My Neighbor Part 5

Title : My Neighbor (5)

Author : Pupuputri

Main Cast : Jo Kwangmin, Im Yoona, Cho Kyuhyun

Support Cast : Jo Youngmin

Rating : PG13

Genre : Love/Friends, Boyfriend, SNSD, Super Junior, Chapter/Parts

Ps : Part kali ini feelnya galau semua. Jadi maaf ya kalau terkesan lebay atau sinetron-look-like. Pokoknya selamat membaca~

BREAK

 

LEE CHEONSA POV

Entah sudah berapa lama aku menangis dalam dekapan orang ini. Aku ini benar-benar bodoh. Bagaimana mungkin aku tidak berpikiran sejauh itu? Bahwa selama ini Kyuhyun Oppa sudah memiliki orang yang dia cintai, bahwa aku hanya bertepuk sebelah tangan, bahwa aku sudah terlambat untuk menyatakan perasaanku padanya. Kenapa..? Kenapa aku begitu bodoh dengan sikapnya yang selalu ramah padaku? Kenapa aku tidak..?

Aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus kusesali sekarang. Hatiku benar-benar sakit. Airmataku tidak mau berhenti mengalir. Kejadian tadi masih terus terpampang jelas di benakku.

Sudah berakhir. Apapun yang kulakukan..sudah tidak ada gunanya lagi…

“Sudah kubilang’kan untuk menjauhinya?”

Suara itu begitu familiar di telingaku. Kontan aku langsung melepaskan pelukanku dan melihat siapa itu.

“Kwang..min?”

Tebakanku benar. Itu memang Kwangmin.

“Neo..” aku masih berusaha menghentikan suaraku yang bergetar.

Tiba-tiba dia kembali mendekat dan mendekapku erat.

“Kau begini karena kau menyukainya’kan? Makanya..lebih baik lupakan dia. Sedalam apapun perasaanmu, dia tidak akan pernah mengerti!”

Kata-kata itu bagaikan sihir yang membuatku tak bisa bergerak. Kwangmin memelukku dengan erat, tapi aku tidak membalasnya ataupun melepaskannya.

“Biar aku yang akan menjagamu!”

Lagi-lagi airmataku kembali mengalir. Kenapa..? padahal aku suka Kyuhyun Oppa, tapi kenapa ucapan Kwangmin begitu menetramkan hatiku?

***

Aku tidak bisa konsentrasi terhadap apapun lagi sekarang ini. Hyora Eonnie selalu memarahiku karena kau tidak bisa tampil maksimal seperti biasa. Managemen juga selalu menasehatiku. Aku benci diriku yang sekarang. Aku sudah tidak bisa lagi melakukan apapun dengan benar. Aku tahu itu tapi aku juga tidak bisa. Sekeras apapun usahaku, aku tetap tidak bisa kembali seperti dulu.

Minho Oppa, Donghae Oppa, Youngmin dan Ahra Eonnie juga sudah memberiku semangat dan nasehat agar aku bisa kembali bersemangat seperti dulu. Bahkan Kyuhyun Oppa dan Kwangmin juga melakukan hal yang sama. Tapi setiap aku melihat Kyuhyun Oppa, mataku kembali memanas karena teringat kejadian itu. Akupun sering menjauhi kontak dengan Kwangmin. Padahal dia sudah sering menjengukku walaupun tak pernah kusambut secara langsung. Aku tidak tahu harus menemuinya dengan wajah apa.

Setiap malam, aku selalu menangis. Aku tahu aku ini berlebihan tapi setiap kali aku memikirkan mereka berdua, hatiku selalu sakit. Aku bahkan tidak menceritakan hal ini pada Minho Oppa. Ini pertama kalinya aku jatuh cinta dan pertama kalinya pula aku patah hati. Kalau tahu patah hati akan semenderita ini, aku akan memilih untuk tidak jatuh cinta seumur hidup.

TING TONG.

Bel apartemenku berbunyi. Aku bolos kerja hari ini. Aku bilang kalau aku sakit untuk menghindari kontak dengan mereka berdua. Dengan malas, kulihat siapa yang datang melalui intercom. Itu Yoona Eonnie. Aish, aku benar-benar tidak ingin menemui siapapun hari ini!

“Maaf Eonnie, aku sedang tidak enak badan. Pulanglah” ujarku ketus.

“Yak! aku mau bicara denganmu, cepat buka!”

Aish! Eonnie-ku yang satu ini memang mengerikan. Dengan berat hati, kubuka pintu dan membiarkannya masuk. Aku tidak berani membantah ucapannya. Kau tahu? Dia itu mengerikan sekali kalau sudah marah.

“Ann..omo! lihat matamu itu! Kantung matamu punya kantung mata!” ucapnya heboh.

Aku tidak membalasnya dan langsung meringkuk di sofa. Setelah menutup pintu, Yoona Eonnie langsung duduk di sampingku dan menyalakan TV. Aku tidak bisa tidur semalaman dan terus menangis. Pantas saja dia bilang kantung mataku punya kantung mata.

Hening. Sudah 5 menit dia disini dan dia tidak mengatakan sepatah katapun.

“Eonnie, kau sebenarnya mau apa kesini? Apa cuma mau numpang menonton saja?” tanyaku ketus.

“Tentu saja tidak” jawabnya santai.

“Lalu?”

“Aku hanya menunggumu selesai menangis dulu baru mau bicara denganmu”

Aish, jinjja!

“Arasseo, kau mau bicara apa?”

“Oh kau sudah selesai rupanya?” tanyanya balik.

Aku hanya mencibir karena ejekannya itu. Dia terkekeh melihat reaksiku. Diapun berpindah duduk di bawah sambil memperhatikan wajahku. Dia tersenyum menggoda padaku saat ini. Kubenamkan wajahku di sofa karena malas meladeni godaannya. Dia ini 11:12 dengan Minho Oppa. Benar-benar menyebalkan!

“Kau ini kenapa?” tanyanya.

Kukeluarkan wajahku sambil tetap menekuk wajahku. Airmataku kembali mengalir.

“Kenapa aku begitu bodoh?”

“Kau baru sadar kalau kau bodoh?”

Aish! aku ini sedang serius, kenapa dia malah sempat-sempatnya bercanda sih?

“Aku serius Eonnie!” aku jadi sedikit kesal padanya.

“Yak, kau pikir aku bercanda? Kau ini bolos kerja hanya karena patah hati, benar-benar menyedihkan”

Ne, ejek saja aku! Aku ini memang menyedihkan karena.. jakkaman! Darimana dia tahu aku sedang patah hati?

“Darimana Eonnie tahu?”

“Kwangmin. Dia’kan selalu curhat tentangmu” jawabnya polos.

“Hhh..great!” kubenamkan kembali wajahku ke sofa.

“Yak, carilah penggantinya”

Sontak pernyataan itu membuatku naik darah. Kutatap Yoona Eonnie dengan wajah yang semakin kutekuk.

“Yak! Eonnie pikir mencari pengganti itu seperti mengganti baju?!”

“Aku tidak bilang itu akan gampang Cheonsa-ya~, tapi kalau kau begini terus, kau tidak akan bisa melangkah ke depan” ucapnya bijak.

Dia mengusap pelan rambutku dan kembali duduk di sampingku.

“Aku tahu dia adalah cinta pertamamu tapi tak seharusnya kau terus menerus larut dalam kesedihan. Bukan hanya aku yang mengkhawatirkanmu, tapi semua orang. Bahkan Kwangmin dan Kyuhyun Oppa” ucapnya panjang lebar.

Aku tidak menjawab pernyataannya. Memikirkan mereka berdua membuatku tambah sakit saja.

“Aku mengerti perasaanmu. Aku juga pernah patah hati. Cobalah tenangkan dulu hati dan pikiranmu, kau tidak boleh terus menerus memikirkan yang sudah lalu, Cheonsa-ah..”

Segera kutahan lengan Yoona Eonnie yang hendak pergi dan menyuruhnya untuk duduk di sampingku.

“Aku hanya tidak ingin bertemu dengan mereka berdua saja.., aku juga ingin segera kembali seperti dulu lagi. Aku sudah lelah menangis, Eonnie..”

Kuhentikan kata-kataku untuk menghirup udara yang kurasa berubah kembali jadi karbon dioksida.

“Aku..hanya tidak tahu caranya saja..” ucapku dengan suara bergetar.

Mataku mulai memanas. Yoona Eonnie mengelus lembut kepalaku sambil memeluk pundakku.

“Kalau begitu, kau butuh liburan. Oh iya, lusa aku ada pemotretan di Pulau Jeju, kau ikut saja ya?” tawarnya.

“Tapi..”

“Kkokjonghajimaseyo! Aku akan bicara pada Hyora Eonnie, oke?” dia mengacungkan jempolnya padaku.

Kubalas dengan senyuman. Rasanya baru kali ini aku tersenyum lagi. Kupeluk erat Eonnie kesayanganku ini.

“Gomawo, Eonnie..”

Dia hanya tersenyum dan terus mengelus kepalaku. Ya, kupikir aku memang butuh liburan. Liburan dari semua kepenatan ini.

 

JO KWANGMIN POV

Sudah lebih dari seminggu dia menjauhiku setelah dia menangis di pelukanku. Aku benar-benar kesal! Kenapa aku malah membuatnya jauh lebih menjauhiku sekarang? Apa aku harus menelfonnya? Ani..lebih baik biarkan dia tenang dulu. Tapi pikiranku juga tidak bisa tenang! Lebih baik kutelfon Yoona Noona saja.

Kupencet beberapa nomor yang sudah kuhafal di luar kepala. Terdengar nada sambung dan tak beberapa lama kemudian, telfonpun di angkat.

“Ne, Kwangmin-ah?”

“Noona..bisa kita bertemu sebentar? Aku ingin bicara” ucapku dengan suara lemas.

“Mian Kwangmin-ah~, aku sedang dalam perjalanan ke Pulau Jeju untuk pemotretan. Oh ya, aku juga bersama Cheonsa”

Kontan perkataannya itu membuatku tercengang. Cheonsa bersamanya? Ke Pulau Jeju?

“Kau jangan khawatir Kwangmin-ya! Dia sengaja ku ajak untuk liburan, aku merasa kasihan melihatnya seperti mayat hidup terus-menerus. Serahkan saja semuanya padaku, dia pasti akan baik-baik saja. Jadi untuk sementara ini, tolong jangan hubungi dia dulu ya?” jelasnya panjang lebar padaku yang diam setelah mendengar namanya disebut.

“Ah ne..Noona, gomawo. Kalau ada apa-apa, tolong hubungi aku ya?” pintaku.

“Arasseo, Kwangmin-ah” jawabnya.

Kututup telfon dan mendesah pelan. Yah kupikir dia memang butuh liburan. Dia akan baik-baik saja, Kwangmin-ah.

 

LEE CHEONSA POV

Sudah 3 hari aku berada di Pulau Jeju bersama Yoona Eonnie. Perasaanku sudah agak tenang sekarang. Sekarang kami sedang di kebun teh untuk melakukan shoot untuk cf inisfree. Yoona Eonnie terlihat cantik sekali dengan balutan dress putih selutut dengan rambutnya yang terurai, siapa yang menyangka kalau dulunya dia itu tomboy? Aku penasaran, bagaimana cara dia berpacaran. Karena aku mengenalnya tidak lama setelah aku debut.

Aku sengaja untuk mematikan HP-ku untuk beberapa hari ini. Aku jadi penasaran bagaimana kabar Kwangmin, apa dia masih mengkhawatirkanku? Aish! babo Cheonsa! Kenapa kau malah memikirkannya lagi hah?

“Yak, kenapa kau melamun?”

Suara Yoona Eonnie tiba-tiba menyadarkanku. Aku hanya tersenyum kikuk menanganggapinya.

“Jadi, bagaimana perasaanmu?” tanyanya sambil duduk di sebelahku.

“Lumayan, gomawo Eonnie..” ucapku sambil tersenyum tulus kali ini.

“Baguslah kalau begitu. Oh ya, besok kita akan pulang”

Pulang? Jadi aku akan bertemu lagi dengannya?

Sepertinya Yoona Eonnie menyadari aku yang jadi diam karena pernyataannya tadi. Diapun mengelus pelan puncak kepalaku.

“Gwaenchana?” tanyanya.

“Ne, Eonnie..” jawabku bohong.

Sebenarnya aku masih ingin disini lebih lama.

“Kau tidak bisa menghindari mereka terus-menerus Cheonsa-ah.., karena seberapa lamapun kau jauh dari mereka, kelak kau akan bertemu mereka kembali” ucapnya bijak.

“Arasseo Eonnie, tapi apa yang harus kukatakan kalau mereka bertanya macam-macam padaku?” tanyaku memelas.

“Bilang saja aku mengajakmu ke Pulau Jeju untuk liburan, gampang’kan?”

Aish, dia ini selalu saja cuek -_____-

“Lalu bagaimana aku harus menghadapi mereka? Aku harus berwajah bagaimana? Kalau Kyuhyun Oppa masih bisa kutangani tapi Kwangmin?” aku menunduk, rasanya mataku kembali panas.

“Katakan saja apa yang kau rasakan selama ini, dia pasti mengerti. Percayalah, dia tidak seperti yang kau pikirkan selama ini. Kau tahu? Dia selalu menelfonku untuk mengecek keadaanmu”

Sontak aku kaget dengan pernyataannya tadi. Kutatap Eonnie-ku ini dengan wajah kaget.

“Jadi..selama ini..?”

“Ne, dia sudah tahu sejak awal kalau kau pergi denganku ke Pulau Jeju. Cheonsa-ah dengar, aku tidak membela siapapun dalam hal ini. Tapi tolong pikirkan orang-orang yang mengkhawatirkanmu, termasuk Kwangmin..” ucapnya sambil memegang tanganku.

“Setidaknya, beri dia kabar agar dia lebih tenang. Telfonlah dia” ujarnya sambil menyodorkan HP-nya.

Kutatap Eonnie-ku ini dengan tatapan ‘apa aku harus?’ dan seolah bisa membaca pikiranku, dia mengangguk pelan. Ku ambil HP-nya dan memencet beberapa nomor yang sudah kuhafal di luar kepala.

Terdengar nada sambung, tapi tidak lama. Setelah itu, kudengar suara namja yang selama ini kuhindari.

“Yoboseyo?”

Kontan jantungku berdegup tak karuan mendengar suaranya. Ada apa ini? Tenang Cheonsa-ya! Dia itu hanya tetanggamu sejak kecil!

“Noona? Gwaenchanayo?” dia memastikan bahwa Yoona Eonnie baik-baik saja karena daritadi aku diam saja tak menjawab.

“Ne, Kwangmin-ah..” jawabku akhirnya.

“Cheonsa?”

DEG!

Sekali lagi aku jadi salah tingkah begitu dia menyebut namaku. Darimana dia tahu kalau ini aku?

“Senang rasanya kau memanggilku ‘Noona’..” ucapku.

Hening. Dia tidak menjawab.

“Kwangmin-ah? Kau masih disitu?” tanyaku memastikan.

“YAK! KEMANA SAJA KAU SELAMA INI, HAH?!”

Spontan kujauhkan HP dari telingaku. Aish! telingaku berdengung!

“Yak! kau tak harus berteriak’kan?”

Entah kenapa aku senang sekali mendengar teriakannya.

“Yak! kalau tahu itu kau, aku tidak akan memanggilmu ‘Noona’” ucapnya dingin.

“Aish! kau ini! Lagipula darimana kau tahu ini aku?”

“Mana mungkin aku bisa salah membedakan suara Yoona Noona yang indah dengan suara cemprengmu itu?”

Aish! dia ini malah membuatku kesal saja!

“Yak! yak! suaraku itu lebih bagus dari siapapun tahu!” aku tidak terima, tentu saja!

“Bagaimana kabarmu?” mendadak suaranya melembut.

“A..aku..baik-baik saja..” aish! kenapa aku jadi gagap begini?

“Syukurlah..”

Hening. Lagi. Oke, ini benar-benar canggung!

“Kapan kau pulang?” tanyanya tak lama kemudian.

“Hm..besok, waeyo?” tanyaku lagi.

“Tentu saja kau harus cepat pulang, kau tidak bisa bolos terus menerus dari pekerjaanmu!”

Aish! bocah ini! Selalu merusak suasana saja!

“Ara..ara..kau cerewet sekali!”

Kulihat Yoona Eonnie terkekeh pelan melihatku yang berwajah bete.

“Mian..”

DEG!

Kenapa dia selalu bisa membuat mood-ku naik turun sih? Sekarang dia malah minta maaf.

“Untuk apa?”

“Semuanya.., jeongmal mianhae..” ucapnya dengan suara nyaris tak terdengar.

Aku tidak tahu harus jawab apa. Apa aku harus bilang ‘tidak apa-apa’? aku bahkan tidak tahu dia minta maaf untuk apa.

Hening lagi. Aish! ini benar-benar canggung!

“Aku tidak akan menganggumu lagi..”

Mwo? Apa dia bilang?

“M..mwo?”

“Aku tahu kau merasa terganggu karena perasaanku ini. Karena itu, aku akan menyerah..” ucapnya lemah.

“Ya..yak, kau ini bicara apa sih?” seolah otakku mogok, aku jadi tidak bisa mengerti apa yang dia bicarakan.

 

JO KWANGMIN POV

“Noona? Gwaenchanayo?”

Kenapa Yoona Noona diam saja? Apa terjadi sesuatu?

“Ne, Kwangmin-ah..”

DEG!

“Cheonsa?”

Sudah lama aku ingin mendengar suaranya. Suara yang sudah lama kurindukan. Jantungku berdegup tak karuan saat dia menyebut namaku. Cheonsa..bagaimana kabarnya?

“Senang rasanya kau memanggilku ‘Noona’..” ucapnya.

Sesaat otakku mogok dan suaraku tercekat ketika dia bicara lagi.

“Kwangmin-ah? Kau masih disitu?” tanyanya memastikan.

“YAK! KEMANA SAJA KAU SELAMA INI, HAH?!”

Spontan aku langsung berteriak karena mengingat dia pergi tanpa kabar begitu saja. Tahu apa aku tanpa Yoona Noona? Semua orang yang ada di dalam ruang ganti Boyfriend langsung menoleh ke arahku.

“Yak, kau kenapa?” tanya Youngmin.

Tak kuhiraukan pertanyaannya dan langsung keluar dari ruangan, mencari tempat yang agak sepi.

“Yak! kau tak harus berteriak’kan?” ucapnya agak kesal.

“Yak! kalau tahu itu kau, aku tidak akan memanggilmu ‘Noona’” ucapku dingin.

“Aish! kau ini! Lagipula darimana kau tahu ini aku?” tanyanya lagi.

Bagaimana mungkin aku tidak mengenali suaramu hah? Sudah lama aku menyukaimu dan kau masih belum menyadarinya? Aku bahkan tidak menyangka bisa jatuh cinta pada yeoja bodoh sepertinya.

“Mana mungkin aku bisa salah membedakan suara Yoona Noona yang indah dengan suara cemprengmu itu?”

Aish! kenapa mulutku ini sulit sekali dikontrol sih? Bukan ini yang mau kukatakan!

“Yak! yak! suaraku itu lebih bagus dari siapapun tahu!” dia jadi kesal.

“Bagaimana kabarmu?” mendadak suaraku melembut.

Aku jadi ingat apa pertanyaanku sejak tadi dia menelfonku.

“A..aku..baik-baik saja..” jawabnya dengan gagap. Kenapa dia?

“Syukurlah..” kuhembuskan nafas lega.

Mendengarnya baik-baik saja membuatku tenang. Aku harus berterima kasih lagi pada Yoona Noona.

“Kapan kau pulang?” tanyaku tak lama kemudian.

“Hm..besok, waeyo?”

“Tentu saja kau harus cepat pulang, kau tidak bisa bolos terus menerus dari pekerjaanmu!”

Mendadak aku ingin menggodanya sebentar, haha!

“Ara..ara..kau cerewet sekali!”

“Mian..” ucapku kemudian.

Aku jadi teringat dengan kejadian yang sudah lalu.

“Untuk apa?” tanyanya.

“Semuanya.., jeongmal mianhae..” ucapku dengan suara nyaris tak terdengar.

Dia tidak menjawab. Dia pasti tidak mau memaafkanku.

“Aku tidak akan menganggumu lagi..” lanjutku lagi.

“M..mwo?” dia terdengar kaget.

“Aku tahu kau merasa terganggu karena perasaanku ini. Karena itu, aku akan menyerah..” ucapku lemah.

“Ya..yak, kau ini bicara apa sih?”

Belum sempat kujawab, tiba-tiba Youngmin datang.

“Kwangmin-ah cepat! Sekarang giliran kita” ucapnya sambil pergi meninggalkanku.

“Mian Cheonsa-ya, aku harus pergi”

Telfonpun kututup tanpa menunggu jawabannya. Dia pasti senang karena sudah tidak akan ada lagi yang mengganggunya. Kau melakukan hal yang benar, Kwangmin-ah.

 

IM YOONA POV

Baiklah, ini ada yang tidak beres. Sepertinya Kwangmin yang menutup telfonnya lebih dulu, dan sekarang Cheonsa tidak bergeming sama sekali. Kudekati Cheonsa dan menepuk pundaknya.

“Cheonsa-ya?”

Omo! Ada apa ini? Cheonsa menangis lagi? Apa yang terjadi?

“Cheonsa-ya ada apa? Kenapa kau menangis?” ucapku sambil mengguncang-guncangkan pundaknya.

Dia tidak menjawabku dan malah memelukku. Dia terisak hebat, aku tidak mengerti. Dia ini kenapa? Aku hanya bisa membalas pelukannya dan mengelus punggungnya.

“Yak, kau ini kenapa? Uljima..”

Apa Kwangmin mengatakan sesuatu yang membuatnya menangis?

 

LEE CHEONSA POV

“Mian Cheonsa-ya, aku harus pergi”

Telfonpun ditutup tanpa menunggu jawabanku. Ada apa? Kenapa? Aku tidak bisa bicara apa-apa lagi. Kepalaku pusing, nafasku kembali tercekat dan mataku memanas. Tanpa kusadari, sebulir airmata jatuh di pipiku. Kenapa? Kenapa aku menangis? Apa yang kutangiskan?

“Cheonsa-ya?” tiba-tiba Yoona Eonnie sudah berada di sebelahku entah sejak kapan.

“Cheonsa-ya ada apa? Kenapa kau menangis?” tanyanya sambil mengguncang-guncangkan pundakku.

Aku tidak menjawabnya dan malah memeluknya. Rasanya sesak sekali dan ini lebih sesak daripada saat aku melihat Kyuhyun Oppa dengan yeoja itu. Apa yang terjadi pada diriku? Aku hanya bisa terisak hebat di pelukan Yoona Eonnie.

“Yak, kau ini kenapa? Uljima..” terdengar kekhawatiran dari nada Yoona Eonnie.

Aku juga tidak tahu Eonnie. Mendengarnya bicara begitu, hatiku langsung sesak dan aku ingin sekali menangis. Aku ini kenapa?

TBC

Huwaaaaaa!!! Gimana dong? Saya jadi terharu gara-gara ngetiknya sambil dengerin lagu galau #PLAK!

Mohon comment dan masukannya yaa! No bashing okay?

10 thoughts on “My Neighbor Part 5

  1. Setuju.. Ini part emang galau.. He..
    Sepertinya cheonsa ada rasa sama kwangmin yah..tpi dia ga mnyadarinya..
    Ah.. Penasaran nih.. Lanjut yah..

  2. aku ada kritikan nih thor..tp jgn tersungging yah#plakk>.<

    eng..menurutku ceritanya keren, kreatif^o^d, tp kekurangannya terlalu berbelit belit thor..klimaksnya itu terlalu lama.kebanyakan konflik..

    hehe mian ya kalo kurang pas dihati #plakk ditunggu lanjutannya yah! HWAITING!^^

    • itu namanya strategi untuk menarik minat baca, muahaha!
      ini masih raising actionnya, sabar aja yaa
      nyantai..gak akan lebih dari 10 part kok dan makasih advicenya yaa :)
      HWAITING!

  3. huaah , lanjut thor , aduh , knapa si kwangmin hrus ngomong kyk gitu ? Aissh bkin skit hati ajah :'(
    Lanjut thor , d tunggu ya :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s