Married to Cho Kyuhyun Part 2. PG 15

annyong readers :)
maaf ya part 2 nya laaaaaamaaaaaa banget. maklum authornya baru jadi mahasiswi hihi

silahkan menikmati part 2 yg ancur ini hehe

Sunghyo POV

Aku memarkirkan mobilku di
pekarangan rumanku. Tadi eomma
dan appa memintaku untuk mampir
kerumah sebelum pulang ke
apartementku. “na wasseo!” ucapku
sedikit berteriak
“eo Hyo-ah wasseo!,” ucap eomma
menyambutku, lalu disusul appa
dan Songhoon, adikku
“eo, kenapa eomma dan appa
menyuruhku kesini?” tanyaku to
the point

“apa salah kalau kami menyuruhku
pulang kerumahmu sendiri, huh?”
eomma meletakkan secangkir
lemon tea dan biskuit lemon di
meja
“eonni, neo, kenapa kau tak bilang
kalau punya namjachingu setampan
Cho Kyuhyun?” tanya Songhoon
menyikut lenganku. Aku yang
sedang meminum lemon tea buatan
eomma tersedak. Tahu dari mana
dia soal Cho Kyuhyun?

“ah matda, kenapa tak
menceritakan pada kami Hyo-ah
kalau Cho Kyuhyun melamarmu?
Untung saja tadi ayah Cho kyuhyun
datang kemari bersama
keluarganya dan juga Kyuhyun.
Beliau meminta izin pada appa
untuk menikahkanmu dengan
Kyuhyun,
“ jelas appa

“mwo ? Cho sajangnim kesini? Aish!”
gerutuku. Ternyata Cho sajangnim
sudah selangkah lebih dulu dariku.
“ terus appa bilang apa pada
keluarga Cho?” semoga saja appa
menolak
“tentu saja appa setuju. Cho
Kyuhyun itu pria yang tampan, baik
dan terlihat cerdas. Dia sangat
cocok denganmu,” aish, matilah
aku. Kalau begini caranya,
bagaimana aku bisa menjelaskan
yang sebenarnya pada keluargaku.

—-…—-

Kyuhyun POV

Seharusnya aku tidak usah
menuruti kemauan eomma kalau
akhirnya seperti ini. Apa ini? Aku
dijodohkan, ani, lebih tepatnya
dipaksa menikah dengan gadis yang
sama sekali tidak aku ketahui
kecuali namanya, Nam Sunghyo.
Aku heran kenapa aku bisa
dinikahkan dengannya kalau
orangtuanya sendiri tidak tahu
kalau putri mereka akan
dinikahkan. Yang mereka tahu
malah aku adalah kekasih dari
anaknya.
Dan apa apaan itu appa? Dia
mengarang cerita pada keluarga
Nam agar mereka mengizinkan
putrinya menikah denganku.

Sunghyo POV

Disinilah aku sekarang, berada di
depan altar. Kami telah
mengucapkan janji suci itu. Janji
antara kami dan Tuhan. Aku dan
pria disampingku ini, yang sekarang
telah menjadi suamiku, kami
menerima pernikahan ini karena
nyonya Cho terus saja meminta dan
memohon pada kami berdua.
Bahkan eommonimku itu tidak
segan segan merecokiku bekerja.
Aku dan Kyuhyun sepakat untuk
menjalani pernikahan ini,
kedepannya biar waktu saja yang
menentukan.
“mempelai pria dipersilahkan
mencium mempelai wanita,” tiba-
tiba suara pastor itu membuyarkan
lamunanku. Apa? Mencium? Aku
belum siap!

Perlahan Kyuhyun mendekatkan
wajahnya padaku, aku menutup
mata takut. Tak lama kurasakan
bibir lembutnya mendarat di
bibirku. Apa kataku barusan?
Lembut? Sedetik kemudian
Kyuhyun melepaskan bibirnya dari
bibirku. Dia tersenyum padaku,
akupun membalas senyumnya
seadanya.

“eonni! Cukhae! Akhirnya kau
menikah,” ucap Jae In terlihat
senang, lalu memelukku erat
“cukhae Hyo-ah, ” Joongki oppa
memberi pelukan kecil padaku. Aku
memang dekat dengan Joongki
oppa, dia sudah seperti oppaku
sendiri. Aku hanya mengangguk
“cukhae Kyuhyun- ssi, jaga
dongsaengku baik-baik ,” pesan
Joongki oppa pada Kyuhyun
“tenang saja hyung,” ucapnya
mantap. Bagaimana dia bisa
menjagaku dengan baik, dia saja
belum mengenalku dengan baik
“Hyo sayang, cukhae, aku senang
melihat kau memakai baju
pengantin seperti ini, kau cantik, as
usual,” Jie Eun memelekku sangat
erat. Aku menangis dipelukannya.
Bukan menangis bahagia, lebih
tepatnya menangisi nasibku.
Bagaimana semua orang merasa
senang melihatku menikah?
Sedangkan aku sendiri tidak tahu
perasaanku saat ini.

“Kyu, my bro! Congratulation for
your wedding. Kau beruntung sekali
bisa mendapatkannya. Aku dan
Donghae yang mengincarnya dari
lama saja tidak mendapatkannya,
lalu kau? Hah sudahlah cukhae,” aku
tahu itu Choi Siwon dari Hyundai
corp. Kyuhyun mengenalnya?

“cukhae Sunghyo- ssi, aku senang
melihatmu menikah walau bukan
denganku,” dan ini Lee Donghae, ia
tertawa lalu menepuk pundakku,
“kau harus sabar dengan sahabatku
yang satu ini,” ucapnya lalu
meninggalkan aku dan Kyuhyun

“kau mengenal mereka?” tanyaku
pada Kyuhyun saat sudah tidak ada
orang disekitar kami
“siapa ? Siwon dan Donghae?”
tanyanya, aku mengangguk.
“mereka sahabatku, wae?”
“ani ,” aku hanya menggeleng

—-…—-

Kyuhyun POV

Aku dan Sunghyo pulang ke
apartemen milik Sunghyo, karena
Sunghyo menolak menerima
apartement baru dari appaku. Dia
merasa lebih nyaman tinggal di
apartementnya, yang sekarang juga
menjadi apartementku.
“Sunghyo -ah bangun,” aku
menepuk pipinya pelan,
membangunkannya. Kurasa dia
lelah hari ini, buktinya dia tertidur
saat perjalanan dari rumahku
menuju apartementnya
Sunghyo menggeliat pelan lalu
meneggakan tubuhnya. “kita sudah
sampai, ayo turun,” ucapku. Aku
membuka seatbeltnya, dia
memberiku seyuman sebagai tanda
terimakasih

Aku turun lalu membuka bagasi
mobilku dan mengeluarkan
koperku yang berisi pakaianku.
Lalu aku membuka pintu belakang
mobil dan mengambil kedua
anakku, psp dan laptopku. “kau
punya eomma sekarang,” ucapku
dalam hati pada benda mati
ditanganku
Entahlah aku merasa sedikit senang
dengan pernikahan ini. Aku merasa
kalau Sunghyo bisa menjadi
pendamping yang baik untukku.
Hah semoga saja

“lantai berapa apartementmu?”
tanyaku pada Sunghyo saat kami
sudah di berada di dalam lift. “ tiga
belas,” ucapnya singkat. Lalu aku
memencet tombol bertuliskan
angka 13. Selama di lift kami hanya
diam. Jujur, aku juga tidak tahu
harus berkata apa.

—-…—-

Sunghyo POV
‘TING’
Kami sampai di lantai tiga belas. Aku
memasukan jari telunjukku pada
alat pendeteksi dan ‘KLIK’ pintu
terbuka. Kyuhyun mengikutiku
masuk kedalam apartement
“kau harus menemaniku menemui
pihak keamanan apartement ini
besok, kalau tidak aku tidak bisa
keluar masuk rumah ini,” pintanya.
Aku hanya mengangguk.

“taruh saja koper-koper itu
dikamar, nanti biar aku yang
menyusunnya dilemari,” Kyuhyun
mengangguk, lalu memasuki satu-
satunya kamar di apartement ini.
Aku mengehempaskan tubuhku
pada sofa berwarna merah maroon
yang ada diruang TV apartementku.
Aku memijat kakiku yang sedikit
pegal. Bagaimana tidak? Berdiri
memakai high heels dari pagi
sampai sore.

“Hyo-ah aku lapar,” Kyuhyun duduk
disebelahku lalu menyalakan TV.
Kurasa dia seudah bisa
menyesuaikan diri dirumah ini,
terlihat dari sikapnya yang sudah
menganggap rumah ini rumahnya
sendiri. Tapi memang benar sih, ini
rumahku, dan dia suamiku, sama
saja kan.
“arraseo, kau mau makan apa?”
tanyaku beranjak ke dapur.
Kyuhyun mengikutiku ke dapur
“memang kau bisa masak apa saja?”
ia duduk di meja makan yang
berada di dekat dapur
“apa saja, dan kau mau apa?”
“jajangmyeon?” pintanya. Aku
mengangguk mengiayakan. “kau
tunggulah dulu, mungkin ini akan
sedikit lama. Kau bisa menonton
TV,” usulku sembari memerlukan
bahan bahan yang kuperlukan dari
dalam kulkas
“shireo ! Aku ingin melihat istriku
memasakkan makanan pertama
untukku, ” ucapnya yang berhasil
membuatku menatapnya. Dan dia
tersnyum. Keanapa dia berkata
seperti itu? Sudahlah lupakan.

—-…—-

Aku tersenyum melihat Kyuhyun
menyantap jajangmyeon buatanku
dengan lahap. Aku senang jika orang
lain menyukai masakanku.
“daebak! Ini enak sekali Hyo-ah,
sudah lama sekali aku tidak
merasakan bagaimana rasa
jajangmyeon,” ia tersenyum.
Senyumnya manis sekali. Manis?
“gomawo Kyuhyun-ah , aku takut
kau tidak suka dengan jajangmyeon
yang kubuat, ternyata sebailiknya.
Aku senang,” aku lalu berjalan
mengambil segelas air putih
untuknya
“gomawo Hyo-ah, eommaku tidak
salah memilih istri untukku, ”
ucapnya tersenyum sembari
mengacak kecil rambutku. Aku
tersenyum
“kau mau buah?” tawarku sambil
membuka kulkas, dia
menggelengkan kepalanya.
Ternyata pesedian makananku
sudah menipis, aku harus belanja
sekarang. Bahkan aku tidak
memiliki roti untuk sarapan besok

“Kyu, aku mau belanja ke
supermarket dibawah dulu,
persedian makanan habis,” ucapku
lalu memasuki kamar, mengambil
dompet dan memakai sweater
putihku

“aku ikut,” Kyuhyun membuka
kopernya, mencari sweaternya
“kalau seperti itu kau mencarinya,
percuma saja aku membantumu
melipat baju-baju ini dari lemarimu
tadi,” aku menyuruhnya
menyingkir. Aku ingat tadi menaruh
sweaternya di koper bagian bawah.
Aku mengambilnya dan
memberikan pada Kyuhyun. Aku
duduk di depan meja rias, sedikit
kesusahan mengikat rambutku,
karena aku tidak menemukan
sisirku.

Tiba-tiba Kyuhyun berdiri
dibelakangku, mengambil alih
rambutku dari tanganku. Kyuhyun
merapikan rambutku dengan
jemarinya, lalu mengikatnya. Tidak
buruk untuk ukuran pria.
“gomawo ,” ucapku.
“kajja , nanti keburu malam,”
Kyuhyun merangkul pundakku. Aku
sedikit kaget, tapi sudahlah, dia
suamiku kan?

—-…—-

Aku mengambil bahan-bahan yang
kuperlukan. Daging, sayur, baso,
sosis, bumbu dapur, dan
sebagainya. Sedangkan Kyuhyun
dengan tenang mendorong
keranjang belanja kami
“jangan lupa roti dan camilannya
Hyo-ah, ” aku mengangguk. Aku dan
Kyuhyun berjalan ke arah camilan
dan roti. Dia mengambil beberapa
snack, coklat dan biskuit
Aku mengambil selai colkat
kesukaanku, aku menengok kearah
Kyuhyun yang masih asik memilih
kopi yang ia inginkan. “kau suka
selai apa Kyu?” aku sedikit
berteriak, “blueberry ,” ucapnya
siingkat dan kembali fokus pada
kopi-kopi yang ada
Lalu kami berjalan ke tempat
dimana susu berada. Aku
mengambil susu diet untukku, lalu
Kyuhyun mengambil susu yang
dikhususkan untuk pria. Aku
menengok kearah keranjang
belanjaku. Kebutuhanku bertambah
sekarang. Aku tersenyum
mengingat Kyuhyun yang sekarang
menjadi suamiku

Setelah itu aku dan Kyuhyun
memilih buah- buahan. Aku
membeli cukup banyak buah kali
ini. Jeruk, anggur, strawberry, dan
sekarang aku sedang membantu
Kyuhyun memilih apel. Kami
memang benar-benar newly wed
couple. Lalu kami mengambil
beberapa ice cream. Dan berjalan
menuju kasir. Setelah Kyuhyun
membayar semua belanjaan kami,
kami kembali ke apartement.

Kyuhyun menaruh barang belanjaan
di meja makan dan aku
menyusunnya di lemari es. Kyuhyun
lalu masuk kedalam kamar. Setelah
selesai merapikan belanjaan kami
ke dalam kulkas, aku menyusul
Kyuhyun kedalam kamar. Aku
membuka sweaterku lalu memutar
leherku yang cukup pegal. Aku naik
ke tempat tidur, ah nyaman sekali
di tempat tidur. Rasanya seperti
berbulan bulan aku tidak
menyentuh tempat tidur.

“kau sudah mengantuk?” tanya
Kyuhyun yang memainkan pspnya.
Aku mengangguk, “kau tidak
mengantuk? Apa kau tidak lelah
seharian ini?” tanyaku sambil
memejamkan mataku. “ani ,”
jawabnya lalu merebahkan
tubuhnya disebelahku. Kurasakan
tangannya menelusuri wajahku. Aku
membuka mataku
“kau yakin sudah mengantuk Hyo-
ah?” tanyanya lalu mencium
keningku. Aku mengangguk, lalu
Kyuhyun mencium hidungku.
“Kyu…” aku menjauhkan wajahnya
dari wajahku, tetapi wajahnya
mendekat lagi kearahku.

“tapi aku belum mengantuk Hyo-
ah,” ia mencium kedua pipiku
bergantian, lalu mencium bibirku.
Kyu melepas bibirnya dari bibirku
lalu tersenyum penuh arti. Aku
mengrenyitkan keningku, apa
maksudnya? Kyu mengecup bibirku
kilat
“yasudah kalau kau sudah
mengantuk, ayo tidur, lagipula
masih ada hari esok” dia menarik
selimut menutupi tubuh kami
berdua. Ah, aku mengerti
maksudnya. Ternyata dia ingin kami
melakukan hubungan suami istri.

Kyuhyun menariku dalam
pelukannya, aku hanya diam
menerima perlakuannya. Rasanya
nyaman berada dalam pelukannya.
Kyuhyun menyanyikan lagu
untukku. Suaranya sangat bagus
ternyata. Tapi, apa Kyu memang
ingin melakukan hubungan suami
istri itu? Yah memang ini malam
pertama kami. Tapi jujur, aku
belum siap dan aku sangat lelah.

Tapi aku teringat dengan pesan
eomma, ‘turutilah semua
permintaan Kyuhyun sekalipun kau
sudah sangat lelah, Kyuhyun itu
suamimu’. Apa aku harus menuruti
kemauannya atau tidak?

“hmm Kyu,” ucapku pelan,
membuat Kyuhyun menghentikan
nyanyiannya. “Wae?” pandangan
Kyuhyun beralih padaku yang
berada dalam pelukannya
“ng kalau kau memang… memang
mau itu sekarang, aku tidak
masalah kok,” ucapku sedikit
gugup. Sedikit aneh bukan kalau
seorang istri mengajak suaminya
untuk berhubungan
“tidak usah, aku tahu kau lelah,
lebih baik kau tidur saja,” Kyuhyun
kembali membenamkan wajahku
didadanya yang bidang
“jeongmalyo ?” tanyaku
meyakinkannya

“kau ini sedang menggodaku atau
apa, huh?” tuh kan, dia malah
menganggapku sedang
menggodanya
“ani , aku ini istrimu, jadi aku harus
menuruti keinginanmu,” aku
melepas pelukannya padaku
“sekalipun kau sangat lelah?”
tanyanya, aku mengangguk mantap.
Aku harap keputusanku ini tepat.
“kau yakin Hyo-ah?” lagi-lagi aku
mengangguk. “arraseo, aku tidak
menolak kalau kau memaksaku, ”
sedetik kemudian kurasakan bibir
Kyuhyun sudah melumat bibirku,
lembut, hangat. Ya! Siapa yang
memaksanya?! Aku hanya
menawarkan!

Kyuhyun menggigit bibirku pelan,
memintaku untuk mengizinkan
bibirnya menjelajahi bibirku lebih
dalam. Perang lidah terjadi diantara
kami. Kyuhyun semakin erat
memelukku, dengan demikian aku
mengalungkan lenganku pada
lehernya.

Ciuman Kyuhyun beralih keleherku.
Tanganku menyusup di sela-sela
rambutnya. Rambutnya halus.
Tangan Kyuhyun masuk kedalam
kausku lalu mengelus pelan
perutku. Aku mendesah tak karuan
saat Kyuhyun menghisap leherku.
Kyuhyun mengangkat kausku, lalu ia
membuka kaus yang dipakainya.
Aku semakin kuat meremas
rambutnya saat Kyuhyun menghisap
dadaku.

Dia menarik celanaku, hingga kini
aku hanya memakai bra dan celana
dalamku. Kyuhyun berdiri dan
membuka celananya lalu naik
kembali ke tempat tidur. Dia
menindihku. Menikmati tubuhku,
kurasa. Lalu dia melepas bra dan
celana dalamku, sehingga kami
berdua tidak memakai apapun.
To be continued

54 thoughts on “Married to Cho Kyuhyun Part 2. PG 15

  1. wah ini mah rate y nc-17,,,,, oh so sweet bgt part ini beda dr karakter kyu yg biasa y,,,,kyuhyun.nerima apa ada y ini yg bikin seru n penasaran masalah yg kyk ap yg bakal muncul krn merwka b’2 nerima pernikahaan y n rela ngelakuin hubungan suami.istri…….
    Lanjut jgn lama2 dong…

  2. author, aku marah ~

    aku nunggu udah lama ni, nggak di post post, aduh, udah seru-serunya, ayoo nah thor, ayonah, lanjutannya, :(

    FF yang sudah lama aku tunggu ini thor, FF NC faforitku ini,

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s