Lover’s Fight 6

Cheonsa terbangun pagi pagi karena bunyi klakson tak berkesudahan yang mengganggu tidur tenangnya. Ia mencoba mengabaikan suara mengganggu itu namun sang pemilik mobil sepertinya benar benar berniat untuk membuatnya kesal. “What the heck is he doing, bothering my peace Sunday morning!” gerutunya lalu bangkit dari tempat tidur dan mengenakan slipper biru favoritnya.

Cheonsa membuka gorden kamarnya yang menghadap langsung ke halaman depan dengan kesal. “HEY! APA YANG KA….” Ia menghentikan teriakannya ketika melihat pria yang duduk manis di jok depan mobilnya. Lee Donghae sedang tersenyum manis disana, di belakang kemudi. Pria yang baru semalam Cheonsa pergoki sedang mencium bibir seorang wanita.

“Jagi, Good Morning,” katanya manis. “Kau salah alamat ya? Disini tidak ada yang mengenalmu,” komentar Cheonsa sinis. Donghae tentu saja-seperti biasa- tidak kehilangan akal. “Ani. Rumah kekasihku disini kok,” kaatanya santai membuat Cheonsa geram. Laki laki ini beraninya….

“Kau terlalu memikirkanku ya, dear? Lihat, kau masih mengenakan daster tuh,” katanya santai membuat Cheonsa melihat ke arah pakaian yang ia kenakan. Sial, masih menggunakan pakaian tidur. “It’s alright jagi, you look sexier like that.” Goda Donghae nakal.

Cheonsa heran sekali melihat kelakuan Donghae. Belum lewat tiga hari semenjak ‘perpisahan serius’ mereka. Cheonsa ingat betul it was very sentimental and rained by tears. But what is he doing now? Acting like nothin has happened? Itu memang salah satu special skill Lee Donghae, anyway. Pura pura amnesia.

Lee Donghae menunjukkan senyum mautnya. “Kalau begitu cepat mandi, aku mau mengajakmu jalan jalan,” kata Dongh

ae membuat Cheonsa memandangnya merendahkan. “I planned to go out with Kyuhyun today,” katanya. Herannya Donghae tidak kehilangan senyumnya sama sekali. “Let’s go togeher then, three of us,” katanya lagi membuat Cheonsa kesal karena otak ikan itu yang tidak pernah kehabisan akal.

“Then I’ll cancel the meeting. Sepertinya tidur tiduran di rumah terdengar lebih menyenangkan,” kilah Cheonsa. “Great, I’ll stay with you here,” jawab Donghae lagi. Sial. Benar benar pantang kalah. Cheonsa berpikir keras memikirkan apa gerangan yang membuat Donghae berubah secepat itu. Habis mencium seorang gadis di malam hari, paginya ia datang dan merayu gadis lain? Apakah semua cassanova seperti ini?

Cheonsa menatap Donghae dengan ekspresi berpikir. Thinking abou how to beat this playboy up. Tiba tiba hadphonenya berbunyi, dan itu Cho Kyuhyun. “AH, Kyuhyun-ah,” Cheonsa mengeraskan suaranya. Donghae hanya memamerkan pesona senyumnya.

“Han Cheonsa, hari ini aku tidak bisa datang. Donghae-hyung menyuruhku untuk menggantikannya di inkigayo, katanya dia ada urusan penting,” kata Kyuhyun membuat Cheonsa menatap Donghae berapi api. Jadi ini?

Kyuhyun-ah, asal kau tahu kalau ‘urusan penting’ hyung-mu itu adalah mengganggu minggu tenangku, batin Cheonsa. “So…. Would you think again? About going out with me?” tanya Donghae lagi membuat gadis itu sebal.

“wait, I’ll think,” Cheonsa memasang tampang serius seakan akan memikirkan hal yang berat. Lima detik kemudian ia tersenyum sinis “The answer is still no,” katanya pedas lalu menutup gorden di hadapannya kesal.

Cheonsa mematikan lampu kamar dan membanting dirinya terbaring di atas kasur lagi mencoba melanjutkan tidur dan mengabaikan pria annoying di depan rumahnya tersebut. Handphonenya bergetar, menandakan ada pesan masuk.

‘I’ll definitely come again… tomorrow. Or maybe tonight. Take care dear ^^’ katanya sok manis membuat Cheonsa menghembuskan nafas kesal. Seketika ia merasa penasaran dan membuka gorden yang tadi dibantingnya tertutup. Mobil Lee Donghae sudah tidak ada. Cheonsa menarik nafas lega sekaligus was was kalau kalau pria itu benar benar akan datang lagi malam ini.

-oOo-

“mwohae?” Yoonji membulatkan matanya mendengar request Donghae barusan. Jadi Lee Donghae memanggilnya ke dorm Super Junior hanya untuk ini? Hal Cheesy ini? Yoonji merasa kedatangannya kesini sama dengan sia sia.

Donghae memasang wajah memohonnya. “Please,” ulangnya lagi. Membuat Yoonji memutar bola matanya. “Mengapa kau bisa begitu percaya kalau aku akan berhasil?” tanya Yoonji sebal.

“Aku juga tidak yakin, sebenarnya. Tapi ayolah, help me to get her back. I know you are professional. Bukankah kau yang dulu membantuku mendekati Cheonsa? Kau hanya perlu membantu kami balikan lagi,” pinta Donghae.

“Dan kalau aku berhasil, apa yang kau janjikan?” tantang Cheonsa. Lagi. “Anything you want,” katanya dengan senyum misterius. Yoonji tampak berpikir sebentar. “Okay, accepted,” putusnya membuat Donghae sumringah.

“Thanks, I know I can count on you,” kata Donghae meremas lengan Yoonji.

Terdengar suara kenop pintu terbuka, dan Sungmin masuk setelah pulang dari pemotretan untuk sebuah majalah infotaiment korea. “Don’t touch my girl,” katanya menarik tangan Yoonji lalu memberikannya kecupan singkat sebelum duduk di sebelahnya.

“Jadi, ada penjelasan?” kata Sungmin melepas jam tangannya dan menaruhnya sembarangan di meja. “for what?” Donghae mengernyitkan dahinya tidak mengerti. “For having such a private talk when I’m not here. WITH my girlfirend,” tambah Sungmin membuat Yoonji mengikik.

Donghae hanya tertawa mendengar candaan Hyungnya itu. “Dasar posesif,” katanya singkat. “Atleast I love only her,” kata Sungmin perangkul Yoonji dengan tangan kanannya dan menyandarkan pelipisnya di puncak kepala gadis itu.

Dongahe memasang ekspresi muak di wajahnya. “Jangan bermesraan di depanku,” katanya sebal. Sungmin hanya terkekeh lagi.

“Kalau kau tidak sok sokan menjadi playboy populer, pasti kau sedang bermesraan dengan Cheonsa sekarang,” ledek Sungmin membuat Donghae merengut sebal. Belakangan ini Sungmin sering sekali menggodanya karena status single yang baru baru ini ia sandang.

“Stop teasing me,” hardik Donghae sebal membuat Sungmin semakin terkekeh. Yoonji melepaskan rangkulan Sungmin dari pundaknya dan bangkit berdiri. “Oppa, aku mengantuk. Aku tidur di kamarmu ya,” katanya sambil beranjak pergi.

Sungmin menarik tangan Yoonji sehingga gadis itu jatuh ke pangkuannya. “Not now, jagi. Aku belum puas memelukmu,” katanya lalu melingkarkan tangannya di pinggang Yoonji mesra. “Ani, aku ngantuk. Nanti saja ya,” kata Yoonji menunduk menatap wajah Sungmin tepat di bawah wajahnya. “No. I said you should stay.” Perintah Sungmin lalu mengecup bibir Yoonji.

Donghae hanya mengernyit lagi ketika Sungmin menyelipkan tangannya di tengkuk Yoonji, memperdalam ciuman mereka. “Fine. If you guys want to continue your kiss to the step of NC, I’m leaving,” sindir Donghae kesal.

“See? The playboy is jealous.” Bisik Sungmin.

-oOo-

CHEONSA POV

Sial. Ikan itu tidak main main rupanya. Dia benar benar datang lagi malam ini dan itu membuatku kesal setengah mati, walaupun aku rindu padanya sebenarnya. How dare he is. Making me as an option, and comparing me with…. Jessica Jung? Just keep going, Lee Donghae, I don’t care.

Aku mengawasi dari mobil gerak gerik mencurigakan pria itu. Ia melihat kanan kiri, membuka gerbangku tanpa suara dan menaruh sesuatu di depan pintu, membuatku mendengus. Sok romantis lagi hah? benar benar khas playboy. Andai saja dia tahu itu semakin membuatku tidak mempercayainya.

Kini ia berjalan mengendap keluar gerbangku dan menguncinya lagi. Terus saja Lee Donghae, aku tidak tersentuh sama sekali. Aku berjalan keluar ke arah pintu dan membukanya, menemukan sebuah buket mawar tergeletak di depan pintuku.

Kuangkat bunga itu dengan tatapan sinis yang kuyakin sangat terpancar di mataku. Aku membaca tulisan di kartu mungil yang tergantung pada plastik bunga tersebut.

‘I know I’ve hurted you and the pain seems so real, so with this red of roses I just want to get you back’

Aku mendengus untuk kesekian kalinya. Dia pikir aku ini Option? Benar benar cara yang sangat normal untuk cassanova seperti dia. Sangat sangat normal.

Segera kutekan speed dial dan menghubungi Yoonji.

“Yoboseyo?” balas Yoonji dari sana. “Yoon, kau sedang bersama siapa?” tanyaku tanpa basa basi. “berdua Sungmin saja, tetapi Donghae on the way,” jawab Yoonji dari ujung sana.

“kebetulan…”

-oOo-

Donghae POV

Lee Sungmin benar benar Hyung paling tidak pro yang pernah ada. Percaya padaku. Dia dan kekasih sialannya itu sekarang sedang tertawa puas melihat wajahku yang masam ini.

“Kau bodoh. Tahu kan, Donghae. Benar benar cara murahan,” tambahnya dan tertawa lagi. Di rangkulannya, Yoonji juga tertawa dengan suara tidak kalah keras dengan kekasihnya itu. Pasangan menyebalkan.

“Sejak kapan kau menjadi playboy kelas bawah yang memakai cara murahan dengan mawar mawar itu?” kilah Yoonji di tengah tawanya yang tidak kunjung berhenti. Dasar kurangajar. Ingin sekali kuingatkan dia kalau dia itu terhitung tiga tahun lebih muda di bawahku. Sudah memanggilku tanpa honorifics, masih saja berani tertawa seperti itu.

Aku menunggu mereka menyelesaikan tawa mereka dulu. Mereka sepertinya mengerti dan berusaha untuk diam baru aku mau buka suara. “oke, ceritakan padaku cerita lengkapnya,” ucapku masam.

“Itu sudah yang paling lengkap, Lee Donghae. Han Cheonsa meneleponku dan menyuruhku menyampaikan kepadamu untuk tidak memakai cara murahan memuakkan itu lagi,”

Sial. Dia benar benar menganggap ini cara murahan, huh? Baiklah, lain kali aku akan pakai cara High class.

“Jangan pikirkan cara high class apapun. Sepertinya itu sudah tidak berguna lagi,” celetuk Sungmin Hyung seakan akan bisa membaca pikiranku. Sial, is my mind looks that transparent?

Aku menautkan jari jariku berpikir keras. Aku sepertinya mengambil langkah terlalu gegabah tadi. Cheonsa itu bukan tipe gadis romantis. Menurut dia romantisme adalah hal yang sangat klise. Dan aku hampir lupa dia itu anti pada hal hal berbau klise. Sial, salah langkah.

“Kalau kau memakai cara seperti ini terus, kau bisa kalah langkah dari magnae kita,” celetuk Sungmin lagi yang membuatku semakin ingin melemparnya. Sangat tidak lucu. Kenapa tuhan menciptakan namja seimut itu dengan kemampuan expert matrial arts? Kalau dia tidak memiliki skill itu mungkin aku sudah menghajarnya sekarang. Aku tidak menyangka dia itu semenyebalkan ini saat pertama kali aku melihat wajahnya waktu kami bersama sama memenangkan gelar Best Outward Appearance saat audition SM dulu.

Tiba tiba sesuatu terlintas di kepalaku. Entah darimana aku mendapatkan inspirasi ini. “Hyung, kau tahu aku high class kan?” kataku pada Sungmin sambil tersenyum misterius.

-oOo-

Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam ketika Cheonsa mendengar pintunya diketuk dari luar. Cheonsa sudah mengantipati kalau kalau tamu tengah malam itu adalah seorang Super Junior Donghae dan sekarang sudah mempersiapkan kata kata pedas untuk mengusir pria itu.

Cheonsa menarik kenop pintu yang terasa berat dan melihat seorang pria memegang sebuah benda yang dikenalnya. “Kyuhyun?” katanya heran sementara Kyuhyun hanya tersenyum mengacungkan benda yang ditemukannya di depan pintu tadi.

“Jadi, kau baru saja mengabaikan pemberian romantis Hyungku?” katanya dengan cengiran lucu

Cheonsa meraih buket mawar yang dipungut Kyuhyun dari depan pintu lalu menghempaskannya kejam ke tempat sampah di sudut ruang tamunya. “Tidak usah pedulikan bunga bunga itu lagi,” kata Cheonsa cuek. Mungkin ia masih sangat mencintai seorang Lee Donghae tetapi menurutnya ide bunga bunga itu sangat cheesy.

Kyuhyun duduk santai di samping Cheonsa yang sekarang sedang duduk dengan tangan dilipat di depan. “So what did he do today? My hyung?” kata Kyuhyun sambil duduk santai dan meraih remote televisi sebelum kemudian menyalakannya.

Cheonsa hanya mendengus sebal. “seperti biasa, playboy. Datang pagi pagi melemparkan rayuan rayuan gombal dan datang diam diam malamnya untuk memberikan kejutan. Dan aku menemukan bunga bunga itu,” kata Cheonsa panjang lebar membuat Kyuhyun terkekeh.

“Dia tidak putus asa menjadi playboy rupanya. Jadi Jessica bagaimana?” tanya Kyuhyun. “Dumped,” jawab Cheonsa singkat membuat Kyuhyun menoleh cepat. “Dumped?” tanyanya memastikan. “Yoonji said.” Jawab Cheonsa cuek.

“so Lee Donghae already decided?” Kyuhyun masih belum percaya dengan apa yang didengarnya. Lee Donghae? Semuanya berjalan lebih cepat sampai sampai ia kehilangan begitu banyak informasi. Cepat sekali playboy itu berubah pikiran.

Cheonsa menggelengkan kepalanya dengan bibir dicibirkan. “setelah melakukan itu padaku, dipikirnya mudah untuk datang kembali? Dia pikir dia setampan itu atau bagaimana?” komentar Cheonsa pedas yang dalam situasi normal seharusnya bisa membuat Kyuhyun tertawa. Tetapi kali ini ia tidak tersenyum sama sekali.

Kyuhyun kembali meraih remote televisi dan menggonta ganti channel di depannya dengan tampang bosan. Akting, tentu saja.

“Han Cheonsa,” panggilnya. “hm?” jawab Cheonsa setengah cuek karena asyi bermain dengan handphonenya. Kyuhyun tidak melepaskan pandangannya dari televisi agar terkesan tidak terlalu peduli dan pertanyaannya tidak terlalu penting.

“Do you love him? My Hyung?” katanya dengan nada serius yang tidak bisa disembunyikan. Cheonsa hanya mendengus kesal. “Mencintai dia? Lee Donghae? Yang benar saja,” cibirnya sementara Kyuhyun sama sekali tidak percaya.

Kyuhyun hanya menarik nafas panjang. “Jangan bercanda, aku serius,” kata Kyuhyun yang menganggap perkataan Cheonsa tersebut hanyalah lelucon gadis itu.

“Aku tidak bercanda,” kilah Cheonsa. “So don’t lie to my face,” cecar Kyuhyun lagi. Cheonsa hanya diam memutuskan untuk mengabaikan pertanyaan magnae itu.

“Han Cheonsa,” Kyuhyun memperingatkan. “Apa lagi?” Cheonsa memutar matanya walaupun pandangannya masih fokus pada layar hadphone di hadapannya. Sebenarnya itu akting juga karena ia takut Kyuhyun bisa membaca ekspresinya.

“Jawab aku, yang jujur,” tuntut Kyuhyun. “Of course I love him. How can I not?” jawab Cheonsa akhirnya karena capek berdebat dengan Kyuhyun.

Kyuhyun menyandarkan dirinya pada sandaran sofa di belakangnya. Mungkin ini saatnya berhenti, batinnya. Saat itu juga ia menyadari bahwa ia tidak akan menang melawan Hyungnya itu.

TBC
as always, RCL appreciated :)

19 thoughts on “Lover’s Fight 6

  1. First ya? Uwaaaa! >w< kyuhyun jangan berhenti(?) Lee 동해 is jealous with sungmin and yoonji lol XD kyeopta! Hwaiting for the next chappie!^^

  2. penasaran lanjutannya……
    kyu dah mlai nyerah tuh,tinggal tunggu rncana apa yg ada d otak abang ikan…
    cepet publish lanjutannya ya thor….ditunggu!!!

  3. haha
    Donghae cara high classmu apa?
    Cheonsa kau harus nenilih kyu atau hae tapi keliatannya hae deh, kasian tu kyu berharap mulu

  4. ayo bikin hae menderita dulu kek kan kasian cheonsa y kyk d mainin sama hae gt walaupun tau hae cinta ma cheonsa tp sikap mau ngajak balikkan y slengean……
    kyu nyerah deh,,,, kli gt bantuin cheonsa ja biar hae cemburu bener2……..
    Lanjut………

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s