Never Let You Go

Title		: Never Let You Go (one shot)
author	: Kim Hyo Neul aka Ruri Ariyanti
main cast	:Kim Hyun Joong, Lee Haneul, other SS501 member
rating		: PG-15
genre		:romance

ps		:ff ini udah pernah dipublish di fan3less.wordpress.com dan fbku sendiri. Dan itu semua asli punyaku.
disclaimer	: they are being of God. This story is mine.
Seoul, south korea
Haneul POV
Hari ini aku dan Hyun Joong akan kencan. Sudah lama sekali rasanya kami tidak melakukan kencan. Ah, aku ingat sekarang. Semenjak dia debut dengan grupnya. Jadwalnya yang super padat itu membuat kami jarang kencan. Jangankan kencan, sekedar bertemu melepas rindu saja jarang kami lakukan. Dan yang lebih parahnya lagi, tidak ada orang yang tahu bahwa aku kekasih dari seorang leader grup SS501. Hanya member dan keluarga kami saja yang mengetahuinya. Ini semua bukan mauku. Hyun Joong yang menginginkannya. Meskipun tampak gila tapi entah kenapa aku menyetujui maunya itu.
Aku melirik jam dinding bergambarkan SS501 yang menempel di dinding kamarku. Setengah jam lagi Hyun Joong akan menjemputku. Aku harus segera bersiap-siap. Aku tidak mau dia menungguku.
Seharusnya 5 menit yang lalu dia sudah datang menjemputku. Tapi sampai sekarang aku masih menunggunya di teras depan rumahku. Mungkin dia sedang terjebak macet. Sebaiknya aku tunggu saja dia.
1 jam sudah aku menunggunya. Kenapa dia lama sekali? Atau jangan-jangan terjadi sesuatu padanya di jalan?
Aku menekan beberapa angka yang sudah kuhapal diluar kepala.
‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.’
Kenapa ponselnya tidak aktif? Aku berinisiatif menelepon Kyu Joong, teman satu grupnya. Saat aku hendak menelepon Kyu Joong sebuah panggilan masuk di ponselku.
“yoboseyo. Young Saeng, ada apa?” ternyata Hae Young Saeng yang juga teman satu grupnya Hyun Joong meneleponku.
“...”
“ne, arraseo..”
“....”
“gwaenchana”
Young Saeng memberitahukan bahwa Hyun Joong tidak jadi datang karena ada keperluan mendadak. Aku hanya bisa memakluminya. Entah ini sudah keberapa kalinya dia membatalkan acara kencan kami. Daripada aku murung disini lebih baik aku jalan-jalan saja. Sepertinya udara malam bisa memulihkan semangatku.
***
“lebih baik kau putus saja. Aku tidak tega melihatmu seperti ini. Aku tidak mau dongsaengku yang cantik ini jadi pemurung. Lagipula banyak namja lain yang suka padamu. Tapi kau tetap saja mempertahankan Hyun Joong yang pabo itu.” Ucap Seung Hun oppa. dia adalah kakakku satu-satunya. Dia sangat menyayangiku. Bisa dibilang dia adalah brother complex. Hyun Joong sempat mengalami perjuangan keras demi melunakkan hati Seung Hun oppa. hingga akhirnya Seung Hun oppa bisa menyerahkanku padanya. Seung Hun oppa sudah berulangkali mengucapkan kalimat itu kepadaku. Tapi selalu kuanggap angin lalu.
Sepertinya ucapan Seung Hun oppa ada benarnya juga. Lagipula semenjak Hyun Joong jadi artis dia sudah tidak pernah menghubungiku lagi. selalu aku yang menelepon dan mengiriminya sms meski hanya sekedar menanyakan kabarnya. Tapi dia selalu menjawabnya dengan singkat. Sepertinya hanya aku saja yang takut kehilangan dia. Sekarang aku sudah capek. Aku sudah lelah. Mungkin memang lebih baik aku mengakhiri semua ini.
To: Chagiya
‘chagi, mian. Sepertinya kita tidak bisa melanjutkannya. Lebih baik kita berpisah saja. Aku serius. Saranghae’
Hah....
Esok akan menjadi hari pertamaku menjadi orang yang bebas. Aku yakin keputusanku ini tidak akan membuatnya sakit hati.
Hyun Joong POV
From: My Shine
‘chagi, mian. Sepertinya kita tidak bisa melanjutkannya. Lebih baik kita berpisah saja. Aku serius. Saranghae’
Apa yang sedang ada dipikiran yeojachinguku saat ini? Bagaimana bisa dia tiba-tiba memutuskan hubungan yang telah kami jalin selama 2 tahun ini secara sepihak. Aku tahu dia pasti sedang kecewa padaku karena aku membatalkan kencan kami kemarin. Tapi Haneul yang aku kenal, sekecewa apapun dia padaku belum pernah sekalipun dia berkata pisah padaku. Walaupun hanya untuk bercanda. Aku mengacak rambutku. Kenapa semua jadi seperti ini?
“Hyung, gwaenchana?” tanya Young Saeng.
“gwaenchana”
Seharian aku memikirkan kata-kata Haneul. Mungkin ini memang jalan terbaik untuknya. Dia harusnya mendapatkan namja yang selalu ada untuknya. Urusan hatiku biarkan aku sendiri yang menanggungnya. Aku akan bahagia jika Haneul juga bahagia.
Few month later....
Sudah lewat beberapa bulan setelah aku berpisah dengannya. Tapi otakku masih saja dipenuhi dengan bayangannya. Biasanya dia akan menelepon ataupun mengirimiku sms walaupun hanya sekedar menanyakan kabarku. Ah,aku sangat merindukan senyumnya. Tak pernah sekalipun dia mengeluh padaku akan padatnya jadwalku sehingga aku tidak bisa menemuinya sekali saja.
Haneul POV
Hari ini aku akan pindah. Entahlah, walaupun aku sendiri yang mengatakan ingin berpisah dari Hyun Joong tapi tetap saja aku tidak bisa melupakannya. Maka dari itu aku memutuskan untuk ikut orang tuaku yang kini sedang menetap di amerika. Seung Hun oppa tidak ikut karena ia bertanggungjawab pada perusahaan disini. Taksi yang aku pesanpun sudah menungguku didepan. Seung Hun oppa tidak mengantarku. Dia sedang ada meeting penting saat ini. Dia berjanji akan main kesana kapan-kapan.
Aku memandangi rumahku dari pintu taksi sambil memegang sebuah foto. Ya, benar. Foto aku dan Hyun Joong saat di pulau jeju. Dibelakang foto ada nomor ponselnya dan punyaku. Nomor ponsel kami hampir sama hanya berbeda diakhirnya. Tapi aku menghilangkan nomor itu jadi tinggal nomor Hyun Joong saja.
Aku memasuki taksi. Syukurlah jalanan sedang sepi jadi aku bisa sampai di bandara tepat waktu. Karena jalanan cukup sepi, taksi yang kunaiki melaju dengan kecepatan tinggi. Saat ada truk dari arah samping yang akan belok, supir taksi tidak bisa mengendalikan mobilnya. Singkat kata, kami menabrak sisi samping truk dan terpental sejauh 5 meter. Aku merasakan semua badanku sakit semua. Dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap.
Hyun Joong POV
“maaf, apakah anda mengenal pemilik ponsel ini?” suara seorang laki-laki yang sedang menelepon menggunakan ponsel Haneul. Dia siapa?
“ne”
“ah, teman anda mengalami kecelakaan. Dia sekarang berada di rumah sakit Seoul. Kami menemukan sebuah foto dan terdapat nomor ponsel anda dibaliknya”
“ne, aku akan segera kesana”
Aku mengambil jaket yang tergeletak di ruang tamu. Tak kujawab pula panggilan member lain. Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah Haneul. Aku merogoh saku celanaku mengeluarkan ponsel dan menghubungi Seung Hyu hyung.
Seung Hun hyung juga akan segera sampai. Aku berlari melewati beberapa koridor seperti petunjuk yang diberikan suster tadi. Ini ruangannya. Aku dapat melihat Haneul dengan darah ditubuhnya dari kaca. Aku tidak bisa menahan air mataku lagi. pertahananku runtuh setelah melihat kondisinya yang parah. Seung Hun hyung yang datang langsung memelukku. Dia juga terlihat sangat terpukul.
Dokter yang menangani Haneul sudah keluar. Ia mengatakan bahwa haneul mungkin akan mengalami koma dalam beberapa hari tapi jika ia tidak kuat maka dia akan meninggal. Pernyataan dokter barusan membuat kami berdua berdiri terpaku. Seung Hun hyung menyuruhku untuk menemuinya. Dia mengatakan bahwa mungkin saja ini kesempatan terakhirku untuk menemuinya.
Aku memasuki ruang inapnya. Aku hanya memandang wajahnya. Tanpa terasa air mataku jatuh. Aku tak bisa berkata-kata. Aku sangat merindukannya. Aku merindukan senyumannya yang ceria. Tapi mengapa saat aku bertemu lagi dengannya aku hanya bisa melihatnya dalam keadaan seperti ini. Aku menggenggam erat tangannya berharap bisa memberinya kekuatan agar ia bisa bertahan.
Seung Hun hyung masuk kedalam ruang inap. Aku tidak ingin mengganggu mereka jadi aku memutuskan untuk keluar. Tapi Seung Hun hyung mencegahku. Dia mau aku tetap disini.
“kau tahu. Sebenarnya kemana dia akan pergi hari ini? Dia akan pergi ke amerika. Dia akan pindah.”
Ucapan Seung Hun hyung membuatku menganga. Kenapa dia bisa tiba-tiba memutuskan untuk pindah.
“kau tahu, kenapa dia sangat ingin pindah?” ucap Seung Hun hyung seakan tahu isi pikiranku.
Aku hanya menggeleng lemah.
“dia tidak bisa melupakanmu jadi dia berpikir jika dia pindah maka akan mudah baginya untuk melupakanmu.”
Aku tersentak mendengar pernyataan dari Seung Hun hyung. Jadi selama ini dia juga sama denganku. Tapi kenapa dia mengatakan putus jika itu akan menyakiti hatinya. Aku tahu, selama ini aku sudah berubah. Tapi dia tak pernah mengeluh dan aku merasa dia baik-baik saja. Ternyata dia sangat tertekan dengan keadaan kami.
Setiap hari aku menjenguk Haneul dirumah sakit. Di sore hari setelah semua jadwalku selesai aku selalu mengunjunginya dan menemaninya. Di pagi hari, Seung Hun akan menggantikanku menjaganya.
Hari ini kebetulan aku sedang tidak ada jadwal. Aku menunggui Haneul seharian penuh. Aku menggenggam tangannya dan memandang wajahnya. Terlihat dahinya agak mengerut. Apakah dia sedang bermimpi buruk?
“saranghae.”ucapku sambil mencium dahinya, hidungnya, kedua pipinya, bibirnya dan pundak tangannya.
“i will never let you go.”
Aku agak mengantuk. Kuletakkan kepalaku disampingnya.
Haneul POV
Halmeoni. Aku bisa melihat halmeoni. Halmeoni memberikan tangannya seakan mau mengajakku kesuatu tempat. Saat aku hendak meraih tangan halmeoni aku mendengar suara.
“saranghae.”
Sepertinya aku mengenal suara itu. Benarkah itu suara Hyun Joong? Aku sangat merindukannya. Halmeoni kembali menatapku. Lalu kudengar lagi suara Hyun Joong.
“i will never let you go.”
Dengan langkah yang pasti aku melepas tangan halmeoni. Mianhae halmeoni, aku sudah tidak bisa membohongi hatiku lagi.
Aku mencoba menggerakkan badanku tapi yang bisa kugerakkan hanyalah jari-jariku. Sepertinya ada yang menggenggam tanganku erat. Kucoba membuka mataku perlahan. Hyun Joong.
Suaraku tidak bisa keluar. Tenggorokanku sangat kering sekali sehingga hanya rintihan saja yang bisa aku keluarkan. Hyun Joong terbagun dari tidurnya. Dia terlihat senang melihatku sadar. Aku sangat merindukan wajah kecemasan darinya. Dia lalu memanggil dokter dan mengambilkanku air minum. Dokter mengatakan bahwa sadarnya aku adalah sebuah keajaiban. Mereka semua mengira aku tidak akan bertahan. Seung Hun oppa berkata bahwa Hyun Joong setiap hari menjagaku.
Kini tinggal kami berdua diruangan ini. Seung Hun oppa sedang berbincang-bincang dengan dokter tentang keadaanku.
“mianhae.”ucap Hyun Joong.
“nado.”
“saranghae.”
Deg. Dia masih mencintaiku setelah aku memutuskannya secara sepihak.
“kau tahu. Aku sangat kehilangan dirimu. Aku sangat merindukanmu. Aku merindukan senyummu.”
“nado saranghae.”
Dia memelukku erat lalu menatapku dalam.
Diciumnya keningku.
Diciumnya bibirku. Aku hanya bisa menikmatinya tanpa membalas ciumannya sama sekali.
“sekali lagi jangan pernah berpikir untuk mengucapkan perpisahan. Ara?”
Aku mengangguk.
Seminggu kemudian aku diperbolehkan pulang. Tapi kali ini aku tidak pulang kerumah. Selama ini Hyun Joong ternyata sudah menabung dan membeli sebuah apartemen untuk kami. Rencana awal, kami akan menempatinya setelah kami menikah. Tapi Hyun Joong bilang lebih cepat lebih baik. Dia bilang ingin mengawasiku 24 jam penuh. Dan yang lebih membahagiakan lagi bulan depan kami akan menikah.

Mianhae, sekali lagi bikin ff yang gaje. Mian juga buat fansnya SS501 kalau ada yang salah dalam karakternya Hyun Joong oppa. karena ini adalah ff yang amburadul jadi aku harap kalian semua komen supaya aku bisa memperbaiki kedepannya.
gomawo

One thought on “Never Let You Go

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s