Sekuel He’s Our Girl 2

Couple of Disaster : Trouble!

Author : Haidar Fikri

Main Cast : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Lee Donghae, Eunhyuk, Kara, Cho Ahra

Support Cast: Heechul, Yesung, Leeteuk, Siwon, Sungmin, Shindong, Ryeowook

Rating : All Ages

Genre : Comedy, Romance, Gajelas

Gadisku, -ehm, aku sudah cukup romantis kan dengan menyebutnya begitu?-, maksudku gadis bernama Park Hyun Mi itu sedang menungguku dipinggir jalan. Ia memakai jaket salju tebal, kacamata lebar, dan penutup telinga yang juga terlalu besar. Badannya yang Cuma beberapa senti itu jadi terlihat menggembung karena jaketnya.

Ditambah dengan mulutnya yang manyun dan pipinya yang membulat karena jengkel. Sempurnalah, dia seperti Voldemort berpipi bengkak. Rambutnya tersimpan dibalik penutup jaketnya.

Aku benar-benar rindu padanya.

“Hya Cho Kyuhyun! Kau pikir kau kelihatan tampan dengan telat satu jam hah?”

Dia menarik sekali untuk ditinggalkan bukan?

Tinggalkan di jalan, dan dia akan berlagak seperti di drama-drama TV. Menendang-nendang salju didepannya, sambil mengumpat dan mungkin saja membunuhku jika dia sempat.

Dia selalu begitu. Suka heboh. Hobi teriak-teriak. Dan itu hanya berlaku untukku, kekasihnya. Salahkan dia saja, kenapa dia bisa begitu menyebalkan dengan pacarnya yang tampan ini. Aish… dia bahkan selalu bersikap manis dan imut didepan Hyung-Hyungku.

Apalagi jika dia berurusan dengan manusia bernama Lee Donghae, …Omona, Dia terlihat seperti anak anjing yang hilang ditempat sampah dan minta dimandikan.

“Hya Cho Kyuhyun… cepat keluar dari mobilmu!..” ia berteriak lagi. Aku menurunkan kaca depan mobilku. Dia menendangi ban mobilku.

Aku keluar dengan sebuket mawar di tangan kiriku. Ia membelalak kaget. Melepas kacamata lebarnya. Menyeringai.

“Kau pikir kau bisa dimaafkan dengan  hanya membawa bunga  jelek begitu?” omelnya lagi. suaranya naik satu oktaf. Mulutnya meniup-niup poni rambutnya.

“Anak manis, aku telat karena mencarikanmu bunga ini…” kataku sambil menyodorkan bunga itu ke tangannya. Anak itu melirik bunganya ragu. Menerimanya dengan muka masih keruh. Aku menarik penutup jaket yang membungkus rambutnya.

Rambutnya yang sudah memanjang beberapa senti kelihatan acak-acakan. Anak itu masih menggembungkan pipinya. Memasang muka sok marah, tapi aku tahu, dibalik mukanya yang emosi itu, ia pasti bahagia sekali. Jarang- jarang kan aku bawakan buket mawar untuknya?

“Kau masih marah?” tanyaku sambil memegang pundaknya.

“Aku kan sudah minta maaf..” kataku memelas. Ia melirikku lagi.

“Kapan kau minta maaf?”

“Eh, aku belum minta maaf ya?.. hehehehehe.. Kalau begitu lain kali saja minta maafnya, ayo masuk… kau bisa kedinginan kalau disini terus..” kataku sambil menggelendeng tangannya masuk mobil.

Sesampainya di mobil, ia melempar bunganya ke dasbor mobil.

“Kara… Jeongmal Bogoshippo…”

Ia menatap lurus kedepan. Tak menghiraukan ucapanku.

“Aku benar-benar merindukanmu… seminggu tidak bertemu denganmu, nafasku jadi sesak..”

Sudah seminggu ini dia pindah ke apartemen yang se-blok dengan Ahra Noona. Aku yang memilihkannya. Aku juga yang menyuruhnya tinggal disana. Aku sudah tidak tahan melihatnya tiap hari ketiduran berjejeran dengan Hyung-hyungku di ruang tengah. Apalagi jika Hyung-hyungku iseng-iseng merangkulnya dari belakang.

Aish… mataku bisa lepas. Dia itu MILIKKU… dan tidak ada yang boleh menyentuhnya kecuali AKU.

Sialnya, hidup berjauhan dengan gadis itu bukanlah perkara mudah. Sangat sulit malahan. Tiap kali pulang ke Dorm, aku seperti kehilangan sebelah kepalaku. Aku ingin melihatnya sampai aku tak bisa tidur. Dan dia itu, sangat menjengkelkan. Seenaknya me-reject panggilanku dengan alasan mengantuk. Tidak membalas Pesanku dengan alasan ponselnya ketinggalan. Tidak bisa menjumpaiku karena sibuk, Dan banyak alasan lain yang membuatnya benar-benar tak bisa kulihat semingguan ini.

Ia berdehem.

“Diam dan menyetir saja dengan benar..” katanya ketus.

“Kau tidak rindu padaku?” tanyaku balik.

“Nado Bogoshipo” jawabnya datar.

Aku melotot kearahnya.

“Aish… Kau terlihat sama sekali tak merindukanku”

Ia ganti melotot.

“Lalu aku harus jawab apa?”

Aku mendengus.

“Katakan dengan romantis..”

Dia tertawa.

“Ne Cho Kyuhyun, aku rindu padamu” jawabnya tanpa intonasi.

Aku meliriknya jengkel.

“Lupakan saja..” kataku pasrah.

“Kau marah padaku?” tanyanya santai.

“Aku hanya mengkhawatirkan keselamatan kita berdua.. Kau bisa menabrak truk kalau aku mengatakannya dengan romantis..” lanjutnya lagi.

Aku benar-benar ingin memotong kepalanya.

“Bagaimana dengan apartemen barumu? Apa kurang besar?” tanyaku mengalihkan pembicaraan. Aku bisa gila kalau memaksanya bersikap romantis padaku. Dia mungkin memang terlahir untuk jadi wanita kasar yang menyebalkan seperti itu.

“Nyaman, Damai dan tenang..” katanya sambil sedikit tersenyum.

“Sudah kuduga kau akan bilang begitu.. Kau bahagia sekali ya tidak seatap lagi denganku…” kataku sinis.

“Kau marah lagi?”

“Tidak”

Ia mendekatkan wajahnya kearahku. Aku sedikit menarik wajahku.

“Mau apa kau?” kataku sambil memelototi wajahnya yang sekarang hanya beberapa senti disebelahku. Mataku tak fokus lagi memandangi jalanan.

Ia tertawa senang.

Aish, sial.. Kukira tadi dia akan menciumku! Sebenarnya dia ini manusia apa, kenapa mahir sekali membuat orang naik darah, hah?

“Maafkan aku kalau selalu membuatmu marah” katanya kemudian. Ia menarik kembali tubuhnya dan duduk kembali dengan muka datar.

“Kyuhyun-ah..”

Aku tak menjawab. Fokus memelototi jalanan.

“Aku ingin bicara sesuatu, tapi kau jangan marah ya..”

Aku tersenyum sambil meliriknya yang memegangi ujung hoodienya dengan wajah ditegar-tegarkan.

“Bukannya dari tadi aku sudah marah?” kataku.

“Kalau begitu lain kali saja..” katanya pelan.

“Katakan saja, kau sedang ada masalah?” balasku cepat.

“Aku sekarang bekerja part Time di Leadenbeef” katanya singkat.

Keningku berkerut.

“Apa itu?”

“Itu.. itu…Restoran didepan Apartemen baruku..”

Ccitt…

Aku segera menepikan mobilku. Berhenti di tepi jalan. Anak itu menatapku takut-takut.

“Apa kau bekerja jadi waitress?” kataku menginterogasinya. Dia menunduk tak menjawab.

“Yang memakai rok sepuluh senti itu?” kataku mulai murka.

“Aniyo… Roknya tidak sependek itu…” sangkalnya.

“Aku akan membunuhmu kalau kau masih bekerja disitu besok..” kataku singkat.

Ia mengkerut.

“Kyuhyun-ah… Kau tidak bisa begitu..” rajuknya. Aku membuang pandanganku ketengah jalan.

“Aku hanya ingin menabung untuk biaya sewa apartemen..” katanya lagi.

“Bukankah aku sudah bilang aku yang bayar?” tanyaku tak simpatik.

Aku benar-benar alergi dengan Waitress-waitress centil yang memakai rok kependekan di restoran itu, dan sekarang, Pacar tercinta-ku mengaku dia bekerja jadi waitress disana?

“Aku hanya tidak ingin membebanimu dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kau lakukan, biaya sewa apartemen itu biar aku sendiri yang bayar… Gajiku cukup untuk membayarnya..” katanya pelan.

Aku memegang wajahnya. Memaksanya menatapku.

“Apa maksudmu hal-hal yang  tidak perlu kulakukan?” kataku sengit. Ia menunduk tak menjawab.

“Kyuhyun-ah.. Jebal… aku hanya ingin-“

“Kubilang tidak”

“Kyuhyun-ah, aku ingin-“

“Tidak”

Ia menutup mulutnya. Diam. Tak bicara lagi.

Aku menyalakan mesin mobil dan menjalankannya asal-asalan. Aku bahkan tidak tahu akan kemana. Mungkin malam ini akan kami habiskan di mobil sambil berputar-putar seperti ini.

“Aku bisa mengerti kalau kau mungkin tak bisa bersikap manis padaku.. “

Aku berhenti melihatnya.

“Aku tahu… aku juga tidak akan protes… aku tidak marah walaupun kau tidak membalas pesanku, menolak bicara denganku di telpon.. tapi bisakah kali ini kau yang mengerti aku sedikit? Aku tidak suka kau bekerja seperti itu”

Aku menghela nafas. Mencoba menyusun kata-kata dikepalaku.

“Melihatmu seperti ini membuatku khawatir kalau kau tidak menyukaiku seperti aku menyukaimu”

Ia mengangkat wajahnya. Dan matanya sudah basah.

“Seharusnya aku tidak bilang begini, kau pasti sakit hati, maafkan aku kalau kata-kataku tadi terlalu kasar” kataku pelan.

Ia menggelengkan kepalanya. Matanya masih berair.

Ia memegang lenganku dan melepas seatbeltnya. Ia merangkul lenganku dan menangis terisak sambil menundukkan wajahnya.

“Mungkin aku terlalu menyukaimu, sampai akhirnya aku malah membuatmu tidak nyaman, jadi maafkan aku, aku tak bisa berhenti melakukannya”

Ia menutup mulutku dengan tangannya. Masih memegangi pundakku.

“Saranghaeyo Kyuhyun-ah…. Aku sangat menyukaimu”

Aku tersenyum simpul. Aku mencoba menerka ekspresinya saat mengatakan hal aneh seperti itu.

“Aku tak bisa melihatnya”

“Melihat apa?” tanyanya pelan.

“Melihat kalau kau menyukaiku, kau tak pernah menunjukkannya”

“Apa tidak terlihat?”

Aku tertawa sambil merangkul pundaknya.

“Apa yang bisa dilihat? Tiap kali kita keluar bersama, kau selalu mengacaukannya dengan bilang kalau Hyung-hyungku lebih tampan dari aku..”

Belakangan ini, dia menyukai salah satu Hyungku di DBSK. Si tiang listrik bertubuh panjang bernama Changmin itu. Aish.. Kenapa dia mudah sekali suka dengan Namja berwajah imut?

“Itu artinya aku sangat menyukaimu hingga tidak peduli walaupun wajahmu jelek”

Aku menggetok kepalanya dengan tangan kiriku.

“Apa kau tidak bisa percaya kalau aku menyukaimu?”

Aku menyeringai.

“Aku bukan orang yang mudah percaya”

Ia menjitak kepalaku.

“Lalu aku harus bagaimana?” tanyanya lagi.

“Kau hanya perlu melakukan hal-hal yang kusukai dan berhenti melakukan hal-hal yang kubenci, bagaimana?” kataku sambil terkekeh.

Anak itu menatapku seram.

“Aish… Ini pasti menyulitkan..” keluhnya.

“Ne, kau hanya harus memelukku setiap hari, menyuapiku makan tiap kali kita bertemu, mengirimiku pesan setiap menit, menciumku tiga kali seha-“

Pletak!

Tangannya menerjang kepalaku. Aku mendengus jengkel.

“Satu lagi, kau harus rajin mengucapkan ‘saranghaeyo’ untukku.. Kata-kata itu bisa membuatku lebih tampan …”

Aku tertawa sambil melesakkan kepalanya kedalam hoodie.

“Aku akan belajar melakukannya” katanya singkat.

Aku meliriknya tak percaya.

Aku tidak salah dengar kan?

“Termasuk menciumku tiga kali sehari?” tanyaku antusias.

Dia memukul wajahku dengan buket bunganya.

“Kecuali yang itu” katanya kesal.

“Aigoo-ah… Mana bisa begitu…Padahal itu kan point utamanya.. Aku jamin aku akan lebih tampan kalau kau menciumku setiap hari…”

Dia melotot.

“Aku alergi dengan bibir tebal.. terlihat seperti pantat sapi…”

Pletak!

Aku menjitak kepalanya.

“Apa kau bilang? Omona… kau tak tahu berharganya bibirku ini… Aigoo.. Aigoo… aku benar-benar akan menyatukan bibirmu dengan pantat sapi sekarang..”

Ia menjitak kepalaku lagi.

Aku menghentikan mobilku dan menarik tangannya.

“Hya… Pantat Sapi.. Jangan dekat-dekat…Kau mau apa hah!”

*

Gimme your Comments…^_^

23 thoughts on “Sekuel He’s Our Girl 2

  1. “Aku alergi dgn bibir tebal, terlihat seperti pantat sapi”
    Bner2 dah, tu kalimat bkin aku ngakak jungkir balik :D
    Tp sneng deh di part ini Kyu dan Kara romantis2an gtu :))
    Btw sring2lah bwt Kyu POVnya :)

  2. bibir sexy nya kyu di bilng kyak pntat sapi….. hwahaha…..
    lol o//o pdhal klo aq psti mau bwt cium kyu 3 kli sehari…… hehehe (maunya… dgmpar sparkyu plak!!)
    lnjut thor

  3. aigoo bibir kyu d smakan dgn pantat sapi…
    Hati2 jangn sampai sparkyu tau lho. Kenapa kara mest pindh si dr dorm. Padhl q ska lhat kyu cembru krn kara dkat ama hyung2 y apa lg donghae

  4. hahahhaha…benar-benar pasangan yg g prnah bisa romantis……gmn crnya y spy mrka bs romantis? apa aneh? baiklah mari kita srahkan kpd Haidar fikri ssi…waktunya kmi prsilahkan….fighting!!!

  5. Uda lama gakesini, pas baca ini ehh.. Seru..
    Ini sequel? Berarti ada yg part sebelum.a ya?
    Ada link.a gak min? Biar gampang gitu nyari.a, hehe :)

    last word,
    nice story~~

  6. Bagus bgd ceritax thor.. Tolong d lanjutin dong.. Sneng bgd liat couple KyuRa.. Aq ngebayangin si Kara tu bener2 imut.. Trus, si Setan tu romantis dng carax sndri.. Ktagihan bca.. Pokokx daebakk! Author, Tuhan memberkatimu.. Saranghaeyo~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s