Milk For You part 3

Title                : Milk for You (Part 3)

Author             : elfishy

Main cast        : Lee Donghae, Irene (Kim Euna)

Support cast    : Super Junior, Serista, Regina, Ajumma, Ahjussi

Rating             : PG-13

Genre              : Romance

Warning          : Ini cerita tentang oppa-dongsaeng. Perbedaan umur cewek dan cowoknya beda banget (mungkin 5-10 tahun), dan ceweknya non-Korea. I don’t own Donghae or Super Junior. They are God’s. Ini cerita masa depan. Mungkin tahun 2015? 2017? Hehehehe… member Suju aku bikin 10 orang XD

P.s.                  : Aku pernah ngirim cerita ini ke http://kpopfanfic.blogspot.com/ Jadi kalo kalian nemu cerita yg sama, ini MILIKKU. Please comment like carbohydrate and protein. We all need those two for our body, right? XD

 

 

(Donghae’s POV)

 

Sesaat setelah mendengar suara teriakan itu, terdengar bunyi bantingan pintu. Apalagi, sih yang dilakukan orang sebelah? Ribut sekali tampaknya.

TING TONG!

Kali ini bel penginapan ini yang berbunyi. Nam Ajumma segera membukakan pintu. Semua member Super Junior bangkit dan mencari tempat persembunyian. Kami harus merahasiakan tempat tinggal kami. Tapi kalau ada tamu, kamilah yang harus bersembunyi.

Heechul dan Ryeowook bersembunyi di balik sofa. Siwon berlari cepat dan bersembunyi di dapur. Sungmin dan Leeteuk menyembunyikan diri di balik hordeng (babo! Mereka bisa terlihat dari luar!). Yesung, Kyuhyun, dan Eunhyuk berlari menuju toilet. Shindong segera bergabung dengan ketiganya.

”Aku juga!” bisikku sambil berusaha membuka pintu toilet.

Eunhyuk membuka pintunya sedikit dan mengintip, ”Penuh, penuh! Ada Shindong di sini! Sembunyi di tempat lain saja!” dan ia pun segera menutup pintu tersebut.

Akhirnya, dengan bodohnya aku berbaring di lantai dalam posisi tengkurap, menghadap TV. Setidaknya, kalau tamu tersebut mengintip ke dalam, wajahku tidak akan terlihat.

”Yeoja! Tamunya adalah yeoja! Ada 2 orang… eh…? ada 3 orang!” lapor Leeteuk dengan suara dihaluskan.

”Satu perempuan berdiri tepat di depan pintu, jadi sulit terlihat. Yang satu lagi perempuan berambut coklat bergelombang dan memakai kacamata. Yang terakhir berambut ikal agak berantakan, tubuhnya agak gemuk, dan memakai piyama,” jelas Sungmin.

Selanjutnya, kami (kecuali yang berada di toilet) dapat mendengar perkataan Nam Ajumma. ”Ne… geunyang…mmm… itu bukan mereka. Yah… tak mungkin kan, orang ’besar’ seperti mereka tinggal di penginapan kecil di daerah sepi ini,” ujar Nam Ajumma.

Jung Ahjussi yang sedari tadi berdiri di dekat tangga bergerak mendekati pintu dan membantu Nam Ajumma menjelaskan sesuatu. ”Benar. Hmm… Kami janji, jika memang Super Junior kemari, kami akan segera beritahu kalian.”

Dan tak lama kemudian, ketiga tamu itu pergi. Nam Ajumma mendesah, ”Akhirnya aku harus berbohong…”

Jung Ahjussi menepuk pelan bahu isterinya iyu, ”Nado…” desahnya. Ia kemudian menatap kesepuluh member Super Junior yang kini berdiri di tengah ruang tamu. ”Tadi itu penggemar kalian. Mereka tinggal di penginapan sebelah.”

Nam Ajumma mengangguk, ”Tampaknya mereka sempat melihat van kalian ketika kalian tiba di sini. Kami pikir mungkin ada baiknya jika kami merahasiakan keberadaan kalian. Bagaimanapun, kami telah melihat berita mengenai apartemen kalian beberapa waktu lalu.”

Kami semua mengangguk. ”Tapi, apa manajer menyuruh kalian untuk merahasiakan keberadaan kami?” tanyaku.

Jung Ahjussi angkat bahu sembari menggeleng, ”Aniya… ini inisiatif kami.” Mereka berdua pun kembali sibuk pada kegiatan awal mereka.

 

~ ~ ~ @ ~ ~ ~

   ”Donghae-ya! Ileonayo!” seseorang mengganggu tidurku.

Aku membuka mataku perlahan dan mengerjap-ngerjap. ”Teukki hyung? Waeyo?” balasku, masih setengah tertidur.

”Ayo kita cari tahu pengirim susu itu! Apa kau tidak penasaran?” jawabnya.

Aku menggosok mataku dan meregangkan tubuhku. Eunhyuk juga sudah berdiri di sebelah Leeteuk. Kesadaranku mulai pulih seutuhnya. ”Ne…” ujarku.

”Bballi! Bballi!” seru Ryeowook. Ia juga ikut-ikutan??? Ia menunjukkan jam dinding pada kami, ”Sudah hampir jam 5 pagi! Kita bisa ketinggalan!”

Kami segera bergegas menuju ke lantai dasar. Ternyata Kyuhyun dan Sungmin sudah menunggu di bawah. Kyuhyun memberi tanda bahwa tak ada orang di luar rumah. Kami segera mendekat dan bergabung.

Di luar masih sangat gelap. Agak mustahil dapat melihat wajah orang dengan jelas. Yah, mungkin kalau orang itu berdiri di dekat lampu taman penginapan ini, bisa sedikit lebih jelas… Tapi tetap saja. Lagipula, apa benar susu itu ditujukan pada anggota Super Junior? Mungkin saja susu itu diberikan untuk pemilik penginapan.

”Hey, ini ada susu pemberian Nam Ajumma. Kemarin sore ia membeli beberapa susu kotak dari supermarket dekat sini.  Jadi, kuhangatkan saja,” ujar Ryeowook tiba-tiba. Di tangannya ada sebuah nampan berisi empat gelas susu (oke… hanya empat??). Dua gelas susu berisi susu cokelat, satu gelas berisi susu strawberry, dan yang terakhir adalah susu vanilla.  Aku segera mengambil susu vanilla tersebut. Sungmin tampak kurang tertarik. Leteuk hendak mengambil susu strawberry, tapi Eunhyuk mengambilnya duluan.

”Eh… itu milikku!” seru Leeteuk.

Eunhyuk menjulurkan lidahnya, ”Aku mengambilnya duluan!”

”Tapi aku yang mengambilnya duluan!”

”Aku yang melihatnya pertama kali!”

”Bagaimana mungkin? Aku yang mengambilnya duluan… artinya, akulah yang melihatnya pertama kali!”

Leeteuk mencibir dan berusaha merebut susu itu, ”Kau harus hormat pada yang lebih tua, Hyukjae! Ayo sini!”

Eunhyuk mengerutkan alisnya, ”Kalau kau sudah tua, jangan minum susu!”

”Mwo?!” Leeteuk terus berusaha merebut susu itu. Nyaris saja susunya tumpah.

”Ssshhh…!” seru Kyuhyun tiba-tiba. Ia menunjuk ke arah jalanan di luar. ”Perhatian kita sempat teralih gara-gara susu strawberry itu. Tapi lihat! Ada sesuatu bergerak di jalan! Sekarang sudah pukul 05.03, bisa saja itu pemberi susu misterius yang sedang kita buru!”

Kami segera melihat ke luar. Benar saja! Ada sesosok manusia di luar. Aku segera mengambil kunci yang ada di atas meja dan membuka pintu. Nah, kan! Ada sebuah susu di dekat pintu. Dan lagi, ada pesan pada kertas kuning seperti biasanya.

 

Milk can make you happy

Give your smile to the others

Have a nice day!

(^_^)

 

   Aku sibuk mengamati pesan itu sementara Leeteuk, Eunhyuk, Kyuhyun, Sungmin, dan Ryeowook bergegas menghampiri sosok misterius itu.

“Aniyo! I’m not a bad person! I’m not a stalker! I’m your neighbor!” aku bisa medengar suara sosok misterius itu. Mwo? Yeoja? Sosok itu seorang yeoja? Ia bahkan… berbahasa Inggris?

Dan lagi, suara sosok itu mengingatkanku pada suara seseorang. Seseorang yang bahkan tidak kuketahui keberadaannya.

”Dia tetangga kita, hyung!” seru Ryeowook padaku.

”Eo?” gumamku. Aku segera mendekat dan berusaha menatap gadis itu. Meski dalam gelap, lampu di halaman penginapan sudah cukup untuk menerangi wajahnya. Pipinya mulai memerah dan ia menunduk sedikit. Ia memakai selimut untuk menghangatkan tubuh (atau untuk menyamarkan diri? Tapi motifnya terlalu mencolok! Spiderman? Aigo…).

I’m not a stalker or a robber or anything bad…” ujarnya pelan.

Aku menatap matanya dalam-dalam. Selalu itu yang aku lakukan ketika pertama kali bertemu dengan wanita; menatap matanya. Ia sungguh tidak terlihat jahat. Bahkan matanya mengingatkanku pada seseorang. Aigoo… matanya… juga suaranya… apa aku mengenalnya?

 

 

(Irene’s POV)

 

   Damn! Damn! Apalagi ini? Aku kepergok? Bahkan saat ini Donghae sedang menatapku. Aku benci situasi ini! Aku benci saat Donghae menatapku… karena bisa-bisa aku pingsan saking senangnya :3

”Ah! Aku ingat! Kau salah satu gadis yang tadi siang datang!” seru Sungmin tiba-tiba.

Leeteuk tampaknya sedang mengingat sesuatu. Ia kemudian mengangguk-angguk. ”aku ingat! Yang tadi memakai piyama!”

Aku belum ahli bahasa Korea, ditambah lagi aku sedang dalam keadaan menegangkan sekarang, aku jadi lupa banyak kosakata bahasa Korea. Yang paling aku mengerti adalah kata ”pajama” yang tadi diucapkan Leeteuk. Dan kalau tak salah dengar, tadi ia juga mengatakan ”aku ingat”. Berarti… tadi siang mereka melihatku? Dan sepupuku? Dan temanku?

Can you speak Korean?” tanya Kyuhuyun tiba-tiba. Whoa~ ia sungguh pengertian… bicaralah padaku dengan bahasa Inggris! XD

 

(like the others have said… To Be Continued…;p)

 

 

 

TBC

 

Well, I don’t know the meaning of ”TBC” at all >.< hehehe… gimana? Semoga nggak ngebosenin. Mungkin agak berlarut-larut ya… mianhae… kependekan? Ato kepanjangan? please comment about anything. Hahaha… baik atau buruk, aku anggap sebagai penyemangat J Semakin banyak komen yang membangun, biasanya aku bakal makin semangat :D oya, kalo bingung tentang bahasa Koreanya, tanya aja ke aku. huehehehe… Chingu-deul… yeongwonhi saranghalge~<3 kkk~ Gamsahamnida!

 

 

7 thoughts on “Milk For You part 3

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s