Mr. Kim VS Mrs Park Chapter 1

Title: Mr.Kim vs. Mrs.Park (Chap 1)

Main Cast:

  • Kim Jongwoon
  • Park Jaewoon (OC’s)

Support Cast:

  • Kim Junsu
  • Sohn Dongwoon
  • Hwang Miyoung (OC’s)

Rating: T

Genre: AU (Alternative Universe) , Romance.

Ps: FF ini pernah di post di http://fanficontheroad.wordpress.com ^^

Disclaimer : this ff is mine and the cast is belong to their selves.don’t copy this ff,or you wouldn’t meet your bias !!!

—-

Mr.Kim vs. Mrs.Park

—-

“Selasa… kau harus menghadiri pesta perayaan anak lelaki direktur Zhang , dan Rabu kau menghadiri SBS Strong Heart juga…..Lalu Kamis…~”

“Miyoung-ah! Bisakah kau berhenti membacakan jadwal itu? Aku sedang menyetir dan butuh banyak konsentrasi!”

“Ah,ne, Jaewoon-ssi.Mianhae~” Jawab Miyoung ketakutan,maklum Jaewoon dikenal sangat dingin dan tidak suka jika diganggu sedikitpun ketika ia sedang berkonsentrasi.

Jaewoon pun kembali menatap jalanan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,yang tentu saja membuat Miyoung sesekali menahan suaranya untuk berteriak.Karena ia sangat takut ngebut-ngebutan seperti ini.Tapi seperti biasanya,Jaewoon tak peduli,padahal yeoja di sampingnya yang sekaligus asisten pribadinya sudah pucat pasi seperti itu.

“Sudah sampai” Kata Jaewoon singkat lalu melirik ke arah Miyoung dan bertanya “Kau kenapa? pucat sekali” nada bicaranya merendahkan,ia tahu kalau Miyoung tak bisa diajak ngebut.Baginya,Miyoung adalah yeoja yang lemah.Begitu saja sudah pucat pasi,pikirnya.Jaewoon langsung keluar dari mobil mendahului Miyoung yang masih sibuk merapikan jadwal-jadwal Jaewoon yang selalu ia bawa.

Disinilah mereka,di depan gedung apartemen Kim Junsu sekitar pukul 8 pagi, namjachingu Jaewoon.Junsu sebentar lagi harus ke Amerika untuk mengurus perusahaannya yang kini bekerjasama dengan perusahaan di Amerika.Dan tentu saja, Junsu akan telat ke bandara jika Jaewoon tak membantu Junsu mempersiapkan semuanya.

“Kau tak perlu masuk”

“Tapi ,Jaewoon-ssi…”

“Mwo? kau takut di dalam aku diculik? kau pikir aku anak umur 5 tahun yang harus kau jaga?” Jaewoon menatapnya datar tapi itu berhasil membuat Miyoung mengkeret ketakutan.

“A…ani agassi,tapi~”

“Tetap diam di tempat, atau kau pulang sendiri dengan bis?” Tanya Jaewoon tegas.

“Ah,ne aku akan menunggu disini,agassi” Miyoung menunduk,tak berani menatap mata Jaewoon.Jaewoon pun berjalan masuk ke apartemen Junsu sendirian,Miyoung yang menunggu di luar sesekali menggerutu dan merengek kesal.

—-

“Junsu-ah!” Panggil Jaewoon ketika ia memasuki apartemen Junsu.Satu yang harus kalian tahu,pasangan ini punya akses masing-masing untuk masuk ke apartemen kekasihnya. “Junsu-ah! Aish,anak ini pasti belum bangun” Gerutu Jaewoon ketika mendapati pintu kamar Junsu masih ditutup dengan rapat dan lampunya pun belum menyala.Jaewoon pun segera beranjak ke kamar Junsu,dinyalakanlah lampunya dan TADAAA… Junsu masih meringkuk di tempat tidurnya.

“Aigo~ dasar bocah malas, ya! Junsu-ah! Cepat bangun,atau kau kesiangan ke bandara” Jaewoon langsung menghampiri tempat tidur Junsu,duduk di sisinya,dan menepuk-nepuk lengan Junsu,persis seperti seorang ibu membangunkan anaknya yang malas bangun.

“Aaaah…sebentar lagi,omma~” Jawab Junsu tak jelas,karena ia masih menggeliat di tempat tidurnya.

“Ya! Aku bukan omma-mu! Ini aku,Jaewoon”

“Nee…aaaah aku akan bangun 5 menit la— Mwo?!” Junsu langsung terbangun ketika menyadari yang didepannya adalah Jaewoon.Satu poin lagi,Junsu lebih takut pada Jaewoon dibanding omma-nya sendiri.

“Masih mau tidur 5 menit lagi?’

“Aniyo,ja…jagi,kau kenapa disini?”

“Jelas untuk membangunkanmu,babo.Kalau aku tidak kesini,aku yakin kau masih meringkuk dikasurmu sampai 2 jam kedepan dan kau tak jadi berangkat ke Amerika” Lalu Jaewoon menyibakkan tirai kamar Junsu dan membuka jendelanya agar cahaya masuk ke dalam kamar Junsu yang gelap itu.

“Aaaah,jagiya…silau~”

“Ya! cepat bangun dari kasur itu dan mandi! Aku yang buat sarapan” Bentak Jaewoon lalu beranjak ke luar,ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk kekasihnya yang manja itu.

“Ah,ne…arasso” Junsu pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi malas-malasan.Sebenarnya –kalau jaewoon tak membangunkannya- ia lebih memilih untuk tidur lagi daripada harus bangun sepagi ini.Sebelum masuk kamar mandi,ia mengintip dibalik celah pintunya melihat ke arah dapur –tepatnya ke arah Jaewoon- “Nyonya Park,sebentar lagi kau akan menjadi singa betina kalau begitu terus” Gumamnya kecil lalu berlalu masuk ke dalam kamar mandinya.

—-

    “OPPA!!!!!” Suara seorang gadis remaja–kira kira umurnya 15 tahun—berteriak di pagi hari sambil mengguncang-guncang tubuh seorang namja yang umurnya terpaut 12 tahun lebih tua darinya. “YA! OPPA !!! IREONA..PALLI IREONA!” tambahnya lagi,karena namja itu masih menggeliat di tempat tidurnya.Gadis itu pun tersenyum licik lalu berjalan keluar kamar,beberapa menit kemudian ia datang membawa satu ember besar penuh dan…

BYUUURRRR

“Aiyaaaa!! Jinca,kau….WON GI-AH!!! MWOYA?!” Namja itu langsung bangun 100% dalam sekejap.

“Mwo? Masih mau menyalahkanku? Oppa sendiri yang susah dibangunin sekarang masih mau menyalahkanku hah?” Won Gi –gadis remaja itu—langsung keluar kamar sambil meninggalkan ember kosong itu di kamar Namja itu.

“Ya Won Gi-ah! Apa ini hah?! Bawa keluar !!!!”  Teriak Namja itu dari dalam kamar.

“Cepat bangun atau aku akan lapor pada Appa kau bangun telat lagi!” Jawab Won Gi dari luar kamar “Ah,Jongwoon oppa…jangan lupa untuk menjemur kasur dan bantal-bantalmu itu ya!” Setelah itu terdengar bunyi pintu ruang depan di tutup,menandakan bahwa gadis itu sudah berangkat ke sekolah.

“Aish…jinca,mwo? Tunggu…menjemur kasur dan bantal?” Jongwoon terlihat bingung dan melihat ke sekeliling tubuhnya,ia baru menyadari bahwa pakaian dan kasurnya basah kuyup karena ulah dongsaeng nya tadi.Dengan cepat ia keluar kamar dan menuju kamar mandi “Tahu begini aku tidur di apartemen saja tadi malam.Dongsaeng kurang ajar” Gumamnya lalu masuk ke kamar mandi.

—-

    Jaewoon menyelesaikan masakannya dan menatap meja makan dengan penuh kepuasan.

“Aaah…sudah siap, Junsu-ah..Ayo sarapa–” Belum selesai Jaewoon bicara,tiba-tiba sepasang tangan memeluknya pinggangnya dari belakang.Dapat dipastikan itu Junsu.Junsu menyenderkan kepalanya ke bahu Jaewoon ,mendekapnya erat.

“Ya,Junsu-ah,ini bukan waktu untuk bermesraan,kau harus buru-buru” Jaewoon melepaskan tangan Junsu dari pinggangnya dan berjalan ke sisi meja yang lain lalu duduk disitu.Junsu cemberut dan ikut duduk dan menatap makanan di depannya.

“Ini…kau yang membuat? Tidak beli?”

“Ani…buat apa beli? Buang-buang uang.Ya! Kenapa kau tak pernah percaya pada masakanku ,sih?” Jaewoon memasang tampang kesal.

“Bukan begitu…lagipula kau jarang memasak untukku”

“Itu karena kita belum bertunangan waktu itu”

“Ah,ne…sekarang kau mulai mempersiapkan statusmu sebagai nyonya Kim ya…hahaha” Jawab Junsu sambil tertawa singkat,Jaewoon ikut tertawa kecil.

—-

    Setelah mandi Jongwoon langsung menuju ruang makan. Disana sudah tersedia secangkir kopi yang sudah dingin dan selembar koran. Ia mendengus kesal sambil meminum kopi itu dengan terpaksa.tiba tiba…

PYURRR……

Jongwoon langsung memuncratkan kopi nya ke arah korannya.

“Ya! Won Gi-ah…!!!.” sambil mengelap mulutnya dengan lengannya. Konyolnya,kopi itu dibuat oleh Won Gi yang salah memasukan gula,ia malah memasukan garam ke dalam kopi Jongwoon.

Sambil menggerutu tak jelas karena Jongwoon merasa hari ini hari tersialnya,ia melihat kearah jam, ternyata telah jam 9.00 pagi yang artinya ia telah terlambat untuk menuju lokasi syutingnya untuk pemotretan promosi Film. Tanpa pikir panjang ia langsung mengambil dompet, handphone dan sweaternya ,tak lupa kacamata hitam untuk penyamarannya ia bawa.

Ia memacu mobil Ferarrinya kencang. Tetapi naas ia terjebak kemacetan yang panjang. Ia berusaha untuk mengambil jalan pintas tetapi mobilnya tak bisa bergerak.

Just like that,japhijima nan wihomae,Just like that,goolmjoorin yasoo boda deo— (*)

Ponselnya berbunyi, Manajer nya meneleponnya.

“Yoboseo…..ah ne….ne…jwosonghamnida….ah ne…”

Ia mendengus kesal. Ia memukul stir mobilnya untuk melampiaskan kemarahannya. Matanya pun melihat kearah seorang yeoja yang sedang menunggu bus dibawah halte. Tetapi rasanya dia tau siapa yeoja itu.

“Hyemi? Song…Hyemi?” Ia bergumam sendiri sambil menatap yeoja itu dari kaca mobilnya. Ia segera menepikan mobilnya ke trotoar.

“Ehm.” Jongwoon memarkirkan mobilnya di  depan halte tersebut dan berdeham kearah Hyemi.Yeoja itu mencari-cari arah suara itu,setelah menemukannya,ia mengernyit heran kearah Jongwoon.Sedangkan Jongwoon langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Hyemi,tentu saja Hyemi tak mengenalnya karena saat ini Jongwoon memakai sweater dan kacamata hitam ‘penyamarannya’ agar tak terlihat fans nya.

“Mengingatku?” Kata Jongwoon setelah duduk di samping Hyemi lalu membuka kacamata hitamnya.

“Neo…Jongwoon? Kim Jongwoon Oppa?!” Hyemi mulai menyadari bahwa itu Jongwoon.Jongwoon menyengir kuda.Konyol memang,tapi itulah yang membuat Hyemi selalu ingat dengannya,senyuman konyolnya itu.

“Hai,apa kabar?” Jongwoon bertanya pada Hyemi sambil memasang kacamatanya kembali,takut ketahuan fans-nya bahwa ia sedang bersama seorang yeoja.

“Baik,oppa?” Hyemi tersenyum dan menggeser duduknya sedikit.

“Aku selalu baik-baik saja ,hahaha” Jongwoon tertawa “Hmm…kau mau kemana?” Lanjutnya.

“Aku hanya mau mencari udara segar diluar,tak kusangka malah bertemu oppa”

“Oh,begitu.Jadi kau tak ada jadwal hari ini?” Hyemi mengangguk “Kalau begitu bagaimana kalau kau ikut aku ke lokasi syuting? Mereka belum dapat pemeran utama wanitanya,mungkin kau bisa,kau kan juga seorang model”

“Jinca? Waaaa oppa aku mau,sekarang?”

“Ne,ayo” Jongwoon langsung berjalan ke arah mobilnya lagi dan mempersilahkan Hyemi masuk,dan mereka pun langsung menuju lokasi syuting Jongwoon.

—–

    “Ayo” Jaewoon membawa sebuah tas besar milik Junsu keluar apartemennya “Ada lagi yang ketinggalan?”

“Ani,sudah siap semua! Kajja..” Jaewoon dan Junsu pun berjalan keluar apartemen Junsu setelah semua siap dan memasuki lift.

“Kau mengantarku ke bandara?”Tanya Junsu polos saat di dalam lift.

“Keurom,kalau tidak nanti kau malah terlambat naik pesawat” Jawab Jaewoon datar tapi matanya menatap Junsu.

“Aku tak separah itu” Junsu mengalihkan pandangannya dari tatapan Jaewoon.”Kau kenapa,sih sering sekali menganggapku tidak mandiri” Jaewoon tertawa kecil.

“Hmm…karena memang kenyataannya kau seperti itu”

Ting!

Pintu lift terbuka.

“Palli…” Jaewoon kembali mengangkat btas besar Junsu.Junsu mengikutinya di belakang sambil masih menggerutu sendiri.

Diluar apartemen Junsu,masih ada Miyoung yang menunggu sendirian sambil menyenderkan tubuhnya ke mobil dan mengedarkan pandangannya ke sekitar situ.

“Miyoung-ah,bawa ke mobil” Ucap Jaewoon ke Miyoung sambil mengarahkan barang bawaan Junsu ke arah Miyoung.Miyoung hanya mengangguk dan melaksanakan tugasnya.Sedangkan Jaewoon mulai masuk ke jok kemudi.

“Pakai mobilmu?” Tanya Junsu pada Jaewoon lewat kaca mobil.

“Ne” Jawab Jaewoon singkat sambil matanya tak lepas dari safety belt nya yang sedang ia pakai.

“Kau yang menyetir?” Tanya Junsu lagi.

“Kau mau menyetir?” Kini pandangan Jaewoon beralih ke arah Junsu.Junsu mengangguk ragu.

“bagaimanapun,kau itu seorang yeoja dan aku namja-mu, masa kau yang menyetir” Ucap Junsu sebagai alasan.Jaewoon pun mengangguk dan melepas safety belt  nya lalu keluar dari mobil.Junsu langsung masuk ke jok kemudi dan Jaewoon duduk di jok disampingnya.Sedangkan Miyoung duduk di belakang sendirian.

—-

    Tak perlu waktu beberapa lama, Jongwoon dan Hyemi sudah sampai di lokasi syuting.Mereka berdua pun langsung menghampiri sang Sutradara yang sudah menunggu Jongwoon dengan raut wajah kesal.

“Ya! Kau punya jam tidak,sih?!” Omel sang Sutradara ketika Jongwoon sudah berada di dekatnya.

“Mianhae,hyung.Tadi ada sedikit masalah di rumahku” Jawab Jongwoon seadanya sambil membungkuk kepada sutradara.”Engg…Hyung,boleh aku bertanya?” Lanjut Jongwoon pada sutradara yang masih kesal dengannya itu.

“Mwo?” sang Sutradara masih acuh tak acuh menjawab Jongwoon.

“Begini…apa hyung sudah menemukan peran wanita yang tepat untuk lawan mainku?” Tanya Jongwoon,sedangkan Hyemi disampingnya masih cemas.Ia takut kalau saja sang sutradara tak membutuhkannya.

“Aku sudah memutuskan beberapa wanita yang pantas untuk menjadi lawan mainmu,dan salah satu dari mereka sudah kutargetkan untuk benar-benar mengambil peran wanita itu” Jawab sang sutradara santai.Sedangkan Jongwoon dan Hyemi merasa kecewa mendengar ucapan sutradaranya itu.

“Hmm…hyung,bisa kau pertimbangkan dia? Dia dongsaeng-ku ,mungkin kau bisa menjadikannya lawan mainku?” Tanya Jongwoon sambil menjunjuk kearah Hyemi yang langsung membungkuk ada sang sutradara.

“Dia benar-benar dongsaeng-mu?”

“Ehm,dulu dia hoobae-ku di Sekolah,tapi kami sangat dekat”

“Ah,ne…Tapi aku benar-benar minta maaf,aku tak bisa mempertimbangkannya” Jawab sang sutradara penuh penyesalan di wajahnya. “Tapi,mungkin aku bisa menjadikannya pemeran pembantu dalam film ini,menjadi pemeran untuk Lee Gaeun,hoobae dari Shim Kwangseo yang akan kau perankan”

“Ah,jinca,hyung?” Jongwoon terlihat bahagia sekarang.Hyemi-pun ikut tersenyum disebelahnya “Hyung! Ini benar-benar hebat! Aku akan melakukan peran dengannya se-natural mungkin,ini seperti kenyataannya.AAAAH HYUNG GOMAWO!” Lanjut Jongwoon antusias.

“Ah,ne…ne…sekarang kau ke ruang make-up untuk mempersiapkan pemotretan promotion pictures kita” Jongwoon pun mengangguk mantap dan langsung berlari kearah ruang make-up.Sedangkan Hyemi…

“Permisi,bagaimana denganku?” Tanya Hyemi kepada sang Sutradara.

“Ah,hampir lupa..sebentar,aku akan memanggilkan coordi untuk mempersiapkanmu”

“A…aku bisa ikut pemotretan hari ini? Tapi kan…aku belum resmi…”

“Gwaenchana,itu bisa diatur,sekarang kau tunggu dulu sebentar,coordi-mu sebentar lagi kemari” sang sutradara pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.

“Ah,ne…gamsahamnida” Kata Hyemi sambil membungkukan badannya . Sang sutradara hanya mengangkat tangannya sebagai balasan terimakasih Hyemi.

—-

    “Aaaah,sudah sampai!” Teriak Junsu saat sampai di bandara sambil menurunkan barang-barang bawaannya.”Ayo” Ajak Junsu kepada Jaewoon,namun Jaewoon hanya diam.”Wae?” Tanya Junsu lagi”

“Aniyo…aku tak ikut kedalam,masuklah sendiri”

“Mwo? Kau ini kenapa hah? Kau bukan takut sedih melihatku pergi ,kan?”

“Tentu saja bukan! Kau sering meninggalkanku jauh seperti ini,kenapa aku harus sedih”

“Lalu kenapa?”

“Kau tak lihat waktu? 15 menit lagi pesawatmu take off dan kau masih berdiri disini,cepat masuk!” Jawab Jaewoon.

“Ah,jinja…kenapa tak bilang dari tadi? Ah baiklah aku akan masuk .Jagi ,Jaga dirimu baik-baik selama aku pergi,jangan dekat-dekat lelaki lain,ara?” Jaewoon hanya mengangguk dan tersenyum simpul.Junsu memeluknya sebentar lalu mengecup pipi kanan Jaewoon lalu segera berlari masuk kedalam bandara.

“Ah,ne….Miyoung-ah!” Jaewoon berbalik lagi kearah Miyoung yang berdiri disamping Jaewoon “ Jaga Jaewoon baik-baik! Perhatikan pola makannya,jangan sampai ia lupa makan! Arasso?” Miyoung hanya mengangguk dan membungkuk ke arah Junsu.

“Ya! Cepat masuk! Jangan banyak bicara!” Jaewoon kembali bersuara.

“Ne,ne….Annyeong!” Junsu lalu pergi sambil melambaikan tangannya kearah Jaewoon yang dibalas lambaian tangan dari Jaewoon juga.

“Ayo pulang” Kata Jaewoon pada Miyoung tanpa menatapnya,ia langsung masuk ke jok kemudi begitupun Miyoung yang duduk di jok sebelahnya.

Okkae mureup balkkaji,wan byeokhan neoui style—

“Angkat teleponnya” Ucap Jaewoon sambil menunjuk ponselnya,karena ia sedang menyetir.Miyoung pun mengangkat ponsel Jaewoon.

“Yeoboseyo..Ah,ne…chakkamman” Ucap Miyoung dengan si penelepon “Jaewoon-ssi,kau bisa datang ke lokasi syuting yang kemarin?”Lanjut Miyoung bertanya ke arah Jaewoon yang sedang menyetir.

“Untuk apa?” Jaewoon balik bertanya.

“Pemotretan promotional pictures,kau terpilih menjadi pemeran utama wanitanya”

“Terserahlah” Ucap Jaewoon acuh tak acuh.

“Ne,yeoboseyo…kami akan segera kesana…ne gamsahamnida…annyeong” Miyoung pun menutup teleponnya.

“Kau akan memerankan tokoh utama wanitanya,jadi bersiaplah”

“Siapa lawan mainku?”

“Molla…tapi ia juga aktor hebat,sama sepertimu”

“Jinja? Arasso,kita kesana sekarang” Ujar Jaewoon lalu mengendarai mobilnya ke arah lokasi syuting.

-ToBeContinued-

Hallo…author cuma mau ngasih salam dikit,hehehe.ini pertama kalinya aku ngirim ff ke wonderfanfic :D dan…mohon comment nya ya kalian semuaaa jangan ada SILENT READERS! Arasso? Oke? GOMAWO !!! ^^

9 thoughts on “Mr. Kim VS Mrs Park Chapter 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s