Mr. Perfect part 1

 

 

Title : Mr.Perfect (Part 1)

Author : Kyusung

Rating : PG +15

Genre : Romance

Main Cast :

–       Cho Kyuhyun

–       Park Saena

Support Cast :

–       Kim Junsu

–       Tiffany

–       Jessica

 

Warning : FF ini ceritanya rada serius, dan sepertinya byk typo. Hehehe…

 

Ps : Annyeong ^^ ketemu lagi ma aku,, ni ff lanjutanya yg prolog. Jgn lupa koment ya readers, klo byk yg respon ni bakal aku lanjutin tp klo dikit ya aku ga janji bakal dilanjutin apa nggak. Hehehe… Hope u like it. ^__^

 

Ia datang dikehidupanku dengan tiba-tiba, lalu lenyap dengan tiba-tiba pula

Menggetarkan jiwaku, lalu membekukannya kembali

Kubuka hatiku padanya, namun.. ia membantingnya dengan keras

hingga hancur menjadi abu

Akankah aku akan membukakan hatiku lagi padanya??

 

Author POV

 

Saena melewati pintu teras dan berjalan menuju dinding batu sepinggang yang memisahkan teras dan taman bunga. Saena menatap kosong pada taman bunga itu, pikirannya sangat kacau malam ini. Teganya Jesicca mengundang Junsu & Tiffany dalam pestanya. Jessica pasti melakukannya dengan sengaja, wajahnya sangat puas ketika melihat Saena tidak bisa menyembunyikan rasa kaget melihat mantan pacarnya tiba dipesta rancangannya bersama sang istri yang cantik dan sedang mengandung.

Air mata memenuhi pelupuk mata Saena, dan dia pun berkedip untuk mengendalikannya, bagaimana tidak sedih jika melihat mantan pacarnya bahagia bersama istrinya yang notabene adalah temanya saat kuliah dulu. Kejadian ini tidak pantas ditangisi dan telah memberinya pelajaran : jangan pernah percaya pada teman wanita pacarmu karena ia bisa menusukmu dari belakang.

 

Park Saena POV

 

“Apakah kau juga tidak tahan bau alkohol dan bising didalam?”. Aku tersentak dari lamunanku & langsung membalikan tubuhku dengan cepat.

“Maaf,, aku tidak bermaksud mengejutkanmu,” kata pria pemilik suara tadi sambil bergeser dan berdiri disisiku.

Pria itu tinggi, langsing, bahunya bidang tertutup jas resminya yang bewarna putih dan dia begitu dekat denganku. Aku samar-samar dapat mencium aroma colognenya yang segar.

“Aku melihatmu keluar sini dan kupikir aku akan menikmati sedikit udara segar juga. Ah ya.. kita belum berkenalan kan? Choneun Choi Kyuhyun imnida,” lanjut pria itu. *disini kyu lagi nyamar jd pake marga Choi. hehehe.. ^_^

“Park Saena imnida,” sahutku pelan.

Sebelumnya aku sudah melihatnya ketika pria ini tiba dipesta. Tidak mungkin aku tidak melihat kedatanganya. Kyuhyun seperti model, bergerak dengan keanggunan maskulin yang santai dan menarik setiap mata kaum wanita, baik yang muda maupun yang tua. Kyuhyun sangat maskulin, dan setiap kali dia menatap wanita, tatapannya penuh dengan penghargaan seorang pria yang membuat para wanita luluh.

‘Cih, aku takkan semudah itu luluh dihadapannya’, batinku saat melihat wanita diselilingnya sangat terkesima dengan Kyuhyun. Orang-orang mulai memperhatikan kami.

“Kupikir kau terlihat kesal ketika keluar dari sini?” kata kyuhyun sambil bersandar pada dinding. “Ada masalah?” tanyanya lagi.

“Tidak kok. Aku hanya tidak yakin harus bagaimana dalam menghadapi situasi yang canggung” jawabku sekenanya.

“Kalau begitu, ada yang bisa aku bantu?” tawarnya

“Terima kasih, tetapi bukan masalah besar”. Aku terdiam sejenak, sedikit terpikat dengan ketenangan dan kesopanan yang terkontrol dari tawaran Kyuhyun tadi.

Sementara itu, pintu teras terbuka Jessica berjalan terburu-buru kearahku sambil berpura-pura simpati padaku. “Saena-ya,, aku sangat menyesal. Aku benar-benar tidak tau Junsu & Tiffany akan datang. Taeyon yang mengundang mereka dan aku juga sangat terkejut sama sepertimu. Malangnya kau, apakah kau sedih? Lagipula kita semua tau betapa hancurnya kau-”

“Sungguh jes, aku tidak apa-apa, aku tidak sedih sama sekali” potongku sebelum jessica berkata lebih banyak lagi. Errr… rasanya aku ingin mencakar wajahnya saat ini juga. =,=

Jessica pun bingung dengan ketenangan yang ditunjukkan Saena. “Well, kalau kau baik-baik saja. aku membayangkan kau akan menangis terisak-isak disini sendirian”. Kicau jessica

“Tapi dia tidak sendirian,” kata Kyuhyun lembut. Akupun terkejut ketika tiba-tiba lengan Kyuhyun melingkar dibahuku. Aku menjauh, tetapi jari-jarinya menggenggam bahuku lebih erat.

 

Kyuhyun POV

 

“dan dia juga tidak menangis, meski aku akan dengan senang hati menawarkan bahuku bila ia merasa ingin menangis”. Lanjutku sambil mempererat rangkulanku padanya. Kulihat wajahnya yang terkejut dengan tindakanku ini, dia hanya menunduk dan diam. Kemudian..

“Kurasa aku ingin berdansa,” saena menatapku

“Kalau begitu mari kita berdansa, Saena-ya. Permisi Jessica-ssi”. Kataku dengan sopan pada Jessica, sambil menggandeng Saena berjalan melewati tuan rumah mereka yang kecewa. Saena yang tadi hanya menatapku, kini memberikan senyuman yang manis. Degh..!! ‘ada apa dengan ku? Kenapa gadis ini bisa merubah wajahnya secepat itu? tadi dia hanya menatapku kosong & acuh, tapi tadi dia tersenyum dan menurutku senyumannya emm.. sangat manis’ batinku.

 

Author POV

 

Kyuhyun dan Saena masuk kembali kedalam pesta. Didalam terasa sangat ramai & bising. Bau alkohol dan asap rokok (?) membuat Saena merasa seperti tercekik. Merekapun bergabung dengan sekelompok orang yang mencoba berdansa di tengah-tengah ruangan.

Saena hendak mengusulkan agar mereka melupakan dansa, tetapi Kyuhyun menggenggam tangannya dengan satu tangan dan menariknya dengan tangan lain, saena akhirnya memutuskan untuk berdansa sejenak.

Kyuhyuun tidak mendekapnya erat-erat meskipun keadaan ramai. ‘mungkin aku telah salah menilai Kyuhyun’ pikir Saena. Hanya karena wajahnya sesempurna wajah patung-patung yunani yang terukir dengan rapih. Saena pun menganggap Kyuhyun tidak lebih dari sekedar playboy dangkal yang sedang merayunya. tetapi.. seorang playboy tidak akan memiliki kontrol diri yang begitu tinggi bukan?

“Sudah berapa lama kau tinggal di Busan?” tanya Saena sambil mendekat agar suaranya terdengar oleh Kyuhyun.

Senyum nakal tersungging dari bibir Kyu yang indah. “Bagaimana kau tau aku bukan orang sini?”

Saena pun tertawa kecil, “Hanya menebak, dan sepertinya logatmu berbicara sedikit berbeda dengan orang-orang busan”.

“Sebenarnya aku punya logat campuran. kalau aku pulang ke rumah untuk liburan atau tahun baru, keluargaku selalu mengeluh bahwa aku bicara terlalu cepat”. Jawab kyu terekekeh

Alunan lagu telah berhenti, dan saat itu juga seseorang memanggil Kyuhyun. “Terima kasih atas dansanya Kyuhyun-ssi”  kata saena lalu berjalan menjauh dan pamitan dengannya.

 

Park Saena POV

 

“Hallo,” sapaku ceria ke arah Tiffany dan Junsu. “Kurasa jessica mengundang kita bertiga untuk memberikan hiburan malam ini, tetapi aku tidak bersedia mengikuti permainannya. Bagaimana kalau kita kacaukan rencananya?”

Tiffany yang cepat tanggap, diapun tersenyum “Aku ingin mengacaukan wajahnya, tetapi demi kebaikkan bersama lebih baik kita gunakan cara yang beradap”. Kamipun tertawa dan larut membicarakan hal lainnya yang lebih menyenangkan.

Tiba-tiba tangan yang hangat menyentuh punggungku, aku melirik dan terkejut karena Kyuhyun telah ada disampingku. “Maaf,, tadi aku lama” Kyu meminta maaf dengan lembut. “Kau siap pergi Saena-ya?” ajak Kyu

“Ya tentu saja. Oia Kyuhyun-ssi, aku ingin kau berkenalan dengan Junsu dan Tiffany”. Kyu pun mempekenalkan dirinya pada mereka. Aku nyaris tertawa melihat Tiffany yang terbelalak terpesona oleh Kyuhyun. Dia mungkin bahagia dlm pernikahannya, tetapi itu tdk membuatnya kebal terhadap pesona Kyuhyun. Aku hanya tersenyum kecut melihat hal itu.

Kyuhyun melirik arloji & berbisik, “Kita benar-benar harus pergi Saena-ya”. Benar, aku memang ingin pergi secepatnya dari sini. Aissh.. kenapa aku jadi lupa begini.

“Kajja!!” ajakku, kemudian kyu merangkulku dan berjalan ke arah pintu keluar.

 

Author POV

 

Lampu jalanan menerangi rerumputan dan deretan mobil-mobil yang terpakir. Pikiran Saena sedang bingung, mengapa Kyuhyun menyelamatkanya? Dia pasti sengaja melakukannya, tetapi saena tidak bisa memikirkan alasan mengapa kyuhyun harus berusaha seperti itu. Molla…

“Apakah wanita jalang (jessica) itu sengaja menjebakmu?” tanya kyu

Saena melirik kyu sekilas, “ Tadi memang canggung, tapi tidak tragis”

Ketika keheningan terjadi diantara mereka, Saena pun berhenti dan mengulurkan tanganya. “Terima kasih atas bantuanmu Kyuhyun-ssi. Nice to meet you” saena tersenyum

Kyuhyun menyambut tangan saena sambil memamerkan senyumanya. “Maukah kau makan malam bersamaku besok?” tanya kyu, lalu menambahkan “Please” seolah dia merasakan penolakan yang akan dikatakan oleh saena.

“Terima kasih, tetapi tidak” jawan saena akhirnya.

Kyu tersenyum kecut, “Apakah kau masih memendam perasaan pada mantan pacarmu itu?”

“Itu bukan urusanmu Kyuhyun-ssi”

“Kau tidak bilang sperti itu beberapa saat yang lalu, Aku mengira kau tadi begitu lega dengan campur tanganku pada sesuatu yang sekarang bukan urusanku.” kata kyu santai.

Saena menengadahkan wajahnya menatap kyu, “ Waktunya membalas budi ya? Baiklah, kuberi tau aku tidak punya perasaan apa-apa terhadap Junsu”

“Bagus, aku tidak suka saingan”

Saena menatap mata kyuhyun tidak percaya, lalu tertawa. Ia tidak akan tertipu oleh rayuan pria-pria tampan disekelilingnya, yang menurutnya mereka itu semua playboy!

“Selamat tinggal, Kyuhyun-ssi” kata saena dengan nada menolak sambil berjalan menuju mobilnya. Sebelum pintu tertutup Kyuhyun mencegahnya dengan meletakkan tanganya diatap mobil & membungkuk, “Aku akan menelponmu besok, Park Saena” kata kyu dengan sedikit penekanan pada saat menyebutkan nama Saena.

“Kyuhyun-ssi, aku mencoba untuk tidak bersikap kasar tetapi aku tidak tertarik.”

“Aku mau mendaftar,” jawab kyuhyun, rasa senang tersungging dibibirnya

“Aku sudah berusaha dan aku pria baik-baik. Aku tidak sedang dicari-cari agen hukum manapun, belum pernah menikah, dan baik pada anak kecil (?). Apakah kau perlu referensi?”

“Apakah silsilah keluargamu mengesankan?”  Saena tertawa lepas mendengar penyataan kyu tadi.

Kyuhyun tersenyum, “Tak bercela, bagaimana kalau kita diskusikan sambil makan malam besok?”

Saena menyadari pria ini begitu gigh untuk mendapatkan keinginanya. semakin ia menolak maka pria ini semakin memaksanya.

“Baiklah” jawab saena akhirnya.

Kyu tertawa, bukan kyu namanya kalau tidak bisa merayu wanita untuk menuruti keinginannya. Ia tersenyum evil, “Betapa senangnya. Gomawo,, aku berjanji akan menunjukkan sikap terbaikku. Dimana aku bisa menjemputmu, jam berapa? Bagaimana kalau jam 7?”

“Oke” jawab saena. Saena memberi Kyuhyun alamat apartemennya & langsung mengemudikan mobilnya meninggalkan kyu.

@ Hotel Kyuhyun

Kyuhyun duduk dikamarnya, dahinya berkerut sambil membaca laporan yang tebal dari salah satu surat yang diterimanya. Yesung mendapatkan informasi bahwa ada perusahaan lain yg juga mengincar Jungsoo Corp. Kyuhyun tidak menyukainya, ia tidak ingin gagal.

Kyuhyun membolak-balikan laporan tadi, tapi pikirannya melayang-layang. ‘Wanita ini, Park Saena.. bukan seperti dugaanya’. Ia mengira bisa memesona Saena dengan mudah, tapi ternyata tidak. Saena tidak menanggapi kyu ataupun mencoba merayunya, sama sekali tidak ada tanda-tanda tertarik padanya. Inilah pertama kalinya seorang wanita memandang kyu dengan begitu dingin.

Tidak ada alasan buat kyuhyun memikirkan wanita itu, tetapi ia tidak bisa menghilangkan Saena dari pikirannya. Perhatianya tidak boleh teralih. Dia harus berkonsentrasi pada tugasnya, mendapatkan informasi dengan cepat & segera menyelesaikannya.

 

===================== TO BE CONTINUE ======================

 

A.N : huaa… ceritanya kepanjangan ya? ngebosenin ya? mianhe klo ngebosenin and ceritanya terlalu serius. Jgn lupa ksh kritik dan saran’a ya. itung2 untuk memperbaiki ff ni jg. Gomawo.. ^_^

9 thoughts on “Mr. Perfect part 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s