The Hardest Thing Part 1


Cast : Cho Kyuhyun, Jung Hyeri, Shin Soohyo
Other Cast : temukan sendiri
Genre : Romance, Angst
Rate : PG



“Kudengar Kyuhyun berpacaran dengan anak tingkat satu.”

“Benarkah?”

“Aku juga baru mendengarnya. Nama gadis itu Jung Hyeri kalau tidak salah.”

“Beruntung sekali dia.”

“Nde. Aku saja iri dibuatnya. Tapi dia memang cantik sih.”

Sedikit perbincangan seru antara yang satu dan yang lainnya. Sedari aku menginjakkan kaki ke wilayah Universitas ini, pasti ada saja bagian orang yang membicarakan tentang hal ini. Kyuhyun yang berpacaran dengan anak tingkat satu. Terkadang komentar mendukung atau sesekali mengutuk. Seperti yang telah kau duga, Cho Kyuhyun adalah pria paling famous di sini. Yah terkenal karena memiliki segalanya. Sangat klasik, bukan?

Aku menundukkan kepalaku. Tuhan, cobaan macam apalagi ini? Aku juga tidak mengerti dengan apa yang ada diotak pria itu. Tidak bisakah sedikit saja dia memikirkan perasaanku? Semakin lama ia semakin bertindak semena-mena saja.

Aku juga bingung harus bertindak bagaimana. Meninggalkannya? Membencinya? Atau memarahinya? Itu semua percuma dan tiada artinya jika kulakukan. Baiklah, Kyuhyun merupakan tunanganku!

Aneh kan, sedari aku berjalan masuk ke bagian kampus, tidak satupun dari mereka yang membicarakan Kyuhyun ikut memperhatikanku, padahal jelas-jelas bahwa aku adalah tunangannya. Itu dikarenakan tidak satupun penghuni kampus ini yang mengetahui hal itu, kecuali aku dan Kyuhyun sendiri. Bahkan teman-teman Kyuhyun pun juga tidak ada yang tahu. Ia memintaku merahasiakan semuanya. Tentang hubungan apapun yang telah terjadi antara kami. Tidak perduli terhadap siapapun itu.

Dan sekarang aku mendengar bahwa tunanganku memiliki pacar. Setahuku, dia bukanlah pria murahan yang suka bergonta-ganti pasangan atau menunjukkan kepada semua orang bahwa ia memiliki bakat playboy. Tapi kali ini dia telah melakukannya, memacari gadis lain!

‘Bukkk.’ Aku mengangkat kepalaku dan menyaksikan seorang pria bertubuh tinggi yang sangat familiar di ingatanku. Dia memandangku remeh dan berakhir dengan menatap kearah lain.

“Mianhe.” Ucapku pelan lalu beranjak pergi dari hadapannya. Yah, begitulah dia jika berhadapan denganku. Sinis dan dingin. Ditempat yang lain pun tetap sama. Ia berkelakuan seperti itu hanya denganku. Walau memang perawakannya agak dingin.

Kami memang sama sekali tidak pantas disebut bertunangan. Lebih cocok seperti musuh. Bertunanganpun juga tidak bisa dibilang terpaksa karena jujur aku mencintainya, kalau tentang pria itu aku juga tidak tahu tentang perasaannya.

Aku dan kyuhyun berteman sangat baik dulunya. Tapi waktu aku berumur 12 tahun. aku dan keluargaku harus pindah ke America karena perkerjaan ayahku yang sebagai arsitek harus membuat kami ikut pindah kesana. Waktu itu Kyuhyun sangat merelakanku untuk pergi bersama keluargaku tapi aku harus janji untuk kembali beberapa tahun lagi ke Seoul dan jangan pernah melupakannya.

Ketika berumur 17 tahun, aku mengalami musibah yang sangat berat dalam hidupku. Ayahku meninggal karena kecelakaan dalam perkerjaannya dan beberapa hari kemudian ibuku setres lalu penyakit jantungnya kambuh dan ikut menyusul ayahku ke surga. Aku benar-benar sendiri waktu itu. Tapi keluarga Kyuhyun memintaku untuk tinggal bersama mereka dan kembali ke Seoul. Terasa sedikit senang diantara kesedihanku. Setidaknya masih ada yang mau peduli terhadapku, disaat aku tidak memiliki siapa-siapa lagi.

Tapi ketika baru saja aku datang ke kediaman Cho, Kyuhyun telah memperlihatkan perubahannya. Dia berbeda, sangat berbeda. Ia seperti jijik dan tidak menyukaiku. Pandangannya juga bukan lagi seperti orang yang menyayangiku seperti beberapa tahun sebelumnya. Tapi dia tetap mengenaliku sebagai orang yang pernah muncul berapa tahun yang lalu dalam hidupnya.

Dan seperti inilah aku sekarang. Hanya bisa diam ketika tunanganku dibicarakan memiliki pacar. AKu tidak berhak untuk marah atau kesal didepan mereka semua, karena jika begitu aku pasti akan di tertawakan. Perasaanku? Jujur saja, sangat sakit. Tapi beberapa tahun ini aku hampir terbiasa dengan hal yang seperti ini. Hanya perlu berkelakuan seperti hal nya tak terjadi apa-apa terhadapnya.

—————

Pintu toilet wanita saat ini sedang tertutup rapat. Pasti bully-ing lagi. Di sekolah-an atau universitas elit dikorea, memang sering terjadi hal seperti ini. Yang lemah dijadikan korban untuk kesenangan pihak tertentu. Bahkan aku sendiri sering menjadi korbannya.

“Aku tak tahu apa yang membuat Kyuhyun Oppa bisa memilih gadis seperti ini.”

“AKu berani bertaruh, dia pasti menjual tubuhnya.”

“Gadis murahan sepertimu mana cocok dengan Kyuhyun oppa.”

“Kau tidak pantas dengan kyuhyun oppa.”

Suara-suara seperti itulah yang samar terdengar dari depan pintu toilet. AKu berani bertaruh pasti yang sedang mereka siksa adalah wanita yang dibicarakan sebagai pacarnya Kyuhyun. Perasaan iri memang sangatlah memalukan.

“Bisakah kalian membukakan pintunya? Aku sudah tidak tahan lagi.” Pintaku. Suara didalam semakin ricuh, antara takut dan kesal rutinitas mereka terganggu. Aku hanya menunggu pintu tersebut dibuka dengan perasaan cemas. Aku seperti menggali lubang kubur sendiri.

‘Bruaak’

“Kau?” Tanya salah satu dari mereka sinis. Dia Stephanie, aku mengenalnya karena seangkatan denganku dan merupakan teman dekat dari Kyuhyun. “Cari mati yah?” Lanjutnya lagi.

Beberapa gadis lainnya mengintip dari belakang yang ditutup oleh badan tinggi Stephanie dan pintu yang masih sedikit tertutup.

“Siapa yang sedang kalian kerjai? Hyeri? Mau mati ditangan Kyuhyun?” Tanyaku balik. Sebisa mungkin aku memasang tampang datar dan melawan. Stephanie terdiam. 3 cewek dibelakangnya saling berbisik-bisik takut.

“Jika Kyuhyun sampai tahu, kau yang akan kami cari!” Ucapnya dingin sambil menunjukkan telunjuknya kemukaku. “Ayo!” Ajaknya ke anggota gang nya yang lain untuk pergi. AKu hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah gadis itu. Gila! Dari dulu sekali Stephanie telah terobsesi dengan Cho Kyuhyun, tapi Kyuhyun hanya menganggapnya sebagai teman, tidak lebih. Gadis itu seperti tak terima dan memaksakan agar Kyuhyun tetap menjadi miliknya. Makanya jika ada gadis yang berdekatan dengan Kyuhyun slalu ia siksa. Apalagi ini, Jung Hyeri telah dipangkatkan sebagai pacar Kyuhyun! Sudah sampai kekabar yang seperti itu pula. Walau belum tentu itu kebenarannya. Jika aku bisa memilih, aku lebih ingin menjadi seseorang seperti Stephanie, walau Kyuhyun hanya menganggapnya teman tapi dia tahu bagaimana cara menghargai wanita itu. Tidak seperti aku yang merupakan tunangannya.

Aku memasuki toilet lalu menutup pintunya. Hyeri terduduk disebelah westafel paling ujung dan menangis. Rambutnya kusut dan baju nya sedikit sobek serta beberapa memar dibagian wajahnya. Aku mendekat kearahnya lalu ikut duduk mensejajarkan tubuhku didepannya.

“Kau tidak apa-apa?” Aku menggerakkan tanganku untuk menghapus airmatanya. Dia terlihat rapuh dan ketakutan. Mungkin belum terbiasa dengan kehidupan yang seperti ini. Aku tersenyum menatap mata hitam pekatnya. Gadis ini cantik dan sepertinya dia baik. “Kau pakai cardigan aku saja dulu.” Aku membuka Cardigan yang menutupi kaos lengan pendekku dan memakainya asal keatas tubuh mungil gadis itu.

“Gomawo.” Dia membalas senyumku dengan canggung. Kubantu ia berdiri dan pergi meninggalkan toilet ini. Aku hanya masih berharap, semoga Kyuhyun tidak benar-benar mencintainya. Iyah, aku harus berusaha percaya, mungkin Kyuhyun memacarinya karena untuk menjauhi gadis-gadis licik seperti Stephanie.

—————

‘Plaak’

“Auuuh.” Ucapku reflek karena rambutku tiba-tiba dijambak dan pipiku ditampar. Benar saja, gadis didepanku merupakan Stephanie dan teman-temannya. Mau apalagi mereka?

“Gadis kurang ajar seperti mu memang pantas mendapatkan hukuman.”

“Maksudmu? AKu melakukan apa?”

“Tak usah sok suci.” Teriak Aurel, teman Stephani tepat ditelingaku. Tangan kiriku menahan rambutku yang dijambak kuat oleh Stephanie. Mereka benar-benar keterlaluan jika menyiksa.

Dari ekor mataku, aku dapat melihat Kyuhyun yang juga menyaksikan ini. Dia hanya melihat saja, tanpa sedikitpun pandangan iba ataupun niat untuk menolongku. Selama ini bukan hanya Stephanie yang suka membully-ku, tapi juga beberapa teman dekat Kyuhyun lainnya. Aku heran, mereka terlihat seperti sangat membenciku, termasuk Kyuhyun sendiri, walau ia tak pernah ikut menyiksaku.  Sekalipun Kyuhyun tidak pernah mau menolongku jika aku dihadapkan dengan hal seperti ini. Dia hanya diam, menyaksikan lalu pergi. Dia memang bukanlah tipe yang suka ikut campur masalah orang lain. Tapi setidaknya, tidak bisakah sedikit saja dia mencegah mereka?

“Lepaskan!” Teriakku kesal sambil menghentakkan tangan-tangan mereka kasar. Kesabaranku telah habis. Mereka tidak akan berhenti jika aku hanya diam dan memohon, apalagi mengharapkan bantuan Kyuhyun. “Jika kau memang punya nyali, seharusnya jangan main keroyokan.” Ucapku lantang. Sekilas, aku menyaksikan Kyuhyun yang tersenyum sinis menyaksikan ini. Aku mendorong seseorang didepanku lalu beranjak pergi. Hari yang menyesalkan.

————–

Lagi-lagi keributan. Kapan di Universitas ini tidak ada hal-hal yang berbau seperti ini? Aku muak! Aku hampir mengabaikan segalanya jika saja tidak mendengar suara bass Kyuhyun ditengah keributan.

Ada apalagi ?

AKu memutar langkahku dari arah gerbang kembali ke kanan. Beberapa orang menatap takut dan sisanya tersenyum senang, seperti mendukung.

Dengan ragu aku memasuki kerumunan, melangkah cepat kebagian yang terdepan. Memang benar, lagi-lagi Kyuhyun. Tapi kali ini lawannya merupakan wanita.

“Yah! Bukan kah sudah kubilang, jangan ada yang berani mengusik Hyeri!” teriaknya kencang. Tangan kanannya mencengkram salah satu tangan Stephanie. Sepertinya berita Hyeri di Bully Stephanie kemaren telah sampai ke telinga Kyuhyun. Siapa yang memberitahunya? Pandangan matanya benar-benar marah. Ia telah sampai kekesalan tingkat akhir sepertinya. Stephanie akan mati sia-sia jika orang-orang terus berdiaman seperti itu tanpa membantu.

“AKu minta maaf….” Ucap Stephanie lemah. Ia menunduk. Keringat dingin terus keluar dari pori-pori kulitnya. Mukanya pun langsung pucat pasih.

Aku menunduk. Kyuhyun terlihat sangat marah. Jangan-jangan dia benar-benar mencintai Hyeri, ia sangat jarang semarah ini, bahkan merelakan teman seperti Stephanie demi Hyeri…………… Dugaanku bahwa Kyuhyun tidak suka ikut campur ternyata salah besar. Dia membela Hyeri mati-matian padahal di hari yang sama ia melihat ku secara langsung disiksa oleh mereka, tapi sedikitpun ia tidak melakukan itu. AKu kembali menatap ke depan.

“Kyuhyun-sshi hentikan.” teriakku kencang. Tangannya yang hampir melayang itu pun terhenti diudara. AKu memang terlalu lancang telah berani melakukan hal ini. Pusat perhatian-pun menjadi terarah kepadaku. Semuanya menatapku antara takjub dan meremehkan.

“Kyuhyun-sshi kau dipanggil Dosen Han.” Kataku berbohong. Dia melepaskan cengkramannya ditangan Stephanie lalu beranjak pergi dari keramaian.

“Urusan kita belum slesai!”

Aku mengikutinya dari belakang. “Aku bohong. Tak ada yang memanggilmu.” Ucapku pelan ketika keadaan sekitar kami benar-benar sepi. Aku tahu ini akan membahayakan untukku. Kyuhyun menghentikan langkahnya. Walau dia tak menghadap kearahku, aku yakin sekali raut wajahnya pasti sedang sangat amat kesal. Tangan kanannya mengepal kuat. Terlihat sedikit urat-urat tangannya yang menonjol. Aku mundur kebelakang, dan bodohnya malah menabrak dinding. Kyuhyun berbalik. Menatapku kesal, mungkin jauh lebih kesal dari yang ia lakukan terhadap Stephanie tadi. Dia mau memukulku? Aku semakin mendempetkan badanku kearah dinding. Bagaimana jika ia benar memukulku lalu aku pingsan dan ia sama sekali tak peduli? Berlebihan memang, tapi jika benar ia melakukan itu….aku akan kembali ke America!

Dia berjalan mendekat membuatku memejamkan mata pasrah. AKu ingin menangis sekencang-kencangnya agar setidaknya bisa membuatnya iba. Tapi semenjak orang tuaku pergi, aku tak pernah menangis lagi. Ahhh kenapa aku harus takut? Bukankah kami sepantaran? Maksudku tidak ada yang perlu ditakutkan diantara kami. AKu membuka mataku lalu membalas tatapannya. Ia berada tepat didepanku. Hanya berjarak beberapa centi.

“Kau memang pembohong.” Dia mulai melayangkan tangannya ke udara.

“Arrrggg.” Teriakku ketakutan. Tapi tangannya tak sedikit pun mengenai bagian tubuhku. Dia meninju dinding yang berada tepat disamping kepalaku. Aku melirik ketangannya. Bodoh! Pasti sakit sekali. Benar saja tadi itu bunyinya benar-benar kencang.

Aku mendorong tubuhnya agar menjauh dari hadapanku. Mungkin aku marah. Tapi aku bisa apa? Mendiami pria itu bukanlah hal yang bagus. Maksudku mendiaminya atau tidak itu adalah hal yang sama saja baginya. Bahkan mungkin ia lebih bersyukur jika aku berkelakuan seperti itu.

Jika diingat-ingat perlakuannya selama ini terhadapku, itu sama sekali tidak pantas disebut sebagai seorang pria yang menjaga tunangannya. Ia terlalu masa bodoh dan bahkan senang jika aku menderita. AKu muak dan ingin lari dari sini sejauh mungkin. AKu menyesal kenapa dulu ketika di America aku slalu memaksa Appa untuk kembali ke Seoul hanya karena merindukan pria bodoh itu. Jika disuruh memilih aku lebih ingin tinggal di America sendirian daripada di Seoul yang harus terus berhadapan dengannya.

Tapi mengapa? Karena aku telah mencintainya. Mungkin aku terlihat sangat bodoh. Jika mengingat Kyuhyun beberapa tahun lalu lah yang membuatku tetap bertahan disini. Melupakan fakta bahwa dia tidak menyukaiku disaat dewasa, walau dia tidak pernah membicarakannya secara langsung tapi tindakan yang ia lakukan selama ini telah menjelaskan semuanya. Aku hanya yakin mungkin dia belum siap untuk kembali bertemu denganku atau mungkin dia marah karena dulu aku meninggalkannya.

Kali ini dia berdiri agak jauh dariku. Menatapku dingin seperti biasa tapi rautnya telah netral kembali, tidak sekesal tadi. AKu mengambil napas berat sebelum mengatakannya. Baiklah, aku telah memutuskan satu hal. Jika Kyuhyun berkata bahwa ia mencintai Hyeri dan membenciku secara langsung. Aku bersumpah akan pergi sejauh mungkin dari hidupnya dan melupakannya. Aku janji tidak akan lagi membahas tentang siapa dia dulu dalam hidupku. keadaan yang seperti ini terus siapa yang tahan?

“Kau serius mencintai Hyeri?” Tanyaku langsung. Dia tidak menjawab dan malah memandang kearah lain. Seperti yang dipandangnya jauh lebih penting dibanding menatap kearahku.

“Pulanglah…….” Ucapnya singkat lalu berjalan duluan meninggalkanku. Slalu seperti ini jika aku menanyakan tentang gadis yang di cintainya. Ia tak pernah menjawab pertanyaanku. Malah sering diam dan mengabaikannya.

Aku ingin Kyuhyun yang dulu! Sebenarnya tidak ada perubahan mencolok dalam dirinya. Hanya saja dia yang sekarang terlihat benar-benar tidak menyukaiku. Aku tidak butuh dia mencintaiku atau tidak. Itu bukanlah hal yang penting jika keadaannya telah seperti ini. Aku hanya ingin setidaknya ia menganggapku sebagai temannya.

Sebenarnya aku sudah tahu jawaban apa yang akan dia ucapkan jika ditanyakan apakah ia mencintaiku atau tidak. Karena aku sudah sering sekali berkata seperti “Seharusnya kau tidak menyetujui pertunangan kita jika sebenarnya kau membenciku.” langsung didepannya.

Tapi ia juga slalu menjawab dengan hal yang sama. “Aku tidak ingin melukai nenek.”

Cukup jelas bahwa ia menyetujuinya karena nenek dan sama sekali tidak mencintaiku. Ayolah Shin Soo hyo kau tidak selemah ini. Hanya tunggu kepastian dari mulutnya yang sebenarnya baru kau bisa sejauh mungkin pergi dari ini semua.

Aku harap kau takkan menyesal karena telah menyia-nyiakanku Kyuhyun-an.

TBC

postingan pertama saja walau dulu smpt jadi freelance disini hihi.. ga ngerti yah sama ceritanya? mianhee, tapi ini jg baru perkenalan tokoh.. karakternya emang agak masa, sorry … but still need ur comment criticism and suggest.. kamsa ^^

28 thoughts on “The Hardest Thing Part 1

  1. kyaaaaaaaaaaaaaaaa aku suka banget ,banget banget,”Baiklah, aku telah memutuskan satu hal. Jika Kyuhyun berkata bahwa ia mencintai Hyeri dan membenciku secara langsung. Aku bersumpah akan pergi sejauh mungkin dari hidupnya dan melupakannya. Aku janji tidak akan lagi membahas tentang siapa dia dulu dalam hidupku” part yang aku sir berat,hehe kalau aku jadi kamu shin soo hyo aku akan berlaku dingin juga pada kyu,
    mudah2an kyu gak suka beneran sama hyeri >,<,ditunggu lanjutannya

  2. Kesel sumpah sama kyu,tunangan’a sendiri di siksa orang lain kok malah tenang-tenang aja…
    Jd kesel-kesel gimana gitu sama hyeri,udah soo hyo tinggalin kyu aja,terus buat kyu nyesel karena udah nyia-nyiain soohyo….sumpah aq nangis,berasa jd soo hyo…lanjut…

  3. mantaapp two thumbs up lagi buat karya kamu yang lain, hehehe…
    aku suka banget baca yang cruelty of love dari blog kamu keren banget. aku suka kalau kyuhyun jadi karakter jahat, cocok sih, hehehe.. ditunggu part selanjutnya ^^

  4. chingu salam kenal.
ihh aku suka ama cerita a, kyu a bkin kesel. tp pasti sbner a kyu sayang bgt tuh ama tunangan a cma ada yg dtutupi *alah ni bhsa ancur deh. hehe, pokok a harus lanjut yaa :-D, aku menunggu ..

  5. keren banget!
    telat banget sih komennya tapi nggak papa ya!
    jangan lupa lanjutannya ya oen!
    o ya aku mau minta yang kyuhyun pov dong!
    haha banyak maunya!

  6. At least, ceritanya lumayan menarik. Part 1 masih perkenalankan. Menurut gue sih ya karakter ‘aku’ sendiri kurang bgt nih penjelasannya. Terus gue baru tau namanya si ‘aku’ itu shin soo hyo setelah baca klmt “Ayolah Shin Soo hyo” di paragraph2 bawah. Ngeditnya lumayan bagus tp teteup ada typo dan AKu-nya kok gini sih.

    Jangan timpuk gue twinz. ._.V hwaiting!!!
    (P.s: KYUU LAGI? BOSEN KALI)

    • duh gue ngakak nih mbing.. -____- soalnya gue jg gatahu si ‘aku’ bentuknya gmn.. dia baik dan sabar sih makanya gue males (?) bangkeeee.. itu ga bermaksud alay coy.. soalnya gue ga nulis di ms word jadi agak nafsu nekan tombol shift nya -____-

      gamau tahu.. pkkny gue mau nendang lo secepatnya (?)
      -________________- kalo bukan kyu, ntar gue diblg selingkuh lagi.. image setia gue gimana? kan ga onyeoh

  7. Ngubek” mbah google ketemu ff ni udh lama ya..
    Aku suka crta yg kyk gini.
    Nyesek bgt klo ku jd shin so hyo…
    knpa ya kyu jd dingin..
    Psti ada sesuatu nih…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s