He’s Our Girl part 11

Serial He’s Our Girl Part 11

Author : Kyu-Fiida Jr.

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Eunhyuk, Kara, Cho Ahra

Support Cast: Heechul, Yesung, Leeteuk, Siwon, Sungmin, Shindong, Ryeowook

Rating : All Ages

Genre : Comedy, Romance, Gajelas

 

The Confession

Kara POV

Eunhyuk Oppa sudah kembali ke Dorm. Mukanya bersinar terang. Mulutnya memanjang dan melebar karena terus tersenyum sejak masuk tadi. Kemungkinan besar dia sangat amat bahagia saat ini. Apalagi kalau bukan gara-gara hubungannya sudah dirapatkan dengan si calon adik setannya, walaupun keputusan final si setan itu setuju atau tidak belum diputuskan.

Ia melirikku yang masih tiduran melihat TV di ruang tengah dengan Donghae dan Sungmin Oppa. Ia Melirik jam tangannya. Jam setengah dua belas. Melirikku. Melihat ponselnya lagi. Melirikku lagi.

“Kara-shii….”. Nah, akhirnya dia memanggilku.

“Ikut aku ke apartemen Ahra..”

Aku menatapnya aneh. Donghae dan Sungmin Oppa ikut melirikku.

“Mwo?” tanyaku. Agak syok.

“Dompetku tertinggal di apartemen Ahra..” jawabnya.

“Kenapa aku?” tanyaku balik.

“Kalau aku mengajakmu… Adik ipar pasti tidak akan mengusirku..” katanya kalem. Donghae dan sungmin Oppa tertawa mendengar jawabannya.

“Suruh saja Ahra keluar apartemen dan membawakan dompetmu, beres kan?” usul Donghae Oppa yang disambut anggukan Sungmin Oppa. Si Monyet menggaruk-garuk belakang kepalanya.

“Hm… aku takut dia sudah tidur..Aku tidak ingin mengganggunya, hari ini dia sibuk dan pasti sangat lelah..” kilahnya pelan.

“Lalu bagaimana denganku Oppa? Kau tak lihat aku juga sangat lelah?” protesku. Sebenarnya aku suka-suka saja menemani Hyukjae Oppa kemanapun. Masalhanya adlah: ke apartemen Ahra Noona yang tak lain dan tak salah lagi adalah : Kandang Setan. Aku belum siap bertemu dengannya.

“Kau lelah apa? Hari ini kau tak mengerjakan apapun… Yang mengepel lantai Wookie, kau kan keluyuran seharian dengan Donghae…” katanya cepat.

“Ne… Keluyuran dengan Donghae Oppa itu juga butuh tenaga Oppa… seharian ini dia terus menyuruhku mendengarkan ceritanya, aku kan lelah Oppa”

Eunhyuk Oppa memiting kepalaku. Sungmin Oppa Cuma nyengir.

“Bagaimana kalau denganku saja Hyukjae?” tawar Donghae Oppa.

“Aniyo… Kyuhyun pasti akan langsung menguburmu dan menguburku dalam satu kuburan …” jawab Eunhyuk Oppa sambil menyeretku keluar.

“Atau suruh saja Kyuhyun melempar dompetmu lewat jendela?” Tanya Donghae Oppa yang masih bersikukuh menegoisasi Eunhyuk Oppa.

“Kau lupa bagaimana dongsaengmu itu Donghae?” jawab Eunhyuk Oppa singkat. Donghae Oppa masih membuntuti kami keluar apartemen.

“Aku ikut kalau begitu…” katanya agak ragu. Eunhyuk Oppa berhenti berjalan dan menatap Donghae Oppa sadis.

“YHAK!! Kau pikir aku mau ke taman wisata? Kenapa kau ikut? Aku ini mau berkunjung sebentar ke neraka… kau masih mau ikut?” teriaknya heboh. Donghae Oppa tertawa dan masih menggaruk-garuk kepalanya.

“Atau dengan Sungmin Hyung saja?” tanyanya sambil nyengir. Eunhyuk Oppa melepaskan pitingannya di kepalaku dan memelototi Donghae Oppa.

“Hyak! Lee Donghae… Maumu apa?!” tanyanya dengan suara lebih keras.

“Jangan ajak Kara kalau begitu..” katanya pelan. aku dan Eunhyuk Oppa berpandangan.

“Baiklah, Lee donghae-ku sayang… kembalilah ke Dorm.. aku pinjam Kara sebentar… aku berjanji akan membawanya kembali tanpa kurang suatu apapun..” kata Eunhyuk Oppa sambil mulai menyeretku lagi menuju lift. Kulihat Donghae Oppa masih mematung didepan pintu Dorm.

*

“Sekarang masuklah… Kau masih ingat passwordnya kan?… Dompetnya ada di meja di meja ruang tamu…” perintah Eunhyuk Oppa. Aku merengut.

“Kenapa aku?”

Pletak!

Si Monyet menjitak kepalaku.

“Kalau aku yang masuk dan adik ipar masih bangun… Kau mau tanggung jawab kalau aku keluar jadi  monyet goreng, hm?” sangkalnya.

“Aish… Berlebihan… dia takkan membunuhmu Oppa… paling-paling dia hanya mencakarmu  sedikit…”kataku mengelak. Eunhyuk Oppa memegangi tanganku. Wajahnya berubah jadi aneh. Wajahnya mendekat ke wajahku. Aku mundur agak takut. Alarm bahaya…

“Atau… kau mau kucium sekarang juga Kara sayang?”

Hya….

Sontak aku langsung membuka pintu mobil dan berlari menjauh. Dasar Monyet-Monyet-Monyet!

Dengan malas, aku menuju lift dan menekan nomor lantai yang kutuju. Setibanya di depan apartemen Ahra Noona, aku memasang telingaku baik-baik. Memastikan apakah penghuninya masih bangun atau tidak.

Aku tak mendengar apapun dan buru-buru memasukkan password. Sesuai instruksi Eunhyuk Oppa, aku berusaha sebisaku untuk tidak membuat suara. Pertama, agar  tidak membangunkan bidadari-nya. Dan kedua, agar tidak membangunkan setan penjaganya.

*

Kyuhyun POV

Sudah malam. Aku baru saja menutup layar Laptopku. Saatnya tidur.

Mataku sebenarnya agak berat, tapi bayangan peristiwa tadi pagi membuat mataku ringan lagi. aku tersenyum dan meraih ponselku. Melihat gambarnya lagi.

Lihatlah gadis mangap ini…

Apa menariknya?

Dan kenapa juga si Kembung ikut-ikutan suka padanya?

Namun tiba-tiba bayangan si Kembung yang duduk disebelah Kara, menyuapi Kara, dan  bahkan menggendong Kara malam itu ikut muncul. Kepalaku agak sakit mengingatnya. Aish.. gadis pendek yang suka mangap, yang otaknya Cuma setengah, yang badannya tinggal seperempat… yang  suka sekali teriak-teriak….

Pikiranku mulai ruwet lagi. Aku menaruh ponselku dan menarik selimutku.

Eh?

Suara apa?

*

Kara POV

Aman. Ahra Noona  sudah tidur. Sekarang saatnya melihat si Setan.  Apa dia masih bangun ya?

Kakiku berjinjit meraih kenop pintu.

Cklek.

Terbuka.

Seonggok wajah setan berbaring diatas bantal.

Tangannya memegangi selimut dan tampaknya ia sangat pulas. Tadinya aku hanya berencana menengoknya, tapi entah mengapa aku tertarik mendekat.

Sekarang aku sudah setengah meter didepannya.

Wajahnya terlihat jelas dari sini.

Aku mengibas-ngibaskan tanganku didepan wajahnya. Dia tak bereaksi. Aku duduk jongkok dan mengamati wajahnya. Walaupun permukaannya banyak yang agak ber-lembah,  harus kuakui kalau dia memang tampan. Apalagi saat rambutnya lurus seperti ini. Dia kelihatan seperti.. seperti –semoga mulutku tidak bernanah saat mengucapkan ini-.. Pangeran.

Tampan sekali…

Eh, tapi sejak kapan dia kelihatan tampan?

Baiklah, baiklah,,, tidak baik melihatnya lama-lama. Aku bisa kena karma. Aku harus segera hengkang dari sini. Kakiku bangkit berdiri namun mataku masih belum pindah posisi. Masih memelototi wajahnya. Aku menutup wajah dan merapal sumpah-serapah agar aku tak melihatnya lagi.

Kakiku sudah berputar posisi.

Dan ketololanku yang paling goblokpun terjadi.

Cup.

Aku mencium bibirnya!

Uhuk! Bagaimana ini?

Bibirrkkkkku………

Aku segera berjinjit setengah buru-buru dengan telapak tangan menempel di mulutku. Menjaga agar  mulutku yang suka lancang  ini tidak bersuara. Kalau sampai setan ini bangun dan sadar aku baru saja menciumnya, kalau sampai dia sadar aku menyelundup ke kamarnya untuk kedua kalinya… bisa dipastikan ia akan menertawaiku sampai mulutnya terbang.

Aku segera meraih kenop pintu dan membukanya. Berlari buru-buru menuju mobil.

“Kenapa lama sekali? Kau bertemu adik ipar?” Tanya si Monyet dengan muka cemas. Aku menggeleng dan menyerahkan dompet si monyet- yang juga bergambar monyet-.

“Aniyo.. hanya saja aku berjalan pelan-pelan takut mereka bangun..” sangkalku gugup. Si Monyet memelototiku sekali lagi.

“Kenapa wajahmu merah?” tanyanya lagi.

Aish.. Monyet… bisakah kau tutup mulutmu saat ini? Aku benar-benar ingin melempar  tahi monyet ke mukamu kalau kau bicara lagi…

“Kenapa wajahmu memerah Kara-shii..?” ia masih semangat penasaran.

“Aniyo.. hanya saja… Keningku barusan tertabrak meja…” kataku berbohong. Dan seperti biasa, si Monyet yang pintar jadi detektif itu mulai ber-hipotesa.

“Tertabrak meja yang pendek itu? Omo.. omo.. aku tak tahu kalau kau sependek itu..” katanya.

HYA… TAHI MONYET!!!

*

Kyuhyun POV

Aku sedang tidak mimpi kan?

Dia mencium bibirku?

GYAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHA……

Akhirnya kau takluk juga padaku Cho Minho!

Aku berlari menyetel DVD dengan volume keras. Saatnya berpesta. Aku mulai berteriak-teriak dan menggoyangkan badanku kesana-kemari.

Kara pendek itu akhirnya kalah juga oleh ketampananku…

GYAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA…….

GYAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH…..

“Kyuhyun-ah… Bisakah kau matikan musiknya? Berisik sekali…”

Eh?

Kepalaku menoleh dan tampaklah Noona-ku yang cantik sedang berdiri didepan pintu. Aku meringis dan berjalan cepat menghampirinya.

Aku memeluk pingganngnya dan menggendongnya sambil tertawa.

“Hyak….Kyu!… apa kau gila…” teriak Ahra Noona sambil memukuli lenganku.

Setelah puas memuta-mutar tubuhnya, aku menurunkan ahra Noona. Ia melotot dan menjewer telingaku.

“Kau piker apa yang baru saja kau lakukan heh? Mau jadi Superman?… Badan tipis begitu…” bentaknya. Aku tertawa lebar.

“Noona-ah… Besok aku kembali ke Dorm…”

Noona membelalak.

“Buru-buru sekali? Pasti telah terjadi sesuatu…Ceritakan…” katanya sambil  duduk disebelahku. Aku mencubit pipinya gemas.

“Sebenarnya Noona juga punya sesuatu yang harus Noona ceritakan padamu…” mendadak wajah Noona agak suram.

“Hyukjae bercerita padaku tentang Kara dan Donghae… Katanya mereka tidak pacaran seperti yang kau pikirkan Kyu…”kata Noona serius.

Aku mengerutkan kening.

Monyet bilang begitu? Baru kali ini aku senang mendengar kabar dari si Monyet hutan.

“Aku akan senang seklai kalau benar begitu….Noona… Sepertinya Kara suka padaku…”kataku sambil menyeringai.

Noona menatapku tajam.

“Hyukjae juga bilang begitu…”

Hyak… Noona-ku menyebut si Monyet lagi…

“Lalu apa yang harus kulakukan Noona?” tanyaku lagi. Noona memukul kepalaku.

“Kau ini tolol sekali… Kalau begitu katakana padanya kalau kau suka dia..” kata Noona cepat. Aku meliriknya ragu-ragu.

“Bagaimana caranya?”

Pletak!

Noona menjitakku.

“Kau tidak pernah menyatakan cinta Kyu? Omona….. kau ini … sok tampan sekali…” komentarnya sadis.

“Noona… kalau boleh tahu, bagaimana si Monyet-“

Pletak!

Noona menjitak kepalaku lagi.

“Hya!… Kenapa Noona menjitakku lagi?”

“Panggil dia Hyung…” perintahnya. Aku melotot.

“Andwae!” balasku.

Pletak!

Aku kena jitak sekali lagi.

“Hyak!…Kenapa aku harus memanggil Hyung pada Monyet-“

Pletak!

Jitakan lagi.

“Hyak!… Noona! Kepalaku bias bocor kalau kau pukuli terus…”

Noona melotot.

“Panggil Hyukjae Hyung, Cho Kyuhyun….” Katanya seram. Aku bergidik.

Aish… Mulutku bias gatal kalau memanggilnya Hyung…

“Ne… Monyet Hyung-“

Pletak!

“Hyukjae Hyung!”

Aku mulai emosi jiwa. Monyet Afrika… Kau apakan saja Noona-ku yang baik ini!…

“HYUKJAE HYUNG!”teriakku frustasi. Noona mengelus kepalaku dan tersenyum puas.

“Bagus… apa yang tadi mau kau tanyakan?”tanyanya kemudian. Aku melirik Ahra Noona kesal. Menghela nafas dan bersiap bicara lagi. Noona melihatku tak sabar.

“Bagaimana Mo-…maksudku Hyukjae Hyung menyatakan cintanya pada Noona dulu?”

Noona tampak berfikir dan tersenyum-senyum aneh.

“Em… Dia menyatakannya berkali-kali…”

Aku mendelik.

Berkali-kali? Sudah kuduga.

“Bagaimana dia menyatakannya? Apa dia bawa bunga? Atau mungkin memberi Noona cokelat? Atau mungkin… Eh apa mungkin dia mau keluar uang untuk Noona?” tanyaku berbelit-belit.

Pletak!

Jitakan lagi.

“Cho Kyuhyun… Kalau kau masih saja ngotot bertindak tidak sopan pada calon Kakak Iparmu… Noona tidak akan segan memukuli kepalamu sampai bengkak…”

Aku memandangnya depresi.

“Dia sering datang kesini saat Kara sakit, dia membawakanku makanan-“

“Jadi itu sebabnya masakan Wookie Hyung berkurang setiap hari! Monyet itu-“

Pletak!

“Baiklah… aku benar-benar putus asa bicara padamu Kyuhyunnie…”

Aku buru-buru mengejar Noona yang mendadak berdiri meninggalkanku.

“Noona-ah… Mianhae… aku tidak bermaksud menghina Hyukjae Hyung…” kataku sambil memgangi tangannya.

Noona masih terlihat kesal. Matanya mendongak memandangii jam dinding.

“Tidurlah..” kata Noona singkat.

Aku menahan tangannya.

“Noona-ah… Mianhae… Jeongmal Mianhae…”

Noona memegangi kepalaku.

Mendadak wajahnya menyeringai.

“Apa itu artinya kau sudah merestui hubungan kami?”

Hya… jadi begini maksudnya?

Aku mengibaskan tanganku dan berbalik melompat ke kasur. Ahra Noona membuntutiku kemudian menutupi badanku dengan selimut.

“Kyuhyunnie… Noona bias mengerti kau tidak menyukai Hyukjae… tapi cobalah memahami perasaan Noona.. Kalau kau ada di posisi Noona, dan Noona tidak menyetujui hubunganmu dengan orang yang kau sukai, apa yang akan kau lakukan?”

Aku menaikkan selimutku ke kepala.

“Kalau kau masih menolak membicarakannya, Noona tidak akan memaksa….”

Tangannya mengelus kepalaku.

“Besok segera cari waktu untuk bicara dengan Kara… seberapa besarpun kau menyukainya, kalau kau tak mengatakannya, ia tak akan tahu… jadi lakukan dengan benar.. selamat malam, Saranghae Kyuhyunnie..”

*

Kara POV

Aku tidak tidur semalaman karena adegan cium-setan itu. Akibatnya, pagi ini mataku berat sekali. Ditambah dengan kenyataan bahwa Oppa yang ada di Dorm hanya Kim Heechul, kepalaku makin  sesak. Dia tengah menggelepar berpelukan dengan anak asuhnya yang menyebalkan dan keranjingan buang air besar sembarangan itu. Cucian yang menggunung, Belanjaan yang harus dibeli, dan MENGEPEL tahi si Heebum.

“Annyeong… Aku pulang…”

Suara Kyuhyun.

Eh?

Apa aku mulai berimajinasi gara-gara insiden semalam?

“Heechul Hyung..Aku bawakan makanan Heebum untukmu..”

Aku mulai gugup.

Sepertinya ini bukan imajinasi…

“Yhak bocah setan!… Berani-beraninya kau kembali kesini!”

Tidak… sepertinya ini nyata….

“Hyung… Lihat.. Noonaku membeli ini dari Italia.. Bagus untuk kesehatan pencernaan Kucing..”

OH…oh….

Bagaimana ini…

“Hei… Bukankah bentuknya mirip sosis biasa?…”

Tanganku yang masih memegang kain pel mulai gemetar. Kakiku beranjak merangkak mundur menuju kamar. Sepertinya aku harus melarikan diri sesegera mungkin…

“Aniyo Hyung… Coba saja…”

Kakiku sudah masuk ke kamar. Tinggal menutup pintu.

“Ide bagus… Kita suruh Kara mencobanya…”

Aku buru-buru melempar kain pel ke lantai dan menggapai kenop pintu.

“Yhak!… Cho Minho!.. Kau mau kemana!” tangan si Namja bencong itu menangkapku!

Kyuhyun tertawa heboh melihat Heechul oppa menyeretku. Aku meronta-ronta.  Si Bencong itu membuka kemasan makanan anaknya dan menyuruhku membuka mulut.

“A-NHI-Y-HO..OPP-HHA…” kataku sambil menggampar tangannya.  Tangan kiriku keras kepala menutup mulut. Sementara, si Bencong bertenaga Kuda nil itu mulai kesetanan menyumpalkan makanan Heebum ke mulutku. Bocah setan itu juga ikut membantu si Bencong  memaksaku membuka mulut.

Akhirnya makanan kucing itu masuk mulutku. Mereka tertawa heboh sambil berguling-guling di  lantai.

Kakiku dengan sigap menginjak perut Kyuhyun. Wajahku mendekat kearahnya. Dengan menyeringai, kupegangi pipinya.  Bibirku kini menempel dengan bibirnya. Ia kelihatan syok sekali.

Aku menggembungkan pipiku dan menggencet pipinya hingga dia membuka mulut.

Setan goblok itu hanya bisa kaget terbelalak tanpa sempat mengelak.

HOEK…

Makanan Heebum kini telah masuk ke tempat yang seharusnya.

*

Kyuhyun  POV

Selesai juga.

Gara-gara makanan Heebum terkutuk itu, aku, Heechul Hyung dan Kara harus mengepel seluruh Dorm. Makanan Heebum berceceran dimana-mana, karena tadi kami saling meludah dan melempar makanan itu sambil mengitari ruangan.

Aku duduk di ruang tengah menghadap TV dengan Heechul Hyung disebelahku dan Kara disebelahnya. Ini sudah hampir jam duabelas siang.

“Heechul oppa.. kau harus tanggungjawab… Ayo antar aku ke supermarket… Aku belum belanja..” rajuk Kara sambil memegangi tangan Heechul Hyung. Aku melirik mereka tak peduli dan sibuk mengganti channel TV.

“Aniyo,… Belanjalah dengan Kyuhyun..” tolaknya keras.

Aku menoleh. Menggeleng cepat. Melirik Kara sambil menjulurkan lidah.

“Maaf aku sedang tidak  berminat menolong orang…” kataku datar.

“Hyak!!… Kenapa kalian berdua sangat menyebalkan?!” teriaknya bawel.

Heechul Hyunng melirik Kara sadis.

“Yhak.. Kau jangan teriak-teriak.. Heebum bias stress mendengar suaramu..” teriaknya balik. Kara menyerobot  Heebum dari tangan heechul Hyung. Aku segera mematikan TV dan focus mengamati mereka. Omo..omo… ini benar-benar seru…

Pangeran Heechul menyelamatkan putri Heebum dari Nenek sihir….

“Kalau kalian tidak mau mengantarku… aku akan membuang Heebum lewat jendela..” ancam Kara. Heechul Hyung heboh berteriak menyumpah-nyumpah.

Aku tertawa bahagia menonton tingkah mereka.

Mendadak Kara melirikku aneh. Tangannya masih sibuk memegangi Heebum yang terus menggeliat-geliat disamping jendela. Gadis pendek itu melempar Heebum ke pangkuanku. Kucing itu langsung bereaksi dengan mencakar-cakar tanganku. Aku memgang kucing itu dan melemparnya kearah Heechul Hyung. Aku melompat dari kursi dan pinggangku menabrak meja. Heechul Hyung yang berada didekat meja, mau tak mau ikut ambruk tertindih badanku yang oleng. Heebum yang malang itu terpaksa mencakar-cakar kaki papanya yang menginjak ekornya.

Kami berdua jatuh bertindihan. Mukaku menempel di keningnya.

“Aigoo…aigooo… mesranya..” gadis tolol tu berlari ke kamar sambil tertawa terbahak-bahak. Melihatnya seperti itu benar-benar membuatku berpikir lagi untuk menyatakan cinta padanya. Aish… Aku bias mati kalau gadis maha tega seperti itu jadi pacarku.

Aku segera bangkit berdiri dan menyabet tangannya. Heechul Hyung kini sudah berdiri dengan wajah murka. Matanya memelototi Kara yang baru saja berbuat kriminal dengan melempar anak kesayangannya ke lantai. Kemudian dia ikut membelalak menatapku yang baru saja melempar piaraanya dan menindih tubuhnya.

Kara menyambar tanganku dan menyeretku keluar apartemen. Kami berlarian dikejar manusia bencong itu hingga ke parkiran.

Aish… orang ini benar-benar cari mati..

Aku bahkan tak mengenakan masker dan kacamata..

*

Kara POV

Pada akhirnya, bocah setan itu yang mengantarku ke supermarket. Aku tak berani membujuk heechul oppa agar mengantarku belanja sementara hewan ternaknya baru saja kubantai.

Kyuhyun menyetir dengan muka serius. Tidak usah dijelaskan mengapa dia begitu. Itu semua karena kemampuan menyetirnya yang payah. Kalau dia lengah sedikit saja, keselamatanku dan mobilnya jadi taruhan.

“Nanti kau belanja sendiri, aku menunggu di mobil saja..” Kyuhyun mulai  cari perkara. Aku melirknya sambil menyeringai. Menatapnya seperti ini membuatku lupa dengan adegan semalam. Aku tidak mungkin menyukai  setan ini kan?

“Enak saja.. lalu buat apa aku repot-repot mengangkutmu… Kau jadi kuli angkut hari ini…” balasku segera.

Ia melirikku sebal. Mukanya manyun.

“Aniyo…..” sangkalnya lagi. Aku  menatapnya malas.

“Pokoknya kau jadi kuli angkut   hari ini..” balasku singkat.

Ia menoleh menatapku dengan tatapan aneh. Kalau aku tidak salah lihat, wajahnya mendadak memerah.

“Baiklah… tapi sebelumnya kau harus menjawab pertanyaanku..” katanya misterius.

“Mwo?” mulutku membulat.

“Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu…Emm..Emm , sesuatu yang agak serius”

Aku meliriknya waspada. Apakah semalam dia tahu aku menciumnya?

HUA!!!!!! Kalau sampai itu terjadi, lebih baik aku melompat dari mobil sekarang.

“Hyak… Bukannya kau sudah bicara dari tadi hah?”

“Diamlah sebentar   Gadis cerewet….”

Aku jadi sedikit penassaran. Apa ada hal serius yang bias kami bicarakan?

“Apa kau pernah berciuman?”

Astaga…Astaga..Astaga,,,,

Wajahku langsung memanas. Apakah ini tandanya dia akan menanyakanku masalah ciuman semalam?

“Kenapa wajahmu memerah begitu? Jangan bilang kau tidak pernah berciuman… HAHAHAHA…” dia tertawa lebar.

Aku mendengus dan memukul kepalanya.

“Aku sudah pernah berciuman…”

Ia terlihat kaget.

“Mwo? Sudah pernah?” tanyanya semangat.

Wajahku pasti sudah merah pekat sekarang.

“Dengan siapa?” ia  masih bawel.

Aku menunduk dan mengalihkan tatapanku keluar jendela mobil.

“Itu bukan urusanmu…” jawabku ketus.

“Aniyo… Tentu saja itu urusanku… Bukannya yang kau ajak berciuman itu aku?”

HUWA!!!

AP-PHA DD-HI-A BI-LLANG…..

Dia tertawa terbahak-bahak sambil memegangi setir mobil. Mukanya setannya tersenyum lebar. Sementara aku membeku dan masih sibuk memikirkan harus menjawab apa.

Ddrttt..dddrrrrt…

Untunglah Ponselku bergetar. Setidaknya aku tidak perlu meneruskan pembicaraan bodoh itu lagi. Aku membuang tatapanku kedepan.

Kyuhyun melirikku. Aku menatap layar ponsel dan buru-buru menekan ikon terima.

“Yoboseyo…”

“…”

“Ne.. Oppa.. aku sedang bersama Kyuhyun…”

“..”

“Ne Oppa…  Gedungnya didekat situ? Kesinilah oppa… antar aku belanja…”

“..”

“Aniyo… Dia menolak membawakan belanjaannya.. Banyak sekali Oppa..”

“..”

“Baiklah… aku akan menunggu Oppa… Ne.. Ne.. Annyeong”

BBpp.

Telfon terputus.

Aku tersenyum puas.

“Siapa?” Kyuhyun menanyaiku.

“Donghae Oppa… “jawabku datar.

“Mau apa dia?” tanyanya lagi.

“Mau mengantarku belanja…Jadi kau tidak perlu menungguku karena Donghae Oppa akan menjemputku nanti…” kataku ceria.

*

Kyuhyun POV

Lee Donghae lagi?

Baiklah, Kalau kau memang minta dia yang memperhatikanmu, aku tak akan segan.

*

Kara POV

Mendadak Kyuhyun menghentikan mobilnya.

“Turun..” katanya siingkat.

Aku melongo. Kami masih dua kilometer dari supermarket.

“Aniyo..” tolakku cepat. Ia menepikan mobil.

“Turun sekarang juga…” katanya serius. Matanya bahkan tak melirikku sama sekali.

Aku membuka pintu mobil dan membantingnya dengan muka bersungut.   Namja bodoh itu melajukan mobilnya lagi tanpa menoleh. Meninggalkanku sendirian di tepi jalan.

Ada apa dengannya?

Bukannya barusan dia tertawa-tawa bicara soal ciuman?

Aish… Moodnya benar-benar susah ditebak!

Aku segera mengambil ponselku dan menghubungi nomor Donghae Oppa. Aku berjalan dengan ponsel menempel di telingaku. Jalanan sedang penuh sesak dengan kendaraan pegawai-pegawai kantor yang sedang istirahat.

“Yoboseyo..”

”..”

“Cepatlah kesini Oppa.. Kyuhyun meninggalkanku di tepi jalan..”

“..”

“Ne.. Ne.. cepatlah ….Annyeong..“

Aku memasukkan ponselku ke saku jaket. Berhenti berjalan sambil menepi. Mataku menangkap sebuah mobil yang melaju agak kencang karena menyalip mobil didepannya. Mobil didepannya hanya berjarak setengah meter dariku.

Kejadiannya begitu cepat. Aku tak sempat menghindar karena mobil itu tidak terlalu sigap menyalip.

BRAK.

*

Kyuhyun POV

Aku berlari menuju kearahnya. Kara baru saja tertabrak mobil. Gadis itu menelfon sambil berjalan dan tertabrak beberapa meter dari tempatku meninggalkannya tadi.

Dadaku  berdegup keras.

Lututku lemas.

Apa yang baru saja kulakukan?

 Aku takkan sanggup memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu padanya.

Kumohon kali ini Kara, Kau harus baik-baik saja

Mataku mencari sosoknya yang sedang dikerumuni beberapa orang yang kebetulan lewat.

Ia tengah dipapah seseorang menuju ketepi jalan.

Aku melihatnya.

Dia menangis terisak dipelukan seorang ahjumma. Lututnya tergores dan berdarah. Beberapa yeoja dan Namja disekelilingnya membantunya meminum air putih dan membungkus  lukanya dengan  saputangan.

Aku terduduk disebelahnya.

Segera merangkulnya dengan mata basah.

*

Kara POV

Kyuhyun memelukku. Dia menangis di pundakku.

Aku diam dan tidak tahu harus berbuat apa. Beberapa menit yang lalu, aku nyaris dibuat mati kesal olehnya. Dan menit ini, dia terkulai lemas didepanku karena melihatku tertabrak mobil.

Menit berikutnya, aku dikagetkan dengan Donghae Oppa yang datang dan langsung meninju wajah Kyuhyun. Ia terjengkang menabrak bangku kayu disebelahnya.

Sekali lagi aku hanya  diam saat Donghae Oppa memelukku. Ia menyeretku masuk mobil dan menjalankan mobilnya terburu-buru. Kulihat Kyuhyun juga memasuki mobilnya dan mengekor dibelakang kami. Aku menatap wajah Donghae oppa yang terlihat marah sekali.

“Sudah kubilang Jangan pernah mendekatinya lagi!.. Dia selalu saja membuatmu menderita…Mengapa kau masih saja menemuinya?” kata Donghae Oppa dengan wajah mengeras.

Aku diam tak menjawab.

Mataku melirik spion dan mengamati mobil Kyuhyun yang masih berada dibelakang kami.

“Apa kau terluka? …Bagaimana kalau kita ke Rumah Sakit dulu?,… Sepertinya lututmu sobek…” katanya khawatir.

“Aniyo oppa… Aku baik-baik saja…” jawabku buru-buru. Tanganku memegangi telapak tangan kiriku yang perih. Mataku tak lepas memandangi mobil Kyuhyun yang semakin mendekat.

Kami berhenti di depan Dorm.

Donghae Oppa memapahku menuju lift.

Kyuhyun tiba beberapa detik kemudian. Dia membuntuti kami menuju Dorm.

Dorm sedang sepi. Sepertinya tidak ada orang di dalam.

Donghae Oppa segera membantuku duduk diatas sofa. Ia bangkit menuju kamar Wookie Oppa dan keluar dengan Kotak P3K. Kyuhyun berdiri sambil memandangiku dari depan pintu. Ia tak berjalan mendekat.

Ia terlihat menahan emosi dan terus saja menatapku. Donghae Oppa mengacuhkannya dan membersihkan lututku dengan Kapas.

Aku meringis dan mulai takut karena ternyata Lututku sobek agak dalam dan berdarah.

“Jangan menangis Hyun Mi-ah…” katanya lirih. Aku menggigit bibirku dan menangis.

Kenapa tertabrak plang mobil begitu saja lukanya bias semnegerikan ini?

Ini benar-benar nyeri.

“Minggirlah…” Kyuhyun mendadak sudah berada dibelakang punggung Donghae Oppa

Donghae Oppa bangkit berdiri dan menatapnya tajam.

“Pergilah dari sini!… Aku benar-benar muak melihatmu!” balas Donghae Oppa sengit.

Kyuhyun tak bergeming. Dia masih mematung dibelakang Donghae Oppa.

Donghae oppa menaruh kapasnya. Ia berbalik dan meninju wajah Kyuhyun.

Kyuhyun jatuh tersungkur. Melihat Donghae Oppa dengan tatapan tajam. Ia berdiri dan mendorong tubuh Donghae oppa ke meja. Donghae Oppa terjengkangmenabrak ujung meja.

Aku menutup mataku dan menangis semakin terisak.

Tidak bisakah mereka tenang sebentar?

Ini benar-benar perih.

“Tidak usah bersikap sok pahlawan.. Kau sama sekali tak tahu cara membuatnya berhenti menangis…” kata Kyuhyun sambil berjongkok memegangi tanganku yang berdarah karena jatuh terantuk aspal.  Donghae oppa memegangi perutnya yang tertabrak meja. Kelihatannya ia terantuk cukup keras. Ia meringis sambil beranjak mendekatiku lagi.

Bocah sinting itu mendadak mencium telapak tanganku.

“Berhentilah menangis… ini tidak akan sakit..” katanya singkat.

Mendadak wajahnya mendekat ke wajahku. Dadaku berdegup hebat. Kini hidungnya menyentuh hidungku.

Dan bibirnya menempel di bibirku.

*

Kyuhyun POV

Donghae Hyung meraih pundakku dan membantingku ke tembok saat melihatku mencium Kara. Aku menatapnya tajam.

“BERANINYA KAU!!…” teriaknya emosi. Mataku melirik Kara yang menunduk dan masih menangis.

“Kau tidak berani melakukannya, hm? Karena kau tahu Dia tidak menyukaimu…dan aku berani melakukannya karena aku tahu dia menyukaiku…Berhentilah  mendekatinya… Dia menyukaiku dan aku menyukainya…” kataku cepat.

Dia menghampiriku lagi dan memegangi lenganku.

Aku menatapnya sinis. Sekali lagi tangannya meninju wajahku.

“Oppa… Kyuhyun-ah… berhentilah..”

Mataku segera melirik Kara yang mencoba bangkit menghampiri Donghae Hyung. Kakinya gemetar karena lututnya sobek. Donghae Hyung melepaskan tangannya dari lenganku dan segera menghampirinya.

Gadis itu ambruk.

*

End of part 11

Huahhhhh…….

Selesai juga part sakral ini…..

Saya bener2 puyeng bikinnya… hehe…

Gimana? Gimana?

KOMENTARLAH SEPANJANG MUNGKIN…..

*untuk Lee Taemin: nongolnya mgkin di part 11, hahay…

*saya nggak mau bikin adegan Kiss2an lagi…

*maafkan saya yang membuat Donghae merana… saya sendiri sebenarnya nggak tega… kita akan melihat si Ikan Berjaya diserialnya sendiri… hehe

*Kalau ada yang nggak puas dengan alur ceritanya, saya nggak ambil pusing… emang dari sononya saya menyebalkan dan semena-mena…hahahaha

*sekali lagi : KOMENTARLAH SEPANJANG MUNGKIN…

 

14 thoughts on “He’s Our Girl part 11

  1. donghae oppa berhentilah bikin dirimu sndri merana, jebal..
    ahahaaaa lama’ crita Ahra onnie sm Hyukkie tambah seru..
    kisseu kyu sm kara ajaa yg ditambah chingu.. heheee

  2. ceritanya tambah serius,,,.kyu klo uda tau kara suka hrsnya bersikap manis dong….

    tegang bngt bacanya,,,,tp tetep next part ditunggu loh thor… gomawo chinggu

  3. huaaa…semakin seru aja..
    ngebayangin muka donghae sm kyu yg brantem, nykin ancur aja th dorm, bukan.a ngobatin kara malah sibuk cr perhtian #plak, ditampar donghae ama kyu…

    tp sneng, kyu jd blg suka, moga ja d terima tp kya.a bkalan sush dh kn ada phak ketiga #reader sok tau

    poko.a sneng jg coz publish.a ga lama…
    di tggu lanjutan.a, mg tetep exis nykin ancur aja th dorm, bukan.a ngobatin kara malah sibuk cr perhtian #plak, ditampar donghae ama kyu…

    tp sneng, kyu jd blg suka, moga ja d terima tp kya.a bkalan sush dh kn ada phak ketiga #reader sok tau

    poko.a sneng jg coz publish.a ga lama…
    di tggu lanjutan.a, mg tetep exis

  4. hwaaaaaa makinn kerennnn
    kara ma kyu cepatlah jdiannn

    donghae ntar ma yg lain aja dechh
    kasian kyu digantung muluu :p

    ahra kok bsa suka ama monyet yak, hehehe
    masa evil jdi adik iparnya monyett lucu bgtt

    lanjut ya author
    secepatnyaa
    Penasarannnnnnnnnnnnnnn

  5. uwooooo
    kenapa tbc? padahal lagi seru serunya lho
    kyuhyun, jangan nyerah ndapetin kara ya sayang..
    kasian,uda dijitak ahra, dipukulin donghae lagi…
    waktu perang sama heechul seru banget..
    kara kasian,,, waduh, penasaran tingkat tertinggi
    lanjut chingu
    daebak ff nya!!
    hwaiting!!

  6. aku koment’a sekalian yha…

    aku suka sama ni ff udah lama ditunggu dan akhirnya aku terlambat bacanya..hahahaha(?)
    komedinya bener-bener seger(?) ributnya seru..aku suka deh pokoknya..
    mau komen apa lagi ya?
    jadi kesimpulannya saya suka dengan FF ini dan saya berharap part selanjutnya dan sequelnya nongolnya lanchaaarr..saya tunggu kelanjutannya…
    Go Setan Go Monyet Hutan Go Ikan Kembung Go Setengah hahahahaha…

  7. Aku udah baca part sebelumnya jd aku sekalian komen disini~ sukaaaaaaaaaa! Ayo kara sama kyu buruan jadian! Eh, tp kadang aku kesel sama kara -_- dia ga peka! Terus aku sebel sama donghae dan seneng dia kayak gini di sini (dibunuh elfish) :p tp abis donghae emg penggganggu sih -_- /plak! Thor, sering sering bikin penyakit kyu kambuh dong biar kara khawatir terus di manjain anak sj~ hahahahaha atau bikin kyu celaka gara gara hae tp ga sengaja biar hae ngerasa bersalah terus dimarahin eeteuk~ nnti kyu nya ga mau ketemu hae~~ hehehehehehe /akujahatabangetsumpahelfishmaaf maaf banget elfish maaaf banget atau siapa pun yg ga suka sama koment aku (⌣́_⌣̀) no offense :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s