Dandelion #8 (Why, Baby? Sequel Edition)

sebelumnya…

#1 #2 #3 #4 #5 #6 #7

Dandelion #8 (Why, Baby? Sequel Edition)

…too many barriers…

“Liar…”

Aku menggeleng kuat-kuat. “Nara-ya, ini semua bukan seperti yang kau pikirkan!”

“Lalu bagaimana? Berpelukan dengan Jaejoong oppa di tempat umum seperti ini… Tsk” Nara membuang muka. “Sudah kukatakan padanya bahwa unni bukan orang yang tepat, dia tidak percaya. Sekarang semuanya sudah terbukti, dan dia harus tahu. Unni, jika kau memanfaatkan Yunho oppa untuk popularitasmu, aku tidak akan memaafkanmu.”

Tidak. Aku tidak memanfaatkannya, sedikit pun. Mungkin kebanyakan orang akan berpendapat seperti itu, tetapi itu tidak benar! Aku mencintainya dengan sepenuh hatiku! Aku mencintainya sebagai Jung Yunho, bukan Jung Yunho TVXQ!.

***

Kupacu mobilku dengan kencang, sebelum Nara menghubunginya dan mengatakan apa yang dilihatnya di bandara itu padanya. Aku harus tiba terlebih dulu untuk memastikan bahwa Nara belum bertindak terlalu jauh.

Sebenarnya dia gadis yang baik. Jonghyun tidak mungkin salah memilih yoja. Dia tipe namja yang pemilih. Tapi dia terlalu baik, terlalu mengkhawatirkan Yunho juga. Terlalu menunjukkan persahabatannya, mencampuri semua urusan sahabatnya.

Kuparkirkan mobilku di tempat parkir gedung tempat biasa Yunho berlatih, dan segera berlari menuju dalam. Aku sudah tahu betul bagaimana keadaan gedung ini setelah hampir beberapa bulan yang lalu aku datang untuk menemui Yunho, ketika dia tidak ingin kutemui.

“Oppa!”

Yunho menoleh. “Oh? Kau datang?”

“Aku tidak bisa menghubungi ponselmu, aku khawatir.” Kataku berbohong. Ah, tidak. Aku berkata yang sebenarnya padanya. Ponselnya memang tidak aktif, karena itu aku khawatir Nara sudah mengatakan sesuatu yang bisa membuatnya salah paham.

Yunho tersenyum kecil. “Kau merindukanku?”

“Tidak!” aku menggeleng. Merindukannya, memang. Tetapi untuk saat ini, aku tidak bisa merasakan rindu itu.

Tiba-tiba Yunho memberikanku sebuah pelukan hangat. “Kalau begitu, aku yang merindukanmu!” katanya. Dia melepas pelukannya sebentar, lalu menciumku.

Cup.

Kudorong tubuhnya pelan. “Apa yang oppa lakukan!” Jantungku berdegup kencang sekali. Tidak biasanya dia melakukan ini padaku di depan umum. Dia selalu tampak sempurna. Apa mungkin Nara sudah mengatakan yang sebenarnya padanya?

“Wae? Kau kan yojachinguku!”

“Tapi ini tempat umum!”

Yunho tersenyum. “Ciuman pertama kita juga di tempat umum. Ciuman kedua juga. Ciuman ketiga? Aku tidak ingat. Mungkin di tempat umum juga.”

Aku menelan ludah. Dia masih mengingatnya, ciuman pertama kami. Sebuah ‘tragedi’ yang membuatku menemukannya, sosok yang sangat kucintai di depanku itu.

“Kau ingin kesana?” Yunho memelukku lagi.

“Kemana?”

“Ciuman pertama kita.”

***

Yunho berbeda. Aku tidak tahu mengapa, tetapi dia sangat-sangat berbeda. Dia menggandeng tanganku erat sekali ketika kami berjalan memasuki tempat bersejarah untuk kami ini, Candy Bar.

“Tempat ini tidak berubah.” Katanya, sambil terus menggenggam tanganku. Sesekali dia menatapku lembut sambil tersenyum, membuatku sedikit tidak nyaman.

“Oppa sering pergi ke sini?”

Kami duduk di meja dekat bartender, dan memesan minuman yang sama. “Tidak. Sekali saja. Dan langsung bertemu denganmu.”

“Dan langsung menciumku.”

“Dan langsung menyukaimu.”

Aku mengernyitkan dahiku, tidak mengerti. “Menyukaiku saat pertama kita bertemu?”

Yunho mengangguk pelan, mengiyakan. “Aku bertanya pada seorang bartender yang bekerja disini, karena itu aku bisa mengetahui siapa kau. Aku sudah berencana menemuimu untuk meminta maaf dan ingin mengenalmu lebih dekat. Beruntung kita tidak sengaja bertemu di toko buku itu.” bartender Candy Bar datang, membawakan dua gelas minuman pesanan kami.

“Dan langsung mengajakku berteman.”

“Berteman? Aku tidak mengajakmu berteman. Aku mengajakmu lebih dekat denganku, karena aku menyukaimu.”

“Bohong.”

“Sungguh. Sayangnya aku bertemu denganmu menjelang debut. Aku sering merasa bersalah ketika meninggalkanmu, jagiya. Aku ingin sekali seperti pasangan yang lain. Bertemu, ke bioskop, makan bersama, atau sekadar berjalan berdua sambil bergandengan tangan. Tetapi karena aku sedang berjuang demi karirku, aku menelantarkanmu. Mungkin karena itu juga kau kesepian dan membutuhkan namja lain, karena aku tidak berada di sampingmu saat kau terluka…”

Benar, memang seperti itu. Kami berdua bertemu menjelang debutnya. Dia masih murid training, belum menjadi The King of Hallyu Wave seperti saat ini. Karena itu jika mereka banyak yang mengatakan aku berkencan dengan Yunho hanya memanfaatkannya saja, itu salah besar. “Oppa…”

Yunho menggenggam tanganku erat. “Mianhae, aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Setelah kau berkencan dengan Changmin beberapa bulan yang lalu itu, aku menyadari bahwa itu semua karena aku. Mulai detik ini aku akan berusaha menjadi namja yang sempurna.”

Seketika itu juga tubuhku lemas. Benar, aku sangat membutuhkan seseorang di sampingku saat itu. Tetapi kata-kata terakhirnya itu… Dia sudah sangat-sangat sempurna untukku! Siapa pun, jika mengetahui kekasihnya berkencan dengan dongsaengnya, tidak akan memberikan maaf. Tetapi Yunho? “Oppa, kau sempurna.”

“Tidak. Aku masih jauh dari sempurna. Jika aku cukup sempurna, kau tidak akan menyembunyikan sesuatu dariku, kan?”

Aku mengejang. Apakah Yunho sudah mengetahui tentang Jaejoong? Mengapa dia mengatakan seolah-olah aku sedang menyembunyikan sesuatu? Benar. Pasti Nara sudah memberitahunya. “Menyembunyikan sesuatu?”

“Tentang masalahmu, keluargamu, dan lainnya. Kau menyimpannya sendiri karena aku tidak peka.”

Oh… Aku mengira dia akan mengatakan bahwa dia sudah tahu semuanya!

Yunho menggenggam tanganku. Ditatapnya aku lekat-lekat dan berkata, “Karena itu, mulai detik ini. Jangan menyembunyikan sesuatu apapun. Aku tidak ingin kau mencari namja lain lagi karena aku tidak peka, jagiya. Kau mengerti?”

Aku mengangguk pelan. Cukup sudah. Aku harus bertemu dengan Nara untuk menjelaskan yang sebenarnya. Karena cepat atau lambat, Nara pasti memberitahunya.

***

Aku menghubungi ponselmu, tetapi tidak aktif. Ini nomor ponsel Jonghyun. Ada apa mencarinya, noona? Changmin~

Satu-satunya cara untuk bertemu Nara hanya melalui Jonghyun. Tidak mungkin aku menanyakan nomor ponsel Nara pada Yunho, kan? Bisa-bisa dia tahu!

Tidak, ingin menanyakan sesuatu saja. Terimakasih, Changmin-ah! Sojung~

Kukirim balasan pesan singkat untuk Changmin. Sebenarnya sedikit tidak enak menanyakan hal tersebut padanya, karena dia pasti akan merasakan sesuatu. Dia mengenalku lebih dari diriku sendiri, aku membenarkan perkataannya itu. Aku memang tidak bisa lepas darinya, seumur hidupku. Meskipun aku menikah dengan Yunho, tidak menutup kemungkinan aku akan bergantung padanya lagi.

Baru saja aku akan menelepon Nara, ponselku berbunyi. Yunho.

“Yeobseo?”

“Odiya?”

“Di apartemen. Wae?”

“Temui aku di kantor. Ada yang ingin kubicarakan.” jawabnya dingin, kemudian mematikan sambungan teleponnya.

Aku mematung. Dari nada bicaranya aku mengetahui bahwa aku terlambat. Nara sudah memberitahunya tentang Jaejoong…

***

“Kau bisa jelaskan ini?” Yunho melempar belasan potret yang diambil Nara di bandara padaku. “Wae? Mengapa harus semua orang terdekatku?” teriaknya.

Aku hanya menunduk, tidak berani memandangnya. Seperti dejavu, sungguh. Saat itu ketika Yunho mengetahui aku berkencan dengan Changmin. “Oppa, itu tidak…”

“Diam!” Yunho menggebrak meja di depanku, membuatku berjengit. “Aku sudah merasakan kau menyembunyikan sesuatu. Aku selalu bisa merasakan itu! Kau mengulanginya lagi, Hwang Sojung… Selalu ada kesempatan kedua dalam hidup ini. Tetapi tidak ada kesempatan ketiga, kau tahu itu?”

Tidak!

“Nappeun yoja…”

Aku menggeleng. Segera aku berlutut di depannya lagi, seperti yang sering kulakukan dulu. Sungguh, ini seperti dejavu. Tetapi ini berbeda. Aku tidak mencintai atau berselingkuh dengan Jaejoong. “Ani! Oppa, saranghae…” Aku menggenggam tangannya erat, tetapi dia memalingkan mukanya. “Jebal, dengarkan aku dulu!”

“Mati-matian aku berusaha membelamu di depan direktur ketika kita hubungan kita baru saja diketahui media. Aku bahkan menandatangani kontrak jika penjualan album tidak memenuhi target setelah kasus itu aku bersedia mengundurkan diri. Aku tidak mempercayai apa yang dikatakan Nara…” Yunho berbalik menatapku. Tatapan yang sangat kutakuti. “Aku kecewa padamu, Sojung-ah. Aku menyesal telah kembali dan memberikanmu satu kesempatan lagi!”

Tidak!

“HYUNG!”

Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Changmin masuk dan berjalan dengan cepat ke arahku, kemudian menyuruhku berdiri. “Kau menyakiti Sojung noona!”

“Changmin-ah, jangan ikut campur!” Yunho berteriak. Teriakan yang kubenci. Yunho tidak pernah semarah ini!

Dan aku takut dia akan memukul Changmin saat dia tidak bisa menahan amarahnya…

“Bagaimana bisa aku tidak ikut campur? Kita berdua berjanji akan menjaganya, hyung!”

“Kau tidak tahu, Changmin-ah! Kau baru mengenalnya TIDAK LEBIH DARI 10 TAHUN! Kau berkencan dengannya TIDAK LEBIH DARI 6 BULAN! Dia berselingkuh dengan namja lain, LAGI? Apa kau tidak sakit hati, hah?”

“Dia tidak berselingkuh dengan Jaejoong hyung! Jaejoong hyung, Sojung noona, dan kekasih Jaejoong hyung, mereka bertiga berteman baik!” Changmin membalas teriakan Yunho dengan berteriak juga.

Aku menutup telingaku erat-erat. Tidak! Tolong hentikan! Kepalaku terlalu pening untuk mendengarkan kedua namja yang benar-benar berarti untukku itu berteriak karenaku!

“Kekasih Jaejoong hyung sudah meninggal, dan Jaejoong hyung tidak bisa menerimanya! Kekasih yang sangat dicintainya itu mirip dengan Sojung noona, karena itu Jaejoong hyung menganggap noona adalah kekasihnya yang sudah meninggal!”

“Hentikan…” pintaku. “Hentikan, jebal…”

“Jaejoong hyung bahkan memukuli Sojung noona karena dia mengatakan bahwa kekasihnya sudah meninggal! Tetapi Sojung noona tidak memberitahumu karena dia tidak ingin kehilanganmu!”

Plak.

Tamparanku tepat mengenai pipi Changmin, memberikan bekas kemerahan di sana. Seketika itu juga Changmin diam. “Sudah kubilang jangan katakan apa pun padanya, Shim Changmin!” Aku sudah kehilangan akal sehatku. “Benar, aku memang berbohong! Aku berusaha menutupinya karena kupikir ini semua adalah masalahku, aku yang harus menyelesaikannya sendiri! Aku sudah berusaha untuk menjadi kekasih yang baik, menjadi Sojung yang kuat dan bisa kau banggakan! Tetapi kau selalu saja menganggapku mengganggu! Aku berusaha percaya bahwa semua baik-baik saja, meskipun Nara mengatakan bahwa aku bukan tipemu! Aku sudah berusaha sekuat tenaga, Jung Yunho! Kau sempurna, tidak. Kau terlalu sempurna untuk dicintai seseorang dari keluarga yang berantakan sepertiku!”

Aku beranjak dari ruangan mengerikan itu, tetapi tangan Changmin menghentikanku. “Hyung, aku tahu bagaimana noona, meskipun kami baru saja bertemu. Dia mencintaimu, lebih dari hidupnya sendiri. Dia tidak mencintaiku, dia hanya memerlukan tempat untuk bersandar ketika tidak ada kau di sampingnya. Aku tahu itu, hyung! Aku tahu jika dia akan tetap memilihmu dan meninggalkanku! Tapi aku tetap berada di sisinya, karena mencintainya. Aku ingin melindunginya, dari apa pun yang membuatnya menangis dan terluka! Dan saat ini kau menyakitinya, hyung… Aku tidak akan tinggal diam.”

***

“Noona, kau harus makan.”

Satu minggu sudah setelah kejadian tersebut, dan Changmin dengan setia menungguku di apartemenku. Yunho? Aku tidak tahu. Dia tidak menghubungiku sama sekali, dan aku tidak peduli.

Aku sakit. Tubuhku, hatiku, pikiranku, jiwaku, semua sakit. Yunho, aku sangat mencintainya. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Tetapi sekarang? Dia bahkan tidak mau mendengarkanku! Tidak mau mendengarkaan penjelasanku!

Aku tahu, Nara mungkin lebih dipercayainya. Apalagi aku pernah berselingkuh dengan Changmin. Tetapi, tidak bisakah dia mendengarkanku, sedikit saja?

“Noona…”

Aku menggeleng. “Changmin-ah…”

“Tidak. Aku tidak mau. Mianhae, noona. Tetapi untuk kali ini aku tidak akan membiarkan kau menyelesaikan semuanya sendiri.”

“Tapi aku…”

“Mencintainya? Aku tahu. Takut aku terluka? Aku tahu. Tapi selama aku ada di sampingmu, aku kan baik-baik saja…”

Benar. Khas Changmin, dia mengetahui semuanya. Dan itu membuatku semakin tidak bisa lepas darinya. Karena ketika aku sedang ada masalah, dia bisa merasakannya dan akan segera datang padaku.

Pagi ini, lagi-lagi aku menolak makan yang dimasakkan oleh Changmin. Aku tidak nafsu makan. Terlalu lemah untuk mengunyah makanan. Dan Changmin tidak pernah sedetik pun meninggalkanku.

Changmin menyodorkan sesuap nasi. “6 sendok saja, makanlah.” Pintanya.

Changmin, entah mengapa aku tidak bisa mencintainya. Maksudku, aku tidak bisa mencintainya lebih dari Yunho. Mungkin, jika aku bisa melepaskan Yunho dan memilih Changmin, aku tidak akan menanggung banyak luka seperti ini. Tetapi aku tidak bisa. Meskipun Changmin memberikan semua yang kubutuhkan, aku tetapi tidak bisa mencintainya.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu apartemenku. “Chamkkanman.” Changmin meletakkan sepiring masakannya di meja ruang tengahku, kemudian berjalan ke depan untuk membukakan pintu.

“Bisa tinggalkan kami?”

Suara berat itu terdengar sesaat setelah pintu apartemenku terbuka. Suara seseorang yang membuatku terluka, dan bahagia juga. Membuatku marah, dan terluka juga. Suara Jung Yunho. Apakah aku sedang berhalusinasi?

“Jangan menyakitinya.” jawab Changmin dingin.

Beberapa detik kemudian pemilik suara berat itu berjalan mendekatiku, dan berlulut di depanku. Digenggamnya tanganku erat dan berkata, “Mian.”

Yunho datang. Duduk berlutut di depanku dan meminta maaf. Aku tidak sedang bermimpi. Dia di depanku, Jung Yunho yang kucintai. “Untuk?” tanyaku dingin.

“Kesalahpahaman ini. Jaejoong meneleponku kemarin. Aku bersalah.”

“Kau bilang tidak ingin bertemu denganku lagi?”

“Itu tidak benar! Saat itu aku tidak bisa berpikir dengan kepala dingin. Kau pernah berselingkuh dengan orang terdekatku juga, membuatku semakin tidak bisa berpikir jernih. Jagiya, aku…”

“Jagiya?” potongku.

“Mianhae, jeongmal mianhae. Jebal. Aku sudah menjelaskan semuanya kepada Nara. Aku juga mengatakan bahwa kau adalah yoja yang kupilih. Hubungan kita adalah urusan kita, bukan dia.” Yunho melepaskan genggaman tangannya, beralih memelukku. “Jagiya… Aku tidak ingin hubungan kita berakhir. Kita sudah menghadapi berbagai macam masalah. Itu membuatku semakin bergantung padamu, dan tidak bisa lepas darimu. Saranghae, saranghanda.”

Baru kali ini, aku mendengarnya mengatakan semua yang dirasakannya. Baru kali ini, aku mendengarnya mengatakan bahwa dia semakin bergantung padaku, sepertiku juga. Baru kali ini.

Bukan hanya dia, aku juga. Dalam diamku, dalam sakitku, aku selalu berdoa agar terjadi sesuatu yang membuatnya menyadari bahwa selama ini hanyalah salah paham. Pelukannya ini… Siapa yang tidak merindukannya? Suara beratnya yang biasa kulihat di televisi… Siapa yang tidak merindukannya? Ciuman hangatnya… Siapa yang tidak merindukannya? Aku sudah gila, karena terlalu mencintainya. Aku merasa dia bagai candu. Meskipun harus mengorbankan diriku sendiri, aku akan tetap mencintainya.

“Jagiya… Jebal…” pintanya.

Aku tersenyum tipis. Kubalas pelukan hangatnya dengan erat juga. “Nado saranghae, oppa… Maafkan aku juga, aku tidak memberitahumu tentang Jaejoong oppa. Aku terlalu takut kehilanganmu… Mianhae…”

Yunho mengangguk, kemudian melepaskan pelukannya. “Janji?”

“Apa?”

Diusapnya kepalaku penuh kasih. Dia menatapku lembut, lalu tersenyum. “Terbuka… Katakan semua masalahmu, dan aku juga… Tidak ada yang disembunyikan.”

Kuanggukkan kepalaku mantap. “Janji.”

Yunho tersenyum, dan aku juga. Dia benar. Selama ini kami kurang terbuka. Bagaimana bisa kami menyelesaikan suatu masalah jika tidak mengetahui satu sama lain? Terbuka, memang itu yang harus aku dan Yunho lakukan. Jika ingin hubungan yang sangat berharga ini bertahan untuk selamanya, maka terbukalah.

Yunho mengusap pipiku lembut. “Nona Hwang, kau cantik sekali.” Lirihnya tepat di depanku. Tiba-tiba dia mendekat dekat. Semakin dekat, dan aku merasakan ciumannya lagi.

Ciuman yang seperti candu itu lagi-lagi diberikannya untuk menenangkan dan meyakinkanku bahwa dia akan percaya padaku, selamanya. Dia mencintaiku, selamanya. Kami berjanji akan terbuka, dan ciuman ini sebagai pengikatnya.

“Buka mulutmu…” pintanya sesaat setelah mengecupku.

Lidahnya mulai memberikan kehangatan padaku sesaat setelah aku membuka mulut. Menghisap bibirku perlahan, memberikan udara untukku bernapas. Tangannya mulai mengusap tengkukku lembut. Kulingkarkan tanganku di lehernya, menikmati ciuman candu yang diberikannya itu.

Beberapa saat kemudian, Yunho mulai membuka kancing bajunya satu per satu. Dada bidang yang bagus itu terlihat tepat di depanku. Ini bukan pertama kali aku melihatnya memang, karena sering kali dia memakai kostum dengan belahan sedikit terbuka, atau ketika kami berciuman dia membiarkanku membuka beberapa kancing kemejanya. Tetapi baru kali ini aku menyadari bahwa dada bidang miliknya sangat menggodaku. Dan dia sendiri yang membukanya, semua, bukan hanya beberapa saja, untukku.

Dia berusaha melepas kemejanya itu, dan aku membantunya. Kulepas kemeja itu dan melemparnya ke sembarang arah. Kusentuh dada bagus yang selalu disembunyikannya dari orang lain itu, lalu meraba absnya. Masih menciumiku, dia berusaha membuka bajuku juga.

Aku hanya menurut. Seperti terbius oleh auranya, aku membiarkannya membuka bajuku dan melemparnya. Setelah berhasil membuka bajuku, Yunho beralih menciumi leherku. Diusapnya punggungku dengan lembut, memberikan sedikit pijatan yang membuatku sedikit terangsang.

“Ah…” lenguhku. Kupeluk tubuhnya erat, seolah-olah aku mengijinkannya bertindak yang lebih dari sekadar menciumku. Kami belum melakukan ‘itu’, sebenarnya. Setiap dia datang dan menemani malamku, dia hanya tidur di sebelahku saja tanpa melakukan apa-apa. Kurasa, ini saat yang tepat untuk melakukannya dengannya. Karena entah mengapa aku menginginkannya saat ini juga.

Kuremas rambutnya perlahan. “Lakukan saja…”

Tapi tiba-tiba dia berhenti menciumku, membuatku sedikit kecewa. “Tidak…” Dia melepaskan pelukannya, lalu menggeleng lemah. “Sebelum kita menikah…”

-too many barrier, END-

maaf ya, ada perubahan jadwal…

karena saya sibuk, saya post FF setiap tanggal 15 dan 30 saja, maaf XD

oiya, buad readers yang suka K-POP dan all bout korea, silakan datang ke Korean Day UGM XD

tanya2 bisa add Facebook saya atau mention twitter saya atau langsung add FB Korean day UGM di atas XD

datang yaa~ sekian XD

16 thoughts on “Dandelion #8 (Why, Baby? Sequel Edition)

  1. Linknya broken ya?? Maaf..

    Fb saya : Achie Linda
    Fb Korday : Korean Day UGM
    twitter saya : @__10hyun
    twitter Korday : @koreandayugm

    silahkan tanya2 di sana XD

  2. Ini belom tbc kan thor?? Hoaaa,, yunho trauma tuh soal selingkuh perselingkuhan..

    Itu changmin bae bgt deh, cinta bgt ma sojung..

    Adeeeuuh, sayng yg diatas ga jadi nc.. Huahauahaaaa

  3. Ini msih tbc kan thor?? Hoaaa,, yunho trauma tuh soal selingkuh perselingkuhan..

    Itu changmin bae bgt deh, cinta bgt ma sojung..

    Adeeeuuh, sayng yg diatas ga jadi nc.. Huahauahaaaa lanjuuuuuuut

  4. aah akhirnya ff yg kutunggu dipublish juga, gomawo :D

    yunho, sumpah deh ya, makin romantis banget.
    Sifat pengertiannya itu loh, bikin cemburu uuuu

    eeh? Aku pikir yg waktu ff awal2 sebelum sekuel ini, yang mereka kissing di meja rias, yg changmin liat.
    Aku pikir mereka ‘udah’, ternyata belom.
    Waaah yunhonya kereeeeen^^

    hmmm berarti tinggal 2 chapter lagi dong ya??
    Aaah, kalo bisa nanti di sequelin lagi, dan lanjutannya adalah kisah setelah pernikahan yunho-sojung XDD

    pokonya, gimana pun kelanjutan ff ini, aku rasa keren2 aja.
    Karena ff nya emang keren ^^

  5. aku jg mikir y mereka berdua udah ngelakuin yg d sblm sequel…..
    aku dapet bgt feel y n gambaran semua adegan y apalagi yg yunho marah besar itu *serem* n muka changmin yg melas itu krn cinta y ngak berbalas,,,,, chingu jasi changmin cwe yg suka.dia dong biar ngak terlalu miris nasib changmin……
    yunho emang pacar yg sempurna…….
    makin seru aja, Lanjut…….

  6. Akhirnya keluar nih FF
    ƪƪ’▿’) (‘▿’ʃʃ
    Hehe

    Dpt bgt feelnya
    Penggambaran scene-nya bagus (y)
    Udh gitu disini keliatan bgt conta mereka itu diuji

    Tapi..tapi..kasian changmin,tak punya pasangan dia (⌣́_⌣̀)

    Sama aku aja,si changmin??? XD
    .__.V

  7. Wadooow aku udah ketinggalan beberapa part
    Gila seruuuuu parah! Daebakk!
    Euh yunho jd paranoid. Beruntung masih ada changmin
    Aku baru ngeh. Ceritanya tuh kim jaejoong & park yoochun bukan penyanyi jg ya? -_-
    Susah ngebayangin bang chun ganteng perannya dikit bener. Saranku kapan2 tu dua org muncul lg dong hahahahah

  8. aiih akhirnya kesalah pahaman berakhir karna kekuatan cinta ,
    changmin nya kasian, yg tabah ya oppa !!!!!
    Ceritanya bkin mood gue naik turun! keren

    jadwal postingnya berubah brarti jadwal gue online jg berubah , ok mksh udh ksh tau thor

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s