My Brother is an Artist ! [1st Episode]

Author: Sofiani a.k.a Shin Sung Young

Cast:

-Cho Kyuhyun

-Cho Kyuri

-Super Junior

– Han Minji

Genre: – Family , Love

Huahahahah!!! akhirnya admin bisa bikin FF kilat selama 3 jam! Udah lama ga pos dan semua FF yang dulu dibikin udah mulai ga jelas… Jadi buat permintaan Maaf admin bikin FF ini.. Ini masih ada lanjutannya tapi entah kapan.. sedapet idenya aja.. Mianhae kalau rada ngalor ngidul.. Happy reading :D

Apa yang kalian pikirkan ketika saudara kandung kalian adalah seorang artis? Aku yakin kalian akan ikut kegirangan karena kalian pikir kalian bisa ikut terkenal dengan menumpang nama saudara kalian. Tapi bagiku tidak! Aku tidak begitu suka ketika oppaku menjadi artis 5 tahun yang lalu. Dan sejak saat itu kehidupanku tidak pernah tenang..

“KYURI!” teriak segerombolan gadis ketika aku sedang makan siang di kantin sekolah. Aku tersedak dengan sukses dan langsung menghabiskan minuman di gelasku. Aku memandang sangar semua gadis itu. tapi mereka hanya membalas dengan cengiran lebar yang membuatku mual.

“Wae?” tanyaku dingin.

“Aish.. bisakah kau menyerahkan ini pada oppadeul Suju?” tanya mereka semua. Aku mendelik dan menatap mereka sinis.

“Kenapa tidak kalian antar sendiri?”

“Ayolah. Kaukan anak yang baik. Kami malu menyerahkannya sendiri. Yah? Kaukan anak baik.” Ujar salah satu dari mereka. Lalu, tanpa aba-aba, mereka memberikanku satu kantong besar berisi hadiah dan surat penggemar.

“Gomawo. Annyeong!” ujar mereka membungkuk dan pergi. aku hanya bisa ternganga melihat tingkah laku mereka. Setelah itu, aku membuka kantong besar itu.

“Hadiah untuk Kyuhyun oppa. Hadiah untuk Sungmin Oppa. Hyuk oppa saranghae! Ah!!! apa-apaan ini!” ujarku frustasi dan memasukan semua hadiah itu kasar kembali ke dalam plastik.

Namaku adalah Cho Kyuri. Yah.. dilihat dari margaku saja kalian pasti sudah tau hubunganku dengan salah satu member super junior. Aku adalah adik dari Cho Kyuhyun. Kalian taukan siapa dia? Aneh jika kalian tidak tau dia. Super Juniorkan sudah sangat terkenal di korea. Dan beginilah hidupku semenjak dia menjadi artis. Setiap hari, aku selalu saja dititipi hadiah dan surat dari fans. Aku bingung, kenapa mereka tidak mengantarkan suratnya sendiri? Tapi setelah aku dipikir-pikir ada alasan kenapa mereka tidak mau mengantarkannya sendiri :

Yang pertama, Kalau kalian pergi ke dorm Super Junior (tempat oppaku dan semua member tinggal) kalian akan bertemu dengan penjaga super sangar yang selalu jutek. Kalau kalian saja menanyakan nomor apartment suju, dia akan langsung menanyakan “Mau apa?!” dengan suara yang keras. Membuat nyali semua fans ciut dan menyerah.

Yang kedua, manajer suju itu ketat sekali dalam mengawasi semua fans yang datang ke dorm maupun yang langsung menemui mereka ketika syuting. Semua bodyguard di sebar di sekeliling ruangan. Aku sendiri bingung kenapa mereka sepertinya berlebihan, tapi menurutku wajar saja untuk artis yang sedang naik daun.

Yang ketiga, semua fans itu terlalu malu untuk melihat wajah member suju secara jelas dan dekat. Katanya mereka takut pingsan saat melihat wajah idola mereka. (alasan yang konyol menurutku. Aku saja yang setiap hari harus melihat wajah mereka tidak pernah pingsan).

Aku masuk kedalam kelas sambil menenteng plastik besar.

“Apa itu?” tanya teman sekelasku Han Minji. Dia satu-satunya teman (yang lumayan dekat) yang aku percaya.

“Apalagi.. hadiah dari fans.” Ujarku malas dan melempar plastik itu di tumpukan kado lainnya di dekat mejaku.

“Banyak sekali.” ujarnya.

“molla. Mereka pikir aku tukang pos apa!” ujarku dan membuka flip top hpku. Tanpa melihat aku menelfon sebuah nomor yang sudah aku hapal sampai di luar kepala.

“Yeoboseyo.” Ujar suara di seberang sana.

“Jemput aku!” teriakku tidak sabar.

“Aish! Berisik! Dengan suara biasa juga aku bisa mendengarmu! Memangnya kenapa aku harus menjemputmu?” tanya Kyuhyun oppa dengan suara jengkel.

“Kau tidak tau bawaanku sangat banyak! Dan semuanya adalah kado dari fansmu! Aku tidak mau repot membawa itu semua dengan menggunakan bus!” jelasku.

“Aish! kau pikir kerjaanku hanya bermalas-malasan? Aku sibuk hari ini! aku akan menyuruh manajer menjemputmu.”

“Andwae! Kalau kau tidak mau menjemputku, aku akan marah padamu dan tidak akan membuatkan makanan lagi untukmu!” ujarku mengancam

“Aku tidak peduli. Aku bisa menyuruh wookie memasak untukku. Hahahaha” ujarnya tertawa puas. Aku mendecak kesal. Aku salah memberikan ancaman.

“Aish! kau menyebalkan cho kyuhyun babo!” ujarku dan mematikan telfon. Minji yang sedari tadi duduk disebelahku memandangku tidak percaya.

“Kau baru saja menelfon Kyu oppa?” tanyanya. Aku mengangguk.

“Dia menyebalkan! Dia tidak mau menjemputku! Padahal aku harus membawa ini semua untuk dia dan semua member!” jelasku sambil menggebrak meja. Semua siswa memandangku aneh. Tapi aku tidak peduli.

“Kau baru saja memarahinya? Yak! Kau adalah orang pertama yang aku tau memarahi kyu oppa dengan sembarangan dan menyebutnya babo!” teriaknya histeris.

“Aish! berlebihan! Sudahlah! Aku mau pulang dulu. Sekarang sudah sangat sore dan aku harus membawa semua ini ke rumah.” ujarku membereskan tasku dan memasukan semua kado dan surat ke dalam plastik super besar.

“Kau mau aku bantu?” tanyanya/

“Ani. Aku tidak mau menyusahkanmu. Annyeong. Sampai jumpa besok.” Ujarku tampak kesusahan membawa semua kado.

Kyuhyun POV

Aku sedang tertawa mendengar lelucon konyol dari Hyukie hyung ketika telfonku berdering.

“Yeoboseyo.” Ujarku.

“Kyu! Apa sekarang Kyuri ada bersamamu?” tanya eomma dengan cemas.

“Ani. Wae?” tanyaku dan memandang jam di tanganku. Jam 7 malam dan anak itu belum pulang? Kemana dia?

“Aish. kemana dia? Tadi eomma sudah mencoba menelfonnya tapi tidak aktif.” Jelas eomma terdengar khawatir. Perasaan khawatir langsung menyerang diriku. Tadi, bukannya anak itu minta aku untuk menjemputnya? Apa dia masih di sekolah?

“Arraseo eomma, aku akan mencarinya sekarang. eomma tidak usah khawatir.” Ujarku dan langsung menutuo telfon.

“Wae?” tanya sungmin hyung.

“Kyuri menghilang.” Ujarku sambil mencari kunci mobilku.

“Mwo?! Kenapa bisa seperti itu?” tanya siwon hyung heran.

“Aniyo. Dia bodoh karena tidak bisa pulang sendiri.” Ujarku dan langsung menemukan kunci di kolong kursi.

“Aku pergi mencarinya dulu hyung! Kalau dia pulang kesini telfon aku!” ujarku dan langsung pergi keluar.

***

Kyuri POV

“Kyuhyun BABO!” teriakku sambil melempar tasku ke arah taman. Aku melepas sepatuku dan melemparnya sembarangan entah kemana. Gara-gara semua hadiah dari fansnnya yang sialan ini, aku jadi ketinggalan bus terakhir pulang! Tadi saat aku akan naik bus, tiba-tiba semua hadiah itu terjatuh dan terpaksa aku harus membereskannya dan menahan rasa malu. Saat semua benda sialan itu rapih, bus sudah pergi dan aku tertinggal. Dan sekarang aku harus jalan kaki 2 km ke dorm suju!

“Awas saja kalau aku sampai bertemu dengannya, akan aku kuliti dia hidup-hidup!” ujarku berbicara sendiri. Aku terduduk di kursi taman dengan menatap kakiku yang sudah lecet. Aku lelah.

***

Kyuhyun POV

Aku masuk ke dalam sekolah Kyuri yang sudah tampak kosong.

“sillyehabnida, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang satpam mengagetkanku.

“Aku sedang mencari adikku.” jelasku.

“sudah tidak ada orang lagi disini.” ujarnya.

“Jinjja?! Adikku belum pulang dan sepertinya dia ada disini.” Jelasku mulai panik.

“Itu mustahil. Semua ruangan sudah saya periksa, sampai ke tempat tempat terpelosokpun sudah saya periksa. Mungkin adik anda sedang perjalanan menuju rumah dan sekarang mungkin sudah sampai.” Ujar satpam itu ramah. Aku menatapnya menyerah, mengucapkan terimakasih dan pergi. kemana kau Cho Kyuri bodoh?!

***

Aku sedang mengendarai mobil pelan kembali ke dorm sambil melihat sekeliling saat aku melihat seorang gadis terduduk di taman. Sepertinya aku kenal dengan gadis itu. Tentu saja. dia si Kyuri pabo! Aku langsun menghentikan mobilku dan berlari menghampirinya.

“Kyuri pabo! Kenapa kau malah diam disini dan tidak pulang?!” tanyaku langsung mendampratnya. Dia dengan lemas memandangku.

“Kenapa kau ada disini? Bukannya kau sibuk?” tanyanya dingin. Aku melihat tasnya terkulai di tanah dekat dengan tumpukan kado. Banyak sekali!

“eomma menelfonku dan menanyakanmu. Kenapa kau lama sekali pulang?! Kau tidak tau semua orang cemas hah?!” tanyaku meninggikan suaraku.

“Babo! Semua ini salahmu juga! kau tau aku pulang telat karena harus membawa barang sialan itu! yang menyebabkan aku telat mengejar bus terakhir! dan kau sama sekali tidak peduli dan tidak mau menjemputku! Aku harus jalan sejauh 2 km untuk sampai dormmu! Dan kakiku lecet karena kebanyakan berjalan! Kau tidak tau rasanya dan sekarang malah menyalahkanku!” teriakknya dan menunduk. Aku bisa merasakan pundaknya naik turun seiring dengan isak tangisnya. Aku melihat kakinya yang tanpa sepatu. Mulai terlihat warna biru kemerahan muncul.  Aku memandangnya kasihan. Sebenarnya tadi aku tidak sibuk. Aku hanya malas saja menjemputnya ke sekolah. Tidak tau ya, jarak lokasi syuting sangat jauh ke sekolahnya?

“Aish.. mianhae.” Ujarku dan membungkuk memegang pundaknya. Dia tidak mau mengangkat wajahnya dan tetap terisak. Aku mengelus kepalanya.

“Mianhae Kyuri-ah.” ujarku lagi. Dia menatapku dengan mata sembab.

“Oppa pabo.” Ujarnya pelan.

“Aku memang bodoh. Sekarang, bagaimana kalau kita pulang? Arraseo? Aku akan obati kakimu dirumah.” Ujarku. Dia mengangguk dan mencoba berdiri. Tapi baru saja dia berdiri, dia sudah hampir terjatuh.

“gwenchana?” tanyaku.

“Ne. Tapi kakiku sepertinya sakit dan tidak bisa berjalan. Oppa, bawakan semua barang-barang itu. lalu gendong aku.” Ujarnya. Aku melotot.

“mwo?! Andwae!”

“Aish! akukan begini karena kau hah?! Kau mau aku tambah parah atau berkorban menggendong adikmu ini?” tanyanya. Aku menyerah dan membawa tas dan kado-kado dari fans itu kedalam mobil. Lalu aku menggendongnya di punggungku.

***

Kyuri POV

Huahahahah aku berhasil membuatnya repot. Suruh  siapa membiarkanku jalan kaki 2 km dari sekolah ke dorm hah? Rasakan akibatnya!

Setelah itu, kyu oppa membantuku masuk ke dalam mobil.

“Mana sepatumu?” tanyanya tiba-tiba.

“Molla. Aku lempar entah kemana. Sudahlah! Aku sudah lelah! Aku bisa minta eomma membelikanku sepatu baru, atau kau harus membelikannya untukku.” Ujarku.

“mwo?! Kenapa aku?!” tanyanya sewot.

“Siapa yang membuatku begini? Sudah cepat!” ujarku. Dan dia hanya mendengus kesal lalu menjalankan mobil.

***

“Kami pulang.” Ujar kyu oppa sambil memapahku masuk dorm. Member yang melihatku langsung mendekati kami.

“Kyuri-ah, gwenchana?” tanya mereka.

“Ne gwenchana oppa. Geogjeong hajimasibsio.” Ujarku. Mereka semua masih tampak cemas.

“Omo! Kenapa kakimu?!” tanya wookie oppa setelah aku duduk di kursi.

“ne? Ah.. hanya lecet karena kebanyakan berjalan. Aku harus jalan sejauh 2 km dari sekolah ke dorm karena makhluk setan itu.” ujarku memandang sinis kyu oppa yang masuk ke dorm sambil membawa tas dan kado-kado dari fans.

“Apa ini?” tanya sungmin oppa.

“Oh, itu semua kado dari teman-temanku untuk kalian. Ada surat-suratnya juga kok. Gidalyeo.” Ujarku dan mencoba berdiri. Tapi sepertinya kakiku masih sakit, aku kehilangan keseimbangan dan kembali terduduk di atas kursi meringis.

“Pabo! Kakimu belum sembuh dan kau sudah mau berdiri lagi?!” bentak Kyu oppa.

“Mianhae.” Jawabku pelan. Lalu dia membawaku ke kamarnya bersama sungmin oppa dan mendudukanku di kasur.

“Diam. aku akan mengobatimu.” Ujarnya menarik kakiku ke dalam baskom berisi air panas.

“Yak! Panas oppa!” teriakku sambil menarik kakiku.

“Aish! hanya sedikit panas! Kau manja sekali! sudah masukan kakimu ke sini!” ujarnya menarik kakiku ke dalam air. Aku menahan rasa panasnya. Tapi lama-lama, rasa panasnya sangat menghangatkan buatku. Rasa sakitku mulai hilang.

“Kau bodoh, kenapa kau mau saja disuruh temanmu membawakan semua kado-kado itu hah?” tanyanya dengan nada kesal.

“aku sudah menolak. Tapi mereka memaksa.” Jelasku.

“Kenapa kau mudah sekali sih menerima begitu saja? bukannya kau pali jago menolak?”

“Yak! Akukan juga manusia. Aku baik hati! Tidak sepertimu, evil!” ujarku dan langsung mendapat jitakan darinya.

“Apo!”

“Bodoh! Sembarangan bicara!” ujarnya dan mengangkat kakiku dari baskom. Lalu mulai membersihkan lukaku dengan alkohol dan menempelkan plester.

“Plester apa ini?! norak!” protesku.

“Banyak protes! Sudahlah adanya hanya itu! kau ganti baju sana. Untuk hari ini menginap saja disini.” Ujar kyu oppa melemparkan baju ke arahku.

“Oppa tidur dimana?”

“Aku bisa tidur dimana saja.” ujarnya  dan keluar. Aku tersenyum. Walaupun dia kakak yang menyebalkan, tapi aku tau dia sebenarnya sayang padaku.

***

“Kau yakin mau sekolah? Dengan kaki seperti itu?” tanya wookie oppa.

“Ne oppa. Gwenchana. Jangan khawatir. Akukan kuat.” Ujarku sambil sedikit terpincang.

“Jalan saja belum benar. masih bilang kuat.” Ujar kyu oppa menyindir. Aku melemparkan tatapan sinis padanya dan memasukan bukuku kedalam tas.

“Kau naik apa ke sekolah?” tanya hae oppa.

“Bus mungkin. Tapi kalau kakiku masih sakit, mungkin aku akan naik taksi.”

“Aish! kau jahat sekali kyu!” ujar sungmin oppa.

“Mwo? Wae?” tanya kyuhyun oppa tidak mengerti.

“Adikmu sakit karena kau! Bukannya mengantarnya ke sekolah, kau malah membiarkannya pergi sekolah sendiri. Kakak macam apa kau?”

“Gwenchana oppa. Aku takut kalau iblis itu datang ke sekolah, malah membuat satu sekolah gempar. Aku tidak mau mendapat masalah lagi.” Ujarku.

“Tuh dengar hyung! Bukan salahku. Dia sendiri yang tidak mau diantar.” Jelas Kyu oppa sambil tetap makan sarapan paginya.

“Joh-a, aku berangkat dulu!” ujarku.

“Kau yakin baik-baik saja?” tanya shindong oppa.

“Gwenchna oppa. Jangan terlalu khawatir, haha. Annyeong.” Ujarku dan keluar dorm sebelum mereka lebih banyak bertanya soal kakiku. Aku baru saja keluar dari pintu gedun apartment dan hendak menuju pemberhentian bus ketika kakiku tidak mau diajak kompromi dan aku terjatuh dengan sukses. Aku memegang kakiku nyeri. Ternyata sakitnya luar biasa. Huwaaa eomma! Kakiku sakit!

“Sudah kubilang jangan sok kuat! Lihat dirimu sungguh menyedihkan!” ujar seseorang. Aku langsung menatap tajam Kyu oppa.

“Aku kuat kok! Lihat!” ujarku dan berdiri. Tapi kakiku malah tambah sakit dan hampir jatuh saat kyu oppa memegangi tanganku.

“Lihat! Sudahlah! Kau kuantar.” Ujarnya.

“eh, gwenchana?”

“Kau seperti dengan siapa saja. akukan kakakmu. Masa melihat adiknya sendiri kesusahan berjalan aku santai saja.” ujarnya. Aku tersenyum. Tumben otaknya jalan.

***

“Oppa tidak usah mengantarku kedalam!” ujarku.

“Gwenchana.” Paksanya.

“Hajiman..” sebelum aku menolak dia sudah menarikku masuk ke koridor. Semua orang melirik ke arah kami. Gadis-gadis menahan nafas dan hendak menjerit ketika Kyuhyun oppa memandang mereka sinis dan mereka menutup mulut mereka.

“Oppa! Awas saja kalau aku jadi berita headline di koran sekolah! Aku akan membunuhmu hidup-hidup!” bisikku kesal. Dia hanya menatapku dan menunjukan senyum evilnya.

“Kau tidak akan berani melakukan itu. sudah sana masuk kelas. Belajar yang benar!” ujarnya dan mendorongku masuk kelas.

“Kya!! Kyuri! Mataku tidak salahkan?! Itu Kyu oppa?!” tanya Minji histeris.

“Ne.” Ujarku tersenyum.

“Kenapa kau tersenyum?” tanyanya heran.

“Ani. Sudahlah. Bantu aku duduk!” ujarku padanya. Aku tersenyum ketika melihat kyu oppa sedang berjalan ke parkiran mobil. Dan beberapa gadis hampir tepar melihatnya.

“Kau beruntung punya oppa seperti dia.” Ujar Minji mengikuti arah pandanganku.

“Ne.” Jawabku singkat.

Yah..kadang aku kesal karena dia selalu sibuk dan menyebabkan hidupku tidak tenang akibat fans-fasnya. Tapi aku tau, sikapnya yang sok tidak peduli itu ternyata sayang sekali padaku.

“KYURI!!!” Teriak beberapa gadis kembali ke dalam kelasku.

“Aish! KYU OPPA BABO!”

TBC

16 thoughts on “My Brother is an Artist ! [1st Episode]

  1. Wuaahh seneng.a bs ketemu suju oppadeul….
    ini cm cerita tntg adik.a kyu yah??? gada cerita adik.a jatuh cinta ma sapa gt??? sm taemin kah???
    ya wess lah bnyk bacot saiia….

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s