Lover’s Fight 5

“Kalau aku boleh jujur, kau itu pria paling bodoh yang pernah ku kenal,” Sungmin tiba tiba muncul dan menempatkan dirinya tepat di sebelah Donghae ketika mereka sedang break di sebuah pemotretan untuk cover majalah.

Donghae menghentikan lamunannya, memandang Sungmin heran. “Maksudmu?”

“bukankah sudah jelas siapa gadis yang kau cintai? even I can swear that I would be able to answer it without thinkin,” kata Sungmin kemudian menegak air mineral langsung dari botol di tangannya.

Donghae hanya menatapnya lagi tak mengerti. Sejak kapan LeeSungmin berubah jadi sok tahu begini? “Ya, hyung. Masalahmu tidak complicated seperti aku. You love only Yoonji and you know it well. And me? What should I do with that two girls?”

“two girls? Just keep going with Sica. Cheonsa has already dumped you anyway. No offense. It’s your fault. Making a girl as an option is a terrible idea,” Jawab Sungmin simpel membuat Donghae semakin kesal saja. Bukannya menyelesaikan masalah, perkataan Sungmin justru hanya menambah perasaan bersalahnya.

Donghae terkesiap mengingat sesuatu. Suatu fakta lucu bahwa Lee Sungmin, yang dengan sok tahu melemparkan Judge ke arahnya ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari dia. “Hyung, you are no different with me. Kau meninggalkan Sunny karena Yoonji,” tuduh Donghae dengan senyum kemenangan.

“Paling tidak aku konsisten. Waktu aku bilang cinta pada Yoonji, I did really mean it,” jawab Sungmin yang membuat Donghae

mati kutu. “And when I told Cheonsa that I love her, I did really mean it,” kata Donghae tidak terima.

“Yeah, you love her, I can see it. But the problem is you love two person at the same time. Isn’t it too much?” Sungmin terkekeh mengatakannya. Donghae berpikir keras sekarang. Jangan jangan Cheonsa benar. Walaupun ia jatuh cinta pada gadis itu, ia tetap tidak pernah melupakan Jessica yang sudah dua tahun menjadi kekasihnya.

Pantas saja Cheonsa sangat sensitif mengenai masalah ini. Ia pasti merasa terintimidasi dengan fakta bahwa hubungan mereka hanyalah berusia 8 bulan, tidak ada apa apanya dengan kisah cinta HaeSica yang sudah melewati 2 tahun.

“Saat kau berpacaran dengan Sunny dan jatuh cinta pada Yoonji, tidakkah kau merasa bahwa kau masih mencintainya? Sunny maksudku,”

“Shin Yoonji. That girl changed….. everything.” Jawab Sungmin simpel, membuat Donghae berpikir. Tidakkah Cheonsa merubah hidupnya?

-oOo-

“Kyu, behenti di sini aku capek,” kata Cheonsa kemudian duduk meluruskan kakinya di rerumputan. Kyuhyun duduk di sebelahnya, meluruskan kakinya juga menatap Cheonsa yang berusaha mengatur nafasnya karena kelelahan.

Cheonsa melepaskan heelsnya dan meletakkannya sembarangan di sebelahnya. “Aku lelah mengenakan ini, kakiku sakit,” katanya pelan lalu mengurut telapak kakinya yang terasa pegal. Mereka sedang berada di Yeouido park, tempat diadakannya pameran kebudayaan korea yang dihadiri oleh banyak turis. Tempat itu sangat ramai oleh para foreigner dari negara lain. Tidak sedikit yang mengenali Kyuhyun sebagai selebriti. Beberapa dari mereka menyempatkan untuk mengambil foto dan berpelukan dengan Kyuhyun dulu.

Kyuhyun mengangkat heels super tinggi Cheonsa dengan tangannya dan menatap benda itu jijik. “Aku benci heels,” katanya. Berkebalikan dengan Donghae, ia sangat suka para Yeoja yang memakai high heels. “Kita kan ke pameran kebudayaan, bukan ke opening daesang award, buat apa kau memakai benda ini?” katanya mengernyit memandang sepatu biru cerah di tangannya.

Cheonsa hanya mengedikkan bahunya. “Mollayo, terbiasa. Donghae bilang kakiku pendek. Akan terlihat cantik bila aku memakai hak tinggi,” katanya yang membuat Kyuhyun menggelengkan kepala heran. Benar kata Donghae. Gadis itu dulu sangat addicted padanya.

“Well, you don’t have to do it anymore then, Donghae is so yesterday,” kata Kyuhyun mencoba bercanda. Cheonsa sama sekali tidak menanggapinya yang membuat Kyuhyun sadar bahwa ia telah salah bicara.

Kyuhyun bangkit berdiri dari tempatnya, membuat Cheonsa menoleh heran kearahnya. “Eodiga?” tanya gadis itu. “Kau tunggu saja disini,” perintah Kyuhyun lalu pergi dan hilang di antara kerumunan.

Cheonsa melirik sekelilingnya. Yeoiuido park. Dulu Donghae menyatakan perasaannya disini.

FLASHBACK

Donghae menggandeng tangan Cheonsa melintasi jalan setapak Yeouido park. Mereka berjalan beriringan menikmati suasana senja kota Seoul. Senja di taman? Tidak terdengar biasa. Tetapi Donghae tahu betul sifat Cheonsa. She loves unusual things.

Donghae mengeratkan genggamannya pada jemari Cheonsa. Percaya atau tidak, jemari mereka sudah bertaut selama dua jam lebih. Rekor? Entah, sampai detik ini belum ada yang bersedia melepaskannya. Suhu kota Seoul di saat saat seperti ini bisa mencapai 15 derajat celcius tetapi tangan mereka tetap hangat karena saling bertautan.

“Sudah ku bilang kalau mau melihat sunset yang indah itu di pantai, bukan di taman,” kata Donghae ketika melihat suasana datar di sekelilingnya. Cheonsa hanya terkekeh, melepaskan genggamannya dari tangan Donghae dan berjalan mendahului pria itu mencapai kursi panjang di pinggiran Yeouido. Donghae memandang telapak tangannya yang mendingin. Terasa tidak biasa saat Cheonsa tidak menggenggamnya lagi.

Cheonsa membuyarkan lamunan Donghae. “Oppa, mengapa diam disitu?”. Donghae tersadar dan melanjutkan langkahnya, mengambil tempat duduk tepat di sebelah Cheonsa.

“Karena kau tidak tahu makanya aku mau menunjukkanmu,” kata Cheonsa santai, menikmati suasana sepi disekelilingnya. Donghae tak putus putusnya menatap wajah gadis itu. Cheonsa hanya bersenandung pelan dan mengetukkan kakinya ke tanah mengikuti irama.

Tiba tiba Cheonsa berubah excited. “Oppa, lihat itu!” katanya menunjuk ke arah bundaran emas raksasa itu. Matahari mulai terbenam kembali ke peraduannya ketika Donghae memandangnya. Sinar emasnya menyiram mawar mawar putih sehingga membuat mereka seperti bersemburat oranye. Cahaya keemasan menyinari rerumputan membuatnya terlihat seolah olah bersinar secara magis, dan berkerlip seperti glitter.

Donghae terpesona dengan keindahan di hadapannya. Han Cheonsa is always like that. Unusual, but she knows how to make you startled. Mereka bersama sama memandang bola keemasan itu sampai matahari tenggelam di peraduannya.

“Han Cheonsa. Why you always like unusual things like this?” tanya Donghae. Cheonsa hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu. “Unusual things makes you shine. Because you’re different,” jawabnya.

“So…. How about dating a famous boyband member?” kata Donghae membuat Cheonsa reflek memandang wajah pria itu. Cheonsa tahu persis apa maksudnya. “It’s not unusual. It’s extreme,” komentarnya.

Donghae hanya tergelak. “Don’t lie to my face. I know you love me,” kata Donghae percaya diri. Cheonsa hanya memutar bola matanya. Pria itu memang tidak salah. Semua yang dikatakannya benar. Tetapi sifat narsisnya itu yang perlu sedikit di kurangi.

“So what Do you think about dating me?” Donghae menekankan perkataannya lagi, menuntut jawaban cepat Cheonsa. “Well… it’s not a bad idea,” desah Cheonsa. Cukup bagi Donghae. “then I’ll take it as yes,” gumamnya pelan.

FLASHBACK OFF

Cheonsa menatap telapak tangan kanannya. Memang rasanya tidak biasa. Ia biasa menggenggam tangan seorang Lee Donghae, dan seperti hari di mana pria itu mengungkapkan cinta dulu, Cheonsa merasa tidak biasa saat harus melepas genggamannya.

Cheonsa membuang tatapannya ke samping, ke arah kursi merah panjang di bawah pohon, tempat segalanya di mulai. Tidak terasa kisah itu sudah selesai sekarang. Benar kata orang orang. Saat kau bahagia, waktu terasa berlari cepat.

Cheonsa terus menatap bangku di ujung taman sana dalam diam. Masih terasa perih di hatinya. Kentara sekali ia masih mencintai seorang Lee Donghae. Mungkin tidak akan ada pria lain lagi selain dia. Tidak akan pernah.

“ya,” Cheonsa menoleh saat merasakan seseorang berada di sampingnya. Ternyata Kyuhyun sudah kembali. “kemana saja kau?” tanya Cheonsa. Kyuhyun hanya menunjukkan paper bag yang dibawa dengan tangan kanannya.

Cheonsa hanya menatapnya dengan pandangan bertanya tanya. Kyuhyun tertawa kecil lalu mengeluarkan kotak putih dari dalam paper bag tersebut. Ia membukanya hati hati dan mengeluarkan sepasang flat shoes manis berwarna biru muda.

Kyuhyun berpindah ke tempat Cheonsa, “let me,” katanya meraih kaki telanjang Cheonsa pelan dan memasangkan sepatu itu dengan hati hati. Terlihat pas disana. “aku tahu ini cocok dipakai olehmu,” gumam Kyuhyun mengagumi hasil karyanya.

Cheonsa tersenyum kecil akan perbuatan manis Kyuhyun barusan. “Gomawo, Kyu. I don’t know what will happen if there’s no you. You always here, right when I need it,” kaya Cheonsa. “kalau begitu lupakan Donghae hyung,” bisik Kyuhyun reflek.

Cheonsa hanya tersenyum menyesal. “Sorry I just can’t….”

“Gwaenchana,” potong Kyuhyun sebelum Cheonsa menyelesaikan kata katanya. Cheonsa mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun yang memberinya senyum menenangkan. Cheonsa tidak bisa melakukan apa apa selain membalas senyum itu.

“Mau pulang sekarang?” tawar Kyuhyun yang dibalas gelengan Cheonsa. “Ani, aku mau terus jalan jalan sampai malam,” balas Cheonsa. Kyuhyun segera bangkit dan mengulurkan sebelah tangannya.

“Kajja,”

-oOo-

Suasana benar benar aneh, awkward satu sama lain. Donghae hanya memandang Sungmin, Yoonji dan Jessica yang sedang makan dalam diam. Mereka sekarang berlokasi di Swee Tree Café di daerah Namsan Tower.

Swee Tree Café. Tempat ini mungkin termasuk bersejarah bagi Donghae. Kenangannya bersama Jessica Jung mungkin sebagian besar berada di sini. Sebuah kafe mewah di daerah Namsan dengan fasilitas bagi para turis seperti Roof Terrace, Multi Stage dan bahkan ada Sky Road juga.

Sekarang mereka berempat disini, melakukan hal yang sering disebut orang orang sebagai ‘double date’. Sebenarnya mereka tidak merencanakannya, tetapi mereka bertemu dengan tidak sengaja di Reed of Light Garden, mereka memutuskan untuk bersama sama ke sini.

Double date dengan Sungmin selalu menyenangkan bagi Donghae, tetapi kali ini semuanya awkward. Yoonji tidak bisa dekat dengan Jessica semudah ia berceloteh dengan Cheonsa dan membuat semuanya ramai karena lelucon mereka. Sungmin juga sepertinya tidak terlalu merestui hubungannya dengan Jessica dan masih menuduhnya pria pengecut atas kelakuannya.

Yoonji tiba tiba bangkit berdiri dan memasang wajah excited yang di paksakan. “Oppa, ayo kita ke Sky Road saja,” katanya menarik narik tangan Sungmin. Sungmin yang sudah mengerti maksud Yoonji langsung mengiyakan saja kemauan gadis itu. “Donghae, Sica, aku dan Yoonji pergi duluan,” pamitnya lalu menggandeng jemari Yoonji dan keluar dari ruangan tersebut.

Donghae berpandangan dengan Jessica. Ia meletakkan beberapa lembar uang di atas meja, lalu menarik tangan Jessica juga. “Ayo kita jalan jalan saja,” Jessica hanya mengangguk dan mengikuti langkah Donghae dari belakang.

Donghae melangkahkan kakinya menyusuri pemandangan lampu warna warni Namsan di malam hari, saat Jessica menyadari pria itu kembali membawanya kembali ke Reed of Light Garden. Donghae hanya diam di sana,sedikit melupakan Jessica yang ada di belakangnya.

Jessica maju beberapa langkah ke depan dan memeluk Donghae dari belakang. Menyandarkan pelipisnya di punggung hangat pria itu sementara Donghae tidak bergeming. “Hae, berbaliklah,” pinta Jessica. Donghae hanya menurutinya dan berputar menghadap gadis itu.

Jessica memandangnya langsung di bola mata. “Do you still love me?” tanyanya langsung tanpa basa basi. “I’m not sure,” jawab Donghae membuat Jessica tersenyum kecewa, menundukkan kepalanya.

Gadis itu memberanikan diri menatap mata Donghae lagi. “Do you love Han Cheonsa?” tanyanya sekali lagi, membuat bibir Donghae terasa kelu. “Yes…” jawabnya pelan. “Aku tidak akan memaksamu. Kalau begitu biarkan aku melakukan ini untuk yang terakhir,” katanya. Jessica menjinjitkan kakinya dan mencium Donghae tepat di bibir. Donghae menyadari tidak ada lagi debaran di dadanya. Tidak ada lagi perasaan bahagia saat gadis itu menciumnya.

Inilah yang Donghae inginkan. Jawaban yang Donghae butuhkan. Bahwa ia tidak lagi mencintai gadis di hadapannya ini. Bahwa orang yang ada di hatinya sekarang hanyalah Han Cheonsa. Donghae tersenyum menemukan fakta ini. “Thanks, Jess. For opening my blind eyes,” gumam Donghae yang hanya dibalas oleh senyum lemah Jessica.

“Hae…” Jessica memanggil Donghae, dengan tatapan jauh ke belakang pria itu. Menyadari ada yang tidak beres, Donghae menoleh ke belakang dan mendapat siluet seorang gadis berlari menjauh. Itu adalah Cheonsa. Donghae dapat mengenali gadis itu dengan mudah dari radius 100 meter sekalipun.

“Sial,” umpatnya pelan

-oOo-

Donghae POV

Kalau ada pembuat masalah terbesar di dunia, itu pasti aku. Bagaimana mungkin masalah itu bertambah besar justru di saat aku sudah hampir menyelesaikannya?

Aku berlari menyusuri jalan yang dilalui Cheonsa tadi. I have to explain everything before this missunderstanding turn worse and worse. Aku memacu kakiku berjalan secepat mungkin melintasi keramaian Namsan tower yang malam ini ramai oleh turis asing.

Tidak jarang aku menabrak orang, dan itu membuatku mempercepat gerak kakiku, takut kalau orang itu mengenaliku sebagai Lee Donghae super junior. Kulihat sekelebat rambut berbelok di sudut jalan, dan tetap aku yakin itu adalah Cheonsa. Aku mempercepat lariku lagi agar bisa menyusulnya.

Aku menghentikan langkahku, dan disinilah aku memandang Cheonsa berada di ujung sana, lagi lagi dalam dekapan Kyuhyun. Ingin sekali aku mengutuk kebodohanku sendiri. Kyuhyun sekali lagi di sana, menggantikan posisi yang seharusnya adalah milikku.

“You know you love her. Then what’s the fucking big deal?” terdengar suara familiar tepat di belakangku. Saat aku menoleh aku mendapati bahwa dugaanku benar. Sungmin Hyung. Sejak kapan ia berada disitupun aku tidak tahu.

“Then what should I do?” tanyaku putus asa mengalihkan pandanganku lagi pada sosok Cheonsa yang berada dalam pelukkan Dongsaeng kesayanganku.

“Just go and get her back. She was yours, anyway,”

TBC

PS : sorry for the late post. sorry buat yang udah nunggu ^^ oh ya aku lg buka need cast buat ff suju. info cek aja di blog pribadi aku specialshin.wordpress.com thanks ^^

27 thoughts on “Lover’s Fight 5

  1. im fuckin hate LDH in here.. hes so stupid and i hate it..
    my number 3 guy is so stupidddddd,,,haha
    kyu better u hug me instead cheonsa..wkwkw..
    butuh peran?? count me in siwon’s role..wkwkw.. *oke kidding* :P

  2. waa…..seru,gk rela waktu liat tulisan TBC,pkknya ditunggu lanjutannya…
    btw,i wish fishy ma cheonsa,i don’t really like jess anyway..

  3. tulisan TBCnya gak enak diliat,,,,,arrrrgh,,,,,!!! penasaran dgn konflik slnjut’a, mdah2’n Author lebih menyiksa batin (?) si ikan amis’a Cheonsa itu biar kapok,,,,,*smirkbarengKyu* wkwkwkwkk
    d tnggu lnjutan’a,,,,,,^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s