Lover’s Fight 4

DONGHAE POV
Aku melangkah pelan melewati gerbang yang sangat ku kenal tersebut. Kurasakan tangan kecil ramping Jessica menggenggam erat tangan besarku. Kecil tapi kuat, seolah tidak mau kehilangan. Aku menatap wajah cantik dinginnya. Pantas saja, ice princess.
Tiba tiba aku ingin kembali. There’s something I have to say to Cheonsa. Something importan that she has to know. I just want to ask her to wait. Because I’ll definitely back. Aku hanya butuh memastikan perasaanku sendiri. Setelah itu aku akan datang untuk mengatakannya apakah aku mencintainya atau tidak. Apakah aku egois?
Aku menghentikan langkahku. Kali ini aku merasakannya. Aku ingin berbalik dan berlari untuk menemuinya lagi. Tadi itu aku belum puas melihat wajahnya sementara aku tahu aku tidak akan melihatnya lagi. Entah sejak kapan aku menganggap ini serius. Kemarin aku hanya menanggapi kemarahannya dengan bercanda, berpikir bahwa dia tidak akan bisa hidup tanpa aku.
Jessica menghentikan langkahnya menyadari bahwa aku sekarang terdiam. “What’s wrong?” tanyanya lembut, seperti biasa. Entah kenapa aku masih berdesir mendengarnya. Inikah yang membuat Cheonsa seyakin itu mengatakan bahwa aku tidak benar benar mencintainya?
“Jess, I should go back and see her,” kataku. Tak bisa kudefinisikan arti tatapannya hanya saja itu tidak penting lagi sekarang. Aku berbalik dan melangkah memasuki gerbang ketika kurasakan tangan itu menahanku. “Then you should definitely come back and see me,” katanya. Aku hanya mengangguk menenangkannya.
Akupun kembali memasuki halaman rumah itu tanpa suara. Pintunya masih terbuka, mungkin aku masih bisa mengintip ke dalam memastikan bahwa ia tidak menangis. Aku mendekati pintu dan melongok ke dalam untuk melihat ke dalam.
Aku merasa bibirku kelu melihatnya disana. Ia menangis, seperti yang kutakutkan. Tetapi kali ini Kyuhyun memeluknya. Entah apa yang membuatku takut akan keberadaan bocah itu. Aku takut Cheonsa menyadari bahwa Kyuhyun seratus kali lebih baik dari pada aku, pria tidak konsisten yang tidak bisa menyimpulkan perasaanku sendiri.
Kyuhyun hanya memeluknya sabar. Disaat seperti ini seharusnya ia senang, tetapi tidak ada senyuman di bibirya. Matanya memancarkan kesedihan. Itulah yang membuatnya jauh lebih baik dari aku. Ia sedih saat Cheonsa sedih.
Aku tidak bisa melakukan apa apa melihat mereka. I’m that bastard man who makes her cry, then what can I do? Aku mundur beberapa langkah, berbalik dan membatalkan niatku untuk bertemu dengannya. Biarlah kali ini Kyuhyun yang menjaganya sampai aku kembali. Mungkin aku akan kembali.
“Thanks. For coming back,” kudengar suara Jessica yang manis menyambutku yang kembali dengan wajah lesu. Aku hanya memaksakan senyum kecil. Aku mengambil ponselku dan mengetik sebuah pesan untuk Kyuhyun.
‘please take care of my girlfriend. I’ll be back,’
“Hae,” kudengar Jessica membuyarkan lamunanku. Aku menoleh ke rumah itu sekali lagi sebelum masuk ke dalam mobil dan pergi.
-oOo-
Oh baby say goodbye, for a short while goodbye.
The talk about goodbye, I’ll put it aside for a short while.
When I open that door and take one step
your breath that’s conveyed to the tip of my nose
-oOo-
Cheonsa melepaslan pelukan Kyuhyun dan tersenym pada pria itu. “Thanks. For always here when I need you,” katanya singkat membuat Kyuhyun tersenyum kecil dan mengacak poni Cheonsa pelan. “As always,” gumamnya.
“Lee Donghae, that bastard. Kau lupakan saja dia,” kata Kyuhyun tajam. Lama lama ia gemas juga melihat kepasrahan gadis ini diperlakukan begitu oleh Donghae. Cheonsa hanya tersenyum lemah mendengarnya. “maybe I will never,” katanya singkat.
“But you should try,” tekan Kyuhyun. “I’m trying now, can’t you see?” canda Cheonsa. Tidak lucu menurut Kyuhyun, karena ia tidak tersenyum sama sekali.
Cheonsa bangkit berdiri. Ia memutuskan untuk tidak akan pergi kuliah hari ini. Lee Donghae really made her out of mood. “How about sightseeing? I need to refresh my stuck mind,” . Kyuhyun hanya menggeleng tegas.
“Tidak, kau demam,” katanya singkat. Cheonsa memegang dahinya sendiri. Memang suhunya tinggi tetapi bahkain ia sendiri tidak menyadarinya tadi. “How do you know? Even I didn’t recognize it,” kata Cheonsa.
Kyuhyun tersenyum simpul. “I just hugged you, right?”
-oOo-
SNSD’s Practise Room
“Donghae-ya? Kenapa diam saja?” Jessica melambaikan tangannya di hadapan wajah Donghae melihat pria itu sedari tadi hanya diam tidak bereaksi seperti memikirkan sesuatu. Donghae tersadar dari lamunannya dan hanya melempar senyum palsu.
Jessica menegak air mineral di tangannya. Dance practise kali ini memang sangat menguras tenaga. Tetapi tidak ada pilihan lain, Smtown sudah di depan mata sementara banyak movement dance yang belum ia kuasai. “You are hiding something from me,” simpulnya to the point lalu mengambil tempat di sebelah Donghae.
Donghae hanya tersenyum enggan menanggapi pertanyaan Jessica yang terakhir. Gadis ini masih sama. Bisa menebak hatinya dengan mudah.
Jessica memandang wajahnya lekat lekat menunggu jawabannya tetapi Donghae sepertinya masih enggan membuka mulutnnya untuk menjawab. “Aigo… you are really,” Jessica mengacak rambut Donghae gemas. Pria ini banyak berubah semenjak mereka pertama bertemu. Siapa sangka seorang prince of tears berubah menjadi cassanova?
“You are thinkin about Cheonsa,” lanjut Jessica menegak lagi air mineralnya sampai tandas. Donghae hanya memandangnya dengan tatapan bertanya tanya. “I’m Lee Donghae’s mind stalker, remember?” kata Jessica membuat Donghae tersenyum kecil. “How about refreshing your mind a bit?” tawar Jessica lagi.
“Thai Orchid?” tawar Jessica. Donghae hanya tersenyum dan mengangguk. Salah satu restoran Thailand favoritnya, tepat di sebelah Itaewon hotel. Bersama sama Jessica selalu bisa membangkitkan ingatan masa lalunya. Itulah yang membuatnya merasa nyaman bersama gadis ini.
Memang pikiran Donghae sedang dipenuhi Cheonsa sejak pagi. Bagaimana tidak, pagi ini dia bangun dan mengecek twitter, lalu menemukan sebaris kalimat ‘@hcheonsa : don’t feel like doing anything. Having such a bad cold,”
Kalau Donghae masih kekasihnya ia akan segera datang ke rumah gadis itu dan menemaninya seharian. Walaupun ia harus berhadapan dengan drama drama yang di bencinya. Tetapi sekarang? Apa yang bisa ia lakukan?
Jessica meraih pipi kanan Donghae dengan telapak tangannya dan mencium pipi kirinya lembut. “You better go home, see you there at seven.” Katanya lalu bergabung dengan member lainnya untuk melanjutkan berlatih.
Bahkan disaat seperti ini Donghae tidak bisa menyingkirkan Cheonsa dari pikirannya. Lagi lagi diambilnya ponselnya dan mengirim text messege untuk Kyuhyun. Satu satunya cara mereka berkomunikasi akhir akhir ini.
“Take Care of her. Bad cold,”
-oOo-
Kyuhyun menerima pesan text dari Hyungnya dan mendengus pelan. Bagaimana mungkin dia baru tahu? Kyuhyun sudah di rumah Cheonsa sejak malam, menemani gadis itu menonton drama drama komedi favoritnya.
Sebenarnya Kyuhyun sudah mau mengatakan itu pada Hyungnya tetapi ia berpikir untuk tidak mencari masalah. Jadi ia akhirnya memutuskan untuk mengabaikan saja SMS Donghae.
“Breakfast is ready~” Cheonsa datang dengan dua cup instant ramen di tangannya yang membuat Kyuhyun mendecak. Junk Food. Kebiasaan buruk. “Bagaimana mungkin kau memakan ini sebagai sarapan saat kau sakit?” protes Kyuhyun membuat Cheonsa hanya bisa nyengir lebar.
“Tidak usah banyak protes. I know you like it, anyway,” kata Cheonsa menjatuhkan dirinya dengan lembut di sofa tepat di samping Kyuhyun lalu menyerahkan cup ramen di tangan kanannya pada pria itu.
Kyuhyun memandang ramen itu sangsi. “Biar aku yang memasak,” kata Kyuhyun beranjak berdiri tetapi Cheonsa menarik tangannya sehingga jatuh terduduk lagi. “No. I know you can’t cook. Bahkan memasak ramyun ini saja kau belum tentu bisa,” kata Cheonsa menohok Kyuhyun di tempat yang tepat.
Akhirnya Kyuhyun duduk lagi dengan pasrah. “Terserah, kalau terjadi sesuatu denganmu aku tidak mau bertanggung jawab, apalagi berurusan dengan Lee Donghae,” Kyuhyun akhirnya menyendokkan ramen itu dan memakannya juga.
Cheonsa hanya tersenyum tipis. “Lee Donghae has nothing to do with me,” kata Cheonsa bosan membuat Kyuhyun menoleh tidak percaya kalau kata kata barusan diucapkan oleh seorang Han Cheonsa.
“Like you said, just forget that bastard fish,” kata Cheonsa santai. Bohong, tentu saja. Mana bisa ia melupakan Lee Donghae secepat itu.
Cheonsa meraih remote televisi lalu menggonta ganti saluran di hadapannya. “Han Cheonsa, you need to sleep,” kata Kyuhyun tegas. Sebenarnya ia heran bagaimana gadis ini berperilaku seperti orang normal padahal jelas jelas wajahnya pucat dan ia berkeringat dingin akibat demam.
Cheonsa memutar bola matanya sebal. “Habis ini aku tidur,” katanya memfokuskan mata pada televisi di hadapannya. Kyuhyun memutar matanya. Kalau Lee Donghae mungkin bisa diduakan dengan televisi, tetapi Cho Kyuhyun? Ia tidak sudi kalah dengan benda kotak bersuara itu.
Kyuhyun meraih remote di tangan Cheonsa lalu mematikan televisi di hadapannya. Cheonsa menoleh padanya sebal tetapi Kyuhyun hanya memandangnya tegas. “Tidur,” perintahnya. Tetapi Cheonsa bergeming, tidak bersedia kalah dari magnae on top ini.
Kyuhyun tetap memandangnya tegas dengan aura otoritas yang kuat. “You.Need.To.Sleep Now. Go to your bed.” Perintahnya. Cheonsa hanya mendengus dan masuk ke dalam kamar.
-oOo-
Jessica dan Donghae menyusuri jalan Itaewon, berjalan kaki. Meereka meninggalkan mobil di parkiran Thai Orchid dan memutuskan untuk berjalan jalan menikmati udara malam.
Jessica meraih telapak tangan Donghae yang dingin membeku. “Ingat tidak, dulu kita sering berjalan seperti ini. It was so easy because we were not a celebrity. And now? We should cover our face with mask and glasses. I miss smelling the Itaewon’s autumn night air,” Jessica tersenyum lembut mengenang masa lalunya dengan Lee Donghae. Bagaimana mereka juga melakukan hal ini. Berjalan sambil bergandengan tangan.
Donghae hanya tersenyum. “Kalau Cheonsa, aku tidak akan membawanya keluar malam seperti ini,” kata Donghae. Jessica memandangnya penasaran. “Dia itu terlalu mudah terserang flu,”
“Sering tidur malam, menonton drama, mengonsumsi Junk Food. Dia tidak bisa membuatku hidup tenang,” Donghae akhirnya menceritakan tentang gadisnya itu. Jessica hanya tersenyum tipis mendengarnya. Untung ia memakai masker, karena Donghae mungkin bisa melihat bahwa senyum itu palsu.
Jessica merasakan angin menghembus rambut emasnya jadi ia merapatkan cardigan tipisnya. Tidak berguna sebenarnya, karena suhu mencapai 12 derajat Celcius malam ini.
Donghae yang menyadari hal itu langsung melepas coatnya dan memakaikannya pada Jessica. Jessica tersenyum karena kelakuan manis Donghae tersebut. Di saat saat seperti ini ia merasa Donghae kembali menjadi miliknya. “Jangan sampai kedinginan. Kau bisa demam,” katanya.
Donghae memasukkan tangannya ke saku jeansnya, menahan dingin yang mengigit. “Cheonsa juga, sekarang ia terserang demam. Sudah kukatakan untuk makan teratur di cuaca dingin. Dasar keras kepala,” rutuknya membuat Jessica kehilangan senyum.
Seorang Han Cheonsa hanyalah bayangan dari Jessica Jung di mata Lee Donghae. Jessica selalu percaya itu. Tetapi kenapa sekarang ia merasa bahwa dialah bayangan Han Cheonsa?
Jessica diam dalam lamunannya ketika Donghae membuyarkan hal hal yang berkelebat di pikirannya tersebut. “Let’s get in the car. It’s getting colder here,” Donghae berbalik dan berjalan menuju mobilnya. Jessica diam di tempat sejenak. Biasanya pria itu akan menarik tangannya dan membawanya pergi beriringan. But now everything is different. He walks by himself, in front of her. No hugs. No holding hands.
Jessica membuntutinya memasuki Audi hitam di depan Thai Orchid dan mengambil tempat di jok depan sementara Donghae duduk di belakang kemudi dan menyalakan penghangat. Jessica merapatkan coat Donghae pada tubuhnya hanya untuk sekedar menghirup aroma manly pria itu. Because it feels like being hugged by Lee Donghae. She miss that warm Hugs and sweet kisses.
Jessica menoleh ke samping dan meraih tangan Donghae memaksa pria itu melihat ke arahnya. “You were so busy with your mind today, right?” kata Jessica membuat Donghae tersenyum tipis. “Yeah. You know. My work’s stuffs are driving me crazy,”
“Liar,” kata Jessica dengan senyum dingin. Donghae hanya memalingkan wajahnya mengetahui bahwa Jessica ternyata memperhatikannya dari tadi.
“Now look at me,” kata Jessica menarik lagi telapak tangan donghae. “Look. At. Me.” Tekan Jessica lagi. Donghae tidak punya pilihan kecuali menatap mata gadis itu.
Jessica menatap Donghae tepat di manik mata. “Who do you see?” tanyanya. Donghae hanya diam tidak menjawab. “Who do you see? Jessica Jung or Han Cheonsa?” paksa gadis itu tidak menyerah. Donghae hanya memalingkan lagi wajanya. Jessica tidak perlu memaksa lagi untuk mengetahui jawaban pasti pria itu.
“Mianhae,” bisik Donghae tanpa memandang Jessica.
Jessica hanya menggeleng. Suaranya parau, terdengar serak sekarang. “Don’t say sorry. Because it feels like you are going to leave me. For the second time,” desahnya.
TBC
-oOo-

24 thoughts on “Lover’s Fight 4

  1. hoho.. cheonsa having fever n LDH didnt even know.. how bad u are LDH.. n of course how stupid u are.. just admit it that u love cheonsa.. stop being cassanova…
    and Cheonsa stop being stubborn.. i dont know with both of them.. wkwk :D

  2. setuju dgn yg kyuhyun blg di part 3 kmrn,klo sbnrnya hae cinta sm cheonsa.tapi,krn mungkin awalnya hae hanya obsesi aja,jd dia g ngerasa.apalagi hae bener2 sadar klo cheonsa addicted hae,jd tambah g ngeh.nah di part 4 ini,kyknya udh mulai sadar klo dia cinta cheonsa.dan kalimat cheonsa tidak dapat hidup tanpa donghae,mulai berbalik menjadi donghae tidak dpt hidup tanpa cheonsa

  3. Regret has come after we finally know that actually we need and do care of someone we love.
    And now it happens to Donghae. Ehm..but there will be always second change in love life.
    Can’t wait the next part. And see how hard donghae try to get Choensa back at him.
    Kyu-Hae fight…kekekek XD

  4. jujur..
    boleh ga???
    kok diem???
    aku anggap boleh ya!!

    ok! untuk peran Hae di ff ini aku ngerasa dia itu orang yang plin plan banget!!!!
    Plizzz dech..
    masa Cheonsa udah demam dari kapan tahu baru kasih message ke Kyunya telat??
    kalau ga salah bukannya Hae juga meluk Cheonsa ya??
    kok g nyadar tu cewe sakit??
    ck!!
    ngeselin!!
    kalau suka bilang suka kenapa??
    udah ninggalin Sicca onnie demi Cheonsa, sekarang dia pengen balik lagi ke Sicca onnie!!
    aigoo~
    oppa!!!!!
    lanjutannya g pake lama ya!!!
    Hwaiting!!

    • HAHAHAH santee sante
      saya ngerti donghae ngeselin parah disini
      pabo lagi
      lemot lagi
      sok ganteng
      playboy
      sok english

      but it’s all my falult so put the blame on me xDD
      thanks for readiiing ^^

  5. Hwaaa telat ㅠ_ㅠ Kyuhyun you’re such an angel >w< 동해 you so asdgdhdhduwuhdk why u can't be consistent huh?! Chingu I'll wait for the next story!! Looking forward ㅠ_ㅠ why now I prefer kyu with cheonsa? XDv 화이팅! (/‾▿‾)/\(‾▿‾\)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s