My Neighbor Part 1

Title : My Neighbor (1)
Author : Pupuputri
Main Cast : Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Cho Kyuhyun, Lee Donghae
Support Cast : No Minwoo, Lee Hyukjae, Lee Eunhyuk, Kim Donghyun, Lee Jeongmin
Rating : AG (All Ages)
Genre : Love/Friends, Boyfriend, Super Junior, Chapter/Parts

Ps : Voila~! Ini FF pertama saya! Mian kalau rada gaje >__< komen amat sangat diperlukan disini, jadi bisa referensi lagi kalau saya buat FF lagi. Okelah, tanpa basabasibusuk, mending langsung dibaca aja, happy reading~
JANJI

LEE CHEONSA POV
“Aku suka kamu!” tiba-tiba saja suara itu menghentikan langkahku yang baru memasuki gerbang rumahku.
“Hah?” tanyaku seraya melihat laki-laki berseragam SMP yang berdiri menatap lurus ke mataku.
“Kau teler ya?” tanyaku lagi sambil mengangkat sebelah alisku, meremehkannya.
“Aku serius! Aku sudah menyukaimu sejak dulu!” ucapnya mantap.
“Jangan bercanda Kwangmin-ah, aku capek nih, mau tidur..” ujarku sambil berjalan berlalu melewatinya.
“Yak! Tunggu dulu! Aku’kan belum selesai bicara!” cowok itupun mengikutiku masuk ke rumahku.
Annyeong! Lee Cheonsa imnida. Aku baru lulus SMP dan tadi adalah hari pertamaku di SMA baruku, SMA Jeonju Art. Aku sengaja masuk kesana supaya cita-citaku sebagai penyanyi bisa mudah dicapai. Sejak kecil, aku suka sekali menyanyi tapi aku hanya ingin jadi penyanyi solo, bukan girl band. Tapi bukan berarti aku tidak bisa nge-dance, aku cukup lihai dalam hal ini tapi menurutku jadi penyanyi solo jauh lebih menyenangkan. Dan sekarang aku sedang menjalani training di SM entertainment.
Sedangkan cowok yang tadi bilang ‘suka’ padaku adalah tetanggaku sekaligus teman sejak kecilku, namanya Jo Kwangmin. Dia baru lulus SD dan tadi adalah hari pertamanya di SMP. Ya, perbedaan umur kami 3 tahun. Dia lahir tahun 1995 dan aku tahun 1992. Kami dekat sekali, tapi saking dekatnya dia jadi tidak mau memanggilku ‘Noona’, benar-benar bocah tidak sopan -____- Dia hanya tinggal berdua saja dengan Park Ahjuma di samping rumahku, sedangkan orangtuanya pergi ke luar negeri karena ada pekerjaan.
“Yak! Dengarkan aku dulu dong! Aku’kan sedang menyatakan perasaanku, kenapa kau malah pergi begitu saja?!” teriaknya sambil masuk ke kamarku.
“Sudah kubilang berapa kali Kwangmin-ya, panggil aku ‘Noona’. Baiklah, jadi apa maumu?” tanyaku seraya duduk di kasurku dan memperhatikannya yang berdiri di depan pintu kamarku.
“Aku ingin jawabanmu!” ucapnya mantap.
“Jawabanku tidak” ucapku enteng.
“Mwo? Waeyo?” tanyanya tidak percaya.
“Pertama, kau lebih muda 3 tahun dariku dan kedua, kau bukan tipeku” jawabku to the point.
“Memang tipe cowok yang kau sukai itu seperti apa?” tanyanya lagi.
Aku menghela nafas berat karena kelakuannya yang seperti anak-anak ini *emang masih bocah kali*.
“Tentu saja yang seperti Cho Kyuhyun, dia cakep, jago nyanyi dan jago dance. Kau juga sudah tahu itu dari dulu’kan?”
“Lagi-lagi dia! dia itu’kan lebih tua 4 tahun darimu, lagipula aku juga jago dance dan cakep!” ucapnya tidak mau kalah.
“Tapi kau tidak jago nyanyi’kan?” tanyaku sakartis.
“Itu’kan bisa dilatih! Apa kau menyukainya karena dia orang terkenal?” tanyanya lagi.
“Tentu saja bukan! Itu karena aku menyukai semua yang ada dalam dirinya, tanpa terkecuali! Lagipula, kau itu masih bocah, baru masuk SMP lagi” jelasku panjang lebar.
“Memang kenapa? Kau juga baru masuk SMA, itu artinya kau juga baru lulus SMP” ucapnya tidak mau terima.
“Aish jinjja, bukan itu masalahnya Minnie, tapi aku tidak bisa pacaran denganmu karena aku suka cowok yang seperti Kyu Oppa dan aku tidak berniat pacaran dengan yang lebih muda dariku, arraseo?”
Kwangmin tidak menjawab pertanyaanku, kupikir itu sudah cukup membuatnya mengerti dan menyerah. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku tidak kaget dengan pernyataannya, itu karena teman-temannya sering memberitahuku waktu mereka bertemu denganku, ditambah lagi sikapnya yang gampang ditebak, jadi aku sudah tidak kaget lagi waktu dia bilang suka. Setelah beberapa detik, dia tidak bergeming juga, aku memutuskan untuk keluar dari kamar. Tapi, tepat 1 langkah aku melewatinya, dia mulai berbicara lagi.
“Kalau begitu, akan kubuktikan..” ucapnya nyaris tidak terdengar.
“Mwo?” tanyaku memastikan.
“Akan kubuktikan kalau aku juga bisa seperti Cho Kyuhyun, akan kubuktikan aku bukanlah bocah, dan akan kubuktikan bahwa aku benar-benar menyukaimu, kau tunggu saja!” ucapnya tegas sambil berjalan keluar melewatiku.
Dan aku? Aku hanya bisa mematung, tidak percaya dengan apa yang kudengar dan kulihat. Baru kali ini aku melihat wajahnya yang begitu serius. Apa orang yang tadi bicara itu benar-benar Jo Kwangmin? Kwangmin yang selalu mengangguku, Kwangmin yang selalu membuat lelucon yang tidak lucu, Kwangmin yang selalu seenaknya masuk kamarku, tiba-tiba mengatakan hal yang di luar pemikiranku?
***
Setelah kejadian itu, Kwangmin tidak pernah datang lagi ke rumahku, smskupun hanya sekali-kali dia balas padahal dulu dia paling rajin mengsmsku setiap hari. Aku jadi penasaran, apa dia marah ya? Apa aku harus ke rumahnya? Ah ani, nanti dia malah besar kepala dan parahnya dia malah berpikir aku memberinya harapan lagi! Tapi..aku merasa bersalah juga, waktu itu aku sedang capek jadi bicaraku sedikit kasar. Setidaknya, aku cek dululah.
Karena sudah sering keluar-masuk rumah Kwangmin, jadi Park Ahjuma hanya memberikan senyum dan tanpa dikomandopun, aku langsung naik ke kamarnya di lantai atas. Terdengar suara didalamnya, akupun mengetuk pintu sebelum masuk.
“Masuk!” dia menjawab dari dalam.
Kenop pintupun aku buka dan aku benar-benar terkejut melihat keadaan kamarnya, seperti kapal pecah dan bukan hanya itu, dia sedang mengepak baju-bajunya ke dalam koper.
“Kau mau kemana?” tanyaku tanpa basa-basi.
“Oh annyeong, aku mau ke Inggris, menyusul orang tuaku” ucapnya tanpa menghentikan aktifitasnya.
“Mwo?” tanyaku tak percaya.
“Berapa lama?” tanyaku lagi.
“Entahlah, mungkin beberapa bulan” jawabnya tanpa menoleh sedikitpun padaku.
“Lalu sekolahmu bagaimana?” tanyaku seraya duduk di sampingnya.
“Tentu saja pindah”
“Lalu Park Ahjuma?”
“Dia pulang kampung ke Busan selama aku pergi”
“Kenapa kau mau pindah?” tanyaku sambil membantunya mengepak.
“Molla, aku hanya disuruh orangtuaku untuk segera pindah kesana, wae?” tanyanya sambil melirik ke arahku.
“Aniyo, hanya saja..” aku menggantungkan kalimatku.
Rasanya penyebabnya itu karena aku, aku jadi merasa bersalah.
“Hm?” tanyanya melihatku yang terus menunduk.
“Kenapa baru sekarang? Kenapa dulu kau tidak ikut orangtuamu ke Inggris?” ucapku dengan suara lemah.
“Itu’kan karena dulu mereka tidak memaksaku ikut dan entah kenapa, mereka jadi ingin aku tinggal disana” ucapnya tanpa melihatku.
Aku tidak membantunya mengepak lagi, rasanya pikiranku kosong. Aku sudah terbiasa dia berada di dekatku, entah bagaimana jadinya kalau dia tidak ada. Menyadari aku yang berhenti membantunya, tiba-tiba dia mengusap kepalaku pelan dan tersenyum manis, senyuman yang tak’kan kulihat lagi dan aku harus mulai terbiasa. Aku menengadah memandang wajahnya dengan tampang murung.
“Kau ini benar-benar gampang sekali menunjukan isi hatimu ya?” tanyanya yang melihat ekspresiku.
Hatiku jadi tambah sedih dengan perkataannya yang benar-benar sudah mengenal sifatku sejak dulu ini. Akupun memeluknya, dia balas memelukku erat sambil terus mengusap kepalaku.
“Tapi kau benar-benar akan kembali’kan?” tanyaku memastikan.
“Keurom..” ucapnya sambil melepaskan pelukannya.
“Janji?” aku menyodorkan jari kelingkingku padanya.
“Janji..” dia mengikatkan kelingkingnya di kelingkingku.
Akupun tersenyum senang mendengarnya dan mulai membantunya mengepak barang-barangnya lagi.

JO KWANGMIN POV
“Janji?” dia menyodorkan kelingkingnya padaku.
Aku hanya bisa tersenyum melihat kelakuannya dan kubalas dengan mengikat kelingkingku pada kelingkingnya.
“Janji..”
Diapun tersenyum dan kembali membantu mengepak barang-barangku. Mana mungkin aku tidak bisa kembali padamu. Aku sudah jatuh cinta padamu sejak dulu dan nanti kalau aku sudah kembali, aku akan menepati janjiku dan merebut hatimu. Lihat saja nanti, Lee Cheonsa!
***
“Nah, jaga dirimu baik-baik ya! Jangan lupakan aku!” ucapnya ketika aku akan pergi menuju gate pesawat yang akan kutumpangi.
“Ne, kau juga ya!” jawabku sambil megacak-acak rambutnya.
Dia terlihat sedih begitu melihatku tersenyum tadi, kulihat dia mengerucutkan bibirnya sambil menundukan kepalanya. Aigoo dia benar-benar menggemaskan! Kupeluk dirinya yang lebih pendek 10 cm dariku. Diapun membalas pelukanku dan tampak jelas kalau dia sedang menahan airmatanya untuk keluar.
“Baiklah, aku harus pergi sekarang” ucapku begitu aku mendengar pengumuman akan keberangkatanku dan melepaskan pelukanku.
“Sering-sering kabari aku ya!” cerocosnya lagi.
“Arasseo Cheon-ah..” aku terkekeh melihatnya.
Akupun langsung pergi meninggalkannya yang masih melambaikan tangannya padaku. Berat rasanya aku pergi jauh darinya, tapi apa boleh buat, ini perintah Appa dan Eomma. Tunggu aku ya Cheonsa-ya!

PERTEMUAN KEMBALI DENGAN DIA YANG BARU

LEE CHEONSA POV
Sudah 3 tahun berlalu sejak Kwangmin pergi dari Korea ke Inggris, sekarang dia pasti sudah SMA. Sedangkan aku sendiri? Aku sudah kuliah di Kyunghee University jurusan modern music. Kami sudah jarang berkomunikasi lagi sejak satu setengah tahun yang lalu, yah aku tahu dia pasti sibuk disana dan dia sudah memiliki kehidupan sendiri, dia pasti sudah melupakanku.
Dan sejak aku kuliah, aku tinggal di apartemen sendirian yang tak jauh dari kampusku. Ohya, aku sudah berhasil menggapai cita-citaku sebagai penyanyi solo. Ya, sejak 2 tahun yang lalu aku sudah melakukan debut soloku yang pertama, yang diberi judul ‘If Tomorow Comes’.
Hari ini aku merasa bosan dan lagi, aku sedang kosong dari jadwal kuliah dan Hyora Eonnie bilang aku tidak ada jadwal sampai jam 4 sore nanti. Terpaksa aku harus menghabiskan waktuku sampai jam 4 sore dengan berdiam diri di café dekat kampusku ini, aku suka sekali menghabiskan waktuku disini. Disini suasananya tenang dan lagi, menghidangkan dessert yang kusukai tapi sayangnya teman-temanku tidak bisa menemaniku hari ini. Jadilah aku disini dengan alat penyamaranku, sendirian. Aku selalu memilih tempat yang berada di balkon karena udaranya begitu sejuk dan pemandangannya yang indah, tapi hari ini, sudah ada yang menempati tempat itu. Ada 2 namja yang duduk disana, yang satu berambut pirang dan yang satu memakai topi, sepertinya anak SMA. Aku memilih tempat di samping tempat 2 namja itu, siapa tahu mereka akan pulang sebentar lagi.
Aku tidak bisa melihat wajah namja yang memakai topi tapi aku bisa melihat namja yang berambut pirang itu. Entah dé ja vu atau apa, sepertinya aku pernah lihat namja itu.
“Fruit cake dan milk soda” ucapku setelah seorang pelayan memberiku buku menu.
Mereka sedang membicarakan sesuatu, aku bukannya ingin mendengar pembicaraan mereka tapi entah kenapa aku jadi terus memperhatikan si namja pirang itu. Dia mengingatkanku pada seseorang, dia begitu mirip...Kwangmin? Pabo! Itu’kan Jo Kwangmin! Dia sudah kembali ke Korea? Kapan? Kenapa dia tidak memberitahuku? Begitu banyak pertanyaan di benakku, langsung saja aku menghampirinya. Dua namja itu nampak terkejut karena aku berdiri di tengah-tengah meja mereka.
“Hm..agashi, apa ada yang bisa kami bantu?” tanya namja yang memakai topi.
“Neo..” aku terus memperhatikan Kwangmin.
“Aku? Aku kenapa?” tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
Tanpa menjawab pertanyaannya, aku langsung memeluknya. Dia terkejut tentu saja, begitu pula temannya. Tapi Kwangmin tidak membalas pelukanku, dia malah mencoba melepaskannya.
“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau sudah pulang ke Korea?” tanyaku masih tetap memeluknya.
“Ne?” tanyanya.
“Ehm..mian agashi, mungkin kau salah orang?” ucap temannya sambil berusaha melepaskanku dari Kwangmin.
“Andwae! Aku tidak mungkin salah orang! Aku tidak pernah melupakanmu! Apa kau sudah lupa padaku?” tanyaku melepaskan pelukanku dan mengguncang bahunya.
“Hah? Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengenalmu..” jawab Kwangmin sambil tersenyum kaku.
“Mwo? Yak! Jo Kwangmin! Aku ini Lee Cheonsa! Bagaimana bisa kau bilang tidak mengenalku?!” teriakku tidak percaya.
“Aku sudah tahu! Lagipula siapa bilang aku tidak mengenalmu, Lee Cheonsa?” suara itu datang dari mulut yang berbeda. Bukan namja pirang yang kukira Kwangmin yang menjawab, tapi orang yang ada di belakangku.
Aku terkejut, dan begitu aku membalikan badanku, kudapati Kwangmin lain tapi yang satu ini rambutnya berwarna hitam. Aku tambah terkejut begitu membalikan badanku lagi, namja pirang itu masih disana! Kalau dia Kwangmin, lalu yang ini siapa?
Pertanyaanku terjawab begitu Kwangmin berambut hitam memegang jari telunjukku yang terus bergantian menunjuk 2 Kwangmin itu. Dia nampak kesal dengan sikapku.
“Aku Kwangmin, dia Youngmin, saudara kembarku” jelasnya singkat.
Hah? Dia bilang apa? Saudara kembar? Apa aku tidak salah dengar? Sejak kapan Kwangmin punya saudara kembar? Kenapa aku baru tahu? Akupun meraba kepala Kwangmin berambut hitam dengan muka polosku.
“Yak! Apa yang kau lakukan?!” teriaknya menghentikan gerakanku.
“Apa ini mimpi? Ini benar-benar Jo Kwangmin’kan? Kau benar-benar tetanggaku’kan?” tanyaku bertubi-tubi.
“Mwo? Tentu saja ini aku!”
Dan kubalas dengan memeluknya erat, aku tak peduli dengan tatapan orang-orang yang terus melihatku dengan padangan aneh. Tak terasa, airmataku mengalir begitu saja begitu memeluknya, orang yang selama ini kurindukan, sekarang sudah berada di depanku.
“Kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah kembali ke Korea? Kau sudah jarang mengirimiku kabar, kupikir kau sudah melupakanku..hiks..” isakku.
“Mianhae Cheon-ah, aku...” dia mengelus rambutku pelan.
“Dan kenapa kau baru bilang kalau kau punya saudara kembar!” teriakku sambil melepaskan pelukanku, memecahkan suasana yang hangat ini.
“Yak! Kau tidak harus berteriak’kan!” balasnya.
“Lagipula sejak kapan kau ada disini hah?! Kau ini tidak tahu ya yang namanya e-mail?!” cerocosku sambil berkacak pinggang.
“Yak! Kau itu sedang bertanya atau memarahiku?!”
Sedang asyik-asyiknya bertengkar (?), tiba-tiba saja namja bertopi itu menengahi kami.
“Kalian berdua tenanglah! Apa kalian tidak malu dilihat oleh orang-orang, hah?!”
Kami berduapun menunduk dan hanya bisa menyikut satu sama lain.

JO KWANGMIN POV
Minwoo melerai kami yang terus saja bertengkar. Percaya atau tidak, aku malah jauh lebih terkejut dibandingkan dia. Awalnya kupikir dia teman Youngmin atau Minwoo tapi setelah mendengar suaranya, aku yakin kalau itu adalah dia. Lee Cheonsa, cinta pertamaku.
Dia tambah tinggi, tubuhnya agak kurusan, kulitnya jadi agak coklat; mungkin karena aktifitas di kampus dan karirnya sebagai penyanyi solo, rambutnya yang bertambah panjang dicat coklat, benar-benar sosok yang sempurna di mataku.
Mungkin karena aku baru bertemu lagi dengannya, omonganku jadi sedikit ketus padanya. Tapi begitu dia memelukku, hatiku langsung mencair, tapi semenit kemudian dia bisa membuatku kembali emosi. Dia selalu bisa membuat moodku naik-turun, senyumannya yang selalu membentuk matanya ikut tersenyum itu akhirnya aku bisa melihatnya lagi, suaranya yang kurindukan dan wajah polosnya ketika dia sedang bingung, haha menggemaskan sekali. Aku suka semua yang ada didirinya. Dia tak berubah sama sekali secara teknik, tetap Cheonsaku yang dulu.

LEE CHEONSA POV
“Haha..jadi kau yang bernama Lee Cheonsa? Kwangmin sering bercerita tentangmu” ujar Youngmin, saudara kembarnya begitu kami saling berkenalan.
“Jinjja? Dia cerita apa saja?” tanyaku antusias.
“Bukan urusanmu!” sergah Kwangmin.
Aku mengembungkan pipiku, tanda kesal. Kwangmin hanya dengan santai meminum capucinonya sedangkan Youngmin hanya bisa tertawa.
“Haha, kalian ini seperti anjing dan kucing saja! Ohya, jadi aku harus memanggilmu apa? Cheonsa-ssi? Cheonsa-ya?” tanyanya memberikan option.
“Panggil saja aku Noona, aku’kan lebih tua darimu” jawabku.
“Panggil saja dia Cheonsa, dia itu walaupun lebih tua tapi isinya masih bocah, jadi tidak pantas disebut Noona” ujar Kwangmin meledek.
“Yak! Dasar bocah tidak sopan! Jangan tiru dia! Dia itu memang tidak pernah sopan padaku sejak dulu!”
“Haha, sudah, sudah! Ohya Noona, ini No Minwoo, dia seumuran kami” ucapnya memperkenalkan namja bertopi yang daritadi hanya diam saja.
“Annyeong haseyo..” ucapnya sedikit membungkuk.
Aku balas dengan senyuman.
“Ohya Noona, aku suka sekali suaramu dan lagu ciptaanmu bagus” ujar Youngmin.
“Ah Gomawo Youngie, hehe..” balasku dengan senyuman.
“Jangan terlalu memujinya, nanti dia besar kepala” Kwangmin melirikku dengan pandangan meremehkan.
“Huu! Bilang saja kalau kau sirik!”
“Album kami juga sebentar lagi akan dibuat, iya’kan Kwangmin-ah?” tanya Youngmin.
“Album?” tanyaku.
“Iya Noona, kami adalah boyband baru di Starship Entertainment, namanya Boyfriend, nanti Noona beli Cdnya ya!” ujar Minwoo semangat.
“Boyfriend? Namjachingu dong? Haha, unik sekali! Tentu saja aku akan beli CD kalian nanti, tapi kenapa aku baru tahu ya?”
“Yaah otakmu’kan loading, tentu saja kau baru tahu sekarang” ledek Kwangmin.
“Mwo?!” hardikku.
“Yaah wajar sih Noona, kami memang belum membeberkan tentang grup kami, jadi hanya orang dalam saja yang baru tahu” jelas Minwoo.
“Eh tunggu, kamu’kan yang di wawancara waktu acara ‘Come to Play’ kan?” tanyaku pada Minwoo.
“Ah ne, Noona. Aku juga kaget karena ditarik dan ditanya-tanya, padahal K-Will Hyung sudah menyuruh kami pergi ke belakang panggung” jelasnya.
“Ah arasseo, ohya siapa saja membernya dan ada berapa orang?” tanyaku.
“Kami ada 6 orang, kami bertiga, Donghyun Hyung, Jeongmin Hyung dan Hyunseong Hyung, leadernya Donghyun Hyung” jelas Youngmin.
“Ooh, kalau Kwangmin posisinya apa?” tanyaku sambil menunjuknya.
“Dia rapper sama sepertiku dan lead dancer 2” Minwoo menjawab.
“Hee..kalau lead dancer pertamanya siapa?”
“Minwoo, kalau aku sub-vocalist” Youngmin menjawab.
“Jinjja? Wah suaramu pasti bagus!” pujiku sambil melirik Kwangmin, nyindir.
“Ah tidak juga, Donghyun hyung lebih bagus dariku” elaknya.
Kurasakan Kwangmin menahan tawanya, sambil melihat ke arah jendela.
“Yah tapi setidaknya suaramu lebih baik daripada dia” aku menunjuk Kwangmin dengan mataku.
Dan dibalas dengan delikannya, menyebalkan sekaliiiii!!!. Tiba-tiba HPku berbunyi. Dari Hyora Eonnie.
“Yoboseyo?” jawabku.
“Ah ne Eonnie, aku di tempat biasa...iya yang dekat kampusku. Ok!” aku mengakhiri telfon.
“Ada apa Noona?” tanya Youngmin.
“Ah managerku, jadwalku di majukan lebih awal. Maaf ya aku harus pergi sekarang” ujarku sambil mengambil tasku.
“Oh begitu ya, hati-hati ya Noona!” Youngmin melambaikan tangannya padaku.
***
3 hari setelah pertemuan kami di kafé itu, kami tidak pernah bertemu lagi karena jadwalku yang padat, begitupun dengan mereka. Terbukti 3 hari setelah itu, mereka langsung melejit dan populer di kalangan para Noona. Setelah kulihat MV Boyfriend yang berjudul sama dengan grup mereka yaitu boyfriend, harus kuakui, disana Kwangmin terlihat err..tampan? tapi, daripada Kwangmin, aku lebih suka pada Youngmin. Soalnya dia itu tidak tengil seperti Kwangmin *ditimpuk sandal swallow sama Kwangmin*.
Hari ini jadwalku sudah berakhir, kuputuskan untuk mampir ke tempat latihan mereka. Sekalian ingin ngajak makan malam bareng. Niatnya sih ingin datang Kyu Oppa saja, tapi pasangan homo-EunHae *ditimpuk duit* memaksa ingin ikut. Apa boleh buat, melarang mereka juga percuma saja. Begitu sampai di tempat latihan mereka, ternyata mereka sedang latihan menari untuk cover dance mereka. Waah Minwoo benar-benar jago dance! Tapi kenapa aku malah lebih suka dengan tariannya Kwangmin ya? Padahal mereka menari dengan tarian yang sama. Aish! Aku ini mikir apaan sih? Sadarlah Lee Cheonsa!
Mereka selesai sekitar setengah jam kemudian, kemudian akupun masuk ke tempat latihan mereka. Aku masuk sendirian, sedangkan pasangan homo itu sedang pergi ke toilet, aish! Mereka itu lama-lama bisa jadi homo betulan! Sedangkan Kyu oppa sedang membeli minum untuk kami berempat, kasihan sekali, maknae yang tertindas -_____-
“Waah, daebak!” ucapku seraya masuk dan bertepuk tangan. Kontan semua orang yang ada disitu langsung melihat ke arahku.
“Annyeong haseyo!” ucap mereka serempak, kecuali Kwangmin pastinya.
“Annyeong semuanya! Waah jinjja daebakida! Padahal kalian masih baru, tapi sudah seperti pro saja!” pujiku sambil mendekat ke arah mereka.
“Gomawoyo, Noona! Ohya, ada apa Noona datang kesini? Noona sendirian?” tanya Youngmin.
“Ah tidak apa-apa, hanya ingin menengok kalian saja. Aku tidak sendirian, aku datang dengan..” belum selesai ucapanku, tiba-tiba sebuah tangan sudah bertengger manis di bahuku.
“Oh ini ya boyband baru itu?” Donghae Oppa langsung sok akrab.
“Annyeong haseyo!” kembali mereka mengucapkan salam dan bungkuk dalam-dalam. Sekarang Kwangmin ikut membungkuk, dasar cari muka!
“Power kalian bagus sekali, aku jadi iri!” kini Monyet Oppa *ditimpuk masker tai kuda sama ELF* yang sok-sok akrab.
“Kamsahamnida!” ucap mereka serempak.
“Tentu saja mereka itu powernya masih bagus Oppa! Mereka’kan masih muda, berbeda denganmu!” celetukku yang disambut jitakan hangat dari Hyuk Oppa.
“Aish, appo!” elusku sambil mengembungkan pipiku.
“Rasakan! Ah kenalkan, Hyukjae imnida, panggil saja Eunhyuk, the machine dance-nya Super Junior” sombong sekali -______-
“Kalau aku Donghae, aku ini...”
*setelah acara perkenalan semua member*
“Kalian sudah selesai? Bagaimana kalau kita makan malam bersama? Hae Oppa yang traktir” ujarku ringan sambil menunjuk pada Donghae Oppa.
“Yak! Kau ini apa-apaan sih? Kau yang ajak, kau yang traktir dong!” Hae Oppa terkejut dan langsung membantahnya.
“Oppa, kan kau sendiri yang mau ikut, tanggung akibatnya dong!” balasku.
“Ya sudah, biar aku saja yang traktir” tiba-tiba saja Kyuhyun Oppa muncul dan masuk ke dalam ruangan sambil memberikan minuman pada kami.
“Jinjja?” tanya Jeongmin.
“Ne, sekarang bersiap-siaplah” jawab Kyuhyun Oppa.
Semua memberpun langsung keluar ruangan untuk bersiap-siap.
“Aish jinjja Oppa, kau tidak harus melakukannya” aku jadi merasa tidak enak padanya.
“Kalau Donghae Hyung saja tidak mau, apalagi si Monyet itu” dan perkataannya ini mendapat jitakan dari Hyuk Oppa.
Aku hanya bisa terkekeh melihatnya. Kebaikan dan sifat evilnya itulah yang membuatku semakin menyukainya.

JO KWANGMIN POV
“Ya sudah, biar aku saja yang traktir” tiba-tiba saja seorang namja masuk sambil memberikan minuman pada mereka. Sepertinya member SuJu juga.
“Jinjja?” tanya Jeongmin Hyung.
“Ne, sekarang bersiap-siaplah” jawab namja itu.
Kami semuapun langsung berhamburan ke luar ruangan.
***
“Siapa namja itu?” tanyaku pada Donghyun Hyung saat kami berada di dorm kami.
“Namja mana?”
“Namja yang akan mentraktir kita, apa dia member SuJu juga?” tanyaku.
“Ya Tuhan Kwangmin-ah, kau tidak mengenalnya?” tanya Jeongmin Hyung tidak percaya. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Apa aku ini kuper ya?
“Dia salah satu member SuJu, maknae tepatnya. Cho Kyuhyun, masa kau tidak mengenalnya?” jawab Donghyun Hyung.
Cho Kyuhyun?
“Sudahlah, lebih baik kau ganti baju. Mereka sudah menunggu” perintah Donghyun Hyung.
Baiklah, sepertinya aku mengenalnya sekarang. Tunggu dulu, mana HPku? Ya ampun! Aku menginggalkan HPku di ruang latihan.
“Aku segera kembali” pamitku pada yang lainnya.
Tapi, tepat saat aku akan memasuki ruangan latihan, sebuah pemandangan menghentikanku. Kulihat disana Eunhyuk dan Donghae Sunbae sedang melatih tarian baru mereka. Tapi bukan itu yang membuatku menghentikan langkahku. Kulihat Cheonsa dan Cho Kyuhyun sedang bercanda ria. Entah setan apa yang berbisik di telingaku, akupun membalikkan badanku tanpa mempedulikan HPku yang belum ku ambil. Aku masuk kembali ke dorm kami dengan setengah membantingkan pintu. Member yang lain agak terkejut.
“Kenapa kau?” tanya Youngmin.
“Tidak apa-apa..” aku berusaha menghindari eye-contact dengannya. Dia pasti tahu aku sedang kesal. Akupun menghampiri Donghyun Hyung.
“Aku tidak ikut ya?”
Donghyun Hyung yang sedang memakai sepatu langsung menghentikan kegiatannya dan menatapku.
“Kenapa?” tanyanya.
“Aku..sedang tidak enak badan..” ucapku bohong sambil menunduk.
“Jinjja? Tadi waktu latihan kau baik-baik saja’kan?” tanyanya sambil meraba keningku.
Aku menangkal tangannya sebelum dia mengetahui kebohonganku. Tapi sialnya, Jeongmin Hyung malah merangkulku dan memaksaku ikut.
“Kau ini seperti perempuan saja, ayolah! Ikut saja, mumpung ditraktir”
Kalau saja yang memintaku ikut hanya Jeongmin Hyung saja, aku bisa menolaknya. Tapi ini malah semua member memaksaku ikut. Terpaksa, aku mengikuti kemauan mereka.
Setelah kami siap, kami semua langsung menghampiri mereka yang masih berada di ruang latihan kami. Masih bisa kulihat Cheonsa dengan Cho Kyuhyun itu sedang bercanda ria. Si Cho Kyuhyun itu sedang mengusap kepalanya, aish! Membuatku tambah kesal saja!
“Sudah siap? Kajja!” ajak Eunhyuk Sunbae.
Selama perjalanan, Cheonsa selalu bersama dengan si Cho Kyuhyun itu, seperti dunia milik mereka berdua dan yang lainnya ngontrak. Selama perjalanan pula, aku tidak bicara sepatah katapun dan sengaja selalu berjalan paling belakang. Tapi sejauh apapun jarakku dengan Cheonsa, tetap saja aku selalu bisa melihat kemesraan mereka berdua. Aaakh! Rasanya aku ingin segera pulang!
TBC
Otte? Bagus gak? Bagus ya? Bagus dong! #pedetingkatdewa.
Mian kalo feelnya gak dapet atau ada adegan yang ngagejleg #bahasaapaantuh? No Bashing! No Plagiating #apapulaini?
Pokoknya, komen kalian akan sangat membantu buat kelanjutannya FF abal ini, haha! Baiklah, silakan komen dan salam pramuka!

4 thoughts on “My Neighbor Part 1

  1. waah , ff’a tntang Boyfriend .. Asikk .. Wkwk
    Apalgi aku fans berat boyfriend , author laen x bkin yg bnyk ya ff yg pemeran utama’a member Boyfriend . :D
    Gamsahamnida :)

  2. @ika : pastiiiii, mohon dukungannya yaa

    @yeni : saya juga fansnya Boyfriend, bias saya Kwangmin #curcos. Ne~, gomawoyo.., baca kelanjutannya juga yaa

    @wunie : iya, saya juga ga bisa baca kalo di hp mah, ngga tahu kenapa, tapi ff ‘he’s our girl’ part 13 juga sama. Nanti saya nanya sama adminnya dulu ya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s