My Love Story part 2

[KyuHye Couple] My Love Story

 part 2/?

Title :  My Love Story part 2

Author : Lee Hye Joon

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hye Joon

Support Cast : Kang Ji Ra, Song Sang Joon

Rating : all ages

Genre : romantic, homur

Hye Joon P.O.V

“kau hanya perlu menjadi pelayanku” katanya tenang

“MWOOO..?” pekikku keras.

Dia tak bercanda. Aku benar-benar harus menjadi pelayannya yang artinya aku harus menjadi pesuruhnya.

Aisshhhh…..

“kau…?” desisku tajam

“ini adalah satu-satunya cara kau membayar hutangmu padaku. Kau harus tahu, aku tak suka orang yang berhutang, Hye Joon ssi”

“nde” kataku sambil menundukkan kepala

“kau tanda tangani kontrak ini, disitu juga juga tertulis beberapa peraturan” Kyuhyun menyerah secarik kertas padaku. Aku membacanya dengan teliti.

PERATURAN KERJA

  1. Selalu siap kapanpun aku (Cho Kyuhyun) panggil
  2. Paling lambat datang 5 menit setelah memanggil
  3. Menuruti apa kata majikan(Cho Kyuhyun)
  4. Tidak boleh lelet
  5. Weekend tidak ada libur
  6. Setiap melanggar atau melakukan kesalahan akan di tambahkan jangka waktu sebagai pelayan.

CATATAN:

  • Surat kontrak ini berlaku ketika si pelayan dan majikan menandatangani kontrak ini.
  • Lee Hye Joon menjadi pelayan Cho Kyuhyun selama 2 minggu, itu pun jika dia tak melakukan kesalahan

SEKIAN

Peraturan ini…

Sungguh sangat merugikanku tapi apa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Selain menuruti.

“cepat tanda tangani ini, kau mau terlambat masuk sekolahnya… atau jangan-jangan kau betah di sampingku” katanya narsis

“Cihhhh,,, aku tak pernah berpikir bahwa akan nyaman di sampingmu Cho Kyuhyun yang amat sangat narsis.” Ucapku Skipetis

“sudah kubilang beratus-ratus kali, Lee Hye Joon yang pendek panggil aku oppa…ingat ‘OPPA’ ” balasnya padaku dengan nada penekanan

“YA!!.. aku tak pendek seperti yang kau kira. Tinggiku 160. Aku tak sudi memanggilmu dengan sebutan OPPA, Cho Kyuhyun yang gila Hormat”

“160, menurutku kau tetap pendek. Perbedaan tinggi kita 20 cm, itu namanya pendek, Lee Hye Joon yang tak tahu sopan santun” balasnya lagi, orang ini memang susah untuk di kalahkan tapi aku tak mungkin menyerah dengan semua yang dia katakan. Tak tahu sopan santun, dia juga tak tahu sopan santun. Tapi kalo aku tak di sadarkan oleh loncengan bel sekolah aku pasti bisa seharian melayani mulutnya yang tajam itu.

“cihhh,,,” kukeluarkan pulpen, langsung menandatangani surat kontraknya.

“ini.” Kataku mengembalikan surat itu pada Kyuhyun

“jadi mulai sekarang aku punya pelayan, yang siap melayaniku setiap saat” katanya sambil cengengesan senang, aku muak melihatnya bahagia di atas penderitaanku

“iya, kau sudah punya pelayan Cho Kyuhyun yang tak berperasaan” ucapku sebal dan keluar dari mobilnya, dia menurunkan sedikit jendela mobilnya.

“YA!! Aku berperasaan tahu. Aku berbaik hati mengantarmu ke sekolah..”

“nde, Kyuhyun ssi, gamsahamnida.” Aku membungkukkan badanku ke arah jendela mobilnya.

“baiklah, nanti kalo aku butuh apa-apa, aku akan meneleponmu, oke!!!” dia menjalankan mobilnya,dan pergi begitu saja.

Dia bilang apa, meneleponku. Dia kan tak tahu nomer ponselku.

“pabo” kataku spontan dan tersenyum

***

Kyuhyun P.O.V

Setelah mengantarnya ke sekolah, aku pulang. Aku teringat sesuatu.

Apa yang aku bilang, meneleponnya.

“Kau kan tak punya nomer ponselnya,pabo” kataku pelan, kenapa aku jadi bodoh begini.

“sebaiknya aku menelepon sepupunya,itu cara yang terbaik dari pada berbalik lagi ke sekolah. Cihh, harga diriku langsung turun dan itu tak mungkin di lakukan oleh seorang Cho Kyuhyunyang tampan ini.”

Ku tekan angka 2 yang berarti akan langsung menuju nomer ponsel Victoria. Kutelpon dia.

“yoboseo, ” sapa seseorang di sebrang sana. Suara siapa lagi kalo bukan Victoria

“yoboseo,”

“nuguya?” tanyanya. Dia itu tak pernah menyimpan nomer ponselku apa, jelas-jelas kami bertiga bersahabat tapi setiap aku telpon dia pasti bertanya siapa ini… menyebalkan

“ini, aku Kyuhyun.”

“ada apa kau meneleponku, jangan bilang hanya untuk hal sepele. Aku tak akan pernah melayani hal sepele kyuhyun ssi. Ingat itu” katanya dengan tegas

“ya, aku tahu semua itu, victoria ssi. Aku hanya ingin bertanya satu hal padamu..?” tanyaku

“mwo?”

“berapa nomer ponsel sepupumu itu..?” tanyaku langsung, aku tak suka terbelit-belit berbicara dengan victioria. Dia itu tipe orang yang memanfaatkan waktunya dengan baik

“sepupuku..?” tanyanya tak mengerti

“ne, sepupumu..”

Uhukk,…Uhukk… terdengar suara batuk seseorang. Suara tersedak lebih tepatnya.

“Ehhemm,, maksudmu Hye Joon?”

“ne, memangnya kau punya berapa sepupu yang sudah kau kenalkan padaku, Victoria” kataku, sepertinya dia ini terkejut sangat terkejut tahu bahwa kau meminta omer ponsel sepupunya itu

“tapi apa kau tak salah…? jangan-jangan kau bukan Cho Kyuhyun lagi, nuguya?” katanya tak percaya.

“Ya…!! kau itu sama sekali tak percaya padaku hah.. ayo cepat berikan nomer ponselnya.!” Perintahku padanya,tapi apa yang aku dapatkan. Dia tak menjawabnya melainkan malah tertawa sekeras-kerasnya.

“ternyata,kau benar Cho Kyuhyunku, sabar kau ini pemaksa sekali.”

“aku akan mengirim kartu namanya saja. Otte…”

“daritadi kek,,,”

Kudengar dia tertawa lagi. Sebenarnya apa yang di tertawakan olehnya. Cih, bukan urusanku juga. Kututup hubungan telpon kami dan beberapA detik kemudian terdengar deringan ponselku, kulihat ada kiriman kartu nama dari Victoria Song. Kusimpan kartu nama itu.

Aku akan meneleponmu jika perlu, itu yang akan aku lakukan.

Kubuka laptopku, mau apa lagi kalau bukan main gamesku yang tertunda. Aku sudah kangen dengan istriku tercinta ini. bagaimana tidak,aku sudah tak bermain dengannya selama 3 minggu dan itu sudah membuatku hampir gila. Otakku memang sudah dia kuasai.

***

Hye Joon P.O.V

“aku benci game…!” teriakku di ruang  tengah.

Aku begitu kesal dengan semua games,aku tak sudi bermain game lagi. Kenapa aku selalu kalah setiap main games bersama Appa. Aku benci kekalahan, karena aku di takdirkan sebagai pemenang bukan pecundang.

Kulihat wajah appa yang sumringah kesenangan.

“bagaimana, baby? Kau harus turuti apapun 3  permintaan papa.” Ucapnya dengan bangga

Aku harus bagaimana,padahal aku sendiri yang memberikan syarat itu tapi kenapa malah aku yang kalah, sungguh menyebalkan.

“nde..” kataku lesu,

seharusnya ini tidak terjadi padaku umpatku dalam hati

“sebaiknya dimulai dari 1 permintaan…”

“mwo?”

“apa ya..? kok papa jadi bingung..”

“ayo lah papa jangan banyak berpikir..”kataku sebal menunggunya berpikir

“jangan marah begitu,baby. Baiklah permintaan pertama. Dalam ulangan matematika minggu depan kau harus mendapatkan minimal nilai 85. Oke..”

“mwo…kenapa papa bisa tahu minggu depan akan ada ulangan matematika.?jangan bilang itu ulah alat-alat papa yang aneh itu.” Tuduhku

“ya, begitulah. Ternyata alat itu berfungsi dengan baik.” Papa menyeriangai padaku

“jadi papa memgintaiku,”

“ne..”

“tapi papa?”

“mwo?”

“85 apakah itu tidak terlalu tinggi untuk standarku. Papakan tahu aku paling tak bisa dengan pelajaran matematika. Turunkanlah sedikit papa?” pintaku padanya

“papa tahu, tapi ini juga kan demi kebaikkanmu. Kau harus berkenalan dulu dengannya lalu kau akan suka lalu kau bisa mencintainya. Untuk soal 85 akan papa turunkan jadi 83 oke… itu adalah penawaran terakhir.” Kata papa seraya masuk ke dalam ruangan eksperimennya.

“Aisshhh, bagaimana aku bisa mendapatkan nilai 83 dalam waktu 1 minggu dan kenapa harus matematika, aku kan paling tak suka dengan itu. “umpatku

Sekarang yang harus aku lakukan adalah memikirkan cara agar bisa mendapatkan nilai minimal 83 itu..ya, itulah yang paling penting..

Bagaimana kalau aku minta mama untuk menyewa guru privat,pikirku

“anio, itu namanya membuang-buang uang.” Kataku pelan

Bagaimana kalau aku belajar sendiri saja, pikirku lagi

“anio, itu pun tak mungkin bisa. Aku kan paling malas belajar sendiri nanti malah jadi tidur lagi.”

Bagaimana kalo aku belajar dengan teman-teman, pikirku lagi

“anio, itu pasti akan berpindah acara bukan menjadi acara beljar bersama tapi malah akan menjadi acara gosip bersama”

Setelah otakku berpikir muter-muter keliling Seoul,benua Asia, sampai keliling dunia.akhirnya aku bisa menemukan solusi yang tepat untuk masalahku ini.

ku tekan no 4 dari ponselku.

“yoboseo” sapa seseorang

“yoboseo, onnie ini aku Hye Joon”

“mwo,,,,? Tumben kau menelepon onnie..”

“onnie, aku butuh bantuan onnie,” kataku to the point

“hmmm,memang kau butuh bantuan apa?”

“tolong carikan orang yang bisa mengajarkan matematika padaku. Tolong onnie,,, aku butuh bantuanmu. Orang yang tak mudah putus asa,bersikap tegas,pintar dan juga bayarannya jangan mahal-mahal. Apakah onnie tahu orang dengan tipe seperti itu. Aku mohon onnie, aku amat sangat membutuhkan bantuanmu…?” jelasku

Victoria onnie dan aku terdiam.

“hmm,, sebenarnya onnie punya kenalan orang yang pintar dalam  matematika tapi sepertinya dia tak akan cocok denganmu deh…”

“hah..?”

“ya, dia orang yang sangat pintar matematika.” Ucapnya lagi

“baiklah, yang penting dia pintar matematikakan…”

“ne,,, dia sangat pintar. Amat sangat pintar”

“oh, kapan aku bisa bertemu dengannya?” tanyaku

“secepatnya,” janji victoria onnie

“onnie, gomawo..”

“ne, cheomaneyo..”

***

Kyuhyun P.O.V

Setelah bermain-main dengan istriku tercinta(baca: games) dengan tak mempedulikan suara gaduh yang berasal dari luar kamar, akhirnya aku keluar kamar.

Ponselku berdering, terdera nama Euteuk hyung di ponselku segera saja ku angkat

“kyuhyun, bukannya kamu yang kebagian piket hari ini kan, jadi lebih baik kau bersihkan dorm karena bisa kau lihat sendiri dorm sekarang sedang bernatakan jadi cepatlah bereskan karena sebentar lagi Soo Man Songsaenmin akan datang. Bye… makne tercinta.”  Jelasnya panjang lebar dan langsung mematikan hubungan telponku sebelum aku berteriak untuk memprotes.

“cihhh,,kalian. Aku akan membunuh kalian ketika kalian datang nanti, awas saja.” Ancamku.

Disaat seperti inilah pelayan amat sangat diperlukan. Dorm begitu berantakan, dengan semua barang yang berserakan dimana-mana. Sungguh aku sangat membutuhkan bantuannya. Semua orang yang tinggal di dalam dorm ini menghilang entah kemana, dan meninggalkan dorm dalam keadaan bernatakan seperti ini. sungguh mengecewakan.

Kutekan angka 3 yang langsung menuju ke nomer telpon Hye joon. Kudekatkan ponsel ketelingaku.

“yoboseo..” sapanya malas

“yoboseo,”

“nuguya,,?” tanyanya padaku

“majikanmu..”

“ohh,, waeyo?” tanya dengan malas.

“cepat datang ke dorm, dalam 5 menit kau harus sudah sampai di dorm. Oke, aku tunggu..” ucapku singkat dan langsung menutup telpon

“YA!!!” kudengar sayup-sayup suaranya sebelum menutup telpon.

***

Hye Joon P.O.V

Aku bangun dari tidur siangku. Tidur siang adalah ritunitas yang harus aku lakukan atau bisa di bilang bahwa itu adalah kewajiban yang harus aku lakukan setiap hari.

Tapi kini tidur siangku malah terganggu oleh suara deringan ponselku, angkat ponselku, kuletakkan di dekat telingku.

“yoboseo..” sapaku malas, ya tuhan bisa kah kau biarkan aku istirahat sebentar saja.

“yoboseo,”

“nuguya,,?” tanyaku

“majikanmu..”

“ohh,, waeyo?” tanyaku dengan malas. Ada apa dengannya lagi.

“cepat datang ke dorm, dalam 5 menit kau harus sudah sampai di dorm. Oke, aku tunggu..” ucapnya  singkat dan langsung menutup telpon

“YA!!!” teriakku

Aisshhhh,,kenapa ini harus terjadi padaku. Dengan enggan aku masuk ke kamar mandi tentu saja untuk mandi dan ganti baju bersiap untuk pergi ke dorm.

5 menit, bagaimana bisa aku sampai disana dalam jangka waktu 5 menit. Jarak dari rumah ke dormnya 10 km, aku harus naik bus itu pun aku juga harus menunggu bus itu hingga datang. Apa aku naik taksi saja…ya, itu adalah cara terakhir telingaku tak memerah karena omelannya itu.

Kustopkan  taksi untuk kunaiki.

Dan sekarang aku sudah ada di depan pintu dorm Super Junior. Ku tekab bel rumah.

“sebentar…” kata seseorang dalam dorm

Di bukakannya pintu dorm.

“kau terlambat Hye Joon yang lelet. Kau terlambat 3 detik dari perjanjian, jadi sekarang pekerjaanmu akan Ekstra berat. Araseo..” katanya seraya memperbolehkan aku untuk masuk ke dalam dorm

“YA.. aku hanya terlambat 3 detik. Kau itu terlalu kaku pada peraturan Cho Kyuhyun yang sok taat..” ucapku sambil mengikutinya ke dalam rumah

“ASTAGA,i..nii.. ap..pa?” pekikku kaget

“cihh, jangan terlalu berlebihan begitu” katanya datar

“kau menghancurkan Dorm ini”

“bukan aku, tapi orang-orang yang tak tahu diri itu yang melakukannya dan aku yang kena imbasnya karena kebagian piket hari ini…” ucapnya sambil berdiri di ruang tengah

“jadi kau???”

“ya, aku memanggilmu untuk membersihkan Dorm ini” ucapnya padaku tegas

“HAH…. kenapa aku yang melakukannya?” pertanyaanku sungguh bodoh

“jadi harus aku yang melakukannya, bukannya aku punya seorang pelayan kenapa tak aku perintahkan saja untuk membersihkan semua ini.”

“ohh,,,baiklah aku mengerti majikan yang tak berperasaan.” Ucapku

“jadi sekarang mulailah membersihkannya karena aku tak mau orang-orang itu tahu kalo bukan aku yang membersihkannya…jadi cepat kerjakan..” perintahnya.

“cih…araseo, aku kerjakan sekarang.”. kini kyuhyun masuk ke dalam kamarnya.

Akh,,, aku masih cape karena harus bertanding games dengan appa tadi malam, masih ngatuk, pengen tidur tapi kenapa malah jadi begini, sungguh sial nasibku saat ini.. sesalku dalam hati.

“Queensha Lee, ayo hwaiting…” teriakku, menyulutkan semangat 45ku.

Ku ikat rambut panjangku kebelakang, kusingkirkan poni yang sekiranya akan menggangguku, aku mengambil sesuatu dari dalam tas yang sedari tadi aku bawa, ipodku. Kusingsingkan lengan bajuku dan ini adalah ritual terakhir yang harus ada dalam acara bersih-bersih kali ini, yaitu music. Ku pilih lagu yang sekiranya dapat menyemangatiku dalam mengerjakan pekerjaan ini.

Lagu sudah aku siapkan di dalam Playlist dan sekarang sudah waktunya untuk bekerja. Kunyalakan lagunya, sengaja ku loadspeakers supaya keras.

Lagu dari The Best Damn Thing dari Avril Lavigne mulai menderu di dalam dorm…

Let me hear you say hey hey hey

Alright

Now let me hear you say hey hey ho

I hate it when a guy doesn’t get the door

Even though i told him yesterday and the day before

i hate it when a guy doesn’t get the tab

And i have ti pull my money out and that looks bad

Kumulai dengan sampah yang berserakan dimana-mana. Ku ambil keranjang sampah, sambil mengkuti lagu aku mengambil sampah-sampah itu.

“Where are the hopes, where are the dreams

My cinderella story scence

When do you think they’ll finally see

That you’re not not not gonna get any better

You won’t  won’t won’t you  won’t get rid of me never

Like it or not  even though she’s a lot like me

We’re not the same

And yeah yeah yeah i’m a lot to heandle

You don’t know trouble, i’m a hell of a scandal

Me, i’m a scene, i’m a drama queen

I’m the best damn thing that your eyes have ever seen” kunyanyikan bagian Reff dari lagunya.

Sekarang sudah ¼ dari dorm ini bersih. Sampah-sampah yang berserakan dimana-mana kini sudah hilang di sapu ombakku.hahah….

Sekang tinggal cucian, ku ambil keranjang cucian dari samping kamar mandi.

Lagu kini berganti menjadi I Don’t To Try- Avril Lavigne

“i’m the one i’m  the one who knows the dance

I’m the one i’m the who’s got the prance

I’m the one i’m the one wears the pants

I wear the pants

I’m the one who tells you what to do

You’re the one, you’re the one if i let you

I’m the one i’m the one who wears the pants

I wear the pants” lagu yang bagus untuk menyulutkan semangatku. Aku menyanyikan dengan senang hati.

Mengambil baju kotor yang tergeletak,Kulemparkan dengan gaya ala Michael Jordan yang menembakkan bola basket itu ke ring, dan Shooottt… masuk ke dalam keranjang cucian

Masuk…

“kamu memang hebat, Queensha Lee” pujiku sendiri,mengibas-ngibaskan tanganku snediri.

Sudah kusapu semua ruangan ini. musik kian mengalun dengan pasti, ku gerakkan badanku mengikuti irama menggunakan sapu yang aku pakai untuk mendukung  tarian anehku.

“I don’t care what you’re saying

I don’t care what you’re thinking

I don’t care about anything

Get ready, get ready ‘cause i’m happenin’

I don’t care what you’re saying

I don’t care what you’re thinking

I don’t care about anything

Get ready, get ready ‘cause i’m on the scene

I don’t have to try

To make you realize

Anything i wanna do, anything i’m gonna do

Anythinng i wanna do, i do

And i don’t have to try

Try” ku gerakkan tanganku ke atas…sambil mengikuti irama lagu

Sayup-sayup kudengar suara tertawa seseorang dan kuyakin itu orang yang tak perasaan, Cho Kyuhyun. Aku tak peduli dengan apa yang dia tertawakan, kulanjutkan pekerjaanku.

“sebentar lagi selesai, sekarang tinggal membersihkan debu-debu yang menempel itu..”

Pekerjaan yang amat sangat melelahkan tapi entah kenapa aku malah merasa sedang bersenang-senang begini. Aku ini pecinta kebersihan jadi aku akan dengan senang hati untuk membersihkan hal yang kotor-kotor seperti ini. aku senang jika semua orang di dunia bisa sehat tapi bukan berarti aku harus jadi pembantu ataupun pembersih kota. Aku hanya memcintai kebersihan.

***

Kyuhyun P.O.V

“Kenapa sepi sekali?” tanyaku pada diri sendiri. Bukan kah biasanya kalo sedang bersih-bersih akan terjadi kegaduhan.

Kuintip pekerjaannya dari balik pintu kamar yang sengaja aku bukakan sedikit tapi yang kulihat adalah dia melemparkan salah satu pakaian itu  ke karanjang baju dengan gaya ala Michael Jordan yang menembakkan bola basket itu ke ring, dan Shooottt…

Masuk dengan mulus, masuk dengan tepat. Aku sempat tercengang di buatnya, timing yang tepat membuat pakaian itu mendarat dengan mulusnya, koordinasi yang bagus.Kulirik Hye Joon.

“kamu memang hebat, Queensha Lee” pujinya pada dirinya sendiri sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

Queensha Lee ternyata kau lumayan juga.

Sekarang dia sedang menyapu semua ruangan ini. musiknya kian mengalun dengan pasti, dia menggerakkan badannya mengikuti irama menggunakan sapu yang dia pakai untuk menari juga, sungguh aku baru melihat tarian teraneh sepanjang aku hidup.

Mengangkat tangannya ke atas sambil mengikuti irama yang kini berganti. Aku mengenal siapa penyanyi Avril Lavigne tapi aku tak tahu judulnya apa. Dia menyanyikannya dengan lncar, spell bahasa inggrisnya pun bagus. Sungguh tak kusangka.

Aku bergegas keluar kamar untuk melihat hasil kerjanya. Ternyata dia tak meliahtku keluar kamar karena dia masih asyik membersihkan debu dan juga menyapu. Aku berdiri di belakangnya,

“hasil kerjamu bagus juga..” ujarku.

“YA… sedang apa kau?” katanya terkejut saat aku berbicara di telinganya . dia membalikkan badannya.

“hanya melihat hasil pekerjaan pelayanku saja.” Ucapku dan duduk di sofa

“cihh..” cibirnya

“ambilkan aku minum!” perintahnya

Dia melihat kearahku sebantar sambil memayunkan bibirnya.

“mwo,, cepat ambilkan..!” perintahku lagi.

Dia segera berjalan ke dapur, mengambil segelas air dingin dari dalam kulkas

“ini,” ucapnya menaruhnya di atas meja

“aku tak mau air mineral, buatkan aku teh!” perintahku. Entah mungkin jiwa Setanku sedang bangun aku ingin sakali mengerjainya, pasti akan sangat menyenangkan.

“Aisshh, kenapa tak bilang dari tadi!” katanya menunjukan wajah kesalnya padaku. Dia kembali ke dapur membuatkan teh.

Dia  datang lagi dan pastinya dengan membawa segelas teh hangat.

“tenyata aku lupa kalo aku tak suka dengan teh, apalagi itu teh hangat. Buatkan aku jus, orange juice..” perintahku untuk sekian kalinya.

“YA,,, kau sedang mengerjaiku ya..!” teriaknya kesal padaku lalu kembali ke dapur membuatkan jus untukku.

Kali ini dia menaruhnya begitu saja.

“ini untuk terakhir kalinya kau menyuruhku araseo” ujarnya penuh dengan penekanan pada setiap kata

Ku minum jusku.

Hueekkk,, aku benci sayuran dan buah-buahan.

“Hye Joon ssi ambilkan aku air mineral saja lah..” kataku padanya

“CIHHH”dia hanya melirikku dan mengambilkan air meniral tanpa banyak komentar.

Pekerjaan yang di kerjakan sejak siang kini sudah selesai. Kulirik dia yang sekarang sedang duduk di kursi dekat meja makan meminum air  yang dia ambil dari dalam tasnya sendiri. Mengusapkan tangan pada dahinya, menyeka keringat yang kini sudah bersimah dimana-mana.

“Kyuhyun ssi, boleh aku pinjam kamar mandinya…?” tanyanya padaku yang sedang berpura-pura berkonsentrasi pada  layar tv yang ada di depanku.

“aishhh, tolong panggil aku oppa, silahkan” dia hanya diam dan langsung masuk ke kamar mandi

Kudengar suara Shower yang di nyalakan.

Sedang apa dia da dalam..? mandikah? Tanyaku pada otakku sendiri

Beberapa menit kemudian dia keluar dengan keadaan rambut basah dan pakaiannya sudah berganti.

“kau mandi di dalam..?” tanyaku polos

“ne, aku tak bisa pulang dalam keadaan bersimabah keringat begitu, Kyuhyun ssi.” Jawabnya

Aku Cuma ber oh ria

Tiba-tiba ponselku berbunyi,kulihat layar ponselku ternyata Euteuk hyung..

“yoboseo..”

“yoboseo”

“aku akan sampai di dorm sebentar lagi. Jadi aku harap kau sudah menyelesaikan piketmu.  Aku akan kesana bersama Soo man Sonsaengmin. Jadi yang bersihnya…” ujar Leeteuk hyung singkat setelah itu menutup telponnya.

“YA…Aisshhh,,, Hye Joon yang super bersih sebaiknya kau cepat pulang. Jika kau masih disini aku biosa dalam bahaya.” Ucapku sebenarnya aku  benar-benar tak sopan. Dia yang sudah membersihkan dorm ini dari kehancuran sekarang aku malah mengusirnya.

“ohh, baiklah aku juga sudah lelah.. ” ucapnya singkat

Aku hanya melongo, dia baik-baik saja kan. Aku sangka aku akan mendapatkan suara tertiakkannya yang mengelegar. Saking menggelegarnya sampai memekikkan telingaku.

Kini dia sudahberada di depan pintu.

“annyeong Kyuhyun ssi” katanya lemah, entah apa yang merasuki tanganku terulur untuk mengelus rambutnya yang sekarang sudah hampir kering. Dia terkejolak terkejut.

“gomawo..” kataku lembut. Untuk pertama kalinya aku melihatnya tersenyum manis

“Cheoman” ucapnya dan keluar dari dorm. Sekarang aku hanya duduk menunggu Leeteuk Hyung dan juga Soo man Sonsaengmin sambil melajutkan permainanku.

***

Hye Joon P.O.V

Akhhh,,, rasanya badanku pegal semua. seharian ini aku terus menggerakkan badanku, setelah pulang dari Dorm Super Junior karena tugas pertamaku yang menjadi seorang pelayan, aku di ajak bermain basket oleh papa. Sungguh melelahkan kalo bukan karena taruhanya aku mana mungkin aku mau bermain dengannya tapi untunglah aku bermain dengannya, kalo soal basket aku yang paling unggul dari papa. Aku memenangkan taruhan, taruhan yang bisa membuatku bisa membeli sebuah PSP agar aku bisa berlatih supaya bisa mengalahkan papa.

Melelahkan sekaligus menyenangkan….

Kesialan plus keberuntunganku…

Kurebahkan badanku ke atas kasur. Akhirnya kau bisa istirahat, Lee Hye Joon…

Tapi entah kenapa mataku tak mau terpenjam, aku masih bisa merasakan sentuhan dari tangan yang halus itu di atas kepalaku.

Akkhhh,, apa yang kau pikirkan Queensha Lee. Sebaiknya kau berpikir bagaimana bisa mendapatkan nilai 83 dalam waktu 1 minggu ini.. ucapku dalam hati

Bagaimana kalo aku menanyakan pada victoria eonni tentang gurunya. Ya, itu yang harus ku lakukan…

Kuambil ponsel yang aku taruh di samping ranjang. Kutekan angka 4 yang akan langsung tersambung kepada Victoria eonni.

“yoboseo..”sapaku terlebih dulu

“yoboseo, wae?” kudengar nada suara Victoria eonni yang sedang malas.

“eonni, mian kalo aku mengganggumu malam-malam begini. Aku ingin menanyakan sesuatu?” ucapku

“ohh, tak apa-apa. Eonni hanya baru bangun tidur. Mwo?”

“tentang orang yang pintar matematika, apakah lusa aku bisa bertemu dengannnya.?”

“baiklah aku akan menanyakan padannya…”

“itu saja yang ingin aku katakan, selamat malam.”

“selamat malan”

Kami berdua mengakhir acara bertelepon ria di malam hari ini.

Bulan kini sudah ganti shift, sekarang gantian matahari yang sedang melayani manusia dengan sinarnya yang cerah. Pagi ini tak seperti biasa karena kemungkinan aku akan bebas dari segala tugasku adalah 100%.

Ujian bahasaku mendapatkan nilai A+, dan itu tak mengecewakan untukku.

“bagaimana kalo kita hari ini ke toko buku saja” ajak Ji Ra padaku dan juga Sang Joon

“hari ini, aku tak bisa. Aku harus menemani Kyuhyun Oppa di Music Bank nanti malam..” ujarnya dengan penuh bangga

“dalam mimpimu saja Sang Joon Sang Pemimpi” kataku ketus

“kau itu tak bisa ya melihat teman sendiri bahagia, meskipun hanya dalam khyalannya saja.” Katanya membela diri.

“bagaimana denganmu, Hye Joon.ah?” tanya Ji Ra yang sepertinya sangat mengharapkan aku untk ikut

“ne, aku akan ikut. Aku tak mau bermimpi di siang bolong begini”ejekku pada Sang Joon

“cihh..” cibirnya.

“aku pulangnya..” pamit Sang Joon

“oke.. selamat bermimpi…”kataku

“hati-hati di jalan” sekarang Ji Ra yang berbicara

Aku dan Ji ra pergi ke toko buku dengan menaiki bus. Kami berdua memang amat sangat cocok. Dengan punya hobi yang sama, kami menjadi terikat dan saling membutuhkan satu sama lain. Aku menyukai buku dan dia mencintai buku. Hanya dalam perbedaannya aku lebih suka sejarah dunia ataupun ilmu sosial lainnya, bukan seperti dia yang lebih mencintai buku-buku dengan tipe berat, buku kedokteran, tidak hanya buku kedokteran saja yang di lahapnya tapi juga buku astronomi yang kalah rumitnya. Dia begitu pintar dalam ilmu-ilmu pasti sedangkan untuk ilmu- ilmu pasti aku begitu lemah. Otakku ini memang bebal untuk disuruh berhitung.

Kami sampai di toko buku setelah beberapa menit menaiki bus.

“memangnya kau mau membeli apa..?” tanyaku pada Ji Ra

“hanya Novel..” aku terbengong mendengarnya. Apa benar seorang Kang Ji Ra tidak membeli buku berat tapi kenapa malah membeli novel. Aku sama sekali tak menyangka

“apa kau sakit. Kau baik-baik saja kan..?” tanyaku khawatir

“ne, aku baik-baik saja kok, memangnya kenapa..?”

“ya, tak biasanya kau membeli novel.”

“haha,,, jadi kau terkejut. Kau saja tak tahu kalo aku juga bisa baca novel dan juga komik.” Ucapnya sambil tertawa. Aku merasa seperti akan ada hal buruk yang akan terjadi padaku kali ini.

“Ji Ra, mianhae. Aku harus pulang aku lupa kalo sekarang aku ada janji dengan mama..” kataku berbohong

“oh, ya sudah lah.. aku juga bisa sendiri” ucapnya dengan nada tak senang

“baiklah aku akan pulang, annyeong.”

“annyeong” aku pulang dengan menaiki bis, perasaanku benar-benar tak enak. Dan yang perlu kulakukan adalah pulang ke rumah.

***

Pukul 21.00 GMT

Aku sedang berbaring di kasurku, bersiap untuk tidur. Tapi tiba-tiba ponselku berdering. Kuangkat

“yoboseo” sapanya

“yoboseo”

“nuguya?”tanyaku

“YA… kau tak menyimpan nomerku ya. Ini aku, majikanmu..” teriaknya keras sehingga aku harus menjauhkannya dari telingaku.

“ohh, ada apa?” tanyaku.

“waeyo?” tanyaku lagi pada majikanku

“aku akan memberimu tugas yang ke 2…” katanya..

“MWO..!!!!” pekikku keras

~TBC~

PS Author:

ảllo,,,ảllo…. datang lagi author dengan ff Gaje.

akhirnya ff part 2nya selesai juga, akhir dari kerja keras saiia dalam pengetikan ini.

untuk ide cerita ini sebenarnya aku bingung dapat darimana. Saiia (author) sedang kebingungan untuk tugas ke 2 yang akan Hye Joon lakukan…

kalo diantara para Readers ada yang punya ide buat kelanjutan ff ini. untuk tugas ke 2’y..

ff ini juga aku publish in di

disilahkan untuk Coment,kritik,saran dan juga menuangkan ide kalian…

GAMSAHAMNIDA…

6 thoughts on “My Love Story part 2

  1. ga kebayang kalo hye joon tw siapa kandidat yg di pilih victoria buat ngajarin dia matematika…
    pasti bakalan syok…
    tapi yg dipilih victoria itu kyuhyun kan? menurt q si iya..coz kenalan yg pling memungknkn ada.a kn cm si kyu scr pmenang olimpiade matematik…

    ah aku jd degdegan…pen tw reaksi hye joon

  2. jadi asisten kyu n nemenin manggung. . . . .
    Hyejoon y easy going aja tuh kyk y suruh ama kyu ini itu, pertama y doang ngedumel. . . Suka ama karakter y hyejoon. . . .
    Dia punya firasat aneh apa?
    Lanjut. . . .

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s