BEFORE YOU GO [YAOI/ONESHOOT]

Title : Before You Go
Author : Honey Park.
Pairing : MinKyu, YunJae, KyuMin, etc.
Genre : yaoi, drama/romantic, angst, mpreg.
Length : 1/1
Rating : PG17.
Summary : Cinta tak selamanya selalu berpihak. Ada kalanya cinta berpaling dan pergi begitu saja tanpa jejak.
Disclaimer : I own nothing except the plot and story. The PLOT and the STORY BELONG to ROYAL ENTERTAINMENT!

Here we go…
Author balik lagi dengan couple MinKyu….
Nie FF requestan seorang teman….
Dan saya dengan seenaknya jidat memutuskan Changmin sebagai ukenya dan Kyuhyun sebagai semenya…
Mianhae kalo misalkan alurnya kecepetan…
So,, enjoy it guys…

Royal Company presented….

Royal Entertainment Company production…

Before You Go

Seorang pria tengah terbaring disebuah ranjang putih dan banyak selang-selang yang terhubung kealat-alat yang ada didekatnya. Wajahnya terlihat pucat dan lemah. Tak lama berselang seorang pria cantik masuk dan menghampirinya.

“Minnie…” panggilnya. “Ireona. Apa kau tak mau melihat anakmu? Kami sangat mengkhawatirkanmu.” lanjutnya.

Air mata mengalir dipipi putih mulusnya. Ia menggenggam tangan pria yang tengah tak sadarkan diri dihadapannya. Ia menatap wajah yang terlihat damai namun terlihat raut sedih diwajah itu. Saat ia mulai terisak, seorang pria tampan masuk. Ia menggendong seorang anak kecil.

“Umma…” panggilnya.

Pria cantik itu menoleh dan menghapus air matanya.

“Yunnie, Binnie…” katanya lalu menggendong anak kecil itu.
“Joongie-ah, bagaimana keadaan Changmin?” tanyanya.
Pria cantik itu menggeleng dan kembali melihat Changmin yang tengah terbaring lemah.
“Umma, aku sudah melihat adik bayi Changmin ajussi. Cantik.” Kata anak kecil itu dengan wajah tak berdosanya. “Binnie juga mau dede bayi.” Lanjutnya.
“Moonbin-ah, kau ingatkan sekarang umma sedang mengandung dede bayi.” Kata pria tampan itu lalu mencubit hidung anak itu.
“Yunnie, jangan cubit-cubit anakku.” Pria cantik itu merenggut saat anaknya dicubit.
“Ah~ ne.” Ia mencium bibir pria cantik itu dan mencium pipi anaknya.

Mereka lalu kembali melihat keadaan Changmin. Sudah dua hari ia tak sadarkan diri setelah melahirkan bayinya. Keadaan Changmin sebenarnya tidak pernah baik selama mengandung. Dan keadaannya semakin buruk sekarang. Karena mempertahankan bayinya ia harus terbaring tak berdaya dan nyawanya terancam. Tiba-tiba seorang dokter masuk.

“Jaejoong-ah, Yunho-ah.” Katanya.
“Siwon-ah, bagaimana keadaan Changmin?” Tanya pria cantik yang ternyata bernama Jaejoong.
“Buruk. Mianhae, aku tak bisa melakukan apa-apa lagi. Kita hanya bisa menunggu keajaiban.” Kata Siwon.
“Apa tidak ada yang bisa kita lakukan?” Tanya pria tampan disamping Jaejoong.
“Tidak ada Yunho. Aku sudah mencoba tapi penyakit Changmin sudah mencapai stadium akhir. Operasipun percuma karena kemungkinan besar Changmin tidak bisa bertahan.” Jawab Siwon.

Jaejoong terlihat kembali mengalirkan air matanya. Yunho memeluk tubuh istrinya. Moonbin melihat ummanya yang terisak dengan tatapan bingung.

Changmin adalah adik Yunho. Jaejoong menyayangi Changmin seperti ia menyayangi adiknya sendiri. Changmin telah lama sakit dan membuat semua anggota keluarga Jung sangat menjaga kesehatan Changmin. Keadaan Changmin baik-baik saja, tapi setelah ia bertemu dengan seorang pria bernama Cho Kyuhyun keadaanya berubah. Dan sekarang nyawa Changmin berada diujung tanduk pun karena pria itu. Ia meninggalkan Changmin yang sedang mengandung dan hal itu membuat penyakit Changmin semakin memburuk.

~flashback~

“Minnie, sarapan sudah siap.” Panggil Jaejoong diluar pintu kamar Changmin.
“Ne, hyung. Sebentar lagi.” Jawab Changmin.

Changmin melihat dirinya didepan cermin dan menyentuh wajahnya yang terlihat pucat. Changmin lalu memoleskan bedak agar kedua hyungnya tak khawatir. Setelah tak terlihat pucat, Changmin keluar dari kamarnya dan segera menuju keruang makan. Disana Changmin melihat Yunho yang sedang bercanda dengan Moonbin dan Jaejoong yang sibuk menata meja makan.

“Anyeong hyung, Moonbin-ah.” Sapa Changmin seceria mungkin.
“Anyeong, Changmin ajussi.” Moonbin balik menyapa dengan suaranya yang riang.

Changmin lalu duduk dikursinya dan Jaejoong menyerahkan piring berisi sandwich dan segelas susu vanilla pada Changmin.

“Gomawo hyung.”
“Ajussi, hari ini kita main ketaman ya.” Pinta Moonbin.
“Hm, tapi ada syaratnya.” Kata Changmin.
“Apa syaratnya ajussi?” Tanya Moonbin tak sabar.
“Kau harus menghabiskan sarapanmu.” Jawab Changmin sambil tersenyum.
“Itu mudah sekali.” Moonbin lalu dengan semangat menyantap sarapannya.
“Moonbin-ah, pelan-pelan makannya. Bagaimana kalau kau tersedak, hum?” Jaejoong memperingatkan anaknya.
“Aku mau cepat-cepat pergi bermain dengan Changmin ajussi, umma.” Moonbin tetap keukeuh dan makan dengan cepat.
“Jung Moonbin, pelan-pelan makannya!” teriak Jaejoong.

KLONTANG

Semua orang menoleh kearah Changmin yang menjatuhkan garpunya. Sontak Jaejoong dan Yunho segera menghampiri Changmin.

“Changmin-ah, gwenchana?” Tanya Yunho yang sedari tadi diam.
“Minnie, gwenhana?” Tanya Jaejoong panik.
“Gwenchana, hyung. Garpunya licin, jadi terlepas dari tanganku.” Bohong Changmin agar hyungnya tak khawatir.

Yunho dan Jaejoong tahu kenapa Changmin menjatuhkan garpunya. Hal ini pasti karena tangannya kaku. Yunho dan Jaejoong tahu Changmin berbohong pada mereka berdua, tapi mereka juga tak ingin memaksa Changmin untuk mengaku. Mereka kembali duduk dan makan sarapan mereka.

Lima belas menit kemudian semuanya selesai dengan sarapan mereka. Yunho pergi kekantor dan Jaejoong bersiap-siap pergi kebutiknya. Ia memastikan Changmin baik-baik saja untuk menjaga Moonbin dirumah.

“Changmin-ah, kalau kau lelah kau telpon saja Junsu. Moonbin-ah jangan nakal, ne.” Pesan Jaejoong sebelum berangkat.
“Arasso, hyung.”
“Ne, umma.” Kata Moonbin lalu hormat.

Jaejoong mencium kedua pipi Moonbin lalu naik kemobilnya. Changmin dan Moonbin melambaikan tangan mereka saat mobil Jaejoong meluncur pergi. Setelah mobil Jaejoong tak terlihat, Moonbin menarik tangan Changmin.

“Binnie, tunggu dulu. Ajussi masih harus melakukan sesuatu. Kita masuk dulu, ne.” kata Changmin dan mau tak mau Moonbin menurut.

Changmin naik kekamarnya dan meminum obatnya. Ia lalu kembali menemuai Moonbin yang sedang cemberut diruang tamu.

*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Changmin sedang memperhatikan Moonbin yang bermain-main dengan anak-anak seumurannya dikursi taman didekat tempat bermain anak-anak. Changmin tersenyum melihat senyum yang menghiasi mulut kecil anak-anak yang bermain. Ia mengingat saat kecil dulu ia juga sering bermain dan tersenyum seperti itu bersama Yunho dan temannya yang lain. Saat sedang mengingat masa lalunya seseorang duduk disampingnya.

Changmin menoleh dan melihat seorang pria tampan disampingnya. Changmin dengan segera memalingkan wajahnya saat pria itu menoleh kearahnya.

“Hai!” sapanya.
“Ha-hai!” Changmin balik menyapanya.
“Kau sedang apa sendirian disini?” tanyanya.
“Aku sedang menemani keponkanku bermain.” Jawab Changmin sambil menunjuk Moonbin yang sedang memanjat prosotan *halah*.
“Kukira kau sedang melamun. Ah, ne. Jo neun Cho Kyuhyun imnida.”
“Jung Changmin imnida.”

Merekapun berjabat tangan dan mulai berbincang-bincang kecil. Saat tiba waktunya makan siang Moonbin menghampiri Changmin dan merengek ingin dibelikan es krim.

“Ajussi, Binnie mau es krim! es kriiiiim!” rengek Moonbin.
“Keure. Sabar sedikit Binnie-ah. Aish, kau mirip sekali appamu.” Gerutu Changmin lalu menuntun Moonbin.
“Kyuhyun-ssi, aku permisi dulu.” Pamit Changmin.
“Nde.”

Changmin membelikan Moonbin es krim kesukaan Moonbin lalu pulang.

Keesokan harinya Changmin belanja keperluan sehari-harinya disupermarket saat ia bertabrakan dengan seseorang.

“Mianhae.” Changmin memnungkukkan badannya berkali-kali.
“Gwenchana. Eh, Changmin-ssi?!” Changmin mengangkat wajahnya dan melihat Kyuhyun didepannya.
“Kyuhyun-ssi?!” kata Changmin kaget.

Akhirnya mereka memutuskan untuk berbincsng-bincsng sejenak dikafe. Mereka bercerita banyak tentang diri mereka masing-masing dan mulai akrab satu sama lain. Changmin terlihat tertawa-tawa saat Kyuhyun menceritakannya sesuatu.

“Kau tahu, dulu aku mencoba memakan buku pelajaran bahasa inggrisku karena aku sudah muak belajar bahasa inggris. Tapi apada akhirnya ummaku memarahiku.”
“Hahahaha… itu konyol sekali Kyuhyun-ssi. Seharusnya kau mempelajari buku itu, bukan memakannya.” Changmin terkekeh mendengar cerita konyol Kyuhyun.
“Mau apa lagi. Aku tidak terlalu suka belajar. Aku lebih suka bermain game.” Manyun Kyuhyun.
“Dasar gamer.” Decak Changmin.

Mereka kembali berbincang dan sesekali diselingi tawa. Changmin lalu melirik jam tangannya.

“Omo, mian Kyuhyun-ssi. Sepertinya aku harus segera pulang. Hyung pasti sudah mengamuk dirumah. Sampai ketemu lagi.” Changmin melambaikan tangannya dan keluar dari kafe dengan tergesa-gesa. Saat sampai dirumah, Jaejoong menceramahinya panjang lebar.

Begitulah seterusnya. Kyuhyun dan Changmin sering bertemu. Dan pada akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Yunho dan Jaejoong tidak melarang Changmin berhubungan dengan Kyuhyun. Mereka merasa bahwa setelah bertemu dengan Kyuhyun, Changmin semakin ceria dan sehat.

Tapi semua berubah saat sikap Kyuhyun tiba-tiba berubah. Tak ada lagi kata-kata manis saat bersama Changmin. Bahkan ia lebih sering mengabaikan Changmin. Hingga suatu hari.

“Changmin-ah, lebih baik kita putus!” kata Kyuhyun to the point.
“Wae?” suara Changmin bergetar menahan air mata.
“Aku sudah bosan bersamamu. Sebaiknya kau tidak pernah muncul dihadapanku lagi!” Kyuhyun lalu meninggalkan Changmin sendiri.

Air mata mulai mengalir bebas dipipi Changmin. Ia menatap kepergian Kyuhyun. Setelah semua pengorbanan yang ia lakukan untuk Kyuhyun. Setelah ia memberikan segalanya pada Kyuhyun, Kyuhyun pergi meninggalkannya begitu saja.

Changmin pulang dengan langkah gontai dan saat ia tiba didepan pintu rumah, ia tumbang. Jaejoong yang melihatnya sangat panik dan segera menelpon ambulance. Sampai dirumah sakit, Jaejoong mencoba menghubungi Kyuhyun namun selalu gagal.

“Jaejoong, bisa bicara diruanganku.” Kata Siwon saat keluar dari ruang UGD.
“Ne.” jawab Jaejoong pendek. Ia sedikit membenarkan posisi Moonbin yang tertidur digendongannya.

Choi Siwon adalah dokter pribadi keluarga Jung. Ia seorang pria tampan yang baik hati. Ia menangani Changmin sejak awal. Siwon juga diam-diam menyimpan rasa pada Changmin, hanya ia menyembunyikan perasaannya.
Saat sampai diruangan Siwon, Jaejoong segera duduk dihadapan Siwon.

“Ada apa Siwon-ah? Apa yangterjadi pada Minnie?” Tanya Jaejoong khawatir.
“Begini, Jaejoong. Kesehatan Changmin memburuk karena tiba-tiba penyakitnya kembali bergerak. Dan kandungannya membuat keadaan Changmin semakin memburuk.” Jelas Siwon.
“Mwo? Kandungan?” Tanya Jaejoong heran.
“Ne. Changmin sedang mengandung 5 minggu.” Jawab Siwon.

Jaejoong terdiam ditempatnya. Changmin hamil berarti bayi yang dikandung Changmin adalah darah daging Kyuhyun. Dan sekarang Kyuhyun tidak bisa dihubungi. Lamunan Jaejoong buyar saat pintu ruangan Siwon terbuka dengan kasar.

“Bagaimana keadaan Changmin?” terlihat Yunho yang terengah-engah dan masuk dengan terburu-buru keruangan Siwon.
“Sekarang ia sudah stabil. Hanya tinggal menunggu Changmin siuman.” Jawab Siwon. “Jae, aku serahkan padamu.” Lanjut Siwon lalu keluar dari ruangannya.
“Yunnie, ada yang harus aku katakan padamu.” Kata Jaejoong setenang mungkin.
“Apa itu, boo?” Yunho duduk menghadap Jaejoong.
“Changmin hamil dan Kyuhyun tidak bisa dihubungi.” Jelas Jaejoong singkat. Yunho terdiam lama menatap Jaejoong. Jaejoong juga menatap mata kecil Yunho.
“Untuk saat ini kau pikirkan saja Changmin. Biar aku yang mengurus pria brengsek itu.” kata Yunho tegas. Jaejoong mengangguk dan Siwon masuk kembali keruangannya.
“Sudah selesai?” tanyanya. Jaejoong mengangguk.
“Siwon-ah, aku serahkan Changmin padamu. Lakukan apapun agar Changmin baik-baik saja.” Yunho bangkit dari duduknya.
“Pasti.” Kata Siwon mantap.
“Aku mau mengurus pria brengsek bernama Kyuhyun itu.”

Yunho lalu keluar dari ruangan Siwon tanpa basa-basi. Jaejoong menatap suaminya yang sudah menghilang dibalik pint.

“Jangan khawatir Jaejoong. Yunho bukan orang tak berpendidikan.” Siwon mencoba menenangkan Jaejoong.
“Aku tahu. Bukan Yunho yang ku khawatirkan. Aku mengkhawatirkan Changmin.” Jaejoong tertunduk dan mengusap lembut kepala Moonbin.
“Aku akan melakukan apapun untuk meringankan beban Changmin.”
“Gomawo, Siwon-ah.” Bisik Jaejoong.

*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Yunho berdiri didepan pintu apartemen Kyuhyun. Ia menggedor pintu dihadapannya beberapa kali, lalu seorang pria manis membukakan pintu itu.

“Maaf, anda mencari siapa?” tanyanya sopan.
“Aku ingin bertemu dengan pria bernama Kyuhyun.” Jawab Yunho dingin.
“Jagiya, nuguya?!” teriak seseorang.

Tiba-tiba amarah Yunho naik saat melihat Kyuhyun setengah telanjang muncul dibelakang pria yang membukakan pintu. Saat Kyuhyun melihat Yunho segera menarik pria manis itu masuk.

“Sungmin-ah, masuk kekamar jagi.” Katanya. Sungmin menurut dan segera pergi menuju lantai dua apartemen itu.
“Jadi kau hanya mempermainkan adikku hah?!” kata Yunho setenang mungkin.
“Memangnya kenapa?” seringai Kyuhyun.
“Dia sedang mengandung anakmu, brengsek!” teriak Yunho akhirnya.
“Gugurkan saja. Gampang kan.” Kata Kyuhyun enteng. Yunho melayangkan pukulannya kearah Kyuhyun dan sukses mengenai pipi Kyuhyun.
“Dasar brengsek. Aku menyesal membiarkan adikku mengenal pria brengsek sepertimu. Jangan harap aku dan semua keluargaku memaafkanmu!”

Yunho lalu meninggalkan Kyuhyun yang terduduk dilantai. Yunho segera meninggalkan gedung apartemen Kyuhyun dan kembali kerumah sakit. Ia segera menuju kamar rawat Changmin dan Changmin sudah siuman.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Yunho sewajar mungkin.
“Baik, hyung. Mian sudah membuat kalian khawatir.” Changmin tersenyum lemah.
“Kau tidak perlu meminta maaf pada kami.” Yunho menepuk pundak Changmin. Changmin tersenyum dan mengangguk.

Setelah selama seminggu Changmin berada dirumah sakit, akhirnya Siwon memperbolehkannya pulang. Dhangmin sangat senang saat tahu dirinya sedang mengandung. Ia bahkan langsung menolak saat Siwon bilang lebih baik Changmin menggugurkan kandungannya karena sangat berbahaya bagi kesehatannya. Tapi Changmin percaya bahwa ia bisa bertahan.

Hari-hari selanjutnya Changmin harus bolak-balik rumah sakit karena sering drop dan mengalami pendarahan. Hingga akhirnya Changmin harus melahirkan bayinya dibulan ketujuh karena kesehatan Changmin yang sangat buruk. Bayinya lahir dengan selamat tapi tidak dengan Changmin.

~flashback end~

Jaejoong menghela napas saat mengingat enam bulan belakangan. Saat Changmin harus berkali-kali masuk rumah sakit dan akhirnya ia sekarang koma. Jaejoong lalu pergi menuju kamar bayi dan melihat bayi Changmin yang berada didalam incubator. Jaejoong tersenyum dan senyumnya pudar saat seseorang yang ia berdiri disampingnya.

“Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya Jaejoong penuh benci.
“Aku hanya ingin melihat anakku.” Jawabnya datar.
“Dia bukan anakmu!” teriak Jaejoong. Yunho datang tergopoh-gopoh.
“Pergi dari sini! Kau tidak diijinkan untuk melihat anak Changmin. Bersenang-senanglah dengan istrimu.” Desis Yunho.
“Tapi dia tetap anakku.” Kekeh Kyuhyun.
“Pergilah sebelum aku memanggil security.” Bentak Yunho.

Namun kemudian beberapa suster berlarian menuju ruangan Changmin. Yunho dan Jaejoong yang melihatnya segera mengikuti mereka. Saat sampai disana mereka melihat Siwon sedang sibuk bersama tim dokter. Jaejoong memeluk Yunho dan mulai menangis. Kyuhyun yang diam-diam mengikuti mematung ditempatnya.

Kyuhyun tak pernah tahu jika Changmin ternyata mengidap kanker. Baik Changmin maupun keluarga Jung tak pernah mengungkit hal itu. sekarang ia melihat Changmin yang tengah sekarat didalam sana. Air matanya mengalir tanpa ia ketahui. Ia menatap kosong semua yang ada dihadapannya.

TIIIT~

Terdengar bunyi melengking panjang dan garis hijau lurus disalah satu layar yang berada didekat ranjang Changmin. Yunho menitikkan air matanya dan tangis Jaejoong semakin menjadi sementara Kyuhyun membeku ditempatnya.

Igeot maneun algoga
Neoman saranghaesseotdeon
Dan han namjayeotdago
Neomu miryeonhaeseo neojocha
Jigijido mothaetdeon
Pabo deungshini yeotda
Neo kkeutkkaji nae gyeote nameumyeon
Deo himdeulgo sseureojil jido molla
Aju jarhan geoya neoreul jayurobge haejul sarami
Ne gyeote ol keoya
Ne gyeote ol keoya….

~The end~

Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. ottokhe…??
Mianhae,, author kurang dapet feel waktu bikin…..
Tapi author tetep terima semua komen,, baik yang manis,, asem,, ataupun pedes…..

13 thoughts on “BEFORE YOU GO [YAOI/ONESHOOT]

  1. Kyaaaaa. . . .
    sad ending. . . .huwwee. . .
    buatin sequel,y dunx. . .minkyu jadi kyumin. .

    biasa,y l0w Mìnkyu kyuhyun yg jd uke,y. . .
    tapi ini di balik. . .
    kekkeke

  2. yahh changminnya matii :(

    eh, baru ini loh aku baca ff yang changmin X kyuhyun, tapi ukenya changmin .. Biasanya kan kyu jadi uke .. Haha :D jadi agak2 kurang dapet feelnya . Tapi keren kok :)

  3. agak aneh changmin jadi uke kyuhyun -,-
    tapi ini ceritanya uga bagus ,, mana kyuhyunnya jahat lagi ..
    aku dapat feel ini ff soalnya suka sama lagu before you go *apalagi MVnya ampun dahhh changmin ganteng max* xD bikin ff yaoi lagi iia chingu u,u

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s