Lover’s Fight 1

“Mengaku cinta pada gadis lain? Di televisi pula. Bahkan saat ia punya pacar. Tidakkah itu berlebihan? You are really…. Something,” Cheonsa mematahkan pensil ditangannya dengan cara menancapkannya keras keras ke meja kayu mulus di kamar tidurnya.

“Ah jinjja. Kenapa semua orang berfikir menjadi kekasih Lee Donghae itu menyenangkan? Semua orang kira dia pria baik baik hah? Mengatakan bahwa dia menyukai Min Sunye? Dia lupa kalau dia punya yeojachingu?” Cheonsa melanjutkan amarah tanpa hentinya. Jelas saja, Namjachingunya baru saja mengatakan di acara live kalau ia menyukai yeoja bernama Min Sunye yang baru baru ini sukses bersama dengan timnya, Wonder Girls sukses dengan single mereka Two Different Tears.

Ani… masih mending kalau ia menyatakan kepada kamera kalau ia menyukai Min Sunye. Ini masalahnya ia menyatakannya terang terangan, dan Min Sunye ADA DISITU. Di Come To Play with Super Junior and Wonder Girls.

Terdengar ringtone berdering keras dari ponselnya, yang membawa Cheonsa kembali ke dunia nyata, setelah hampir setengah jam marah marah tidak jelas karena kelakuan namjachingunya itu.

Hey dear,” terdengar suara lembut khas seorang Donghae Prince Icon Super Junior, yang selalu dirindukannya tetapi entah kenapa kali ini dia benar benar muak.

“Ne?” balas Cheonsa seadanya membuat Donghae menyadari bahwa gadisnya ini sedang dalam mood yang sama sekali tidak baik sehingga mau tidak mau menimbulkan pertanyaan di kepalanya.

What’s wrong dear? Let’s meet up,” katanya dengan suara lembut yang benar benar memuakkan bagi Cheonsa yang sedang emosi jiwa itu.

“Shireo. Aku tidak mau melihatmu lagi. Pergi saja sana dengan Min Sunye,” kata Cheonsa sebal lalu menutup flip handphonenya dengan agak keras sebelum melemparkannya ke bantal empuk di sebelahnya.

-oOo-

Donghae baru saja keluar dari Studio KBS setelah menyelesaikan Shooting Come To Play ketika ia teringat pada kekasihnya lalu mengambil ponsel di sakunya dan menekan speed dial 2.

“Hey dear…” katanya manis seperti biasa. Kelakuan klasik para pengidap Prince Disease sepertinya.

“What’s wrong? Let’s meet up,” katanya menahan senyum mendengar Cheonsa menjawabnya dengan cuek dari ujung sana. Bukannya Donghae tidak tahu bahwa gadis itu kesal karena pengakuan cinta yang dilakukannya kepada Sunye barusan. Tetapi berpura pura tidak tahu sepertinya lebih menyenangkan baginya.

Donghae menutup teleponnya dan terkekeh menatap layar handphone mengingat kalimat terakhir yang diucapkan Cheonsa tadi.

‘aku tidak mau melihatmu lagi. Pergi saja sana dengan Min Sunye.’ Donghae tersenyum lebar mendengarnya. Benar bukan? Cheonsa ternyata cemburu.

“Hyung. Tadi teriakan Cheonsa terdengar sampai ke telingaku tuh. Bukankah dia marah? Kau kenapa tersenyum?” kata Kyuhyun dengan tampang innocent.

“Cemburu. Penyakit para Yeoja,” kata Donghae sambil mengedipkan sebelah patanya kepada Kyuhyun yang menggelengkan kepalanya. Tidak disangka Hyungnya yang weird ini ternyata lebih evil dari pada dia.

“Terus? Rencanamu apa Hyung? Datang ke rumahnya dengan tuxedo membawa bunga mawar?” kata Kyuhyun yang berpikiran mungkin Donghae berniat meredam kemarahan Cheonsa. Tetapi ia salah besar.

“Ani… besok di interview aku mau memuji Sunye habis habisan,” kata Donghae sambil tersenyum sendiri membayangkan apa yang akan terjadi kalau ia benar benar melakukannya. dibayangkannya ekspresi Han Cheonsa yang ngambek setengah mati.

“Hyung. Kau tega sekali. Kalau begitu terus jangan salahkan aku kalau aku mendekatinya. Dia manis juga,” kata Kyuhyun yang membuat Donghae kehilangan senyumnya dan langsung menjitak keras Evil Magnae Super Junior itu.

“Ah Hyung neo jeongmal… tetapi ngomong ngomong… kau kan pacar pertamanya tetapi dia belum memberikan first kissnya pada siapapun, termasuk padamu. Siapa tau dia rela kalau denganku,” kata Kyuhyun sambil mengusap kepalanya yang terasa sakit akibat pukulan maut Hyungnya itu.

“Kau…” Donghae bersiap siap untuk memukul Kyuhyun lagi sebelum kemudian Kyuhyun lari meninggalkannya sebelum mendapatkan jitakan kedua.

“Han Cheonsa, rasakan pembalasanku. Siapa suruh kau sibuk dengan urusan tugas semester sampai berani beraninya mengabaikanku seminggu penuh? They don’t call me a cassanova without reason,” gumam Donghae dengan evil smirk di wajahnya.

-oOo-

Cheonsa menatap televisinya geram. Pagi pagi ia terbangun dan memutuskan untuk menonton acara gossip, dan dengan sialnya ia menemukan wajah Lee Donghae terpampang di televisi, sedang menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh wartawan.

‘Lee Donghae ssi, pemirsa begitu penasaran tentang tipe ideal anda. Bagaimana jawabanmu?’

“Hm… saya sangat suka yeoja yang manis, sedikit pendiam pintar bernyanyi dan menyayangi anak anak” jawab Donghae dengan senyum polos khasnya.

‘apakah pernyataan tersebut mengarah pada seseorang di kalangan selebriti?’ pancing wartawan. Donghae tidak menjawab hal ini dan tersenyum misterius untuk membiarkan pemirsa di rumah penyimpulkan sendiri jawaban mereka.

‘Siapakah idola wanita yang menurutmu paling mendekati tipe ideal?’ pancing wartawan itu lagi.

“Seperti… Min Sunye mungkin? Dia sangat dewasa dan pandai bernyanyi. Ia juga pendiam tetapi mencintai anak anak, seperti aku.” Jawab Donghae memancing teriakan riuh rendah para fans yang menonton interview tersebut dengan setia.

Lain halnya dengan Cheonsa. Ia meraih remote televisi lalu mematikan layar di hadapannya dengan kasar. Ia sudah muak dengan Prince Disease seorang Lee Donghae yang membuatnya dianugerahi gelar playboy yang sangat dibanggakannya itu.

Cheonsa meraih handphone di sebelahnya dan menekan speed dial nomor 2, lalu menunggu sang pemilik Handphone untuk menjawabnya.

“Ne, Jagi? Merindukanku?” jawab Donghae dari sana, bermanis manis karena tahu akan mendapatkan semprotan karena interview yang baru saja dilakukannya.

In your sweetest dream, stingy fish. And don’t call me like that. I’m not your jagi anymore,” sahut Cheonsa pedas, membuat Donghae menyunggingkan senyum tipisnya.

“wah. Kau menyeramkan juga kalau merajuk seperti itu,” goda Donghae yang membuat Cheonsa kesal dan memutar matanya.

“Kutunggu di rumah. 20 menit,” jawab Cheonsa singkat lalu mematikan sambungan dan membanting handponenya kasar ke bantal.

Cheonsa mencoba tidak peduli lalu menyalakan televisi lagi, dan menggonta ganti channelnya dengan cepat. Benar benar tidak sesuai harapan. CF super junior, MV super junior, interview, dan hal hal lain berbau super junior muncul di setiap channel yang dipilihnya.

“Sial. Sehebat apa sih dia itu? Bahkan semua stasiun televisi mau repot repot memajang wajah ikannya itu setiap hari,” omel Cheonsa sebal lalu lagi lagi mengangkat remote dan mematikan televisi di depannya.

Beberapa menit kemudian terdengar suara klakson mobil dari luar sana. Cheonsa mengerling ke arah jam. 15 menit setelah ia menelepon Donghae dan menyuruhnya datang tadi.

Cheonsa memakai sendal rumahnya dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya. Seperti yang sudah di perkirakan, Lee Donghae dengan senyum manisnya berdiri di sana, dengan menyandarkan punggung ke tembok dan memamerkan senyum mautnya.

“Kenapa cemberut seperti itu jagi? Bukankah kau yang menyuruhku datang?” tanya Donghae lembut, menyisir rambut panjang Cheonsa dengan jari lentiknya. Cheonsa memalingkan wajahnya ke samping, menghindari tangan Donghae yang malah membuat pria itu tertawa kecil.

I’ve warned you. Don’t call me jagi. Aku bukan yeojachingumu lagi,” hardik Cheonsa yang membuat Donghae memamerkan senyum kemenangannya dengan sedikit ekspresi meremehkan terlukis disana.

“Wah… ternyata kau benar benar marah,” kata Donghae mengusap pipi Cheonsa lembut dengan ibu jarinya, yang segera ditepis oleh Cheonsa.

“Kita putus,” ujar Cheonsa dengan melipat tangannya di dada dan membuang mukanya ke arah lain, mengabaikan Donghae yang ada di depannya.

“Kau memanggil seorang Lee Donghae ke sini untuk mengatakan itu? Aigo… gengsimu itu. Katakan saja kalau kau cemburu dengan Min Sunye,” goda Donghae sembari tertawa kecil.

“Mungkin aku sedikit cemburu pada Min Sunye. Tetapi inti permasalahannya adalah aku sudah muak melihat Prince Diseasemu yang meraja lela,” kata Cheonsa membuat tawa Donghae semakin menjadi saja. Sepertinya pria itu benar benar menganggap hal ini sebagai lelucon.

“Ya Han Cheonsa. Jangan membuat dirimu sendiri menyesal. You can’t live without Lee Donghae,” ujar Donghae percaya diri sekaligus meremehkan, dengan senyum sok penertian di wajahnya.

“Kaulah yang akan menyesal. Lihat saja nanti,” tantang Cheonsa memandang Donghae tajam.

“Arasseo kalau itu maumu. Aku terima keputusanmu kalau begitu. Kita tunggu saja siapa yang akan duluan datang dan meminta balikan,” Donghae membalas tantangan Cheonsa dengan pandangan tertarik. Cheonsa tidak pernah seberani ini sebelumnya. Ia hanyalah seorang gadis yang mencintai Lee Donghae dan rela melakukan apa saja demi pria itu. Kadang kadang ia merajuk tetapi tidak akan bertahan lama. Siapapun yang salah, Cheonsa-lah yang selalu datang pertama dan meminta maaf untuk mengalah.

Biasanya dia seperti itu. Semarah apapun dirinya pada Lee Donghae, ia tidak bisa hidup tanpa pria itu. Donghae menyebutnya ‘addicted’ atau ‘obsessed’ tetapi Cheonsa tidak ambil pusing, toh pria itu mencintainya sama besarnya. Kali ini Donghae dibuat kaget oleh Cheonsa yang tiba tiba meminta putus. Menurutnya ini sangat menarik, dan ia sangat penasaran seberapa lamakah Cheonsa akan bertahan dengan kekeras kepalaannya.

“Aku bukan Cheonsa yang dulu, Lee Donghae ssi. Sekarang aku bisa melakukan apa saja yang ku mau. Kau lihat saja. Just don’t die regretting,” kata Cheonsa dengan senyum meremehkan terpeta jelas di wajahnya, membuat Donghae terpancing untuk meladeni bendera perang yang baru dikibarkan Cheonsa di depan wajahnya.

“Aku tidak akan menyesal. Maybe the regret will be yours. You start this war, Han Cheonsa. Starting a war with me is not a good idea, but it’s quite interesting. See you at the battle field,” Donghae meraih pipi Cheonsa dengan tangan besarnya, mendekatkan dirinya pada gadis itu dan mengecup kening gadis itu lembut, lalu berbalik ke mobilnya dan pergi setelah melambai ramah pada Cheonsa, yang hanya dibalas dengan tatapan tidak suka oleh gadis itu.

Sepeninggalan Donghae Cheonsa mengangkat ponselnya dan menekan speed dial nomor 9.

“Yoonji-ya. Aku putus dengan Lee Donghae,” katanya pada gadis di seberang sana.

Yes, I started this, and I won’t regret. Prepare your self, Jagiya

TBC

PS : udah jadiiiii tp maaf ya saya sendiri juga tau kalo part pertama ini sangat pendek. soalnya aku butuh saran dulu kedepannya harus gimana. comments are really waited. thanksss ~~ ^^

41 thoughts on “Lover’s Fight 1

  1. wah2,.couple haensa *seenakx bkn nm sndr*bs saingan ma psgn kyujin marsha.
    Bravo,q tgg klnjtnx.
    Smg d0nghae yg ngemis2 cintax cheonsa..

      • he??emangny si chonsa ini ada orgny ya???
        hahahaa,,g ad mksud ap2
        cm beneran deh bosen aj gt sering bgt nemu FF yg ank SJny SELALU ngemis cinta ke cewe
        sekali-kali ganti donk yaa XD

  2. i really like this break up.. seeing cheonsa suffer is the most beautiful part in my life.. *dicincang sonia*
    yeah LDH just dont regret it.. cheonsa you too..
    ps: orang ketiga ma keempat kayanya seru wat manas2in mereka.. wkwkw.. :D

    • darling Shilla can i tell you that i could kill you after this hahahahahaha!

      Tika i’m comeback! kinda miss this blog after i debuted /burned killed/ anyway chukkae for you! you know i dont have nothing to do now /stares in starbucks/ LOL>< so i decide to read all comments in here. i love you.

      waiting part two soooooooooooooooooooon!

      • hahahha enough, our talk about kampung, kopaja, and etc. don’t reveal our villagers side here. you better stop skipping your class. liat dong gua anak baek baek.

        arasseoooo i just can’t find any good idea to make this sequel but once i got my inspiration i’ll do it in 2 hours. promiisssssssse keep watching.

    • yeah~ next chapter i planned to make kyuhyun become “sumbing” cheonsa will really love it and let that fish go wooo hahahahahah ~~
      iya nih unn aku juga mikir orang ke sepuluh biar panjang *digaplok
      thaaanks unnie

  3. AIST. . . .D0NGHAE. . . .gue suka gaya Loe. . .*plakkk
    sejak kapan si Lee Döndong jadi bsa english gt. . . .*di bunuh d0nghae

    seru. . . .next part,y lebih panjang dunx. .

  4. Pengen ada pihak 3 atau engga 4, 5 / 6 juga boleh #plakk *ditabok author* ._.v

    Buat hae yang ngemis ya thorr :* hae belagu sih disini *diserang fishy* next part lebih panjang, lebih seru, lebih tragis dan lebih lebih *readers gatau diri*

    Dikabulin ya thorrr :****

  5. dari awal baca lansung senyam senyum+ngakak2 gaje.. keren banget!!
    asdfghjkl gaya donghae bikin melayang nih(?) terus felt annoyednya donge jg dapet banget…
    penasaran amatlah ama part selanjutnya.. sekali2 dibikin part nyesek nya dong(?).. aku sih pengennya si choensa yang lagi2 kalah (?) tapi si donge nyesel jg/apalah..

    lanjutannya cepetan yah u_u .penasaran nih..

  6. hahahahahah aku tahu ini gaje sangat.
    woh itu si bang donge emang gayanya harus selangit. aku juga heran dia dapet skill english darimana. pan bapaknya asli betawi *tabok
    iya deeeh aku bikinin part nyesek biar pada galau hahahahaha

    makasih unnie for comment~~

  7. Eonnie, chingu, hyung, oppa, author(?) I love this FF seriously. This is the first time I read this kind of Hae’s FF, he’s so so so evil in here >< kinda annoying but I like the story!! Can't wait for the next chapter pleaseeee (O̴̴̴̴̯͡ .̮ O̴̴̴̴̯͡) I will wait!! 파이팅!^^

  8. annyeong… *lambai2.. :)

    apa kbarr eon ??? nyiahahaha,,,
    keren eon ff nya.. wkwkwkwk
    wuuahh banyak niih ilmu dari donghae*plak

    tapi2.. sejak kpan haepa bisa b.ing…*plak
    wkwkwkwk

    okkrey lanjut k part 2 y eon.. hehehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s