28

The Hardest Thing Part 1


Cast : Cho Kyuhyun, Jung Hyeri, Shin Soohyo
Other Cast : temukan sendiri
Genre : Romance, Angst
Rate : PG


Continue reading

Gallery
6

Hyunjin with Super Junior *Hyunjin Disappeared*

Author : Mrs. Simple Juli

Author Said : Ini dia FF lanjutan yang kemaren. Masih dengan tema PUASA. Sekali lagi, kalo gak suka jangan baca! NO BASHING, OK??

***

‘kruuyukkkk…kruuyyuukkk’ Shindong menepuk-nepuk perut buncitnya.

“Shhhtttt…diam dong, masih lama kali baru gua kasi’ makan..” Ia berbicara kepada perutnya sendiri.

”Neo waegurae??” tanya Siwon pada Shindong yang lagi rebahan di sofa. Shindong menunjuk perutnya.

”Minta di kasi’ makan??” tanya Kibum yang kini duduk di lantai sambil nonton acara ceramah di TV. ”Gini ni, kalo udah puasa aja. Acaranya cerama~~~hhh mulu…” sambung Kibum.

”Hyung, ada yang ngeliat Hyunjin gak??” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Shindong yang lagi bete’, mendengar nama Hyunjin malah makin kesal. Sementara Siwon dan Kibum menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.

”Aisshhh….kok nggak ada yang peduli ama dongsaeng sendiri sih??” omel Kyuhyun.

”YAK! Magnae-ah. Dia itu dongsaengmu dan Sungmin” celetuk Siwon.

”Oo…jadi kalian gak ada yang nganggep Hyunjin, dongsaeng kalian?? Ok kalau begitu…” Tiba-tiba Sungmin keluar dari kamarnya, dan moodnya jadi kesal karena mendengar kejujuran dari ketiga partnernya itu. Raut wajah KyuMin berubah menjadi seram.

”Annyooonggg!!!” teriak Yesung dan Ryeowook yang ceritanya baru pulang dari pasar.

Heechul yang lagi main sama Bangshin dan Heebum di ruang tamu langsung menutup hidungnya ketika YeWook lewat. ”Eh, lu bedua abis kecebur got ya?? Wangi bange~~ttt” tanya Heechul sambil menutup hidungnya.

”Tuh kan hyung, aku bilang juga apa” Ryeowook mencium aroma tubuhnya sendiri.

”Ah, udahlah. Ni, masak gih!” Yesung melemparkan tas belanjanya pada Kibum dan Siwon. Dengan senang hati Siwon mengambil tas belanja tersebut. Dan alangkah terkejutnya Siwon saat melihat isi dari tas itu.

”Hyung, belanja di pasar mana??” tanya Siwon menatap Yesung curiga. Kibum ikut melihat isi tas itu. Dan dia menggelengkan kepalanya.

”Nyebur di kali mana??” tanya Kibum langsung tepat sasaran. Yesung menjawab dengan cengiran lebar, sampai-sampai mata sipitnya tak terlihat lagi. Tenggelam oleh pipi.

”Emang ada pasar di kali??” tanya Shindong, yang kepintarannya sedikit terhambat karena gencatan senjata dari cacing perutnya.

’PLAKK…PLAKK’ Tangan Heechul mendarat bebas di kepala Yesung dan Ryeowook.

”Hyung~~” Ryeowook merengut kesakitan. ”Aku kan hanya mengikuti perintah Yesung hyung saja” Ryeowook membela dirinya, dan dibalas dengan tatapan sangar dari Yesung.

”Biar aku jelaskan semuanya” Yesung mencoba membela dirinya, sambil mengusap kepalanya yang sedikit sakit dipukul oleh Heechul. ”Aku hanya ingin berhemat. Kalau kita bisa mencari sendiri kan, kita bisa menghemat beberapa won. Lagian ikannya masih segar…” jelas Yesung.

”Hyung pikir, kita tidak punya uang cukup apa untuk membeli ikan di pasar sampai harus nyebur kali? Walaupun kita menambah beberapa orang seperti Shindong hyung itu tidak menjadi masalah. Tawaran manggung masih terus ada, tampil di variety show juga masih menunggu. Dan sekarang, kau malah menganggap kita tidak mampu??” kali ini giliran Kibum yang ngomel.

”Ok, ok…stop stop stop. Terserah itu mau dari pasar atau dari kali atau apalah. Kalian gak kasian apa sama aku dan Kyuhyun, daritadi gak ada yang peduliin??” Sungmin kelihatan sangat kesal. Sementara Kyuhyun sedang membongkar lemari tempat dimana pakaian mereka tergantung dengan rapi, dan beberapa detik kemudian sudah berantakan seperti kapal pecah. Kyuhyun melempatkan isinya dan masuk kedalamnya hanya demi mencari seonggok Hyunjin.

”YAK!! Kyuhyun-ah,,itu baru aku bereskan tadi subuh..” Ryeowook mencak-mencak kayak anak kecil.

“Hyung, gak ada~~” rengek Kyuhyun sedikit menyerah pada Sungmin.

“Pokoknya aku nggak mau tau, cepat cari Hyunjin sekarang. Kalian semua juga!!” Egois Sungmin sudah muncul. Mendengar Sungmin sudah berkata seperti itu, tidak ada yang berani untuk membantah. Dengan sigap mereka mengambil ancang-ancang untuk mencari Hyunjin ke seluruh dorm.

“Hyunjin-aaahhhh….jangan sembunyi dong. Jangan ngambek gitu dong. Jangan bikin oppa panik…” Kyuhyun hampir menitikkan air matanya.

”cup..cup..Ini semua karna Leeteuk hyung” Sungmin menggeram.

”Leeteuk??” tanya Heechul bingung mendengar perkataan Sungmin.

”Iya, dia memarahi Hyunjin tadi..dan Hyunjin menangis saat menemuiku dan Kyuhyun tadi. Sekarang dia pergi entah kemana…” jelas Sungmin.

”Aisshhh…apa masalah laptop itu belum selesai juga???” tanya Shindong. KyuMin menganggukkan kepalanya.

”KIM RYEOWOOK, KIM JONGWOON!! JANGAN BERGERAK!!!” teriakan itu berhasil membuat orang yang dipanggil terpaku.

“Hankyung hyung!!!” Ryeowook sudah mau memeluk Hankyung yang tadi pagi baru saja pulang dari China, tapi…

“JANGAN BERGERAK!!” Hankyung mengarahkan senjata andalannya, sapu ijuk.

”Wae??” tanya Yesung bingung, kenapa Hankyung datang-datang langsung marah-marah.

”Harusnya kalian bersihkan tubuh kalian dulu, baru berkeliling dorm. Aku capek membersihkannya tau!!” kesal Hankyung. Yesung nyengir lebar..sedang Ryeowook. Dia malah menatap Kyuhyun yang sedang menangis bombay kehilangan sobat karibnya, sekaligus dongsaengnya.

”Kalo gitu,..sini hyung, aku pinjam sapunya” Ryeowook mengambil sapu yang ada ditangan Hankyung secara paksa. Dan….

”YAK! CHO KYUHYUN!! BERHENTI MENANGIS!!!!!” teriaknya pada Kyuhyun. Yang dipanggil namanya itu hanya menatap takut sapu yang sudah berada dihadapannya, tepat didepan matanya. Semua yang ada diruangan itu terkejut melihat sikap Ryeowook yang tiba-tiba jadi galak.

”Apa-apaan kau??” Sungmin menjauhkan sapu itu dari wajah Kyuhyun.

”HYUNG DIAM!” Ryeowook membentak Sungmin.

“Cho Kyuhyun, sekarang juga bereskan pakaian yang berserakan. Sekarang juga! Aku capek tau beresin itu mulu!” suruh Ryeowook, Kyuhyun melihat sekeliling. Dan menyengir. Ryeowook tersenyum saat melihat Kyuhyun bergerak untuk membereskan pakaian-pakaian yang berserakan itu.

”YAK! KIM RYEOWOOK!” teriak Sungmin menatap Ryeowook sangar. ”Kau berani memarahiku?!” Sungmin yang masih tersulut emosi, sekarang makin emosi saat Ryeowook membentaknya tadi. Ryeowook ketakutan dan langsung berlari kekamarnya, sebelumnya dia melemparkan sapu itu kepada Hankyung kembali, sehingga mengenai tepat kepala Hankyung.

”KIM RYEOWOOK!!” teriak Hankyung dan Sungmin berbarengan. Yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Ryeowook yang luar biasa itu. Dan setelah menatap Sungmin yang masih tersulut emosi, semuanya langsung melanjutkan mencari Hyunjin kembali.

 

!#Q#&^$#*@&(#

 

“Huh, kenapa sih ribut-ribut diluar? Biasanya kalo ada Hankyung tidak akan seribut ini..” keluh Leeteuk yang kerjanya dari pagi hanya bermalas-malasan di kamar menatap laptopnya yang sudah tersambung kembali. Tapi tetap saja tidak bisa menyala. Wong disambungnya cuman pake selotip doang, gimana mau bisa nyala. Dan itu semua adalah pekerjaan Hyunjin tadi pagi. Pantas saja kalau Leeteuk geram dan memarahinya.

Leeteuk memutuskan untuk keluar dari kamar dan melihat keadaan rusuh diluar. ”Kalian sedang apa??” tanya Leeteuk pada Siwon yang lagi nyari Hyunjin didalam kulkas*Wonpa pikir eke ikan, disimpan di kulkas. Ihh,,gak bgt d. Yang ikan tu kan Haepa(diselemin di laut mati ma Haepa)*.

”Hyunjin ngilang, katanya ngambek dimarahin sama Leeteuk hyung” jawab Siwon tanpa melihat lagi siapa yang bertanya.

”Mwo? Ngambek??” tanya Leeteuk kaget. Kemudian dia pergi ke ruang tamu dimana Sungmin dan Kyuhyun lagi nyari di balik tirai(?)*please deh…gak ada yg bener da oppadeul ini*.

”Eh, tunggu. Tadi yang nanya kayaknya suara Leeteuk hyung” Siwon baru nyadar*GUBRAKK(Hyun jatuh ketiban pohon kurma)*.

”Emang Hyunjin ngumpet dimana??” tanya Leeteuk pada seluruh orang yang ada diruang tamu.

”Pertanyaan bodoh, kalau kami tau gak akan nyari kayak gini kali Teuki hyung…” geram Kibum. Dia menarik rambutnya saking kesalnya sama tingkah yeodongsaeng yang satu ini*HAHAHAHA/PLAKK*.

”Sungmin, Neo gwenchana??” tanya Leeteuk yang melihat Sungmin terduduk sambil memeluk lututnya, diikuti Kyuhyun disampingnya.

”Hyung tega, hyung tega dengan Hyunjin. Dia itu tidak pernah dimarahi seperti itu, dia itu terlalu lembut*weeeekkkk(Hyun muntah)*. Dia tidak bisa dikasari seperti itu. Aku dan Kyuhyun tidak pernah melihat dia menangis seperti itu. Aku tidak mau tau, temukan dongsaeng kita sekarang. Kalian itu tidak ada yang menyayanginya, kenapa hanya aku dan Kyuhyun yang menyayanginya. Dia itu kan dongsaeng kita bersama…hiks hiks” Sungmin mengeluarkan unek-uneknya.

Leeteuk sudah menitikkan air matanya, ”mianhae..aku tak berpikir sampai kesitu” sesal Leeteuk.

”Dia itu anak yang baik, sama sepertiku. Dan tidak kupungkiri dia itu juga menyebalkan, sama seperti kalian semua..hiks” lanjut Kyuhyun.

”Kau sama menyebalkannya Cho Kyuhyun…hiks” komentar Hankyung dan Shindong berbarengan.

”Itu benar..” jawab semuanya, keculai Sungmin. ”Bahkan lebih menyebalkan” tambah Heechul.

”Kenapa jadi memojokkanku??” Kyuhyun kesal.

”Kau yang memulainya, babo!” Sungmin memukul kepala Kyuhyun. Kemudian mereka saling berpandangan, dan akhirnya berpelukan dan menangis, meraung bersama.

”Aku sering memukulnya seperti kau memukulku tadi, hyung…” aku Kyuhyun. Sungmin memukul kepala Kyuhyun lagi. ”Aku ingin melakukannya lagi…” lanjut Kyuhyun. Dan tentu saja Sungmin memukulnya lagi. ”Hentikan hyung, itu sangat sakit” pinta Kyuhyun. Kemudian mereka berpelukan.

”Aku seperti nonton drama” sahut seseorang yang baru memunculkan batang hidungnya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan mengambil tissue dan cemilan yang ada di meja tamu. Kemudian dia duduk bersandar di sofa. ”Silahkan lanjutkan dialognya…” suruhnya lagi, dengan santainya.

”Aku akan bantu mencarinya, biar bagaimana pun ini semua salahku…” Leeteuk mulai menyibukkan diri dengan mencari Hyunjin. Begitu juga dengan yang lainnya. Beberapa detik kemudian….

Semuanya menghentikan pekerjaan mereka, seperti tersadar akan sesuatu. Mereka membalikkan badan, menghadap orang yang sedang duduk santai di sofa sambil memakan cemilan. ”NEO!!!!” teriak mereka semua. ”LEE HYUNJIN!!!!!!!!!!!!” teriak semuanya berbarengan, dan tentu saja dengan perasaan senang, dan dongkol. Karena sudah tampak bodoh dihadapan dongsaeng mereka yang satu ini.

”Kau darimana saja, hah?? Kau tau, oppa mencarimu kemana-mana. Kau tidak apa-apa kan? Tidak yang terluka?” tanya Sungmin sambil menggrepe-grepe Hyunjin*Idih…oppa, jangan didpn umum. Malu tau!*. Hyunjin menatap semua orang dengan tatapan bingung.

Dia disambut dengan tangisan yang mengharukan, dan sekarang semua orang menatapnya penuh dengan kebahagiaan yang tak terkira.

”Hei, kalian semua aneh. Kayak udah gak ketemu beberapa tahun aja..” komentarnya datar. Kyuhyun memukul keras kepalanya.

”Kau darimana saja, baboya! Sungguh membuat khawatir. Setelah menangis dan mengadu kepada kami main pergi aja!” Omel Kyuhyun.

”Mwo?? Aku kan udah bilang sama Donghae dan Eunhyuk oppa. Kalau aku mau keluar sebentar” jawab Hyunjin. Semua terdiam…dan menatap ke sekeliling. Tapi tidak menemukan EunHae.

”Bagaimana kami bisa tau, mereka saja tidak ada..” Kibum menggelengkan kepalanya.

”Ada…pasti ada. Mereka tidak akan bisa pergi kemana-mana” jawab Hyunjin tenang.

”Apa yang kau lakukan pada mereka??” selidik Hankyung, diiuti Heechul yang menatap tajam Hyunjin.

”WAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakan Ryeowook mengalihkan pandangan semua orang.

”Sepertinya Ryeowook oppa menemukan mereka” kata Hyunjin santai, KyuMin menatap Hyunjin penuh tanda tanya.

”APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN DISINI???!!!” kali ini terdengar teriakan Yesung. Semua orang, kecuali Hyunjin pergi keasal suara.

 

@*(!^*&!%#&%$&*#

 

Ryeowook baru selesai menyelesaikan mandinya, diikuti Yesung yang baru saja keluar dari kamar mandi satunya. Mereka sekarang sedang memilah-milah baju yang berantakan di lemari, akibat perbuatan Kyuhyun. Ternyata dia tidak membereskannya, melainkan hanya memasukkannya sembarang kedalam lemari. Dan mereka menemukan keanehan yang ada dilemari itu.

”WAAAAAAA!!!!!!!” teriak Ryeowook kaget. Yesung yang mendengar teriakan Ryeowook langsung melihat apa yang telah mengagetkan Ryeowook. Dan mereka menemukan. Donghae dan Eunhyuk yang terikat didalam lemari. Tangan dan kaki mereka tidak bisa digerakkan, dan mulut mereka disumpal.

”APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN DISINI!!!!” tanya Yesung marah. EunHae meronta-ronta minta dilepaskan.

Yang lainnya datang dan terkejut melihat keadaan EunHae. Leeteuk melepaskan sumpalan mulut kedua orang itu.

”Kenapa kalian bisa ada dilemari?” tanya Heechul.

”Hyunjin izin keluar, karena dia takut kami tidak menyampaikan kepada kalian karena kami tadi juga ingin pergi. Dia jadinya mengikat kami” jawab Donghae. Siwon dan Kyuhyun membantu melepas ikatan mereka.

”Kalian kan berdua, kenapa tidak bisa melawannya??” tanya Kibum.

”Kau pikir dengan otak liciknya dia tidak bisa membuat kami terdiam..” sahut Eunhyuk kesal.

”Tunggu, kenapa aku tidak melihat kalian saat aku membongkar lemari??” Kyuhyun bingung.

”Bagaimana kau bisa menemukan kami, kalau kau melemparkan baju-baju itu kearah kami..” Donghae kesal. Dibalas dengan anggukan oleh Kyuhyun.

”Sama sekali tidak merasa berdosa” kesal Eunhyuk.

”Hankyung hyung, aku tidak peduli sekarang. Aku ingin kau menghukum dongsaeng kurang ajar itu” pinta Donghae dan Eunhyuk. Hankyung yang dipinta hanya mengiyakan. Tapi saat ia berjalan hendak menemui Hyunjin, langkahnya terhenti karena dihalangi oleh Sungmin.

”Kalau kau berani menyakitinya, langkahi dulu mayatku…” tahan Sungmin. Semuanya hanya bisa melongo melihat pembelaan Sungmin terhadap Hyunjin itu.

 

)^*@#^@($*$)($)#&)*^*

 

FLASHBACK

 

”Oppa! Aku ingin keluar. Tolong sampaikan pada yang lain ya!” teriak Hyunjin pada Eunhyuk dan Donghae yang sedang ada didepan pintu dorm.

”Mwo? Tapi kami juga mau pergi” kata Eunhyuk.

”Pokoknya aku tidak mau tau. Kalian harus tetap ada dirumah dan memberitahukannya jika ada yang bertanya” Hyunjin keras kepala.

”Kau izin saja dengan yang lainnya..” saran Donghae, tapi dibalas dengan gelengan keras dari Hyunjin.

”SHIREO!!” teriaknya keras. EunHae menutup kedua telinga mereka. Dan menggelengkan kepala. ”Hmm…oppa, coba kalian kesini sebentar” Hyunjin menarik tangan EunHae agar duduk disofa ruang tamu. Kemudian dia mengeluarkan Hp-nya. Dan memertunjukkan sebuah video kepada EunHae. Yang mengakibatkan kedua orang itu lengah. Dan saat itu kesempatan Hyunjin untuk mengikat kedua tangan EunHae yang masih tidak sadar.

 

&^#@%%#@$(*@&)(&)

 

”Memangnya video apa yang dilihatkan Hyunjin pada kalian??” tanya Yesung pada Eunhyuk dan Donghae.

”Video gituan ya??” tebak Ryeowook. EunHae menggeleng membuat YeWook bingung.

“Itu video CF Indomie. Lezat banget kelihatannya. Tau sendiri kan kita lagi puasa…” jawab Donghae. Diikuti oleh anggukan Eunhyuk.

”GUBRAKKK!!!”

 

***

35

Lover’s Fight 2

Cheonsa POV

Aku tercengang menyaksikan keberanianku sendiri. Memutuskan hubungan dengan Lee Donghae? Menantangnya untuk bertanding, siapakah yang akan datang dan meminta maaf? Itu sama sekali bukan tipeku. Aku yang dulu tidak akan berani melakukan ini. The old me would do anything to be together with that fish. But now I’m different, Donghae-ssi. If you continue this you will end up regretting.

Aku masuk ke dalam rumah dan merebahkan tubuhku di atas kasur putih lembut, dan memejamkan mataku yang terasa berat. Aku sudah hampir tertidur ketika kurasakan ponselku bergetar, membuatku terjaga lagi.

“Hey, jagi,” kudengar suara memuakkan Lee Donghae berdenging di telingaku membuatku. menghembuskan nafas kesal. Namja ini pantang kalah rupanya.

Aku berpikir sebentar, menimbang nimbang apakah aku akan memutuskan sambungannya atau tidak ketika kemudian akhirnya aku memutuskan untuk meladeni saja ikan playboy ini. “kenapa?” kataku singkat tanpa basa basi.

Terdengar suara tawa Donghae disana yang membuatku semakin kesal saja mendengarnya. “kenapa terdengar tidak bersemangat begitu? Belum belum kau sudah rindu padaku kan?” kata Donghae dengan sangat sangat percaya diri. Aku reflek mencibir mendengar ucapan narsisnya.

“Untuk apa kau menelepon?” aku memutuskan untuk tidak menanggapi ucapan terakhirnya dan langsung saja ke poin utama pembicaraan, agar aku segera bisa mematikan ponselku dan melanjutkan tidur.

Ia hanya tertawa mendengarkan pernyataan kesalku tadi. Lagi lagi ia tertawa. Seakan akan hidup semudah mengedipkan mata baginya. “Salahkah menelepon Yeojachingu sendiri?” katanya ringan membuat kekesalanku berlipat ganda dibuatnya.

“if it’s all you want to say then I’m hanging up now.” Ancamku berusaha untuk menutup mulutnya.

Tetap Donghae adalah Donghae. Tidak pernah ada dalam kamusnya, yang namanya kalah debat. Apa lagi dengan wanita. “No. I just want to make sure that you are okay after our break up. I’m afraid you’ll regret it faster than my prediction.” Katanya membuatku ingin sekali berlari ke arahnya dan memakinya sekarang juga. Kenapa ia dilahirkan dengan kepercayaan diri terlalu berlebihan seperti ini?

“Dengar ya, Lee Donghae ssi. Han Cheonsa yang seperti itu adalah Han Cheonsa 2 hari yang lalu. Sekarang kau sedang berbicara dengan Cheonsa yang 100 persen berbeda. Was that clear? I’m hanging up,” kataku kemudian menekan tombol merah di ponselku dengan frustasi dan melanjutkan tidur, berharap aku tidak akan memimpikan cassanova kelas teri itu. Suara yang terakhir kudengar adalah gelak tawa khasnya dari seberang sana.

Aku merasakan tanganku melemas di atas tempat tidur. Ada ataupun tidak, Lee Donghae selalu membuatku lelah lahir batin. Aku bukanlah gadis labil yang akan memutuskan kekasihku hanya karena skandal dengan Min Sunye yang tidak jelas kebenaranya. Tetapi memang aku sudah tidak tahan dengan sifatnya yang menurutku sudah menjurus ke arah perselingkuhan. Aku tidak mengatakan padanya bahwa kemarin aku melihatnya berjalan bergandengan tangan dengan Jessica Jung. MANTAN KEKASIHnya.

Aku waktu itu berusaha tidak peduli. Toh mereka sudah berpisah. Tetapi di kali yang lain kulihat jalang itu sedang mengelap keringat Donghae dengan mesra. Dan ikan playboy itu hanya tersenyum. TERSENYUM? Apakah ia akan tersenyum seperti itu bila tahu aku melihatnya? Aku, sebagai seorang wanita tentu saja tidak akan tenang hidup seperti itu. Lebih baik aku meninggalkannya, walaupun berat. Kutekankan sekali lagi. This is how a girl protect her heart. NOT an ego.

Ponselku bergetar lagi, membuatku merutuk sebal. Aku bersumpah akan menjual ponsel ini bila yang menelepon adalah Lee Donghae super junior.

Aku tersenyum lega melihat caller ID yang terpampang di layar ponselku. “Yoboseyo?” kataku kelewat bersemangat melihat nama penelepon tersebut. Shin Yoonji. “So…. You are single now?” kata Yoonji dari seberang. This girl surely know how to make people smile.

-oOo-

Donghae POV

Aku terbangun pagi pagi dan meraih telepon di sebelahku, ingin menelepon yeojachinguku. Hal yang rutin kulakukan. Aku tersenyum kecil saat teringat fakta bahwa dia bukan gadisku lagi.

Aku tertawa kecil mendengar suara kesalnya saat kutelepon kemarin. Sepertinya ia benar benar marah. Aku sedikit kepikiran jadinya. Apakah ia seserius itu dengan perkataannya? Entahlah, tetapi sampai detik ini aku masih menganggapnya lelucon. Han Cheonsa yang ku kenal akan kembali lagi dan bertekuk lutut di hadapanku. Egoku mengatakan untuk menunggu sampai saat itu tiba.

Han Cheonsa. Jariku gatal sekali ingin meraih kunci mobil dan menyetir ke rumahnya, seperti yang biasanya kulakukan sabtu pagi seperti ini. Aigo… gadis ini. Mengapa jadi keras kepala seperti ini? Apa yang baru saja meracuni pikirannya? Aku heran sendiri dibuatnya.

Kudengar suara langkah kaki dari luar, dan sesuai dugaanku pintu terbuka dan seseorang melongok dari luar sana. Ternyata Kyuhyun. “Hyung. Bangun,” katanya dari luar. Tetapi dari pandangannya padaku ia bukan hanya mau menyampaikan ini. Aku bisa melihat dari matanya, ada hal penting yang ingin dikatakannya. Aku ini sudah terlalu lama mengenal seorang Cho Kyuhyun.

“Hyung, aku mau bertanya,” katanya sedikit segan. Cho Kyuhyun? Merasa segan? Maldo andwae. Ada apa dengan magnae evil ini?

“katakan,” kataku berusaha cuek.

Kyuhyun terlihat menarik nafasnya sedikit, lalu menghembuskannya. “ Hyung. Kau putus dengan Cheonsa?” katanya sedikit ragu ragu. Aku melongo melihat ekspresinya.

Aku tertawa beberapa detik kemudian. Sudah terlalu banyak yang mempertanyakan hal ini. Bahkan Heechul hyung yang biasanya tidak peduli, bertanya tanya perihal putusnya aku dengan Cheonsa. Apakah sebegitu menggemparkan? Hubunganku dengan malaikat itu memang mencengangkan. Bahkan aku sampai meninggalkan Jessica Jung.

Aku kembali melihat wajah Kyuhyun, yang menuntut jawabanku. “hanya sementara,” jawabku singkat membuatnya mengernyit bingung.

“Sementara? Putus macam apa itu? Bisa direncanakan?” kata Kyuhyun heran, memancing gelak tawaku. Magnae itu tidak tahu rupanya kalau Han Cheonsa itu addicted. Pada Lee Donghae.

Aku hanya tersenyum kecil sementara Kyuhyun hanya memicingkan matanya menatapku heran. “kurasa kau terlalu menganggap remeh dia, Hyung. Mungkin saja dia lelah padamu,” kata Kyuhyun yang membuat tawaku semakin menjadi jadi saja.

“Hyung. Hokshi…. Ia menyadari beberapa hari ini kau dekat lagi dengan Jessica? Cheonsa bukan tipe gadis yang akan memutuskan hubungan denganmu hanya karena pernyataan cintamu di televisi kepada Min Sunye,” papar Kyuhyun yang membuatku  berfikir juga. Jadi itu? Mungkin saja Kyuhyun benar. Jangan jangan Cheonsa cemburu pada Jessica. Pemikiran seperti ini melahirkan senyum baru di bibirku.

Mungkin ada benarnya. Gadis mana yang tidak merasa tertekan? Aku berpacaran dengannya baru 8 bulan, dan ia melihatku dekat dengan Jessica, gadis yang pernah menjadi kekasihku selama lebih dari dua tahun?

Kyuhyun berpindah posisi dan duduk nyaman di sofa putih dekat kasurku. Ekspresinya terlihat sedikit mengintimidasi. Setidaknya bagiku. “Kalau dipikir pikir, kau dan Sica waktu itu berpisah tanpa alasan yang jelas, menurutku. Kau jatuh cinta pada Cheonsa, lalu meninggalkan Sica,” tembak Magnae itu jitu.

“Kau meninggalkannya, belum tentu kau benar benar melupakannya. Buktinya, kau tidak bisa menolaknya yang terus menerus mendekatimu. Tidak bisa kan, Hyung?” tambah Kyuhyun lagi, mengacaukan pikiranku dengan pandangan seduktifnya.

Aku bangkit dan turun dari tempat tidur. Aku memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan ini sebelum Kyuhyun memojokkanku lebih parah lagi. Aku pernah melakukan hal keji pada seorang wanita. Meninggalkannya, demi wanita lain. Keegoisan terbesarku. Dan aku tidak suka Kyuhyun mengungkit ungkit hal itu.

Tetapi kurasa itu bukanlah hal yang paling menakutkanku. Yang membuatku gentar adalah fakta bahwa aku dan Kyuhyun mencintai orang yang sama. Han Cheonsa. Tetapi kurasa ia lebih mengerti dan tahu cara memperlakukan Cheonsa, dibandingkan aku. But I was not really care about that fact. Cheonsa chose me, anyway. Tetapi sekarang aku sedikit takut. Akankah Cheonsa merubah pikirannya? Aku hanya takut ia menyadari kalau Kyuhyun seratus kali lebih baik dari pada aku. Sometimes I wonder why does she choose me?

Kurasakan Handphone di tanganku bergetar. Siapa yang meneleponku jam segini? Cheonsa? Aku menemukan bahwa tebakanku salah ketika melihat nama Jessica terpampang sebagai Caller ID.

“Oppa, kau hari ini sibuk?” katanya saat aku menjawab panggilannya. Aku tersenyum. Kebiasaan lama. Padahal aku belum mengatakan ‘yoboseyo’

“Sedikit… setelah jam 6 aku free,” jawabku.

“jam 9 di MOOL otteyo?” katanya menyebut salah satu klub malam populer di daerah Sinsa Station, tempat yang biasa kami kunjungi saat masih Trainee dulu.

“Arasseo. Aku sibuk, tidak bisa menjemputmu. Nanti saja jam 9 tepat kita bertemu disana,” kataku.

Setelah bercakap cakap sedikit dengan Jessica, yang menceritakan tentang sedikit permasalahan yang dihadapinya saat Photoshoot untuk W Korea, aku menyelesaikan pembicaraan dan menutup telepon. Aku teringat Kyuhyun, lalu menoleh ke belakang dan mendapatinya sedang memandangku dengan ekspresi tertentu yang aku sendiri tidak bisa jelaskan. Ekspresi kemenangan?

-oOo-

“Yoon! Sungmin. Kalian kan tahu aku tidak suka tempat seperti ini,” keluh Cheonsa saat melihat sekelilingnya. Lampu dimana mana dan musik berdentum keras, menyakitkan gendang telinga siapa saja yang tidak terbiasa, termasuk Cheonsa.

Yoonji hanya tertawa bersama Sungmin melihat ekspresi frustasi Cheonsa yang sudah mereka prediksikan sejak awal itu. “Enjoy your life, single lady!” teriak Yoonji mencoba mengalahkan musik yang mendentum keras.

“Kalau begitu kau duduk saja di bar sana. We have our own party,” kata Sungmin, lalu menarik Yoonji bersamanya menembus kerumunan orang orang. Tangan Sungmin yang merangkul bahu Yoonji protektif adalah pemandangan terakhir yang dilihat Cheonsa sebelum mereka menghilang di tengah kerumunan.

Terkadang Cheonsa heran sendiri. Tidak adakah orang yang mengenali Sungmin disini? Tetapi melihat ruangan gelap dengan lampu warna warni disorot secara tidak fokus, Cheonsa memaklumi mengapa tidak ada seorangpun yang menyadari kehadiran seorang Super Junior member di klub itu.

Cheonsa meneruskan langkahnya dan menemukan kursi merah melingkar dengan meja bulat di tengahnya di pojok ruangan, sedikit jauh dari kerumunan walaupun sama sekali tidak terhindar dari hingar bingar musik yang berdentum tanpa henti.

Cheonsa akhirnya merasa bosan dan memutuskan untuk pergi ke toilet, tempat dimana mungkin musik tidak akan sekencang ini. Saat ia sudah melihat pintu toilet dari jauh, seorang gadis putih tinggi dengan mini dress merah melewatinya dan berjalan cepat ke arah toilet. Gadis itu… Cheonsa seperti mengenalnya.

Cheonsa sudah memegang kenop pintu dan berniat membukanya ketika ia mendengar Suara yang ia kenali sedang berbicara dengan telepon.

“Oh? Donghae Oppa. Mianhae aku ke toilet tidak bilang bilang. Kau tunggu aja disitu sebentar,” katanya. Jeda beberapa lama. Sepertinya gadis itu sedang mendengar apa yang Donghae katakan. Benar dugaan Cheonsa. Gadis itu Jessica Jung. Cheonsa tidak mungin salah orang.

“Arasseo. Beberapa menit lagi aku kembali. Kau tunggu disitu Oppa. Jangan minum lagi, kau mulai meracau tidak jelas,” kata gadis itu lagi membuat Cheonsa membekap mulut dengan kedua tangannya, tidak tahu harus berkata apa.

Kenop pintu bergerak kebawah, tanda orang dari dalam sedang berusaha untuk membukanya. Cheonsa merapat ke tembok di belakangnya, berharap Jessica tidak akan menoleh dan menyadari keberadaannya. Jessica keluar dari toilet dan berjalan cepat, menerobos kerumunan orang orang di tengah ruangan.

Cheonsa merasakan sesak didadanya. Lee Donghae? Jessica? Disini? Satu hari setelah ia memutuskan hubungan dengan kekasihnya itu? Lee Donghae… benar benar keterlaluan.

Cheonsa berjalan cepat ke tempat ia duduk tadi, meraih tasnya dan menekan speed dial nomor 9.

Terdengar bunyi nada sambung yang cukup panjang, sebelum gadis di seberang sana mengangkat teleponnya. “Apa, Cheonsa?” katanya keras mengalahkan dentuman musik yang memenuhi ruangan.

“Cepat kesini sekarang. Aku harus pulang,” kata Cheonsa, dan segera mematikan telepon sebelum Yoonji sempat memprotes.

Tidak lama kemudian Yoonji muncul dengan ekspresi bingung, sendirian tanpa Sungmin. “Kenapa tiba tiba kau minta pulang? Ada apa sih?” kata Yoonji seraya duduk di samping temannya itu dan menegak minuman yang tadi baru saja dipesan oleh Cheonsa.

Cheonsa mencari cari ke sekitar Yoonji, dengan pandangan bertanya tanya. “Mana Sungmin?” . Yoonji hanya mengangkat bahu, lalu duduk santai menikmati musik. “Tadi ia menerima telepon dan pergi. Katanya ia kembali 10 menit lagi. Menemui teman mungkin,”.

Tidak lama kemudian Sungmin datang bertiga dengan seorang wanita tinggi dengan Mini Dress merah, dan memapah seseorang dengan rambut kecokelatan berjaket cokelat yang sangat dikenali oleh Cheonsa. Hatinya mencelos. Niatnya adalah menghindari pria ini, Sungmin malah datang memapah orang yang ingin dihindarinya ini dalam keadaan setengah sadar.

“Dia mabuk. Ayo kita pulang. Bisa heboh kalau ketahuan media,” kata Sungmin sambil memapah Donghae menuju pintu keluar, meninggalkan Cheonsa dan Yoonji yang berpandangan dengan heran. Yoonji memandang Jessica lalu menatap Yoonji lagi penuh arti.

Suasana sangat canggung. Jessica dan Cheonsa sama sama diam, tidak mengatakan apapun satu sama lain. Mereka sama sama tau tentang status mereka masing masing, dihadapan seorang Lee Donghae dan menolak berkomentar apapun tentang itu.

“Ayo pulang,” Yoonji yang merasa jengah dengan itu melempar senyum sekilas pada Jessica lalu menarik tangan Yoonji, berjalan cepat keluar daru klub malam itu.

Saat sampai di pintu depan, audi hitam Sungmin berhenti tepat di depan mereka. Cheonsa masuk ke jok belakang, yang sialnya tepat di sebelah Donghae yang dibaringkan bersandar ke jok dibelakangnya dengan kepala menengadah ke atas.

5 menit perjalanan terasa hening, ketika Donghae menggerakan tangannya, meraih telapak tangan Cheonsa dan menelusupkan jemarinya diantara jari jari lentik gadis itu. Cheonsa hanya mematung tidak bisa melakukan apa apa, tidak mengerti akan perlakuan Donghae.

Cheonsa sudah hampir menggerakan tangannya untuk membalas genggaman Donghae ketika ia mendengar pria itu meracau pelan dalam keadaan setengah sadar. “Sica…. Jessica…” panggilnya lemah.

TBC

Ok then. a bit fail but i can do nothing ^^