Mr. Perfect part 2

Title : Mr. Perfect (Part 2)

Author : Kyusung

Rating : PG +15

Genre : Romance

Main Cast :

–       Cho Kyuhyun

–       Park Saena

==========================================================

Gelap tak selalu membuat mataku terpejam

Dingin juga tak mampu membuatku menggigil

Indraku tersita olehmu,,,

Sampai ku terlelap bersama bayang indahmu

 

Author POV

 

KRIIIINGGG…. KRIIIINGG… KRIIINGG!!!

Dering jam weker menggema di kamar Park Saena. Dia bergerak dengan malas untuk menghentikan bunyi yang mengganggu itu. Hari ini hari sabtu, banyak pekerjaan rumah tangga yang perlu dikerjakanya, maklumlah ia tidak tinggal dengan keluarganya, ia hanya tinggal seorang diri di apartementnya.

Entah kenapa banyak hal yang membuatnya merasa senang hari ini. Sinar matahari yang hangat, bias sinarnya yang menembus jendela dan menyinari seisi kamar, udara pagi yang sejuk, sangat membuatnya bahagia. Saena segera bangkit dan beranjak kekamar mandi membersihkan diri.

Setelah mandi, ia segera membereskan pekerjaannya. Ia pun dapat menyelesaikanya lebih cepat dari yang ia kira. Hmm,,, masih banyak waktu yang tersisa baginya untuk memanjakan diri, menata rambut dan kukunya.

Hari ini dia begitu gelisah juga senang semuanya karena pria tinggi, bermata coklat dan rambut coklat keritingnya yang mengilat itu. Saena ingin tampil terbaik ketika berkencan dengan Kyuhyun. ‘Hah, kencan?? ini hanya makan malam biasa Saena’ pikirnya. Ia pun mulai merias dirinya sendiri, denagn make-up tipis dan tatanan rambut yang digelung keatas menyisakan beberapa helai rambut terjuntai lepas di samping pipinya.

Saena sudah siap ketika terdengar bunyi bel tepat pada pukul 7, dengan cepat ia membuka pintunya.

“Hallo. Silahkan masuk, apa kau ingin minum dulu sebelum kita pergi?”. Suara saena terdengar tanang dan sopan. Padahal sebenarnya ia sangat gugup berhadapan dengan Kyuhyun yang saat ini terlihat- emm.. sangat tampan.

“Terima kasih tapi kita tidak punya banyak waktu, karena sepertinya jalanan akan macet dan kita akan terlamabat nantinya. Kajja!” ajak Kyu sambil mengulurkan tangannya ke arah saena.

Saena hanya tersenyum, lalu berbalik untuk mengambil tas dan blazernya. Kyuhyun yang masih diam didepan pintu, hanya bisa melihat saena yang malam ini tampak begitu cantik dengan dress maroon selututnya.

“Kau terlihat manis, Saena-ya” kata Kyuhyun saat Saena sudah berada di depannya. “Gomawo” bisik saena sambil tertunduk.

Mereka berjalan menuju parkiran. Saena melihat mobil Mecedes-Benz Kyuhyun yang gagah dan konservatif, bukanlah milik seorang yang akan tertarik pada dunia gemerlap. Penampilan Kyu juga sangat konservatif mencerminkan eksekutif muda yang sukses. Meskipun begitu Saena masih tetap menjaga jarak terhadapnya, ia masih berfikiran Kyuhyun adalah seorang playboy.

 

Kyuhyun POV

 

Kulihat saena memperhatikanku dan mobilku bergantian dari tadi. mungkin ia berfikir kalau akun ini benar-benar seorang pria baik-baik yang sangat tampan dan sukses. Padahal sebenarnya aku ini berniat jahat padanya untuk membongkar rahasia appanya.

“Kau bekerja dibagian apa?” tanyaku membuka pembicaraan ketika sampai direstoran.

“Sekretaris”

“Diperusahaan besar?”

“Tidak. Aku bekerja diperusahaan  kecil appaku, tetapi berkembang berkembang dengan cepat dan kami memiliki banyak prospek yang luar biasa”.

“Kau menikmati pekerjaanmu? menjadi sekretaris tampaknya kurang menarik bagi banyak orang, kenapa kau tidak menjadi eksekutif muda saja atau jadi direktur diperusahaan appamu?” tanyaku panjang lebar.

“Walaupun itu perusahaan appaku, aku tetap ingin mencoba dari bawah dan naik dengan usahaku sendiri, Kyuhyun-sshi”. Jawaban Saena membuatku terkesima, ‘hmm.. gadis ini berbeda dari yang lainnya’ batinku.

“Kau sendiri bekerja di perusahaan apa? kau akan tinggal di Busan berapa lama?” tanyanya kemudian.

“Mungkin aku akan akan berada disini selama beberapa bulan. Aku sedang memeriksa sejumlah properti untuk investasi”.

“Real estate?” tanyanya. “Kau seorang spekulator huh?”

“Tidak sekeren itu. Pada dasarnya apa yang aku lakukan hanya studi kelayakan” jawabku merendah

“Bagaimana ceritanya kau bisa dikrim kesini? dan kau sebenarnya berasal dari mana?”

“Aku dari Seoul dan aku dikirim kesini karena peluang bisnis disini sepertinya lebih banyak dan lebih besar untuk berhasil” jawabku berbohong. Mianhae saena-ya,, mana mungkin aku menceritakan kalau aku dikirim kesini untuk memata-matai perusahaan appamu dan berusaha mengorek informasi darimu.

 

Park Saena POV

 

Aku memalingkan wajah, sedikit terganggu melihat ekspresi dingin dan sulit dipahami dari mata Kyuhyun. Aku tidak tau apa yang dipikirkannya sekarang. Sejenak wajah itu kehilangan ekspresi dan kemudian berubah menjadi tegas. ‘Hah aneh sekali orang itu, aku kan hanya menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sopan’ pikirku.

“Tadi malam,” kata Kyuhyun tiba-tiba. “Kedengkian yang disengaja bukan? Wae?”

Uhuukk… aku tersedak. Lalu berusaha tenang kembali, “Ya, itu disengaja. Tapi usahanya sia-sia belaka” jawabku dengan tenang.

“Aku tidak setuju, kau merasa kesal meski kau bisa mengatasinya dengan baik. Mengapa dia melakukannya?” tanyanya lagi. Huh, sepertinya dia sangat penasaran sekali.

Aku menatap Kyuhyun, tatapan kosong itu masih ada dimatanya seolah ada tembok yang dibangun dalam pikirannya.

‘Aaaarrrggghh… bagaimana ini? aku harus menjawab apa padanya?’ aku berpikir keras, karena aku tidak ingin menceritakan padanya sekarang. Kulihat dia mengerutkan dahinya sambil mengamatiku seolah-olah sedang membaca pikiranku. Huaa… ottokhe??

 

Author POV

 

Saena tetap tidak bersuara, dia masih tetap menunduk dan menikmati makanannya. Sebagian wanita pasti akan tertarik pada Kyuhyun pada pandangan pertama, tetapi saena secara terang-terangan berusaha menjaga jarak darinya. Tiba-tiba Kyuhyun menyadari mungkin penampilan dan perilakunya telah membuat Saena begitu waspada atau mungkin juga perkataanku yang terlalu ‘gombal’? mungkin Saena pernah melihat penampilan playboy seperti itu dan merasa terancam olehnya, mungkin saena bertekad tidak akan menjadi salah satu dari deretan wanita-wanitanya, Sialan!

“Bicaralah padaku,” kata Kyuhyun lembut. “jangan perlakukan aku seperti yang lain.”

Saena sangat terkejut dan menatap Kyuhyun, matanya melebar. Apa maksudnya? Bagaimana orang lain memperlakukan pria itu? “Aku tidak mangerti” bisik saena akhirnya.

“Sudah jelas kan, wajahku ini alasannya. Kebanyakkan wanita memandang pria tampan adalah playboy dan tidak bisa dipercaya. Karena menurut mereka pria tampan dengan mudahnya mendapatkan wanita yang mereka inginkan. Padahal mereka memandangku dengan tatapan memuja & meneriakiku jika aku melintas dihadapannya, tapi dengan seenaknya mencapku playboy ketika aku dekat dengan beberapa wanita. Padahalkan tidak semua pria tampan seperti itu. Contohnya aku, buktinya sampai saat ini aku belum mempunyai pacar.” Jelas Kyuhyun panjang lebar.

Saena terperangah, tidak percaya mendengar apa yang baru saja dikatakan Kyuhyun yang bisa dibilang sangat tepat dengan apa yang dipikirkannya.

“Tetapi aku tidak- emm… itu dia, aku tidak mengejar dirimu” kata saena tergagap

“Tidak, denganmu justru kebalikanya. Kau melihatku sekali dan langsung mengambil kesimpulan bahwa aku tidak lebih dari seorang playboy”

Tepat! Memang itu yang dipikirkan Saena saat peertama kali bertemu dengan Kyuhyun, dan kini ia menjadi malu sendiri. Saena ngeri mendapati betapa dengan mudahnya ia memberi cap pada pria ini sebagai sosok yang tampan tetapi tidak berguna. Kyuhyun merasa kesal sepertinya & dia berhak merasa demikian karena dirinya.

“Mianhae,, jeongmal mianhaeyo.” kata saena dengan suara yang pelan dan tulus. “Memang benar aku mengira kau seorang playboy, tetapi aku juga merasa tidak sepadan denganmu.”

Kyuhyun mencondongkan tubuhnya mendekat, matanya menyipit. “Apa maksudmu? Apasih maksudmu dengan sepadan?”

Saena menunduk, tidak berani menatap mata yang mengilat dan tajam itu. “Saena” kyuhyun meminta jawaban. Saena pun mengangkat wajahnya, ekspresinya tenang seperti biasa.

“Kau jauh lebih berpengalaman dibanding aku, tentu saja & jauh lebih tampan. Aku yakin wanita-wanita mengejarmu tanpa ampun, hajiman.. disisi lain kau mungkin bisa mendapatkan wanita mana saja yang kau mau. Aku benar-benar tidak ingin menjadi sasaranmu berikutnya.” Saena menghembuskan nafas berat dan kemudian kembali menunduk, tidak berani menatap mata Kyuhyun.

Ekspresi wajah Kyuhyun dingin, ia tidak menyukai jawaban Saena tadi. “Lalu kenapa kau mau pergi denganku? Aku sadar aku cukup mendesakmu, tetapi kau sendiri yang membiarkan dirimu dirayu.”

Saena menatap Kyuhyun, “Aku merasa kesepian” jawabnya lalu memalingkan wajah kembali.

 

Kyuhyun POV

 

Pada saat itu pelayan datang, gangguan itu memberi kyuhyun waktu untuk mengendalikan amarahnya. ‘Jadi saena menerima ajakanku hanya karena merasa kesepian?’ dengusku dalam hati.

Ketika pelayan telah meninggalkan mereka, aku mendekat dan meraih tangannya. “Kau bukan sasaran” kataku singkat. “Kau seseorang yang kutemui dan kusukai. Seseorang yang memandangku tanpa spekulasi apa-apa tentang kekayaanku dan ketampananku. Kau pikir aku tidak merasa kesepian juga huh? Aku ingin bisa berbicara denganmu. Bisakah kita menjadi teman?” tanyaku lembut.

Saena tersenyum kecil, kemudian mengangguk. Saena menginginkan teman, bukan kekasih. Kyuhyun tidak setuju dengan pendapat itu, tetapi untuk sementara dia harus mengikutinya kalau tidak ingin membuatnya takut.

Aku tersenyum bangga melihatnya menerimaku menjadi temannya. “Kau bisa membantuku mencari apartement besok?” tanyaku menarik saena keluar dari lamunannya. “Seminggu di hotel sudah diluar batas toleransiku.” lanjutku

“Aku akan senang menemanimu. Kau sudah punya gambaran apartement apa yang kau inginkan?” tanyanya

“Saena-ya,, kau kan tau kalau aku orang baru disini. Aku tidak tau apa-apa disini, semuanya kuserahkan padamu.”

“Belilah koran besok pagi & lingkari apartement yang kau suka. Kita akan kesana untuk melihat-lihat.”

“Baiklah. Besok aku jemput kau jam 10 ya?”

“Oke.” katanya menyetujuiku

Aku mengantarnya pulang, dan dia berterima kasih padaku karena sangat menikmati malam ini. Saena, mungkin saat ini jauh lebih baik kita berteman. Tapi, saat tugasku sudah selesai aku tidak akan melepaskanmu.

Aku tersenyum kecut menyadari bahwa tugasku kali ini sangat berat, aku mnyukainya tetapi aku memanfaatkannya. Aku takkan gagal! Aku akan menyelesaikan tugasku secepatnya dan kau pasti akan menjadi miliku. *evil smirk

 

======================== TO BE CONTINUE ==================

 

A.N : makasi buat para reader yang udah baca ff abalku ini. Semoga ga ngebosenin ya?! Jangan lupa komentnya aku tunggu.. ^^

Oia kayaknya dipart selajutnya aku bakal munculin Nickhun. hehehe.. Maaf ya buat yang udah nungguin Nickhun dari kemaren2 aku baru munculin dia di part 3. ;)

14 thoughts on “Mr. Perfect part 2

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s