My Neighbour part 3

Title : My Neighbor (3)

Author : Pupuputri

Main Cast : Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Cho Kyuhyun, Choi Minho

Support Cast : No Minwoo, Im Yoona

Rating : PG13

Genre : Love/Friends, Boyfriend, Super Junior, SHINee, Chapter/Parts, SNSD

Ps : Woaaah! Inilah part ke-3 dari FF abal ini, haha! Disini akan ada masalah yang cukup serius, baiklah daripada saya ceritakan, lebih baik langsung dibaca saja. Ready? Go!

FIRST DATE

 

“Pertama, kau harus mengajaknya keluar. Beri waktu bagi kalian berdua untuk saling mengenal setelah sekian lama tidak bertemu”

Begitulah saran Yoona Noona. Karena itu, sekarang aku sedang menuju ke apartemennya. Aku sudah membawakannya cake kesukaannya sejak dulu, avocado cheese cake. Aku sengaja datang sendiri, karena kalau aku mengajak Youngmin atau yang lain, Cheonsa pasti tidak akan mau ngobrol denganku. Sekarang aku ada di depan pintu kamarnya. Kutarik nafas panjang dan kuhembuskan perlahan. Baik, aku siap!

TING TONG.

Kubunyikan bel pada kamar nomor 8656 di lantai 10.

“Nuguseyo?” jawab seorang gadis melalui intercom.

“Ini aku, Kwangmin. Cepat buka pintunya!” jawabku sedikit memerintah.

“Aish, neo!” dia sedikit kesal dengan nadaku, haha kyeopta~

CKLEK.

“Cepat masuk!”

Tanpa aba-aba, aku langsung masuk ke dalamnya. Rapi sekali, sejak dulu dia memang selalu menjaga kerapihan dan kebersihan lingkungannya. Kulirik Cheonsa yang sedang mengunci pintunya dan berbalik ke arahku. Hari ini dia memakai celana hitam pendek dan tanktop putih yang dibalut dengan kaos longgar ungu. Rambutnya yang panjang dia ikat jadi satu seperti ekor kuda. Dia tetap terlihat sempurna di mataku walaupun baru bangun tidur sekalipun #Kwangminlebay #plakkk!

Sadar melihatku yang tidak berkedip melihatnya, diapun mengangkat sebelah alisnya sambil mengecek penampilannya.

“Mwoya? Apa ada yang aneh denganku?” dia jadi salah tingkah.

“Ani” kilahku.

Aish! Kwangmin-ah, apa yang kau lakukan? Melihatnya seperti seorang stalker? Benar-benar memalukan! Aku segera mengontrol perasaan dan wajahku supaya terlihat biasa saja.

“Jadi kau mau apa kesini?” tanyanya langsung.

Akupun kembali menatapnya dan menyodorkan sekotak cake yang kubeli tadi.

“Kenapa nadamu seperti mengusirku? Nih! Mau gak?”

Dia agak terkejut dan menerima kotak cake itu lalu membukanya. Wajahnya yang kusut tiba-tiba berubah jadi sumringah. Omo! Jantungku! Jangan loncat-loncat seperti itu!

“Woah! Gomawoyo Kwangmin-ya!” dia memperlihatkan eye-smilenya.

Aish, jinjja! Membuatku makin deg-degan saja!

“Ne” aku berusaha mengontrol wajah dan nadaku.

“Kau sendirian?” tanyanya sambil pergi menuju dapur, kurasa.

“Ne, waeyo?” jawabku sambil melihat beberapa foto yang dipajang di ruang tamunya.

Begitu banyak foto yang dia pajang. Fotonya dengan keluarganya, dengan beberapa teman artisnya dan fotonya dengan..Cho Kyuhyun? Langsung kututup foto itu karena merusak pandanganku.

“Ani, ohya kau tahu darimana alamat apartemenku?” tanyanya sambil menyimpan jus dan cake di meja.

Aku tidak menjawabnya dan kembali duduk.

“Besok kau free jam berapa?” tanyaku langsung, mengalihkan pembicaraan.

“Ehm..jam 8 kurasa, waeyo?”

Sempurna!

“Temani aku ke Seoul Tower ya” jawabku.

“Shireo! Kau’kan sudah pergi kesana” dia memperlihatkan wajah cemberutnya.

“Yak! aku’kan sudah lama tidak kesana, aku hanya ingin melihat apa keadaannya masih sama seperti dulu atau tidak” aku mengambil jus di meja dan meminumnya.

“Aish! Kau ini seperti anak kecil saja, memang kau tidak ada jadwal, hah?”

“Ada tapi cuma sampai jam 7. Pokoknya kau harus datang kesana jam 9, ara?” aku mulai bangkit dari dudukku.

“Kau mau kemana?” tanyanya.

“Aku ada jadwal, jangan lupa besok jam 9” ucapku sambil keluar dari pintu.

Bisa kudengar dia mengumpat kesal, haha, pokoknya rencana pertamaku sudah berhasil walaupun sedikit memaksa. Jadi tinggal mempersiapkan segala sesuatunya untuk besok. Kwangmin-ah~, hwaiting!

***

“Kau siap?” tanya Yoona Noona di telfon.

Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju Seoul Tower. Sebelum aku berangkat, aku membeli sebuah gelang manik berwarna hitam dengan gantungan hiasan di pinggirnya (ngerti gak?). Aku sengaja membeli warna hitam karena dia suka warna hitam, warna yang tidak biasa disukai yeoja. Aku sudah lengkap dengan baju casual-ku dan berbagai macam alat penyamaran.

Aku sengaja menelfon Yoona Noona untuk mengecek segala macam persiapanku. Semuanya harus sempurna karena ini adalah first date-ku. Sebentar lagi aku akan sampai. Sebenarnya aku datang setengah jam lebih awal dari jam yang ku janjikan. Pokoknya, aku benar-benar ingin semuanya bisa memperbaiki hubunganku dengan Cheonsa.

“Keurom” jawabku mantap.

“Assa! Good luck, Kwangmin-ah! Nanti ceritakan padaku ya cerita lengkapnya!”

“Arasseo, aku pergi dulu ya!” pamitku.

Telfonpun kututup dan 10 menit kemudian, aku sudah sampai tepat di depan Seoul Tower. Segera kupersiapkan hati dan mentalku, kuhirup nafas panjang dan membuka pintu mobil. Suasana disini ramai sekali dan kebanyakan adalah pasangan kekasih. Aku jadi iri, kapan ya aku dan Cheonsa bisa seperti itu? Aku masuk ke dalam Tower dan langsung ke lantai paling atas.

Dingin sekali di atas sini, ini sudah mulai memasuki musim dingin. Kugesekan tangan kiri dan kananku satu sama lain agar lebih hangat. Kulihat jam tangan yang terpasang di tangan kiriku, tinggal 15 menit lagi. Aigoo aku sudah tidak sabar! Kira-kira bagaimana ya ekspresinya saat kuberi gelang ini? Apa dia akan senang? Memikirkannya saja, sudah membuatku senyum-senyum sendiri seperti orang gila! Tuhan..semoga semuanya bisa berjalan lancar.

Aku sudah meng-sms-nya kalau aku ada di lantai atas. 20 menit kemudian, kulihat seseorang dengan dandanan yang hampir sama denganku. Bukan, bukan Youngmin. Ini seorang yeoja. Wajahnya hampir tertutup seluruhnya karena masker dan kacamata yang dipakainya. Itu pasti Cheonsa! Aku tahu caranya berpakaian.

Kulambaikan tanganku, dia semakin dekat dan..mwo? ada seseorang bersamanya? Dan dari penampilannya, dia pasti namja. Dia juga memakai masker dan kacamata, dia pasti artis. Tapi siapa? Sekarang Cheonsa dan namja itu sudah ada di depanku.

“Mian, lama. Aku bawa Kyu Oppa, tidak apa-apa’kan?” dia membuka masker dan kacamatanya, begitu pula dengan namja itu.

Mwo? Dia bilang apa tadi? Kyu Oppa? Maksudnya Cho Kyuhyun?

“Annyeong haseyo” pertanyaanku terjawab setelah namja itu membuka masker dan kacamatanya.

“An..annyeong haseyo..”

Ige mwoya?! Kenapa dia malah membawanya kesini? Apa dia tidak tahu kalau aku tidak suka padanya? Ani, Cheonsa memang tidak tahu. Ada apa denganku ini? Segera kusembunyikan gelang yang hendak kukeluarkan. Tanpa mereka sadari, air wajahku sudah berubah. Begitu banyak yang ingin kukatakan tapi mulutku tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Aku tidak mengerti! Sungguh tidak mengerti jalan pikiran Cheonsa! Oke, mungkin aku yang salah karena tidak bilang dia harus datang sendiri, tapi setidaknya dia harus sudah mengerti tanpa kuberitahu sekalipun’kan? Ayolah, dia itu lebih tua dariku! Masa dia tidak mengerti apa arti aku memintanya datang malam ini?

Aku hanya bisa melongo melihat mereka yang terus berduaan di depanku. Mood-ku langsung turun, nan gomawoyo Lee Cheonsa. Kau sudah berhasil membuatku marah kali ini. Sudah 30 menit berlangsung dan tidak ada percakapan antara aku dan Cheonsa. Terkadang si Cho Kyuhyun itu menanyaiku beberapa hal dan kujawab dengan sekenanya saja. Lain halnya dengan Lee Cheonsa, melirik ke arahku saja tidak! Daritadi dia hanya bersenda gurau dengan namja lain yang tak lain dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun. Apa dia pikir aku mengajaknya malam ini untuk menghabiskan waktu dengan namja lain? Sudah cukup! Aku mau pulang saja!

“Cheonsa-ya, aku pulang duluan ya” pintaku datar.

“Mwo? Belum setengah jam kita disini dan kau sudah mau pulang? Bukannya kau yang memaksaku untuk datang malam ini?” dia mengeluarkan berbagai pertanyaan yang tambah membuatku marah sampai ke ubun-ubun.

Mwo? Belum setengah jam? Ini sudah 30 menit lewat! Apa kau tidak sadar daritadi aku terus melihat jam sementara kau mengobrol dengan si Cho Kyuhyun itu? Kau pikir dunia ini milik kalian berdua dan aku ngontrak, sampai-sampai kau tidak menyadari ini sudah 30 menit berlalu heh?

“Mianhae, aku ada urusan. Barusan aku dapat pesan dari Donghyun Hyung” aku berbohong.

“Aish, arasseo” dia agak kesal. Apalagi aku!

Aku hanya sedikit membungkuk pada Cho Kyuhyun dan segera pergi sebelum mereka menyadari kebohonganku. Si Cho Kyuhyun itu membalasku dengan tersenyum. Tanpa babibu lagi, aku langsung pergi dari hadapan mereka berdua.

Di dalam mobil, aku hanya bisa menggerutu tidak jelas dan mengacak-acak rambutku sendiri. Perasaanku sudah tidak bisa ku ungkapkan, semuanya campur aduk. Perasaan kesal, marah, kecewa dan entahlah, aku tidak bisa menggambarkannya dan itu semua gara-gara 1 yeoja, Lee Cheonsa. Aku tidak peduli dengan batas kecepatan mobil yang kukendarai. Apa yang harus kuceritakan pada Yoona Noona? Bahwa aku sudah berhasil menjodohkan yeoja yang kucintai dengan sainganku sendiri? Aish!

LEE CHEONSA POV

Flashback

Apa-apaan sih si Kwangmin itu? Memaksaku seenaknya tanpa meminta pendapatku dulu! Aish! Aku tidak mau kesana sendirian! Ah aku minta ajak saja Minho Oppa! Segera kutekan speed dial 4 dan langsung tersambung.

“Yoboseyo?” jawab Minho Oppa.

“Oppa kau ada acara tidak jam 9 malam ini?” tanyaku langsung.

“Isseo, waeyo?”

“Oh..ani, gwaenchana” kututup telfonku.

Siapa ya? Kalau aku mengajak Hae Oppa, Yadong Oppa pasti mau ikut juga. Aish! Bisa risih aku! Joongki Oppa pasti tidak bisa, dia ada recording running man hari ini. Ah, bagaimana kalau Kyu Oppa saja? Langsung saja kutekan speed dial 3, tak lama kemudian telfonpun diangkat.

“Yoboseyo?” jawabnya.

***

Tepat pukul 9, aku dan Kyu Oppa sudah sampai di depan Seoul Tower. Kamipun langsung pergi ke atas karena bocah itu bilang dia sudah di atas. Sepertinya dia datang lebih awal, 5 menit kemudian kami sudah berada di atas. Seorang namja dengan masker dan kacamata beningnya melambaikan tangannya ke arah kami, mungkin itu Kwangmin. Kami langsung mendekatinya.

“Mian, lama. Aku bawa Kyu Oppa, tidak apa-apa’kan?” kubuka masker dan kacamataku, begitu pula dengan Kyu Oppa.

Entah perasaanku saja atau memang wajahnya kelihatan shock sekali?

“Annyeong haseyo” ucap Kyu Oppa ramah.

“An..annyeong haseyo..” dia menjawab dengan agak terbata-bata.

“Ah Oppa, ayo kita kesana!” aku langsung menarik tangan Kyu Oppa.

Sudah 20 menit berlalu dan Kwangmin tidak berbicara sedikitpun sejak kedatangan kami. Ini anak kenapa sih? Katanya mau kesini tapi kenapa dia sendiri malah seperti yang terpaksa begitu? Kyu Oppa sedikit bertanya tentang hal-hal sepele seperti keluarga dan Boyfriend tapi dia seperti malas gitu jawabnya, aku jadi agak tidak enak pada Kyu Oppa.

“Cheonsa-ya, aku pulang duluan ya” tiba-tiba saja dia melontarkan pernyataan yang membuatku kesal.

“Mwo? Belum setengah jam kita disini dan kau sudah mau pulang? Bukannya kau yang memaksaku untuk datang malam ini?” aku langsung menyemprotnya.

“Mianhae, aku ada urusan. Barusan aku dapat pesan dari Donghyun Hyung” ucapnya.

“Aish, arasseo” aku agak kesal.

Yaah mau bagaimana lagi? Kalau masalah pekerjaan sih, apa boleh buat. Diapun langsung pergi setelah sedikit membungkuk pada kami, ani..pada Kyu Oppa saja sih sebenarnya. Mana mungkin dia mau membungkuk padaku? Memanggilku Noona saja tidak pernah.

“Seharusnya kau jangan mengajakku, Cheonsa-ya” ucap Kyu Oppa tiba-tiba.

“Ne?”

“Dia pasti kesal karena aku ada disini” ucapnya sambil melihat ke arah pemandangan kota.

“Mwoya? Itu tidak benar Oppa, itu memang karena sifatnya saja yang begitu” kilahku.

“Memang kau benar-benar tidak tahu kenapa dia mau mengajakmu kemari?” tanyanya mengalihkan pandangannya padaku.

“Dia hanya ingin main kesini, memang menurut Oppa kenapa?” tanyaku balik.

Kyu Oppa menghembuskan nafas panjang dan tersenyum meremehkan.

“Kau ini polos atau apa? Tentu saja dia ingin mengajakmu kencan Cheon-ah~”

Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Kencan? Bocah itu?

“Hahaha..aish Oppa, jangan bercanda ah!” akhirnya tawaku pecah juga.

“Yaah terserah kau mau percaya atau tidak, tapi menurutku sih begitu” dia masih bersikukuh dengan pendapatnya.

“Mana mungkin Oppa, dia itu hanya ingin main kesini saja. Dia sendiri yang bilang padaku kemarin malam”

Kyu Oppa hanya bisa menggelengkan kepalanya. Aish, ayolah! Maksudku dia baru 16 tahun, kencan? Aku bahkan belum pernah dengar dia pernah berkencan dengan seorang yeoja. Terkadang aku penasaran, apa dia itu normal atau tidak *dijeburin fansnya Kwangmin*. Sudahlah, mungkin dia memang sedang ada pekerjaan.

***

Baik, ini aneh. 1 minggu setelah kejadian di Seoul Tower itu, Kwangmin tidak pernah bicara lagi padaku. Melirikku saja tidak! Apa aku punya salah?

“Tentu saja kau salah” ucap Minho Oppa setelah kuceritakan semua keanehan ini dan itulah jawabannya.

“Mwo? Aku salah apa?” tanyaku tidak terima.

“Kau ini kelewat polos deh! Tentu saja karena kau mengajak Kyuhyun Hyung” jawabnya sambil memakan mie ramennya.

Kami ada di café dekat dorm kami. Kami memang 1 apartemen, hanya beda lantai.

“Memang kenapa? Dia sendiri juga tahu kalau aku paling tidak suka jalan di malam hari sendirian” ucapku tidak terima.

Lagian dia juga memang tidak bilang aku harus datang sendiri!

“Aish, neo! Tentu saja karena dia ingin berduaan saja denganmu, he asked you for a date” dia mengstop acara makannya.

“Mwoya?! Maldo andwaeee!” ucapku shock.

“Aish, kau ini! Masa yang seperti ini saja tidak tahu, aku tidak percaya kau ini sudah 19 tahun”

Jinjja? Demi apalah? Aish, nan baboya! Padahal Kyu Oppa juga mengatakan hal yang sama. Aish, ottokhae? Dia pasti marah besar!

“Oppa, ottokhae?” ucapku memelas meminta pertolongan.

“Jelas minta maaf” ucapnya singkat sambil mengahabiskan sisa ramennya.

Minta maaf? Aku tidak yakin ini akan berhasil, karena menurutku kali ini aku memang sudah kelewatan. Tapi kucoba saja deh.

***

“Mwo?” tanya Kwangmin.

“Mianhae, Kwangmin-ah~” ucapku sambil berpuppy-eyes.

“Aku tidak mengerti maksudmu” ujarnya sambil kembali berjalan menuju rak buku selanjutnya.

Kalian tahu aku ada dimana? School of Performing Art Seoul, tempat Kwangmin bersekolah. Aku datang saat jam istirahat dan Minwoo bilang dia sedang ada di perpustakaan. Sekarang aku sedang mengikutinya yang terus mencari berbagai buku musik, begitu banyak yang memperhatikan kami. Untung ini perpustakaan, kalau tidak, disini pasti sudah riuh, menonton adegan kami yang seperti drama-drama TV. Tapi semenjak tadi, dia tidak mengubris kata-kataku dan sibuk dengan kegiatannya sendiri. Aku sudah seperti stalker yang meminta tanda tangannya saja.

Kalian bertanya kenapa aku tidak minta maaf di tempat lain saja? Aku tidak punya pilihan lain karena dia selalu menghindariku setiap kali kami bertemu bahkan saat di dormnya. Aku berani mempermalukan diriku sendiri dan datang kesini sendirian, karena kalau aku datang dengan orang lain apalagi Kyu Oppa, dia pasti tambah marah. Dia tidak akan bisa menghindariku kali ini!

“Ayolah Kwangmin-ah, kau tahu maksudku’kan?” tanyaku.

Dia berhenti dengan kegiatannya mencari buku dan berbalik ke arahku. Aigoo, tatapannya menyeramkan sekali! Aku hanya bisa memperlihatkan puppy-eyes-ku sambil mengatupkan kedua tanganku, memintanya memaafkanku. Dia mengehela nafas sejenak dan kembali berjalan menuju pintu keluar.

“Aku sibuk, lain kali saja kita bicara”

Aku tidak percaya! Dia bahkan masih marah di saat aku berani mempermalukan diriku sendiri? Aish, jinjja! Aku masih melongo tidak percaya melihatnya yang sudah pergi dari ruangan ini. Jo Kwangmin, apa sih sebenarnya maumu?!

Semua orang yang ada di ruangan itu melihatku sambil berbisik-bisik. Akupun berjalan keluar dengan kesal. Tapi baru saja aku membuka pintunya, seorang namja berambut pirang yang sepertinya hendak masuk ke dalam, terlihat kaget begitu aku membuka pintunya dengan sedikit kasar.

“Omo! Noona? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Youngmin.

Dia memegangi dadanya, berusaha menenangkan jantungnya karena tiba-tiba pintu perpustakaan terbuka dan munculah seorang yeoja yang sedang melipat wajahnya rapat-rapat.

Aku menatap kembaran Kwangmin itu dengan pandangan sebal. Aish! Kenapa sih mereka begitu identik? Membuat moodku tambah rusak saja!

“Wae..waeyo?” tanyanya takut-takut.

Hal itu menyadarkanku kalau yang di depanku itu bukanlah namja menyebalkan yang menelantarkanku tadi. Aku hanya bisa membuang nafas panjang dan tertunduk lemas.

“Mianhae Youngmin-ah..nan..” aku menggantungkan kalimatku.

JO YOUNGMIN POV

Aku berniat untuk pergi ke perpustakaan karena aku butuh bantuan Kwangmin dalam pelajaran musik ini, dia’kan namdongsaeng yang rajin dan baik, dia pasti mau membantuku, haha! Tapi baru saja aku akan membuka pintunya, tiba-tiba saja pintunya terbuka dengan sendirinya. Bukan, bukan karena hantu. Seorang yeoja membuka pintunya dengan sedikit kasar, kelihatannya dia sedang kesal.

“Omo! Noona? Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku begitu tahu kalau yeoja itu adalah Cheonsa Noona.

Aku masih memegangi dadaku karena masih kaget dengan adegan terbukanya pintu perpustakaan itu, berusaha menenangkan jantungku. Dia memperlihatkan tatapannya yang tajam itu padaku dan jujur saja, itu membuatku sedikit ngeri. Dia terus menatapku, aku penasaran, apa ada yang salah dengan perkataanku? Atau jangan-jangan ada sesuatu yang di wajahku yang membuatnya ilfil?

“Wae..waeyo?” tanyaku takut-takut.

Dia sepertinya tersadar dengan apa yang dilakukannya itu. Dia membuang nafas panjang dan tertunduk lemas. Aku jadi tambah bingung, apa melakukan sesuatu yang salah?

“Mianhae Youngmin-ah..nan..” dia menggantungkan kalimatnya.

Oke, ini sedikit canggung. Semua orang memperhatikan kami, aish jinjja! Kenapa aku malah seperti namja kejam yang sedang menolak seorang yeoja tak berdosa? Aku jadi salah tingkah dan kemudian menarik tangan Cheonsa Noona menuju kantin.

“Noona, kita bicara di kantin saja ya?”

Dia tidak menjawab pertanyaanku dan terus menunduk. Aish! ottokhae? Apa ini karena Kwangmin? Aish! awas saja kalau benar ini gara-gara dia!

Akhirnya kami sampai di kantin, keadaan disini sangat ramai. Maklum, ini sedang jam istirahat. Aku segera kembali ke meja kami yang terletak tak jauh dari kios minuman. Kuletakan 2 gelas jus jeruk yang kupesan tadi. Dia masih menunduk seperti saat pertama aku membawanya kemari. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Ottokhaeyo?

“Noo..Noona kenapa? Apa yang Noona lakukan disini?” tanyaku memecahkan keheningan di antara kami.

Dia menghela nafas panjang dan mulai menatapku. Baiklah, sepertinya ini memang soal Kwangmin.

“Kwangmin..dia tidak mau memaafkanku..” ucapnya lemah.

Tuh’kan benar, masalah Kwangmin. Jakkaman, Kwangmin tidak mau memaafkannya? Bukannya selama ini Kwangmin yang selalu mengejar Cheonsa Noona? Aku mengerutkan alisku, tanda tak mengerti.

“Memang Noona salah apa?” tanyaku lagi.

“Aku..menghancurkan kencan kami..”

DEG!

Oke, debaran tadi bukan berarti aku juga menyukai Cheonsa Noona. Ini lebih ke kata ‘kencan kami’, apa itu berarti aku melewatkan sesuatu? Biasanya Kwangmin selalu cerita segalanya padaku tapi ini?

“Kalian berkencan?” tanyaku tak percaya.

Dia mengangkat wajahnya. Omo! Mata itu lagi! Benar-benar mengerikan!

“Kau sendiri juga tidak percaya’kan?” dia malah balik tanya.

“Hah?”

“Aku juga baru menyadarinya setelah aku curhat pada Minho Oppa. Aish, ottokhae? Sampai sekarang, dia tidak mau memaafkanku..” dia kembali menunduk.

Aku jadi ikut bingung. Gimana ceritanya sih?

“Noona ceritalah dari awal, kalau begini, aku juga jadi bingung” pintaku.

Dia kembali menghela nafas panjang dan mulai menceritakan semuanya.

Sekitar 10 menit dia bercerita. Keadaan disini juga mulai sepi. Arasseo, kalau begini, aku bisa memikirkan jalan keluarnya.

***

“Everland?” tanya Kwangmin.

“Ne, Kwangmin-ah~! Aku’kan tidak pernah ke Everland lagi semenjak aku pindah ke Inggris. Mau ya?” aku hanya bisa memelas pada namdongsaengku ini.

“Shireo! Ajak saja Minwoo, aku malas!” ucapnya acuh sambil pergi dari hadapanku.

Aish! apa boleh buat, saatnya rencana B.

“Member yang lain juga ikut kok!” aku terpaksa berbohong.

Dia berhenti dan berbalik. Yes!

“Kalau begitu, pergilah dengan member lain”

Mwo? Sejak kapan dia jadi ketus begitu padaku? Biasanya dia selalu menuruti apa yang kuminta? Aish! Cheonsa Noona, apa yang kau lakukan pada kembaranku?

“Yak! ayolah! Ini pasti menyenangkan! Kita pergi bersama-sama, daripada disini sendirian” aku belum menyerah.

Dia seperti memikirkan tawaranku dan menghela nafas panjang. Sejak kapan kebiasaan mereka jadi sama begini?

“Arasseo tapi jangan lama-lama ya!” dia memberi sebuah syarat.

Aku hanya mengancungkan jempolku tanda setuju. Tentu saja kau tidak akan lama dengan kami karena kau akan bersama-sama dengan Cheonsa Noona, kami hanya mengantar saja, huahahaha!

Assa! Tinggal minta tolong pada member yang lain dan memberi tahu Cheonsa Noona. Ini pasti menyenangkan, sudah lama aku tidak mengerjai Kwangmin, muahahaha!

JO KWANGMIN POV

Ini hari minggu, tadinya aku mau malas-malasan saja di dorm tapi Youngmin malah memaksaku ikut dengannya ke Everland. Aish, jinjja! Mana panas lagi! Aku, Youngmin dan Minwoo sudah berada di Everland. Kalau saja sedang mood, aku juga pasti semangat datang kesini. Mood-ku tambah turun karena Donghyun Hyung, Jeongmin Hyung dan Hyungseong Hyung tidak bisa ikut karena ada jadwal dadakan. Sedangkan kami, para maknae, diliburkan sehari penuh.

Sudah setengah jam kami berada disini, Youngmin dan Minwoo terlihat menikmati hari libur kami ini. Tapi tidak denganku, aku benar-benar ingin pulang! Gara-gara Cheonsa, mood-ku jadi selalu jelek. Ya, sejak insiden gagalnya kencan pertamaku, kami tidak pernah mengobrol lagi. Sebenarnya aku sangat merindukannya tapi begitu bertemu dengannya di perpustakaan waktu itu, aku jadi teringat kejadian itu lagi dan itu membuatku tambah kesal. Aish! kenapa aku malah mengingat kejadian itu lagi? Selama kami di Everland, mukaku selalu kutekuk. Entahlah, aku tidak bisa tersenyum ataupun tertawa saat ini. Pikiranku selalu tertuju pada Cheonsa dan itu selalu mengingatkanku akan kejadian itu, aish! sudahlah, lupakan kejadian itu Kwangmin-ya!

Sekarang kami sedang beristirahat di sebuah bangku dekat bianglala sambil menyeruput jus jeruk kami. Lelah sekali! Youngmin dan Minwoo terus berceloteh tentang wahana yang baru kami naiki. Aish! mereka itu cerewet sekali sih!

“Minwoo-ah~, antar aku beli hotdog dong!” ujar Youngmin.

“Ne, kajja! Kwangmin-ah tunggu disini ya!” ujar Minwoo sambil melirikku.

“Hm” jawabku singkat tanpa melihat ke arah mereka.

Disini ramai sekali, membuat mataku jadi pusing saja. Tidak lama setelah Youngmin dan Minwoo pergi, kurasakan ada seseorang yang duduk di sebelahku. Memangnya kedai hotdog sedang kehabisan pelanggan ya sehigga mereka kembali begitu cepat? Kutengokan kepalaku dan begitu terkejutnya aku begitu melihat siapa yang ada di sampingku ini.

“Annyeong Kwangmin-ah~”

Lee Cheonsa?!

TBC

Komen-komen, dilarang no comment! Haha..moga kalian suka dengan FF yang semakin gaje ini. Dukung saya terus ya! #bow

6 thoughts on “My Neighbour part 3

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s