He’s Our Girl part 9

Serial He’s Our Girl Part 9

 

Author : Kyu-Fiida Jr.

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Eunhyuk, Kara, Cho Ahra

Support Cast: Heechul, Yesung, Leeteuk, Siwon, Sungmin, Shindong, Ryeowook

Rating : All Ages

Genre : Comedy, Romance, Gajelas

 

It Hurts

Kara POV

Donghae Oppa masih memegangi tanganku sejak masuk mobil tadi. Badanku mulai demam. Aku juga mulai bersin-bersin. Kami duduk bersebelahan di jok tengah. Aku duduk di antara Kyuhyun dan Donghae Oppa. Sementara Yesung dan Eunhyuk Oppa duduk dibelakang.

“Kenapa kalian bisa disini?” Tanya Kyuhyun sambil merapatkan selimut. Wajahnya lebih pucat dariku. Sepertinya nafasnya masih belum normal.

“Kau sendiri kenapa bisa disini?” Donghae Oppa yang menjawab. Kyuhyun mendesis.

“Hei Jin bilang sudah menemukan Kara… jadi aku langsung kesini” jawabnya datar. Donghae Oppa meliriknya sambil tersenyum sinis.

“Lalu kau bolos kerja?… Tidak memberitahu kami kabar sepenting ini?.. Kau semakin kekanakan saja..” komentarnya pedas. Kyuhyun menatapnya tak simpatik. Kelihatan sekali bocah itu menahan marah.

Aku menendang kakinya. Ia melotot kearahku.

“Kyuhyun-ah… kau bisa sesak nafas kalau marah..” kataku pelan. Dia melengos tak menghiraukanku.

“Hei Jin bilang kau check Up ke Rumah Sakit, tapi Manajer memintamu untuk tetap datang karena kau jadi main cast di acara tadi siang, kami menelfon Noona-mu dan dia bilang kau sudah kembali kerja, akhirnya Hei Jin bilang kau ke Incheon, jadi kami kesini..” Eunhyuk Oppa yang menjawab.

“Jadi, kalian bisa berhenti bertengkar kan sekarang?” Yesung Oppa menambahi. Donghae Oppa menolak menatap Kyuhyun. Bocah tolol itu juga keras kepala tak mau minta maaf. Suasana mobil jadi sedikit tak enak.

“Kara-shii.. Kau tahu dua bocah ini sudah bertengkar dua kali gara-gara kau… kau pilih yang mana?” Heechul Oppa melanjutkan. Eunhyuk dan Yesung Oppa ikut tertawa. Sementara dua orang itu masih tetap diam tak menjawab.

“Kau pasti memilih si Kembung kan?.. Kau akan menyesal menolak anak ini… dia bisa kau berdayakan jadi apa saja… ” Eunhyuk Oppa ikut merecoki. Wajahku mungkin merah sekarang. Apa-apaan monyet hutan itu…

“Jangan… lebih baik kau pilih Kyuhyun saja.. Kau mungkin bisa melatihnya agar jadi magnae yang baik..” Yesung oppa menambahi.

“Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?… Jadi Yeoja yang baik, pilih satu saja, jangan dua-duanya… aku akan mendukung semua keputusanmu Kara-shii…” Heechul Oppa membuat lamunanku terpotong. Mulut orang itu memang berbahaya.

“Aniyo…Mianhae Doghae Oppa, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir….” Kataku sambil setengah membungkuk menghadap Donghae oppa. Seperti biasa, tangannya mengacak rambutku. Dia tersenyum.

“Kau mau kembali ke asrama kami kan?” tanyanya kemudian.

Hening.

Aku bingung.

“Aniyo… aku tidak ingin membuat masalah disana lagi…” jawabku gugup.

“Mana boleh kau pergi? ..Kau masih terikat kontrak dengan kami selama uang mobil dan sewa apartemen belum kau bayar… kau pikir kau bisa bayar dengan pakai ‘perasaan’ begitu saja?” Kyuhyun menimpali. Bocah itu memang lebih baik sesak nafas daripada mulai bicara. Kata-katanya benar-benar membuat telingaku depresi.

“Ne… aku juga tahu, aku akan membayarnya dengan uangku sendiri..” jawabku agak kesal.

“Baguslah…kau mulai bekerja besok…” katanya santai. Lagaknya seperti Putera Mahkota di film Kolosal. Andai saja tidak ada Oppa-oppa yang lain, rambut gurita gorengnya pasti takkan lolos dari kakiku.

“Aniyo… Aku sudah dapat kerja di Incheon, aku tidak akan kembali ke asrama” jawabku cepat. Mereka melotot. Sementara bocah setan itu malah menyeringai.

“Maksudmu kau mau jadi kuli antar pizza seumur hidup untuk mengganti uang mobil? Pantatmu bisa copot kalau kau kerja seperti itu lebih dari sebulan..” Kyuhyun menyela.

“Kau jadi pengantar pizza?” donghae Oppa bertanya cemas.

“Ne… aku baik-baik saja Oppa, lagipula aku tidak ingin punya urusan dengan kalian lagi Oppa, .. kalau ada yang tahu aku Yeoja, kalian bisa dalam masalah..” elakku.

“Tidak akan ada yang tahu… Kau harus kembali, pekerjaan seperti itu tak cocok untukmu, kau bisa sakit” Donghae oppa menyanggah.

“Aniyo Oppa,.. aku tidak ingin merepotkan kalian lagi..”

“Baiklah kalau kau memaksa, aku tidak akan mencabut pengumuman pencarianmu sampai kau bersedia kembali ke asrama, bagaimana? Kau mau jadi buronan seumur hidup hah?” bocah setan itu bicara lagi. Matanya menantangku. Kelihatan puas sekali.

“Kau tidak bisa begitu Cho Kyuhyun..” kataku mulai emosi.

“Kalau kau bisa begitu mengapa aku tidak boleh begini?”

Hya!.. Kata-katanya benar-benar membuatku frustasi. Bagaimana bisa dia dikaruniai mulut sehebat itu?

Aku tidak tahu sejak kapan mataku panas. Tapi air mataku mulai mengalir begitu saja.

“Hyak!.. Kenapa kau menangis?!..” nada bicaranya mulai cemas. Kau pikir aku akan kalah dengan mudah?

Tiba-tiba tangannya menarikku dan dia duduk di lantai mobil. Tangannya menghapus air mataku. Hei.. hei… kenapa dia jadi lebay begini….

Donghae Oppa masih memegangi tangan kananku.

“Duduklah dengan benar.. Kenapa kau seperti itu? yang menyakitinya bukan tanganmu, tapi kata-katamu… Kau pikir Kara akan memaafkanmu setelah kau berbuat begitu?” Donghae Oopa menyeringai. Kyuhyun duduk kembali di sebelahku. Mulutnya manyun.

Tangan kanannya memegangi tangan kiriku sekarang.

“Kara-shii… Mianhae…” katanya pelan. Wajahnya bahkan tak melihatku. Aish… Minta maaf-pun dia tak bisa melakukannya dengan benar.

“Ne… Tapi kau harus mencabut pengumuman itu..” tawarku. Dia menoleh memelototiku.

“Aniyo… Kalau kau tak mau kembali ke asrama, aku takkan mencabutnya walaupun kau menangis sampai jelek” jawabnya cepat.

*

Kyuhyun POV

Kami kembali ke rumah Kara. Mengemasi tas ranselku dan memaksa kara kembali ke asrama. Hyung-hyungku yang lain tengah bicara dengan Umma Kara, Hyun Jin dan Hyun Jae di ruang tamu. Hyun Wo menghampiriku.

“Hyung.. Kurasa Noona-ku suka dengan Hyung yang itu…” katanya sambil menunjuk si Ikan kembung yang tengah bergurau dengan Hyun Jin dan Kara.

Aku melotot.

“Aniyo.. dia Cuma mengaguminya..” kataku singkat. Hyun Wo balas melotot.

“Bukankah rasa cinta itu datang dengan mudah dari rasa kagum?”

Hyak.. Bocah tengil itu bisa bicara beginian juga?

“Cinta yang seperti itu tidak akan bertahan lama, begitu Noona-mu tahu kekurangannya, perasaannya akan berubah, karena sejak awal dia hanya melihat kelebihannya” jawabku asal. Sebenarnya aku tidak yakin yang kukatakan itu benar.

Hyun Wo mengangguk-angguk.

“Jadi kau berharap Noona-ku menyukaimu dengan melihat kekuranganmu?… Itu butuh waktu yang lama dan takkan berhasil..Noona-ku akan membunuhmu sebelum dia melihat kelebihanmu..” balasnya.

Aku berhenti mengemasi laptopku. Menatap Hyun Wo.

“Kenapa kau cerewet sekali? Kau akan lihat nanti Noona-mu mengejar-ngejarku kalau waktunya sudah tiba..”

“Kapan Hyung?” tanyanya bawel. Mulutnya menyeringai mengejekku.

“Kau tinggal lihat saja… Mana mungkin aku kalah dengan Lee Donghae?” balasku bangga.

Hyun Wo tertawa.

“Sebaiknya kau kuberitahu Hyung, Hyung yang itu jauh lebih tampan darimu”

Hya!… Bocah tidak tahu diri! Bisa-bisanya dia bilang begitu didepanku!

“Hyung yang itu sudah punya pacar Hyun Wo-ah.. dan kau tahu, pacarnya itu Namja!” kataku mengompori. Hyun Wo kelihatan syok.

“Bagaimana dengan yang itu?” Hyun Wo menunjuk ke lelaki yang duduk disebelah Donghae Hyung. Kim Heechul Unnie, maksudku Hyung.

“Aniyo… dia itu berkelamin ganda…” jawabku semangat.

“Mwo? Kenapa semuanya tidak normal?” protesnya.

“Ne.. Pada akhirnya aku memang yang paling sesuai kan?”

Hyun Wo mengangkat sebelah alisnya.

“Baiklah… Terpaksa aku akan memberimu kesempatan berhubungan dekat dengan Noona-ku.. Demi kemanusiaan…” katanya enteng.

Bocah sialan….

*

Kara POV

Kembali lagi ke asrama. Siwon Oppa langsung memelukku begitu aku masuk apartemen. Dia mengacak rambutku agak lama. Leeteuk, Shindong, Ryeowook dan Sungmin Oppa kemudian menyuruhku duduk di sofa. Mereka menanyaiku lama sekali tentang apa yang kulakukan setengah bulan-an ini.

Aku kembali ke kamar setelah tengah malam. Kamarku masih sama persis seperti kamar yang kutinggalkan dulu. Mungkin hanya posisi selimutnya yang berubah. Sepertinya seseorang tidur di kamar ini selama aku pergi. Aku agak kaget melihat bungkusan kotak setinggi setengah meter yang terbungkus kertas kado teronggok di meja.

Apa itu? mencurigakan sekali..

Apa bocah setan itu mengirimiku ‘kado hina’ seperti dulu?

Aku melongok sekeliling kamar dan mengunci pintu. Aku tak ingin seorangpun melihatku membuka kotak itu.

Aku mendekat dan merobek bungkusnya. Mataku terbelalak melihat isinya. Boneka Barbie setengah meter!. Boneka berambut lurus itu menatapku tak berkedip. Aku melemparnya ke kasur. Menakutkan sekali.

Siapa yang dengan bodohnya mengirimiku kado begini?

*

Kyuhyun POV

Tolol sekali. Aku lupa belum membuang boneka aneh itu dari kamar Kara. Aish… apa yang akan dia lakukan kalau tahu aku yang mengirimnya? Bisa jatuh harga diriku.

Dan bagaimana kalau dia membaca tulisan didalamnya? Hya…. Mau kukemanakan wajahku yang tampan ini…

Aku tak bisa tidur sekarang. Mataku tak mau menutup. Otakku gugup sekali.

Aku beranjak ke dapur, mengambil air minum di kulkas. Sebaiknya aku main game saja sekarang. Baru saja pintu kamarku membuka, kulihat gadis pendek itu juga keluar dari kamarnya. Ia menatapku sinis. Aku tak menatapnya.

Apa dia sudah membukanya? Apa dia tahu aku yang mengiriminya boneka aneh itu?

Kami bertemu di depan kulkas. Aku meraih botol soda secepat yang kubisa. Aku ingin segera lari ke kamar  tapi gadis pendek itu menarik tanganku.

“Kau mau kemana?” tanyanya begitu wajah kami berhadapan. Aku meliriknya agak ragu.

“Kemana lagi? … tentu saja Ke kamarku, waeyo?” balasku cepat. Dia menaruh wajahnya didepan wajahku. Mulutnya menyeringai.

“Apa maksudmu mengirimiku boneka menakutkan seperti itu? Kau mau aku mati ketakutan hah?”

Mwo? Gadis itu takut boneka… semakin tidak normal saja…

“Aniyo… aku hanya ingin minta maaf” jawabku asal. Dia makin melotot. Saat itu kudengar pintu kamar Donghae Hyung menjeblak. Dia keluar sambil menggosok-gosok matanya.

“Kenapa kau ribut sekali?” katanya kesal. Aku meliriknya malas. Kara menatap Ikan kembung itu agak lama. Mukanya kelihatan ingin mengatakan sesuatu tapi mulutnya diam saja. Donghae Hyung juga menatapnya.

“Apa ada yang ingin kau katakan Hyun Mi-ah?” tanyanya kemudian. Aku menenggak air buru-buru. Aku ingin segera kabur ke kamar daripada menjadi kambing congek disini.

“Ne.. Aku ingin bicara sebentar denganmu Oppa.. Bisakah kita keluar sebentar?” kata Kara sambil melirikku. Seharusnya tak perlu seperti itu, aku juga tahu diri akan pergi. Aish… menyebalkan sekali melihat ekspresinya.

Kara pendek itu menggelendeng tangan si Ikan kembung keluar apartemen. Nafsuku untuk masuk kamar menguap begitu saja. Mengapa tiba-tiba aku berminat mengintip mereka?

*

Kara POV

Donghae Oppa duduk disebelahku. Kami ada pinggir di lapangan basket sekarang. Melihatnya membuatku bingung mau memulainya darimana.

“Oppa… apa aku boleh minta tolong?”

Donghae Oppa tak menatapku. Matanya mendongak melihat langit.

“Apa aku pernah menolak?” balasnya sambil tersenyum.

Tampan sekali melihat bibirnya merekah seperti itu dari jarak dekat. Wajahnya benar-benar sempurna.

“Emh…sebenarnya..sebenarnya..”

Ia merangkul pundakku. Mulutku ngadat.

“Kenapa kau jadi gugup begitu? Katakan saja…”

Aku semakin grogi. Wajahnya berada terlalu dekat dari jarak yang bisa kuantisipasi.

“Apa kau bisa meminjamiku uang?”

Hya… Sebenarnya aku ingin sekali berteriak saking malunya. Mengapa di saat romantis seperti ini aku harus bicara uang? Menjengkelkan.

Seperti biasa tangannya naik ke rambutku dan mengacaknya.

“Untuk apa? Kau butuh sesuatu?” tanyanya lagi.

Aku lebih gugup sekarang karena tangannya memaksa wajahku terkulai di bahunya. Dia memelukku seperti menenangkan orang yang sedang menangis. Wajahku ada di pundaknya. Mulutku diam. Mataku tak bisa lepas menatap wajahnya. Dia terlalu tampan untuk kulewatkan begitu saja.

“Mwo? Kenapa kau melihatku seperti itu? Kau ingin melihat wajahku?” tanyanya sambil memegang wajahku dan menghadapkannya tepat didepan wajahnya. Omo…. Aku bisa pingsan melihatnya dari jarak sedekat ini.

Aku menunduk dan dia tertawa keras.

“Aku.. aku ingin mengganti uang Siwon Oppa..secepat mungkin” kata-kata jelek itu keluar juga dari mulutku.

“Kenapa?” Donghae Oppa bertanya lagi.

Bagaimana aku harus menjelaskannya?

“Emh.. aku ingin segera keluar dari sini, aku merasa tidak nyaman merepotkan kalian terus seperti ini … Segera setelah aku mengganti uang Siwon Oppa, aku akan mencari pekerjaan lain dan segera mengganti uangmu..”

Donghae Oppa berhenti tertawa.

“Kenapa kau ingin sekali keluar dari sini?”

Aku menatapnya bingung.

“Kurasa ini bukan tempat yang sesuai untukku, aku selalu cemas kalau ada satu diantara kalian yang tidak nyaman karena aku…”

Donghae Oppa menatapku lekat.

“Kalau begitu Aku tidak bisa membantumu” katanya singkat. Aku memegang tangannya.

“Oppa… tolonglah.. aku tidak bisa terus-terusan berhutang budi dan membiarkan kalian mengasihaniku seperti ini..Aku juga tidak bisa terus-terusan bergantung pada orang yang ada hubungannya dengan kematian Hyun Jo Oppa… ”

Dia diam tak menjawab. Wajahnya keruh. Aku agak takut. Apa aku salah bicara lagi?

“Oppa…” rajukku lagi. Dia tak menatapku sedikitpun.

“Apakah menurutmu kami  membiarkanmu tinggal disini karena kasihan padamu? Kami membiarkanmu tinggal di asrama ini untuk membayar kematian Oppa-mu? Tak bisakah kau membedakan ketulusan Hyung-hyungku dengan rasa kasihan dan rasa bersalah?” tanyanya. Aku takut melihatnya seserius itu.

“Aniyo Oppa… hanya saja” ucapanku terpotong.

“Kalau kau berpikir seperti itu, pergilah semaumu, tapi maaf aku tidak bisa membantu..” katanya sambil bangkit berdiri.

Aku benar-benar takut sekarang. ia berjalan menuju pintu masuk apartemen. Aku mengejarnya sambil memanggilnya, tapi ia tak mau berhenti.

Aku memeluknya dari belakang.

“Oppa… Mianhae.. Aku tidak bermaksud begitu..” kataku sambil mulai menangis. Aku takut sekali. Baru kali ini aku melihatnya semarah itu. Ia diam tak bergerak. Tidak juga menjawab.

“Oppa… Mianhae…” ucapku lagi. Aku mulai terisak.

“Oppa… aku … aku hanya tidak ingin merepotkan kalian lebih lama lagi….”

Donghae Oppa melepas tanganku.  Ia berbalik dan memelukku.

“Apakah kami pernah bilang kami kerepotan karenamu?”

“Aniyo Oppa…aku..”

Kalimatku terpotong lagi.

“Kalau begitu jangan pergi… Kau akan menyakitiku kalau kau pergi lagi, Saranghae  Hyun Mi-ah…Kami semua menyayangimu..” katanya pelan. Aku terisak semakin keras.

“Nado Saranghae Oppa… Mianhae.. Jeongmal Mianhae.. Aku menyayangimu Oppa… aku sayang kalian semua…”

Ia mengelus rambutku. Menepuk punggungku.

“Berhentilah menangis.. Kenapa kau mudah sekali banjir air  mata begitu?…”

Aku mundur dari dekapannya. Sebenarnya dia juga tak kalah cengeng sepertiku.

“Aniyo Oppa…aku tidak tahu.. aku tak bisa berhenti menangis..” kataku masih sesenggukan. Dia tertawa sambil merendahkan badannya. Menyuruhku naik ke punggungnya.

“Ayo kuantar ke kamarmu… berhentilah menangis Hyun Mi-ah.. Kau membuat telingaku sakit..” katanya setengah berteriak. Aku tertawa dan mulai berhenti terisak.

“Saranghae Hyun Mi-ah..” katanya lagi. Wajahku menyandar ke punggungnya.

“Nado Saranghae Donghae Oppa..” kataku sambil tersenyum.

*

Kyuhyun POV

“Saranghae Hyun Mi-ah..”

“Nado Saranghae Donghae Oppa..”

Dadaku sakit. Nafasku sesak. Mataku panas sekali.

Aku mendengarnya. Aku melihatnya.

Aku buru-buru naik lift dan masuk ke kamarku. Badanku lemas. Punggungku bersandar ke pintu. Sungmin Hyung yang kebetulan masih bangun menatapku khawatir.

“Apa kau baik baik saja?”

Aku diam tak menjawab.

Nafasku sesak.

Aku tak bisa memikirkan apapun saat ini.

 

Kenapa rasanya sakit sekali?

 

Aku mendengarnya. Kalimat itu terus memantul di telingaku.

Aku melihat semuanya.Bayangan keduanya menempel di pikiranku. Kepalaku penuh sekali.

Nafasku sesak. Dadaku sakit. Mataku panas sekali.

 

Aku merogoh ponsel.

“Noona..”

“…”

“Noona..Noona-ah…”

“….”

“Noona….. Rasanya sakit sekali…”

*

Kara POV

Saat Donghae Oppa beranjak menutup pintu kamarku, kulihat bocah itu keluar kamar. Tangannya memegang kunci mobil. Ia berjalan sedikit teburu-buru. Aku tak melihat wajahnya karena ia menutupi setengahnya dengan masker dan menutupi matanya dengan kacamata.

“Kemana dia malam-malam begini?” Tanya Donghae Oppa padaku.

Aku menggeleng.

“Aku juga tidak tahu Oppa”

*

Kyuhyun POV

Ahra Noona memelukku begitu aku sampai di pintu apartemennya. Mataku basah dan terus begitu sejak tadi. Aku tak bisa berhenti menangis. Noona mengajakku ke dalam apartemennya. Menyodoriku minum dan membantuku minum obat.

Ia menepuk punggungku dan memelukku lagi.

“Semuanya akan baik-baik saja Kyuhyunnie…” katanya pelan. aku terisak. Terkulai di pundaknya. Rasanya lemas sekali. Dadaku sakit dan nafasku semakin sesak. Tiap kali aku ingin bicara, air mataku jatuh semakin deras.

“Tidurlah… istirahatlah dan lupakan yang terjadi malam ini…”

Hening.

“Noona-ah… bisakah aku minta tolong padamu?”

“Ne..” jawabnya singkat.

“Katakan pada Hei Jin untuk menerima semua tawaran kerjaku bulan ini… Aku tidak ingin kembali ke asrama sebulan ini Noona… Biarkan aku tinggal disini untuk sementara..”

Noona memegang tanganku. Mengelus kepalaku.

“Ne… aku akan mengatakan padanya, Hei Jin pasti akan senang..”

Nafasku berangsur normal. Seprtinya obat itu sudah mulai bekerja.

“Aku tak ingin melihat gadis itu lagi..”

*

Kara POV

“Noona-nya bilang, selama sebulan ini dia akan tinggal di apartemen Noona-nya… Menemani Noona-nya mengurus butik dan juga mengurus masalah paru-parunya, aku sendiri kurang tahu” Sungmin Oppa mengedikkan bahunya.

Aku yang tengah makan bersama dengan Oppa-oppaku yang lain ikut menyimak. Kyuhyun di apartemen Noona-nya untuk sebulan?

“Kenapa harus pergi malam-malam begitu? Dan kau juga.. mengapa tak melarangnya pergi? Sesak Nafasnya sering kambuh kalau dia menyetir malam hari..” Leeteuk Oppa berkomentar.

Jadi semalam dia pergi ke apartemen Noona-nya?

“Aniyo… aku sudah melarangnya, tapi dia diam saja.. Sepertinya terjadi sesuatu tadi malam, aku melihatnya menelfon Noona-nya sambil menangis..” sungmin Oppa melanjutkan.

Aku berhenti makan. Ada apa dengan bocah itu?

“Aku melihatnya semalam sebelum dia pergi, tapi kelihatannya baik-baik saja… Bukankah kau sempat bertengkar dengannya tadi malam Hyun Mi?” Donghae Oppa bertanya padaku.aku mengangguk membenarkan.

“Ne.. dia baik-baik saja semalam..” kataku.

“Sebaiknya kau menelfonnya Sungmin..Pasti telah terjadi sesuatu yang buruk padanya..” kata Siwoon Oppa.

“Aku mencoba menghubunginya semalam, tadi pagi juga, Nomor ponselnya tidak aktif. Noona-nya juga bilang Kyuhyun tidak ingin dihubungi untuk sementara..” Sungmin Oppa bicara lagi. Aku semakin penasaran. Ada apa?

“Kurasa mungkin noona-nya memberitahunya kabar buruk semalam… aish.. susah sekali bicara dengan Bocah itu, Bukankah dia selalu menolak membicarakan masalahnya dengan kita? ..aku khawatir terjadi sesuatu dengannya” kata Heechul Oppa.

“Sebenarnya ada lagi.. Dia bilang akan mengambil Promo Personal satu bulan ini…” sambung Sungmin Oppa. Leeteuk Oppa membelalak.

“Promo Personal? Bukankah itu artinya dia menghindar bertemu dengan kita sebulan ini? Ada apa sebenarnya dengan bocah itu? Membuatku jantungan saja…”

*

Kyuhyun POV

Apa ini sudah siang?

Aku baru bangun tidur. Mataku terasa panas dan berat. Aku menangis semalaman. Aish.. menjijikkan sekali.

Baiklah, aku tidak akan memikirkannya lagi. Perasaanku bertepuk sebelah tangan. Singkatnya, aku patah hati. Aku berjanji tidak akan menangis untuknya lagi. Semua ini sudah berakhir.

Aku keluar dari kamar. Menuju dapur.

Ahra Noona menempelkan Note di depan kulkas. Menyuruhku makan, minum obat dan meneliti agenda kerjaku yang diberikan Hei Jin tadi pagi. Aku beranjak menuju meja makan. Melahap bubur sambil mengamati agenda kerja yang lumayan sesak itu.

 

Pattaya One Thousand Night Hotel, Thailand: Iklan Snack : 02 Juni

Ballroom ‘IndieGlass’ Square, Seoul: Promo celana jeans ‘HighFive’: 05 Juni

Ballroom TransFide Hotel, Seoul : Wedding Anniversary : 06 Juni

China: Syuting MV dan rekaman (Kyuhyun feat. Seohyun): 07 Juni

……

 

Tunggu dulu… Seohyun? Seohyun yang itu? Duet denganku?

Segera kuambil ponsel dan menelfon Noona. Sudah berapa kali kubilang, aku benci duet dengan Yeoja.. mengapa masih diterima juga? Apalagi dengan Personel SNSD, mereka bisa kena masalah dengan antifans kalau berani berduet denganku.

Sebenarnya kejadian seperti ini sudah pernah terjadi setahun yang lalu saat salah satu personel girlband –yang aku lupa namanya- memaksa berduet denganku. Akibatnya, banyak antifans yang menggempur akun twitter dan memblokir beberapa produk yang diiklaninya. Sialnya, manajer pribadi gadis itu menyuruhku bertanggungjawab. Apa itu salahku? Siapa suruh dia minta duet denganku?

Perlakuan seperti itu tidak hanya menimpa yeoja yang berduet denganku, namun juga dengan member-member Super Junior yang lain. Fans itu memang kadang agak mengerikan.

Apalagi dengan Seohyun. Aku tidak yakin mammpu mengangkat wajahku kalau bertemu dengannya. Aku punya kenangan memalukan dengan gadis kalem itu.

“Yoboseyo”

“..”

“Kau mau mati Noona? Aku tidak mau…”

“..”

“Manajer Lee setuju? Dia minta sendiri?”

“..”

“Kenapa Seohyun? Aku benar-benar tak ingin bertemu dengannya… aku malu sekali Noona-ah..”

“…”

“Lagipula aku tidak enak hati dengan Yesung Hyung.. dia menyukai Seohyun sejak dulu..”

“..”

“Ne.. Ne… Baiklah, aku akan menghubungimu lagi nanti..”

“..”

“Ne… aku sudah makan, obatnya sudah masuk tenggorokan..”

“..”

“Saranghae Noona..”

BBpp.

Aku menenggak air minum lagi. Mengamati daftar panjang agenda kerjaku yang penuh itu. Menghela nafas. Ini pasti berhasil.

Dengan begini, aku takkan punya waktu memikirkan gadis tak penting itu lagi.

*

Kara POV

Sudah tengah malam. Hari ini Kyuhyun tidak pulang ke asrama.

Perasaanku tidak enak. Aku merasa telah terjadi sesuatu pada bocah itu. Tapi apa? Bagaimana aku bisa tahu kalau dia saja tidak bisa kutemui dan kuhubungi?

Dan  lagi, Tidak melihatnya selama sebulan?

Mengapa itu terkesan mengerikan?

Aku menekan nomornya. Masih tidak aktif. Mataku melirik boneka Barbie yang baru saja kuambil dari kolong kasur –kemarin malam aku membuangnya ke kolong kasur-.

Mengamatinya.

Bukankah boneka ini mirip denganku? Hanya saja tubuhnya kurang panjang, Rambutnya kurang ikal, pipinya juga kurang bengkak…

Aku bangkit berdiri dan memasukkan boneka itu ke kardusnya. Mataku menangkap secarik  kertas yang tersumbat di lekukan kardusnya. Aku mengambilnya. Penasaran. Apa yang ditulis bocah itu?

Kara-shii… Lihatlah boneka ini baik-baik, aku memeluknya setiap hari gara-gara kau tak mau kembali ke asrama. Tak ada Game se-seru dirimu yang pendek dan sulit sekali dikalahkan. Karena aku sudah menggadaikan harga diriku untuk menulis kata-kata bodoh ini, aku akan membunuhmu kalau kau berani menertawaiku. Aish.. aku benci menulis ini, tapi sejujurnya, Bogoshipo.

Aku tidak jadi memasukkan boneka itu dan membawanya ke kasur. Mengamatinya sekali lagi. Merangkulnya. Aku tersenyum sendiri melihatnya. Mengingat kata-kata Kyuhyun tolol yang aneh itu. Bagaimana bisa dia menulis kata-kata menjijikkan seperti itu?

Bocah menyebalkan itu sekarang memenuhi otakku. Seringai setannya. Tatapannya. Kata-kata bodohnya. Wajah tuanya. Rambut gurita gorengnya. Gaya berjalannya. Aish… memikirkannya membuatku malu sendiri.

Beberapa kali mataku mencuri pandang foto kami berdua yang menempel asal-asalan di cermin kamarku. Walau bocah itu kadang menjengkelkan, asrama ini terasa sangat berbeda tanpanya.

Kyuhyun-ah.. Kapan kau kembali?

Bukankah kau senang kalau aku mencarimu?

Baiklah aku mengaku, Sekarangpun aku sudah rindu padamu..

*

End of part 9

Pada akhirnya sosok Kara sudah bisa menemukan bentuk di benak saya. Ada yang pernah koment bahwa saya terinspirasi YAB. Sebenarnya bukan sepenuhnya begitu. Hanya saja, memang semua cerita cewek nyamar cowok diidentikkan dengan cerita itu. Jauh. Jauh sebelum YAB disiarkan, saya sudah sering berkhayal bikin cerita beginian. Yah walaupun tentunya pemerannya bukan Anak Suju, kan saya belum kenal.. hehe

Namun saya akui, saya suka sekali dengan Park Shin Hye. Imut. Menarik. Lucu.

Ada beberapa aktris yang saya personalisasikan dengan Kara. Pertama Yoon Eun Hye (Coffee Prince) dan Park Shin Hye (YAB).  Ada juga Moon Geun Young (Cinderella’s Sister) dan Han Hya Joo (Brilliant Legacy). Song Hye Gyo boleh juga. Sayangnya tiga yang terakhir ini belum pernah saya liat ‘kemasan cowok’nya..

Ujung-ujungnya saya lebih sreg sama Shin Hye, soalnya cewek ini lebih imut –ingat2.. Kara itu harus sangat amat imut-, hehe, walopun Eun Hye juga amat sangat cantik sekaligus cakep kalo jadi cowok sodara-sodara…

Eniwei… sudah segitu saja. Ini sudah kepanjangan dan berlebihan. Hehe..

Selamat berkoment2…

 

10 thoughts on “He’s Our Girl part 9

  1. onnie gomawo udh di bikinin part 9 nya …………
    aku seneng banget ceritanya nambah penasaran lagi ………….
    hwaiting onnie , jangan lupa lanjutin ceritanya ya onnie …………
    :D

  2. ga nyangka kalo si kyu bs lbh parah dr si ikan smp menangis semalaman-kaya lagu.a audy #plak, di gampar kyu

    aduh jd bgung sndr, sbnr.a udy #plak, di gampar kyu

    aduh jd bgung sndr, sbnr.a kara cinta ma siapa si?

    lanjut, bc chep 10

    ar kyu

    aduh jd bgung sndr, sbnr.a udy #plak, di gampar kyu

    aduh jd bgung sndr, sbnr.a kara cinta ma siapa si?

    lanjut, bc chep 10

  3. *octopus dance* senengnya part 9&10 cpt dipublish.. kyakyaaa

    huks, donghae oppa kau milikku, kara sm evilKyu aja yaa, kasian
    dya sesek napas.. kkkk^^ lanjutahhhh

  4. kaga nyangka s kyu cengeng demi cewe…seng dah ah!!!
    kara sepertinya menyukai kyuhyun…
    ya sudah sma kyu ja…kasian dia hahaha, klo kaga mau gw gebet nih ckkck hahaha
    seruuuu…..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s