Dandelion #6 (Why, Baby? Sequel Edition)

sebelumnya…

#1 #2 #3 #4 #5

 

 

Dandelion #6 (Why, Baby? Sequel Edition)

…kutukan 5 tahun…

 

Kau pernah merasakan hatimu berdebar, kencang sekali? Bagaikan ada seseorang yang menabuh drum di dalam hatimu, menggelitik hatimu, meniupkan aromaterapi yang sangat-sangat kau sukai. Kau pernah merasakannya?

Aku tidak menjadi orang lain. Aku tetap Hwang Sojung. Tetapi, dengan status yang berbeda. Jika beberapa tahun yang lalu aku resmi menjadi kekasih Jung Yunho, beberapa detik yang lalu aku resmi menjadi kekasih Shim Changmin.

Aku bermimpi? Tidak. Aku mabuk? Tidak. Aku sadar, sangat-sangat sadar ketika menganggukkan kepalaku, menerima Changmin menjadi kekasihku. Kekasih yang kedua, lebih tepatnya. Karena aku belum berpisah dengan Yunho.

Hari-hari kulalui bersama Changmin, ketika Yunho benar-benar tidak bisa diganggu karena pekerjaannya. Membuat aku menyadari bahwa ada satu ruang dalam hatiku, yang dengan mudahnya Changmin memasuki ruang tersebut. Aku mencintainya dan membiarkannya berada di sana, tetapi tidak bisa melepaskan Yunho. Karena dia berada di ruang yang lain, yang  berbeda.

Kami mulai berkencan secara sembunyi-sembunyi. Bohong pada Yunho, bersandiwara ketika kami bertiga sedang berkumpul. Jika suatu hari Changmin melihat kami berciuman, dia pun memintaku menciumnya ketika kami hanya berdua saja di apartemenku. Jika Changmin melihatku menyuapi Yunho, dia pun memintaku menyuapinya ketika kami hanya berdua saja di apartemenku. Begitu setiap hari. Dan aku mulai terbiasa.

Kurasa, saat ini. Aku tahu bagaimana rasanya berselingkuh, seperti yang omma lakukan beberapa tahun yang lalu. Yang membuat keluarga kami berantakan sesudahnya. Dulu, aku sangat membencinya karena dia berselingkuh, mengkhianati appa. Tetapi sekarang aku memahaminya. Omma pasti mencari sesuatu yang lain yang tidak dimiliki appa.

Aku pun mencari sesuatu yang tidak dimiliki Yunho, pada diri Changmin.

 

***

“Noona, sudah berapa lama kalian bersama?”

Kusandarkan kepalaku di pelukan Changmin. Lelah sekali hari ini. Kami baru saja pulang dari berkencan di taman hiburan. “Lima tahun!” jawabku sambil tersenyum. Kami menyembunyikannnya, mengatakan bahwa kami baru saja menjadi sepasang kekasih. Sebenarnya ini memang tahun kelima, beberapa bulan lagi.

“Ey… Jangan berbohong! Bukankah sekitar satu setengah tahun yang lalu?”

“Wae?” aku balik bertanya.

Changmin mengeratkan pelukannya. “Aku iri sekali. Mengapa kita tidak bertemu lebih dulu? Mengapa kau harus bertemu dengan Yunho hyung lebih dulu?”

Aku tersenyum tipis. Mengapa tidak bertemu lebih dulu dengan Changmin, aku tidak tahu. Jika dulu aku bertemu dengannya dan berkencan dengannya, apakah aku juga akan berkencan dengan Yunho? Apakah aku akan mempunyai dua orang namjachingu juga?

“Ah! Noona! Kau tahu kutukan 5 tahun?”

Aku mengerutkan kening. “Apa itu kutukan 5 tahun?”

“Aku mendengar dari seorang teman. Jika sedang menjalin hubungan, berteman, berkencan, atau menikah. 5 tahun pertama akan menjadi tahun terberat. Akan banyak masalah bertubi-tubi yang menguji hubungan kalian. Berlanjut, atau selesai.”

“Tsk~ Macam apa itu? Aku tidak percaya hal-hal seperti itu!”

“Ey, aku bicara yang sebenarnya!”

Aku mendongak, memandang Changmin yang masih memelukku erat. “Lalu, masalah apa yang akan menguji hubunganku dengan Yunho oppa?”

Changmin tersenyum. “Jika hyung melihatku menciummu seperti ini…” katanya, kemudian dia menciumku kilat. “Atau menciummu seperti ini…” dia melepaskan pelukannya, memiringkan tubuhku, dan menciumku lagi. Changmin menciumku lebih kasar daripada sebelumnya. Dielusnya tengkukku perlahan, menyuruhku membalas ciumannya.

Dia benar. Jika Yunho melihat kami seperti ini, akan jadi masalah besar. Tetapi aku menikmati detik demi detik bibirnya membasuh bibirku. Detik demi detik lidahnya menghangatkan lidahku. Aku menikmatinya, sangat menikmatinya.

Karena aku merasa tidak nyaman dengan posisiku seperti ini, aku memutar tubuhku duduk berhadapan dengannya di pangkuannya. Kuraba pundaknya perlahan. Aku benar-benar menikmati perankus ebagai yojachingu Shim Changmin sekarang.

***

Aku sungguh tidak mempercayai apa yang dikatakan Changmin tentang kutukan 5 tahun. Yang kutahu hubungan pertemananku dengan GO bertahun-tahun tidak pernah sekali pun mengalami masalah. Aku sungguh tidak mempercayainya. Apakah ada hal seperti itu? Tidak, kan? Changmin hanya bercanda. Dia memang suka bercanda, kau ingat itu?

Tetapi, bagaimanapun aku meyakinkan diriku bahwa kutukan 5 tahun itu tidak ada, kenyataan berbicara lain. Apa yang dikatakan Changmin seperti sebuah prediksi yang sangat tepat dan akurat. Atau Changmin itu seorang peramal, hingga bisa mengetahui masa depan yang akan terjadi?

Hari itu, ketika Yunho tiba-tiba membatalkan janjinya denganku, aku meminta Changmin menemuiku. Dia terlambat 30 menit, dan aku menghukumnya dengan menyuruhnya menciumku sebanyak 30 kali (Baca ini). Karena ciuman itu, Yunho tahu bahwa aku berkencan dengan Changmin juga. Seperti yang dikatakan Changmin, kan? Kutukan 5 tahun itu menguji kami hanya dengan CIUMAN.

Berat sekali, sangat. Aku hampir gila karena aku mencintai Yunho, dan dia mengetahui aku berkencan dengan Changmin. Bagaimanapun caraku untuk meminta maaf padanya, dia tidak mau memaafkanku (Baca ini #1,#2,#3). Seperti yang dikatakan Changmin, kan? BERLANJUT, ATAU SELESAI.

Tetapi aku tidak mau kehilangan dia, sungguh. Yunho adalah nafasku, meskipun aku juga tidak bisa kehilangan Changmin. Yunho adalah segalanya bagiku. Yunho adalah nyawaku. Dia membenciku, itu sama dengan membunuhku perlahan-lahan. Nyawa yang membenci raganya. Seperti sedang bercermin, tetapi membenci sosok yang berada dalam pantulan cermin tersebut.

Dan ketika aku benar-benar hampir gila, Yunho memaafkanku. Dia memberiku satu kesempatan lagi. Karena dia tidak bisa melepaskanku, meskipun aku menyakitinya. Aku menyakitinya karena berselingkuh dnegan Changmin, maknae grup yang diketuainya. Aku mengecewakannya, membuatnya marah. Tetapi dia memaafkanku, kau tahu itu?

Begitulah Jung Yunho. Dia namja yang berhati mulia. Akhirnya kami bertiga berbaikan, kembali berstatus noona-dongsaeng dengan Changmin, dan berstatus yojachingu Yunho, kekasih 5 tahun (Baca ini).

Kupikir setelah semua kembali seperti sediakala, hubungan kami bertiga –aku, Yunho, Changmin- mulai membaik, kutukan 5 tahun itu telah selesai. Kami berhasil melewatinya dengan akhir yang bahagia, BERLANJUT. Tetapi ternyata aku salah. Benar-benar salah mengartikan ‘masalah datang bertubi-tubi menguji hubungan kalian’ seperti yang dikatakan Changmin, hanya dengan satu masalah seperti ini saja. Kutukan 5 tahun itu, menguji kami lagi…

***

Deutji marasseoya hal yaegi, oneul harujjeumeun itgo nawado johasseul jeonhwa
Malmuni makhineun yaegi, eochapi nae maeumeun sanggwan eomneun yaegi

Eotteoke neoreul ijeulkka, ijeuryeogo aereul sseobolkka, dasi doragal sun eobseulkka
Amu maldo kkeonael suga eobseotdeon, uri majimak yaegi

 “Charanta, Changmin-ah!” teriak Manajer Park dari luar ruang rekaman. “Selanjutnya!”

Yunho yang sedang duduk di sebelah manajer Park pun tersenyum melihat Changmin yang sedang melakukan pengambilan suara. Dia pasti puas karena Changmin melakukannya dengan baik sekali.

Kami bertiga sedang di tempat rekaman sekarang. Yunho menyuruhku menemani mereka rekaman untuk album terbaru mereka. Sebenarnya aku menolak. Masalah kemarin, aku masih belum bisa bertemu dengan Changmin. Melihat tatapan matanya yang masih terluka.

Meomchul suman itdamyeon, jiul suman itdamyeon
Dasi doragandamyeon, cheoeum mannan geu nallo

Suaranya menyayat, membuatku sakit saat mendengarkannya.

“Selesai! Kerja bagus!” teriak manajer Park lagi. Changmin hanya tersenyum. Dia menunduk, kemudian berjalan keluar ruang rekaman. Melewatiku seperti aku tidak ada, lalu duduk di sebelah Yunho.

“Changmin-ah! Ayo makan bersama setelah ini! Bagaimana, jagiya?”

Belum sempat aku menjawab, mengatakan aku tidak bisa. Bagaimana bisa kami bertiga duduk di meja yang sama dan makan dengan tenang setelah masalah itu? Tetapi tanpa kuduga, Changmin segera menyahut, “Kalau begitu aku akan mengajak Jonghyun. Aku sudah berjanji akan makan bersamanya.” Dikeluarkannya ponsel dari jas abu-abunya, dan segera menelepon Jonghyun. Setahuku mereka memang dekat, Jonghyun CN Blue dan Changmin (Baca ini). “Jonghyun-ah…” Changmin berjalan keluar dari studio rekaman.

“Yunho-ya, dengarkan part ini. Suara bocah kecil itu… Benar-benar bukan lelucon!” manajer Park memencet tombol play, dan suara yang menyayat itu mengalun lagi.

Eotteoke neoreul ijeulkka, ijeuryeogo aereul sseobolkka, dasi doragal sun eobseulkka
Yeojeonhi neol saranghagi ttaemune, kkumeseorado mitgi sirheun iyagi

How Can I – TVXQ!

***

Waktu berjalan sangat lambat ketika kami hanya duduk di meja makan yang terlalu luas untuk digunakan bertiga saja ini. Jonghyun belum datang, dan kami menunggunya dengan canggung. Seorang teman Yunho yang baru datang dari London pun diundangnya, tetapi dia juga belum datang.

Yunho memang tidak lagi marah, kami pun sudah berbaikan. Kami berjanji akan memulai semuanya dari awal. Tetapi suasana yang tercipta saat ini, benar-benar canggung. Changmin tidak sedetik pun melihatku atau berbicara denganku. Memutar gelas berisi alkohol itu perlahan, mengetuknya, dan memutarnya lagi. Yunho sedang membaca sesuatu di tabletnya. Aku? Diam saja karena merasa tidak pantas untuk memulai pembicaraan. Aku masih belum terbiasa berbicara dengan mereka secara bersamaan seperti ini.

“Hyung!”

Kami menoleh. Jonghyun datang! Dia melambai kepada kami, kemudian berjalan bersama seorang gadis di belakangnya. Pasti dia yojachingu Jonghyun. Syukurlah, dengan begitu aku suasana canggung ini akan sedikit berkurang.

“Ya! Lama sekali!” Changmin menepuk pundak Jonghyun, seolah tidak ada apa-apa. “Kau mengajak Nara juga?”

Tiba-tiba Yunho berdiri, memandang Nara lekat-lekat. “Oh! Kwon Nara?”

Aku mengerutkan dahiku. Yunho oppa mengenal yojachingu Jonghyun?

Nara tersenyum. “Oppa, lama tidak bertemu.” Jawabnya.

Tiba-tiba Yunho memeluknya. “Ya! Dimana saja kau? Berapa tahun kita tidak bertemu, hah? Kau menjadi gadis yang cantik!”

Aku terkejut. Apa-apaan itu? Mengapa Yunho memeluk Nara di depanku? Di depan Jonghyun juga? Tenang, Hwang Sojung. Mungkin mereka adalah teman lama. Mereka tidak ada hubungan apa-apa.

“Hyung mengenal Nara?” tanya Changmin.

Yunho melepas pelukannya. Dia menyuruh kami duduk. “Lebih dari sekadar mengenalnya!”

Lebih dari sekadar mengenalnya? Apakah Nara adalah mantan pacar Yunho?

Jonghyun duduk di sebelah Changmin. “Nara adalah hoobae Yunho hyung. Karena itu aku mengajaknya juga. Tidak mengapa kan, hyung?”

“Tentu saja! Ah, kenalkan. Dia Sojung, yojachinguku.”

Kuulurkan tanganku pada Nara sambil tersenyum, meskipun sedikit terpaksa. Aku tidak menyukai kedekatannya dengan Yunho tadi. Tetapi dia tidak menerima uluran tanganku. Dia memandangku sejenak. “Akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang dua tahun lalu hampir setiap hari di layar kaca dan media cetak!” katanya, baru membalas uluran tanganku. “Senang bertemu denganmu, Sojung unni!”

Aku tersenyum tipis. Dia benar. Tidak perlu Yunho mengenalkanku padanya, karena siapa pun yang melihatku pasti mengenalku. Dua tahun yang lalu, ketika hubungan kami terbongkar. Aku menjadi pemeran utama, saat itu.

“Maafkan aku, pesawatku terlambat.” Tiba-tiba seorang namja berpakaian hitam dan kacamata hitam menghampiri kami.

Yunho berdiri. “Ya! Kim Jaejoong!” sapanya. Dia memeluk namja bernama Kim Jaejoong itu erat. “Kau baik, eh?”

Kim Jaejoong…

“Yunho-ya, berapa lama kita tidak bertemu, hah?” seseorang bernama Kim Jaejoong itu membalas pelukan Yunho.

Yunho menyuruhnya duduk. “Kenalkan. Kim jaejoong, temanku. Dia pindah ke London beberapa tahun yang lalu.”

Aku mengejang. Aku tidak salah dengar, kan? Yunho menyebut namanya Kim Jaejoong, kan? Kupandangi dia dengan seksama. Tidak! Tidak mungkin!

“Annyeonghaseyo, Jaejoong hyung.” Sapa Changmin dan Jonghyun hampir berbarengan. Baru kali ini aku melihat mereka berdua bersama. Dulu, ketika aku masih berkencan dengan Changmin… Ah! Aku tidak boleh mengenang masa itu!

“Oh! Senang bertemu dengan kalian.” Namja bernama Kim Jaejoong itu tersenyum. Nara mengangguk memberi salam, dan dia juga. Kemudian dia melihatku. “Siapa dia?”

Yunho menggenggam tanganku mesra. “Hwang Sojung, yojaku.”

Aku berusaha tersenyum padanya, meskipun entah mengapa aku merasa sesuatu yang sedikit aneh. Aku seperti mengenalnya, tetapi seseorang yang kukenal itu mempunyai mata dan senyum yang khas. Dan dia, meskipun beberapa kali tersenyum tadi, itu bukan senyuman seseorang yang kukenal itu. Senyuman itu seperti tidak tulus dari hatinya. Kacamata pun masih dikenakannya, membuatku tidak bisa memastikan apakah benar dia atau hanya mempunyai nama yang sama. Tetapi senyumku itu hilang ketika namja bernama Kim Jaejoong itu melepas kacamata hitamnya setelah mendengar Yunho menyebut namaku, dan memandangku lekat-lekat.

Setelah aku mengetahui mata namja bernama Kim Jaejoong itu, aku pun tahu alasan mengapa dia memandangku seperti itu.

***

Aku pasti sedang bermimpi! Bagaimana Yunho bisa mengenal Jaejoong? Mengapa Yunho mengundangnya kemari juga?

Dia, namja bernama Kim Jaejoong di depanku itu. Bukan hanya sekadar memiliki nama yang sama, tetapi itu memang benar dia. Kim Jaejoong yang kukenal.

“Hanya Changmin yang tidak mengajak yojachingunya?” tanya Jaejoong tiba-tiba.

Changmin sedikit mengejang. “Kami… Baru saja berpisah, hyung.” Jawabnya datar.

“Oh? Benarkah? Pasti menyakitkan sekali!”

Benar, menyakitkan. Tidak hanya menyakiti dua pihak, tetapi tiga pihak sekaligus.

“Ya Kim Jaejoong! Bagaimana denganmu, hah? Apakah kau sudah menemukan yojachingumu yang tiba-tiba menghilang itu?” Yunho yang sedari tadi bercanda dengan Nara tiba-tiba menyahut setelah mendengar perkataan Jaejoong mengenai yojachingu Changmin.

“Tentu saja!” Jaejoong tersenyum. Kali ini, senyuman yang kukenal itu yang dikeluarkannya. Senyuman yang tulus, tetapi sedikit kaku. Dia seperti tidak pernah tersenyum dan sednag berusaha untuk kembali tersenyum. “Aku mencarinya ke London, tetapi aku menemukannya di Seoul.”

“Oh? Jadi dia tidak berada di London, hyung?” sahut Jonghyun.

Jaejoong diam. Aku merasa dia memperhatikanku. “Tidak. Dia di sini.” Jawabnya dingin. “Dekat sekali denganku. Aku bahkan bisa mencium parfumnya.” Lanjutnya.

Aku mengerti siapa yang dia maksud. Sangat-sangat mengerti. Tanpa melihatnya secara langsung, memperhatikan kemana matanya memandang, aku tahu siapa yang sedang dibicarakannya.

Sesaat kemudian napasku sedikit sesak. Aku merasa kepalaku pusing sekali. Aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi. Oksigen untukku bagai terserap oleh sosok yang sangat kuhindari itu. Ditambah Changmin yang tidak menatapku sama sekali, dan keakraban Yunho dan Nara yang ditunjukkannya di depanku. Aku harus menenangkan diri. “Aku… toilet…”

***

Kubasuh mukaku berkali-kali, tidak peduli make up yang kukenakan akan luntur atau tidak. Kuharap aku sedang bermimpi, mimpi yang buruk.

Bagaimana bisa aku bertemu dengannya lagi? Dan apa itu yang Yunho lakukan bersama Nara? Mengapa Jonghyun hanya bercanda dengan Changmin dan tidak memperhatikan Nara yang sedang mengumbar kemesraannya bersama Yunho?

“Ireona! Ireona!” kutepuk pipiku keras-keras. Bangun, Hwang Sojung! Bangun dari nightmare ini!

“Sojung unni!”

Aku menoleh. “Oh, Nara-ya.”

Nara berjalan mendekatiku. Dinyalakannya kran wastafel di sebelahku. “Beruntung sekali unni bisa berkencan dengan Yunho oppa.”

Aku mengernyit. “Maksudmu?”

Nara berhenti membasuh tangannya. Ditatapnya aku dari pantulan cermin wastafel. “Bagaimana bisa mengenal Yunho oppa? Apakah dia yang menemuimu dulu atau unni dulu? Pasti unni dulu yang mendekatinya. Benar, kan? Unni, aku tahu bagaimana Yunho oppa. Unni bukan tipenya. Sedikit pun.” Katanya, kemudian dia pergi meninggalkanku.

Seketika itu juga tubuhku lemas. Benarkah apa yang dikatakannya? Aku bukanlah tipe Jung Yunho. Sedikit pun. Mengapa dia mengatakannya padaku? Seolah-olah dia mengenal Yunho lebih baik daripada aku, yojachingunya. Tetapi bukankah dia sudah memiliki kekasih? Lalu bagaimana hubungan antara Yunho dan Nara dulu? Sedekat itukah mereka hingga Nara bisa mengetahui tipe Yunho, yang aku sendiri tidak tahu?

Aku tidak tahu mengapa masalah ini datang setelah hubungan antara aku, Changmin, dan Yunho memburuk. Ini terlalu berat untuk dilalui sendirian. Jaejoong dan Nara. Mereka datang bersamaan dengan masalah yang berbeda. Nara, mungkin aku bisa mengatasinya karena ada Jonghyun. Tapi bagaimana dengan Jaejoong? Apa yang harus kulakukan untuk menghindarinya kali ini? Dulu masih ada Taekyung oppa. Meskipun dia tidak ada hubungannya dengan masalahku dengan Jaejoong sama sekali, tetapi aku bisa lari, meminta perlindungannya jika Jaejoong mulai menjadi Jaejoong yang lain. Sekarang? Tidak ada yang bisa membantuku mengatasinya.

Satu-satunya orang yang bisa mengatasinya, sekaligus yang membuatku berada dalam posisi seperti ini, sudah tidak ada di dunia lagi.

***

Tidak mungkin, pikirku. Dia tidak mungkin kembali ke Seoul lagi. Tidak akan.

“Aku harus bagaimana?” tanyaku. Kupandangi sebuah foto usang yang baru saja kutemukan di gudang apartemenku. Foto tiga orang teman baik di sebuah SMP. Seorang yoja yang cantik yang sedang dipeluk oleh namja cantik juga, dan yoja yang lain memakai kacamata baca tebal. Jika yoja berkacamata tebal itu melepas kacamatanya dan sedikit berdandan, mereka berdua mirip sekali. Seperti kembar, hampir tidak ada yang berbeda. Kadang yoja cantik itu menyuruh yoja berkacamata untuk berdandan, tetapi yoja itu tidak mau. Dia bukan yoja yang suka berdandan.

Dan namja cantik itu mengetahuinya, kemiripan mereka.

Sebenarnya enggan melihat foto tersebut, karena sesuatu yang terjadi antara ketiga orang di foto itu terlalu menyakitkan untuk dikenang. Bahkan memikirkannya saja tidak pernah. Tetapi hari ini, aku terpaksa memikirkan dan mengenangnya lagi.

Ddok… Ddok… Ddok…

Aku sedikit terkejut mendengar seseorang mengetuk pintu apartemenku. Siapa malam-malam begini datang ke apartemenku? Bukankah Yunho sudah tidur dari tadi? Apa itu Changmin? Tidak mungkin.

Kuletakkan foto usang itu di laci mejaku dan segera berlari menuju pintu. “Nuguseyo?” tanyaku pada orang yang mengetuk pintu apartemenku malam-malam itu.

Orang itu tersenyum. “Long time no see…”

-kutukan 5 tahun,  END-

9 thoughts on “Dandelion #6 (Why, Baby? Sequel Edition)

  1. Aduhh,,masalahnya bner2 btubi2 deh,aduh sojungg,,
    Sabar yaa,enaknya dikelilingi cowo2 cakep,aku juga mau deh,,hihihii..
    Tunggu #7 nih,, :)

  2. annyeong haseyo..
    Aku new reader :D

    dari awal, yang why baby aku sukaaa
    dengan baca ff ini, aku kadi sedikit mentolerir orang yang selingkuh.
    Tapi gimana ya.. Tetep aja dia salah
    oke, lupakan masalah selingkuh hehe

    aku udah duga nara suka sama yunho
    dan aku malah berpikir, bahwa changmin ngundang jonghyun+ngajak nara sekalian
    tapi disini kesannya changmin gatau apa2
    aaa aku excired banget sama pov nya changmin ^^

    jaejoong, aku pikir bakal ngeyunjae T.T
    ternyata engga, alhamdulillah
    abis kesan pertamanya dia sinis banget sama semua

    ah, jangan bilang sojung kembar?
    Dan jaejoong suka sama kembarannya
    dari kalimat ini ‘meminta perlindungannya jika Jaejoong mulai menjadi Jaejoong yang lain’

    jaejoong berkepribadian ganda kah??
    wow. It’ so damn exciting!!
    Aah sumpah aku suka sama ff ini
    konflik nya tentang cinta, tapi cintanya ga biasa
    biasanay aku males kalo baca ff yang selingkuhan gitu, tapi ff ini engga
    ada pesan moral tersendiri aja gitu
    apalagi karakternya jaejoong yanbikin penasarn
    wiiii keren deh bener2 bikin excited
    kerenn ff nya onn

    update ASAP hehe
    annyeong.. xixixix

  3. aku pikir bakal bahagia sebentar, tau y masalah y dateng rame2 rombongan padahal masalah ma changmin aja blm terlalu kelar. . . .
    Jaejoong mantan y sojung, jd pgn tau masa lalu sojung n jae. . . .
    N nara mau apa dia kan dah punya jonghyun masa mau ngerebut yunho jg. . . .??
    Jae punya tempramen yg keras ya, tiba2 gt?
    Lanjut makin seru. . . .

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s