Strawberry Cream Kiss part 5

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 5^

By        : Yenna Kim a.k.a. Kim Youngmi

Genre  : Romance/ Humor

Length : Part 5/?

Rate    : All Ages

Cast     : Lee Donghae, Lee Donghwa, Kim Youngmi and others.

Anyoeng Yoerobeun…

Sebelumnya aku mau ngucapin makasi banyak buat admin yg udah mau publish ff gaje ini. Okay ini ff pertama aku *ga ada yg nanya*..

Kalo chingudeul ngrasa pernah denger neh judul , emang bener bnged loh… Ff ini diadaptasi dari novel yg judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

 

~Author POV~

Donghwa masih kesal karena tadi Donghae mengacuhkannya. Untuk mengobati rasa kesalnya Donghwa-pun memutuskan untuk bermain game di kamarnya.. Saat sedang asyik bermain game tiba-tiba ponsel Donghwa bergetar yang menandakan adanya panggilan masuk..

Drrrttt… Drrttt….

Ponsel Donghwa bergetar, maaf ponsel Donghae maksudnya.. Ya, sejak mereka bertukar posisi merekapun bertukar ponsel agar tidak segalanya lebih mudah, termasuk bertukar celana dalam *gak ding*…

Donghwa mengangkat telepon tanpa mengecek nama peneleponnya.. “Yoebsseo??” kata Donghwa agak jutek

“Yoebsseo?? Donghae-ya??” terdengar suara manja dari seorang yeoja.

Donghwa menautkan alisnya lalu menatap layar handphone. ‘Shin Raena?’ ucap Donghwa dalam hati. ‘Ada urusan apa yeoja ini menelepon? Ini kan sudah malam… Aissshh, menganggu saja..’ rutuknya dalam hati

“Nde..?” sahut Donghwa, kali ini suaranya lembut, tapi maksa..

“Ehm, begini Donghae-ya, aku punya 2 tiket nonton drama musikal sabtu besok. Kau mau tidak nonton bersamaku??” tanya Raena dengan suara yang super manis

Donghwa melirik kalender sekilas. Sabtu itu lusa kan? Bagaimana ya? Sebenarnya aku malas sekali menemani yeoja berisik itu, tapi kalau kutolak pasti akan melukai perasaan nona cantik nan MANJA itu.. pikir Donghwa

“Ehm,, Okee!” sahutnya pasrah. ‘Ya sudahlah, sekali-kali buat dia senang.. Anggap saja itu sebagai bayaran karena Raena sudah membuatkanku bekal makan siang selama dua hari berturut-turut..’ batin Donghwa

“Jeongmal kau mau nonton denganku Hae-ya?? Yeesss,, gomawoo Hae-ya!” ucap Raena senang

Donghwa mengerutkan dahinya.. ‘Aku terpaksa Shin Raena, sangat T.E.R.P.A.K.S.A..’ geramnya dalam hati

“Eh, ngomong-ngomong kau sedang apa Hae-ya?? Tanya Raena lebih manja lagi…

Donghwa hampir saja muntah mendengar suara Raena yang seperti tikus tertindih lemari itu. Dia menjilat bibirnya “Sedang main game..” sahutnya tanpa berpikir

Raena terdengar sangat kaget.. “Mwo? Main? Bukannya kau tak terlalu suka main game ya? Tapi aku suka koq kalau kau main game Hae.. kau kan juga butuh hiburan! Habis, tiap malam kerjaanmu hanya baca buku saja. Mulai dari buku sejarah Korea, biografi Presiden-presiden dunia, Perang Eropa, Revolusi Industri sampai Novel Hollacouse-pun kau baca *sumpah bacaannya berat semua*.. Apa tidak bosan Hae-ya? Apalagi kalau bukunya memakai bahasa Inggris semua (*bisa botak si Donghae low baca buku pake bahasa inggris semua, kekeke.. Aigoo,, ga kebayang kalo suamiku botak? Plaakk*).. Hiburanmu paling cuma main gitar..” cerocos Raena panjang lebar yang sudah pasti salah TOTAALL..

Donghwa hanya memanyunkan bibirnya saat Raena masih asyik nyerocos ‘Aisshh, Raena ini sok tahu sekali.. Donghae tidak seserius itu! Kadang-kadang dia juga suka main game denganku. Ya,, walaupun aku selalu menang.. kekeke’ ucapnya dalam hati

“Hae-ya,, aku istirahat dulu ya. Sebentar lagi aku mau tidur..” ucap Raena “Soalnya kalau tidur diatas jam sepuluh malam itu tidak bagus untu kulit, gampang jerawatan dan banyak masalah kulit lainnya.. Aigoo, memikirkannya saja aku tidak berani..” kata Raena mendramatisir

‘Hah?? Gampang jerawatan?? Teori dari mana itu? Aku saja yang selalu tidur malam kulitku bersih mulus seperti porselen..’ ucap Donghwa dalam hati.. *pede akuut*

“Ya sudah, selamat tidur..” ucap Donghwa senang karena akan segera terbebas dari yeoja berisik seperti Raena

“Nite, Hae-ya…”

 

Keesokan harinya…

— Paran High School—

~Masih Author POV dong~

Youngmi meremas lengan Kyumin. Dia minta diyakinkan kalau apa yang akan dilakukannya adalah pilihan yang benar.. Ya, saat ini Youngmi sudah memutuskan akan menyatakan perasaannya pada Donghwa.. Dan Kyumin mendukungnya dengan berpendapat bahwa Dongwa bukan tipe namja yang suka menganggap yeoja yang mencium duluan itu sebagai sesuatu yang mengerikan, dan pendapat Kyumin ini membuat Youngmi lega..

Sedangkan CharYeong malang nyengir dan berkata semoga nasib Youngmi tidak seperti Hyejin adik kelasnya itu, saat itu Hyejin mengirimkan surat cinta pada Donghwa, dan Donghwa malah memajang surat cinta itu di mading dan memberikan dila D- untuk surat itu serta menuliskan kata ‘I will send to the hospital, anyone who writes love letters to me ..!!’ dan Hyejin yang membaca itu langsung menangis dan memutuskan untuk pindah sekolah keesokan harinya..

Kyumin meninju lengan ChaeYeong pelan.. “Kalau memang Donghwa akan melakukan itu pada Youngmi, dia tidak mungkin membalas ciuman Youngmi kemarin bodoh!!”

Wajah youngmi kontan memerah. “Please, jangan bahas ciuman bodoh itu!” kata Youngmi menunduk

“Sudah terlambat bodoh. Kau sich, aku kan sudah pernah bilang jangan terlalu dekat dengan namja itu, Donghwa itu tidak beres..” kata ChaeYeong

Sungmin membelai rambut sahabatnya yang dari tadi terus menundukan wajahnya itu. “Aniyo, gwenchana Youngmi-ah. Apa yang kau lakukan itu tidak salah, kita tidak bisa melawan atau bahkan menghindari perasaan yang ada, aku bahkan salut padamu karena telah berani menunjukan perasaanmu pada Donghwa.. Itu menjadi inspirasi tersendiri bagi para yeoja yang menyukai seseorang agar jangan hanya menunggu namja yang disukainya menyatakan cinta terlebih dahulu..” ucap Sungmin bijak

“Aku sama sekali tidak terinspirasi tuh,, apalagi kalau namja-nya seperti Donghwa, terimakasih! Kalau namja-nya seperti Siwon member Super Handsome (?) *se-grup ma Aiden Lee, baca SCK part 3 #plaakk* aku bersedia..” sahut ChaeYeong meremehkan

Kyumin menyikut lengan ChaYeong.. “Ya,, Donghwa juga tidak kalah tampan..”

“Tampan sich tampan, tapi gila..” ChaeYeong tetap bersikukuh. “Kim Youngmi, kau tau kan siapa Donghwa? Dia itu bad boy no 1 di sekolah, kau juga tau kan sudah berapa siswa yang dia kirim ke rumah sakit?” ucap ChaeYeong sambil memegang tangan Youngmi, berharap bahwa sahabatnya itu tidak akan melakukan hal bodoh..

“Arrasseo,, aku tahu. Aku menerima dia apa adanya, aku suka dengan segala hal yang ada pada dirinya..” sahut Youngmi yang membuat ChaeYeong melepaskan tangannya.. Usahanya sia-sia untuk meyakinkan Youngmi agar tidak bertindak bodoh dengan menyatakan cintanya pada Donghwa

“Youngmi-ah, Fighting..!” ucap Sungmin dan Kyumin bersamaan. Youngmi hanya tersenyum.

Drrtt…. Drrrtttt…

Ponsel Youngmi bergetar, menandakan ada pesan singkat yang masuk. Dari Donghwa

From: Donghwa

Aku sudah di taman sekolah sekarang.. Aku tunggu..

“Aku pergi dulu ya, Donghwa sudah menunggu..” ucap Youngmi gugup

“Fighting.. fighting… fighting..!” teriak Kyumin kencang

“Semoga berhasil…” kata ChaeYeong pasrah

“Nde..” ucap Youngmi sambil bangkit dari kursinyada segera berjalan menuju taman sekolah, tempatnya dan Donghwa untuk bertemu. Jantung Youngmi berdebar kian keras, napasnya jadi tidak teratur.. ‘Ya Tuhaan, inilah saanya aku jujur akan perasaanku..’ gumamnya dalam hati. Youngmi memasuki taman sekolah, disana sudah ada Donghae yang menunggu sambil duduk di kursi taman..

Melihat Youngmi yang memasukki taman, Donghae langsung bangkit dari duduknya dan berdiri canggung..

“Pagi Donghwa..” sapa Youngmi lembut

“Pagi juga..” sapa Donghae gugup. Jantungnya berdetak kian cepat. ‘Oke, inilah saat yang tepat. Aku akan berterus terang pada Youngmi kalau aku bukan Donghwa..’ gumam Donghae dalam hati

“Donghwa…”

“Youngmi….” Ucap mereka bersamaan, tepat sekali.. Mereka-pun tertawa canggung sambil menundukan wajah masing-masing..

“Kau bicara duluan saja..” gumam Youngmi pelan

Donghae menggelengkan kepalanya.. “Aniyo, bukan suatu hal yang penting. Kau saja yang duluan..” sahutnya gugup

Youngmi menarik napas panjang.. “Arrasseo,, aku duluan..” katanya. Jantungnya benar-benar berdetak kencang sampai-sampai Youngmi takut bahwa namja yang ada dihadapannya ini dapat mendengar bunyi detak jantungnya..

Donghae menatap Youngmi dengan perasaan yang campur aduk.. ‘Apa yang akan Youngmi bicarakan? ‘ Tanya Donghwa dalam hati

“Do-Donghwa, aku ingin bilang kalau aku…” Youngmi meremas-remas jas seragamya dan keringat terasa mengalir di pelipisnya.. “Aku.., sebenarnya akuu..”

Donghae mengangkat sebelah alisnya, sepertinya dia sudah tau apa yang akan dikatakan oleh Youngmi. Sambil menunggu yeoja itu selesai mengucapkan kalimatnya, Donghae berusaha untuk menata jantungnya agar tidak berhenti berdetak saat yeoja itu selesai bicara.

“Aku menyukaimu, saranghae Lee Donghwa..” ucap Youngmi cepat

Donghae membuka mulutnya. Dia sangat terkejut atas perkataan yeoja yang ada dihadpannya. Walaupun Donghae sudah tau apa yang akan dikatakan Youngmi, tetap saja jantungya seperti mau pecah saat Youngmi benar-benar mengatakan hal itu, menyatakan perasaannya.

Youngmi menghela napas lega.. ‘Ahirnya aku mengatakannya juga.. Aisssh, aku berasa ingin pingsan saking leganya..’ ucapnya dalam hati

Donghae masih diam membisu.. ‘Apa yang harus kukatakan?’ Tanya Donghae dalam hati

“Donghwa-ya??” Tanya Youngmi pelan

Donghae menatap lekat wajah Youngmi. ‘Andaikan kalimat yang kau ucapkan barusan untukku, Lee Donghae bukan Lee Donghwa..’ batinnya

“Donghwa-ya, kenapa diam?” Tanya Youngmi ragu. “K-kau, mau kan jadi namjachinguku??” tambahnya lagi dengan wajah yang penuh harap..

Donghae menatap sepasang mata jernih Youngmi, mata yang penuh dengan harapan. Memikirkannya membuat Donghae tak tega untuk menolak. ‘Mata itu tak boleh menangis, air matanya sangat berharga..’ ucapnya dalam hati

Sambil menundukkan wajahnya, Donghae melirik kearah Youngmi lalu menganggukkan kepalanya.. “Nde.. aku mau..” ucapnya lembut namun mantap

Youngmi tersenyum penuh kelegaan. “Gomawo..” ucapnya lalu memeluk Donghae

Donghae kaget saat Youngmi yang tiba-tiba saja memeluknya, tapi sedetik kemudian dia membalas pelukkan Youngmi dengan penuh kehangatan.. Sambil terus memeluk Youngmi Donghae memejamkan matanya sejenak, dia berusaha untuk mengikis perasaan bersalah telah membohongi gadis yang amat dicintainya, berusaha untuk tidak memikirkan akibat yang akan terjadi setelah ini. Perasaan bersalahnya-pun semakin besar setelah dia menerima cinta yang seharusnya bukan untuknya. Donghae tidak menyangka kalau kejadiannya akan sperti ini, padahal tujuan semula dia ingin mengatakan yang sejujurnya pada Youngmi..

‘Sudahlah, Youngmi tidak perlu tau ada seorang bernama Lee Donghae yang sangat mencintainya. Aku akan bicara pada Donghwa setelah ini, setelah kami kembali ke posisi masing-masing. Aku yakin Donghwa pasti bisa menyukai Youngmi dengan mudah.. Youngmi tidak perlu tau yang sebenarnya, aku tidak ingin dia terluka, cukup aku saja..’ ucap Donghae dalam hati

Youngmi melepaskan pelukkannya pada Donghae, membuat Donghae kembali tersadar dari lamunannya..

“Berarti hari ini kita pacaran kan?” Tanya Youngmi dengan senyum bahagia

“Tentu saja..” balas Donghae berusaha tersenyum dan terlihat bahagia..

***

Kabar tentang Youngmi dan Donghwa yang sudah menjadi sepasang kekasih langsung menyebar seantero Paran High School dan membuat penghuni Paran High School gempar bukan main. Mereka heran dengan pasangan baru ini, bagaimana mungkin? Gadis manis seperti Youngmi menjalin hubungan special dengan murid yang paling ditakuti di sekolah?

Donghae dan Youngmi berjalan menyusuri koridor menuju kearah kantin dengan tangan keduanya yang saling berpagutan.. Mereka berdua tidak peduli dengan pandangan bingung dari siswa lain yang berpapasan.. Para siswa-pun tidak berani terlalu memperhatikan Youngmi dan Donghae. Kalian pasti sudah tau alasannya..

Sesampainya di kantin Donghae dan Youngmi langsung memesan makanan dan Youngmi mengajak Donghae untuk duduk bersama teman-temannya.

“Halo chingudeul, aku dan Donghwa gabung ya..” kata Youngmi ceria. Mendadak ekspresi ketiga sahabat Youngmi jadi suram. Mereka yang tadinya asyik ngobrol dan tertawa kini mejadi tegang dan membisu.. Masalanya hanya satu, ‘preman no 1 di sekolah sedang duduk satu meja dengan mereka.. ChaeYeong dan Kyumin hanya cengengesan karena gugup, sedangkan Sungmin, dia sedang memakan Dokkbokkinya dengan jarak hanya 1 centi dari piring, tidak berani melihat Donghae yang duduk di depannya..

“Ya,,, kalian semua kenapa?? Tenang saja, Donghwa tidak gigit koq..” ucap Youngmi yang merasa tidak enak pada Donghae karena sikap teman-temannya

Untuk mencairkan suasana Donghae tersenyum tipis dan menyapa teman-teman Youngmi sekenanya.. “Hai..”

Kontan ketiga sahabat Youngmi kaget bukan main. ChaeYeong yang sedang meminum orange juice-nya  langsung tersedak mendengar Donghwa yang menyapa mereka..

“Hai juga..” ucap Kyumin dan Sungmin gugup. Sementara Chayeong membalas sapaan Donghae dengan senyuman kecil..

 

— Nadam High School —

~Donghwa POV~

Ring ding dong… Ring ding dong..

Aissshh, hari ini membosanka sekali apalagi Hyorin saenim tidak masuk hari ini.. Kemana sich dia?? Seharian ini moodku benar-benar tidak bagus, tak kupedulikan orang-orang yang menyapa saat berpapasan saat aku berjalan ke arah parkiran.. aku hanya tersenyum tipis pada mereka..

Setelah sampai di tempat parkir aku langsung memacukkan mobilku meninggalkan nerakai ini *sekolah maksudnya*. ‘Aisshh tidak ada sesuatu yang menarik, aku bosaaaannnn’.. teriakku dalam mobil..

 

~Author POV~

Donghwa sebal karena tidak bisa melihat Hyorin saenim di sekolah, makanya dari tadi dia terus-terusan menggerutu.. Saat di lampu merah mata Donghwa terpaku pada seseorang yang tak asing lagi baginya sedang mendengarkan music lewat headphone yang ada di toko kaset di samping jalan.. Donghwa bisa dengan jelas melihat orang itu karena sedang berdiri di balik kaca toko..

“Hyorin saenim??” ucap Donghwa sambil tersenyum. Donghwa langsung memarkirkan mobilnya di area parkir toko tersebut.

“Kenapa Hyorin saenim ada di tempat seperti ini??” gumam Donghwa sambil berjalan memasuki toko kaset tersebut.

“Anyoenghasseo Hyorin saenim..” ucap Donghwa ceria

“Ommmo, ah Anyoenggihasseo Donghae-ya..” sahut Hyorin saenim agak kaget

“Sedang apa Miss??” Tanya Donghwa

“Oh,,, aku sedang mencari dvd music klassik.. kau sendiri??”

“Ehm,, aku juga sedang mencari sesuatu..” Kata Donghwa sambil mengarahkan matanya ke sekeliling toko..

“Oh, ka juga suka mendengarkan musik?? Music apa yang kau suka Hae?? Tanya Hyorin antusias

“Aku suka semua music, tapi aku juga sangat suka music klassik..” sahut Donghwa sok..

“Jinja? Kau suka music klassik??”

“Nde,, menurutku music klassik adalah memiliki musikalitas yang tinggi, nada-nada yang tersusun begitu menenangkan siapa saja yang mendengar. Alunannya indah dan dapat menenangkan pikiran..” jelas Donghwa panjang lebar

Hyorin saenim tampak terperangah dan senang dengan penjelasan palsu Donghwa “Kau benar Hae-ya.. Musik klassik memang punya musikalitas tersendiri. Kadang orang tidak menyukai music klassik karena dinilai terlalu kuno dan membosankan. Aku kira pria sepertimu tidak suka music klassik..”

“Aniyo, tentu saja aku suka.. Kadang aku juga sering mampir ke toko kaset untuk mencari music klassi”.. ucap Donghwa

“Lalu siapa musikus yang kau sukai Hae-ya??” Tanya Hyorin saenim dengan mata berbinar

‘Mati aku, jangankan penciptanya musiknya saja aku tidak tau. Music klassik?? Selama 18 tahun aku hidup di dunia ini belum pernah aku mendengarkan music klasik, menurutku suaranya seperti dengungan nyamuk, membuatku pusing dan ngantuk.. Otthoekke?? Masa aku bilang Bon Jovi, Muse, Linkinpark, Rolling Stone, Nirvana?? Aishh, mereka kan penyanyi Rock…’ guma Donghwa dalam hati..

“Ehmm,, aku sukaaa….” Ucap Donghwa menggantung. Donghwa terus menyapukkan matanya ke sekeliling toko, berharap ada keajaiban dan ‘dapat’. Ucapnya dalam hati

“Aku suka Antonio Vivaldi..” ucap Donghwa sambil membaca nama yang tertera pada sebuah poster Pria kuno dengan rambut pirang panjang yang bergelombang dilengkapi dengan dasi berenda.. ‘semoga aku tidak salah, dilihat dari fotonya saja pria itu klassik sekali.’ Gumamnya dalam hati

“Kau suka Antonio Vivaldi?? Lagu yang mana yang kau suka?? 4 seassons kah??” Tanya Hyorin saenim

“I,,, iyee.. Aku suka 4 seassons.. menurutku lantunan nadanya indah sekali..” ucapnya terbata. Padahal Donghwa sama sekali tidak tau lagu yang mana pula itu..

“Keurom,, aku juga suka mendengarkan 4 seassons..” balas Hyorin saenim

“Kalau kau Miss, siapa musikus yang kau sukai??” Tanya Donghwa

“Ehm,, banyak.. aku suka Aaron Copland, Bethoven, Mozart, Johan Plachelbel, Johan Sebastian Bach.. Aku tidak bisa menyebutnya satu-satu Hae-ya..” sahut Hyorin saenim masih dengan senyum manisnya..

‘Lebih baik tidak usah kau sebutkan semua, mendengar nama mereka saja aku sudah pusing.’ Ucap Donghwa dalam hati “Waaah, ternyata banyak juga yang kau tau Miss, aku harus banyak belajar darimu mengenai music klassik..”

“Tentu saja, aku punya banyak music klassik di rumah.. Kapan-kapan aku bias pinjamkan padamu..” ucap Hyorin saenim

Wajah Donghwa langsung suram mendengar ucapan Hyorin saenim, tapi dia berusaha untuk tersenyum senang.. ‘Aissssh, bisa mati aku jika harus mendengar music yang seperti dengungan nyamuk itu..’ rutuk Donghwa dalam hati

“Selain mendengarkan music apa lagi yang kau sukai Miss..” Tanya Donghwa

“Ehmmm, aku suka membaca..” ucap Hyorin saenim sambil menempelkan telunjuknya di bibir bawahnya

“Benarkah?? Saya juga suka sekali membaca Miss..” sahut Donghwa *baca komik maksundya*

“Wow, kenapa kita bisa punya hoby yang sama ya?” ucap Hyorin saenim

Mereka berdua tertawa bersama, dan Donghwa untuk kesekian kalinya merasa terpesona melihat Hyorin Saenim yang tertawa lepas seperti ini, ‘begitu cantik’. Pikirnya

“Hemm, sebenarnya ada buku yang ingin saya beli..” kata Hyorin saenim

“Oh ya?? Buku apa?” Tanya Donghwa penasaran

“Judulnya ‘Gone with te Wind’, tapi saya belum sempat beli..”

“Bagaimana kalau kita beli bersama? Kebetulan saya juga sedang mencari sebuah buku Miss..” ucap Donghwa tanpa ragu..

“Oh ya?? Buku apa?” Tanya Hyorin saenim..

“Nde? Oh itu, buku…” Donghwa memutar otak berusaha mengingat rangkaian buku-buku yang bertengger di lemari buku Donghae.. “Buku yang berbicara tentang,,,, bagaimana kita memaksimalkan cara kerja otak kita..” ucap Donghwa asal

“Waah, kamu tertarik pada semua bidang ya??” ucap Hyorin saenim kagum

“Yapp, saya suka membaca semua jenis buku yang menurut saya menarik..” sahut Donghwa penuh percaya diri

“Oke, bagaimana kalau sabtu ini kita pergi ke toko buku?? Kau bisa tidak Hae-ya?”

“Tentu saja bisa Miss..” jawa Donghwa cepat sambil tersenyu lebar.. Setelah mengobrol sebentar Donghwa-pun pamit pada Hyorin saenim dan segera keluar dari toko menuju parkiran dan masuk kedalam mobil dengan perasaan gembira. Dia lalu menelepon Raena untuk mengatakan sesuatu..

“Yoebsseo?? Ada apa Hae-ya??” terdengar suara Raena senang karena namja pujaanya menelepon

“Ehmm,, Raena sabtu besok aku tidak jadi nonton..” sahut Donghwa to the point

“MWO??” teriak Raena histeris, “Waeyo Hae-ya??”

Donghwa mendengus kesal. ‘Aisshhh, haruskah ada alasan??’ gerutunya dalam hati

“Ehm,, itu… Hari sabtu aku sepertinya akan terkena flu burung.. Mianhae..” ucap Donghwa cepat dan langsung memutuskan telepon

“MWORAGO?? Yoebsseo,, yoebsseo??” teriak Raena makin histeris..

***

— Paran High School—

Sudah dua mingg berselang semenjak Youngmi dan Donghae berpacaran. Donghae dan Donghwa masih bertukar tempat sampai sekarang, Donghae masih larut akan hubungannya dengan Youngmi, makin lama dia makin tidak bisa melepas Youngmi begitu saja. Donghae juga belum memberi tahu Donghwa perihal hubungannya dengan Youngmi, sementara Donghwa masih asik melakukan pendekatan dengan Hyorin saenim..

Suasana PHS pagi ini begitu ramai, apalagi di kelas Youngmi. Para murid banyak yang berbisik-bisih heboh. Chaejin si tukang gossip sekolah berdiri di depan kelas dan mengumumkan sesuatu..

“PERHATIAAN Chingudeeeull…” teriaknya kencang. Kontan teman-temannya diam dan memperhatikan Chaejin yang berdiri di depan kelas dan menunggu berita apa yang berhasil di ketahui Chaejin..

“Nanti aka nada murid baru dikelas kita.” Ucap Chaejin bersemangat

“Namja atau Yeoja??” celetuk Jonghyun

“Namja…” balas Chaejin sambil melirik Jonghyun ang terlihat kecewa.. sementara murid yeoja yang lain terlihat berbisik heboh..

“Seperti apa orangnya?” Tanya Hyera antusias

Chaejin memejamkan matanya.. “Jinja yeppoeda..”

“Benarkah??” Tanya Hyera girang

“ Tentu saja, aku saja sampai terpesona melihantya.. Kkhotboda namja” kata Chaejin.. “Badannya tinggi, hidungnya mancung, kulitnya putih, rambutnya agak coklat bergelombang, alisnya tebal daann…” kata Chaejin menggantung

“Dan apa??” Tanya teman-teman yang lain kompak

“Dan tatapan matanya,, tajaaaammm…” ucap Chaejin sambil merentangkan tanganya heboh. Dan suasana kelas heboh kembali setelah mendengar ucapan Chaejin, terlebih lagi para yeoja yang bertepuk tangan heboh, tidak sabar melihat si murid baru..

Youngmi hanya tersenyum simpul, dia tida terlalu peduli, Toh dia sudah memiliki kekasi yang sangat tampan tiada tara..

Kim Saenim memasuki kelas, membuat Chaejin dan teman-temannya kaget. Chaejin lalu kembali duduk di bangkunya di belakang Youngmi. Di belakang Kim saenim ada seorang namja yang mengikutinya..

Murid-murid yeoja terkesiap melihat namja yang baru masuk itu. Tak ada yang mengalihkan pandangannya dari namja itu, mereka menatap lekat namja yang baru masuk itu. Chaejin tidak salah, nama itu memang sangaaaat tampan..

“Selamat pagi anak-anak… Hari ini kalian mendapat seorang teman baru.” Sapa Kim saenim ramah.. “Nah, kau.. silahkan perkenalkan dirimupada teman-teman barumu..!” perintah Kim saenim

Namja tadi tersenyum lebar, dan menampakkan deretan giginya yang putih. Senyum yang begitu mempesona.. Dan sepertinya namja ini benar-benar sadar kalau pesonanya sudah mengikat bagai magnet pada semua pasang mata yeoja yang ada di ruangan ini..

“Anyyoenghasseo Chingudeeul,, choneun…..”

 

T.B.C.

Bwahaha, jangan timpuk saya kalo kalian penasaran.. Saya juga masih bingung mau pake Cast siapa bwt murid barunya…

 

Yasudah ga pake rebut mending Commen en Like ya!!! Gomawooo Readers..

 

Add My FB: Ney Hae Wonkyu

 

–Yenna Kim or HaeWonKyu91–

 

 

 

 

 

10 thoughts on “Strawberry Cream Kiss part 5

  1. ini baru nongol lg, padahal udah cepet2 baca y mau tau siapa yg dateng malah TBC aja, jadi makin penasaran………
    Hae kenapa ngak ngaku aja sich…..
    donghwa jadi suka sama guru y ya??? nanti jadian sama guru dong………
    Lanjut………..

  2. menurut survei yang telah saya lakukan *alaaah banyak gaya. Hasilnya adalah kyuhyun. Ntah kenapa pada kalimat *tatapan tajam* langsung ngehnya ke kyu. Tapi kyu perannya apa ya ?

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s