29

I LOVE YOU [PROLOG]

“Waktuku mungkin akan terhenti…ketika kau berhenti bernafas…kehidupanku akan mati…ketika kau berpaling kepada yang lain…otakku akan berhenti berpikir…ketika kau membenciku… Continue reading

15

Fate

Fate

“Minji-ya!”

Aku menoleh.

Seseorang yang memanggilku tadi mendekat, kemudian duduk di sampingku. Lengan kiri seragam sekolahnya dilipat, memperlihatkan sebuah tato di tangan mulusnya yang bertuliskan ‘Jiji~ya’. Dia terlalu berani untuk dipanggil siswa SMU.

Dia Yong Junhyung, kekasihku.

“Malam ini kau ada acara?” tanyanya.

Aku menggeleng. “Tidak ada.”

“Kau tidak ingin melihatku battle dance?” tanyanya lagi.

“Kau ingin aku melihatmu?”

Dia memandangku. “Tentu saja! Akan kusuruh Dongwoon menjemputmu. Orangtuamu masih menganggap dia kekasihmu, kan?”

Aku menarik napas panjang. Nama itu lagi. “Masih. Tapi suatu hari nanti kuharap kau yang menjemputku, bukan Dongwoon!”

Junhyung hanya tertawa. Ini sudah biasa. Selalu ada Dongwoon di antara aku dan Junhyung. Dongwoon adalah teman dekat Junhyung. Mereka sudah berteman sejak kecil, bersama keempat siswa lainnya. Doojoon, Hyunseung, Yoseob, dan Kikwang.

Sedangkan aku dan Dongwoon, kami berkencan beberapa bulan yang lalu. Orangtuaku tahu aku berkencan dengan Dongwoon, dan tentu saja mereka setuju. Siapa yang tidak setuju putrinya berkencan dengan pewaris tunggal salah satu perusahaan besar di Korea? Mereka tidak pernah menyetujui pria lain berkencan denganku, selain Dongwoon. Dan mereka masih saja menganggap Dongwoon itu kekasihku, meskipun aku sudah mengatakan padanya berkali-kali bahwa kami sudah putus.

Bahkan mereka tidak pernah menyetujui hubunganku dengan Junhyung. Mudah saja alasannya, karena Junhyung tidak sekaya Dongwoon.

  Continue reading