You Make Me Love You part 1

You Make Me Love You!

(Part 1)

Author: Febby Josephine

Casts:

–        Kim Kibum (Key)

–        Park Haera

–        Choi Siwon

Other casts:

–        Super Junior members

–        SHINee members

–        Jung Shiyeon

PS: My second fanfic hehe the first one was How do I live without you J Hope you guys like it. And, comments please! NO COPY PASTE. Enjoy!

***

“Mm, hazelnut frappucino, please.” Aku menunduk mencoba agar tidak ada orang yang mengenaliku. Walaupun sudah menggunakan kacamata hitam dan topi tetap saja orang-orang dapat sangat mudah mengenaliku. Bayangkan saja, ketika aku hanya ingin membeli kopi, fans dengan mudahnya menangkapku sehingga aku harus berlari dan tidak mendapatkan pesananku. Kali ini aku akan mencobanya lagi, siapa tahu berhasil.

“Ah, kamsahamni…”

“Key!!!! Itu Key!!!!!” Gosh, ada apa ini? Kenapa orang dengan sangat mudah tahu kalau ini aku??? Dengan segera aku mengambil pesananku lalu bergegas mengambil langkah ke luar. Namun sepertinya di luar sudah banyak fans yang menungguku. Aku tidak bisa keluar. Eotteokkhae??? Aissh jinjja.

Aku sedang kebingungan mencari jalan untuk keluar dari kedai kopi ini ketika kurasakan sebuah tangan tiba-tiba menarik tanganku yang tidak sedang memegang frappucinoku.

“Key-ssi, ayo. Lewat sini.” Dengan wajah bingung aku mengangguk lalu mengikutinya.

“Eodisseo???” Ia tidak menjawab.

Ia mengajakku keluar melewati pintu belakang. Dan benar saja, tidak ada fans yang menunggu di sana. Malah sangat sepi.

“Key-ssi, kau mau langsung pulang? Sebaiknya kau jangan pergi sekarang. Masih banyak fans yang menunggumu. Aku tahu tempat yang baik untuk bersembunyi, kau mau?” sepertinya ia seorang Shawol yang sengaja ingin menculikku…

“Hmm, amankah? Aku tak mau kau menculikku.”

“Hahaha tidak mungkin. Kau tidak percaya? Terserah kau sih…”

Aku mendengar para fans yang menunggu di luar meneriakkan namaku, berharap aku akan keluar dan menyambut mereka. Namun kali ini aku ingin menghindar dulu, bosan juga dengan teriakan-teriakan itu. Aku ingin lepas sebentar dari kehidupan artis.

“Oke. Tapi ingat, jangan kau culik aku, ara?” kataku sambil menunjukkan telunjukku lalu dijawabnya dengan anggukan. Ia pun berjalan mendahuluiku dan aku mengikutinya sambil sesekali menyeruput frappucinoku. Ia mengambil jalan-jalan kecil yang belum pernah aku datangi sebelumnya.

Tiba-tiba kami sampai di sebuah taman bermain kecil yang sepi. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari kedai kopi yang tadi, namun jalan menuju taman bermain ini cukup jarang dilewati orang-orang banyak sepertinya.

“Nah, kau tunggu di sini saja dulu. Atau kau bisa menelfon managermu untuk menjemputmu di sini. Aku yakin kau akan aman di sini. Aku permisi…” ia tersenyum lalu beranjak pergi.

“Camkkanman! Ya, kau begitu saja meninggalkanku? Tidak bisa, temani aku dulu di sini.” Jawabku dengan nada sedikit memaksa. Aku melihat wajahnya yang sedikit terlihat ragu-ragu mengiyakan permintaanku. Aku melepas kacamataku dan menatap matanya.

“Ah, tapi aku… aku harus kembali bekerja.”

“Tidak, sudahlah, temani sebentar sampai managerku menjemput. Kau juga tidak akan dipecat karena keluar sebentar menyelamatkan seorang artis seperti aku kan?” aku menghampirinya lalu menarik tangannya menuju dua ayunan kecil.

“Duduk.” Aku memerintahkannya lalu ia duduk dengan tidak menjawab ataupun menolak. Aku lalu duduk di ayunan sebelahnya.

“Kamsahamnida. Harusnya setiap aku datang ke kedaimu, kau langsung menyembunyikanku di sini, tahu.” Kataku sambil terus meminum frappucinoku yang tinggal tersisa sedikit.

“Ya, kenapa kau diam saja? kau tidak bisa berbicara? Ah, aku tahu, kau pasti gugup berbicara dengan artis sepertiku kan? Hahaha” aku tertawa sambil mengayunkan ayunanku.

“Aissh tidak. Hanya saja, kau terlalu banyak bicara, Key-ssi.” Ia menjawabku yang membuatku tersedak lalu menatap wajahnya.

“Ya. Kau bilang aku banyak bicara? Aissh jinjja. Aku ini pendiam kau tahu? Dari member SHINee yang lain, akulah yang paling diam..” aku menjawabnya sambil tersenyum dan memeletkan lidahku kepadanya. Ia tertawa kecil.

“Hahaha, yang benar saja. Oh ya, Key-ssi, kenapa kau datang sendiri tadi?”

“Hmm, Taemin tadi sedang istirahat, Minho sedang bermain basket, sedangkan Onew dan Jonghyun hyung tau lagi ngapain. Jadilah aku sendiri yang ke sini. Bosan di dorm. Ya, kau belum menjawab pertanyaan, eh, pernyataanku tadi. Kenapa kau tidak dari dulu menyelamatkanku ke sini?”

“Ooh itu, aku masih baru kerja di sana. Aku hanya kerja part time dan kebetulan sekali saat aku tugas kau datang. Kata teman-temanku kau biasanya datang agak sore, bukan siang seperti tadi. Kalau sore biasanya aku sudah pulang.”

“Oh, arasseo. Kau baik sekali. Kau benar bukan salah satu fansku?” ledekku sambil melihatnya yang sedang memainkan pasir dengan kakinya.

“Ah, tidak. Aku bukan salah satu fansmu. Aku seorang Siwonest, hehe.” Ia menjawab dengan wajah sumringah dan menatap ke langit seolah-olah wajah Siwon hyung terukir di langit. Cih, banyak sekali fansnya Siwon hyung. Aku kan juga tidak jelek-jelek banget kan?

“Siwon hyung? Kau salah satu fansnya? Aaah, aku mengerti sekarang. Kau ingin menyelamatkanku karena kau tahu aku mengenalnya dan kau ingin aku mengenalkanmu kepadanya kan??? Ya kan???” aku mendekatkan wajahku kepadanya sambil tertawa.

“Ah, ani! Aniyo! Aku bukan tipe orang yang suka memanfaatkan keadaan seperti itu kau tahu??? Enak saja!” jawabnya sambil menepuk pelan lenganku.

“Akh! Appo….” Aku mengelus lenganku pelan sambil memonyongkan mulutku.

“Tapi, benarkah kau tidak ingin aku kenalkan dengannya?” tanyaku menggoda sambil menaikkan alisku.

“Ah, Key-ssi….”

“Hahahaha ya ya ya terlihat sekali dari wajahmu yang memerah seperti udang rebus kau tahu? Aih jinjja. Memangnya aku tidak sebaik Siwon hyung? Aku kan juga lucu dan tampan, lebih dari Siwon hyung.”

“Bukan begitu. Aku juga seorang Shawol kok. Cuma aku memang sudah menjadi fans Siwon oppa dari dulu, sebelum kalian debut. Hehehe”

“O…oppa? Hahahaha aisssh lucu sekali.”

“Apanya yang lucu??? Hah???” ia menaruh tangannya di pinggang seperti menantangku.

“Ani, hanya saja ekspresimu ketika memanggil Siwon hyung oppa… Yuckkk”

“Ah Key-ssi!!!” ia mencoba memukul lenganku lagi namun aku berhasil menghindarinya.

“Hey, kau juga harus memanggilku oppa, tahu?!”

“Hahaha umur kita sama Key-ssi.” Ia memeletkan lidahnya.

“Jinjja? Bohong. Kau tetap harus memanggilku oppa.”

“SHIRHEO!” Ia tertawa melihatku yang membuang wajahku.

“Aish dasar kau. Mau tidak aku kenalkan ke Siwon hyung? Aku punya nomornya loh, aku bisa menelfonnya sekarang….” Aku menggodanya dan dengan cepat ia menahan tanganku yang hendak mengambil handphoneku dari saku celanaku.

“Jangan!!! Jangan!!! Aku… malu…” Aigooo lucu juga yeoja ini.

“Oke oke, lain kali akan aku suruh Siwon hyung ke kedai kopimu ya? Hahaha”

“Aisssh Key-ssi….” Wajahnya memerah namun sepertinya ia tidak menolak bila kusuruh Siwon hyung datang.

“Key-ssi, tumben sekali kau berpakaian yang normal dan tidak fashionable seperti biasanya.” Ia tiba-tiba bertanya setelah beberapa detik kami terdiam sambil memerhatikanku dari atas sampai bawah. Memerhatikan kaos putih polosku dan celana tiga perempatku serta sandal jepitku.

“Untuk menghindari fans lah! Aku sudah sering tertangkap oleh mereka karena pakaianku yang mencolok. Makanya sekarang aku mencoba terlihat biasa, ternyata tetap saja… Tapi, kacamataku tetap terlihat keren kan?” aku menyodorkan kacamataku kepadanya dan ia hanya mengangguk meremehkan.

“Ya ya… Tetap saja, you’re the Diva Key. Hahaha”

“Yes I am, kkkk.”

“Key-ssi, sepertinya aku sekarang benar-benar harus kembali.” Ia menunjukkan handphonenya yang bergetar.

“Bossku sudah menelfon dan menyuruhku kembali. Kalau tidak aku tidak akan diijinkan part time lagi. Maaf ya, bukannya aku tak mau menemanimu. Kau sudah menelfon managermu?” tanyanya buru-buru.

“Ah, iya aku lupa menelfonnya. Hmm ya sudah, aku jadi tak enak. Baiklah, lebih baik kau cepat. Maafkan aku!” aku ikut berdiri ketika ia berdiri dan segera mengambil langkah pergi.

“Camkkanman!”

“Ne?” ia terlihat sangat khawatir karena bossnya.

“Eng… Namamu siapa? Aku ingin memberitahu ke Siwon hyung nanti.”

“Park Haera. Aku pergi ya, Key-ssi! Senang berbicara denganmu!” Ia tersenyum lalu melambaikan tangannya.

“Kamsahamnida Haera-ssi!” aku berteriak supaya ia mendengar, tapi sepertinya ia tidak dengar dan beberapa detik kemudianpun punggungnya sudah tak terlihat.

***

“Siwon hyung!”

“Ne? Ada apa?”

“Kau tahu? Aku barusan bertemu dengan seorang Siwonest. Sepertinya ia sangat menyukaimu.”

“Oh, lalu?” Ia hanya menjawab seperti itu? Ya, Haera-ssi, kau salah memilih idola.

“Hmm, aku berkata padanya mungkin kau bisa datang ke kedai kopi tempat ia bekerja. Hanya untuk say hi. Ia sangat ingin bertemu denganmu sepertinya. Kau mau?”

“Hmm aku tak tahu apakah aku bisa, Key. Kalau besok mungkin tidak bisa. Ada rehearsal SM Town kau lupa?” Ah iya, aku lupa kalau dua hari lagi SM Town di Seoul.

“Iya ya. Mm bagaimana kalau aku memberinya backstage pass lalu di sana kau bisa bertemu dengannya?”

“Kau yakin? Terserah kau saja, Key. Sepertinya kau niat sekali mengabulkan mimpinya. Ada apa?” ia tersenyum menggoda.

“Ani hyung. Aku hanya ingin ia bisa bertemu denganmu. Sudah terlanjur janji hehe”

“Okay then. Up to you, okay?” Ia menepuk pundakku lalu pergi bersama Eunhyuk hyung.

***

Haera’s POV

“Haera-ssi!!!”

“Ne?” Aku bergegas keluar dari dapur setelah mendengar Mr. Park Jun memanggil.

“Ada yang mencarimu.”

“Hah, nugu?” ia hanya menunjuk ke arah ahjussi yang sedang duduk di dekat pintu. Aku lalu mengangguk dan berjalan ke arah mejanya.

“Eh… permisi. Kau, mencariku, ahjussi?” Ia lalu berbalik dan menatap wajahku.

“Kau, Park Haera?”

“Ne. Ada apa ajuhssi?”

“Ini.” Ia memberikanku dua buah kertas. Yang kupikir terlihat seperti tiket.

“Igo… Mwoya?” aku mengambil dua tiket itu bingung dan menatapnya.

“Backstage pass SM Town. Kibum-ssi yang menyuruhku memberikannya kepadamu. Ia sedang rehearsal hari ini jadi tidak bisa memberikannya langsung kepadamu. Saya permisi.” Ia tersenyum lalu meninggalkanku yang masih berdiri kebingungan.

“Ka..Kamsahamnida ajuhssi.” Aku membungkukkan badanku. Menatap kedua tiket yang berada di telapak tanganku. Bingung harus berekspresi apa. Lalu aku berjalan ke arah dapur.

“Siapa Haera-ssi?” Pertanyaan Mr. Jun membuyarkan lamunanku.

“Oh, itu. Managernya Key…” aku menjawab seadanya. Bingung harus menjawab apa.

“Ah, jinjja? Beruntung kau.” Hanya komentar itu yang keluar dari mulutnya lalu pergi meninggalkanku. Mr. Jun memang orang yang sangat cuek dan tidak peduli dengan kehidupan pribadi para staffnya. Namun ia orang yang sangat baik dan ramah.

Aku tak menyangka Key benar-benar ingin mengenalkanku ke Siwon oppa. Serius sekali dia sampai memberikanku backstage pass melalui managernya. Aisssh mimpi apa aku bisa mendapatkan backstage pass semudah ini! Terimakasih Tuhan, kurasa jodohku memang dengan Siwon oppa hihihi. Terimakasih Key-ssi. Sungguh, aku akan bersujud di hadapannya ketika bertemu dengannya di backstage nanti, haha.

Hari ini aku bekerja sampai sore karena besok hari Sabtu sehingga aku tidak kuliah. Aku mengambil lap kecil yang tergantung di lemari dapur dan mulai membantu Lee Junsu, teman satu kuliahku yang juga mengambil part time job di sini. Hari mulai malam. Aku membantunya menyiapkan gelas-gelas karena sudah hampir pukul 11 malam dan kedai ini akan segera tutup. Kulihat Mr. Jun yang sedang menikmati kopinya di sebuah meja lalu menghampirinya.

“Eng… Mr. Jun, aku ingin meminta ijin.” Ia lalu mendongakkan kepalanya ke arahku.

“Apa itu?”

“Besok, sepertinya aku tidak bisa datang. Aku, ada acara…” aku takut ia tidak memberiku ijin.

“Oh, hmm. Yang manager Key berikan kepadamu ya? Baiklah, kau boleh pergi.” Ia lalu melanjutkan membaca bukunya dan menyeruput kopinya. Aku tak percaya ia memberikanku ijin. Biasanya ia sulit sekali memberikan ijin kepada staffnya. Mungkin karena kinerjaku cukup baik akhir-akhir ini.

“Ah jeongmalyo? Waaa neomu neomu kamsahamnida Mr. Jun!!!” Kataku gembira lalu dijawab dengan anggukan. Aku membungkuk lalu kembali ke dapur.

“Kau boleh pergi?” Tanya Junsu sambil mengenakan jaketnya.

“O. Baik sekali Mr. Jun itu!”

“Have fun ya. Oh ya, kau akan mengajak siapa lagi? Tiketnya kan ada dua, aku, boleh tidak? Aku ingin melihat Girls Generation…” pintanya sambil membuat puppy face.

“Maaf yaaa tapi aku sudah mengajak temanku yang sangat ingin bertemu dengan Minho. Maaaaf sekali!!! Lain kali kalau aku mendapatkan tiket lagi akan aku ajak kau, hehehe” Ia hanya memberikan ekspresi sedihnya lalu meninggalkanku.

“Annyeong! Lain kali ya Junsu-ssi!!!”

“Mr. Jun, aku pulang dulu ya. Sekali lagi kamsahamnida untuk mengijinkanku pergi. Kamsahamnida Mr. Jun.” ia hanya mengangguk lalu aku pergi meninggalkan kedai kopi itu.

***

“Uwaaaa gomawoyo Haera-ya!!!” teriak Shiyeon sambil memelukku dengan erat.

“Ya ya, sama-sama. Lepaskaaaan aku tidak bisa nafas!” aku menepuk-nepuk lengannya.

“hehehe maaf, I’m too excited. Kaja!” ia lalu melingkarkan tangannya ke lenganku dan menarikku masuk ke dalam.

Karena aku memiliki backstage pass, maka aku bisa mendapatkan kursi VVIP yang terletak di depan panggung. Tulisan SM Town Seoul terpampang di layar besar di depan kami. Shiyeon sudah siap dengan atribut SHINee dan Super Juniornya. Ia memang penggemar berat kedua boyband itu. Namun, Minholah yang menjadi ultimate biasnya.

Satu persatu artis SM menunjukkan penampilan mereka yang sangat memukau dan luar biasa keren. Aku bisa melihat Key dengan jelas ketika SHINee tampil. Seperti biasa, Key tampil dengan busana yang sungguh fashionable dan colorful. Dan entah kenapa aku tiba-tiba menyukai penampilannya yang unik dan eksentrik itu. Ia terlihat sangat tampan dan lucu. Aigooo~ tak kusangka aku pernah bertemu dan mengobrol dengannya. Serta dialah yang memberikanku tiket VVIP ini. Jadi ingat ekspresinya yang sungguh lucu waktu ia bilang ia mau mengenalkanku pada Siwon oppa.

Waktunya Super Junior tampil. Astaga. Siwon di depan mataku. Ia di depan mataku. Dekat. Sungguh dekat. Hanya berjarak satu meter mungkin. Ketika mereka menyanyikan Bonamana, Siwon melangkah ke depan ketika menyanyikan partnya dan kami bertemu mata. Ya Tuhan, apakah ini mimpi? Aku melongo. Lalu mencubit pipiku sendiri untuk membuktikan kalau ini semua nyata. Ini nyata!!!!! Ia sungguh terlihat sangaaaaat tampan dengan hanya mengenakan vest hitam yang terbuka. Astaga. Absnya. Aku tidak pernah melihat absnya sedekat ini. Hanya dari TV ataupun majalah dan internet. Siwon sungguh…sempurna. Wajahnya sungguh sempurna, tubuhnya, senyumnya, segalanya! Terimakasih banyak Key-ssi. Kau sungguh membuat mimpiku menjadi kenyataan. Aku berteriak meneriakkan nama Siwon.

“Permisi, backstage…ke sini ya?” tanyaku sambil menunjukkan backstage passku.

“Ah, ne. Lewat sini.” Ia memandu kami lalu sampailah aku dan Shiyeon di backstage.

“Kamsahamnida.” Aku tersenyum lalu orang itu segera pergi.

Suasana backstage sungguh sibuk. Staff-staff berjalan kesana-kemari walaupun acara telah selesai. Aku bingung harus kemana. Aku mencari-cari wajah yang ku kenal. Sepertinya mereka semua sedang berada di waiting room masing-masing…

“Haera-ssi!” aku mendengar ada orang yang menyebut namaku. Aku menoleh dan mendapatkan Key-ssi tersenyum lebar ke arahku dan menghampiriku.

“Annyeong Key-ssi!!! Terimakasih banyak atas backstage passnya!” aku menyodorkan tanganku namun ia malah memelukku. Aku membelalakkan mataku terkejut.

“Kaja! Kau mau bertemu dengan Siwon hyung kan? Ayo!” ia lalu tersenyum manis dan menggandeng tanganku.

“Ah, temanku…”

“Ayo, ikut saja!” ajak Key ramah kepada Shiyeon yang sedang bengong.

Tak lama kemudian aku sampai ke depan sebuah pintu yang bertuliskan Super Junior. Jantungku berdegup begitu kencang. Aku tak bisa mengontrolnya. Key-ssi tersenyum lalu mengetuk pintunya.

“Hyung…” pintu itu terbuka. Terbuka. Di dalamnya… ada… ada…

“Annyeong!!!” sapa Leeteuk oppa ramah kepada Key-ssi.

“Eh? Nugu?” Tanya Kyuhyun oppa kepada Key-ssi sambil menunjuk ke arahku dan Shiyeon.

“Temanku. Siwon hyung ada?” Kyuhyun oppa hanya melirik ke seorang namja yang sedang memainkan iPadnya di depan meja rias. Itu… ASTAGA.

“Siwon hyung!!! Kau di situ rupanya. Ini, temanku, Haera!” Key-ssi menghampiri Siwon oppa sambil tetap menggandeng tanganku.

“Eh? Annyeong…” kata-kataku tidak dapat keluar lancar karena jantungku yang berdetak terlalu cepat.

Siwon oppa meletakkan iPadnya lalu berdiri dan menyodorkan tangannya kepadaku sambil tersenyum. Ia tersenyum kepadaku!!!!!!

“Siwon imnida. Neo…?” Ia sumringah dan menatapku lekat-lekat.

“Cho neun.. cho neun Park Haera imnida.” Aku menyalami tangannya. Ya ampun. Aku bersalaman dengannya. Lembut, sungguh lembut. Badannya sangat tinggi dan tegap. Wajahnya sungguh tampan.

“Ah, Haera-ssi. Perkenalkan, Leeteuk, Heechul, Shindong, Eunhyuk, Donghae, Yesung, Sungmin, Ryeowook, dan Kyuhyun. Ohya, Henry dan Zhoumi ada, tetapi mereka tadi pulang duluan.” Aissh siwon oppa sungguh sopan. Para member lain tersenyum ramah lalu masing-masing menyalamiku dengan super ramah. Terutama Leeteuk oppa. Leader yang sangat berkharisma.

“So, Haera-ssi. Kau adalah salah satu ELF? Beruntung sekali kau bisa bertemu kami. Senang bertemu denganmu.” Heechul berbicara. Tak kusangka ia juga ramah.

“Key-ssi…” aku berbisik kepada Key yang ada di sebelahku.

“Hm?”

“Aku… tak tahu harus ngapain. Help.”

“Siwon hyung, aku keluar dulu ya, mau mengajak Haera dan temannya mengitari backstage hehe. Annyeong.” Key menggandengku lagi. Siwon mengangguk dan tersenyum kepadaku diikuti dengan lambaian para member Super Junior yang lain.

“Nice to meet you, Haera-ssi!!” Siwon oppa. Aissh sungguh, aku tak tahu harus ngapain kalau berada di depanmu. Annyeong. Terimakasih sudah mau mengenalku.

Sungguh, aku sangat ingin ngobrol dengan Siwon oppa. Namun aku tahu, aku hanya seorang ELF di matanya. Tak mungkin bisa lebih. So, lebih baik aku keluar. Lagipula terlalu gugup ketika aku di depannya.

“Bagaimana?” Key-ssi bertanya padaku setelah kami berada di luar waiting room Super Junior.

“Sungguh menyenangkan. Seandainya bisa lebih lama. Namun  jantungku berdegup tak karuan ketika ada di hadapannya dan menjabat tangannya. Terimakasih Key-ssi. Walaupun aku tahu mungkin Siwon oppa nanti segera lupa denganku. Namun sungguh aku berterimakasih atas kesempatan yang sangat berharga ini.” Aku tersenyum kepadanya yang juga ikut tersenyum lalu mengajakku lagi entah ke mana.

“Iya sama-sama. Aku tak akan lupa denganmu kok, Haera-ssi. Hehehe” ia tersenyum tanpa melihat ke arahku lalu kami sampai di depan sebuah pintu lagi. Kali ini pintu itu bertuliskan SHINee. Aku melirik ke arah Shiyeon yang aku tahu jantungnya sedang berdegup kencang sekarang. Mengetahui akan segera bertemu dengan idolanya, Choi Minho.

“Guysss” Key-ssi membuka pintu. Taemin sedang bermain dengan Onew oppa. Jonghyun oppa sedang berkutik dengan handphonenya dan Minho sedang santai membaca buku di sofa. Kali ini aku tidak segugup tadi. Shiyeon sedang ternganga menatap setiap inci wajah Minho.

“Annyeong…” sapaku ramah. Aigoo~ Taemin sungguh cute. Senyumnya seperti anak kecil yang masih polos dan belum mengerti apa-apa. Ia yang pertama menghampiriku lalu menyalamiku.

“Taemin imnida!” onew oppa datang dari belakangnya dan langsung menyapaku. Ia juga menurutku leader yang sangat ramah dan baik.

“Annyeong, Onew imnida.” Aaaah dubuuu kau lucu sekali ^^

“Jonghyun hyung, Minho-ya, ppali wa. Ini temanku, Park Haera dan temannya, Shiyeon.” Kata Key-ssi lalu Minho dan Jonghyun oppa langsung segera menghampiriku. Key benar-benar seperti “Boss”nya mereka haha.

“Annyeong, Minho imnida.” “Jonghyun imnida” mereka berdua tersenyum lalu Minho menghampiri Shiyeon. Aku yakin hatinya bertempo berantakan sekarang.

“Sudah dulu ya, aku mau membawa dua yeoja ini ke tempat lain. Kkk.” Ucap Key-ssi mengajakku pergi.

“Ya. Tunggu dulu. Masa baru berkenalan langsung pergi? Main-mainlah di sini dulu, Haera-ssi dan Shiyeon-ssi.” Minho meminta kami untuk tidak segera pergi. Bisa kulihat Shiyeon sedang bingung menatap ke arahku dan ke arah Minho bergantian. Aku menatap ke arah Key, seperti meminta jawaban.

“Hmm, yasudah. Kau di sini saja dulu Shiyeon-ssi. Tadi kau mau ke toilet kan Haera-ssi? Aku akan mengantarkanmu.”

“Ha? Toilet? Aku tida…” Key-ssi langsung membawaku keluar tanpa membiarkanku melanjutkan perkataanku.

“Ya! Aku tidak mau ke toilet! Kau mengada-ngada Key-ssi.” Kataku sedikit kesal kepadanya.

“Aku kan juga ingin ngobrol dengan member SHINee yang lain, tahu?!”

“Mianhae. Aku juga ingin ngobrol denganmu, Haera-ssi, hehe. Kaja!”

“Tapi…Shiyeon gimana?”

“Sudahlah, ada Minho kok. Ia menyukai Minho kan? Kau tenang saja. memangnya nanti kita nggak kembali ke sana? Babo.” Ia mengetuk ujung kepalaku pelan.

“Iyasih. Mau kemanasih?” aku bertanya sambil tetap mengikuti Key-ssi yang berjalan di depanku.

“Makan. Aku lapar sekali. Capek tahu tadi perform kayak gitu.”

Kami tiba di sebuah cafeteria yang disediakan untuk para artis dan staff untuk makan. Aku sebenarnya tidak begitu lapar, tapi apa boleh buat. Tidak enak menolak ajakan Key-ssi yang sudah baik mengenalkanku ke Siwon oppa.

“Kau tidak mau makan?” tanyanya dengan mulut penuh berisi makanan.

“Jorok sekali kau. Telan dulu, baru bicara.”

“Hehehe mianhae.”

“Tidak ah, tidak lapar.”

“Jinjja? Kau terlihat lapar. Sudahlah, makan saja. Gratis kok. Bilang saja kau takut disuruh membayar kan? Atau kau lagi diet? Sudahlah tidak usah diet-diet. Tidak sehat tahu.”

“Ya. Kau ini aku belum menjawab apa-apa kau terus berbicara. Kapan aku menjawab?” tanyaku kepadanya yang masih asik melahap makanannya. Sepertinya ia benar-benar lapar.

“Mianhae. Sudah ayo makan. Tidak usah malu.”

“Tidak ah.”

“Aissh kau.” Ia lalu berdiri dan berjalan ke arah satu stand makanan. Ia kembali dengan membawa semangkuk eskrim dan memberikannya kepadaku.

“Apa ini?”

“Es krimlah. Kau babo.”

“Babo? Enak saja”

“Makanlah. Daripada tidak makan apa-apa. Es krimnya enak loh.” Katanya sambil mengacungkan jempolnya kepadaku dan berekspresi yang lucu, meyakinkanku kalau es krimnya memang enak.

“Hmm. Iya enak. Hehe. Gomawo Key-ssi.” Aku tersenyum dan ia pun membalas senyumanku.

Ia terus bercerita tentang bagaimana kehidupannya di dorm bersama member SHINee lainnya. Sesekali ia berekspresi yang sangat lucu. Nice to know you, Key-ssi.

“Eh iya. Jangan panggil aku Key-ssi, terlalu formal. Panggil saja aku Key, oppa juga tak apa hehehe”

“Oke, Key. Kau juga, panggil saja aku Haera.”

To be continued!

 

 

4 thoughts on “You Make Me Love You part 1

  1. Baguuuusss ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ authoooorrrr buat yang part 2 nya secepatnya yaa XD aku makin gemes ama key gara gara baca ini :) author, daebak bangeeet.. Ini baguss :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s