13 My Lucky Number part 10

Title : 13 My Lucky Number part 10

Author : Inkania

Main cast : Kyuhyun Super Junior, Kim Eunri

Support cast : member Super Junior

Rating : PG

Genre : romance

Disclaimer : FF abal-abal ini saya karang sendiri dengan kemampuan saya seadanya.. mian kalo ada kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Allah semata :D jangan jadi plagiat ya! Dan FF ini pernah dipublish di blog pribadi author : inkakania13.wordpress.com J

PS : Hollla readers! :D makasih buat readers yang udah baca FF aku ini… Terus comment ya.. Comment itu berharga banget buat author… tapi komentar yang jujur, jangan melenceng dari kenyataan, kalo jelek bilang jelek hahaha… lets reading..

 

 

 

EUNRI POV

 

Dengan terpaksa akhirnya mereka menuruti kemauanku. Sepertinya hari ini akan menyenangkan. Baru sekitar sepuluh meter keluar dari apartemen saja sudah heboh seperti presiden keluar dari istana. Dan banyak yang memuji ketampanan Donghae oppa dengan rambut barunya itu. Kau memang tampan oppa. Tapi setampan-tampannya oppa aku masih lebih tertarik dengan pesona setan itu.

“mianhamnida, tapi ada yang harus kami lakukan setelah ini. Sekali lagi mianhamnida”, ucap Donghae oppa sopan berbeda dengan bocah setan itu yang kelihatannya tidak menikmati waktunya menjadi presiden dadakan siang ini.

“kau sengaja ya?”, tanya Kyuhyun.

“sengaja apa?”, tanyaku dengan tampang polos tanpa dosa.

“menyuruh kami tidak memakai penyamaran kami dan diserbu oleh fans yang jumlahnya tidak terhitung itu?”, tanyanya.

“aku tidak bermaksud begitu. Sudah kubilang tadi aku tidak suka melihat kalian menggunakan penyamaran yang hampir menyerupai kalian dengan beruang salju”, ucapku.

“ya sudah ayo kita ke taman bermain”, ajak Donghae oppa. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke taman bermain. Serasa menjadi artis sehari, jepretan kamera dimana-mana, banyak yang meminta foto, tanda tangan –tentu bukan tanda tanganku- bahkan ada ahjumma yang mencubit pipi Kyuhyun dan Donghae oppa. Haha dasar ahjumma genit. Waktu yang seharusnya ditempuh ke taman bermain hanya sekitar lima belas menit tapi khusus hari ini, waktunya menjadi hampir setengah jam. Entahlah pilihan baik atau buruk aku menyuruh mereka tidak menggunakan penyamarannya.

“ah sampai juga. Woobin sana kau bermain sepuasmu. Noona tunggu disini”, ucapku sambil duduk di kursi taman.

“aku ingin ditemani hyung yang itu”, katanya sambil menunjuk-nunjuk Donghae oppa.

“aku?”, tanya Donghae oppa memastikan. Tiba-tiba Kyuhyun memotong pembicaraan.

“denganku saja! Ayo!”, ajaknya sambil menarik lengan Woobin.

“aku tidak mau denganmu ahjussi”, katanya sukses membuatku dan Donghae oppa tertawa lagi.

“ya sudah daripada berdebat, kalian berdua temani Woobin sana”, suruhku. Kulihat Kyuhyun dan Donghae oppa saling melirik satu sama lain. Lalu mereka menemani Woobin bermain. Entah hanya perasaanku saja atau bukan, tapi kenapa Kyuhyun yang sepertinya lebih excited bermain di taman bermain ini daripada Woobin? Rasanya mereka harus bertukar umur. Pada akhirnya Kyuhyunlah yang asik bermain berdua dengan Woobin. Melihat mereka asyik berdua, Donghae oppa kembali lagi ke tempatku dan duduk di sebelahku.

“aku tidak papa kan duduk di sebelahmu?”, tanya Donghae oppa. kenapa dia jadi parno seperti ini berada di dekatku?

“tentu saja. Kenapa? Oppa takut Kyuhyun marah lagi seperti tadi? Abaikan saja dia. Sikapnya terlalu berlebihan”

“siapa bilang aku takut? Dia salah paham saja. Tidak apa-apa kan kalau aku menganggapmu sebagai adikku?”, tanya Donghae oppa.

“kau tidak akan menyesal menganggapku sebagai adikmu oppa?”, tanyaku.

“untuk apa aku menyesal? Kau lucu”, ucapnya sambil mengacak rambutku. Sepertinya itu jadi hobi barunya. Aku tahu aku memang lucu oppa, terimakasih oppa sudah memperjelasnya.

“kenapa kau bisa menyukai Kyuhyun?”, tanya Donghae oppa tiba-tiba. Aku tersedak air ludahku sendiri. Aku bingung aku harus jujur atau bohong kali ini. Takutnya Donghae oppa juga akan tertawa seperti Kyuhyun tadi di dorm.

“oppa benar-benar ingin tahu? Aku takut aku malah mempermalukan diriku sendiri dihadapan oppa seperti yang dilakukan Cho Kyuhyun itu kepadaku. Dia menertawaiku”

“kau tenang saja. Aku janji tidak akan tertawa”, katanya. Ah padahal baru mengenalnya sebentar tapi rasanya aku sudah percaya padanya. Aku jujur saja apa salahnya. Setelah aku menceritakannya, dia hanya mengangguk-mengangguk, Donghae oppa benar-benar tidak tertawa.

“oppa benar-benar memegang janji tidak tertawa. Beruntunglah yeoja yang nanti akan jadi pacarmu”, ucapku.

“kau berlebihan Eunri~ah”, ucapnya. Dari jauh kulihat Kyuhyun dan Woobin mulai berjalan mendekat. Setelah mereka ada di hadapanku, Woobin tiba-tiba mengatakan sesuatu yang terdengar seperti bom di telingaku.

“noona! Kau harus secepatnya menikah dengan ahjussi ini!”, teriaknya penuh kegirangan berbanding terbalik dengan ekspresiku yang terlihat super shock saat ini. Kulihat Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. APA YANG TELAH KAU KATAKAN PADA BOCAH LIMA TAHUN INI CHO KYUHYUN!

Karena hujan turun tanpa pemberitahuan sebelumnya, kami dengan terpaksa secepatnya kembali ke dorm. Donghae oppa menggendong Woobin di punggungnya dan menutupi Woobin dengan jaketnya. Tubuhnya yang atletis itu memang berguna disaat-saat seperti ini. Sedangkan Cho Kyuhyun? Kemana bocah itu? Eh dimana dia sekarang? kulihat ke belakangku dia tidak ada disana. Tadi dia berlari dibelakangku. Sekarang kemana dia?! Setelah sampai di lobby apartemen aku memanggil Donghae oppa.

“Donghae oppa, kemana Kyuhyun?”, tanyaku. Donghae oppa tetap menggendong Woobin karena ternyata bocah itu tertidur.

“waeyo? Dia tadi ada dibelakangmu kan? Dia berlari paling belakang”, jawab Donghae oppa. Hujan semakin deras mengguyur jalanan saat ini. Dan si babo itu tiba-tiba menghilang.

“tapi dia tidak ada oppa”, ucapku. Aku benci mengatakan ini, tapi air mataku hampir saja terjatuh.

“mwo? Ah kau tunggu sebentar disini, aku menidurkan Woobin dulu kedalam dorm. Nanti kita cari Kyuhyun bersama-sama. Arraseo?”, ucap Donghae oppa. aku mengangguk. Bahkan sekarang bukan hanya hujannya saja yang besar tapi juga petirnya. Omona! Aku takut petir! Setelah menunggu agak lama. Donghae oppa akhirnya muncul juga tapi sekarang ia datang bersama peliharaan kesayangannya. Siapa lagi kalau bukan EunHae couple.

“kau pegang payung ini. Aku dan Hukjae juga masing-masing membawa payung”, ucap Donghae hyung.

“ah sebentar aku bawa mobilku dulu”, ucap eunhyuk oppa.

“kita mencarinya menggunakan mobil?”, tanyaku. Jaraknya kan dekat.

“hujannya cukup besar. Kita tidak perlu basah-basahan dari sini”, ucapnya. Kuturuti saja perintahnya dan setelah mobil datang aku langsung masuk kedalam mobil. Hanya sekitar lima menit akhirnya sampai di taman bermain tadi. Aku keluar dari mobil, membuka payung itu dan langsung berlari menuju taman tadi. Kuabaikan suara petir yang menyiutkan nyaliku. Si babo itu harus kutemukan.

Setelah hampir setengah jam mencari dan berpencar aku tidak menemukan Kyuhyun dan hujan tidak menampakkan kalau rintikannya akan berhenti, dia tidak mungkin ada di dorm karena tadi saat Donghae oppa menidurkan Woobin, dia tidak menemukan Kyuhyun disana. Member di dorm pun belum memberi kabar kalau Kyuhyun sudah kembali ke dorm. Entah kenapa rasa khawatirku padanya sekarang begitu berlebihan. Kakiku melemas.

“kau menemukannya?”, tanya Eunhyuk oppa pada Donghae oppa setelah berpencar.

“aniyo, aku tidak melihatnya”, jawab Donghae oppa. Dari kejauhan aku seperti melihat siluet jaket Kyuhyun dibawah sebuah pohon diujung taman. Jaket berwarna biru kesukaannya. Aku langsung berlari kesana mengabaikan panggilan dari Eunhyuk dan Donghae hyung. Setelah aku sampai di samping pohon itu. Ku guncangkan badannya dan tiba-tiba saja badannya jatuh ketanah. OMO! Kyuhyun! Benar dugaanku itu Kyuhyun! Kenapa dia pingsan?! Ku buang payungku membiarkan air hujan membasahi seluruh tubuhku. Kuraih tubuhnya dan memeluknya. Nafasnya lemah dipendengaranku dan tubuhnya menggigil. Donghae oppa dan Eunhyuk oppa kaget melihat keadaan Kyuhyun. Wajahnya pucat seperti vampire dan bibirnya membiru.

“Kyuhyun~ah! Ireona!”, ucap Donghae oppa panik sama paniknya denganku.

“sepertinya penyakitnya kambuh. Cepat kita bawa dia ke rumah sakit!”, ucap Eunhyuk hyung. Donghae menggendong Kyuhyun dipunggungnya dan membawanya masuk kedalam mobil. Eunhyuk oppa langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.

 

***

 

Sesampainya di rumah sakit Kyuhyun langsung dibawa kedalam emergency room, sedangkan aku, Eunhyuk dan Donghae oppa menunggu diluar dengan baju basah kuyup dan tentu saja kedinginan.

“Eunri~ah bajumu basah semua. Kuantar kau pulang dan mengganti bajumu, setelah itu kau bisa kesini lagi”, bujuk Donghae oppa.

“andwae! Aku ingin menunggu Kyuhyun disini”, ucapku dengan suara sedikit bergetar.

“kau ini keras kepala sama dengan Kyuhyunmu itu”, celetuk Eunhyuk oppa. Donghae oppa memukul kepala pasangannya itu. Sayangnya aku sedang tidak ingin tertawa.

“oppa, memangnya penyakit apa yang diderita Kyuhyun?”, tanyaku.

“kau tidak tahu? Dia mengidap penyakit pneumothorax sejak kecil. Kalau dia terlalu kelelahan, kadang penyakitnya itu kambuh dan dia jadi sedikit kesulitan bernafas”, jelas Eunhyuk oppa. Berarti ini semua salahku karena mengajaknya ke taman bermain.

“ini semua bukan salahmu. Kau tenang saja, dia akan baik-baik saja”, ucap Donghae oppa menenangkanku, kulihat matanya juga merah seperti menahan tangis.

“aku memberitahu member yang lain dulu. Disini sinyalnya jelek aku keluar sebentar”, ucap Eunhyuk oppa. Tidak lama dari itu dokter yang menangani Kyuhyun keluar.

“dok bagaimana keadaan Kyuhyun?”, tanyaku.

“dia masih sedikit sesak nafas. Tapi keadaannya sudah sedikit membaik. Kalian boleh melihatnya kedalam”, kata Dokter. Donghae oppa mengucapkan terimakasih pada dokter sedangkan aku langsung saja masuk kedalam ruangannya. Kulihat selang oksigen di hidungnya dan dia sepertinya belum sepenuhnya sadar. Selemah ini tubuhmu? Aku kira kau kuat sekuat jiwa setan yang ada pada tubuhmu. Kudekati ranjangnya dan kugenggam tangannya. Dia menoleh padaku.

“Kyuhyun baboya! Apa yang kau lakukan hah?!”, bentakku padanya. Donghae oppa mengelus pundakku menenangkanku sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum. Dia bahkan masih bisa tersenyum? Dia tidak tahu aku mencemaskannya?!

“dan kenapa kau malah tersenyum? Dasar babo”, ucapku dengan suara parau sambil menangis.

“tadinya.. a…ku hanya ingin… menjailimu… tapi yang terja..di malah seperti ini… mian..he”, katanya terputus-putus. Bahkan untuk berbicara saja dia memerlukan oksigen yang banyak.

“sudahlah kau jangan terlalu banyak berbicara dulu”, ucap Donghae oppa. Tiba-tiba Eunhyuk oppa kembali sehabis menelpon dan langsung berteriak setelah melihat Kyuhyun sadar.

“hya setan! Kau membuat hyung-hyungmu cemas! Bahkan Teuki hyung yang sedang siaran dengan Yesung di Sukira langsung mengakhiri siarannya dan memutuskan untuk kesini. Manager hyung juga menyusul akan menjengukmu kesini begitu juga dengan si kuda itu. Dia baru sampai di rumahnya dari Taiwan dan langsung kesini hanya untuk melihatmu”, ucapnya khawatir tapi kedengarannya seperti sedang emosi.

“jangan menga…taiku setan, mo…nyet”, balas Kyuhyun. Bahkan saat sekarat seperti ini pun dia masih bisa membalas perkataan Eunhyuk oppa. Menakjubkan.

“Eunri~ah kau sudah melihat Kyuhyun sadar kan? Sekarang kau harus pulang dan mengganti bajumu yang basah itu. Kalau kau sakit, kau juga tidak bisa menemani Kyuhyun”, ucap Donghae oppa. Ah Donghae oppa benar juga. Kutatap Kyuhyun, dia juga mengangguk.

“ya sudah, aku pulang dulu dan secepatnya kembali kesini”, pamitku. Lalu Donghae oppa mengantarkanku pulang dengan mobil Eunhyuk oppa. Sedangkan Eunhyuk oppa menemani Kyuhyun di rumah sakit.

 

KYUHYUN POV

 

Berniat akan menjahilinya dengan membuatnya cemas, aku malah membuatnya cemas sungguhan. Penyakit ini selalu muncul tiba-tiba kalau aku terlalu kelelahan. Mianhe Eunri~ah. Setelah Eunri pergi dengan ikan buntal itu, semua hyungku berdatangan ke rumah sakit. Mereka selalu berlebihan jika tahu penyakitku kambuh.

“Kyu gwenchana? Kau ini harusnya jaga kesehatanmu! Seminggu kedepan jadwal kita penuh”, ucap Manager hyung. Tapi karena nafasku yang super pendek dan mengkhawatirkan ini, aku hanya membalasnya dengan anggukan.

“kau membuat kami semua khawatir Kyu”, tambah Teuki hyung. Sudah kubilang mereka semua berlebihan.

“aku ti…dak apa-apa hy..yung”, jawabku.

“sudah kau jangan banyak bicara. Istirahatkan dirimu, jadi nanti kau bisa ikut bersama kami”, ucap Siwon hyung. Bagaimana bisa aku tidak bicara kalau mereka bicara padaku dengan nada bertanya. Tidak lama dari itu, aku dipindahkan ke ruang inap. Harus menginap di rumah sakit ya, aku tidak suka sebenarnya.

“kalau begitu aku pulang ya Kyu. Nanti siapa yang akan menunggumu disini?”, tanya manager hyung. Mereka bertanya lagi padaku. Tidak lihat aku kekurangan oksigen seperti ini?

“ah pasti pacarmu ya? Ya sudah kami pulang dulu Kyu. Semoga cepat cembuh”, pamit manager hyung disusul dengan Siwon, Yesung dan Teuki hyung. Aissh kemana yeoja itu? Tidak lama dari itu, tiba-tiba pintu terbuka dan terdengarlah suara cemprengnya. Dia datang juga.

“Kyuhyun!”, teriaknya. Kenapa dia? Wajahnya sumringah tidak jelas. Dia beruntung aku sekarang sedang dalam keadaan seperti ini, tidak bisa melawannya. Dan Donghae hyung juga ternyata ikut dengan Eunri.

“kau sudah baikan? Aku akan menemani Eunri disini”, ucap Donghae hyung. Ya! Kenapa dia harus ikut-ikutan Eunri menemaniku di rumah sakit?!

“aku juga bawa makanan kesukaanmu. Taraaaaa!”, ucap Eunri sambil memperlihatkan seporsi jjajangmyeon padaku. Kebetulan aku sedang lapar.

“suapi aku”, ucapku.

“mwo? Kau makan sendiri saja. Jangan manja padaku”, jawabnya. Hanya satu cara supaya dia mau berlutut dihadapanku. Haha, aku pura-pura sesak nafas saja.

“hhh….hhh… Eunri~ah… na…fasku… hhh….hhhh…”

“Kyuhyun kau kenapa? Hey jangan bercanda babo!”, teriak Eunri panik. Sambil mengguncang-guncangkan pundakku.

“Kyuhyun~ah, kau sesak nafas lagi? Jangan lepas selang oksigenmu”, ucap Donghae hyung sambil memasangkan lagi selang oksigen di hidungku. Ah gerakanku jadi terbatas gara-gara ikan buntal ini.

“ya sudah aku akan menyuapimu makan”, ucap Eunri. Ah dia menurut juga. Sialnya, selama dia menyuapiku makan dia mengobrol terus dengan ikan buntal itu. Sesekali dia juga malah menyuapkan jjajangmyeonnya pada mulutnya sendiri. Dia ini niat atau tidak menyuapiku makan?

“ah oppa kasian sekali fansmu itu, sampai tidur di depan dorm hanya untuk bertemu denganmu”, ucap Eunri pada si ikan itu.

“asal kau tahu, padahal waktu itu aku belum terlalu terkenal”, jawab si ikan itu. Jadi sekarang dia ini ingin menyuapiku atau mengobrol dengan si ikan itu? Dia menyodorkan lagi jjajangmyeon lagi padaku. Karena aktivitas sampingannya itu –mengobrol- dia menyuapi jjajangmyeon kemataku. Aah Kim Eunri!

“ya! Kau ini dimana matamu hah? Mulutku disini! Kau menyuapi mataku. Sakit Eunri!”, rengekku.

“kau sudah tidak sesak nafas Kyu?”, tanya Donghae hyung. Ah sial! Ketahuan.

“kau berbohong padaku hanya karena ingin kusuapi? Sampai begitunya usahamu Kyu”, ucap Eunri sambil geleng-geleng kepala. Harga diriku anjlok.

“aku ingin tidur. Kalian jangan berisik”, elakku. Aku membalikkan tubuhku dan menarik selimutku. Eunri masih duduk di tepi kasurku. Kutendang dia sampai jatuh ke lantai. Lalu aku langsung menyelimuti tubuhku dengan selimutku.

“CHO KYUHYUN!”

 

***

 

Pagi ini aku sudah diizinkan pulang. Tapi sialnya aku harus langsung terbang ke Jepang sore nanti. Konser sudah menanti. Dan pemandangan apa yang aku lihat sekarang ini? Eunri dengan Donghae hyung tertidur di sofa yang hanya ada satu di ruang rawatku ini. Donghae hyung tertidur sambil duduk dan sedangkan Eunri? DIA TERTIDUR DI PANGKUAN IKAN BUNTAL ITU. Dan perlu kutambahkan, DIA MENGGUNAKAN JAKET DONGHAE HYUNG, AH MAKSUDKU IKAN BUNTAL ITU SEBAGAI SELIMUTNYA! Mataku panas terpanggang. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih, aissh menyebalkan. Walaupun Donghae hyung sudah menjelaskan kalau dia menganggap yeoja gila itu hanya sebagai adiknya, tapi tetap saja aku tidak suka melihat kedekatan mereka. Donghae hyung terlalu baik untuk yeoja berkepribadian ganda sepertinya. Aku sekarang hampir kehilangan ide harus bagaimana membuat Eunri itu menurut padaku dan setidaknya menjaga jaraknya dengan Donghae hyung. Tidak mungkin aku berpura-pura sesak nafas lagi, kalau aku ketahuan lagi harga diriku bisa lebih anjlok dari kemarin. Mau disimpan dimana wajah tampanku ini? Tiba-tiba gelas berisi air di meja memberiku ide. Kudekatkan tiang infusku ke sebelah tubuhku, lalu aku berdiri dan mengambil gelas penuh dengan air itu. Aku pura-pura terjatuh dan BYUR! Air dari gelas ini tumpah tepat di wajahnya, wajah Kim Eunri.

“ahh! Basah!”, teriaknya. Memangnya siapa yang akan bilang kering kalau sudah terguyur air seperti itu?

“Kyu kau sedang apa?”, tanya Donghae hyung itu sambil mengelap-ngelap bajunya yang basah sedangkan Kim Eunri itu masih sibuk mengucek-ngucek matanya.

“kau sengaja hah?!”, bentak Eunri.

“kau tidak lihat aku terjatuh?”

“bilang saja kau sengaja!”, bentaknya.

“ya! Aku sudah bilang aku terjatuh! Aku mau bertanya padamu. Untuk apa kau tidur satu sofa dengan Donghae hyung?”

“aku yakin kau sengaja. Kau cemburu lagi? Lalu kalau kami berdua tidak tidur di sofa ini. Kami tidur dimana hah?”, tanyanya.

“sudahlah kalian jangan bertengkar”, sela Donghae hyung. Aku dan Eunri menatapnya.

“DIAM!”, teriakku berbarengan dengan Eunri. Donghae hyung terlihat kaget dan langsung mengangkat kedua tangannya sambil keluar dari ruang rawatku.

“kau tadi bilang apa aku cemburu? Tentu saja bodoh! Kalian tidur dengan posisi seperti itu, namja mana yang tidak cemburu hah?!”, lanjutku.

“kalau tidak di sofa itu kami tidur dimana hah?!”, bentaknya.

“kau bisa tidur denganku di kasur itu!”, pletak! Dug! Dia memukul kepalaku lalu menendang kakiku.

 

EUNRI POV

 

Apa dia bilang? Tidur dengannya dikasur yang sempit itu? Dia sudah gila!

“kau kasar sekali padaku. Aku ini pasien rumah sakit! Andai kau adalah suster di rumah sakit ini, aku yakin pasien yang kau tangani akan langsung mati di tanganmu”, recoknya. Siapa juga yang ingin menjadi perawat. Mengurus diri sendiri saja sudah cukup bagiku.

“pikiranmu mesum seperti seorang ahjussi hidung belang! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau tidur satu ranjang denganmu. N-E-V-E-R!”

“tapi lihat saja nanti kalau kau sampai menikah denganku”, ucapnya. Aku sepertinya lebih senang dia sesak nafas. Hidupku damai.

“terserah kau sajalah”, balasku sambil melangkah keluar.

“kau mau kemana?”, tanyanya.

“aku mau pulang. Aku yakin sebentar lagi juga hyung-hyung mu satu komplek akan menjemputmu. Aku mau mandi. Mau makan dan menjalani aktivitasku lainnya sebagai manusia”

“nanti sore aku akan pergi ke Jepang selama satu minggu. Kau bisa tidak datang ke dorm sebelum aku pergi? Aku tidak mungkin ke rumahmu”, katanya.

“kalau aku ingat. Berdo’a saja aku tidak ketiduran”, ucapku. Dia sepertinya akan memukul kepalaku, tapi dia lupa kalau tangannya sedang di infus dan mengurungkan niatnya. Saat keluar ruangannya ternyata Donghae oppa menunggu diluar.

“oppa kau disini? Aku kira tadi kau pulang”

“tadinya juga aku akan kembali ke dorm dan kembali lagi kesini untuk menjemput Kyuhyun, tapi tadi Hyukjae menelponku katanya dia akan kesini bersama Woobin. Saking paniknya kau melupakan Woobin di dorm kami Eunri~ah”, mulutku menganga. Omo omo! Bagaimana bisa aku lupa kalau aku membawa Woobin si bocah sok tua itu! Aku bisa dimarahi tanteku karena tidak mengembalikan Woobin ke rumahnya!

“oppa aku benar-benar lupa. Mianhamnida”, ucapku sambil sedikit membukukkan tubuhku.

“gwenchana. Sungmin hyung bilang menyenangkan ada anak kecil di dorm tadi malam”, balasnya sambil tersenyum kepadaku. Dan datanglah Eunhyuk oppa dengan Woobin di rumah sakit ini.

“Woobin~ah! Mianhe, noona lupa menjemputmu”

“gwenchana noona. Aku senang”, jawabnya sambil menatap Eunhyuk hyung. Ada yang tidak beres.

“dia menyenangkan sekali Eunri~ah. Sampai tengah malam dia menemaniku menonton film kesukaanku”, ucap Eunhyuk hyung. Semakin tidak beres. Film kesukaannya? Bukankah itu berarti… berarti… YAK! Monyet ini mengajak Woobin menonton koleksi film yadongnya!? Woobin baru berumur lima tahun! Otaknya terkontaminasi!

“oppa! Demi apapun! Umur Woobin baru lima tahun! Belum saatnya dia mengenal dosa oppa!”, teriakku. Aku lupa ini sedang di rumah sakit.

“memangnya kau pikir kami menonton film yadong? Aku cukup tau diri tidak mungkin membiarkan bocah ingusan sepertinya menonton film yadongku. Kami nonton film power ranger”, jelas Eunhyuk oppa.

“oh syukurlah”

“power ranger tanpa busana”, tambahnya.

“YA! OPPA!” tawanya langsung meledak.

 

***

 

Aku langsung membawa Woobin pulang naik taksi. Donghae oppa menawarkan diri mengantarkanku pulang, tapi aku menolak dengan alasan aku ingin bersedekah pada sopir taksi. Diluar dugaan, tanteku tidak marah sama sekali padaku. Sesampainya di kamar aku merebahkan diriku di kasur. Tidur di sofa semalaman dengan kaki ditekuk membuat kakiku pegal. Aku menerawang langit-langit kamarku.

            “kau tadi bilang apa, aku cemburu? Tentu saja bodoh! Kalian tidur dengan posisi seperti itu, namja mana yang tidak cemburu hah?!”

Tingkat kecemburuan setan itu sangat parah. Tapi itu yang aku suka darinya. Walaupun sedikit berlebihan, tapi tingkahnya itu lucu dimataku. Mengingat namja babo itu membuatku lupa akan segala hal. Contohnya sekarang, aku melupakan kodratku sebagai manusia. Mandi dan makan. Ah aku sedang malas melakukannya. Nanti saja aku mandi saat akan pergi ke dorm setan itu.

 

KYUHYUN POV

 

Aissh sekarang sudah hampir jam satu siang tapi yeoja itu belum juga kemari. Dua  jam lagi aku harus segera pergi ke Bandara. Kalau dia istriku, aku akan membawanya kemanapun aku konser. Tapi aku harus berfikir ratusan kali untuk memilihnya jadi istriku. Akan seperti apa kehidupanku nanti?

“Kyuhyun~ah kau jangan mondar-mandir seperti itu. Kau membuat kepalaku pusing”, keluh Eunhyuk hyung.

“ya sudah jangan dilihat”

“tapi kau mondar-mandir di depan TV seperti itu. Bagaimana mungkin aku tidak melihatmu?”, katanya.

“kalau begitu jangan menonton TV”, jawabku.

“tapi sekarang ada acara kesukaanku”, katanya lagi.

“jangan ditonton acaranya”

“ya! Magnae setan! Minggir dari depan TV!”, bentaknya.

“aku sudah nyaman dengan posisiku hyung. Hyung saja yang pergi”, ucapku. Sedetik kemudian Eunhyuk hyung langsung melingkarkan tangannya dileherku dan menarikku sampai aku terjatuh. Dia mencekik leherku. Tubuhku tertindih tubuhnya. Kugigit tangannya dan berbalik mencekik lehernya. Karena tubuhnya yang elastis seperti tanpa tulang, dia berhasil lolos dari cekikanku dan berusaha untuk mencekik leherku lagi. LEE HYUKJAE! KAU INGIN AKU MATI HAH?!

“ya! Ya! Apa yang kalian lakukan?! Berhenti!”, ucap seseorang. Kim Eunri? Dia kenapa bisa masuk tiba-tiba di dorm?

 

EUNRI POV

 

Sesampainya didepan dorm aku lihat pintunya tidak tertutup, tertahan sesuatu. Aku langsung saja masuk ke dalamnya. Dan omona! Semoga saja aku salah lihat. Tapi aku tidak salah lihat! Kyuhyun dan Eunhyuk oppa, mereka apa-apaan saling manjambak seperti itu?!

“ya! Ya! Apa yang kalian lakukan?! Berhenti!”, teriakku. Mereka langsung menghentikan aktivitasnya dan menatapku.

“kenapa kau bisa masuk?”, tanya Kyuhyun.

“pintunya terbuka. Apa-apaan kalian seperti yeoja saja saling manjambak rambut”

“peliharaanmu yang mulai”, ucap Eunhyuk oppa. Peliharaan? Kyuhyun langsung memukul kepala Eunhyuk oppa.

“apa kalian semua sudah siap?”, tanya Teuki oppa yang baru keluar dari kamarnya. “Eunri~ah kau ada disini”, sapa Teuki oppa. aku tersenyum. Sepertinya mereka akan segera pergi ke Bandara.

“kita harus segera ke Bandara. Kau mau mengantar Kyuhyun?”, tanya Donghae oppa padaku. Mengantarkannya? Jadi ini kenapa dia menyuruhku ke dormnya.

“tadinya tidak. Tapi baiklah. Aku mengikuti kalian saja dengan mobilku”, jawabku.

“baiklah ayo”

 

***

 

Sesampainya di Bandara aku hanya melihat mereka dari dalam mobil. Ponselku berbunyi. Pesan dari namja 13.

 

From: namja 13

‘aku akan seminggu di Jepang. Jangan melirik namja lain! Oh ya, setelah aku pulang dari Jepang, noonaku pulang dari luar negeri. Kau harus bertemu dengannya nanti, sekaligus merayakan ulang tahunnya. Rindukan aku!’

 

Aku hanya tersenyum membaca pesannya. Bertemu dengan noonanya? Baiklah. Setelah aku mendapat kabar kalau mereka telah masuk pesawat, aku kembali ke rumahku.

 

AUTHOR POV

 

Sekarang Kyuhyun pulang dari Jepang setelah satu minggu ada disana. Beberapa hari setelah Kyuhyun sampai di Jepang, dia selalu memberi kabar pada Eunri. Tapi tiga hari terakhir Kyuhyun di Jepang, dia tidak pernah menghubungi Eunri, bahkan yang memberitahu Eunri kalau mereka sudah sampai di Bandara Incheon adalah Donghae.

“yoboseo. Oppa, kau sudah di Bandara?”

“…………..”

“ne, oppa aku akan menjemput kalian ke Bandara”

“…………..”

“gomawo oppa”

Setelah Eunri menelpon Donghae, dia langsung menjalankan mobilnya menuju Bandara Incheon. Setelah hampir lima belas menit menunggu, member Super Junior pun keluar dari Bandara. Eunri langsung keluar mobil dan menghampiri mereka.

 

KYUHYUN POV

 

“oppa akhirnya kalian pulang juga dari Jepang!”, teriak yeoja gila itu heboh. Padahal jarakku dengannya cukup jauh tapi suaranya terdengar sampai ke telingaku. Kulihat dia berjalan mendekat ke arahku. Ada perasaan tenang melihatnya ada di depan mataku.

“Kyuhyun babo! Akhirnya kau pulang! Kenapa nomormu sulit kuhubungi hah?”, ucapnya sambil melingkarkan tanganku di lengannya. Semua hyungku memandangku. Kenapa? Kalian iri melihatku dijemput oleh seseorang yang special di Bandara? Kasihan mereka tidak laku. Aku diam menatapnya agak lama, memuaskan mataku untuk memandangnya.

“kenapa kau diam?”, tanyanya. Dia menatapku. Langsung aku memeluknya erat.

“lepaskan aku Cho Kyuhyun. Ini tempat umum babo!”, geramnya.

“tidak mau”

“aku sesak bodoh!”

“ternyata kau masih gila. Syukurlah”, ucapku sambil melepaskan pelukanku darinya.

“dan kau juga masih babo. Syukurlah”, jawabnya. Aku dan Eunri langsung tertawa.

“Kyuhyun~ah cepat masuk kedalam mobil. Fans bertambah banyak”, ucap Leeteuk hyung.

“aku ikut dengan Eunri saja hyung”, jawabku.

“ah ne, langsung ke dorm Eunri~ah”, ucap Leeteuk hyung, yeoja jelek ini mengangguk.

“sini aku yang menyetir”, ucapku.

“aku saja yang menyetir kau pasti lelah kan? aku sedang berbaik hati hari ini”, tawarnya.

“baiklah” Akhirnya dia mengantarku ke dorm. Aku mengajaknya ngobrol di sepanjang perjalanan.

“Eunri~ah nanti sore kau ada acara tidak?”, tanyaku.

“ada. Tidur”, jawabnya.

“ya! Aku serius”

“waeyo?”, tanyanya.

“noonaku pulang hari ini dari luar negeri. Kalau kau tidak ada acara, siang ini kau membantuku menyiapkan pesta selamat datang untuk noonaku di rumah”, jelasku.

“bukankah ada orang tuamu?”

“orang tuaku sedang pergi. Mereka ada keperluan mendadak kemarin jadi tidak bisa membantuku. Kau ke rumahku ya?”, pintaku sambil memamerkan senyumanku. Aku yakin dia langsung akan setuju.

“baiklah”, jawabnya. Sudah kuduga.

“nanti setelah dari dorm untuk menyimpan barang, kita langsung ke rumahku”

“kenapa nomormu sulit dihubungi?”, tanyanya.

“ponselku rusak”, jawabku.

“oh ya sudah”, balasnya.

“kau merindukanku?”

“lebih baik kau diam kalau mau aku tidak menabrak”

 

***

            Setelah beristirahat di dorm sebentar aku langsung mengajak Eunri ke rumahku. Dan kesalahan besar aku ke dorm dulu tadi. Hyungku ingin ikut semua ke rumahku. Untunglah orang tuaku sedang keluar negeri.

“rumahmu sepi Kyuhyun~ah”, ucap Yesung hyung.

“sepi bagaimana? Lihat sekarang ada sebelas orang di rumahku”

“tapi auranya berbeda. Kau memelihara teman-teman sejenismu?”, tanya Eunhyuk hyung. Aku menatapnya heran.

“maksudmu?”, tanyaku.

“kau memelihara setan?”. DUG! Aku menendang kakinya. Monyet ini memang mengesalkan.

“kau mencari gara-gara lagi denganku?!”, tanyanya emosi.

“kalian ini bisa tidak jangan bertengkar?”, lerai Siwon hyung.

“ya sudah ayo kita tata rumah ini untuk menyambut nonnanya Kyuhyun!”, teriak Eunri. Aku hanya senyam-senyum melihat tingkahnya. Apa dia jarang mengadakan pesta? Malang. Setelah hampir dua jam menghias rumah menjadi super aneh seperti ini, kami semua siap-siap menyambut kakakku.

“bagaimana? Bagus kan hasil karyaku?”, tanya Eunri.

“bagus? Yang mana yang bagus? Tulisan selamat datang yang kau buat lebih mirip tulisan anak bebek”, ucapku. Dia mengambil bantal kursi dan memukuliku. Dan hey! Hey! Kenapa semua hyungku juga jadi ikut-ikutan memukuliku dengan bantal?!

“ya! Appo! Kenapa kalian semua memukuliku?!”

“sudah takdirmu”, jawab Shindong hyung. Aissh seperti tenaga mereka yang kecil saja memukuliku seperti ini. Eunri hanya duduk manis dikursi sambil tertawa renyah melihatku dianiaya seperti ini. Sepertinya kesalahan besar memilihnya menjadi calon istriku nanti. Aku sekarang sampai terkapar di lantai karena perlakuan hyung-hyungku yang dengan seenaknya menyiksa magnae tampan sepertiku ini. Dan Eunri datang lagi dengan bantalnya.

“ya! Hentikan! Badanku sakit!”, tapi rasanya percuma aku teriak-teriak seperti ini. Mereka terus tertawa diatas penderitaanku. Aku balas kalian semua nanti!

“ah aku cape. Aku mau minum”, ucap Eunri.

“aku juga Eunri~ah”, ucap Sungmin hyung.

“ah aku juga”, ucap Siwon hyung.

“aku juga mau”, ucap Eunhyuk hyung.

“aku ambilkan untuk kalian semua”, ucap Eunri pada akhirnya.

“hyung sampai kapan kau mau duduk di badanku? Berat”, keluhku. Bayangkan, seorang Heechul walaupun badannya kuakui lebih kecil daripada aku tapi dia menduduki punggungku. Kejam.

“minuman datang!”, teriak Eunri. Semuanya minum kecuali aku. Tiba-tiba pintu rumah terbuka.

“ada apa ini? Kenapa berantakan sekali?”, ternyata noonaku sudah pulang, sambutan selamat datang ini gagal sepertinya. Semua hyungku langsung berdiri berbaris menjadi satu deretan rapi. Tiba-tiba.. PRANGG! Gelas Eunri terjatuh dan hancur berkeping-keping di lantai. Kenapa dia melihat noonaku seperti itu? Noonaku juga memandang Eunri sedikit berbeda. Seperti pandangan… marah?

“kau kenapa Eunri~ah?”, tanyaku mendekat ke arahnya. Semua hyungku juga sepertinya memperlihatkan ekspresi ‘Eunri kenapa?’ kepadaku.

“aku mau pulang”, katanya dengan ekspresi muka yang dingin.

“kau kenapa? Kau sakit?”, tanyaku. Tapi dia malah sibuk mencari sesuatu yang sepertinya hilang.

“mana kunci mobilku?”, tanyanya.

“kau ini kenapa?”, tanyaku lagi.

“mana kunci mobilku?!”, bentaknya. Akhirnya aku memberikan kunci mobilnya yang kusimpan disaku celanaku. Dia langsung berlari keluar menuju mobilnya terburu-buru sampai menyenggol pundak Ahra noona tanpa meminta maaf. Kenapa dia jadi tidak sopan seperti itu?

“Eunri~ah!”, panggilku sambil berlari mengejarnya keluar rumah. Tapi tiba-tiba Ahra noona mencegat tanganku.

“jangan kejar dia”, ucap Ahra noona dengan suara bergetar seperti sedang menahan amarahnya.

“kenapa noona? Dia pacarku. Aku harus mengejarnya”, ucapku. Dan PLAKK! Ahra noona tiba-tiba menampar pipiku keras.

“kau harus putus darinya! Jangan pernah lagi berhubungan dengannya!”

 

***

TBC

 

Komennya… Komennya… :D

10 thoughts on “13 My Lucky Number part 10

  1. wewwww,,, apakah yang terjadi,,??? mang nya da pa ci antara eunri and noonanya Kyu,,, penasaran,, di tunggu kelanjutannya chingu,,, jgn lma2,,,^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s