SK Chapter 5

Title : SK (Chapter 5)

Author : CHOVLKYU

Main Cast : Shin Sang Ri

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast : ShinDong dan Lee Teuk (anggap aja mereka orang tua kyuhyun, donghae dan SangRi)

Rating : PG 17+

Genre : Romance

Warning! : siap-siapkan diri untuk Chapter yang lebih.. selanjutnya ya!!!

Ps : Author freelance yang baru coba-coba buat FF. cuma pengen tahu aja kalian suka ga sama FF buatan aku atau engga sama sekali?.. plise jangan debasing, aku hanya fans yang sangat mencintai KYUHYUN OPPA sama seperti kalian, hanya ini yang bisa mengimbangi kegilaan ku pada EVIL MAGNAE..

Kritik dan saran sangat membantu aku memperbaiki di Chapt selanjutnya..

TKS B4 ya buat admin yang mau publis FF-ku ini.

SELAMAT MEMBACA!

 

Disclaim : No Plagiat! YES Like NO CopyPaste YES Comment

Cerita sebelumnya..

“angka penjualan kita bulan ini harus..”

“bia ditunda brifing paginya?” semua mata reflex beralih ke pintu dan dengan rasa hormat menyapa direktur yang benar-benar  menemuiku disini.

“direktur tapi kita sedang..”

“oke baiklah kalian bisa lanjutkan.. aku akan menunggu di ruang sebelah” ia langsung menghilang dari hadapan kami. Aku permisi sebentar kepada boss-ku untuk ijin ke luar.

Aku mencarinya dengan instingku yang seperti hewan pemburu. Aku kesal karena dia sudah sangat memnggangu hidupku selama dikantor.

Krek. Aku mendorong pintu sebelah ruangan, mendapatinya yang tahu akan kedatangku yang sangat cepat dihadapannya. dengan cepat dia meraih pinggangku untuk dipeluk dan mencium bibirku semaunya.

Sialan, bibir pria tidak tahu diri ini asik bergerak diatas bibirku yang belum pernah tersentuh sama sekali bibir asing dari seseorang. Tubuhku berontak, karena aku tidak suka dan tidak mau diperlakukan seperti ini. Tangan kekarnya berpindah ke punggungku untuk mengurangi berontakku. Tapi  hal itu malah membuatku menahan nafas dan membuka bibirku, dengan cepat benda asing dan hangat itu tengah menyusuri rongga mulutku. Mencari sesuatu yang dapat menghentikan perlawananku dengan sentuhannya.

Aku mendapati tanganku yang bebas bergerak diatas bahu datarnya. Memanfaatkan kesempatan ini dengan menamparnya dengan keras.

Plak!!! Satu tamparan dariku mengakhiri jelajah lidahnya atas lidahku

“kenapa menamparku?” tanyanya sepontan.

“kau menciumku. Dan kita tidak memiliki hubungan!”

“lalu kenapa kau menemuiku dengan tergesa-gesa, kau benar ingin berkenalan denganku dan kuciumkan? Perlu kau ingat, Kau juga membuka bibirmu untukku telusuri rongga..”

“hentikan! Jangan membahas itu dikantor. Tidak sedikitku ada niat dariku untuk berkenalan denganmu. Laki-laki sinting! Jangan muncul dihadapanku karena aku sangat tidak ingin melihat bibirmu yang menciumku dengan sangat kurang ajarnya!!” aku meninggalkannya yang mencoba mencegahku.

___

 

Shin SangRi POV

Hati-hati aku menuruni tangga, menuruninya seanggun mungkin. Donghae menungguku dibawah sana, menungguku selama ini yang masih mengharapkannya. Aku harus sadar, donghae memang untukku. Aku harus benar-benar mencintainya. Bukan mengharapkan kyuhyun yang tidak tahu kapan berani muncul didepanku, untuk sekedar mengonfirmasi apa status hubungan kami. Cho Kyuhyun yang katanya akan datang ke acara penentuan tanggal pertunanganku dengan Lee Donghae.

Malam ini bukan malam pertunanganku, tapi kenapa rasanya seperti akan menikah. Pikiranku selalu melayang pada kyuhyun, kyuhyun yang akan membawaku dan menyatakan cintanya padaku. Donghae bilang ia akan datang, itulah yang membuat aku berdandan cantik. Agar dia tidak mengacuhkanku lagi, menunggunya selama ini.

“kyeopta” ujar donghae spontan saat aku meraih tangannya. Mengakhiri lamunanku tentang kyuhyun. Aku tersenyum malu melirik orangtua kami yang ikut tertawa. Directur marcus? Sedang apa dia disini. Tapi kenapa ia memakai kalung.. SK. Bandul S seperti punyaku dulu. Atau jangan-jangan?

“nah, SangRi kau pasti merindukannya kan? Kyuhyun sudah pulang. Kyuhyun-ah sepertinya sangri akan berterima kasih padamu, karena dia bisa bersama donghae karenamu?” kami sudah berpandangan lekat. Tidak aku tidak ingin berterima kasih, aku ingin mengucapkannya selamt datang.

“selamat datang.. terima kasih kau mau datang” aku memeluknya seperti aku benar-benar belum bertemu dengannya. Tanganya dengan enggan membalas pelukanku.

“senang bertemu denganmu calon nyonya lee..”

Aku menahan air mataku untuk mengalir, menbuat senyuman bahagia untuknya.

Terakhir aku melihat nya saat insiden dia menciumku. Aku megetahui namanya. MR. Marcus Cho

Ada yang bisa jelaskan kenapa ia memakai nama Marcus dikantor?

Tes. Detik itu juga air mataku sudah tidak terbendung. Beban merindukannya sudah hilang. Digantikan beban penyesalan dariku, kenapa aku tidak menolak pertunangan yang akan digelar.

“lihat putri kecil kita menangis, aku jadi ingat betapa dekatnya mereka tapi selalu kyuhyun mengacuhkan SangRi” aku diacuhkan? Ya, aku sadar. Memintanya untuk mengejarku itu tidak mungkin. Akan sama saja jika aku mengganggunya seperti dulu, ia tetap mengacuhkanku setelha tau aku kaka iparnya.

Aku menatap umma, apa aku menyesal sekali? Apa donghae mau membatalkan pertunangan kami? Sadar, SangRi memintamu menunggunya saja tidak kenapa kau memaksa ingin membatalkan rencana indah itu. Aku yakin ini akan berjalan indah?

“permisi, boleh aku ke kamar mandi?”

“ah, anak itu, kenapa bertambah kaku saat bretemu dengan kyuhyun. Apa SangRi menyesal akan bertunagan denganmu donghae?”

“donghae, pilih tanggal secepatnya. Kau tidak takut SangRi-mu diambil adikmu? Dan kau kyuhyun carilah gadis yang seperti SangRi. Hahhah kau ini membuat kedua anakku menjadi grogi saja Tuan Shin. hhahhah”

aku tertawa miris mendengar candaan appa pada donghae.

___

sesampainya aku dikamar mandi. Aku menumpahkan kesialan hidupku. Bagaimana bisa seminggu ini kami sangat berdekatan, tanpa tahu kalau kami saling mengenal.

“oppa?”

“SangRi, kau?”

“hiks hiks..oppa jahat, kenapa kau tidak bilang akan pergi jauh. Hiks.. Apa aku boleh ikut? aku ingin dekat dengan oppa..hiks”

ia membelai kepalaku. “kenapa menangis? Kau sangat jelek jika menangis. Hapus air matamu cepat?” “jika aku tidak menagis lagi apa oppa tidak akan pergi?”

“aku tidak bisa, itu keinginan appa. Aku harus mematuhinnya” “oppa harus kembali secepatnya. Emm, boleh aku menyusulmu jika aku sudah lulus SD?”

“jangan, aku tidak ingin kau mengangguku lagi!”

“tapi oppa..”

_

“donghae oppa, tolong jangan biarkan kyunnie pergi. Nanti kita tidak bisa bermain lagi.. oppa cepat katakan itu padanya”

“tidak SangRi-ah, selama ini kita tidak pernah bermain bersama. Kau hanya bermain berdua dengan donghae hyung”

“lepaskan! Kenapa kau menangis. Apa aku begitu special bagimu, aku kan selalu dingin padamu!” kyuhyun berusaha melepaskan pelukanku.

“SangRi sudahlah.. kyuhyun harus pergi. Kyunnie, jangan begitu. Baiklah aku akan menjaganya untukmu”

Aku melepas kalung yang kupunya. Benda kesayanganku yang selalu melekat padaku. ‘Kalung S’ itu bertambah inisial dengan namanya. SK.

“oppa, tolong bawa ini kemanapun kau pergi. Agar kau tidak kesepian”

***

“annyeong SangRi?” sapa donghae.

“oppa, jangan ganggu aku?”

“SangRi-ah katakan apa yang bisa membuatmu kembali seperti dulu?”

“bawa kyuhyun oppa kembali kesini oppa?”

“itu tidak mungkin SangRi..”

Donghae memberikan PSP milik kyuhyun oppa “ini, baiklah ini mungkin bisa membuatmu mengurangi rindumu”

Rinduku teramat besar 1bulan pertama jauh darimu. Hanya sedikit kabar tentangku yang aku tahu.

“ini? Ia memberikannya padaku?”

“tidak, ini hanya kupinjamkan untukmu? Kyuhyun memberikannya padaku”

“oppa kau mau memainkannya seperti yang biasa kyuhyun mainkan. Aku rindu kyuhyun saat memandangnya seperti itu. Bermain game dan terus betah mengacuhkanku”

“tapi.. baiklah jika itu bisa membuatmu melihatku”

Saking rindunya aku padamu, aku mengambil sosok donghae untuk aku jadikan sepertimu. Sialnya itu tidak mengurangi rasa rinduku..

“SangRi mau kah kau menjadi kekasihku?”

“tapi oppa..”

Hanya kyuhyun yang aku tunggu detik ini. yah, paling sebuah pernyataan. Kau juga merindukanku dan ingin aku tetap menunggmu pulang.

“aku tahu kau menyukai kyuhyun, tapi sebelum rasa itu menjadi cinta. Bolehkah kita menjalin perasaan. Kyuhyun bahkan tidak merespon perasaanmu yang secara gambling kau ungkapkan padanya”

“meski, aku hanya menjadikanmu pelarian oppa?..”

“ne, itu akan aku terima”

Aku harap aku tidak menyesal, bisa memiliki donghae oppa yang baik hati. Tapi aku salah. Selalu kyuhyun yang ternyiang dikepala dan hatiku.

***

“kau sudah mempunyai kekasih?”

“sayangnya aku sudah memiliki kekasih!”

“malang sekali nasibku. Gadisku diambil kakakku.. hey apa kau tertarik padaku?”

“bisa dipertimbangkan jika kekasihku berbuat jahat padaku”

“kenapa tidak sekarang? apa aku boleh merebutmu darinya?”

“kau gila”

Jika aku tahu itu kau, detik itu aku mau menjadi kekasihmu..

Tidak peduli namamu menjadi marcus cho atau apalah nama yang kau inginkan, aku akan tetap mencintaimu..

___

Sekembalinya aku dari kamar mandi, ada kejutan menghampiriku.

Saengil chukahamnida. Saengil chukahamnida. Saengil chukae uri SangRi. Saengil chukahamnida.” Aku tersenyum membalas kejutan mereka. Hari ulang tahunku.

Terharu, tentu saja. Boleh aku menangis lagi? Setidaknya untuk aku menutupi rasa kesalku, Karena kyuhyun tidak mengatakan yang sebenarnya apa yang terjadi antara kami. mata Kyuhyun berkaca-kaca melihatku, apa dia iri dengan donghae yang membawa kue untukku? Kenapa kau tidak membawakannya sendiri. Cukup SangRi, kau tidak boleh mengaharapkannya lagi.

“Ayo sayang..Tiup lilinnya dan make a wish?” suruh donghae oppa. Aku meniup lilin dan memejamkan mataku serta mengucapkan doaku dalam hati.

Terima kasih Tuhan atas kebahagiaan hidupku ini.. aku ragu memintanya pada-Mu, aku masih ingin dengannya, tapi bisakah kau memudahkan jalan hidupku.. aku tidak ingin kesulitan dan beban ini terangkatkan. Kyuhyun.. bisakah aku melupakannya..

Saat aku membuka mata aku melihat kyuhyun masih memejamkan matanya. Cukup lama ia memejamkan mata. Kyuhyun-shi, doa apa yang kau panjatkan untukku? Aku harah tuhan lebih mendengar doamu untukku, melihat ketulusan yang kau berikan untukku. Aku harap itu tentang kita.

“hadiahnya? Ini dariku” donghae memberikan kalung berinisialkan SD padaku.

“kyuhyun, aku tahu kau menyiapkan hadiah untuk kekasihku, ayo berikan?” kyuhyun menolak memberikannya.

“nanti saja, hadiahnya ada didalam mobil. Akan memakan waktu lama jika mengambilnya”

“wah, ternyata kyuhyun baik sekali ya memberikan SangRi hadiah”

Aku membuka pintu kaca yang berhubungan langsung dengan balkon kamarku, Aku meletakkan hadiah donghae diatas meja rias. Mengambil kandang besar yang berada dibalkon kamarku.

“puss, kau ingin ku beri nama apa? Aku begitu menyukaimu tapi sulit menamaimu?” eh, apa ini? Surat?

Apa kau merindukanku? Aku rasa tidak.. Karena donghae akan menemanimu jika kau merindukanku kan..

Aku tidak tahu kenapa kau menangis ketika menemuiku untuk terakhir kalinya, apa aku special dimatamu.. aku harap itu benar, tapi donghae hyun sudah milikimu lebih dahulu menjadi kekasihnya..

Sepertinya aku menyerah, bagaimana denganmmu? Jangan mengharapkanku.. donghae, disisimu sekarang..

karena dulu aku selalu mengacuhkanmu, maka aku menghadiahkan sesuatu untukmu. Aku pikir kau merindukaku selama ini, kau butuh teman untuk kau ajak megobrol kan?..

KUCING, semoga kau menyukainya… Beri nama sesukamu..

Kau tolol kyuhyun.. Baiklah jika ini ke inginanmu.. aku akan menamainya.. BODOL. Aku bodoh dan kau tolol. Puas kau!

Bukannya menghilang malah perasaan ini semakin tumbuh. Ada yang ingin memberi tahu bagaimana cara melupakannya? Seminggu ini malah membuatku semakin stress. Aku tidak melihatnya.

Pernah suatu waktu aku datang keruangannya, dia tidak ada disana dan dia tidak ingin diganggu siapapun. Keadaan ini sungguh menyiksaku. Dia jauh aku malah menghayalkan tentangnya, dia dekat aku malah makin ingin didekatnya.

Siang ini aku memutuskan untuk makan dikantin kantor yang menyediakan catering khusus pegawai. Setelah mengambil makanan yang aku inginkan aku melirik orang sebelumku. Cho Kyuhyun. Apa ia mengikutiku?

“kau juga makan disini?” tanyaku langsung, tanpa menyapa.

“seperti yang kau lihat?” kyuhyun hendak melenggang pergi meninggalkan meja prasmanan.

“changkaman!” aku menukar piringku dengannya. semuanya daging, mana sayuran hijaunya?

Aku mengambilkan segala jenis sayuran yang tersaji dimeja prasmanan. Aku tahu ini berlebihan, tapi akan sangat gawat jika boss kami sakit dan tak bisa mengurus perusahaan. Hal itu juga yang akan membuatku tidak bisa bertemu dengannya.

“ini punyamu. Habiskan aku harap makanan ini tidak ada yang tersisa” aku berjalan mendahuluinya. Duduk dimeja yang kosong. Aku pikir kyuhyun akan makan satu meja denganku ternyata tidak. Aku sedikit kecewa, tapi ya sudahlah, mungkin dia merasa harus menjaga jarak denganku. Hampir setengah makanan yang ada dipiringku habis, sesekali aku melirik kyuhyun. Benar dugaanku, tidak sekalipun ia menyuapkan sayuran yang aku bawakan dimakannya.

haruskan aku seperti dulu? Mengekorinya dan mengeritik apa yang dia lakukan?

Aku berjalan ke meja tempatnya makan“kenapa tidak dihabiskan? Susah payah aku memasukannya ke piringmu. Ayo habiskan?” yah, percuma aku membentaknya, seperti 12 tahun yang lalu karena kyuhyun tidak menggubrisku sama-sekali.

Sekilas matanya melirikku “duduklah, orang akan berpikir kita seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar!”

“kyu..” aku ragu melanjutkan panggilan pertamaku padanya. Kyuhyun. Kata pertama itu yang ingin aku panggil saat dengannya.

“lalu apa bedanya? kalau aku duduk, orang akan berpikir kita sepasang kekasih yang sedang makan siang bersama?” tanyaku asal. Matanya berkeliaran mengelilingi kami.

“itukan pendapamu!”

Ya, seperti hari-hariku sebelumnya. Aku akan takluk oleh Cho Kyuhyun. Aku senang bisa bertemu dan berbicara dengannya. Aku sudah tidak peduli dengan statusku, banyak mata memperhatikan kami sejak tadi. Membuatku semakin terlihat wanita penggoda saja.

Cho Kyuhyun POV

“pergilah kepabrik, cek langsung barang apa saja yang masih bisa dipergunakan untuk properti dan barang ysng sudah habis”

“sendiri? Aku tidak membawa mobil donghae mengantarku” aku cemburu? jika aku kekasihmu aku juga akan mengantarmu ketempat yang kau inginkan.

“cih, manja sekali kau? Atau sikap romantic dari seorang kekasih?” aku menyindir kata-katanya.

“baiklah setelah tugasku selesai aku akan kesana” dia langsung kabur dari ruanganku.

“kau akan naik apa? Apa kekasihmu akan mengatarmu?” aku masih menggodanya.

“jalan kaki!” hahaha, sedikit menghiburku yang tidak bisa memilikinya hanya terus menggodanya.

“oppa, maaf aku tidak bisa? Kau bisa pergi sendirikan? Aku masih ada tugas yang belum kuselesaikan” aku sedikit mencuri dengar pembicaraan antara donghae dan sangRi.

“aku sudah tidak ada tugas, aku akan membantumu menyelesaikannya.. mana? biarku bantu”

“oppa, aku tidak suka jika tugasku diganggu gugat, itu sama saja membuatku makan gaji buta”

“kau ini berlebihan sekali, akukan hanya membantumu agar kita bisa pulang bersama. Ya sudah, jika pulang malam telpon aku, aku mungkin bisa menjemputmu?” cih, apa berpacaran hanya melakukan antar jeput kekasih saja. Membosankan!

“jagi, sangrahae”

“yak! cepat pulang” apa benar SangRi mencintai hyung-ku. Sepertinya tidak. Apa seperti itu sepasang kekasih berkomunikasi?

Setelah memastikan donghae masuk lift aku masuk ke ruangan SangRi. Hahaha, aku masih melihat banyak pekerjaan yang menumpuk dimejanya?

“kapan kau akan ke pabrik? Ini sudah jam 4 sore? Berkas-berkasmu belum selesai?”

“aish! Jinja? Ottokke? Jongmallo.. baiklah jam 5 aku akan pergi” SangRi terlihat kelimpungan mengerjakan Berkas-berkas yang menumpuk dimejanya.

“hanya seperti ini saja kau tidak bisa? Sini biar aku bantu”

Untuk beberapa menit kami hanya diam, sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tapi aku melirik dirnya yang sedang asik menatapku tanpa berkedip. Matanya menangkap mataku yang mencuri pandang dirinya.

“oppa, bukankah kita jadi lebih akrab? Dulu kau selalu mengacuhkanku jika didekatmu. Sekarang, kita sudah seperti..” SangRi mengantungkan kalimatnya karena menggigit bibirnya.

“seperti apa?”

“ah ahnio..” dia menggelengkan kepalanya cepat dan melanjutkan pekerjaannya. Kami kembali diam.

“apa caraku benar? Aku takut salah untuk memeriksa laporan” SangRi menyodorkan laporannya padaku. sudah benar tidak ada yang salah.

“Cih, kau benar-benar hanya mengandalkan kekasih?” aku mengambil beberapa berkas yang masih belum dikerjakan.

“apa maksudmu kyuhyun-shi. Aku memanfaatkan donghae untuk bekerja? Picik sekali pikiranmu? Sejak kecil kita tidak pernah dekat, sekarang kau menilaiku seperti itu, dasar sok tahu!” ia berdiri melipat tangan didadanya.

“kerjakan berkas-berkas ini, aku sudah berbaik hati mau membantumu. Ayo cepat.. aku akan mengantarmu kepabrik” ternyata dia salah paham, aku hanya mengodanya seperti biasa. Eh, entah kenapa aku jadi ingin mengodanya.

Dia duduk seperti semula tapi tidak menyentuh tugasnya sama sekali.

“kenapa dimatamu aku buruk sekali? Kau membenciku?” mana mungkin aku membencimu? Aku makin mencintaimu. Tapi kenapa kau begitu terhadap donghae?

“bukan aku yang membencimu, kau tidak mencintai donghae kan? Sudah tahu tidak suka kenapa mau menikah dengannya? aneh” aku masih memeriksa laporan-laporan yang tumpukannya sudah berkurang banyak.

“aku sudah mencintainya, dan kami akan bertunangan! Kau mennyewa detektif untuk memata-mataiku? Cih, apa kau cemburu padaku kyuhyun-shi?”.

Kau sudah mencintanya? Itu artinya kau baru mencintainya, kau menungguku?

Aku membanting berkas terakhirnya “sudah mencintainya atau mulai mencintainya? Jangan begitu, donghae hyung-ku, dia berhak mendapatkan ke bahagian. Aku cemburu? Cih, aku akan merebutmu jika donghae menyakitimu, tapi kau yang..”

“lalu kenapa kau baru mengatakannya sekarang? Apa begitu sulit mengatakannya dulu? Paling tidak buat aku menunggumu? Aku saja berani mengakuinya.. kau menyesal?”

Aku beranjak dari kursi, mengalihkan membicaraan. Menolak meneruskan perdebatan yang akan membuatku menyesal tidak membuatnya menungguku.

Aku mencintainya dan ingin ia menungguku.

“penyesalan selalu datang telambat. Biarkan ini seperti ini. Aku tunggu dibawah” aku berjalan meninggalkannya sendiri.

Lalu kenapa kau baru mengatakannya sekarang? Apa begitu sulit mengatakannya? Paling tidak buat aku menunggumu? Aku saja berani mengakuinya.. kau menyesal?

Ya, karena kebodohanku aku mengabaikanmu. Haruskah aku mengatakan dia harus menungguku? Aku takut kami sama-sama kecewa jika menyuruhmu menunggu.. dan pada akhirnya aku akan terus menyesali kebodohanku..

Setelah menyelesaikan tugasnya kami berdua pergi ke pabrik, dalam perjalanan kami hanya diam saja, lebih tepatnya berbicara seperlunya mengenai perusahaan. Aku tak tahu ia marah. Karena 12tahun sebelumnya ia tak pernah menunjukan perasaan jika sedang marah. Apa aku salah? Harus meminta maaf?

“hacih..” udara musim gugur hampir berganti dengan musim salju. Kenapa memakai baju kerja seperti gaun, kau akan sakit kalau begitu.

Aku menghampirinya yang sedang memeluk tubuhnya “SangRi, tolong suruh seseorang untuk membeli 4 gelas kopi, kau bisa beristirahat jika kedinginan”

“ne, apa ada yang bisa aku kerjakan lagi”

“Tidak ada. Istirahatlah diruanganku tadi?”

“Untuk apa kau menyuruhku kepabrik bila tidak mengerjakan apa-apa?”

Aku ingin menikmati waktu denganmu. Paling tidak sampai kau menikah dengan Donghae hyung.

“aku tak tahu kau sakit. Aku menggantikan tugasmu”

“SangRi?” aku terpaku melihatnya tertidur pulas.

Beruntungnya aku bisa melihatnya tertidur dengan wajah secantiknya dan sepolos itu. Aku jadi ingat kejadian dulu..

Flashback..

SangRi betah berlama-lama duduk dipinggir ranjangku. Menjagaku yang sangat terlelap dengan air liur dipipiku.

“oppa tidurmu nyenyak?”

“sedang apa kau?” jawabku seperti biasa. Aku menyembunyikan rasa terkejutku.

“memperhatikanmu tidur?”

“tidak ada yang lain?”

“hanya mengamati bagaimana air liur itu keluar dari bibirmu” jawabnya polos atau meledekku. Matanya menyipit, membentuk symbol bulan sabit. Sangat manis.

“yak, pergi kau!” aku sengaja mengatakan itu untuk mencegah senyumku mengembang saat melihat wajahnya.

End Flashback

Tidak sekalipun aku melihatnya murung atau tidur. Aktifitasnya hanya memperhatikanku dan memadangku, tidak ada yang lain selain didekatku, mengekoriku kemanapun aku diddekatnya. Aku merindukan saat-saat seperti itu. Tidakkah kau merindukan wajah dan kegiatanku, SangRi-ah..

Perlahan aku membelai wajahnya, rambutnya. Pipi ini pernah tersentuh bibirku, dan rambut coklat hitamnya pernah ku belai dengan tanganku. Aku ingin saat kau bangun nanti, kita kembali ke massa itu.

SangRi mengeliat dalam tidurnya. Aku malah memperkecil jarakku, sepertinya aku yang tidak sabar waktu itu kembali. Aku mengecup pipinya. Membelai lagi bekas kecupanku disana.

“uogh, kyuhyun-shi” aku tersenyum, gadis itu bangun dan menyadariku.

“tidurmu nyenyak?” tanyaku lembut.

“sedang apa kau?” tanyanya curiga. Apa tuhan mengabulkan permintaanku?

“memperhatikanmu tidur?” jawabku dengan dialog yang pernah kami lakukan dulu.

“yakin? tidak ada yang lain?”

“hanya mencium pipimu” jawabku jujur, membelai pipi bekas kecupanku. jawabnya polos atau meledekku.

“kenapa menciumku?” ia menundukkan kepalanya.

“hey, aku hanya bercanda. Ayo kita pulang”

“hacih!”

“kau sakit? Kau belum makan?” ia menepis tanganku yang hendak menyentuh keningnya.

“tidak, terima kasih. Aku tidak lapar”

Kami kembali diam selama perjalanan. “kau marah padaku?” dia tidak menjawabku.

“mau mampir kerumahku?” tawarku.

“untuk apa? Kalau donghae tahu aku pulang denganmu ia akan membunuh kita?” ia memandang kaca jendela yang menunjukkan pemukiman.

“meminta sesuatu yang seharusnya menjadi milikku!” ia berbalik menghadapku.

Mimic wajahnya berubah ‘apa maksudmu?’ “donghae berjanji akan mengembalikan sesuatu padaku jika sudah pulang”

“sesuatu?” aku mendekatinya, berbisik ditelingannya dengan menggoda. “dirimu?” aku mempelkan bibirku dipipinya.

Dia diam seperti memikirkan sesuatu “kalian mempertaruhkanku?”

“bukan, hanya meminjamkan sementara” jawabku santai.

“kalian!” ia memandangku murka.

“dia berjanji menjagamu untukku, dan aku ingin memiliki gadis yang menjeratku dengan kalung ini” aku memperlihatkan kalung yang berganti bandul menjadi. SK. Aku menggantinya saat sampai di manhattan.

“kalung itu? SK?”

“Sangri Kyuhyun” aku memberhentikan mobil untuk memasangkan kembali kalung ini dileher jenjangnya.

“ini milikmu dan kau milikkku” SangRi terpaku ketika aku memakaikan kalungnya kembali.

Ada aura kekakuan saat aku mengatakannya. Saat aku selesai memakaikan kalungnya aku kembali menatap wajahnya. Air matanya mengalir dipipi pucatnya.

“sudah terlambat” ucapnya dingin menatap mataku langsung.

“apanya yang terlambat? Donghae belum menikahimu? Kalian juga belum menikah”

“itu sangat menyakitkan Cho Kyuhyun”

Aku menjatuhkan keningku ke keningnya..

TBC

PS: Dan sekali lagi diharapkan komen kalian ‘BERGUNA BUAT SAYA’ , seperti yang udah di janjikan sama saya dulu.. kemungkinan rating akan naik terus di setiap  Chapeternya.. (jadi anak kecil menjauh!) karena beberapa hari kedepan ada special edisinya.. (kalo ga banyak tugas kuliah)

Semoga kalian tau maksud aku minta nama dan umur.. (mungkin mau comblangin sama oppadeul) hehheheh.. udah dulu ya.. udah ke banyakan ngebacot neh..

74 thoughts on “SK Chapter 5

  1. Kyuhyun gmana sih??
    Tau gi2 kan nggak usah pura2 cuek/gengsi sama SangRi..

    Kayak yg aq komen d chap 6, perhatikan tanda baca’x ya.,
    soal’x jadi sedikit bingung, sbenar’x ni prkataan b’sifat pertanyaan ato pernyataan..
    Gitu author..

  2. huwaah daebak daebak thoor!! kyuhyun disini rada plinplan yeu -..- kasihan sangRi-nya hadi serba salah gt. okaaay lanjut next part ^^

  3. Huaaaaa gak sabar baca part selanjutnya. Nanti sangri jadinya sama kyuhyun atau donghae ya? Kasian donghaenya, cuma dijadiin pelarian doang T~T. Semoga part selanjutnya ceritanya makin seru! Amin hehe

  4. chingu klo bsa jarak waktu postingnya jgn lama ya hehe cz kmren aj smpet lupa sama jln crta yg kmren2..
    lanjut lah, Fighting! :D

  5. so sweet bgt kyu perjuangin sang ri >.< ♥ I love this chapter hehehe kyu ayo perjuangin sang ri sampe ke altar pernikahan!! (?) Wkwkwk

  6. akhirnya…..kyu..kau bs merebutnya dari hyungmu… ~efek uda baca part selanjutnya~
    *bingung komen apalagi??? #dibunuh author#

  7. kyu nya sih pake pura pura ga peduli jd aja telat kan :( kesian ke donghae dong eonn yg diem diem diselingkuhin sama sangri huhu aku kan biasnya donghae oppa ekeke oke chpater 6 skrg…

  8. part 2 nya susah d cari jd loncat k part 5.. hh, kyu, kyu, knp ga dr awal nyatainnya.. kn ga ribet gni, kalo aq d posisi sangri udah tunangan tp org yg d cintai malah mendekat juga akan bingung milih syp. pasti akan menyakitkan dn mengorbankan seseorang..

  9. Finally kyu oppa bertemu Sangri lagi meskipun diawal Sangri kurang ngeh dgn keberadaan kyu oppa di kantornya. So sweet makan siang bareng. Meskipun sangri kelihatannya takut2 untuk berada dekat2 kyu tapi kyu oppa tdk menyerah untuk mendapatkan cintanya kembali. Semangat kyu oppa, hae oppa please ya lepasin Sangri untuk kembali dgn kyu oppa. Great love story author. Thanks

  10. saya jd galau memihak antara siapa , tp saya lebih suka SK , tp donghaenya kasiian , saya bingung , sudahlah baca part selanjutnya saja

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s