Hate U, Love U part 1

Title : Hate You, Love You – PART 1

Author : allriselindol

Main Cast : Lee Hyukjae (SJ), Cho Hyejun (fict), Lee Donghae (SJ)

Support Cast : Kim Misun (fict), Cho Kyuhyun (SJ)

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Warning! : typo(s), tidak sesuai EYD, dan mungkin membosankan -_-

Ps : ini FF pertamaku, tepatnya sih FF pertama yang selesai ak buat ._.v jadi harap maklum kalo belum ngeKLIK buat readers. I NEED YOUR COMMENT FOR MY FANFICT :)

Disclaim : FF ini adalah MURNI atas IMAJINASI saya :)  jika ada kesamaan tokoh, kemiripan alur cerita, dll itu hanya ketidaksengajaan, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT :) SAY NO TO PLAGIATOR :DD

HAPPY READING~~ ^^

HYEJUN POV

Jam kuliah hampir selesai. Ku pandangi namja itu untuk kesekian kalinya. Kenapa aku bisa menyukainya? Tapi dia memang tampan. Keren. Baik. Tapi dia tidak pernah bersikap baik pada ku. Ku pandangi lagi. Aku tahu dia sudah agak risih. Dia menoleh ke arahku sekarang.

“ya! apa yang kau lihat hah?” bentaknya.

“kenapa? Aku sama sekali tidak mengganggumu hari ini. Aku bosan”

“mwo? Dengan kau melihat ku terus seperti itu, aku sudah sangat merasa terganggu!” namja ini benar2 tidak pernah bersikap lembut terhadapku. Nada suaranya selalu meninggi ketika berbicara padaku.

Mendengarnya tadi aku hanya bisa tertawa. Kalian bingung mengapa aku tertawa? Ya, aku juga bingung. Aku tidak bisa marah, atau pun kesal terhadap semua sikapnya padaku itu. apakah aku sudah terlalu cinta? Entah aku juga tidak bisa menjawab itu. tapi aku senang jika sudah mengganggunya. Malah kalau sehari saja dia tidak memarahi ku, aku jadi merasa ada yang kurang.

“kenapa kau malah tertawa? Sudah gila ya?” tanya nya dengan wajah yang masih agak sangar. Aku masih saja tertawa kecil. “huh dasar yeoja aneh! Bodoh!” tepat! Itu kata2 yang kusuka darinya. Dia selalu menyebutku yeoja aneh dan bodoh. Kenapa aku malah senang? Karena dia hanya mengatakan itu untuk ku. Menurutku itu kata2 spesial darinya (?)

Mata kuliah untuk hari ini selesai. Kulirik jam di tangan ku. Jam 02:07. Masih tepat jika aku makan sekarang.

“Hyejun-ah!” sebuah suara memanggilku. Aku menoleh ke arah belakang, tempat sumber suara itu berasal.

“ne, Misun-ah. Waegure?” yeoja cantik itu berlari kecil ke arahku. Haaah chingu ku yang satu ini memang cantik, tapi kenapa dia tidak mempunyai pacar? Padahal banyak namja di universitas ini yang menyukainya.

“mata kuliahmu sudah selesai? Temani aku makan~” ujarnya manja.

“ne, aku juga mau makan. Kajja” kami berjalan menuju kantin di universitas ini, di lantai dua.

Sesampainya di kantin, kami langsung duduk di kursi yang kosong dekat jendela yang mengarah ke gerbang universitas.

sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo

ibyeoli eoneusae naege dagawa

ponsel ku berdering tanda panggilan masuk.

“ne yeoboseyo?”

“Junnie-ah, eomma dan oppa tidak bisa mengunjungi bulan ini karena toko eomma sedang ramai pembeli, kau tau kan? gwenchanayo?” suara di seberang sana. Dia oppa ku, Cho Kyuhyun.

“ah, ne oppa, arraseo. ne.. ne.. arraseo.. gwenchana oppa. Oppa dan eomma juga jangan terlalu sering lembur, tidak baik untuk kesehatan. Ne..” kusudahi telpon itu.

“nugu? Cho Kyuhyun?” tanya Misun sambil menyantap ramyun nya.

“ne, mereka tidak bisa mengunjungi ku bulan ini”

“waeyo?”

“toko bunga milik eomma sedang ramai2nya, dan beberapa pekerja juga sedang mengambil cuti. Sedangkan oppa ku juga sibuk di kantornya, sering lembur. Tapi mungkin bulan depan mereka mengunjungiku”

“hmm.. eomma dan oppa mu benar2 pekerja keras ya”

“ne, sejak appa meninggal, oppa yang menjadi tulang punggung keluarga. Eomma juga berusaha dengan meneruskan toko bunga peninggalan appa”

“ne ne, arraseo. jadi tidak heran ya kalau oppa mu itu sangat menjagamu”

“ne, tentu saja, aku adik kesayangannya hahaha”

“hei bagaimana perkembangan mu dengan Hyukjae?” tiba2 Misun menanyakan namja itu. membuatku hampir mengeluarkan isi makanan di mulutku. Benar, Lee Hyukjae, namja yang kusukai itu.

“kenapa tiba2? haaah kau ini..”

“haha mian, mianhe.. bagaimana? Apa dia sudah baik padamu?”

“mwo? Namja itu tidak akan pernah bersikap baik terhadapku”

“lalu? Kau tetap menyukainya? Haaah kau ini aneh Hyejun. Kenapa kau bisa jatuh cinta kepada orang yang begitu kejam padamu?”

“entah, kau juga selalu menanyakan itu padaku, aku masih tidak tahu mengapa. Dan dia tidak kejam, hanya tidak baik ^^” Misun hanya menatapku dengan tatapan yang mungkin mengatakan ‘dasar aneh’.

“haaaah kau itu..”

“tapi, aku suka sikapnya yang tidak baik itu” lanjutku.

“wae?”

“karena dia baik kepada siapapun, ramah pada siapapun. Kecuali padaku, aku rasa aku spesial hahaha” sekali lagi Misun menatapku, kali ini tatapannya mengatakan ‘kau benar2 aneh’.

“gadis aneh” ujar Misun sambil meneruskan makannya. “bukankah dia tahu kalau kau menyukainya? Seharusnya jika dia juga menyukaimu, dia akan berubah sikap terhadapmu Hyejun-ah”

“aish, Misun. Jadi kau ingin bilang kalau Hyukjae tidak menyukaiku makanya dia bersikap sangat tidak baik terhadapku? Kau menurunkan semangatku tahu!”

“bukan seperti itu maksudku, hanya saja..”

“ne ne, aku mengerti maksudmu Misun-ah, gwenchana. Aku malah makin menyukai nya jika dia terus memarahi ku..”

“mwo? Wae?”

“posisi kan saja dirimu itu di posisi Hyukjae. Kau tau bahwa banyak orang yang menyukaimu, bukankah kau mengacuhkan mereka semua?”

“ne, lalu?”

“tapi Hyukjae, dia tidak mengacuhkan ku sama sekali. Dia malah terus memarahi ku. Itu artinya dia peduli terhadap perasaan ku kan?” sebuah senyum mulai mengembang dari bibirku. Ya, begitulah persepsiku terhadap sikap Hyukjae.

“hmm.. ne, kau benar juga. Hei, apa itu artinya..”

“entahlah, kalau itu aku tidak bisa menebak. Aku hanya bisa berusaha untuk terus dimarahi olehnya”

“ahahahahaa..” tawa Misun pecah. “unik! Kau itu Hyejun.. aish, kenapa kisah cinta mu serumit ini? Haha”

“ne, mungkin karena aku menyukai tantangan” ujarku terkekeh. Ku tolehkan pandanganku kearah luar jendela. Apa dia sudah pulang ya? mata ku memang bagus! Aku bisa menemukan sosok Hyukjae dengan cepatnya. Ini lah keahlian yang paling ku banggakan (?)

“hoo Hyukjae..” ujar Misun yang ikut-ikutan melihat kearah luar jendela.

“tentu, siapa lagi” mataku masih tetap terpaku dengan sosok Hyukjae yang sedang berada di parkiran dekat gerbang itu. dia bersama satu orang temannya. Tidak terlihat ada yeoja di sekelilingnya haha. Eh tapi yeoja yang itu sama seperti ku. Pandangannya tidak lepas dari Hyukjae. Jarak mereka memang jauh sih, tapi aku rasa yeoja itu juga menyukai Hyukjae. Mungkin. Hmm yang itu juga, yeoja itu melihat Hyukjae tanpa berkedip haha lucu sekali. Apa aku juga seperti itu kalau melihat Hyukjae?

Kalau dilihat2 ternyata banyak juga yang menyukai Hyukjae. Ya, dia memang tampan, di juluki Dancing Machine karena keahlian dance nya yang luar biasa dan geraka dance nya yang mirip seperti robot itu, juga tidak jarang membuat yeoja2 tidak berkedip jika sudah melihatnya dance. Kenapa dia begitu sempurna?? -_-

“hei sudah melihat keluarnya, dia sudah keluar dari gerbang tuh” kata2 Misun membuyarkan lamunanku.

“oh ne, haha aku melamun ya”

Kami berdua pun melanjutkan makan sambil terus berbagi cerita.

***********

Aku sampai di apartemen. Tidak terasa ternyata hampir 4jam lebih aku dan Misun bercerita-ria. Kalau sudah sampai di apartemen, rasanya sangat lelah, ingin segera tidur. Tapi aku sangat kegerahan. Haaaah.. aku berjalan dengan malas ke kamar mandi.

Selesai mandi dan berpakaian tidur. Ku lirik jam dinding di kamarku. Pukul 06:50. Diluar sedang hujan. Aish aku benci jika hujan malam2 begini. Hawanya terasa agak mistik (?). Sekarang aku harus apa? Aku bosan sendirian di apartemen.

Ku buka flip handphone ku. 5pesan masuk, dan semuanya dari satu nama, Kyu oppa. Haah oppa ku ini perhatian atau over protective sih?

Ku rebahkan tubuh ku di kasur, rasanya lelah. Ku pejamkan mataku perlahan. Hyukjae.. wajah itu lagi. Walaupun dia selalu marah-marah padaku, tapi aku masih bisa membayangkan wajahnya yang tersenyum dengan gummy smile nya itu. mungkin aku memang bodoh. Bisa menyukai orang seperti dia. Bagaimana ini? Apa aku masih berani mengajaknya bertemu di luar jam kuliah? Aku pernah mengajaknya bertemu, tapi hasilnya nihil. Dia tidak datang dengan segudang alasan. Aku sakit hati? Tentu saja. Benar2 ajaib kalau tidak sakit hati jika orang sangat kita sukai tidak bisa menemui kita. Bukan tidak bisa, mungkin tepatnya tidak mau. Hei Cho Hyejun, apa kau masih berani mengajaknya? Masih kah? Ya, aku masih sanggup untuk sakit hati. Bahkan sudah berkali2 sakit hati pun aku tetap berani bertatap muka dengannya. Dasar aku.. benar2 tidak tau malu kan? hmmh.. sudah lama juga aku menyukainya, tapi sampai sekarang belum terbalaskan. Sakit. pipi ku basah? Apakah aku menangis? Haha benar2 bodoh.. sangat bodoh..

********

sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo

ibyeoli eoneusae naege dagawa

handphone ku berbunyi. Ku lihat nama yang tertera. Misunnie. Ku tekan tombol hijau di handphone ku dengan malas.

“ne yeoboseyo?”

“Hyejun-ah kau dimana? Sudah di kampus?” eh? Ini sudah pagi ya? pasti kemarin malam aku ketiduran..

“belum.. aku kira ini masih malam hehe” jawabku terkekeh.

“ya! Hyejun-ah! Kau baru bangun tidur? Kau tidak lihat ini sudah jam berapa?” kulirik jam dinding.

“OMO! Jam9??”

“baru sadar? Cepatlah nanti kau telat!”

“ah ne, ne” ku putuskan telpon dan beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi dengan tergesa-gesa.

*********

Aku sudah di depan kampus sekarang. Masih jam setengah sepuluh. Kelas dimulai jam 10. Kemana Misun? Bukankah tadi di telpon dia mencariku? Aku cari sebentar ah.. kubalikkan badanku.

‘BRUUUK’ aku menabrak seseorang.

“aw.. ah, mianhe, mianhe” aku mengambil beberapa buku yang tadi ku bawa berserakan di lantai.

“ne, gwenchanayo” ujar namja yang kutabrak itu. “ah, kau.. Hyejun kan?” lanjutnya. Dia mengetahui namaku? Ada apa ini? Haha –“

“oh ne, mianhe.. kau siapa ya?” aku berdiri berhadapan dengan namja itu.

“aku Lee Donghae. Kau temannya Misun kan?” oh Misun haha chingu ku yang cantik itu benar2 terkenal.

“ne, sekali lagi mianhe karna menabrakmu tadi, apa ada yg terluka?”

“haha gwenchanayo. Kau..”

“Donghae-ah cepatlah kita ke..” suara lain memutuskan pembicaraan ku dengan Donghae. Suara ini.. Hyukjae!

“oh, hai!” sapa ku sok akrab dengannya.

“ya! kenapa pagi2 aku sudah bertemu dengan mu sih? haaah pasti aku mendapat kesialan hari ini”
kemarahan di pagi hari, benar2 manis :3

“hei Hyukjae-ah, bersikaplah manis di hadapan sorang yeoja” kali ini Donghae yang menasihatinya. Hyukjae hanya memasang muka masam.

“apa aku berhasil mengganggu mu pagi ini?” tanya ku kepada Hyukjae dengan senyum yang sudah mekar sedari tadi.

“dasar kau bodoh”  ya teruslah seperti itu Hyukjae.

“haaah sudah, sudah. Pagi2 begini sudah ada keributan. Hyukjae, bukankah kelasmu dimulai beberapa menit lagi?” Hyukjae terdiam mendengar kata2 Donghae.

“ah benar juga!!” lalu dia berlari ke kelasnya.

“hei tunggu!!” teriakku. Ya aku sekelas dengan Hyukjae, kami sama-sama kelas Seni. “ah, annyeong Donghae-ssi” aku menundukkan badanku sedikit kemudian berlari meyusul Hyukjae.

*******

“kenapa kau duduk di sebelahku!”

“lalu kenapa? Semua orang bebas duduk dimana pun” jawabku santai atas bentakkan Hyukjae barusan. Dia berdecak pelan. Aku hanya tertawa. Kim Sonsengnim masuk ke kelas dan memulai mata kuliah.

Aku melemparkan kertas kecil ke arah Hyukjae. Apa dia akan membacanya? Atau membuangnya? Baiklah akan kita lihat.. eh? Apa dia tidak melihat kertas itu? ku lempar lagi kertas kecil yang berisikan pesan yang sama. Kali ini berhasil mengenai kepalanya. Dia menoleh kearahku dengan tatapan membunuh.

“apa hah?” ujarnya pelan, tapi tetap saja kasar –“ aku menunjuk kertas kecil yang tadi kulempar. Dia berdecak. Lalu membuka kertas kusut itu dan membaca isinya. Kenapa ekspressinya datar? Dia menuliskan sesuatu di kertas yang tadi kulempar kemudian melemparkannya lagi kearahku. Dia sengaja mengenai keningku. Mau balas dendam rupanya.

Kau itu tidak bosan mengganggu ku terus? Apa kau akan berhenti jika aku memenuhi keinginan mu kali ini hah?

Itu balasannya. Ya, sekali lagi aku mengajakknya bertemu diluar jam kuliah.

Hye: Aku malah bosan jika tidak mengganggumu :D hmm.. mungkin? Tapi aku tidak berjanji untuk berhenti mengganggu mu :D bagaimana?

Hyuk: kenapa aku harus bertemu dengan orang seperti mu sih? –“ dasar kau aneh! Baiklah, tapi aku tidak bisa janji untuk benar2 datang.

Hye: itu namanya TAKDIR kau tau :D malam ini pukul 07:00! Di tempat yang sama sejak pertama kali aku mengajakmu ;)

Hyuk: kalau itu memang takdir, aku akan mengutuknya!! Baiklah, tapi ingat, jangan terlalu berharap, arra?

Hye: kutuklah jika kau bisa! Kau tidak akan bisa melawan takdir, Lee Hyukjae :DD ne akan ku tunggu dengan senang hati :D

Hyuk: TERSERAH!! DASAR BODOH!! –“

Begitulah isi dari kertas yang sedari tadi bolak balik dari meja Hyukjae ke meja ku. Aku memang tidak pernah sepenuhnya berharap dia akan datang. Aku sudah sangat siap jika dia tidak datang lagi untuk kesekian kalinya.

Selesai jam kuliah, aku langsung menemui Misun di kelasnya. Aku dan Misun memang beda fakultas, tapi tempatnya tidak terlalu jauh. Aku sampai di depan kelas Misun. Kemana anak itu? ah itu dia! Heh? Itu kan.. di sedang bersama Donghae? Mengobrol? Kelihatan akrab. Aku baru tahu ternyata Donghae sekelas dengan Misun. Misun melihat kearah ku yang sedari tadi berdiri di depan pintu.

“ah Hyejun-ah!!” Misun melambaikan tangannya. Donghae juga melihat kearahku, lalu tersenyum. Ku balas lambaian tangan Misun. Dia berbicara sebentar dengan Donghae, kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arahku.

“apa aku mengganggu?” tanyaku takut Misun terganggu dengan kehadiranku.

“bicara apa kau? Tentu saja tidak! Kau mau ke kantin kan? kajja, sehabis ini aku tidak ada jam kuliah lagi” ujar Misun sambil menarik tanganku. Kami berjalan menuju kantin.

******

“yang tadi itu.. Donghae kan?” aku membuka pembicaraan saat kami sudah duduk di kantin, tepat di tempat duduk kemarin.

“ne, kau mengenalnya?”

“aku tidak sengaja menabraknya tadi pagi saat akan ke kelas mu” lalu ku hirup beberapa tegukan coffee latte yang tadi ku pesan. “dan beruntungnya, aku bertemu dengan Hyukjae juga” lanjutku sambil menyunggingkan senyuman.

“haaaah namja itu lagi. Kenapa hanya dia yang bisa membuatmu tersenyum2 seperti itu? padahal dia jahat begitu”

“dia tidak jahat Misun, dia hanya kurang baik pada ku..” aku kembali menghirup beberapa teguk coffee latte ku.

“itu.. alasan ku menelpon mu pagi tadi.. aku ingin menceritakan tentang Donghae”

“wae? Ada apa dengan Donghae?”

“ehm.. dia berbicara sesuatu padaku tadi, tentangmu!” sekali lagi, Misun hampir membuatku mengeluarkan lagi minuman yang hampir ku teguk.

“mwo? Tentangku? Apa?”

“kau.. tidak tau siapa Donghae?” aku menggelengkan kepala. “jinjja?” aku menganggukkan kepala.

“wae?” tanyaku semakin penasaran.

“bukankah dia teman kecil mu dulu?”

“mwo? Siapa yang mengatakan itu?”

“tentu saja Donghae. dia bilang padaku, mungkin kau tidak ingat siapa dia. Karena suasana di Kanada mungkin sedikit merubah dirinya”

“hah? Dia bilang Kanada? i-iya.. aku rasa aku mulai ingat” oh iya, Kanada.. benarkah itu dia?

“jinjja? Donghae benar2 teman masa kecilmu Hyejun?” aku menganggukkan kepalaku pelan. “aish jinjja? apa kau merindukannya?”

“eh? Ehm.. mu-mungkin, sedikit. Aku tidak mengenali wajahnya. Sungguh. tapi kalau diingat2 memang agak mirip dengan teman kecilku dulu. Dan temanku itu memang pindah ke Kanada..” apa dia kembali untuk menemui ku? Aish apa yang aku pikirkan?

“haah baguslah jika kau mengingatnya, dia memintaku untuk menanyakannya pada mu. Dia takut nanti jika dia menanyakan langsung dan ternyata kau tidak ingat, pasti sangat malu rasanya haha” aku hanya tersenyum mendengar kata2 Misun. “lalu, bagaimana Hyukjae?”

“oh iya, aku mengajaknya bertemu di luar jam kuliah nanti malam”

“lagi? Haaah kau memang tak kenal menyerah Hyejun-ah”

“haha gomawo~”

“dan juga tak kenal malu”

“mwo?”

“kau mengajak namja kencan! Harusnya namja lah yang mengajakmu kencan!”

“kencan? Aku tidak mengajaknya kencan! Hanya bertemu di luar jam kuliah, itu beda kan?”

“dasar kau aneh” Misun kembali melihat ku dengan tatapan ‘dasar aneh’ nya.

*******

Jam 06:00. satu jam lagi aku akan bertemu Hyukjae. Ah tidak, kemungkinan bertemu Hyukjae. Tapi aku punya firasat dia tidak akan datang lagi. Yah sudahlah, kita lihat saja nanti.

Tidak lama waktu yang kubutuhkan untuk berdandan. Karena memang aku tidak terlalu suka berdandan. Aku juga lebih suka berpakaian yang santai. Kulirik jam dinding kamarku. Setengah jam lagi. Sebaiknya aku mulai berjalan ke taman itu. tempat ku selalu menunggu Hyukjae. Ku pakai mantel ku, karena diluar memang agak dingin. Keluar dari apatement dan menguncinya.

Aku duduk di ayunan yang ada di taman. Disinilah tempatku selalu menunggu Hyukjae. Berharap dia duduk di ayunan sebelahku ini. Tapi ayunan ini selalu kosong. Apakah malam ini dia akan duduk di sini?

-TBC-

Masih TBC ya ^^ gimana readers? Membosankan ya? kayaknya iya deh -_-v #ngerasa

Harap maklum ya kan ini FF pertama ku hehe..

I NEED YOUR COMMENTs, DON’T BE SILENT READERs, JEBAL! thankHYUK very kamsah~ ^^

13 thoughts on “Hate U, Love U part 1

  1. dateng! darteng! hyuk ga dateng hyejun ama donghae aja *ngancem
    bagus, author. kamu jewels yah? hehehe xD
    gak tau perasaanku aja kali ya, ini bersambungnya di saat yang pas ^^
    lanjutin yaaa hwaiting ^^

  2. Hyuk jutek abis ma yeoja ,,
    biasanya kan die yg ngejar” …
    seru” ,,,,,
    pnasaran sma Donghae n Misun jga ,,,,
    d tnggu continue ny …….

  3. lanjutannya di tunggu banget banget! wkwkwkw
    maunya nanti si donghae suka sama cewenya terus si eunhyuknya cemburu gitu deh wwkwkkwwk
    *maksa*

  4. Klo boleh nebak…yg dateng pasti malah Donghae^^ kekekek… ;)
    ngebayangin muka Hyuk jutek…pasti gag banget, hhehehe…
    Cerita na sepertina bakalan seru klo ada Donghae… :)
    ku tunggu part selanjutnya ya Chingu…^^

  5. ASTAGA DI PUBLISH JUGA FF GUE?!! ASTAGA ASTAGA…!!! *kabuuuuurrr*
    btw gomapta buat yg udah baca dan penasaran sama FF abal yg satu ini ._.v

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s