdiam didalam kamarnya memikirkan semua yang dikatakan Andrew tadi. Kalimat itu masih ada didalam kepalanya. Terus berputar untuk mencari jawabannya “kau, masih memegang kekuasaan dan tanggung jawab di Sazzatrivvia. Kau masih memikul nama kerajaan”

Ya, Mariabelle mengerti bahwa dia masih anggota kerajaan. Namun, masih terlalu berat untuknya menerima kenyataan bahwa takdir Sazzatrivvia adalah orang yang sangat disayanginya. Kyuhyun. Atau, dalam hal ini mereka menyebutnya Pangeran Marcus. Sazzatrivvia Marcus Xevelline. Cho Kyuhyun.

Mariabelle memutuskan untuk beranjak dari kamarnya untuk bergegas menuju Q-Voocemelle. Tempat dimana semua makhluk kerajaan bertempat tinggal didunia ini.

Dalam satu kedipan mata, Mariabelle menghilang dari kamarnya. Pada detik itu juga dia sudah tiba disuatu hutan yang sangat sepi. Tak ada seorangpun manusia yang mau mendekat kesana. Desas desus yang beredar adalah, didalam hutan sana tinggal begitu banyak makhluk aneh. Beberapa manusia yang lewat disana berbisik bisik melihat Mariabelle yang malah berjalan semakin mendekat ditempat itu.

Mereka terus berbisik bisik hingga menghilang dari hadapan Mariabelle. Bersyukur, Mariabelle telah sampai didepan hutan. Dia selalu bingung, mengapa manusia manusia yang lewat didepan sini mengetahui bahwa didalam sana tinggal makhluk aneh? Dan, kenyataan bahwa hutan itu berada didalam sebuah desa disana membuat Mariabelle kesal.

Bagaimana tidak? Itu artinya dia harus dilihati begitu banyak manusia saat akan masuk kedalam. Bahkan Mariabelle masih tidak bisa menahan nafsunya untuk meminum darah mereka. Dia selalu menghela nafas dalam dalam untuk menahan nafsunya. “exvences” ujar Mariabelle lirih membuat segel kekai yang menutup pintu hutan itu terbuka dengan satu langkah kaki, Mariabelle masuk kedalam dan disambut para vampire yang sudah menunggu kedatangannya didepan pintu masuk yang berada didalam kekai.

“yang mulia” ujar seorang vampire wanita yang merupakan tetua para vampire disana, Dessire Baderra. Salah satu vampire tertua disana.

“apa yang kalian lakukan disini? Menyambutku? Kurasa percuma. Jika kalian ingin menyambutku, seharusnya kalian menyambutku diluar bukan didalam sini” gerutu Mariabelle kepada mereka.

“maafkan kami yang mulia. Kurasa kau mengerti bahwa keadaan untuk menyambutmu diluar adalah keadaan yang tidak mungkin.” Jawab Dessire meminta maaf kepada Mariabelle. Sebenarnya, Dessire tidak takut pada Mariabelle, hanya saja, menakutkan jika Mariabelle sudah marah.

Sifat Mariabelle berubah total semenjak dia mengetahui bahwa sang putri dari Sazzatrivvia akan datang kedunia ini untuk mencari takdirnya. Mariabelle berubah karena keras tidak ingin melepas Kyuhyun. Sifat Mariabelle berubah, awalnya, dia adalah seorang perempuan yang ceria, halus, dan lembut. Namun, sekarang Mariabelle berubah kaku dan dingin terhadap orang lain.

“baru saja tiba dan kau sudah membuat masalah eh? Belle, Belle..”

Suara berat yang khas itu menyambut Mariabelle disana. Dia melihat dua orang laki laki berbadan tegak. Seorang sudah tua, dan seorang lagi masih muda dan tampan. Reevalle Viidria dan Andrew Choi. Sang tetua dan sang penyihir besar. Mariabelle mendengus melihat mereka berdua yang baru saja tiba di rombongan penyambut Mariabelle.

“kalian terlambat. Aku sudah tiba disini sejak lima menit yang lalu.” Balas Mariabelle yang disambut oleh tawa garing yang keluar dari mulut Reevale. Sedangkan Andrew hanya tersenyum. “kau pikir kami kemari untuk menyambutmu sama seperti pengikutmu ini?” ujar Reevalle mencibir menunjuk para vampire yang masih menunduk memberi hormat kepada Mariabelle.

“hey, jangan sembarangan menyebut kami seperti itu” ujar seorang vampire berdiri dari tempatnya dan menghampiri Reevalle. “kau, manusia bodoh yang mau saja dirubah menjadi makhluk terkutuk oleh Dessire.” Ujar Reevalle merendahkan.

“jangan sembarangan Reevalle” bentak Andrew yang kini mengangkat bicara. “sudahlah Siwon. Biarkan dia berbicara apa saja yang dia inginkan. Yang penting, kau tau sendiri kan apa alasanku ingin berubah seperti ini? Biarkan saja” ujar vampire tadi mendelik kepada Reevalle.

“Lee Sungmin. Manusia bodoh yang mau dijadikan korban. Bodoh. Oh ya, siapa lagi anggota boyband-mu yang akan bergabung dengan dunia kita? Kita sudah mempunyai empat orang disini. Berapa lagi? Sembilan orang lagi? Rubahlah mereka menjadi ogre, werewolf, apa saja. Bukankah itu yang kau mau Andrew?” ujar Reevalle.

“jaga kata katamu Reevalle.” Bentak Andrew kesal pada Reevalle.

“hey, itu benar. Sungmin, Donghae, dan Kyuhyun….”

“PANGGIL DIA YANG MULIA!!!!!” bentak Dessire memotong perkataan Reevalle yang sembarangan mengucapkan nama Kyuhyun. “ya, ya, ya. Aku mengerti. Yang Mulia Pangeran Marcus.”

“itu bukan urusanmu. Suatu kesalahan mengapa Donghae ada disini bersama kita. Sedangkan Sungmin? Kau tau sendiri alasan dia berubah menjadi vampire adalah alasan kesehatan. Dan, Kyuhyun memang mempunyai garis keturunan raja Callaghan. Dia takdir Sazzatrivvia” jelas Andrew.

“STOP!! JANGAN BERBICARA TENTANG ITU LAGI! TUTUP MULUTMU ANDREW CHOI !!!” bentak Mariabelle yang sudah tidak tahan mendengar ucapan ucapan yang keluar dari mereka bertiga, terutama Reevalle. Entah apa yang membuat dia menjadi seperti itu.

“baiklah Mariabelle. Mari, ikut aku kekastil. Kau akan bertemu dengan Narsha” ajak Andrew yang diikuti anggukan lemah Mariabelle.

***

#The Princess# [Mariabelle PoV]

Aku tiba dikastil besar itu. Andrew menuntunku masuk kedalam. Perasaanku tidak karuan. Pertama, aku takut Donghae kaget melihatku berada ditempat ini karena sejujurnya, yang mengetahui bahwa aku adalah vampire sekaligus penyihir hanyalah Sungmin dan Andrew. Tentu saja aku tak memberitahu siapapun tentang kenyataan yang terjadi padaku.

“masuklah” ujar Andrew ketika kami tiba didepan pintu yang cukup besar dan megah. Dia membuka pintunya dan menuntunku masuk.

Aku melihat sosok seorang putri yang sedang duduk disana bersama Summer, Veile, dan…… Donghae.

Respon yang sudah dapat kupikirkan sebelumnya. Donghae sangat terkejut saat melihatku. “apa kabar Donghae?” tanya Andrew pada Donghae. Dan, dari reaksi yang ditunjukkan oleh Donghae, kurasa dia juga kaget melihat Andrew. “Siwon? Apa yang sebenarnya kau lakukan disini? Aku bertanya pada Sooyoung tadi, mengapa dia berada disini bersama dengan Narsha, namun katanya, aku akan mengetahui semuanya nanti. Apa kau mengenal Narsha, Siwon?” tanya Donghae.

Aku melihat Summer  tertawa kecil. Ya, aku tau bahwa ‘Sooyoung’ yang dimaksud Donghae adalah Summer. “dan, Hyeyoon? Mengapa kau juga berada disini? Ada apa ini sebenarnya?” tanya Donghae yang aku tau pasti bahwa dia menujukan pertanyaannya itu padaku. “apa mantra scrovaxie tidak berfungsi padamu?” tanya Andrew. “Veile, apa yang sebenarnya kau masukkan kedalam ingatannya?” sambung Andrew.

“aku hanya memasukkan beberapa yang harus diketahuinya. Aku tak memasukkan sampai kedetil detilnya” jawab Veile. Andrew menghela nafas panjang dan membuangnya. Narsha hanya  terdiam melihatnya.

“baiklah Donghae, ada satu kebenaran yang harus kau ketahui.” Ujar Andrew memulainya.

“aku dan Sooyoung kakak beradik”

“semua orang juga mengetahui tentang ‘Choi Siblings’, Siwon-ah” jawab Donghae memotong pembicaraan Siwon atau lebih bisa dikatakan Andrew. “tidak, bukan seperti itu. Aku dan Sooyoung kakak beradik kandung. Aku adalah seorang penyihir besar, penyihir dari segala penyihir. Pemegang kekuasaan sihir terbesar selain raja tentu saja dan Sooyoung adalah adikku. Adik kandungku” jelas Andrew. “lalu, Hyeyoon?” tanya Donghae.

“lama tak berjumpa tuan putri” potongku menyapa Narsha. Donghae hanya tercengang melihatku yang masuk lebih dalam dan menyapa Narsha begitu ringan. “Sapphire Margareth Mariabelle Ateara Vamille. Lama tak jumpa Belle, apa kabar?” balas Narsha padaku.

Aku tersenyum padanya “aku baik baik saja. Bagaimana denganmu?”

“dia adalah vampire, Hyeyoon adalah vampire” potong Andrew menyambung penjelasannya tadi dan mengakhirinya. Donghae terlihat sangat kaget ketika mengetahui kenyataan bahwa aku adalah seorang vampire. Sedangkan Narsha terlihat biasa saja.

“kurasa, setelah kau menerima mantra scrovaxie kau bisa mengerti semuanya bukan? Dan kini kau sudah mengetahui kebenarannya Donghae.” Ujar Andrew. “jadi? Kau sudah mengenal Sooyoung bahkan sebelum trainee di SM? Kau sudah mengenal Hyeyoon bahkan sebelum Kyuhyun mengenal Hyeyoon?” tanya Donghae yang dibalas dengan anggukan oleh Andrew.

“berat untuk mengakui semuanya, namun, kurasa kau benar Siwon. Aku berada disini, dan ini merupakan bukti yang begitu nyata. Kau, Sooyoung, dan Hyeyoon. Jadi ini bukan sekedar kebetulan bukan bahwa aku bertemu dengan Narsha ditaman? Atau, ini yang dinamakan takdir? Haha, entahlah” aku tergerak mendengar kata takdir. Rasanya seperti ada yang salah saat aku mendengar kata ‘takdir’ saat ini. Terlalu takut jika Narsha mengetahui bahwa takdir Sazzatrivvia ada padaku. Ah, astaga, aku baru menyadari sesuatu, Veile melihatku daritadi. Dan, berhubung aku mengetahui bahwa Veile dapat membaca pikiran orang lain, aku sudah memblokir pikiranku. Kutebak, dia belum mengetahui bahwa takdir Sazzatrivvia adalah siapa atau apa.

Karena, jika ‘ya’ dia pasti sudah bertindak. “baiklah biar aku memperkenalkan diriku lagi berhubungan sudah begitu lama kita tidak bertemu, ya tentu saja. sudah bertahun tahun lamanya kita tidak bertemu. Aku, Sapphire Margareth Mariabelle Ateara Vamille. Vampire sekaligus penyihir yang menanggung nama keluarga Ateara Vamille. Keluarga vampire sekaligus penyihir tertua yang pernah ada. Senang dapat bertemu lagi denganmu tuan putri” ujarku selesai memperkenalkan diriku. “Sapphire, Margareth, Mariabelle, Ateara, Vamille?” ujar Donghae mengeja setiap namaku. Aku mengangguk. Tapi, mengapa harus dia yang mengeja namaku? “setauku namamu adalah Park Hyeyoon. Dan, nama lainmu adalah Sapphire Park” sambung Donghae yang langsung kuabaikan

“nama yang indah putri. Senang bertemu denganmu” balas Narsha tersenyum lebar menandakan bahwa dia benar-benar bahagia bertemu denganku. Dari berita yang kudengar, Narsha memang tipe tuan putri yang hangat dan selalu memikirkan rakyat kerajaannya. Dia adalah tipe penyihir yang ceria dan gampang bergaul dengan orang lain.

Anggun, elegan, pintar, dan hangat. Itulah kesan yang kudapatkan saat bersama dengan Narsha. Dia berusaha untuk membuat kami –aku, Summer, Veile, Donghae, dan Andrew tersenyum.

Aku dapat mengetahui bahwa Summer sangat menyukainya karena memang Summer adalah tipe penyihir yang penyayang dan gampang menyukai orang lain. Begitu pula dengan Donghae. Kurasa mereka semua menyukai Narsha. Mereka selalu tersenyum dan tertawa saat bercerita. Tidak denganku dan Veile. Yah, aku sudah tau bahwa Veile adalah pengawal yang dingin bahkan dapat dikatakan sombong, namun, tetap saja. dia masih tersenyum dan tertawa kecil saat mendengar perkataan demi perkataan yang terlontar dari bibir Narsha.

Aku? Jangan pernah berharap bahwa aku akan menyukainya. Ingat? Dia akan merebut Kyuhyun dariku. Dan aku takkan pernah membiarkan itu.

Walaupun, cepat atau lambat kurasa dia akan mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Tuhan, kuharap perkiraan mereka meleset dan takdir yang dimaksud bukan Kyuhyun… ya, kuharap ya tuhan…

“-“-“-“-“

[Veile PoV]

Aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan Mariabelle. Dia terkesan dingin dan menutupi sesuatu. Sejujurnya, aku berusaha memasuki pikirannya sejak tadi, namun kurasa dia sudah mengantisipasi untuk memblokir pikirannya. Kuakui, Mariabelle adalah vampire sekaligus penyihir yang sangat hebat.

Namun, dia berubah. Jujur saja, dulu dia sangat ceria, halus, dan lembut. Namun, dari caranya memperkenalkan diri tadi, dia berubah menjadi kaku dan dingin bahkan terkesan sangat anggun dan kasar. Mariabelle yang kutau adalah Mariabelle yang polos, pemalu, ceria, dan lembut. Apa yang terjadi?

“tuan putri, kapan kita bisa memulai mencari takdir itu?” tanyaku memotong pembicaraan tuan putri Narsha dan sayangnya membuat Mariabelle terlihat sedikit tidak nyaman.

“aku, aku ingin segera menemukannya. Hanya saja, aku tak tau apa yang harus aku lakukan dan, apa yang harus aku cari. Namun, aku merasa bahwa aku harus mencari keturunan raja pertama, yaitu raja Callaghan. Tapi, dimana aku dapat menemukannya?” aku melihat Veile menghela nafas panjang mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Narsha. Kata demi kata.

“kau harus melakukan sihir ini tuan putri, labbartte.” Veile mengucapkan suatu mantra dan aku tau pasti apa isi perkamen ditangan Veile. Sihir besar 7 keluarga kerajaan.

Sebuah sihir yang dibuat oleh tujuh keluarga kerajaan bersama penyihir besar pertama. Keluarga Callaghan, D’Flamelle, keluargaku—Ateara Vamille, ZeActuqqaz, Xevelline, A Daimoqqiasz, dan keluarga Qwasidth. Callaghan, D’Flamelle, ZeActuqqaz, dan Xevelline merupakan keluarga penyihir. A Daimoqqiasz adalah keluarga werewolf meliputi penyihir. Qwasidth merupakan keluarga ogre. Dan keluargaku—Ateara Vamille tentu saja merupakan keluarga vampire meliputi penyihir. Keluarga ZeActuqqaz bertugas untuk mengabdikan diri kepada penerus tahta. Dan demi kedamaian bersama, mereka membuat sihir itu bersama penyihir besar ‘choi’ yang berguna sebagai sihir untuk mencari anggota keluarga yang hilang.

Yang kutak mengerti, Kyuhyun bermarga Xevelline, tapi mengapa dialah keturunan raja Callaghan? Apa benar perkiraan para tetua meleset?

“sihir ini rumit Veile” gerutu Narsha.

“namun, kau harus mempelajarinya tuan putri” ujar Summer lembut pada Narsha. Cih, jika aku menjadi Andrew, aku akan melatihnya sampai tuan putri itu mati hanya untuk sihir tersebut.

“namun, aku memang harus mempelajarinya. Kapan kita bisa memulainya Veile?” tanya Narsha pada Veile. Veile dan Andrew tersenyum, begitu juga dengan Summer. “kita bisa memulainya besok pagi putri.” Jawab Veile. Narsha tersenyum puas menerima jawaban dari Veile.

“baiklah, aku akan berusaha semampuku. Demi Sazzatrivvia” satu hal yang baru kusadari sekarang. Dia melakukan semua ini benar benar hanya demi Sazzatrivvia. Apa aku harus mengorbankan Kyuhyun untuknya? Disudut sana aku dapat melihat Andrew yang memandangku dalam dalam. Aku bingung, apa benar aku harus melepas Kyuhyun?

***

#The Quisax with Lily Mountain Flowers# [Andrew PoV]

Tanpa terasa hari mulai pagi, dan sesuai perjanjian semalam, hari ini Narsha akan melatih sihir yang dibuat oleh para pendahulu kami dulu.

Sihir Focexvia Qarbavve sihir yang berguna untuk melacak anggota kerajaan yang hilang. Salah satu sihir terbesar yang ada. Kita harus membuat bintang segitujuh, ucapkan semua marga keluarga. Dan ucapkan mantranya “Focexvia Qarbavve” ujarku lirih.

“kak?” aku mendengar suara Summer memanggilku dibalik pintu “ya? Masuk saja” jawabku. Beberapa detik kemudian pintu besar kamarku itu terbuka dan Summer masuk kedalamnya. Seperti biasa, dia masuk dengan senyum khasnya. Kamar ini hanyalah kamar biasa, sebuah tempat tidur besar, meja rias, dll. Summer masuk membawa bunga kesukaanku, bunga lili gunung yang jujur saja tidak ada di Q-Voocemelle. Dia mengulurkan tangannya memberikan bunga itu padaku.

“darimana kau mendapatkannya?” tanyaku tersenyum pada Summer dan langsung mengambil bunga itu dari tangannya. Summer tersenyum padaku dan duduk disebelahku, persisnya diatas tempat tidurku.

“aku merasa akhir akhir ini kau lelah dan tidak bersemangat. Kurasa kau perlu beristirahat kak.” Ujar Summer terlihat khawatir. Aku hanya tersenyum mendengarnya. “Bvessie yang membawanya kemari. Dia mengatakan bahwa disana sedang musim bunga lili gunung. Dia teringat padamu yang sangat menyukai bunga ini” Sambung Summer seraya tersenyum pada Quisax—peri kecil yang sedang menempel dirambutnya menggigit-gigit kecil rambut Summer.

Aku tersenyum melihatnya “terima kasih” ujarku pada Quisax bernama Bvessie itu. Bvessie tersipu malu, karena kulihat dia bersembunyi dibalik rambut Summer tak menampakkan diri. Summer tertawa melihatnya “kurasa dia menyukaimu oppa” ujar Summer menggodaku dengan memanggilku ‘oppa’ panggilan untuk seorang kakak laki-laki dari adik perempuan dalam bahasa korea.

Aku ikut tertawa “sepertinya. Baiklah Summer, kurasa kita harus segera menghampiri Narsha dan Veile karena hari ini kita sudah berjanji untuk berlatih sihir Focexvia Qarbavve kan? Ayo” aku berdiri dan mengajak Summer namun dia hanya terdiam ditempatnya “ada apa?” tanyaku.

“Donghae oppa bagaimana? Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan Mariabelle?”

Pertanyaan Summer membuatku terdiam. Ya, Donghae. Member lain pastinya sudah khawatir mengapa aku dan Donghae tidak pulang. Sungmin sudah pulang semalam. Namun, aku dan Donghae? Apa yang harus kukatakan kepada mereka semua? Ah, sudahlah.

“oh ya, Bvessie bisa tolong bawakan lebih banyak lagi? Aku memerlukannya untuk melakukan sebuah sihir.” Ujarku meminta sesuatu kepada Bvessie. Aku melihatnya terseipu dan tersenyum. Dia mengangguk pertanda bahwa dia menyetujuinya.

***

TBC

Nah, part 2 selesai XD baru kemarin part 1 selesai, skrg part 2 udah selesai :3 komen yaahhh ^^

One thought on “Fleumente [part 2]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s