Lover’s Fight 2

Cheonsa POV

Aku tercengang menyaksikan keberanianku sendiri. Memutuskan hubungan dengan Lee Donghae? Menantangnya untuk bertanding, siapakah yang akan datang dan meminta maaf? Itu sama sekali bukan tipeku. Aku yang dulu tidak akan berani melakukan ini. The old me would do anything to be together with that fish. But now I’m different, Donghae-ssi. If you continue this you will end up regretting.

Aku masuk ke dalam rumah dan merebahkan tubuhku di atas kasur putih lembut, dan memejamkan mataku yang terasa berat. Aku sudah hampir tertidur ketika kurasakan ponselku bergetar, membuatku terjaga lagi.

“Hey, jagi,” kudengar suara memuakkan Lee Donghae berdenging di telingaku membuatku. menghembuskan nafas kesal. Namja ini pantang kalah rupanya.

Aku berpikir sebentar, menimbang nimbang apakah aku akan memutuskan sambungannya atau tidak ketika kemudian akhirnya aku memutuskan untuk meladeni saja ikan playboy ini. “kenapa?” kataku singkat tanpa basa basi.

Terdengar suara tawa Donghae disana yang membuatku semakin kesal saja mendengarnya. “kenapa terdengar tidak bersemangat begitu? Belum belum kau sudah rindu padaku kan?” kata Donghae dengan sangat sangat percaya diri. Aku reflek mencibir mendengar ucapan narsisnya.

“Untuk apa kau menelepon?” aku memutuskan untuk tidak menanggapi ucapan terakhirnya dan langsung saja ke poin utama pembicaraan, agar aku segera bisa mematikan ponselku dan melanjutkan tidur.

Ia hanya tertawa mendengarkan pernyataan kesalku tadi. Lagi lagi ia tertawa. Seakan akan hidup semudah mengedipkan mata baginya. “Salahkah menelepon Yeojachingu sendiri?” katanya ringan membuat kekesalanku berlipat ganda dibuatnya.

“if it’s all you want to say then I’m hanging up now.” Ancamku berusaha untuk menutup mulutnya.

Tetap Donghae adalah Donghae. Tidak pernah ada dalam kamusnya, yang namanya kalah debat. Apa lagi dengan wanita. “No. I just want to make sure that you are okay after our break up. I’m afraid you’ll regret it faster than my prediction.” Katanya membuatku ingin sekali berlari ke arahnya dan memakinya sekarang juga. Kenapa ia dilahirkan dengan kepercayaan diri terlalu berlebihan seperti ini?

“Dengar ya, Lee Donghae ssi. Han Cheonsa yang seperti itu adalah Han Cheonsa 2 hari yang lalu. Sekarang kau sedang berbicara dengan Cheonsa yang 100 persen berbeda. Was that clear? I’m hanging up,” kataku kemudian menekan tombol merah di ponselku dengan frustasi dan melanjutkan tidur, berharap aku tidak akan memimpikan cassanova kelas teri itu. Suara yang terakhir kudengar adalah gelak tawa khasnya dari seberang sana.

Aku merasakan tanganku melemas di atas tempat tidur. Ada ataupun tidak, Lee Donghae selalu membuatku lelah lahir batin. Aku bukanlah gadis labil yang akan memutuskan kekasihku hanya karena skandal dengan Min Sunye yang tidak jelas kebenaranya. Tetapi memang aku sudah tidak tahan dengan sifatnya yang menurutku sudah menjurus ke arah perselingkuhan. Aku tidak mengatakan padanya bahwa kemarin aku melihatnya berjalan bergandengan tangan dengan Jessica Jung. MANTAN KEKASIHnya.

Aku waktu itu berusaha tidak peduli. Toh mereka sudah berpisah. Tetapi di kali yang lain kulihat jalang itu sedang mengelap keringat Donghae dengan mesra. Dan ikan playboy itu hanya tersenyum. TERSENYUM? Apakah ia akan tersenyum seperti itu bila tahu aku melihatnya? Aku, sebagai seorang wanita tentu saja tidak akan tenang hidup seperti itu. Lebih baik aku meninggalkannya, walaupun berat. Kutekankan sekali lagi. This is how a girl protect her heart. NOT an ego.

Ponselku bergetar lagi, membuatku merutuk sebal. Aku bersumpah akan menjual ponsel ini bila yang menelepon adalah Lee Donghae super junior.

Aku tersenyum lega melihat caller ID yang terpampang di layar ponselku. “Yoboseyo?” kataku kelewat bersemangat melihat nama penelepon tersebut. Shin Yoonji. “So…. You are single now?” kata Yoonji dari seberang. This girl surely know how to make people smile.

-oOo-

Donghae POV

Aku terbangun pagi pagi dan meraih telepon di sebelahku, ingin menelepon yeojachinguku. Hal yang rutin kulakukan. Aku tersenyum kecil saat teringat fakta bahwa dia bukan gadisku lagi.

Aku tertawa kecil mendengar suara kesalnya saat kutelepon kemarin. Sepertinya ia benar benar marah. Aku sedikit kepikiran jadinya. Apakah ia seserius itu dengan perkataannya? Entahlah, tetapi sampai detik ini aku masih menganggapnya lelucon. Han Cheonsa yang ku kenal akan kembali lagi dan bertekuk lutut di hadapanku. Egoku mengatakan untuk menunggu sampai saat itu tiba.

Han Cheonsa. Jariku gatal sekali ingin meraih kunci mobil dan menyetir ke rumahnya, seperti yang biasanya kulakukan sabtu pagi seperti ini. Aigo… gadis ini. Mengapa jadi keras kepala seperti ini? Apa yang baru saja meracuni pikirannya? Aku heran sendiri dibuatnya.

Kudengar suara langkah kaki dari luar, dan sesuai dugaanku pintu terbuka dan seseorang melongok dari luar sana. Ternyata Kyuhyun. “Hyung. Bangun,” katanya dari luar. Tetapi dari pandangannya padaku ia bukan hanya mau menyampaikan ini. Aku bisa melihat dari matanya, ada hal penting yang ingin dikatakannya. Aku ini sudah terlalu lama mengenal seorang Cho Kyuhyun.

“Hyung, aku mau bertanya,” katanya sedikit segan. Cho Kyuhyun? Merasa segan? Maldo andwae. Ada apa dengan magnae evil ini?

“katakan,” kataku berusaha cuek.

Kyuhyun terlihat menarik nafasnya sedikit, lalu menghembuskannya. “ Hyung. Kau putus dengan Cheonsa?” katanya sedikit ragu ragu. Aku melongo melihat ekspresinya.

Aku tertawa beberapa detik kemudian. Sudah terlalu banyak yang mempertanyakan hal ini. Bahkan Heechul hyung yang biasanya tidak peduli, bertanya tanya perihal putusnya aku dengan Cheonsa. Apakah sebegitu menggemparkan? Hubunganku dengan malaikat itu memang mencengangkan. Bahkan aku sampai meninggalkan Jessica Jung.

Aku kembali melihat wajah Kyuhyun, yang menuntut jawabanku. “hanya sementara,” jawabku singkat membuatnya mengernyit bingung.

“Sementara? Putus macam apa itu? Bisa direncanakan?” kata Kyuhyun heran, memancing gelak tawaku. Magnae itu tidak tahu rupanya kalau Han Cheonsa itu addicted. Pada Lee Donghae.

Aku hanya tersenyum kecil sementara Kyuhyun hanya memicingkan matanya menatapku heran. “kurasa kau terlalu menganggap remeh dia, Hyung. Mungkin saja dia lelah padamu,” kata Kyuhyun yang membuat tawaku semakin menjadi jadi saja.

“Hyung. Hokshi…. Ia menyadari beberapa hari ini kau dekat lagi dengan Jessica? Cheonsa bukan tipe gadis yang akan memutuskan hubungan denganmu hanya karena pernyataan cintamu di televisi kepada Min Sunye,” papar Kyuhyun yang membuatku  berfikir juga. Jadi itu? Mungkin saja Kyuhyun benar. Jangan jangan Cheonsa cemburu pada Jessica. Pemikiran seperti ini melahirkan senyum baru di bibirku.

Mungkin ada benarnya. Gadis mana yang tidak merasa tertekan? Aku berpacaran dengannya baru 8 bulan, dan ia melihatku dekat dengan Jessica, gadis yang pernah menjadi kekasihku selama lebih dari dua tahun?

Kyuhyun berpindah posisi dan duduk nyaman di sofa putih dekat kasurku. Ekspresinya terlihat sedikit mengintimidasi. Setidaknya bagiku. “Kalau dipikir pikir, kau dan Sica waktu itu berpisah tanpa alasan yang jelas, menurutku. Kau jatuh cinta pada Cheonsa, lalu meninggalkan Sica,” tembak Magnae itu jitu.

“Kau meninggalkannya, belum tentu kau benar benar melupakannya. Buktinya, kau tidak bisa menolaknya yang terus menerus mendekatimu. Tidak bisa kan, Hyung?” tambah Kyuhyun lagi, mengacaukan pikiranku dengan pandangan seduktifnya.

Aku bangkit dan turun dari tempat tidur. Aku memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan ini sebelum Kyuhyun memojokkanku lebih parah lagi. Aku pernah melakukan hal keji pada seorang wanita. Meninggalkannya, demi wanita lain. Keegoisan terbesarku. Dan aku tidak suka Kyuhyun mengungkit ungkit hal itu.

Tetapi kurasa itu bukanlah hal yang paling menakutkanku. Yang membuatku gentar adalah fakta bahwa aku dan Kyuhyun mencintai orang yang sama. Han Cheonsa. Tetapi kurasa ia lebih mengerti dan tahu cara memperlakukan Cheonsa, dibandingkan aku. But I was not really care about that fact. Cheonsa chose me, anyway. Tetapi sekarang aku sedikit takut. Akankah Cheonsa merubah pikirannya? Aku hanya takut ia menyadari kalau Kyuhyun seratus kali lebih baik dari pada aku. Sometimes I wonder why does she choose me?

Kurasakan Handphone di tanganku bergetar. Siapa yang meneleponku jam segini? Cheonsa? Aku menemukan bahwa tebakanku salah ketika melihat nama Jessica terpampang sebagai Caller ID.

“Oppa, kau hari ini sibuk?” katanya saat aku menjawab panggilannya. Aku tersenyum. Kebiasaan lama. Padahal aku belum mengatakan ‘yoboseyo’

“Sedikit… setelah jam 6 aku free,” jawabku.

“jam 9 di MOOL otteyo?” katanya menyebut salah satu klub malam populer di daerah Sinsa Station, tempat yang biasa kami kunjungi saat masih Trainee dulu.

“Arasseo. Aku sibuk, tidak bisa menjemputmu. Nanti saja jam 9 tepat kita bertemu disana,” kataku.

Setelah bercakap cakap sedikit dengan Jessica, yang menceritakan tentang sedikit permasalahan yang dihadapinya saat Photoshoot untuk W Korea, aku menyelesaikan pembicaraan dan menutup telepon. Aku teringat Kyuhyun, lalu menoleh ke belakang dan mendapatinya sedang memandangku dengan ekspresi tertentu yang aku sendiri tidak bisa jelaskan. Ekspresi kemenangan?

-oOo-

“Yoon! Sungmin. Kalian kan tahu aku tidak suka tempat seperti ini,” keluh Cheonsa saat melihat sekelilingnya. Lampu dimana mana dan musik berdentum keras, menyakitkan gendang telinga siapa saja yang tidak terbiasa, termasuk Cheonsa.

Yoonji hanya tertawa bersama Sungmin melihat ekspresi frustasi Cheonsa yang sudah mereka prediksikan sejak awal itu. “Enjoy your life, single lady!” teriak Yoonji mencoba mengalahkan musik yang mendentum keras.

“Kalau begitu kau duduk saja di bar sana. We have our own party,” kata Sungmin, lalu menarik Yoonji bersamanya menembus kerumunan orang orang. Tangan Sungmin yang merangkul bahu Yoonji protektif adalah pemandangan terakhir yang dilihat Cheonsa sebelum mereka menghilang di tengah kerumunan.

Terkadang Cheonsa heran sendiri. Tidak adakah orang yang mengenali Sungmin disini? Tetapi melihat ruangan gelap dengan lampu warna warni disorot secara tidak fokus, Cheonsa memaklumi mengapa tidak ada seorangpun yang menyadari kehadiran seorang Super Junior member di klub itu.

Cheonsa meneruskan langkahnya dan menemukan kursi merah melingkar dengan meja bulat di tengahnya di pojok ruangan, sedikit jauh dari kerumunan walaupun sama sekali tidak terhindar dari hingar bingar musik yang berdentum tanpa henti.

Cheonsa akhirnya merasa bosan dan memutuskan untuk pergi ke toilet, tempat dimana mungkin musik tidak akan sekencang ini. Saat ia sudah melihat pintu toilet dari jauh, seorang gadis putih tinggi dengan mini dress merah melewatinya dan berjalan cepat ke arah toilet. Gadis itu… Cheonsa seperti mengenalnya.

Cheonsa sudah memegang kenop pintu dan berniat membukanya ketika ia mendengar Suara yang ia kenali sedang berbicara dengan telepon.

“Oh? Donghae Oppa. Mianhae aku ke toilet tidak bilang bilang. Kau tunggu aja disitu sebentar,” katanya. Jeda beberapa lama. Sepertinya gadis itu sedang mendengar apa yang Donghae katakan. Benar dugaan Cheonsa. Gadis itu Jessica Jung. Cheonsa tidak mungin salah orang.

“Arasseo. Beberapa menit lagi aku kembali. Kau tunggu disitu Oppa. Jangan minum lagi, kau mulai meracau tidak jelas,” kata gadis itu lagi membuat Cheonsa membekap mulut dengan kedua tangannya, tidak tahu harus berkata apa.

Kenop pintu bergerak kebawah, tanda orang dari dalam sedang berusaha untuk membukanya. Cheonsa merapat ke tembok di belakangnya, berharap Jessica tidak akan menoleh dan menyadari keberadaannya. Jessica keluar dari toilet dan berjalan cepat, menerobos kerumunan orang orang di tengah ruangan.

Cheonsa merasakan sesak didadanya. Lee Donghae? Jessica? Disini? Satu hari setelah ia memutuskan hubungan dengan kekasihnya itu? Lee Donghae… benar benar keterlaluan.

Cheonsa berjalan cepat ke tempat ia duduk tadi, meraih tasnya dan menekan speed dial nomor 9.

Terdengar bunyi nada sambung yang cukup panjang, sebelum gadis di seberang sana mengangkat teleponnya. “Apa, Cheonsa?” katanya keras mengalahkan dentuman musik yang memenuhi ruangan.

“Cepat kesini sekarang. Aku harus pulang,” kata Cheonsa, dan segera mematikan telepon sebelum Yoonji sempat memprotes.

Tidak lama kemudian Yoonji muncul dengan ekspresi bingung, sendirian tanpa Sungmin. “Kenapa tiba tiba kau minta pulang? Ada apa sih?” kata Yoonji seraya duduk di samping temannya itu dan menegak minuman yang tadi baru saja dipesan oleh Cheonsa.

Cheonsa mencari cari ke sekitar Yoonji, dengan pandangan bertanya tanya. “Mana Sungmin?” . Yoonji hanya mengangkat bahu, lalu duduk santai menikmati musik. “Tadi ia menerima telepon dan pergi. Katanya ia kembali 10 menit lagi. Menemui teman mungkin,”.

Tidak lama kemudian Sungmin datang bertiga dengan seorang wanita tinggi dengan Mini Dress merah, dan memapah seseorang dengan rambut kecokelatan berjaket cokelat yang sangat dikenali oleh Cheonsa. Hatinya mencelos. Niatnya adalah menghindari pria ini, Sungmin malah datang memapah orang yang ingin dihindarinya ini dalam keadaan setengah sadar.

“Dia mabuk. Ayo kita pulang. Bisa heboh kalau ketahuan media,” kata Sungmin sambil memapah Donghae menuju pintu keluar, meninggalkan Cheonsa dan Yoonji yang berpandangan dengan heran. Yoonji memandang Jessica lalu menatap Yoonji lagi penuh arti.

Suasana sangat canggung. Jessica dan Cheonsa sama sama diam, tidak mengatakan apapun satu sama lain. Mereka sama sama tau tentang status mereka masing masing, dihadapan seorang Lee Donghae dan menolak berkomentar apapun tentang itu.

“Ayo pulang,” Yoonji yang merasa jengah dengan itu melempar senyum sekilas pada Jessica lalu menarik tangan Yoonji, berjalan cepat keluar daru klub malam itu.

Saat sampai di pintu depan, audi hitam Sungmin berhenti tepat di depan mereka. Cheonsa masuk ke jok belakang, yang sialnya tepat di sebelah Donghae yang dibaringkan bersandar ke jok dibelakangnya dengan kepala menengadah ke atas.

5 menit perjalanan terasa hening, ketika Donghae menggerakan tangannya, meraih telapak tangan Cheonsa dan menelusupkan jemarinya diantara jari jari lentik gadis itu. Cheonsa hanya mematung tidak bisa melakukan apa apa, tidak mengerti akan perlakuan Donghae.

Cheonsa sudah hampir menggerakan tangannya untuk membalas genggaman Donghae ketika ia mendengar pria itu meracau pelan dalam keadaan setengah sadar. “Sica…. Jessica…” panggilnya lemah.

TBC

Ok then. a bit fail but i can do nothing ^^

35 thoughts on “Lover’s Fight 2

  1. Kyaa akhirnya publish juga part 2 nya. Isssshhhh pastideh sica nya yg jadi orang ketiga gitu. Eh entar Cheonsa suka sama Kyu, biarin deh Donghae nya nyesel sendiri. Dasar. *kesel sendiri* ditunggu lanjutannya, author~

    • iya lah siapa lagi? kalo saya jadi orang ketiganya saya ya gak bakal ada yang percaya *plak HAHAHA ntar deh kelanjutannya tergantung keevilan otak stuck eyke xD
      thanks for commentiiiing~~

  2. yeahhhhhhhh…*teriak kegirangan*
    cheonsa so jealous, huh?
    donghae is a real cassanova.. o god..
    better u do the same cheonsa, make him jealous.. u can use kyuhyun anyway..wkwkw…
    break break break break up…yihaaaaiiiii…. *makan lolipop* (?)
    ps: thor, make cheonsa more more more suffer okay?? *smirk*

    • hahahha iya i’m happy seeing her suffering like this so i will make it worse and worse. just stay watching eonnie and see the next trouble.
      haha how can you know that? i planned to use kyu as a “duri dalam daging” on their relationship.
      Sungmin Yoonji will be the best couple-without-trouble ever
      thanks for commentiiiing~~

  3. hahahha iya i’m happy seeing her suffering like this so i will make it worse and worse. just stay watching eonnie and see the next trouble.
    haha how can you know that? i planned to use kyu as a “duri dalam daging” on their relationship.
    Sungmin Yoonji will be the best couple-without-trouble ever
    thanks for commentiiiing~~

  4. sica jadi orang ketiganya…
    Hae masih suka ya sama sica?
    Kok manggil nama sica..
    Kasian cheonsa nya..
    Jadi penasaran..
    Ditunggu lanjutannya :)

  5. Woooahh…finally second chapter has posted.
    Good FF anyway… :)
    Ehm….tapi kok selalu di gantung gini ya?? bkin penasaran gila..kekek XD
    selalu suka klo FF soal Donghae…jd ngebayangin muka inocent na si ikan Mokpo itu,, kekeke..
    always wait for the next chapter…Fighting Chingu-ra…!!

    • hahahaha iya maap ya sepertinya sangat lama *taudiri
      thaaanks i thought it was big failed HAHA
      iya saya udah di protes berapa kali nih gara2 endingnya xDD mianhae readers saya emang behat *okeh hahahha
      thanks saranghaneun chinguyaa ~~

  6. Eh, buset jessica =A=
    haduh konflikny dapet banget, sukaaaaa~
    ^o^b
    *nari hula2 bareng sungmin #eh 0.o

    donghaeny berasa kakek sihir yah? Kebanyakan ketawa, hahaha~ #ditonyor
    lanjutanny selalu di tunggu yuah ^o^b

    • iye nih saya juga ganyangka kenapa ada jesi *pabo
      HEH SUAMI SAYA JANGAN DIAJAK JOGETAN GITU XD
      okeh hae, kau dikatain seorang elf. sedih… sedih…
      thanks for commenting XD

  7. aiih,keren! tp aq baru baca yg part ini… males dh balik lg part 1 ==” *sujudkeauthor*
    thor,bikin si hae MEENYYEESSAAALLLL!!! *uhuk2*
    cheonsa ama kyu aja dh..

  8. hae bener2 dah sikap y bikin orang sebel…..
    orang serius ngajak putus malah dikata becanda, mana mabok malah ngigoin “sica….jessica….” tambah sakit hati deh cheonsa y mending sama kyu deh……
    Lanjut jgn lama2 ya!!!!!!!!!

  9. JAAA!! So happy! Finally it came out! I wait forward for the next chapter dear!! Seriously I want to kick Donghae’s ass now >w< he is so asheyyegfduedh… Haha ignore it! Kyu is really sweet in here! Fighting! I will wait *\(´▽`)/*

    • hahahha thaaanks for waiting *blush but sorry after your long-waiting-period i brought this trashy words xD
      yeah you can kick him. i’m not his bias anyway hahahahha
      arasseo thanks for support xD

  10. seruuu….
    tp aq rada bingung… masa yoonji senyum ke yoonji???
    author ngetiknya stengah tidur y???
    aq jd bingung…
    tp te”p lanjutin author!!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s