BEFORE I GO [YAOI/YUNJAE]

Title : Before I Go
Author : Honey Park.
Cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Shim Changmin, Park Yoochun, Kim Junsu, and others.
Genre : drama/romantic, angst(?), fluff.
Length : 1/1
Rating : PG15.
Summary : cinta. Sesuatu yang tak bisa ditebak. Cinta tak dapat diprediksi kapan akan datang dan pergi. Cinta kadang menyenangkan dan kadang sangat menyakitkan. Cinta sesuatu yang membuat hidup berwarna. Tapi jika sesuatu yang dicintai pergi, bukanlah hal yang menyenangkan. Cinta itu pahit.
Disclaimer : I own nothing except the plot and story. The PLOT and the STORY BELONG to ROYAL ENTERTAINMENT!

Based on author love story….
Tapi author menjadikan YunJae sebagai cast…
Biarlah hanya author yang tahu siapa sebenarnya orang yang telah memperlihatkan apa itu cinta pada author…. *ceileh bahasa gue*
Happy read all…

Royal Company presented….

Royal Entertainment Company production…

Before I Go

Kim Jaejoong menatap kosong monitor laptop didepannya. Tak lama kemudian air matanya mengalir bebas dipipi mulusnya. Sebuah rahasia akhirnya terkuak. Kenapa selama ini orang yang ia sayangi jarang menghubunginya. Ia sudah menemukan pengganti dirinya. Jaejoong mengerjap-ngerjapkan matanya dan tersenyum pada dirinya sendiri.

“Non jongmal baboya, Kim Jaejoong. Seharusnya kau tahu sejak dulu.” Kata-katanya terdengar bergetar ditengah isakannya.

~Few years before~

Hari ini hari pertama Kim Jaejoong masuk ke Dong Bang High School. Ia terlihat sedikit gugup saat memasuki kelasnya. Jaejoong mencari tempat duduk kosong dan mendapatkan kursi dibelakang paling pojok kelas itu. Beberapa menit kemudian seorang dengan perawakan gemuk datang kepadanya.

“Apa kursi disebelahmu masih kosong?” tanyanya. Jaejoong mengangguk dan ia duduk dikursi sebelah Jaejoong.
“Namaku Shin Donghae, panggil saja Shindong.” Katanya memperkenalkan diri.
“Kim Jaejoong imnida.” Jaejoong balik memperkenalkan diri.

Sepuluh menit kemudian terdengar bel dan wali kelas Jaejoong masuk. Ia mengabsen murid-murid barunya.

“Cho Kyuhyun.” Seorang pria mengangkat tangannya.
“Jung Yunho.” Seorang pria dengan wajah kecil, mata sipit dan berkulit kecoklatan mengangkat tangannya.
“Kau Jung Yunho putra dari pemilik Jung Corp. bukan?” Tanya sonsaengnim.
“Ne.” jawabnya pendek.

Jaejoong memperhatikannya dan akhirnya acara absen mengabsen selesai. Sonsaengnim mulai berbicara tentang sekolah dan peraturan-peraturan yang harus ditaati. Jaejoong duduk dibelakang dengan bosan dari awal jam sekolah hingga akhirnya jam makan siang tiba. Ia pergi kekantin dan membeli makanan lalu duduk sendiri dipojok kantin melahap makan siangnya.
Setelah selesai ia segera kembali kekelasnya.

Hari-hari Jaejoong dibangku SMA biasa saja hingga suatu hari saat ada ulangan harian kewarganegaraan, Jung Yunho pindah duduk kebelakang karena tidak siap untuk ulangan. Ia menoleh pada Jaejoong sebelum ujian.

“Beritahu aku jawabannya ya kalau aku tidak tahu.” Senyum Yunho.
“Kau juga jangan pelit.” Sahut Jaejoong membalas senyuman Yunho.

Ulangan pun dimulai dan hampir semua murid mencuri kesempatan untuk menyakan jawaban pada temannya. Termasuk Yunho dan Jaejoong yang bertukar jawaban. Setelah ulangan itu selesai Jaejoong dan Yunho menjadi teman yang lumayan akrab.
Suatu hari Jaejoong dan Yunho mendapat jadwal piket kelas. Mereka membersihkan kelas bersama dan saat semua sudah selesai, mereka duduk diatas meja bersebrangan.

“Dulu aku punya pacar seorang atlit. Sekarang juga ia sekolah disini dan menjadi atlit untuk sekolah ini.” Terawang Jaejoong.
“Siapa? Choi Siwon?” Tanya Yunho. Jaejoong mengangguk lalu mengambil tasnya.
“Aku pulang duluan.” Kata Jaejoong lalu keluar dari kelasnya dan segera menghilang dari pandangan Yunho.

#-#-#-#-#-#-#-#-#-#-#

Hari ini tahun ajaran baru. Jaejoong masuk kekelas barunya dan melihat Yunho juga Junsu dan Changmin disana. Jaejoong segera menghampiri mereka dan berebut tempat duduk bersama teman yang lain.

“Kita sekelas lagi.” Kata Junsu dengan wajahnya yang ceria.
“Iya, aku juga senang sekali kita sekelas lagi.” Jaejoong mengiyakan.

#-#-#-#-#-#-#-#-#-#-#

“Bagaimana tugas drama kita?” Tanya Yunho.
“Aku sudah membuat dialognya. Kita tinggal melakukan latihan.” Jawab Jaejoong mengeluarkan setumpuk kertas.
“Joongie, kau ikut karyawisata bulan depankan?” Tanya Yunho lagi.
“Ne. kau?” jaejoong balik bertanya.
“Tentu saja aku ikut.”

Mereka lalu mulai latihan bersama Junsu, Changmin, Yoochun dan yang lainnya. Mereka tertawa dan latihan mereka berakhir dengan menonton di laptop milik Yunho.

Bulan berikutnya semua siswa Dong Bang High School berkumpul didepan sekolah. Mereka akan melakukan karya wisata ketempat-tempat penting di Korea. Seperti biasa empat sekawan Jaejoong, Junsu, Yunho, dan Changmin duduk berdekatan. Mereka bercanda didalam bis hingga akhirnya Jaejoong dan Changmin bertukar tempat duduk.

Ditempat pertama Changmin menghilang entah kemana begitu juga dengan Junsu yang bergabung bersama Yoochun. Jaejoong dan Yunho akhirnya memutuskan untuk berkeliling bersama dan hal itu terus terjadi ditempat-tempat berikutnya. Saat diperjalanan pulang Jaejoong duduk ditempat Yunho memeluk kakinya.

“Jaejoong-ah, pindahlah ketempat dudukmu. Aku tidak mau duduk dengan dolphin berisik itu.” Yunho sedikit menggiyang tubuh Jaejoong.
“Yunho, bisakan kau ambilkan obat untukku dikotak P3K? maagku kambuh.” Kata Jaejoong lalu menyusupkan kepalanya diantara lututnya yang terlipat.
“Ne. Tunggu sebentar.”

Setelah menunggu cukup lama, Yunho kembali dan menyerahkan obat maag pada Jaejoong. Jaejoong bangkit dan kembali ketempat duduknya. Semua siswa tampak terlelap selama perjalan, tapi tidak dengan Jaejoong. Ia menatap keluar jendela bus dan menatap langit yang bersih tanpa bintang.

‘Yunho-ah…’ batin Jaejoong lalu melihat kebelakang tempat duduknya. Tampak Yunho yang tengah tertidur dengan lelap.

Tahun kedua Jaejoong di Dong Bang High School sangat menyenangkan bagi Jaejoong. Kehidupannya sangat bahagia bersama ketiga sahabatnya.

#-#-#-#-#-#-#-#-#-#-#

Tahun ketiga dimulai. Tahun terakhir dimana Jaejoong, Yunho, Junsu, Changmion dan juga yang lainnya berada di Dong Bang High School. Dan persahabatan keempatnya masih tetap utuh. Kali ini mereka sedang mengerjakan karya ilmiah untuk tugas pelajaran bahasa. Mereka melakukannya bersama-sama dengan akur awalnya, hingga tiba-tiba saja tingkah laku Yunho berubah.

Jaejoong yang tadinya duduk bersama Junsu sudah beberapa hari ini duduk dengan Yunho. Dan hari ini Yunho terlihat mengacuhkan Jaejoong yang duduk disebelahnya. Ia malah menanyakan segala sesuatu tentang tugas karya ilmiahnya pada Junsu yang duduk dibelakangnya.

Jaejoong yang merasa teracuhkan hanya diam dan mencoba tak menghiraukan Yunho. Ia menatap Changmin yang melihat wajah sedih Jaejoong. Jaejoong lalu menelungkupkan tangannya dan meletakkan kepalanya disana.

‘Changmin-ah, apa aku melakukan kesalahan?’ Jaejoong lalu mengirim pesannya pada Changmin.
‘Ani. Wae?’ balas Changmin.
‘Ani. Aku hanya bertanya.’ Jaejoong lalu bangkit dan pergi ke halaman belakang sekolah. Ia duduk dibawah pohon rindang yang berada dipojok halaman belakang sekolah.

‘Yunho-ah, wae? Kenapa kau mengacuhkanku? Apa aku sangat tidak berguna dimatamu? Wae Yunho-ah? Katakan padaku apa salahku jika aku berbuat salah padamu. Jangan diamkan aku seperti ini. Aku tidak bisa jika kau diam. Kau senyum dan tawaku, Yunho-ah. Aku tidak bisa menjalani hari-hariku jika kau seperti ini.’ Batin Jaejoong. Air matanya mengalir dengan deras.

Entah sejak kapan Jaejoong mulai menanam rasa cinta dihatinya untuk Yunho. Bahkan ia tak menyadarinya selama ini. Jaejoong sangat bergantung pada Yunho. Mereka selalu bersama melakukan ini dan itu. dan Jaejoong selalu merasa cemburu saat melihat Yunho bersama wanita atau pria lain. Tapi Jaejoong tak pernah menunjukkan kecemburuannya.
Keesokan harinya Jaejoong duduk dipojok belakang seperti biasanya bersama Changmin. Ia bertukar tempat duduk dengan Yoochun. Jaejoong tidak memperhatikan pelajran, yang ia lakukan hanyalah menangis dan menangis.

‘Jaejoong-ah, uljima.’ Jaejoong membaca kertas kecil yang diberikan Changmin.
‘Aku tidak tahu kenapa Changmin-ah, aku tidak bisa berhenti menangis.’ Jaejoong lalu menyerahkan kertas itu kembali pada Changmin. Changmin hanya menghela napas lalu membiarkan Jaejoong berada didunianya lagi.
‘Aku tidak ingin melihatnya, Changmin-ah.’ Tiba-tiba Jaejoong menyerahkan kertas kecil baru pada Changmin.
‘Mungkin dia sedang memiliki masalah.’ Jawab Changmin.
‘Kau tidak lihat. Dia mau bicara bahkan tersenyum pada yang lain, tapi tidak padaku.’ Jaejoong menyerahkan kertas itu dan kembali menitikkan air mata.

Hatinya sangat sakit karena Yunho bersikap biasa saja pada yang lain sementara ia bersikap seakan-akan Jaejoong tidak ada dihadapannya. Bahkan karena tidak bisa menahan emosinya, Jaejoong meledak marah. Ia menyobek-nyobek buku dan bahkan memukul pintu kelas dengan keras. Jaejoong kembali menyendiri dihalaman belakang sekolah.

Sementara itu, Yoochun yang merupakan teman SMP Jaejoong sedang berbicara dengan Yunho.

“Yunho-ah, kenapa kau mengacuhkan Jaejoong? Aku tahu dia karena dia temanku sejak SMP, dia sangat terpukul sekarang.” Kata Yoochun menginterogasi.
“Aku sedang ada masalah keluarga, Yoochun-ah. Sebenarnya aku tidak ingin mendiamkan Jaejoong, tapi aku takut semakin menyakitinya jika aku bersamanya.” Jawab Yunho. Kepalanya tertunduk menatap lantai.
“Aku mengerti. Kau tidak usah mengatakan masalah keluargamu, itu privat. Aku hanya ingin tahu perasaanmu terhadap Jaejoong.” Lanjut Yoochun.
“Entahla. Yang pasti aku menyayanginya lebih dari pada seorang teman atau sahabat. Aku… menyayanginya.” Jelas Yunho.
“Kalau begitu, minta maaflah. Aku tidak bisa terus melihatnya menangis seperti itu.” Yoochun menepuk pundak Yunho lalu meninggalkan Yunho sendiri untuk berpikir.

Yoochun duduk disamping Jaejoong yang sedang melamun dikursinya. Jaejoong menoleh lalu tersenyum.

“Wae, Yoochun-ah?” Tanya Jaejoong.
“Kembalilah ketempat dudukmu. Kasihan Yunho sendirian.” Kata Yoochun santai.
“Shireo.” Kata Jaejoong pelan.
“Kau tahu, tidak baik kabur dari masalah. Kau tahu, Yunho sebenarnya sangat membutuhkanmu. Bahkan ia bilang padaku bahwa ia menyayangimu lebih dari sekedar sahabat.” Jelas Yoochun.
“Molla.” bisik Jaejoong lalu menyembunyikan wajahnya dibalik tangannya yang terlipat diatas meja.

Hati Jaejoong berbunga-bunga saat mendengar penjelasan Yoochun. Tapi ia belum siap untuk berhadapan dengan Yunho. Bahkan meski ia sudah kembali ketempatnya semula ia masih diam terhadap Yunho.

“Jaejoong-ah, coba kau periksa karya ilmiah kita. Kalau kurang kau tambahi saja.” Yunho menyerahkan laptopnya kehadapan Jaejoong. Jaejoong hanya mengangguk lalu memulai apa yang Yunho minta.
“Ini, sudah selesai.” Jaejoong mengembalikan laptop Yunho dan kembali duduk dikursinya.

Sejak kejadian itu Yunho dan Jaejoong seperti orang asing yang baru bertemu. Mereka jarang bercanda dan jarang bersama. Tapi Jaejoong tidak terlalu menghiraukannya. Ia dan Yunho merupakan orang yang sulit untuk mengungkapkan isi hati mereka, sehingga mereka mengekspresikannya dengaan diam.

Mereka perlahan-lahan mulai memperbaiki komunikasi mereka dan lambat laun mereka kembali akrab seperti dulu. Meski masih sering melakukan hal sendiri-sendiri tapi mereka tetap berhubungan dengan baik. Hingga ujian akhir menjelang dan berakhirpun mereka masih tetap seperti itu.

“Jaejoong-ah, sini. Lihat ini.” Seru Junsu dengan suara dolphinya. Jaejoong menghampiri Junsu dan melihat monitor laptop Yunho yang sedang menunjukkan beberapa foto dirinya.
“Eh, kenapa punggungku yang difoto?” Tanya Jaejoong heran.
“Tanya saja Yunho. Dia yang mengambil foto ini.” Jawab Junsu dan melanjutkan melihat foto-foto mereka.

Pesta perpisahan akhirnya datang. Semua siswa kelas 3 berkumpul diaula sekolah dan berbincang-bincang ria. Ini adalah hari terakhir mereka bisa bertemu dengan semua orang. Jaejoong terlihat duduk disebelah Junsu sementara Yunho, Changmin, dan Yoochun entah duduk dimana. Ditengah-tengah acara Jaejoong tak sengaja duduk disebelah Yunho dan Eeteuk mengambil foto mereka.

“Ya~” seru Jaejoong.
“Kalian duduk lebih dekat.” Perintah Eeteuk.
“Nah, kau sebaiknya seperti ini.” Heechul melingkarkan tangan Yunho dipundak Jaejoong.
“Smile!”

Jaejoong dan Yunho mau tak mau tersenyum meski terlihat sedikit dipaksakan.

“Kalian seperti pasangan yang baru menikah.” Celetuk Eunhyuk.

Pipi Jaejoong memerah mendengar perkataan Eunhyuk sementara Yunho hanya tersenyum. Selesai acara semua teman-teman kelas Jaejoong berfoto kembali disekitar halaman sekolah dan lagi-lagi teman-temannya menyuruh Jaejoong berfoto kembali dengan Yunho.

#-#-#-#-#-#-#-#-#-#-#

Ujian masuk universitas telah usai dan pengumumannya keluar seminggu kemudian. Jaejoong melihat dirinya masuk Kyunghee University sementara Yunho melanjutkan studinya dijepang. Junsu dan Changmin masuk Seoul Nasional University. Jaejoong sedikit merasa kecewa karena kali ini ia tidak satu universitas dengan Yunho. Tapi apa mau dikata, orang tua Yunho ingin Yunho sekolah di Jepang.

Jaejoong menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa baru di Kyunghee University. Yunho menghubunginya seminggu sekali dan kadang Jaejoong sekedar curhat pada Yunho jika ada yang mengganjal dihatinya. Ia juga masih terus berhubungan baik dengan Junsu dan Changmin. Bahkan mereka kadang bertemu sekedar untuk bercerita.

Sudah lebih dari sebulan Yunho tak menghubungi Jaejoong, tapi Jaejoong selalu berpikir positif bahwa Yunho mungkin sedang sibuk. Untuk sedikit melupakan kegalauannya Jaejoong menyibukkan diri dengan mengikuti klub music yang mengharuskannya latihan setiap malam.

Tak terasa sudah hampir setahun Jaejoong terpisah dari Yunho. Ia sedang iseng membuka account facebook miliknya dan melihat Yunho menulis status yang menohok hati Jaejoong.

‘Aku berharap bertemu dengannya hari ini dikampus.’

Mata bulat Jaejoong semakin membulat saat membacanya. Ia membuka komen=komen dari status Yunho dan hatinya semakin sakit.

‘ehem… ehem… siapa tuh?’ Tanya Donghae.

‘Teman satu kampusku.’ Balas Yunho.

‘Oo…’

Jaejoong membacanya dan segera menutup accountnya. Ia pergi ketempat yang sepi disekitar kampusnya dan menangis. Ia juga sempat mencurahkan isi hatinya pada Changmin. Meskipun tidak mengurangi rasa sakit dihatinya, tapi setidakanya ia bisa mengatakan isi hatinya pada seseorang.

~Present~

Susah dua bulan lebih sejak kejadian itu dan Jaejoong menjadi sering diam jika tak ada yang mengajaknya bicara. Ia bahkan lebih senang menyendiri dan melakukan hanya tuhan yang tahu. Ia juga lebih senang bergelut dengan laptop atau sketch book miliknya. Ia berusaha melupakan Yunho. Namun dikampus selalu saja ada yang membuatnya mengingat Yunho.
Jaejoong merasa semakin sakit jika ia mengingat masa-masa SMAnya dulu. Jaejoong selalu berharap dirinya tidak bertemu dengan Yunho. Sejak dulu cerita cinta Jaejoong tak pernah sempurna. Saat dengan Siwon, ia diputuskan oleh Siwon begitu saja tanpa alas an yang jelas. Dan sekarang ia kembali mengalami hal yang serupa.

Jaejoong menekan tombol delete dan semua foto-foto kenangannya bersama Yunho lenyap. Jaejoong tersenyum dan mematikan laptopnya.

Start from today, I will try to ease you from my mind
Start from today, I’ll let you go
But before I go, let me tell you something
I did love you…
But now, I’ll ease that feeling
Thank you before that, you always besides me
Thank you for everything
Sayonara…

~THE END~

Hahahaha…. Ottokhe…??
Akhirnya author bisa menyelesaikan ff ini setelah sekian lama author pendem….
Hehe,, mian alur ceritanya author cepet2in….
Author lupa-lupa inget kejadian2 waktu SMA….
Otak author agak lemot bin lambat…
Harap maklum…
Comment freely welcome…^^

4 thoughts on “BEFORE I GO [YAOI/YUNJAE]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s