13 My Lucky Number part 8

 

Title : 13 My Lucky Number part 8

Author : Inkania

Main cast : Kyuhyun Super Junior, Kim Eunri

Support cast : member Super Junior

Rating : PG

Genre : romance

Disclaimer : ini FF murni dari pikiran author :D dan jangan jadi plagiat! Maaf ya kalo ada typo :D dipublish juga di blog pribadi aku inkakania13.wordpress.com

PS : Hollla readers! :D makasih buat readers yang udah baca FF aku ini… Terus comment ya.. Comment itu berharga banget buat author, hahaha.. Let’s reading….

 

KYUHYUN POV

 

“bagaimana kau menjelaskan foto ini?”, tanya salah seorang wartawan sambil memperlihatkan foto itu padaku. Darahku langsung mendidih sesaat setelah melihat foto itu. Aku berharap aku salah lihat, tapi dalam foto itu memang benar Kim Eunri dengan Bryan. Mereka….. berciuman?!

Kulihat Eunri juga shock melihat foto itu. Terlihat dari raut wajahnya. Manager hyung juga kaget sepertinya. Aku berbisik pada manager hyung.

“hyung sudahi semuanya. Tolong bereskan, aku harus pergi sekarang”, bisikku dan manager hyung sepertinya mengerti. Aku langsung mencengkram lengan Eunri tanpa bicara apa-apa. Aku terlanjur kesal hari ini. Suasana seketika ricuh saat aku meninggalkan tempat konferensi pers. Eunri sedikit mengerang kesakitan saat aku menarik tangannya.

“sakit Kyu!”, katanya sambil terseok-seok mengikuti langkahku yang cepat. Siapa suruh kau membuatku marah hah!?

Diluar bodyguard sudah menyiapkan jalan untukku menuju mobil. Kudorong paksa agar Eunri masuk kedalam mobil dan kulajukan mobilku dengan kecepatan tinggi.

“ya! Kau mau aku mati hah?! Pelankan mobilmu!”, bentaknya. Aku tidak menghiraukannya. Dadaku naik turun menahan marah.

“Cho Kyuhyun kau dengar aku atau tidak?! pelankan mobilmu!”, teriaknya lagi. Tapi aku lagi-lagi tidak menghiraukannya. Sekali aku bicara, pasti aku tidak akan berhenti memakinya. Kuusahakan tetap tidak menghiraukannya.

“ya! Cho Kyuhyun!”, teriaknya lagi. Dan kali ini dia tidak hanya berteriak, tapi juga menarik setir mobilku paksa sampai mobilku berbelok tanpa kedali ke trotoar dan hampir saja menabrak sebuah pohon kalau aku tidak mengeremnya.

“aaaaaa!”, jeritnya.

“kau mau kita mati hah!”, bentakku. Dia kelihatannya masih kaget. “apa yang kau lakukan Kim Eunri!”, bentakku lagi. Kucengkram setir mobilku erat menahan emosiku yang sudah sampai puncak kepalaku sekarang.

“kau juga apa-apaan mengendarai mobil dengan kecepatan seperti tadi?! Itu juga sama saja membahayakan nyawa kita Cho Kyuhyun!”, bentaknya. Ternyata mobilku menutup separuh jalan, banyak mobil yang menglaksoni mobilku. Kuparkirkan mobilku ke tepi jalan dan kutatap Eunri.

“siapa yang seharusnya marah hah? Aku yang seharusnya marah padamu! Apa maksudmu tentang foto tadi?!”, tanyaku to the point. Dia keliahatan gugup saat aku menanyainya tentang foto itu. “kau tidak bisa menjawabnya?”, tanyaku.

“kau tidak usah marah seperti ini! Aku bisa menjelaskannya padamu”, ucapnya.

“menjelaskan apa? Buktinya sudah ada kan? kau berciuman dengan namja brengsek itu saat aku sedang di Thailand!”, geramku.

“tapi itu dia yang memaksaku! Memangnya kau pikir aku yang menginginkan ciuman itu? Dengar dulu penjelasanku!”, bentaknya. Kesabaranku habis. Kutarik tubuhnya mendekat ke tubuhku, kuraih tengkuknya dan menciumnya saat itu juga. Kurasakan dia memukul-mukul pundakku dan berusaha melepaskan diri dari pelukanku. Kudekap tubuhnya lebih erat meredam penolakan yang dilakukannya padaku. Saat aku mulai kehabisan nafas, kulepaskan Eunri dan dia langsung menamparku. Kupegang pipiku.

“kenapa kau menamparku? Lebih memilih dicium oleh Bryan heh?”, tanyaku.

“bu-bukan begitu tapi aku..”, ucapnya terhenti.

“sudahlah diam kau!”, bentakku. Kulajukan lagi mobilku menuju dorm dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya namun kali ini Eunri diam, tidak melayangkan protes lagi padaku.

Sesampainya di dorm aku langsung masuk kedalam meninggalkannya di basement.

“Kyuhyun tunggu aku! Dengar dulu penjelasanku”, teriaknya sambil terus mengikutiku dengan sepatu haknya yang tinggi itu. Tapi aku meninggalkannya duluan kedalam lift. Aku langsung masuk dorm tidak menunggunya, dia bisa memencet bel ini kalau mau masuk.

“Kyu kau melakukan konferensi pers tadi? Bagaimana? Berjalan lancar kan?”, tanya Sungmin hyung begitu aku masuk ke dorm. Aku yakin setelah ini, semua hyungku akan bertanya seperti itu. Langsung aku masuk kedalam kamarku tanpa membalas pertanyaan dari Sungmin hyung dan membanting pintunya keras.

 

EUNRI POV

 

Setelah sampai di dormnya, dia langsung masuk saja tanpa menungguku. Aku mengejarnya dengan susah payah karena sepatu sialan ini.

“Kyuhyun tunggu aku! Dengar dulu penjelasanku””, teriakku. Tapi dia sama sekali tidak menoleh ke arahku dan malah meninggalkanku duluan masuk lift. Ah menyebalkan sekali! Ku lepas sepatuku dan berlari menuju lift yang satunya lagi. Setelah sampai di depan pintu dorm ku pencet belnya. Tidak lama kemudian, seseorang langsung membukakan pintunya untukku.

“Eunri~ah ada apa?”, tanya Sungmin oppa. Aku tidak membalas pertanyaannya dan langsung menerobos masuk kedalam.

“Eunri~ah apa kau bertengkar dengan Kyu? Dia sampai disini tadi keliahatan sedang marah dan langsung membanting keras pintu kamarnya”, kata Teuki oppa. Dan mungkin hampir semua member mengeliliku sekarang, kecuali Siwon dan Donghae oppa yang sedang di Taiwan.

“dia ada di kamarnya? Yang mana kamarnya?”, tanyaku.

“itu yang itu”, tunjuk Sungmin oppa. “hey kalian kenapa?”, tanya Yesung oppa. Aku tidak membalas semua pertanyaan mereka. Aku langsung menuju ke depan kamarnya dan menggedornya keras.

“Kyuhyun buka pintunya! Dengar dulu penjelasanku!”, teriakku. Tapi tidak ada respon darinya. Ku gedor-gedor pintunya keras.

“aissh Eunri~ah kau bisa merusak pintu itu kalau seperti itu caranya”, ucap Shindong oppa.

“diam kau oppa!”, bentakku. Kulihat Shindong oppa shock mendengar perkataanku. Mianhe oppa, aku sedang tidak mood berbicara lembut hari ini. Tapi Kyuhyun masih belum membuka pintunya. Ku gedor lagi pintunya. Saat aku mengambil ancang-ancang akan menggedor pintunya, pintunya terbuka dan tanganku yang seharusnya menggedor pintu justru jadi mengetuk kepalanya keras.

“eurgh! Apa yang sedang kau lakukan?!”, teriak Kyuhyun sambil memegangi kepalanya yang tidak sengaja kupukul.

“dengarkan penjelasanku! Jangan marah-marah seperti itu padaku karena kejadian itu bukan sepenuhnya salahku!”, teriakku. Dia menatapku dengan tatapan mematikan. Kau pikir aku takut?

“argh!”, teriaknya sambil menarik tanganku kasar kedalam kamarnya kemudian menguncinya. Ya! Dia mau apa?!

“untuk apa kau menguncinya babo?!”, tanyaku.

“cepat jelaskan yang ingin kau jelaskan!”, bentaknya. Entah kenapa nyaliku tiba-tiba sedikit ciut sekarang.

“kejadian itu bukan kehendakku. Dia yang memaksaku!”, jelasku.

“lalu? Kau tidak melawannya? Begitu?”, tanyanya. Aissh!

“aku sedang sakit Kyu. Tenagaku tidak cukup untuk melawannya!”, bentakku. Dia ini selalu mencari kelemahanku. Kulihat dia mengacak-ngacak rambutnya kesal. Sekilas ku perhatikan penampilannya. Dasi longgar, kemeja dan rambut yang acak-acakan. Dia kelihatan… menggoda? Ah lupakan Eunri! Kau sedang bertengkar dengannya! Suasana tiba-tiba hening dia lalu menatapku.

“hanya itu yang ingin kau jelaskan? Lebih baik kau sekarang keluar”, ucapnya dingin. “aku lelah tidak tidur seharian kemarin hanya karena dirimu dan sekarang kau hanya membuatku kesal, jadi pergi dari sini!”

“andwae! Selama kau masih menganggapku salah aku tidak mau keluar dari sini”, tegasku.

“keluar Kim Eunri”, suruhnya.

“kau masih tidak mau mendengar penjelasanku! Katakan kau percaya padaku baru aku akan keluar dari sini kalau kau tidak mau , aku juga tidak mau keluar dari sini”

“kau salah besar berbicara seperti itu padaku”, ucapnya. Aku mengerutkan dahiku. Maksudnya apa? Tapi dengan sekali hentakan dia mendorongku ke dinding, mengapitku dengan kedua tangannya dan menciumku. Ciuman yang sedikit kasar dibibirku. Aku hampir akan mendorongnya tapi dia dengan sengaja menarik tanganku agar melingkar dilehernya. Kemudian tangan kanannya meraih tengkukku semantara tangan kirinya bersarang dipinggangku.

“kenapa kau diam?”, tanyanya disela-sela ciuman. Aku kehilangan akal sehatku. Cho Kyuhyun, semua pesonamu hampir mematikan sel saraf kesadaranku. Kubalas ciumannya dan dia justru semakin kasar menciumku. Tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu.

“Kyuhyun kau sedang apa dengan Eunri didalam?”, tanya Teuki oppa. Semua hyungnya pasti menguping pembicaraanku dengan Kyu. Oh ini alasannya mengunci pintu kamar, kalau tidak pasti semua hyungnya sudah masuk tanpa disuruh ke kamar Kyuhyun. Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukan panggilan hyungnya dan malah semakin liar menciumku. Tidak lama dari itu dia melepaskan ciumannya dari bibirku dan tersenyum dengan senyuman setannya itu.

“jangan pernah main-main denganku”, katanya. Omona! Sadarlah kau Kim Eunri! Dia kemudian melingkarkan tangannya dipundakku melihat keadaanku yang belum sepenuhnya sadar. Lalu dia membuka pintunya dan membawaku keluar dari kamarnya.

“Kyu apa yang terjadi? Kami mendengar kalian saling membentak di dalam tadi”, tanya Sungmin oppa. Aku masih setengah sadar sampai sekarang. Pasti aku terlihat seperti orang yang bodoh.

“tidak apa-apa hyung. Aku akan mengantarkan Eunri pulang”, ucap Kyuhyun sambil terus melingkarkan tangannya dipundakku. Kami seperti orang yang benar-benar sedang berpacaran kalau dilihat seperti ini. Setelah sampai di basement, dia melepaskan tangannya dipundakku dan menyuruhku masuk. Aku benar-benar seperti robot yang sudah rusak, tidak bisa bergerak sendiri. Setelah Kyuhyun masuk kedalam mobil, dia tidak menyalakan mesin mobilnya.

“kau masih shock? Itu akibatnya melawanku. Anggap itu sebagai tanda aku memaafkanmu. Dan jangan lakukan hal bodoh itu lagi dibelakangku”, ucapnya. Tanda dia memaafkanku? Memangnya siapa yang meminta maaf padanya? Aku hanya minta dia percaya padaku bukan berarti aku meminta maaf padanya.

“sudah jangan kau pikirkan hal tadi. Aku ini pacarmu, harusnya kau senang aku cium. Apalagi aku ini seorang Cho Kyuhyun. Banyak yeoja yang ingin aku cium diluar sana, kau sudah mendapatkannya dengan gratis”, katanya. Mwo?! Kuinjak kakinya, dan kalau aku mau aku bisa saja membenturkan kepalanya ke kaca jendela disebelahnya atau mungkin kujambak rambutnya. Tapi aku tidak mau ambil resiko kalau dia nanti membunuhku. Dia hanya meringis saat aku menginjak kakinya.

“ya! Sudah cepat antarkan aku pulang!”, teriakku. Dia langsung menyalakan mobilnya dan mengantarkanku pulang. Setelah sampai di depan rumahku, aku langsung turun dari mobilnya. Tapi dia mencegat tanganku. Ayolah Cho Kyuhyun berhenti membuatku bodoh dihadapanmu.

“tidak mau mencium pipiku dulu?”, tanyanya sambil menyeringai.

“dasar mesum!”, ucapku.

“haha aku hanya bercanda. Mianhe aku tidak mengajakmu makan, kau makan saja di rumah, kau belum makan siang”, ucapnya. Kemudian aku langsung masuk kedalam rumah. Sepertinya aku tidak akan tidur malam nanti.

 

KYUHYUN POV

 

Aku kembali lagi ke dorm setelah mengantarkan Eunri pulang. Badanku rasanya patah semua. Seharian beraktivitas tanpa tidur sehari sebelumnya. Sebelum keluar mobil, aku berniat akan menelpon Eunri, sedikit menggodanya sepertinya asyik. Aku masih ingat tampang konyolnya saat aku cium tadi. Tanpa ekspresi. Semoga dia tidak sampai trauma. Saat aku menelponnya, aku mendengar suara handphone lain di dalam mobil. Kulirik jok mobil disebelahku dan ternyata handphone Eunri tertinggal di mobilku. Kulihat handphonenya dan tertera ada satu panggilan tidak terjawab. Itu panggilan dariku. Tapi namanya aneh. Namja 13? Hey dia tahu kan kalau namaku Cho Kyuhyun? Kenapa menamai kontakku dengan nama “Namja 13”?  Ah apa peduliku, aku tinggal bertanya saja nanti pada yeoja gila itu. Haha aku rindu memanggilnya dengan sebutan yeoja gila. Aku keluar mobil dan kulangkahkan kakiku menuju dorm.

Sesampainya di dorm semua hyung-hyungku sedang sibuk membicarakan sesuatu di dapur. Ada apa sih? Tapi rasa kantukku lebih kuat daripada rasa keingintahuanku. Langsung saja aku ke kamar dan bersiap untuk tidur.

“Kyuhyun~ah!”, panggil Hyukie hyung. Dengan malas aku menoleh.

“waeyo?”, jawabku.

“nah dia saja yang cuci piring bekas makan siang kita tadi”, seru Hyukie hyung.

“mwo? shireo!”, jawabku.

“tapi kami semua sudah sepakat Kyu”, ucap Yesung hyung.

“aku makan saja belum hyung. Aku lelah belum tidur dari kemarin aku mau tidur, cuci saja piringnya sendiri. Satu piring satu orang kalau ingin lebih cepat”, usulku sambil melengos masuk ke kamar. Belum aku masuk ke kamar, ada yang membuka pintu dorm. Ternyata Donghae hyung, eh rambutnya berubah? Selesai syuting dia merubah hairstylenya. Lumayanlah, tidak buruk lebih baik dari pada sebelumnya, kuning cerah menyilaukan mata. Kulihat Donghae hyung membawa sebuah bingkisan besar. Ah aku jadi penasaran.

“bingkisan apa itu hyung?”, tanyaku.

“dasar kau magnae tidak tahu diri, bilang saja kau malas mencuci piring”, kata Hyukie hyung.

“aku bukan malas tapi sedang tidak ingin melakukannya”

“ya itu sama saja!”, teriak Heechul hyung.

“itu beda. Dari susunan hurufnya saja sudah berbeda”

“sudah jangan bertengkar kalian berisik sekali. Aku membawa beberapa oleh-oleh untuk kalian”, ucap Donghae hyung. Semua hyungku langsung mengerubuni bingkisan itu seperti mengantri sembako saja. Jelalatan sekali mata mereka pada hal-hal seperti ini. Lalu Donghae hyung memberikan satu persatu oleh-olehnya, dan tentu juga kepada si monyet alias hyukie hyung dengan cara sedikit berbeda –setelah memberikan hadiah mereka berpelukan- ih menjijikkan sekali melihatnya.

“kau memotong rambutmu? Ini lebih bagus daripada model rambutmu yang kemarin”, ucap Heechul hyung. Ah tapi tetap aku lebih tampan darinya.

“syuting sudah selesai, aku hanya ingin mengubah penampilanku”, balas Doghae hyung. “dan Kyuhyun~ah ini untukmu”, ucapnya sambil memberikan oleh-olehnya padaku. Omo.. omo.. itu PSP! Belahan jiwaku bertambah lagi satu buah. Saat aku akan menyambar PSP itu, dia tiba-tiba menyembunyikan PSP itu di punggungnya. Apa-apaan si ikan ini?

“ya! Hyung berikan PSP itu padaku!”, ucapku. Semua member melirik ke arahku puas. Awas kalian hyung.

“tapi ada syaratnya. Syarat ini hanya khusus untukmu”, katanya. Mwo? Licik sekali. Kenapa mengajukan syarat hanya padaku?

“itu akibatnya kau tidak mau mencuci piring”, timpal Hyukie hyung. Kulempar sandal rumahku ke arahnya. Lama-lama kulakban mulutnya.

“kenapa hanya padaku kau mengajukan syarat? Tidak adil namanya”

“tapi kau harus menyetujuinya. Karena kau magnae kau harus menurut padaku”, kata Donghae hyung. Aissh kenapa pangkat magnae harus dibawa-bawa? Tapi aku ini magnae evil, enak saja memerintah padaku seenaknya.

“cepat katakan hyung jangan buat aku penasaran”, ucapku. Ikan buntal itu malah seperti kelihatan bingung akan bicara apa padaku. Kalau itu bukan hal yang penting, langsung ku tendang saja bokongnya itu.

“besok kau harus membawa Kim Eunri, yeoja gila itu kemari”, katanya tiba-tiba. Untuk apa ikan buntal ini menyuruhku membawa Eunri besok kesini? Kucium bau tidak beres disini.

“untuk apa hyung?”, tanyaku.

“aniyo, hanya ingin mengenalnya saja. Ini PSP untukmu. Bawa dia kesini besok. Arraseo?”, katanya sambil ikut dengan kerumunan hyungku yang lainnya. Hanya ingin mengenalnya? Baiklah kubawa Eunri besok kemari dan sekalian saja aku menanyakan tentang nama kontakku diphonebooknya besok. Lumayan hari ini aku bisa mengobrak-abrik isin hapenya, kekeke~. Paling-paling besok dia hanya marah padaku, atau kemungkinan paling parah hanya memukul kepalaku. Aku sudah kebal dengan kelakuannya itu. Kucium dipipinya juga dia nanti akan langsung menurut padaku. Hahaha.

 

AUTHOR POV

 

Hari ini hari Minggu. Eunri masih tidur di kamarnya walaupun sekarang waktu menunjukkan sudah jam sepuluh pagi. Tiba-tiba seseorang masuk kedalam kamar Eunri dan menyibakkan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

“ah siapa yang mengambil selimutku! Kutelan kau hidup-hidup”, ucap Eunri yang masih setengah sadar.

“Eunri kau ingin memakan eommamu hidup-hidup?!”, teriak orang yang telah menarik paksa selimut Eunri yang ternyata adalah eommanya. Eunri langsung membuka matanya mendengar teriakan eommanya yang kaget karena ucapan Eunri.

“omo… eomma apa yang eomma lakukan dikamarku? Aku masih ingin tidur”, ucap Eunri sambil menarik lagi selimutnya.

“kau harus bangun Eunri~ah. Ada seseorang yang menunggumu dibawah”, ucap nyonya Kim. Tapi Eunri tidak peduli dengan perkataan eommanya dan malah kembali tidur.

“ya! Kau tidak mendengarkan eommamu ini Kim Eunri?! Dibawah ada seseorang yang ingin menemuimu”, ucap nyonya Kim sedikit membentak.

“bilang saja aku sedang tidak ingin diganggu. Eomma jangan menghancurkan hari Mingguku yang langka ini”, ucap Eunri sambil masih menutup matanya.

“arraseo”, ucap nyonya Kim, sambil pergi keluar dari kamar Eunri.

“gomawo eomma, saranghae”, ucap Eunri setelah tau eommanya tidak menganggu tidurnya lagi.

 

KYUHYUN POV

 

Karena permintaan ikan buntal itu dengan malas aku pergi ke rumah Eunri sepagi ini. Padahal tadi aku sedang bermimpi memenangkan perlombaan game starcraft Internasional dan dengan teganya si ikan buntal itu menutup hidungku sampai aku hampir kehilangan nafas. Sialan. Kutunggu Eunri di ruang tamu rumahnya dan sedikit canggung karena hanya mengobrol berdua dengan appanya sedangkan eommanya pergi ke kamar Eunri, akan membangunkannya, katanya.

“Kyuhyun~ssi, apa aku boleh bertanya padamu?”, tanya Kim ahjussi.

“ne”, jawabku dengan senyuman termanis yang aku miliki. Setidaknya image ku harus tetap bagus dihadapan siapapun.

“kau benar-benar menyayangi Kim Eunri anakku?”, tanyanya. Sebenarnya aku bingung harus menjawab apa. Aku juga sampai sekarang masih bingung kenapa bisa-bisanya aku meminta yeoja yang seperti berkepribadian ganda –kadang yeoja dan kadang namja- itu menjadi pacarku. Tapi aku memang menyukainya.

“ne, aku sungguh menyayangi Eunri”, jawabku mantap. Kim ahjussi hanya tersenyum mendengar jawabanku.

“baru kali ini lagi aku melihat anakku suka pada seorang namja. Kau harus menjaganya Kyuhyun~ssi”, ucap Kim ahjussi.

“ne”, balasku lagi. Kulihat eomma Eunrim menuruni tangga tanpa Eunri. Kutebak pasti Eunri masih tidur di kamarnya.

“Kyuhyun~ah, Eunri tidak mau bangun walaupun sudah dipaksa. Kau saja yang membangunkannya”, ucap Kim ahjumma. Mwo? Aku yang membangunkannya?

“kami percaya padamu. Dan kami harus pergi karena ada acara perusahaan. Kami titip Eunri padamu”, tambahnya. Tadinya aku akan menolak, tapi sepertinya kesempatan emas ini tidak boleh dilewatkan. Kapan lagi aku akan melihat wajah jeleknya saat sedang bangun tidur?

“ah ne”, jawabku. Langsung saja aku naik ke lantai dua dan langsung masuk ke kamarnya karena tidak dikunci. Dan kudengar suara mobil menjauh dari rumah ini, orang tuanya sudah pergi. Baguslah, aku tidak perlu takut appanya akan membunuhku jika Eunri tiba-tiba teriak melihatku ada di dalam kamarnya.

Setelah aku masuk aku sedikit berkeliling didalam kamarnya. Kamarnya benar-benar luas dan kenapa seluruh isi kamarnya penuh dengan angka 13 seperti ini? Jam dindingnya berbentuk angka 13, background dindingnya bergambar angka 13, bahkan bentuk lemarinya pun berbentuk angka 13. Ah pantas saja hidupnya dilanda penuh kesialan, yeoja malang. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, dia juga menamaiku dengan nama namja 13 kan di handphonenya? Ah harus kutanyakan hal ini padanya. Kulihat Eunri masih tidur dengan selimut yang menutupi semua tubuhnya, tentu saja tidak dengan kepalanya. Kutarik selimutnya, dan dia langsung kelimpungan mencari selimutnya yang tiba-tiba hilang.

“eomma, sudah aku bilang aku masih mau tidur. Bilang saja pada orang itu aku tidak ingin diganggu”, katanya sambil masih menutup matanya. Ah aku praktekan saja apa yang dilakukan si ikan buntal itu padaku tadi pagi. Kututup hidungya dengan tanganku. Beberapa detik pertama dia masih belum bereaksi, setelah dia rasa hampir kehilangan oksigennya dia langsung bangun terduduk dan membentur kepalaku sangat keras.

“ah appo!”, teriakku. Apa kepalanya terbuat dari beton? Sakit sekali rasanya. Dia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan menatapku seperti orang yang kebingungan. Kelihatannya dia akan tidur lagi, tapi sedetik kemudian dia langsung menjerit sekerasnya dan berlari ke sudut kamarnya.

“CHO KYUHYUN SEDANG APA KAU DIKAMARKU HAH!?”, teriaknya.

“aku hanya membangunkanmu. Tidak usah histeris begitu”

“TAPI SIAPA YANG MENGIZINKANMU MASUK KEDALAM KAMARKU!?”, tanyanya dengan nada hampir tujuh oktaf.

“ya! Pelankan suaramu itu! Kau ingin membuat kondisi telingaku semakin parah hah?”, ucapku. Telingaku memang bermasalah sejak dulu, dan aku tidak mau kalau telingaku sampai tuli karena mendengar suara cemprengnya yang berisik itu.

“siapa yang mengizinkanmu masuk ke kamarku?!”, tanyanya lagi tapi dengan suara yang lebih rendah sekarang.

“kedua orang tuamu”, jawabku enteng. Dia langsung melemparku dengan sandal kamarnya yang besarnya hampir sama dengan kepalanya dan berbentuk kucing itu ke kepalaku dan tepat mengenai wajahku.

“sakit Eunri babo!”, geramku. Siapa yang tidak sakit dilempar benda sebesar itu dari jarak yang dekat? Dan kekuatannya besar sekali.

“keluar dari kamarku!”, teriaknya.

“daripada kau menghabiskan suaramu hanya untuk berteriak tidak jelas seperti itu, lebih baik kau mandi sana. Aroma tubuhmu sudah menyebar ke semua penjuru kamarmu. Aku yakin siapapun yang menghirupnya akan langsung mati. Kasihanilah mereka, cepat sana kau mandi”

“kalau begitu kau juga harusnya mati!”, teriaknya. Dia tidak bosan teriak-teriak terus?

“aku ini setan, tidak akan pernah mati”, jawabku sambil tertawa.

“aku tunggu kau lima belas menit dari sekarang, kalau kau telat kau akan mendapat jackpot dariku”, ucapku.

“mwo? Jackpot? Apa maksudmu?”, tanyanya.

“cepatlah bersiap-siap. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat”

“kemana? Aku malas, kau pulang saja”, ucapnya.

“cepat mandi, atau perlu aku memandikanmu?”, godaku.

“YA! KELUAR KAU CHO KYUHYUN!”, teriaknya. Aku hanya tertawa melihat tampangnya yang kaget saat aku mengatakan itu. Hahaha. Dia langsung masuk ke kamar mandi. Sebelum aku keluar dari kamarnya, aku melihat sebuah buku dimeja sebelah kasurnya, sepertinya itu buku diari. Bukan Cho Kyuhyun namanya kalau aku tidak membaca isinya. Kubawa buku itu dan membukanya di ruang tamu sambil menunggunya selesai bersiap-siap. Aku membacanya halaman perhalaman. Aku tertawa sekeras-kerasnya saat membaca halaman pertama. Ditulisnya kalau saat itu dia tercebur kedalam got karena kepalanya terlempar sebuah bola basket dan orang yang melempar bola itu bukan menanyakan keadaannya justru mengkhawatirkan bola basketnya yang sama-sama tercebur kedalam got, wajahmu memang lebih jelek dari bola basket Eunri~ah. Dan dilembar kedua, dia menuliskan kalau seorang ahjumma pernah menyangkanya sebagai pelayan sebuah toko dan memintanya membawakan barang belanjaan ahjumma tersebut sampai kedalam mobilnya. Haha malang sekali nasibnya. Wajahmu memang wajah dibawah rata-rata Kim Eunri, dan kenapa aku harus menyukai yeoja jelek sepertimu. Saat aku akan menyembunyikan diari itu kedalam jasku, ada sebuah foto yang jatuh dari dalam diari itu. Kuambil dan kulihat foto itu. Foto Ahra noona? Kenapa dia punya foto Ahra noona? Kulihat Eunri keluar kamarnya, cepat-cepat aku masukkan diari itu kedalam jasku. Ah paling dia hanya penggemar noonaku, dia juga kan cukup terkenal setauku.

“kau sedang apa?”, tanyanya.

“aniyo. Kau sudah siap? Ayo kita pergi sekarang”

“kau mau mengajakku kemana? Cuacanya sedang dingin sekarang, akhir-akhir ini cuaca tidak menentu”, katanya.

“yang jelas aku tidak akan membawamu ke kutub utara, ayo cepat ikut aku”, suruhku. Diapun menurut dan mengikutiku masuk kedalam mobil.

 

***

TBC

GIMANA PENDAPATNYA SAMA PART INI? KOMEN YAAA! :D

7 thoughts on “13 My Lucky Number part 8

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s