Complicated In Our Relationship part 1

Title : Complicated in Our Relationship (Part 1)
Author : thyz
Main Cast : Evil Couple (Cho Kyuhyun – Song Eunrim)
Support Cast : Super Junior Member
Rating : 15+
Genre : Comedy, Romance
Warning! : kalau ada rasa ketagihan dll, jangan salahkan thyz yaa.. :P
PS :

FF ini udah pernah kupost di http://fflovers.wordpress.com/

And, part duanya sebenarnya udah jadi, sayaaaangnya.. thyz kepengen melihat respon balik dari komen kalian.. kalau responnya banyak, akan kuteruskan, tapi kalau dikit, yaaahh.. sorry sorry aja, tapi ffnya ga akan dilanjutin.. hehe.. xD

Ohh iyaa.. ff ini agak panjang, jadi yang mau menyiapkan cemilan atau cola, bagi ama authornya.. *haha*

Halah, kelamaan ahh.. langsung aja..

Disclaimer : © by @thyziana! No Plagiat! Buat yang mau plagiat lempar aja ke laut! Semua ide dalam FFku ini murni dari ide yang melayang-layang dari pikiranku.. Dan tolong kalau ada yang mau copy ke word, ijin dulu yaa.. Kalian enak-enakan copas, nanti bisa-bisa jadi kontroversi..

 

 

Apa yang harus kulakukan?

Mengapa hal ini tepat terjadi saat dia sedang tidak bersamaku?

Apa aku harus melepaskannya begitu saja, setelah perjuanganku yang sangat berat?

——————————————————————————————

.Eunrim POV.

Aku terpaku ketika melihat sms yang baru saja kudapatkan. Tanganku serasa ingin melempar HP itu sejauh-jauhnya, tapi badanku tidak merespon sama sekali.

“Ige mwoya?” kataku akhirnya setelah badanku bisa merespon.

Aku kembali membaca sms itu secara seksama, memikirkan kemungkinan dari setiap kata yang tertulis di dalamnya.

KALAU KAU MAU NAMJAMU, CHO KYUHYUN AMAN, PUTUSKAN, DAN JAUHI DIA!

Kata yang sangat sederhana tapi mampu meremukkan setiap sel tubuhku.

Sms yang tidak kuketahui siapa pengirimnya. Apakah ELF? Ataukah paparazzi yang mengetahui hubungan kami?

Sebenarnya aku tidak terlalu mempedulikan hal ini, seandainya aku tidak mengecek kotak suratku pagi tadi.

-flashback-

“Hoaamm.. everyday is Sunday~” teriakanku membahana di seluruh rumah.

Walaupun setiap hari aku berteriak sampai pita suaraku putus, tidak akan ada yang menjawab. Rumah ini kosong tentu saja. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya, karena memang aku tinggal seorang diri.

 Di mana orang tuaku? Mereka bekerja tentu saja. Tapi bukan di korea, melainkan di NY, tempat inti perusahaan mereka didirikan. Mereka mengijinkanku tetap tinggal di Korea setelah tau hubunganku dengan Kyu.(silakan baca ff ’what happened’untuk lebih jelasnya)  Mereka bahkan sangat senang melihatku mulai membuka diri lagi, tanpa berpikir apakah anaknya bisa menjaga diri atau tidak. Dasar orang tua dengan pikiran barat! Kekeke~

Tapi toh, tidak ada gunanya juga aku tinggal di Korea. Ujian sekolahku telah berakhir, dan aku tidak bisa bertemu dengan sumber kehidupanku – Kyu – karena dia sedang berada di Cina bersama SJM. Aku tidak marah, hanya.. ada rasa kangen yang tidak bisa tersampaikan ketika mengingatnya. Jadwal yang sangat padat membuat kami susah berkomunikasi. Aku mencoba mengerti, HARUS! Tapi..

“Arghhh.. sudahlah.. tidak ada gunanya memikirkan hal seperti itu..” jeritku sambil melahap roti panggang.

Kriiing.. kriiing.. ponselku berbunyi.

“Yoboseyo?” sapaku.

“Eun-ah.. bisa tolong cek kotak surat kita? Sepertinya ada klien appa yang salah mengirimkan file ke sana..” suara appaku terdengar dari ponselku.

“Nee.. appa.. wait a minute please..” kataku sambil menuju ke kotak penyimpanan surat.

Krieeeekk.. aku membuka kotak surat tsb.

“Hmm, nothing.. apa mereka tidak mengirimkan ke Jepang?” tanyaku lagi pada appa selagi kembali mengecek satu per satu surat yang terlihat di sana.

“Kugee? Hmm, entahlah Eun-ah.. mungkin juga yaa nyasar ke Jepang.. kalau begitu appa cek dulu di sana yah.. anyway, kau tidak berniat mengunjungi eommamu di sini? Bukannya ujian akhir sudah selesai?” tanya appaku.

“Entahlah appa..” kataku sambil memperhatikan sebuah surat yang ditujukan atas namaku.

“atau kau ingin mengunjungi namjamu di Cina? Kekeke~ appa sih setuju saja.. kalian sudah hampir dua bulan tidak bertemu kan?” goda appaku.

“Ahh.. appa.. aku memang berpikir untuk ke sana sih.. berniat mengirimkan aku dana bantuan?” candaku.

“Hahahaha.. tentu saja.. hubungi saja Mr. Park untuk menguruskan semua kebutuhanmu.. Sudah dulu yaa..” kata appaku mengakhiri telponnya.

Hmm.. surat untukku? Apa ini pemberitahuan kelulusan di universitas ya?

Aku langsung merobek amplop surat itu dengan sembarangan, lalu mengeluarkan isinya.

“Foto? EEEHHHHHHH??!!” jeritku tidak percaya saat melihat foto-foto tsb.

Foto itu memperlihatkan kebersamaanku dengan Kyu. Sewaktu kami jalan-jalan, makan, dari mana mereka mendapatkan foto ini?

-end of flashback-

Aku berjalan gontai ke kamarku. Setelah membanting pintu, aku langsung menelpon satu-satunya sahabatku.

“Soo-ah.. aku butuh bantuanmu.. bisa tolong datang ke rumahku?” kataku dengan suara lemah.

“Kau sakit Eun-ah? Kenapa tidak bersemangat begitu?” tanya Soo-ah cemas.

“Nanti saja kuceritakan..” sahutku lalu langsung memutuskan telepon.

Satu jam kemudian..

“Eun-ah.. waeyoo?? Kau sakit??” tanya Soohwa ketika masuk ke kamarku.

Aku mengangkat kepalaku yang terasa sangat berat. Tanpa suara sama sekali, kuberikan Soohwa foto-foto yang kudapatkan.

“Ini.. Kau mendapatkannya juga?” tanya Soohwa sambil melihat-lihat foto tsb.

“Mendapatkannya juga? Apa maksudmu Soo-ah?” tanyaku juga.

“Ehh.. kemarin aku juga mendapatkan yang seperti ini.. tapi Yeppa bilang tidak usah dipedulikan..” jelas Soohwa.

“Maksudmu, kau juga diancam?” tanyaku memastikan.

Soohwa menganggukkan kepalanya. “Seperti itulah. Aku memperlihatkan foto-foto itu pada Yeppa, tapi dia bilang tidak usah digubris, jadi kudiamkan saja..” jelas Soohwa lagi.

“Apa kau juga mendapatkan sms seperti ini?” kataku sambil memperlihatkan sms yang kudapatkan.

“Ehhh.. tidak tentu saja.. mereka cuma mengirimkan foto-foto itu. Aku tidak mendapatkan yang seperti ini..” kata Soohwa kaget.

“Kau tidak mendapatkannya? Ottokhe? Apa yang harus kulakukan?”tanyaku yang kembali bingung.

“hmm.. entahlah.. kau sudah membicarakan hal ini dengan Kyuppa?” ujar Soohwa.

“Belum.. aku baru mendapatkannya tadi pagi.. lagipula, dia sangat susah dihubungi!” sahutku frustasi.

“Kalau begitu kunjungi saja dia.. kalian sudah tidak bertemu hampir dua bulan kan? Memangnya kau tidak kangen?” goda Soohwa.

“Sangat, Soo-ah! Tapi aku mencoba mengerti keadaannya.. dia pasti capek dengan semua jadwal yang didapatkannya. Aku cuma takut menambah rasa letihnya..” cicitku.

“Sejak kapan seorang Song Eunrim berpikiran seperti ini? Kalau kangen ya ketemu. Kyuppa pasti merindukanmu juga..” kata Soohwa yang melempariku dengan sebuah kopor. “Berkemaslah.. Aku akan menelponkan Mr. Park untukmu..”

Aku akhirnya mengikuti saran Soohwa. Dia bukan seperti teman-teman yang hanya mendekatiku untuk memanfaatkanku, tapi pertemanan yang dia berikan tulus, itulah mengapa akhirnya aku mengenalkannya pada Yesung oppa. Ehh, ternyata mereka jadian.. kekeke~

“Pesawatmu 2 jam lagi, sebaiknya aku membantumu berkemas-kemas supaya kau tidak terlambat..” kata Soohwa yang kembali masuk ke kamarku.

Setelah selesai berkemas-kemas, aku lalu berpamitan.

“Aku tau kau pasti ada kencan dengan Yeppa, tidak usah dibatalkan, jadwalnya juga padat kan? Kalian juga harus bersenang-senang..” kataku pada Soohwa.

“Hehehe.. iya sih.. kalau begitu kita berpisah di sini?” kata Soohwa yang memberikan kunci rumahku.

“Tidak, kau pegang saja.. Eommaku memercayakan kunci itu padamu, kenapa kau kembalikan?” kataku sambil mengecek kembali rumahku.

“Hemm, baiklah.. kalau begitu sampai jumpa.. ehh, apa kau tau alamat dorm mereka di sana?” tanya Soohwa.

“Aku lupa! Aihhh.. tanyakan pada Yeppa ya Soo-ah..” kataku sambil memasukkan koperku ke dalam taksi.

“Nee.. nanti kusms yaa..” kata Soohwa sambil melambai-lambaikan tangannya.

Aku lalu menuju ke bandara..

——————————————————————————-

Di bandara Cina..

Akhhh… aku melupakan sesuatu yang paling penting!

BAGAIMANA AKU BISA BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG-ORANG DI SINI??!! Aku tidak bisa berbahasa mandarin!!!

Aku lalu mencoba bertanya pada salah satu orang yang duduk.

“Excuse me miss, can you speak English?” berharap orang ini bisa mengerti bahasaku.

“@^&^*(%#@@#@%%&(*((*!@!@$#%^” aku mendapatkan balasan yang sama sekali tidak kuketahui sepertinya!

“Heuhh.. bagaimana ini?” kataku sambil menarik koperku dengan gontai. Aku lalu mengecek HPku. Ahh.. Soohwa sudah mengirimkan alamatnya, hanya saja bagaimana aku mau mencarinya? Seharusnya aku belajar bahasa mandarin dengan sungguh-sungguh waktu di sekolah.

Aku lalu berjalan menuju ke salah satu taksi.

“Mister, can you speak English?” tanyaku pada supirnya.

“Yes miss, may I help you?” ujar supir itu ramah.

Untungnya aku mendapatkan supir yang bisa berbahasa inggris!

“Can you take me to this address?” kataku sambil memperlihatkan alamat yang Soohwa berikan tadi.

“Sure..” sahut supir itu sambil membukakanku pintu taksinya.

Aku akhirnya menurut dan mengikuti saja ke mana supir ini membawaku. Satu-satunya hal yang sedang kupikirkan sekarang adalah apa benar ini hanya gertakan saja? Bagaimana jika hal ini betul-betul terjadi? Apa aku harus rela melepaskan Kyu? Arghhhh.. tidak! Aku tidak rela tentu saja! Tidak, tidak, tidak!! Aku tau memang ini egois, tapi.. tidak bisakah aku tenang dengan kehidupanku saat ini?

“Miss, we’re here..” perkataan supir itu membuatku sadar dari lamunanku.

Aku melihat ke tempat yang ditunjuk supir tadi. Apartement ternyata.. setelah mengucapkan terima kasih dan membayar ongkos kepada supir tsb.

Aku lalu masuk dan menuju ke resepsionis.

“Excuse me, I want to go to this floor.. are they here?” tanyaku dengan harapan orang ini mengerti.

Ahjumma itu melihat alamat yang kuberikan. Raut wajahnya berubah bingung.

“No.. I’m sorry but you can’t visit them , this is a private dorm miss..” kata ahjumma itu sambil memberikan kembali kertas yang kuberikan tadi.

“Ohh.. please.. I know them.. I’m not a fans! I’m from korea, and I want to meet them immediately..” kataku memohon pada ahjumma ini.

Ahjumma itu tetap menggelengkan kepalanya. Aishh.. seandainya saja aku bisa langsung menuju ke lantai yang kuinginkan! Dewi fortuna, tolong akuuu..

“#%&**$%@!@!$%&&(&$!#%” kata seseorang di sebelahku pada ahjumma tadi.

“$%^^&#@#$%%^&(*))$%@#%$@^&$%^*&#@” ahjumma itu memberikan kunci orang itu sambil melihatku.

Aku melihat orang yang diberikan kunci tadi. “Gegee!” seruku.

Namja itu akhirnya melihatku.. dia menurunkan sedikit kacamata hitamnya untuk mengamatiku. “Eunrim-ssi? Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya dengan aksen korea yang aneh.

“Bertemu dengan Kyu tentu saja.. Gege~ jebal.. untung aku bertemu denganmu!” kataku gembira pada orang yang tak lain adalah Gege Zhoumi.

Dia langsung mengangkat koper yang kubawa dan menyeretku masuk ke lift.

“Eunrim-ssi, kenapa kau bisa di sini?” tanya Gege Zhoumi lagi.

“Aduh oppa.. aku ingin bertemu dengan Kyu! Memangnya tidak boleh ya?” tanyaku bingung.

“Anii.. bukan itu maksudku.. bagaimana kau bisa sampai di sini?” kata Gege Zhoumi mengubah pertanyaannya.

Tiiiing.. lift kami sudah sampai ke lantai tujuan.

“Ya naik pesawat lah oppa.. masa terbang sendiri?” jawabku asal.

“Hahaha.. Kyu pasti senang kalau kau berkunjung.. tapii..” kata-kata Gege Zhomi terpotong.

“Tapi kenapa Gege?” tanyaku lagi.

“Anii.. kau masuk saja dulu..” ajak Gege Zhoumi yang sudah membuka pintu.

Aku lalu mengikutinya menuju ruang tamu mereka.

“Siapa yang sudah pulang? Arghhhh.. siapa gadis yang kau bawa??” jerit Eunhyuk oppa yang langsung cepat-cepat memakai bajunya. Dia tidak sempat melihat wajahku karena tertutup dengan tubuh Gege Zhoumi.

“Annyeong oppaa..” sapaku.

“EUNRIMMM??” teriak Eunhyuk oppa.

“kenapa kau seperti melihat hantu oppa?” tanyaku bingung.

“Siapa yang bilang Eunrim? Whoaaa.. Eun-ah.. jeball.. Kyu tidak mau membuka pintu kamarnya dari kemarin..” kata Ryeowook oppa begitu melihatku.

“Loh, memangnya dia tidak lapar?” tanyaku.

“Kau kan tau sendiri bagaimana bandelnya dia kalau lagi sakit..” jawab Donghae oppa.

“Kuge? Hmm.. kalau begitu biar kubujuk dia makan.. kamarnya di mana?” tanyaku lagi.

“Ke sini..” ajak Ryeowook oppa.

.Author POV.

Eunrim dan Ryeowook berjalan ke kamar Kyuhyun.

Tokk.. tokk.. “Kyuu.. coba tebak siapa yang datang..” kata Ryeowook di sela ketukannya.

Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggggg.. Tidak ada tanggapan sama sekali.

Ryeowook kembali mengetuk pintu, kali ini lebih keras. “Kyuuu.. Eunrim di sini!” teriaknya.

Masih tidak ada jawaban.

“Anehh.. biasanya kalau dia mendengar namamu, walaupun dari radius 1 km dia dengar loh..” kata Ryeowook bingung.

“Apa ada yang tidak beres oppa?” kata Eunrim mulai cemas.

“Sepertinya.. HYUNG! BANTU AKU DOBRAK PINTU KAMAR KYU!” teriak Ryeowook.

Serentak, semua member SJM langsung datang.

“Kenapa teriak Wookie?” tanya Siwon.

“Kyu tidak menggubris kami.. aku pikir terjadi sesuatu oppa..” jawab Eunrim cemas.

“Baiklah kalau begitu. Zhoumi dan Siwon bantu aku..” kata Eunhyuk yang mulai mengambil ancang-ancang, begitu juga dengan Zhoumi dan Siwon.

“Satu.. Dua.. TIGA!” sahut mereka serempak.

BRAAAKK.. Pintu kamar akhirnya terbuka dan Eunrim langsung masuk.

“KYUUUUUU!!!!!” teriak Eunrim panik melihat Kyuhyun yang sudah penuh dengan keringat dan tergeletak di lantai tak berdaya.

“Kyuuu!!” kata Sungmin yang langsung mengecek keadaan Kyuhyun. “Suhu tubuhnya tinggi sekali.. Kita harus membawanya ke rumah sakit!”

Tanpa menunggu, semua langsung bergerak cepat untuk menelpon ambulance dan mengangkat Kyuhyun kembali ke tempat tidurnya.

“Ughh.. Eun.. Rimm..” kata Kyuhyun dengan suara yang terputus-putus.

“Dia di sini hyung..” sahut Henry yang mendorong tubuh Eunrim yang kaku. Perasaan Eunrim bercampur aduk. Bingung, cemas, panik, dia bahkan tidak bisa menyahut panggilan Kyuhyun.

“Eun.. Rim.. Na..wa.. seoo?” tanya Kyuhyun yang akhirnya membuka kedua matanya. Dia tampak sangat kesakitan, seluruh wajahnya pucat pasi dan penuh dengan keringat.

“Baboo.. Sudah kubilang kau harus menjaga kesehatanmu..” cicit Eunrim.

“Aku hanya demam ringan.. hehe..” kata Kyuhyun mencoba tersenyum.

“Kotjimal!” isak Eunrim.

“Ul..ji.. mall..” sahut Kyuhyun yang berusaha mengusap pipi Eunrim, tapi kesadarannya tiba-tiba menghilang.

“Ambulance sudah di sini!” teriak Donghae.

Siwon dan Zhoumi dengan sigap langsung membopong Kyuhyun, sementara Henry dan Sungmin terpaksa harus menyeret Eunrim yang kembali membatu.

“Eunrim kenapa sih? Dia membatu terus dari tadi..” tanya Henry yang mencoba menyadarkan Eunrim dengan menepuk-nepuk pipi gadis itu.

“Tidak ada gunanya.. lihat? Eunrim tidak bergeming 1 cm pun.. Dorong saja masuk ke dalam mobil..” kata Eunhyuk yang tanpa menunggu langsung mendorong Eunrim.

Mereka lalu bergegas menuju ke rumah sakit.

Di rumah sakit..

Eunhyuk, Henry, Ryeowook dan Sungmin yang menyusul bersama Eunrim langsung bergegas ke depan ruang UGD di mana Siwon, Zhoumi dan Donghae menunggu dengan cemas.

“Hyung.. otte?” cicit Ryeowook.

“Dokter masih memeriksa Kyu.. Dari tadi mereka hanya mondar mandir terus..” sahut Donghae.

“Ini semua salahku.. Mianhaeee..” kata Zhoumi sambil menutup wajahnya.

“Kenapa kau berkata begitu?” tanya Sungmin.

“Kyu sudah mulai demam dari minggu lalu, tapi dia melarangku untuk memberitahu kalian.. aku tidak berpikir akan menjadi seperti ini!” jawab Zhoumi.

Tiba-tiba dokter keluar dari ruang UGD.

“Bagaimana kabar teman kami dokter?” tanya Siwon dengan menggunakan bahasa mandarin.

“Dia terkena penyakit DBD.. Seharusnya kalian membawanya lebih cepat.. Sekarang dia membutuhkan donor darah karena trombositnya sudah sangat menurun..” jelas sang dokter.

“Lakukan apapun untuk membuat teman kami sehat kembali dokter..” sahut Siwon.

“Dokter!! persediaan darah A habis!!” Kata seorang suster yang berlari dengan panik.

“Habis? Bagaimana mungkin! Cepat kontak semua rumah sakit yang bisa kalian hubungi! Pasien kita membutuhkan banyak pasokan darah!” Sahut dokter tsb tidak kalah paniknya.

“Sudah dokter, tapi tidak ada satu rumah sakit pun yang punya persediaan.. Bagaimana ini?” Balas suster itu lagi.

“Apa ada diantara kalian yang bergolongan darah A?” tanya dokter itu pada para member.

“Aku dan Donghae dokter..” kata Sungmin.

“Baiklah, kalau begitu kalian ikut suster untuk diperiksa terlebih dahulu..” jawab dokter itu.

Beberapa menit kemudian..

Donghae san Sungmin kembali dengan tatapan lesu.

“Bagaimana? Sudah?” tanya Siwon.

“Kami tidak diijinkan untuk donor darah.. Akhir-akhir ini kita semua kurang tidur kan? Jadi suster takut malah nanti kami yang anemia..” jelas Sungmin dengan tatapan kecewa.

“Bagaimana ini? Pasien sangat membutuhkan donor darah! Kalau tidak..” dokter tidak dapat menyelesaikan kata-katanya.

————————————————————————————————————-

 .Kyuhyun POV.

Aku membuka kedua mataku.. Apa aku masih hidup?

Ahh.. Sepertinya begitu. Ini  rumah sakit kan?

Arghh.. Tapi rasanya kepalaku pusing. Ehh, apa ini yang menindih kakiku?

“Eun-ah?” Aku tidak percaya siapa yang sedang berada di hadapanku sekarang. Seharusnya dia berada di Seoul kan? Jangan-jangan aku betul-betul sudah di dunia akhirat.

.Author POV.

“Dia hanya memanggil Eun-ah.. ‎​ckckck..” Kata seseorang yang tak lain adalah Eunhyuk yang sedang duduk sambil melipat tangan dengan muka cemberut.

Kyuhyun yang semula hanya melihat ke satu sisi berbalik ke arah suara tadi, tampaklah semua member SJM yang sedang melihat ke arah Kyuhyun.

“Hushh.. Kau tidak boleh berkata seperti itu, Hyukkie.. ‎​Biar bagaimana pun juga, Eunrim sudah menyelamatkan nyawa Kyu..” Tegur Siwon.

“Apa maksud kalian?” Tanya Kyuhyun bingung.

-flashback-

“Dokter, persediaan darah A habis..” Kata seorang suster yang berlari dengan panik.

“Habis? Bagaimana mungkin! Cepat kontak semua rumah sakit yang bisa kalian hubungi! Pasien kita membutuhkan banyak pasokan darah!” Sahut dokter tsb tidak kalah paniknya.

“Sudah dokter, tapi tidak ada satu rumah sakit pun yang punya persediaan.. Bagaimana ini?” Balas suster itu lagi.

“Apa ada diantara kalian yang bergolongan darah A?” tanya dokter itu pada para member.

“Aku dan Donghae dokter..” kata Sungmin.

“Baiklah, kalau begitu kalian ikut suster untuk diperiksa terlebih dahulu..” jawab dokter itu.

Beberapa menit kemudian..

Donghae san Sungmin kembali dengan tatapan lesu.

“Bagaimana? Sudah?” tanya Siwon.

“Kami tidak diijinkan untuk donor darah.. Akhir-akhir ini kita semua kurang tidur kan? Jadi suster takut malah nanti kami yang anemia..” jelas Sungmin dengan tatapan kecewa.

“Bagaimana ini? Pasien sangat membutuhkan donor darah! Kalau tidak..” dokter tidak dapat menyelesaikan kata-katanya.

Eunrim akhirnya bisa bereaksi setelah dari tadi membatu.

“Apa yang mereka bicarakan oppa?” Tanya Eunrim pada Zhoumi. Dengan cepat Zhoumi mentranslatekan semua percakapan tadi.

“Jadi maksud oppa mereka tidak punya persediaan darah?!” Kata Eunrim dengan suara naik satu oktaf.

Yang lainnya langsung berbalik dan mengangguk lesu.

“ANDWEEE! Kyuhyun bergolongan darah A kan?” Kata Eunrim lalu menghampiri dokter tadi. “Doctor, my bloodtype is same with the boy.. Take mine! I don’t mind if you have to take all of my blood! Please safe him!” Kata Eunrim tegas.

“Kau tidak bisa Eunrim.. Kau belum cukup umur!” Ujar Siwon melarang tindakan yang akan Eunrim lakukan.

“Tapi kalau dia tidak mendapat transfusi…” Eunrim langsung berlutut di depan dokter, “ohh.. Please doctor, take mine! I don’t care if i have to give all of my blood.. Please.. I beg you.. Safe him!!” Jerit Eunrim sambil berlinang air mata.

“Okay.. But we have to check it first if you’re capable to give your blood..” Kata dokter lalu mengajak Eunrim untuk mengecek darahnya.

-enf of flashback-

“Jadi maksud hyung, Eunrim yang mendonorkan darahnya untukku?” Tanya Kyuhyun.

“Tentu saja! Dia memberimu hampir setengah liter darahnya dan masih ngotot untuk menjagamu sepanjang malam.. Nekat sekali..” Jawab Eunhyuk.

“Kami sudah mencoba untuk membujuknya beristirahat, yaahh.. Sampai Henry pun menyerah untuk membujuknya, kau tau sendiri dia selalu mendengar kata-kata Henry, tapi dia tidak bergeming dari kursi itu sedetikpun..” Jelas Donghae.

Kyuhyun menatap Eunrim lagi.

“Ahh.. Aku pikir kita harus makan sesuatu.. Bagaimana kalau ke cafetaria? Sekalian membelikan Eunrim makanan juga..” Kata Sungmin sambil mengedipkan mata.

“Kau benar hyung.. Ayoo..” Sahut Zhoumi yang mengerti maksud perkataan Sungmin. Mereka semua lalu meninggalkan ruangan.

“Haahh.. Dasar ceroboh.. Bagaimana mungkin kau bisa memberiku darahmu sementara kau sendiri belum cukup umur?” Kata Kyuhyun lembut sambil membelai halus rambut Eunrim.

Kyuhyun lalu bangun dari tempat tidurnya dan dengan pelan bertukar tempat dengan Eunrim.

“Kau masih tidak bergeming walau sudah kupindahkan? Kekeke~ dasar babyku..” Kata Kyuhyun yang sekarang sudah duduk di tempat Eunrim.

Dia lalu membetulkan selang infus yang disambungkan ke sekantong darah segar.

.Eunrim POV.

‎​Hmm.. Sepertinya punggungku enak sekali.. Apa oppadeul memindahkanku ke kasur?

“Oppadeul! Sudah kubilang aku tidak ‎​​mau pindah tempat!!” Gerutuku begitu membuka mata.

Mereka benar-benar keras kepala dan tidak ‎​​mau mendengar permintaanku!

Tapi.. Ehh.. Kenapa ruangan ini kosong? Kataku yang spontan melihat ke sekeliling ruangan.

“Kyuu??” Kataku tidak percaya saat melihat Kyu yang sedang menatapku sambil duduk di kursi.

Tunggu dulu, kalau dia duduk di kursi, berarti aku dari tadi tidur di tempatnya? (Eunrim lalod.. xD)

Spontan aku langsung berdiri, tapi tiba-tiba rasa pusing menyerangku, aku oleng, dan kembali terduduk di ranjang.

“Gwenchana? Seharusnya kau tidak perlu mendonorkan darahmu untukku..” Kata Kyuhyun lembut.

“Dan membiarkanmu merenggang nyawa? Apa aku tega melihat namjaku seperti itu? Lebih baik aku yang berada di posisimu.. Setidaknya kalau aku sakit, tidak akan ada fans yang menangisiku..” Cerocosku.

“Tapi aku adalah orang pertama yang akan terpukul! Tidakkah kau mengerti? Aku sudah pernah berkata padamu, aku tidak akan pergi ke tempat dimana tidak ada dirimu! Apa itu masih belum cukup?!” Kata Kyu dengan suara cemas.

“Aku baik-baik saja! Lihat, semua organ tubuhku masih lengkap!” Seruku tidak mau kalah.

“Ohh.. Jeball, Song Eunrim!! Kau masih belum mengerti?! Aku mencemaskanmu! Kau pikir aku ini namja yang bisa melihat yeojanya berkorban, bahkan sampai tega melihatmu pucat begitu?!!” Bentak Kyu.

.Author POV.

Bentakan Kyuhyun membuat Eunrim tersentak. Tentu saja Eunrim kaget dan tanpa terasa air mata kembali menggenangi pipi gadis itu.

“Uljimaa.. Apa kau merasa sakit? Yang mana?” Tanya Kyuhyun yang langsung panik karena tangisan Eunrim.

“Yaa.. Aku sakit! Sangat sakit! Di sini.. Huhu..” Kata Eunrim yang menangis tersedu-sedu sambil memegang dadanya.

“Mianhae.. Uljimaa..” Sahut Kyuhyun sambil memeluk Eunrim. Dia hanya membiarkan baju pasiennya basah karena air mata Eunrim yang terus mengalir.

“Kau sudah mendonorkan banyak darah untukku, jangan memberi bonus air mata juga!” Kata Kyuhyun yang berusaha menenangkan yeojanya.

Eunrim lalu melepaskan pelukan Kyuhyun.

“Huh.. Siapa juga yang mau memberimu bonus air mata!” Katanya sambil cemberut.

“Ayolah.. Kau jelek sekali kalau berekspresi begitu..” Sahut Kyuhyun sambil menghapus air mata Eunrim. “Aku belum memberikan rasa terima kasihku..”

“Memangnya kau mau memberikan apa? Aku tidak minta balas budi kok..” Kata Eunrim kebingungan.

“Berhubung sebentar lagi kau cukup umur, jadi kupikir, tidak apa-apakan kalau aku membalasmu dengan..” Kyuhyun tidak mengakhiri kata-katanya tapi langsung memberikan kecupan pada bibir Eunrim.

——————————————————————————————-

“Hyung, kami.. Ommoo..” Kata Henry yang tercekat di pintu dan membuat member lainnya terhalang.

“Waeyoo? Ommoo.. Ini bukan untuk ditonton anak kecil..” Kata Eunhyuk yang langsung menutup mata Henry.

“Ehh hyung, yang melakukan bahkan lebih muda dariku! Dan jeball, mereka hanya berciuman!” Gerutu Henry berusaha melepaskan tangan Eunhyuk dari matanya.

Sungmin mendorong mereka kemudian menutup pintu tadi. “Lebih baik mereka jangan diganggu dulu.. Kalian terlalu ribut!”

“Kau memangnya tidak cemburu hyung?” Goda Donghae.

“Enak saja! Begini-begini aku masih normal!” Cerocos Sungmin.

“Hahaha.. Untungnya mereka tidak bertengkar yaa..” Kata Zhoumi sambil menahan tawanya.

“Memangnya mereka melakukan apa sih?” Kata Ryeowook yang baru saja menyusul mereka dengan membawa satu keranjang buah.

Dia dengan polosnya langsung menuju ke pintu dan mau membuka pintunya.

“Wookie, ANDWEEEE!” Seru yang lainnya serempak.

Mereka lalu memutuskan untuk pergi kembali ke cafeteria supaya tidak mengganggu evil couple yang sedang menjadi ‘angel couple’hari ini.

Tiba-tiba, ada seseorang yang langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.

Serentak, Eunrim dan Kyuhyun langsung berbalik.

“Apa yang kau lakukan dengan tunanganku?” tanya yeoja itu.

-continue-

Gimana? Penasaran? Yang penasaran komen dong.. dijamin komen kalian akan membuahkan hasil.. wkwk.. thyz aja ampe nangis buat lanjutan ff ini *lebay*

Ayo.. ayoo.. yang mau tau sambungannya.. kekuatan cinta Kyu dan Eunrim dipertaruhkan di sini *ya elah* xD

10 thoughts on “Complicated In Our Relationship part 1

  1. LANJUTKAN THOR !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AKU TUNGGU KELANJUTANNYA YAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA DEG2AN BACA NIH FF . HAHAHAHA
    SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAT YAAAAAAAAAAAAAAA THOR !!!!!!!!!!!
    #capslock jebol

  2. hoho. . Anyeong^^
    aq uda bca ff kyu ini di ffL, tapii tetep seru koq ^^b
    klo ga slh uda ampe part 8 lebih ya?
    Ayo di tunggu lanjutannya. . . Hwaiting!!

  3. onnie lanjutibn yah .. seruuu banget cerita’a …. tapi aku blm bca depannya yang ff what happened ithuuu .. aku harus bca dimana yach onn ??

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s