Sekuel He’s Our Girl 1

Couple of Disaster

Casts : Cho Kyuhyun, Park Hyun Mi a.k.a Kara a.k.a Cho Minho, Shim Changmin, Cho Ahra, Lee Hyukjae, Lee Donghae

Supp. Casts: SuJu, TVXQ and SHINee members

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Lenght : Drabble

*Annyeong semuanya….

Ada yang kangen ma Kyuhyun-Kara?

Finally, selesai juga Oneshot Series sekuel HOG ini –yang semoga disambut dengan meriah oleh para reader yg budiman- yang bakalan sering nongol bergantian ma sodaranya si TBMN yg belom khatam en Mr. Headstone yg bahkan blom terbit part 1nya, hahahha, maafkan author yang manis ini *pukul pake tahu. Sekuel ini bakalan dikasih headline : COD alias Couple of Disaster alias pasangan penuh bencana, hehehhehe. So, kalo da Drabble FF yg headline-nya COD, itu artinya: harus dibaca… hahahhaha. Sistem POVnya jg g kayak di HOG, di COD, satu kali drabble Cuma dari satu POV, lo edisi ini POVnya Kara, berarti edisi besoknya POVnya Kyuhyun, tentunya ceritanya bedalah…

Di COD ini satu Post-annya juga g bakalan sepanjang kayak di HOG, suka-suka moodnya authorlah.. hehehhee, maafkan author yg belagu ini.

Hohoho, sebelom baca, author juga mau ngucapin terimakasih en maaf sebanyak-banyaknya kepada reader yg dikhawatirkan bakalan kabur karena Ffnya makin g nyambung en makin kacao balao. Hehehhe, diKomentari yhak, biar authornya semangat en ngepostnya juga g ngaret..

Happy Reading Guys,

Couple of Disaster: Sweetheart

Pagi yang cerah. Angin yang melambai lembut dari gorden jendela. Sinar matahari yang belum terlalu terik. Dorm yang sepi. Selimut tebal yang hangat. Dan….

Ddrtttt…ddddrrrrtttt…

Aish… SIAPA ORANG JELEK YANG MENELFON PAGI-PAGI BEGINI HAH…..

“Yo-boseyo”

“Kau belum bangun hah? Bukannya sudah kubangunkan dari pagi tadi? Aish… cepat bangun Cho Minho.. Kau ini kerbau atau manusia hah?”

“NE… ADA APA KAU MENELFON PAGI-PAGI BEGINI SETAN?”

“Omo.. Omo… Mulutmu semakin manis saja.. Cepat bangun dan cuci muka, aku ada tugas rahasia untukmu”

“Ti-dak Ma-u.. aku masih hibernasi..”

“Aigoo…Kau mau kupotong gajimu hah?”

“Aish.. Aku tidak peduli.. potong saja gajiku, aku sudah tahu pin rekeningmu..”

“Hya! Kau mau mati hah? Cepat bangun! Antarkan jaket hitam abu-abuku yang dia almari ke gedung SM SEKARANG JUGA! KALAU KAU TIDAK SAMPAI DISINI DALAM WAKTU LIMABELAS MENIT, AKU AKAN MENGINAP DIKAMARMU NANTI MALAM!”

Bbppp…

SETAN JELEK!

Setan Muka Rata! Setan Muka Tua! Setan Muka Setan!

*

Aku berlari sempoyongan turun dari taxi sambil menenteng plastik berisi jaket hitam abu-abu milik Kyuhyun. Bocah tua itu benar-benar membuat nafasku boros. Aku melirik gerombolan staff SM yang berdiri diluar pintu make-up. Menunduk menyapa mereka sebentar dan buru-buru mencari seonggok muka iblis.

Ketemu!

Bocah  itu tengah bermain PSP disebelah Wookie Oppa. Mukanya sudah dibedaki. Aku menyambar lengannya dan memelotinya dengan kekuatan penuh. Ia melihatku sambil menyeringai.

“Omona… aku lupa kalau kau mau kesini mengantar jaketku,.. emh.. apa aku lupa bilang ya kalau jaketnya tidak jadi?”

AP-PPHA DDDHHHIA BHILHANG….

Aku menyeret tangannya kebelakang tembok. Mencari area sepi untuk menghabisinya.

“Kau tahu aku hampir mati kehabisan nafas gara-gara jaket jelekmu ini hah?!” semprotku begitu kami sudah berhadapan. Tidak lupa aku melempar jaketnya ke lantai, dan menginjaknya sepenuh hati. Aku benar-benar kesal dan aku benar-benar ingin mencekiknya!

Ia nyengir. Menatapku sambil senyum-senyum.

“Mianhae.. Lain kali aku tidak akan menyuruhmu datang dalam limabelas menit, duapuluh menit cukup bukan?”

Mulutnya tersenyum menyebalkan.

“MWO?! Hya Cho Kyuhyun! Aku benar-benar tidak akan mau mengantarkan apapun untukmu mulai se-ka-ra-ng! APAPUN! AKU TIDAK PEDULI!” teriakkku lebih keras. Ia menutup telinganya dan memundurkan wajahnya menjauhiku hingga punggungnya menempel di tembok.

“Ne.. Ne.. Ne.. aku minta maaf..” katanya sambil merentangkan tangannya. Mungkin maksudnya ia berharap aku akan memeluknya sambil tersenyum penuh kasih sayang seperti drama-drama televisi. Sayangnya, dia salah besar, drama-drama itu semuanya BOHONG BESAR, aku sama sekali tidak setuju adegan dramatis seperti itu berlaku untuk Cho Kyuhyun. Karena pria ini, benar-benar seperti kutu rambut yang harus digilas sampai binasa. Akupun mengangkat kakiku setinggi perutnya. Menggencet tangannya dengan ujung sepatuku ke tembok hingga dia menjerit-jerit heboh.

Aku melepas kakiku dan ia mengibas-ngibaskan tangannya sambil berteriak memakiku. Aku melengos, meninggalkan bocah menyebalkan itu mengasihani dirinya sendiri. Salah siapa dia menjengkelkan?

*

Wookie Oppa mengipasi wajahku dengan tangannya. Sungmin Oppa mengelap tangan Kyuhyun dengan air hangat. Sepertinya tangannya bengkak. Matanya melirikku beberapa kali sambil masih mengumpat walaupun volume-nya sudah tidak seheboh tadi.

Member lainnya tengah dimake-up-i. Mereka sesekali juga ikut tertawa melihat kami.

“Bahkan Sungmin Hyung-pun bersikap lebih manis darimu..” sindir Kyuhyun sambil menatapku. Aku menyeringai.

“Kalau begitu kau pacaran saja dengan Sungmin-mu yang manis itu..”

“Aigoo… Kenapa kau malah bertengkar dengan Kara? Bukannya dari tadi kau bilang kau rindu padanya?” Sungmin Oppa menyahut dari ujung ruangan.

“Hya! Hyung! Kenapa kau malah bilang begitu? Aish..” Kyuhyun langsung melotot. Mukanya merah. Matanya melirikku cemas.

“Dengar.. apapun yang diucapkan Sungmin Hyung tadi adalah Dusta besar.. Kau tahu aku tidak mungkin merindukanmu kan? Kau itu memnyebalkan dan Kita baru bertemu tadi pagi, jadi jangan diambil hati apa yang diucapkan Hyung..”

Aku meliriknya. Menatapnya agak lama. Mulutku diam tak menjawab.

“Kalau begitu aku mau pulang sekarang”

*

Kyuhyun berlari mengejarku. Mungkin dia berpikir aku marah karena dia bilang tidak rindu padaku. Omo.. bodohnya Cho Kyuhyun, pasti karena bocah itu jarang makan sayuran..

“Hyun Mi-ah..” teriaknya sambil mencekal tanganku dari belakang.

“Ne?” tanyaku sambil menoleh.

“Kau marah?” tanyanya dengan nafas memburu.

“Menurutmu?” tanyaku balik.

“Aigoo… Aku hanya bercanda tadi, sungmin Hyung berkata benar, aku memang cepat sekali rindu padamu…” katanya sambil menatapku serius.

Sungguh, aku ingin tertawa melihat wajahnya yang mendadak panik begitu. Ia memelukku dan menepuk-nepuk punggungku. Dia selalu begitu tiap kali aku marah. Aish… memeluknya membuatku lupa kalau bocah ini menyebalkan.

“Aish.. Lepaskan.. kau tidak malu pada Hyungmu hah?” kataku sambil berusaha melepas tangannya yang masih membebat perutku.

“Ne… Jangan marah lagi ya, Suwithat..”

“Mwo? Kau bilang apa? Suwithat? Apa maksudmu?” kataku sambil memaksanya menatapku. Dia melirikku malu-malu.

“Suwithat.. ya … kau tahu kan? Maksudku.. suwithat yang itu..”

Aku mengernyit sambil memandanginya.

“Omona… Kau ini memang tidak bisa diajak romantis…” gerutunya. Aku mengeja kalimatnya sekali lagi dan segera tertawa heboh setelah mengerti maksudnya. Sweetheart?

“HUAHAHAHHA….Sweetheart? Dapat darimana kata-kata begitu? Aigoo.. Bodohnya Cho Kyuhyun..” kataku sambil meremas rambutnya yang baru saja disemir setengah cokelat. Dia mendelik. Aku segera memluknya dan mengecup keningnya kilat. Dia melongo dan menatapku dengan muka bodohnya.

“Kalau begitu aku mau pulang dulu, kau menyanyi yang enak ya… jangan kebanyakan menggoyang leher… kau kelihatan tidak normal” kataku sambil menepuk-nepuk pipinya.

*

Aku keluar dari lift di gedung SM sedikit terburu-buru. Ahra Unnie baru saja mengirimiku pesan yang isinya mengajakku makan siang bersama hari ini. dia bilang kami akan menemui Sung Hye Unnie, pacar barunya Donghae Oppa.

Brak..

Seseorang menabrakku. Mungkin dia tidak melihatku yang baru keluar dari lift. Mungkin juga dia tidak melihatku karena kacamata hitamnya yang terlalu buram. Namja bertubuh tinggi itu melepas kacamata dan syal yang melilit lehernya dan buru-buru membungkuk mengambilkan tasku yang terjatuh di lantai.

“Hyun Mi ya? Pacarnya Kyuhyun?” katanya sambil tersenyum lebar.

Aku menatapnya agak lama.

“Changmin imnida, Kyuhyun sering bercerita tentangmu… namamu Hyun Mi kan?” lanjutnya. Aku masih melongo menatapnya. Dia menjulurkan tangannya dan aku buru-buru menjabatnya.

“Hyun Mi imnida… senang bertemu denganmu..” sahutku cepat. Dia tersenyum lagi.

“Ne… lain kali kita bisa makan siang bersama, aku sedikit terburu-buru..” katanya. Aku tersenyum dan membungkuk menyilahkannya masuk lift. Dia melambaikan tangannya dan lift tertutup.

Aku melamun.

Pria itu, astaga…. manis sekali.

Badannya juga tinggi, senyumnya… omo… aku bisa mati meleleh kalau melihatnya lebih lama…

Dddrrrttt…dddrrrtttt…

‘Sweetheart, Langsung pulang, tidak usah mampir-mampir… Mukamu agak pucat, sebaiknya jangan banyak bekerja hari ini… awas saja kalau kau sampai sakit!’

Aish… sadarlah Kara… kau sudah punya Setan sekarang…Lihatlah, bahkan Setanmu juga sangat perhatian dan baik hati…

Mengucapkan ‘jangan sakit’ seperti bilang ‘mati kau’.

Aku segera mengetik serangkain huruf di keypad dan tertawa sambil meng-klik tombol ‘send’.

‘Aniyo’

Sebentar kemudian ponselku berbunyi lagi, dan namanya muncul lagi di layar.

‘Kalau kau tidak pulang sekarang, aku akan menginap di kamarmu malam ini’

Aish…

‘Aku mau keluar sebentar.. Noonamu mengajakku bertemu dengan pacar Donghae Oppa’

Aku berjalan menuju parkiran. Dan ponselku bergetar lagi.

‘Donghae Hyung ikut?’

Aigoo… apakah matanya itu buta atau bagaimana?

‘Omona…Apa matamu hilang? Kau tidak lihat donghae Oppa duduk disebelahmu tadi hah? Aish…’

Aku mendecak sebal dan menyetop taxi yang berhenti didepan halaman gedung SM. Ponselku bergerak-gerak lagi.

‘Awas saja kalau kau berani dekat-dekat dengan Namja jelek diluar sana,….’

Aku tertawa.

Membayangkan mukanya yang marah saat sebulan yang lalu dia melihatku keluar bersama dengan Donghae Oppa yang kebetulan lewat. Atau seminggu yang lalu saat Hyukjae Oppa mengecup keningku. Dan sekarang, apa yang kira-kira dia lakukan kalau tahu aku baru saja terpesona dengan lelaki imut berbadan tinggi tadi?

Omona… pasti mukanya terbang….

Dddrrrtttt…

Sekali lagi ponselku berdenyut dan nama bocah itu menghiasi layar ponselku.

‘Kalau begitu hati-hati, Jeongmal Saranghaeyo Hyun Mi-ah… Mmuahhh..’

Manisnya Cho Kyuhyun….

Aku tertawa lagi sambil memasukkan ponselku ke saku.

*

——-

Hahahaha, gimana?

22 thoughts on “Sekuel He’s Our Girl 1

  1. ya ampuuun
    baru aja kelar baca HOG dari awal smpe tamat krn nunggu tamat dulu, males soalnya baca ff yg panjang2 galau nunggu dan ga tau kapan kelarnya
    eeh udh muncul aja sekuelnya
    oke lah selamat membaca
    hahahhaaaa

  2. Daebak bgt padahak aku dah pernah bc d wp pribadi author tp setiap bc lg semakin suka n g pernah bsn.ko yg d wp author g d lanjut sh HOG nya

  3. BWAHAHAHAHAHAHA kyu IQ tinggi tapi bahasa inggris kacau… WKAKAKAKA SUWITHAT!!!
    daebak thor hahahahahaha baca smbil bayangin muka kyu rada-rada polos #plakk!!
    *d’gantung kyu di pohon kentang* *d’lemparin author pake tahu*
    semangat thor… !! hwaiting!!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s