Harder Than You Know {After Story}

Annyeong, aku lagi intens dengerin lagu Harder Than You Know lagi. Jadinya aku kepikiran utuk buat After Story dari FF Harder Than You Know ^^ (author curhat =__=) Akan ada banyak kenangan dari Kyuhyun yang muncul dari tingkah laku seseorang ^^ Happy Reading

.

 

  • Main Cast:

Cho Kyuhyun

  • Support Cast:

Jo Chaerin, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Yang Yoseob

  • Length: After Story
  • Genre: Friendship, Romance
  • Rate: AG (All Age)
  • Author: Nana (@keiichiro_nana)
  • Backsound: Harder Than You Know – Escape The Fate

 

——————————————–

“Baby, don’t talk to me

I’m trying to let go

Not loving you is harder than you know”

.

5 tahun berlalu sejak kematianmu.

5 tahun berlalu sejak kau pergi meninggalkanku.

Ku pikir sekarang sudah tak apa mencintai gadis lain.

Tapi yang jadi masalah adalah apakah aku bisa??

.

“hey, Kyuhyun, jangan melamun” tegur Donghae sambil membawakan kopi lembur untukku “sudah 5 tahun. ia reinkarnasi dimana ya??” imbuhnya sambil mengutak-utik laptop

.

Sekarang kami semua sudah lulus. Aku dan Donghae bekerja di kantor dan divisi yang sama. Sedangkan yang lain sudah punya kesibukan masing-masing. Hey, kau mau tahu tidak?? Chaerinmu sudah menikah dengan Eunhyuk hyung 2 bulan lalu. Sedangkan Yoseob, ia bekerja sebagai dokter di rumah sakit Victoria eonni. Kau tau, semua tetap saja terasa sulit~

.

“jika Nara masih ada pasti kau sudah menikah dengannya, dan mungkin mempunyai anak~” ujarnya sambil melihat photo Nara yang terpajang manis di sudut mejaku

.

“pasti dia reinkarnasi ke dalam jiwa seseorang yang sifatnya tak jauh berbeda dengan si bodoh itu. kkkk~” Donghae menoyorku dan tertawa “terkadang aku masih melihat nara tersenyum di sampingku” Donghae menepuk bahuku dan tersenyum mendengar kalimatku

“aku juga. Sangat merindukan melerai kalian yang tiap hari ada saja yang di ributkan. Merindukan Nara yang selalu tersenyum pada semua orang. Merindukan kalimat ‘harder Than You Know’ seorang Nara” ujar Donghae saat aku memeluk photo Nara “keep moving forward, Kyuhyun”

“aku berharap yang sama, Hae~”

.

*kring kring kring*

“yeoboseyo~”

“Yoseobie!!”

“minggu depan?”

“chakkanman!”

.

“hae, Yoseob, Chaerin dan Eunhyuk hyung mengajak ke Neul Paran. Mau bergabung??” tanyaku pada Donghae yang sedang asyik menyeruput kopinya

“kapan??”

“kira-kira minggu depan. Bagaimana?”

“baiklah, kosongkan jadwal untuk melihat keadaan Neul Paran. Kkkk~”

.

“yeobseyo,Seobi!!”

“bagaimana??”

“kami ikut~”

“oke, hari rabu jam 7 di Neul Paran. Ara??”

“tenang~”

“bye~ gamsahamnida”

**kilk**

.

“kenanganmu bisa bangkit jika kau kesana. Kau yakin tak apa?” ujar Donghae memastikan keadaanku. Aku mengacungkan 2 ibu jariku dan tersenyum “ya sudah, sekarang kerja lagi. dan tetap berusaha~”

.

Are we just lost in time

I wonder if your loves the same

Cause I’m not over you

.

** 3 days Later, on Saturday**

**around myeongdong**

Mereka bilang aku sempurna

Mereka bilang aku punya segalanya

Mereka bilang aku yang terbaik

Tapi,,,

Aku bilang aku tak sempurna, tidak punya segalanya, dan bukanlah yang terbaik seperti yang mereka bilang. karena kau tak ada, kau tak disampingku secara nyata! Hey, Choi Nara, Harder Than You Know

.

“bunganya, ahjussi, silahkan”

“bunga segar, bunga segar, bunga segar~”

“bunga murah, bunga murah~”

.

Hey, Nara, hari ini Myeongdong mengadakan acara Flower festival. Bunga yang di jual sangat indah dan segar. Dulu ketika SD kau suka sekali jalan-jalan mencium harum bunga-bunga disini, “bogoshipda Nara~”

.

I just can’t believe it,

As I’ve always done,

I’ll keep hoping you’d come back.

How could I erase you?

.

“maaf ahjumma, pink rose ini berapa?” aku melihat mawar merah muda yang begitu cantik terpajang di sudut vas

“kuberikan 2 batang untukmu tuan. Gratis!” ujar ahjumma itu “aku melihatmu sangat bersinar” saat ia mengatakan bersinar, wajah ahjumma ini begitu berbeda. Aku jadi merasa aneh melihatnya~

“ah,, jangan, biar aku membayar ,,,, ”  ahjumma itu tetap menolak uangku dan memaksaku mengambil bunga yang ia berikan. Akhirnya aku mengambil bunga itu dari tangannya “gamsahamnida, ahjumma~”

.

Hey, Nara, not loving you is harder than you know~

.

*bruuuuk*

.

“aigoo, sakit~”

.

“ah, Agassi, jeongmal mian,,,, hae?? ” aku menabrak seseorang hingga ia terjatuh. Ku ulurkan tangan dan meminta maaf padanya. Namun saat ia menengadah ke arahku, aku melihat seseorang yang tak asing

“nee, gwenchanayo, ahjussi~” ujar yeoja ini begitu ramah. Aku terdiam melihatnya berdiri di hadapanku “bye bye, ahjussi~”

.

Aku mendengar langkah kaki yeoja itu berlari menjauhiku. Aku masih berdiri mematung di tempat yang sama. Aku menutup mataku dan fokus dengan suara yeoja tadi. suara yeoja yang memanggilku ahjussi. ahjussi, ahjussi, ahjussi~

.

“Kyuhyun-ah?” tegur seseorang dan aku membuka mataku “sedang apa kau di tengah kerumunan begini. Gwenchana?”

“ne, gwenchana, hanya sedikit pusing~” Yoseob memapahku menjauh dari tempat itu, dan istirahat di bawah pohon “terima kasih ya”

“kau kenapa bisa ada disini? Bukankah tadi pagi kau bilang siang ini kau ada meeting?” ah, iya aku hampir lupa menemui klien “ada ap ,,,”

“aku pergi dulu yaa~ ketemu nanti sore di Saphire Blue Café bersama yang lain.byee~” aku berlari meninggalkan Yoseob yang terbengong-bengong. Aku benar-benar lupa akan kenyataan karena sedikit lamunan, namun aku yakin benar satu hal,,,,

.

“seseorang yang sudah pergi, tak mungkin kembali lagi~”

.

Aku berlari selama 30 menit dari taman menuju kantor klienku. Berharap aku bisa melupakannya dalam 30 menit itu sebelum bertemu klienku. Setelah selesai meeting, aku tetap berlari selama 20 menit menuju Saphire Blue café, karena aku masih terlalu memikirkannya~

.

“Nara, aku bisa melupakanmu selama 150 menit. Doakan aku hari ini~” bathinku saat memasuki café. Semua orang memandangku karena aku begitu berantakan

.

“hei, kemari~” Chaerin berteriak dari meja no 13, aku menghampiri mereka yang sudah lengkap “berlari lagi??” imbuh Yoseob, dan aku mengangguk

“berapa lama kau melupakan Nara?” tanya Eunhyuk hyung sambil tertawa dan menyerahkan minuman dingin untukku

“150 menit”

.

Ketika aku merasa hatiku berantakan, pasti aku akan berlari. Satu-satunya hal yang membuatku begini adalah mengingat Nara dan senyumnya. Aku mampu berlari selama mungkin untuk melupakannya sejenak. Eunhyuk hyung, Chaerin, Donghae, dan Yoseob paham sifatku. Tak jarang aku pingsan di tengah jalan dan masuk rumah sakit karena kelakukanku yang seperti ini

.

“ya sudah, makan saja. tuh makanannya sudah datang~” ujar Donghae sambil menyendokkan nasi goreng untukku “makan yang banyak. Jadi kau bisa kuat berlari. Ara~”

.

.

** 35 minutes later **

“aduh, aku kekenyangan~”

“ya, chaerin, makanmu banyak sekali!!”

“ya, Yoseob, jangan protes!”

“badan kecil, makan besar!”

“Lee Donghae!!!”

.

“Chaerin-ssi jangan berisik~” saat Eunhyuk hyung menutup mulut yeoja ini, ia akan diam. Walaupun, aku, Donghae, dan Yosoeb mencelanya habis-habisan, ia tidak akan menangis. Tetap diam tanpa memandang kami.

Hey Nara, ia sudah dewasa, Chaerinmu sudah dewasa

.

.

“niga neomu bogoshipo, nara~”

.

** 2 days later, on  Monday**

.

aku merindukanmu..

sampai ke titik dimana aku membenci diriku sendiri yang terlampau merindukanmu..

aku ingin menangis..

.

“permisi~” ujarku menyapa penjual bunga “ada bunga mawar merah muda??”

“ah, iya ada. Mau berapa??” sahutnya ramah

.

oh my god~ aku tak bermimpi kan??

.

“tuan? Ini mawarnya, anda butuh berapa?”

Aku mendengar apa yang ia tanyakan, tapi sungguh aku ingin mengabaikannya sebentar dan menyakinkan diriku sebentar saja

“Tuan ini mawarnya. Butuh berapa??”

.

“ah, aku butuh 2 tangkai saja. bisa??” ujarku pada yeoja ini

“ini tuan~” ia menyerahkan 2 tangkai mawar dengan senyuman manis seperti yang di miliki si bodoh “harganya 5000 won tuan”

“ahh ini, uangnya~” ujarku menyerahkan uang pas 5000 won

“terima kasih~”

.

Aku berbalik dan berlari dari tempat itu. berharap aku hanya mimpi dan semuanya akan kembali normal. Seperti hal yang sangat aku yakini,

.

“seseorang yang sudah pergi, tak mungkin kembali lagi~”

.

“ahjussi!! ahjussi!!”

.

Aku berbalik dan melihat siapa yang memanggilku. Ya umurku sekarang sudah 23 wajah jika ada yang memanggilku ahjussi. walaupun aku tidak suka =_=

“ahjussi~ photo ini ketinggalan”

“ga,, ga,,gamsahamnida~”

.

“sejenak aku berpikir itu milikku. tapi yeoja ini lebih cantik. lagipula kan kita tak saling kenal, apalagi berphoto bersama. nee, ahjussi~”

.

ia membawakan photo Nara. ya, yeoja ini mirip dengan nara! itu sebabnya aku begitu shock dan ingin berlari dan terus berlari.

Jika bisa di bilang, mereka seperti kembar!!

Sejenak aku tak bisa terima, tapi ini kenyataan. Ia benar-benar mirip dengan nara dari ujung kepala sampai kaki.

Bahkan senyum dan suaranya!!

.

“ahjussi, neo gwenchana??” Ia merangkul lenganku dan membawaku menepi “ini minumalah dulu”

“terima kasih ya. ah namamu siapa?’ ujarku menatapnya lekat. aku merasa nara ada di sampingku. Aku merasa Nara hidup lagi. Sama seperti saat ia meninggalkanku~

.

“Nara~”

“maaf??” aku mengulang pertanyaanku karena aku takut salah mendengar

“kkk~ cho neun Han Nara imnida~” ternyata aku tak salah, semuanya begitu sama

“Cho Kyuhyun imnida. kau tau, yeoja ini namanya juga Nara~” aku menunjukan beberapa photo Nara di handphoneku, ia tersenyum “tapi, ia meninggal sekitar 5 tahun lalu karena sakit”

.

*sruug*

Ia merebut handphoneku dan berwajah shock. Astaga, bahkan wajah shocknya pun sama dengan si bodoh~

“ahjussi, ini mirip sekali denganku! astaga~ jika ia masih ada, dan ia ada disini, pasti kami di kira kembar~” ujarnya antusias dan menggaruk kepalanya. Aku merasa si bodoh ada disini. Aku merindukannya, sangat merindukannya~

.

“umurmu berapa nara?”

“naega?? 16 tahun. kau ahjussi??”

“aku 23 tahun!”

“ah, kalau begitu aku tak usah memanggilmu ahjussi!”

“he?”

“Kyuhyun oppa better”

“kkkk~ baiklah”

.

“nara!! Ayoo pulang” teriak seorang namja dari kejauhan

“ini” ia menyerahkan handphoneku “see you next time oppa. bye~”

.

ia berlari meninggalkanku dan menggandeng namja yang tadi memanggilnya. Rambutnya tergerai indah saat ia berlari, just like Cho Nara. Tuhan memanggil Nara, lalu meninggalkanku. Dan ia menggandeng Tuhan bersamanya “benar-benar mirip!!” ujarku kesal menatap mereka

.

** 2 Days Later, Tuesday**

@ NEUL PARAN HIGH SCHOOL

.

Aku tak tau mengapa semua tampakk nyata

Semua begitu terang dan aku tak bisa menutup mataku

Kehidupan apalagi yang ada di hidupku??

.

“hei, aku punya kabar!!!” aku berlari menghampiri Eunhyuk, Chaerin, Donghae, dan Yoseob yuang sudah sampai terlebih dahulu “berita parah!!”

.

“ada apa??”

“kkk~ seperti habis bertemu setan”

“waeyo, Kyuhyunie??”

.

“Nara!!,

“ada Nara!!”

“Nara disana!!”

.

“HAH??” ujar Donghae dan langsung di bekap Yoseob

“maksudmu apa?? ia sudah tiada Kyuhyun!! 5 tahun lalu!!” Eunhyuk hyung membentakku, tak lama Chaerin menangis di pelukannya “ia sudah tak ada Kyuhyun~”

.

“aku bersumpah melihatnya” aku bersikukuh dengan ucapanku, tentu saja!! aku belum gila~ “dia disana!! disana!!”

.

“aku tau kau rindu tapi,,,,”

.

“Donghae!! berapa tahun kau mengenalku??” Donghae terdiam menatapku “aku melihat Nara~” aku menangis dan terduduk di pinggir gedung. sakit rasanya tak ada yang percaya “Nara, eottohkkajyo”

.

“begini saja, kita ketempat Nara~” usul Yoseob “kita lihat apakah Nara yang Kyuhyun maksud adalah Nara kita~”

“ayoo~” sahutku cepat

“akhir-akhir ini larimu sangat tidak terkendali, Kyu. apa karena kau melihat Nara” Donghae menatapku dan menunggu jawabanku, begitu juga yang lainnya “katakan~ iya atau tidak”

.

“bicara, Hyunie, bicara!!!”

.

You said this would only get better.

There is no rush, cause we have each other.

You said this would last forever.

But now I doubt that I was only your lover.

.

.

1 menit, 3 menit, dan 5 menit

ku tatap mereka satu-persatu. wajah Chaerin begitu shock, aku tau ia yang paling merindukan Nara. yeoja manja kesayangan Nara~

.

“geurae. gadis itu terlalu mirip Nara, aku tak bisa membedakannya. apakah dia benar Nara atau bukan” ujarku sambil menundukan wajahku “senyumnya, tawanya, dan wajah bodohnya~ aku hampir mati saat melihat yeoja itu”

.

“sekarang dimana dia??” Chaerin bertanya padaku dengan linangan air mata “dimana hyunie !!! dimana!!!!” teriakannya makin besar

.

“hey, hey, ada apa teriak-teriak disini?” tegur seseorang dari arah sekolah

.

“Heechul seonsangnim!!!” Yoseob dan Eunhyuk langsung memberi salam kepada seonsangnim yang bisa di katakan memiliki kenangan yang sangat banyak di dalam kehidupan kami “annyeong seonsangnim~”

.

“ada apa Chaerin menangis?? masih saja cengeng~” Heechul seosangnim langsung menghapus air mata Chaerin. aku terdiam tak bisa memulai bicara. terlalu sakit mengingat yeoja itu. Nara itu masih ada, sedangkan Naraku sudah tak ada “ada sesuatu yg mau di katakan??”

.

“Nara~” Donghae membuka suara “ada yeoja yg mirip dengan Nara”

“makanya Kyuhyun depresi” imbuh Yoseob. sial, aku tidak depresi. ingin ku bentak ia, namun aku tak ada kekuatan untuk membuka suara

.

“kkkkkk~”

.

“ada apa seonsangnim?” dasar seonsangnim yang aneh. walaupun ia memang sudah aneh sejak kami masuk Neul Paran, tapi seharusnya tidak dalam keadaan begini

“Kyuhyun begitu mencintai Nara hingga ia melihat hal yang mustahil” ujar Heechul seonsangnim “begitu juga kami di sekolah ini~”

.

“he?”

“maksudnya?”

“Kyuhyun depresi??”

.

“ya!!! Yoseob, aku tidak depresi!! namja tak berotak!” aku mulai gerah dengan kalimat ejekannya dari tadi. Heechul seonsangnim menatapku “hmm,, maksudnya apa tadi seonsangnim??

.

“saat penerimaan murid baru, sekolah ini gempar!!” ujar seonsangnim “kalian tau kenapa??” kami semua menggeleng pelan

.

“Nara is alive!”

.

“mwo??”

“yang benar saja??”

“seonsangim!!!”

“Nara??”

.

“bisa ulangi lagi seonsangnim” ujarku tak percaya, begitu juga yang lainnya

“di stand 1 pendaftaran, kebetulan Siwon seonsangnim yang menjaga. ia melihat map dengan wajah Nara, dan tak lama kemudian, yeoja pemilik map itu datang” ujar seonsangnim “wajah Nara begitu familiar di sekolah ini. jadi saat yeoja itu datang & berpindah ke stand lain, semua orang yg memang mengenal yeojamu tidak percaya”

.

“kau tidak sedang membualkan??” gerutu Yoseob dan ia mengepalkan tangan ke arah Heechul seonsangnim “tolong jangan buat kami stress”

.

“animnida, ini benar. hey, Chaerin, kau ingat senyum Nara? autisnya Nara? ramahnya Nara? cantiknya Nara? dan saat ia stress dan mengatakan ‘Harder Than You Know’ pada kalian?” ujar heechul dan chaerin mengangguk sambil menghapus air mata yang terus menerus keluar “anak itu benar-benar seperti Nara. setelah ia sekolah disini, aku merasa Nara hidup lagi lewat yeoja itu. entah aku berlebihan atau tidak. namun itu yang aku rasakan. ”

.

it came over me in a rush, when i realized that i love you so much.

that sometime i cry, but i can’t tell you why.

why i feel, what i feel inside

.

“apakah dia bernama Nara??” ujarku bertanya dan heechul mengangguk “Han Nara??” aku ingin memastikan bahwa ia memang bukan gadisku, Choi Nara. dan yeoja yang dimaksud Heechul seonsangnim adalah nara yang aku temui tempo hari di taman dan di toko bunga

“ya!! sok tau kau!” chaerin memukul lenganku keras

.

“geurae, geu yeoja Han Nara imnida~ kau tau dari mana, Kyu??”

.

“nara!!!” aku menangis dan meninju tembok. tanganku terluka, namun hatiku lebih terluka “kembali Choi Nara!! kembali Nara!!!”

.

“Kyuhyun! tenangkan dirimu”

“Kyuhyun, Nara kasihan disana!”

“hey bodoh!!!”

.

Chaerin memenangkanku saat aku menangis. sama seperti saat aku belum terima nara pergi dari sisiku selamanya 5 tahun lalu. tapi sungguh aku tak bisa. benar-benar tak bisa untuk saat ini

.

“Nara!! neo, jeongmal nappeun yeoja!! Nara!!!”

.

berteriak dan menangis. mungkin itu yang bisa aku lakukan saat ini. terlalu singkat kebahagiaan yang aku rasakan sebelum yeoja itu pergi selamanya

.

“permisi, apa kalian memanggilku??” sapa seorang yeoja, tapi aku tak mendongak tuk melihatnya

.

“astaga!!”

“oh my god!!”

“Kau??”

“mwo??”

.

“ya, inilah yang aku maksud” suara heechul bangga

“tapi,, tapi,,, ” tangisan Chaerin menjadi lebih besar “bogoshipoyo!!!”

“I can’t belive it!” imbuh Yoseob, ia jatuh terduduk di sampingku & menggoyangkan kakiku “Kyuhyun, she is real!!” ujarnya dengan tatapan merah

.

“mwo??? he?”

“annyeong oppa!! kita bertemu lagi”

.

“Nara? kau benar Nara??” donghae merengkuh wajah Nara dan tersenyum “annyeong,cho neun Han Nara imnida~”

.

“…………”

.

kami terdiam saat ia mengatakan ‘Han Nara’, saat itu kami semua terhenti dari tangisan dan tersenyum menatap yeoja bernama Han Nara di hadapan kami

.

“kemari ku peluk sebentar” ujar Chaerin. ia terdiam spt takut-takut “tak apa, kemarilah” imbuh Heechul seonsangnim

.

yoseob dan chaerin memeluk Han Nara dengan lembut. wajahnya benar-benar mirip Nara, aku tak bisa melakukan apa-apa. ia bukan Naraku, bukan Naraku!

.

“ada apa sih??” tanya Nara dengan wajah begitu bodoh karena penasaran

“kkkk~ wajah bodohnya mirip” gerutu Eunhyuk hyung “geurae, uri Nara~” imbuh Chaerin yang begitu senang memeluk Nara

.

Han Nara menjauh dan bersembunyi di belakang Heechul. ia mungkin merasa takut karena kami bersikap seperti ini di hari pertama bertemu

.

“kkk~ tak apa, nara. mereka hanya senang bertemu denganmu” ujar seonsangnim, dan Nara kembali dengan wajah bodohnya

.

“masih ingat cerita Nara yang aku ceritakan padamu waktu itu??” ujarku sambil menyodorkan photo kami bersama Nara 5 tahun lalu “ingat kan??”

.

“ah, iyaa, aku ingat!! Jeongmal mianhae oppa, mianhae eonni, aku lupaa~” ujarnya lembut dan saat ia tersenyum, ia benar-benar Nara. yaa, untuk saat ini bolehkah aku melupakan bahwa Nara sudah tiada??

.

“gwenchana~ sini, sini, aku peluuk” chaerin menarik lembut Nara dan ia pun memeluk balik Chaerin. sudah lamaa sekali aku tidak melihat Chaerin seperti ini. memang kau yang paling merindukannya

.

“how can i miss you if you never would stay”

aku mendengar suara lembut entah dari mana

.

“if need time i guess i’ll go away”

suara itu lagi. itu suara siapa??

.

“hoy, kau dengar suara itu?” ujarku bertanya pada Donghae dan Yoseob, mereka menggeleng

“suara apa??” gerutu Chaerin “kami tidak mendengar suara apapun~”

Aku kembali fokus dengan apa yang aku dengar barusan, dan mengabaikan apa yang mereka bicarakan

.

“inside me now there is only headcache and pain”

suara yang begitu dalam mengganggu pikiranku

.

“so where’s the fire, if you’ve become the rain”

suara ini??

.

.

“are we just lost in time, i wonder if your love’s the same”

“cause i’m not over you”

aku rasa aku tau siapa pemilik suara ini

.

.

“baby don’t talk to me, i’m trying to let go”

“not loving is harder than you”

.

ya ini suara Nara mengalun indah di telingaku.

hey nara, i love you

.

“and if don’t want me then, i guess so have to go”

“not loving is harder than you know”

Suaranya terus mengalun di telingaku, membuat aku begitu merindukannya

.

.

“cause girl you drive so crazy”

.

.

“lagu itu lagi??” tegur Donghae sambil tersenyum “kau begitu merindukannya ya??”

“aku seperti mendengar suaranya~”

“suara Nara??’

“ha?”

“kkkk~ hanya aku yang bisa mendengar~”

.

Kau baik sekali, bernyanyi hanya untukku.

Terima kasih kepadamu, Choi Nara~

.

“ah, Jinwoon-ah!! ppalliwa!!”

Han Nara berlari ke arah namja yang ia panggil ‘jinwoon’

Namja itu namja yang memanggil Nara saat di taman waktu itu

.

aku tau satu hal. Nara memang sudah pergi, namun hatinya akan tetap disini. because not loving you is harder than you know, Choi Nara

.

.

“hey, bodoh~ terima kasih sudah mengingatkan”

.

di langit itu aku merasa Nara tertawa dengan wajah bodohnya.

wajah bodoh dari gadis yang sangat aku cintai

.

“oppa, eonni~ nae namjachingu, Jung Jinwoon imnida”

“Jinwoon imnida hyung, noona”

.

“Kyuhyun imnida~”

“Eunhyuk imnida”

“Yoseob imnida”

“Donghae imnida”

“Chaerin imnidaaa~”

.

“hey, Kyuhyun, ayoo ke kelas kita~” Chaerin berteriak hingga semua siswa menengok ke arah kami “aku duluan yaa~”

“ppalli Kyuhyun”

.

“ne~ kajja Jinwoon, Nara”

“ne~”

.

How is it that we,

how is it that now,

How is it that the two of us ended up here,

Time passes by like the stars inside many people.

.

“hey sudah berapa lama kalian pacaran?”

“baru 3 bulan hyung”

“wah, kalau menikah undang aku yaa”

“oppa, kau yang akan menikah duluan!! Undang kami yaa~”

“aish, aratta, kkk~”

.

You’re someone who is like a dream,

so you disappear like dreams do,

I knew we were fated to do that,

It’s just a page of seasons that came and went.

.

I don’t know but I believe,

That somethings are mean to be,

And that you’ll make a better me,

Everyday I love you.

6 thoughts on “Harder Than You Know {After Story}

  1. annyeong

    ahh ngebut baca dri part 1-4 + after storryny
    aku nangis parah loh
    sedih banget si ffny

    ngapain ya si kyu sama charein ke kelas?
    *penasaran*
    mau nostalgia ya?
    haha

    share more
    gomawo

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s