Mr. Kim VS Mrs. Park Chapter 2

Title: Mr.Kim vs. Mrs.Park (Chap 2)

Main Cast:

  • Kim Jongwoon
  • Park Jaewoon (OC’s)

Support Cast:

  • Kim Junsu
  • Sohn Dongwoon
  • Hwang Miyoung (OC’s)

Rating: T

Genre: AU (Alternative Universe) , Romance.

Ps: FF ini pernah di post di http://fanficontheroad.wordpress.com ^^

Disclaimer : this ff is mine and the cast is belong to their selves.don’t copy this ff,or you wouldn’t meet your bias !!!

meet your bias !!!

Mr.Kim vs. Mrs.Park

“Annyeong…”Sapa Jaewoon kepada sang sutradara saat sampai di lokasi syuting.

“Ah, Jaewoon-ssi.kau disini” Ujar sang sutradara pada Jaewoon.

“Ne…nan wasseo,apa aku terlambat?”

“Sedikit…baru saja lawan mainmu pulang,jadi kau tak bisa bertemu dengannya”

“Ah,jinja? Jwosonghamnida…” Ucap Jaewoon sambil membungkuk ke arah sang sutradara.

“Ne..gwaenchana,lagipula kau akan bertemu lagi dengannya 3 hari lagi untuk mulai syuting”

“Ah,algessemnida” Jaewoon mengangguk paham.

“Sekarang kau langsung saja ke ruang make-up, kita mulai pemotretan sebentar lagi”

“Ne…” Ucap Jaewoon “Miyoung-ah,kau mau menunggu?” Tanya Jaewoon pada Miyoung.

“Keurom,Jaewoon-ssi”  Jaewoon pun langsung pergi menuju ruang make-up.

“Aaah, oppa…jinja,aku tidak menyangka kebetulan seperti ini” Ucap Hyemi dengan mata berbinar-binar sambil menatap Jongwoon yang sedang menyetir di sebelahnya.

“Nado…peranmu pas sekali dengan kenyataannya kan? “ Balas Jongwoon sambil pandangannya tak lepas dari jalanan.

“Ne! Ah oppa….aku merasa senang sekali hari ini”

“Jeongmal? Haha,aku juga” Jawab Jongwoon sambil mengacak rambut Hyemi pelan “Tapi…ada yang masih mengganjal” Lanjutnya.

“Mwoya? “ Tanya Hyemi.

“Aku masih bingung dengan…pemeran wanitanya,hmm…aku penasaran”

“Aku juga,dia sudah merebut peranku” Jawab Hyemi sambil menggerutu kecil.

“Aniyo…aniyo bukan itu.Haha,hanya saja…dalam film itu ada beberapa adegan yang harus aku lakukan bersamanya,adegan yang…yah,romantis” Jongwoon memperjelas maksud ucapannya.

“Kau sudah baca script-nya,oppa?” Tanya Hyemi lagi.

“Sedikit…dan adegan itu sudah mulai ada di awal-awal film.Jujur saja,aku sangat gugup jika disuruh berperan seperti itu.Film ini berbeda dari film-film ku sebelumnya”

“Bukankah di film-film mu yang sebelumnya selalu ada adegan romantis? Seperti berpelukan atau bahkan kisseu?”

“Ne…tapi….aish bagaimana aku menjelaskannya?” Jongwoon terlihat frustasi dan sedikit gelisah sambil mengacak rambutnya sendiri.

“Kau hanya gugup,oppa.Jangan terlalu dipikirkan,berpikirlah professional.like always…” Hyemi mencoba menenangkan Jongwoon.Saat ini,yang ada dipikiran Jongwoon hanyalah,entahlah,ia juga bingung bagaimana menggambarkan perasaannya saat ini.Antara gugup tapi ia juga senang.Meskipun sudah banyak film yang ia bintangi,tapi ini kali pertamanya membintangi film yang benar benar ber-genre romantis seperti ini.

“Ne…aku hanya gugup,kau benar”

“Percayalah pada dirimu sendiri ,oppa.Kau bilang kau akan melakukannya secara natural kan”

“Ne,aku akan berusaha.Baiklah,sudah sampai” Ucap Jongwoon.Tak terasa mereka sudah sampai di depan gedung apartemen Hyemi.

“Ah,tak terasa sudah sampai,gomawo,oppa” Ucap Hyemi sambil keluar dari mobil.” Ah ye…kau mau mampir,oppa?” Tawar Hyemi yang dibalas Jongwoon dengan menggelengkan kepalanya.

“Tidak,terimakasih,sampai ketemu nanti,aku masih ada urusan”

“Ah,ne oppa,kalau begitu sampai jumpa.Dan ingat,jangan terlalu dipikirkan soal film-mu,anggap saja film ini sama dengan film-mu sebelumnya hanya saja sedikit penambahan adegan,hehehe” Saran Hyemi sambil terkekeh dan melambaikan tangannya yang dibalas Jongwoon,lalu Hyemi pun langsung memasuki gedung apartemen-nya.

“Ah…kenapa perasaan ku begitu tidak tenang.Aish,Jongwoon…berpikirlah professional,ini bukan kali pertamanya kau bermain film kan?” Kata Jongwoon pada diri sendiri.”Aish,sepertinya aku harus mengunjungi dan meminta pendapatnya sekarang” Lanjutnya ,lalu mulai melajukan mobilnya menuju tempat tujuan berikutnya.

“Jaewoon-ah,kau dimana?”

“Aku ada di lokasi syuting,waeyo?”

“Ah! Berapa lama?”

“Sebentar lagi selesai,waeyo?”

“Aku mau mampir ke apartemen mu malam ini,sekalian memberikan undangan pertunangan teman kita”

“Nugu?”

“Nanti akan ku beritahu,tapi sekarang cepatlah! Aku sudah bosan menunggu di depan apartemenmu!”

“Mwoya?! Kau sudah disana dari tadi? Aish kenapa tidak bilang sih? Ne aku akan segera selesai”

Klik.Jaewoon mematikan ponselnya.Sahabatnya,yang menelepon barusan.Memang tak pernah bisa sabar jika Jaewoon sedang ada urusan sedikit.Dan pada akhirnya,Jaewoon lah yang harus mengalah.Sama hal-nya sekarang,setelah mendapat telepon dari nya,ia langsung cepat-cepat melakukan pemotretan dan berusaha tak ada pengulangan sedikitpun.Setelah selesai,ia langsung beranjak pergi dari lokasi syuting menuju apartemennya,kali ini tanpa Miyoung,karena Miyoung sudah Jaewoon suruh pulang duluan dengan taksi.Sesampainya di apartemennya,Jaewoon langsung menghampiri sahabatnya yang sedang menunggu sendirian di depan pintu apartemen Jaewoon.

“Jaewoon-ah!!!!” Sapanya dan langsung menghampiri Jaewoon,lalu memeluknya.”Lama sekali aku tak melihatmu” Lanjutnya setelah melepas pelukannya.

“Nado,kau kemana saja,sih?” Tanya Jaewoon.

“Kau yang kemana saja, aku selalu di Seoul belakangan ini,hanya saja…aku sibuk untuk pemotretan,kau tahulah aku sangat sibuk akhir-akhir ini.Dan saat dapat waktu luang,kuputuskan untuk menemuimu”

“Ah,arasso…Myungie…ayo masuk” Ucap Jaewoon mengajak Myungra masuk ke dalam apartemennya.Seperti sahabat yang sudah lama tak bertemu,sore itu mereka bercerita banyak dan menghabiskan seharian dengan menonton banyak film.

“Jaewoon-ah,apa kesibukanmu akhir-akhir ini” Tanya Myungra saat mereka sudah selesai menonton beberapa film.

“Aku? Aku hanya begini setiap harinya.Bangun tidur,sarapan,berangkat ke lokasi syuting film…”

“Film? Film adaptasi novelmu? Ada berapa film?” Tanya Myungra antusias.

“Ne…sekitar 2 film adaptasi novelku” Ujar Jaewoon sambil mengambil gelas di depannya dan meminumnya.

“Kau tak bermain serial atau film lagi?”

“Sebentar lagi…”

“Film apa? Adaptasi novel-mu juga? Kau jadi pemeran utamanya?”

“Bukan adaptasi novelku…ne,aku jadi pemeran utamanya.Judul film nya ‘Seoul Romance’ “

“Seoul Romance? Ah…pasti akan banyak mengambil latar di Seoul dan film nya pasti sangaaaaaat romantis” Ucap Myungra lebih antusias dari sebelumnya.

“Keurom,sayang sekali sampai saat ini aku belum bertemu dengan pemeran lelakinya”

“ Kau mau nya siapa? Hyunbin? Kwon Sang Woo? Jung Il Woo? Atau…ah aku tau, aktor favoritmu! Jung Yunho!”

“Aniyo! Bukan mereka.kalau dipikir-pikir itu tidak mungkin.Hyunbin sedang wajib militer dan Kwon Sang Woo terlalu senior untuk bermain di film itu.Jung Il Woo…tidak mungkin,tapi kalau lawan main ku Jung Yunho….dia sedang sibuk dengan semua jadwal menyanyi-nya”

“Ah,iya…dia juga kan penyanyi.Lalu siapa?”

“Molla,mereka bilang,aktor itu juga aktor yang hebat”

“Tapi mana ada aktor yang lebih hebat dari Jung Yunho,kan?”

Maybe…haha,sudahlah.Jangan terlalu dipikirkan,3 hari lagi juga aku akan bertemu dengannya”

“Jeongmal? Ah,kau harus langsung memberitahuku ketika kau bertemu dengannya,arasso?”

“Ne,itu pasti “ Ucap Jaewoon memastikan sambil beranjak ke dapur untuk menyimpan gelasnya.

“Ah,aku baru ingat.Tadi aku bilang akan memberikan undangan pesta pertunangan,kan?” Tanya Myungra tiba-tiba.

“Ah,ne…mana undangannya? Dari siapa?” Jaewoon menghampiri Myungra setelah dari dapur.

“Son Dongwoon,teman SMA kita dulu.kau masih ingat dia kan?”

“Dongwoon? Anak tengil itu? Bertunangan?” Jaewoon balik bertanya tak percaya.

“Ne…tak perlu berlebihan seperti itu,kau ingat? Saat kau bertunangan dengan Junsu Oppa juga banyak kan yang tak percaya bahwa gadis dingin sepertimu akan bertunangan dengan lelaki mendekati sempurna seperti itu”

“Ah,jinja.Lalu,dengan siapa Dongwoon akan bertunangan?”

“Hmm…kalau tidak salah,dulu dia itu hoobae kita di SMA yang sama ,nama-nya…Kim Joeun”

“Joeun…Kim Joeun…molla,aku tak pernah ingin kenal dengan adik kelas”

“Kau ini…benar-benar.Ini undangannya,kau akan datang kan?”

“Keurom…hmm…Lusa ya, baiklah aku tak ada jadwal”

“Syuting-mu? Bagaimana dengan jadwal syuting-mu?”

“Syuting-ku dimulai 3 hari lagi,tenang saja.Lusa nanti aku benar-benar free

“Ah ne…baiklah,Jaewoon-ah,aku harus pulang,sampaikan salamku pada Junsu dan keluargamu,sudah lama tak bertemu mereka” Ucap Myungra sambil mengambil tas dan mantelnya.

“Ne,jika aku bertemu mereka ya” Jawab Jaewoon sambil mengantarkan Myungra ke pintu.

“Ah ye…Junsu di Amerika,kan?”Myungra berbalik lagi.Jaewoon mengangguk.

“Ne,akan kusampaikan setelah ia pulang ke Seoul”

“Ne…kalau begitu aku pulang,annyeong…sempatkan waktumu untuk mampir ke apartemenku ya! Jaga dirimu baik-baik! ” Ujar Myungra dari luar.

“Ne! Itu pasti! Annyeong,kau juga baik baik!”

“Ne!” Itulah suara yang Jaewoon dengar sebelum akhirnya ia menutup pintu apartemennya.Dan kembali menghempaskan tubuhnya di sofa.

“Aaaaah…semoga saja lawan mainku menyenangkan” Gumam Jaewoon.Selanjutnya yang ia lakukan hanyalah membaca script yang tadi diberikan oleh sang sutradara sampai akhirnya ia lelah dan tertidur.

“Kau tahu,aku tak bisa melakukannya secara natural!”

“Ah ayolah,hyung…baru pertama kali aku melihatmu segugup ini,biasanya kau selalu dengan santainya menerima semua tawaran film”

“Aish ! Harus kujelaskan berapa kali ,sih supaya kau mengerti?! Film ini berbeda!”

“Hyung! Kalau kau tak mau,biar aku saja yang mengambil alih peranmu!”

“Mwoya?! Aniyo! Tidak akan kuberikan peran ini padamu!”

“Kalau begitu jangan mengeluh terus!”

“Ah ye…tapi bagaimanapun aku akan gugup ketika bertemu dengannya”

“Kau ini,hyung.Belum bertemu sudah gugup.Apalagi nanti kalau ketemu langsung? Kau akan pingsan,hah?!”

“Ya! Tak usah berlebihan begitu,babo”

“Ah sudahlah,kalau kau terus begini lebih baik kau pulang,hyung!”

“Ya Dongwoon-ah! Aku kesini untuk meminta pendapatmu kenapa kau malah mengusirku?!” Bentak Jongwoon pada Dongwoon.

“Hyung! Kau bilang kau mau meminta pendapat tapi dari tadi kau tak mendengarkanku,yang kau lakukan hanyalah mengeluh dan mengeluh!”

“Ah ye…begini,bagaimana caranya melakukan adegan ini?” Ucap Jongwoon sambil menunjuk sederet tulisan diatas lembaran script-nya.

“Mana sini,biar kulihat” Jawab Dongwoon sambil mengambil kertas script ditangan Jongwoon.Ia membacanya sebentar lalu terkikik geli,kemudian ia berdeham lalu berkata pada Jongwoon “Hyung….disini yang kau butuhkan bukan hanya percaya diri dan berakting senatural mungkin.Tapi,kalau menurutku … ada satu hal yang harus kau pentingkan dalam melakukan adegan macam ini…kau tahu apa?” Tanya Dongwoon ,dan Jongwoon pun mengangguk antusias.”Hati…kau harus melakukannya sepenuh hati” Jawab Dongwoon santai.Jongwoon  yang mulanya antusias langsung terkulai lemas di sofa milik Dongwoon.

“Bagaimana caranya…” Jongwoon mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Ya,hyung…pikirkan,dengan peran seperti ini,mungkin saja kau bisa mendekati lawan mainmu”

“Mwo? Maksudmu?”

“Maksudku,dengan benar-benar mendekatinya.Cinta lokasi! Apa kau tak malu? Di umurmu yang sudah dewasa itu kau kalah denganku.Aku saja sudah mau tunangan” Ujar Dongwoon sambil menatap iba ke arah sahabatnya –yang sudah seperti Hyung nya sendiri—itu meskipun umur mereka berbeda 4 tahun.Ya,dulu Jongwoon adalah sunbae-nya di kampus dulu dan mereka memang berteman dekat sejak kecil.

“Ya! Kenapa arah bicaramu jadi kesana ,sih?!”

“Aish,hyung! Semenjak ditinggal Moon noona,kau tak pernah berusaha mencari yeoja lain kan? Padahal mantan kekasihmu itupun sudah bertunangan dengan pria lain sekarang”

“Ish! Meminta pendapat padamu memang tak ada gunanya,lebih baik aku pulang” Ujar Jongwoon sambil mengambil mantelnya dan beranjak berjalan menuju pintu.

“Ya hyung! Kau selalu bilang begitu tapi pada akhirnya kau akan datang lagi untuk meminta bantuanku!” Ujar Dongwoon,tapi Jongwoon tak menghiraukannya ,ia tetap berjalan menuju pintu apartemen Dongwoon lalu keluar sambil mendengus dan menggerutu kecil.Dongwoon hanya menutup pintu apartemennya dan bergumam “Pabo Jongwoon” Gumamnya.

    Esoknya,jam 06.30 pagi seharusnya Jaewoon sudah harus bangun dan memulai aktifitas kesehariannya seperti biasanya.Tapi,seperti biasanya,ia masih ada di tempat tidurnya sambil terpejam.Ya,ia masih tidur sampai sebuah panggilan di ponselnya membangunkannya.

Okkae mureup balkkaji,wan byeokhan neoui style—

“Ah! Jinja,siapa sih pagi-pagi begini mengganggu tidurku” Gumam jaewoon sambil tangannya mencari cari ponselnya dan mengangkatnya dengan mata masih terpejam “Yoboseyo…ah ye…ne,aku sudah bangun…ne,aku baik-baik saja…arasso,baik-baik disana…ne arasso,annyeong….”

Klik.Jaewoon mengakhiri panggilan dari Junsu barusan,ia kembali berbalik ke tempat tidurnya dan berencana untuk tidur kembali.Namun,meskipun matanya masih terpejam,pikirannya sudah melayang ke rencana yang semalam ia buat.Ia teringat semua rencananya dan langsung bangun dari tidurnya itu.

“Aish! Dongwoon! Hadiah pertunangannya!!! Ah bagaimana aku bisa lupa?!” Jaewoon pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.Setelah selesai,ia segera merapikan dirinya dan tak lupa ia mengambil tas,kacamata,dan mantelnya.

“Yoboseyo…Key!….aku Jaewoon…ne,aku berubah pikiran…barangnya masih ada?….mwoya? ah ne,aku segera sampai disana….ne gomawo…” Jaewoon menutup ponselnya dan melemparnya ke jok disampingnya.”Aish,aku harus cepat-cepat atau seseorang akan mengambil guci nya sebelum aku sampai kesana” Ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke pameran yang ia datangi 2 hari lalu,pameran Key,teman adiknya.

10 menit berlalu dan Jaewoon sudah sampai di gedung pameran milik Key,ia langsung masuk dan mencari Key ke seluruh penjuru ruangan itu.

“Noona….” Suara seseorang yang tak asing baginya terdengar,Jaewoon segera berbalik ke arahnya dan menghampirinya terburu-buru.

“Key! Orang nya sudah kemari?” Tanya Jaewoon to the point tanpa basa basi.

“Belum” Key menjawab seadanya “Lagipula kenapa kau harus berubah pikiran ,sih.Kau tahu? Aku langsung buru-buru merapikan barang-barang pameranku karena kau mau datang”

“Hmm…mianhae,tapi aku memang baru terpikirkan tadi malam,dan yang kutahu guci yang kau tawarkan 2 hari lalu adalah guci antik,yang akan kuberikan untuk temanku sebagai hadiah pertunangannya”

“Tapi kau terlambat,noona”

“Tapi aku kan sudah disini,kau bilang kau bisa mempertimbangkannya jika aku datang lebih dulu dari pemesan sebelumnya.Ayolah,kita kan mengenal baik satu sama lain”

“Tapi,noona…sepertinya pemesan sebelummu sudah datang” Ujar Key santai sambil menunjuk ke arah pintu yang terbuka,dan disanalah,seorang namja dengan santainya berjalan masuk ke ruang pameran.Ia mengenakan sweater dan mengenakan jeans juga sepatu kets seadanya.

    Jongwoon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,ia tak ingin terburu-buru karena ia tak ingin hari ini segera berakhir.Ia tak ingin cepat-cepat lusa,karena itu adalah hari dimana ia akan menjalankan hari pertama syuting untuk film terbarunya yang selama ini selalu ia pikirkan.Lebih tepatnya,ia tak mau cepat-cepat bertemu lawan mainnya,ia tak mau cepat-cepat berakting mesra dengannya dengan banyaknya adegan sepasang kekasih yang sangat sangat romantis dari awal pertama kali syuting.Jongwoon takut akan semua itu.Jongwoon belum siap,atau tepatnya lagi,ia sama sekali tidak siap menjalankan perannya.

Tak terasa Jongwoon sudah sampai di tempat tujuannya.Ia segera keluar dari mobilnya san berjalan masuk kedalam gedung di depannya itu.Di dalam,ia melihat sudah ada seorang pengunjung.pagi sekali,ku kira aku yang pertama datang,pikirnya.

“Annyeong…rupanya sudah ada pengunjung pagi-pagi begini,ku kira aku yang pertama datang” Ia mengulang kata-kata yang tadi sempat dipikirkannya barusan.

“Annyeong,selamat datang.Kau benar,yang menelepon tadi malam kan?” Balas seorang namja yang terlihat lebih muda daripada Jongwoon.Ia pemilik pameran ini.

“Ne…aku yang memesan guci itu semalam.Barang nya masih kau simpan kan?” Tanya Jongwoon pada lelaki itu,tapi matanya tak pernah lepas mengekor yeoja yang ada disamping lelaki itu.

“Baik,akan kuambilkan” Tepat setelah lelaki itu berkata demikian,Jongwoon melihat raut di wajah yeoja itu berubah,yeoja itu mendelik tak percaya  dan menyusul lelaki itu ke arah yang sama.

Jongwoon sedikit heran,tapi ia hanya diam disitu,menunggu guci yang ia pesan datang.Ia melihat ketika yeoja itu mendongakkan kepalanya dan berjalan menyusul lelaki itu hingga yang terdengar diruangan itu hanyalah bunyi gema dari hak sepatu wanita itu yang jalan tergesa-gesa.Ia tak peduli dan memainkan ponselnya hingga ia tersadar sesuatu…

“Itu…Park Jaewoon?”

“Key! Aish,guci ini akan kau berikan padanya?”

“Keurom…dia yang memesan pertama dan dia datang dan langsung mengambil barangnya,bukan banyak bicara sepertimu,noona”

“Aish,jinja! Apa tak bisa kau bilang padanya bahwa aku sudah memesannya lebih dulu?”

“Aku tak bisa berbohong” Jawab Key santai.

“Ya! Lalu untuk apa kau menyuruhku datang kesini sepagi ini hah? Kau hanya mengganggu tidurku!”

“Aku tak menyuruhmu,aku hanya menyarankan,dan ternyata kalian datang bersamaan.Meskipun hanya berbeda beberapa detik”

“Kau menyebalkan” Ujar Jaewoon “ Baiklah,kalau begitu biar aku yang bilang” Jaewoon tak peduli lagi,kini ia berjalan kembali ke arah namja itu,tanpa mempedulikan Key yang memanggil namanya,mencegahnya untuk melakukan itu.

“Annyeong,Kim…Jongwoon-ssi” Sapa Jaewoon ketika sudah berhadapan dengan namja itu.namja yang disapa nya hanya bisa tersenyum ramah padanya dengan tatapan penuh tanya.

“Hai,Ada apa?” Akhirnya namja itu angkat bicara sambil masih tersenyum.

“Perlu kau tahu,akulah yang pertama kali datang kesini dan meminta guci itu” Kata Jaewoon dengan ekspresi datarnya.

“Lalu? Apa masalahnya, Park Jaewoon-ssi?” Senyum diwajah Jongwoon mulai berubah menjadi wajah serius.

“Jadi…guci itu milikku”

“Tapi kau baru datang pagi ini,sedangkan aku sudah memesannya lebih dulu tadi malam”

“Mengertilah…aku butuh guci itu untuk hadiah temanku”

“Aku membeli guci itu untuk sahabatku.Mana yang lebih penting?”

“Aish,kau ini keras kepala ternyata.Aku heran kenapa kau punya banyak fans”

“Aku juga heran kenapa kau punya banyak fans ,padahal perlakuanmu terhadap orang lain seperti ini,tidak sopan.Bahkan kau hanya memanggil namaku? Aku ini lebih tua daripadamu” Jongwoon berkata dengan nada sedikit tersinggung.

“Tak usah banyak bicara,sekarang berikan guci itu padaku dan urusan kita selesai,itu saja.Mudah ‘kan?”

Tak berapa lama,Key datang dengan membawa guci pesanan Jongwoon dan berjalan ke arah mereka berdua.Jaewoon langsung menghampiri Key yang sedang kesusahan membawa guci sebesar itu.

“Key,aku berani membayar lebih mahal darinya” Kata Jaewoon sambil menunjuk kearah Jongwoon.

“Ya! Kau tak bisa seenaknya seperti itu,bagaimanapun aku yang memesannya duluan!” Jongwoon menyusul  mendekat kearah Jaewoon dan Key.

“Aish, noona..kumohon,ia yang memesannya duluan”

“Tapi bagaimana pun,aku yang datang duluan kemari” Jaewoon masih mempertahankan ke-egoisannya.

“Tapi aku yang memesannya duluan!” Jongwoon tetap tak mau kalah.Jaewoon tak mau berlama-lama.Ia mengeluarkan ponselnya dan bertanya sekilas pada Key.

“Dia akan bayar berapa?” Tanya Jaewoon.

“Ehm…dia bilang….” Key tergagap sambil melirik je arah Jongwoon.

“300 ribu won” Sela Jongwoon. Jaewoon tak menanggapi,ia membuka aplikasi m-banking­ di ponselnya,beberapa detik kemudian,ia memasukan kembali ponselnya kedalam saku mantelnya.Lalu mengambil paksa guci yang sudah di kemas dari genggaman Key.

“Aku ambil,aku sudah mengirimkan 700 ribu won ke rekeningmu,Key.Terima kasih! Sampai jumpa..” Jaewoon berjalan keluar dari gedung pameran Key tanpa menghiraukan Jongwoon yang saat itu benar-benar kesal padanya dan mengejarnya keluar gedung.Dan Key yang terus-menerus meminta maaf pada Jongwoon.” Ah ye,dan kau,Kim Jongwoon.Ku harap kita tak akan berjumpa lagi.Bye” Lanjut Jaewoon sebelum masuk ke mobilnya dan menjalankan mobilnya pergi.

“Aaaarghh! Yeoja itu,untung saja dia yeoja,kalau bukan…sudah kuapakan dia” Kata Jongwoon sambil mendengus kesal

“Jwosonghamnida,jeongmal jwosonghamnida” Key merasa sangat bersalah pada Jongwoon,ia beberapa kali membungkuk dihadapan Jongwoon.

“Gwaenchana,aku akan mengambil guci yang lain saja,toh guci antik disini tak hanya ada satu kan?”

“Ah ne,baiklah…kuambilkan beberapa contoh yang lain” Jawab Key sambil masuk kembali ke gedung pamerannya dan Jongwoon mengikutinya di belakang.

    Sedangkan Jaewoon,ia terlihat senang sendiri,mendapatkan apa yang ia mau.Ia menatap sebentar guci di jok belakang dan tersenyum puas.

“Park Jaewoon,selalu mendapatkan apa yang ia mau” Katanya pada diri sendiri sambil pandangannya kembali fokus ke jalanan,menyetir.

-TBC-

5 thoughts on “Mr. Kim VS Mrs. Park Chapter 2

  1. aaiisskhhh……………
    masalah sudah datang duluan…
    Jaewoon kan yang jadi lawannya Jongwoon…..
    aaaahhhkkk……………… gmn ya llanjutannyaaaa…????
    gak pake lamaaa !!!!!!!!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s