13 My Lucky Number part 7

Title : 13 My Lucky Number part 7

Author : Inkania

Main cast : Kyuhyun Super Junior, Kim Eunri

Support cast : Lee Hyorin, Bryan, member Super Junior

Rating : PG

Genre : romance

Disclaimer : ini FF murni dari pikiran author :D dan jangan jadi plagiat! Maaf ya kalo ada typo :D dipublish juga di blog pribadi aku inkakania13.wordpress.com

PS : peran dalam FF ini kebanyakan author yang ngarang hehe. Komentar jangan lupa yaa :D ini menyangkut masa depan FF ini (?) Happy reading….

 

 

KYUHYUN POV

 

Saat aku menelpon Eunri, tiba-tiba aku mendengar sesuatu seperti benda yang dibanting dan setelah itu aku mendengar Eunri sedang berbicara dengan seseorang ribut sekali.  “ya! Apa-apaan kalian ini?! Sudah membuatku jatuh dan membuat sikutku berdarah dan sekarang menamparku? Apa mau kalian heh?”. Aku yakin itu suara Eunri. Sikut berdarah? Ditampar? Apa yang terjadi padanya?!

“Eunri~ah yoboseo?! Eunri~ah!”, ucapku sedikit berteriak karena dia tidak menyaut daritadi kupanggil. Aku terus mendengarkan obrolannya dengan seseorang yang sepertinya lebih dari satu orang dari telpon. Kalau aku tidak salah tebak, pasti dia sedang bicara dengan fansku. Ah Eunri baboya! Tidak pedulikah dia terhadap nyawanya? Harusnya dia berhati-hati karena tidak gampang menyandang status sebagai pacarku selama belum ada konferensi pers resmi dari managemen! Argh! Pikiranku kacau sekarang! Berita itu benar-benar membuat Eunri dalam bahaya! Tiba-tiba aku mendengar sesuatu seperti suara debuman di dinding bersamaan dengan teriakan Eunri.

“Eunri~ah? Hey jawab aku! Eunri~ah!”, teriakku frustasi. Aku terus memanggil namanya dari telpon tapi tidak ada respon sama sekali. Apa yang terjadi padanya?!

“ARGHH!”, teriakku. Aku hampir akan memutuskan telpon dan akan menelpon pada Teuki hyung untuk mencari tahu keadaan Eunri kalau saja tidak ada suara namja yang aku dengar dari handphoneku. Kudengar namja itu memanggil nama Eunri dan saat aku akan berteriak lagi memanggilnya dari handphoneku, tiba-tiba TUT, sambungan telponnya putus. Kau membuatku cemas Kim Eunri! Langsung aku keluar kamar dan menuju kamar manager hyung.

“hyung!”, teriakku di depan kamarnya. Dia langsung membukakan pintu kamarnya.

“waeyo? Kau membuatku kaget saja Kyu”, ucap manager hyung.

“hyung aku ingin kembali ke Korea sekarang!”, ucapku. Manager hyung terlihat kaget.

“MWO!? Kau gila? Tentu saja tidak bisa! Kau masih ada kontrak Kyu!”, bentak manager hyung. “ah kau masuk dulu”, pintanya. Aku pun masuk kedalam kamarnya. Demi apapun aku sangat mengkhawatirkan Eunri.

“apa maksudmu ingin ke Korea sekarang? Kau ingin membuat imagemu jelek dihadapan banyaknya fansmu sebagai artis yang tidak bertanggung jawab hah?”, Tanya manager hyung. Aku mengacak-ngacak rambutku kesal. Aku tau aku harus professional, tapi Eunri dalam bahaya!

“aku benar-benar mengkhawatirkan Eunri, hyung. Barusan aku meneleponnya, tapi yang aku dengar bukanlah suara Eunri tapi malah suara ribut. Aku yakin dia diintimidasi oleh fansku karena berita-berita sialan itu”, ucapku frustasi.

“sudahlah, dia akan baik-baik saja Kyu. Sudah kau istirahat saja sana. Besok siang kau pulang, jadi tenanglah”, ucap manager hyung. Ah percuma saja aku melawannya, tidak akan membawaku pada Eunri sekarang. Aku kembali ke kamarku dengan pikiran yang kacau. Aku tidak yakin malam ini bisa tidur dengan nyenyak.

EUNRI POV

Tubuhku menegang setelah tahu kalau namja itu adalah… Bryan.

“Eunri~ah aku kembali ke kampus ya masih ada kelas, kau tenang saja, akan aku katakan keadaanmu nanti. Annyeong”, pamit Hyorin. Sebelum dia pergi ku genggam lengan Hyorin menandakan aku tidak mau ditinggal disini sendirian. Apalagi dengan namja itu.

“waeyo?”, Tanya Hyorin setelah sadar aku mencengkram lengannya lama.

“Hyorin~ssi kau kembali saja ke kampusmu. Aku yang akan menjaga Eunri”, ujar Bryan. Aku pun melepaskan cengkramanku pada lengan Hyorin dan Hyorin pergi menuju kampus. Aku butuh Kyuhyun sekarang. Karena entah sejak kapan, aku terikat pada namja 13 itu. Rasanya dia sudah menjadi kebutuhanku saat ini. Kebutuhan melihatnya dan merasakan kehadirannya benar-benar kuat pada diriku. Kulihat Bryan mendekatiku. Dengan kekuatan yang aku punya, aku bangun dari tempat tidur ini dan berusaha keluar dari ruangan ini menghindari tatapan dan sentuhannya. Bagiku dia hanyalah piring pecah dengan sisi yang tajam dan kalau aku ceroboh aku bisa tersakiti lagi olehnya.

“kau mau kemana?”, tanya Bryan.

“pergi dari hadapanmu.”, ucapku. Lalu aku berjalan keluar kamarku menuju taman rumah sakit ini dengan kepala yang sedikit pusing. Kubalikkan badanku dan kulihat Bryan mengikutiku. Oh bisakah dia tidak menggangguku?

“ya! Kenapa kau mengikutiku? Pergi dari hadapanku!”, teriakku. Untungnya sore sekarang ini disekitar taman sedang sepi, mungkin pasien-pasien disini sedang tidur.

“aku ingin bicara denganmu”, katanya. Aku tidak menghiraukannya. Lalu aku melihat ada sebuah kursi taman di dekat pohon. Aku jadi ingat saat aku menceritakan tentang Bryan pada Kyuhyun dan mengutarakan perasaanku padanya. Eunri babo. Setelah aku menceritakan tentang namja brengsek itu pada Kyuhyun, rasa takutku akan masa lalu sedikit berkurang. Hanya sedikit. Aku tersenyum mengingat kejadian itu. Namun tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang. Bryan.

“lepaskan aku”, ucapku. Dia membalikkan tubuhku dan memelukku lagi lebih erat. Aku mencoba mendorong tubuhnya dengan tanganku yang ada diantara tubuhku dengan tubuhnya. Kemana tenagaku?!

“lepaskan aku Bryan”, ucapku lagi. Aku mulai melemas. Ingatan tiga tahun lalu tiba-tiba muncul di kepalaku.

“I love you”, bisiknya. Aku tidak mau mendengarnya! Demi apapun aku tidak mau! Aku terus berusaha supaya dia mau melepaskanku dari pelukannya, tapi usahaku nihil.

“aku membencimu! Lepaskan aku!”, teriakku. Air mataku mulai menetes. Pertahananku ambruk. Kau lihat Bryan? Kehadiranmu hanya memunculkan sisi kelamku yang dengan susah payah aku sembunyikan selama hampir tiga tahun. Aku membencimu! Menjauhlah dariku! Tapi Bryan justru mengeratkan pelukannya padaku. Rasa sakit itu muncul lagi.

“lepaskan aku brengsek!”, teriakku sambil menangis. Perlukah kulontarkan kata-kata kasar agar dia tahu seberapa besar aku membencinya?

“aku mohon maafkan aku. Aku tidak peduli seberapa besar kau membenciku tapi aku masih mencintaimu. Kembalilah padaku. Aku mencarimu, dan akhirnya aku mendapatkan kabar kalau kau pindah ke Korea. Aku berusaha belajar bahasa Korea dan melanjutkan perusahaan Ayahku yang ada disini hanya karenamu”, ucapnya kemudian menatap mataku dengan tubuhnya yang masih memelukku. Aku benci tatapanmu! Tatapanmu dulu telah berhasil membuatku menyesal karena dengan tatapan itu aku menyukaimu!

“lupakan Cho Kyuhyun itu. Aku lebih baik darinya. Aku bisa kapan saja berada disampingmu saat kau butuh aku, tidak sepertinya yang sibuk dengan segala dunia karirnya. Lupakan dia”, ucapnya sambil memegang daguku. Kau butuh cermin Bryan. Kau lebih baik darinya? Kau itu pengkhianat!

“aku membencimu”, ucapku lemah.

“tapi aku masih tetap mencintaimu seperti dulu”, ucapnya. Kemudian dia menempelkan bibirnya dibibirku. Melumat bibirku lembut percis seperti yang dilakukannya tiga tahun lalu. Ciuman penutup hubunganku dengannya dan akhirnya dia meninggalkanku bersama wanita lain. Kau brengsek Bryan, sangat brengsek. Aku benar-benar gila sekarang. Dengan sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya, kupukul dadanya. Aku terus melawannya dengan air mataku yang terus mengalir dari mataku. Kau telah merebut first kiss ku dengan cara yang menyakitkan, dan sekarang apa maksudmu melakukan hal ini lagi padaku?

“lepaskan aku”, desisku susah payah ditengah-tengah ciuman menyakitkan ini. Dia melepaskanku. Seluruh tubuhku gemetar. Aku mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Dan langsung kutampar wajahnya.

“apa yang kau lakukan hah?! Kurang ajar kau!”, teriakku frustasi. Apa yang ada dipikirannya?!

“pergi kau dari hadapanku!”, teriakku. Tapi dia tetap diam pada posisinya.

“pergi kau!”, teriakku sambil kudorong dia supaya pergi dari tempat ini. Tapi dia malah mencekal kedua tanganku.

“aku masih mencintaimu Eunri, dan lupakan Cho Kyuhyun brengsek itu!”, katanya sedikit membentak padaku. Kutampar lagi wajahnya.

“kalau menurutmu Kyuhyun brengsek, lalu kau ini apa hah?”

“dia membahayakanmu Eunri. Lihat fansnya yang sudah mencelakaimu seperti ini”, ucapnya.

“ini tidak sakit sama sekali dibandingkan dengan apa yang kau lakukan padaku tiga tahun lalu. Dimana hatimu? Kedatanganmu hanya menghabiskan air mataku”, ucapku.

“apa yang membuat Kyuhyun itu bisa membahagiakanmu? Apa yang bisa dia lakukan untukmu?!”, bentaknya.

“dia tidak memberiku sakit. Kau perlu catat itu. Dan sekarang kau pergi!”, teriakku. Dia mengepalkan tangannya dikedua sisi tubuhnya. Kau kesal? Aku lebih kesal padamu!

“baik aku pergi”, ucapnya. kemudian dia pergi dari hadapanku. Kududukkan diriku di kursi taman. Cukup lama aku disini. Kedinginan dan tidak ada yang menyampirkan jaket dipundakku seperti yang Kyuhyun lakukan padaku waktu itu. Kau kenapa lama sekali di Thailand?! Padahal kau baru kesana kemarin, tapi rasanya sudah seminggu kau pergi. Setelah hampir satu jam lebih aku disini, eomma dan appaku menghampiriku. Sepertinya mereka panik melihatku tidak ada di kamar.

“eomma, appa”, ucapku.

“Apa yang kau lakukan disini? Cuaca sedang dingin Eunri~ah. Eomma dan appa panik mencarimu. Ayo sekarang kita ke kamarmu”, ajak eomma. Eomma dan appa menuntunku menuju kamar dan membaringkanku di kasurku.

“Apa yang terjadi padamu? Kami cemas padamu Eunri~ah”, ucap eomma.

“aku hanya jatuh terbentur dinding. Selebihnya tidak apa-apa”, ucapku bohong.

“kau kan tidak suka rumah sakit Eunri~ah. Biasanya kau menjaga dirimu dengan telaten”, ucap appa.

“kau kelihatan lesu. Kau harus istirahat Eunri~ah, di rumah sepi kalau tidak ada ocehanmu. Cepat sembuh supaya kau bisa cepat pulang”, ucap eomma. Dia lebih kangen ocehanku daripada aku? Ibu yang kejam.

“ne, arraseo”

“bibirmu kenapa Eunri~ah?”, tanya appa. Aku langsung terkesiap mendengar ucapan appa. Langsung kusentuh bibirku.

“me-memangnya kenapa?”, ucapku gelagapan.

“sedikit bengkak sepertinya”, ucap appa. Dor! Tebakan appa sukses membuatku merinding. Langsung kukatupkan bibirku.

“sudahlah abaikan perkataan appamu. Istirahatlah, eomma dan appa akan menemanimu disini malam ini”, ucap eomma. Tubuhku memang terasa sangat lemah. Kututup mataku dan mencoba tidur.

***

Sinar matahari menyeruak masuk kedalam kamarku, tepatnya kamarku di rumah sakit. Ternyata suster yang telah membuka jendela, sudah pagi ternyata. Tubuhku masih lemas, banyak sekali tenaga yang ku keluarkan akhir-akhir ini. Fisik dan batin. Kurasakan tangan kananku berat, sedangkan saat kugerakkan tangan kiriku rasanya biasa saja. Setelah kulihat… Kyuhyun? Ini Kyuhyun? Omo! Dia ada disini! Dia tertidur di tanganku! Kulihat matanya. Dia damai sekali tertidur dengan posisi tidak nyaman seperti itu.

“Kyuhyun babo. Terlihat jelas ada sofa yang nyaman dibelakangmu, untuk apa kau tidur ditanganku hah? Tanganku pegal”, ucapku dengan suara yang rendah agar dia tidak terbangun. Dan dia memang sama sekali tidak terbangun.

“selelah itukah? Memangnya syuting apa yang kau lakukan di Thailand hah? Hanya syuting iklan dan konferensi pers saja kan? Kenapa matamu terlihat sangat lelah?”, ucapku sendirian. Ku sentuh pelan rambutnya. Dia sama sekali tidak terbangun. Apa dia masih hidup? Atau jangan-jangan dia sudah mati?! Kubangunkan saja dia.

“Kyuhyun ireona”, ucapku lembut. Dia menggeliat pelan sambil mengangkat kepalanya yang daritadi menempel ditanganku. Mengucek-ngucek matanya dan sedetik kemudian dia langsung memelukku.

KYUHYUN POV

Setelah kupaksa manager hyung agar syutingku dipercepat menjadi satu hari, malamnya aku langsung mengambil penerbangan menuju Seoul. Aku sampai di Seoul jam setengah enam pagi. Tanpa pikir panjang aku langsung menuju rumahnya. Tapi aku dapat kabar kalau dia sedang di rumah sakit dari tukang kebunnya. Langsung saja aku menuju ke Seoul hospital. Setelah sampai di ruangannya, appa dan eommanya menitipkan Eunri padaku karena ada urusan. Setelah eomma dan appanya pergi, aku duduk dikursi sebelah tempat tidurnya. Rasanya tenang aku masih bisa melihatnya sekarang. Kugenggam tangannya dan tiba-tiba tertidur saking lelahnya.

***

            “Kyuhyun ireona”, aku mendengar seseorang memanggil namaku. Aku menggeliat pelan. Rasanya mataku sulit terbuka karena aku baru saja tertidur satu jam yang lalu. Kuangkat kepalaku sambil mengucek mataku yang sepertinya masih ingin tidur. Kulihat Eunri sudah bangun. Dan seketika itu aku langsung menumpahkan kekhawatiranku padanya.

“Eunri babo! Apa yang terjadi padamu? Aku sangat mengkhawatirkanmu!”, ucapku. “aku panik saat meneleponmu kemarin kau tidak meresponku, aku hanya mendengar kau berdebat dengan beberapa orang yeoja dari telpon. Apa yang terjadi padamu hah? Kenapa kau ada di rumah sakit dengan keadaan seperti ini? Dan kenapa kau tidak mengabariku? Kau tau tidak aku begitu cemas padamu!”, ucapku panjang lebar.

“kau cemas padaku?”, tanyanya. Dia tidak mendengar aku bicara panjang lebar tadi?

“aku sangat mencemaskanmu Eunri~ah”

“aku tidak apa-apa. Kemarin hanya kecelakaan. Dan bisa-bisanya kau memanggilku babo”, ucapnya sambil mengubah posisinya menjadi duduk. Aku duduk ditepi kasurnya dan kupeluk tubuhnya.

“kapan kau datang kesini?”, tanyanya.

“sejam yang lalu. Tepatnya pukul 6 pagi tadi”

“eomma dan appaku kemana?”, tanyanya lagi.

“mereka pulang setelah aku datang” dia melepaskan diri dari pelukanku dan menangkubkan kedua tangannya diwajahku.

“kenapa matamu? Seperti yang tidak tidur berhari-hari. Kantong matamu hitam”, tebaknya. Memangnya separah itu?

“aku tidak bisa tidur memikirkanmu. Aku memaksa manager hyung agar membujuk pihak Thailand mempercepat syutingnya. Dan akhirnya syuting kuselesaikan sampai jam sepuluh malam. Setelah itu aku langsung menuju kemari”, jelasku.

“kau memangnya tidak tidur selama dipesawat?”, tanyanya.

“aku tidak bisa tidur”

“dasar babo! Bagaimana dengan kesehatanmu hah?”, bentaknya. Dia sakit begini saja masih bisa membentakku.

“ini tidak seberapa Eunri~ah karena pada akhirnya aku masih bisa melihatmu. Itu sudah cukup bagiku”, ucapku.

“kenapa kita jadi sering berpuisi seperti ini? Rasanya menggelikan”, ucapnya sambil tertawa kecil. Aku menautkan alisku namun akhirnya ikut tertawa bersamanya. Rasanya damai disekelilingku.

“entahlah”, jawabku. Tiba-tiba dia mencubit salah satu pipiku.

“appo!”, sungutku. Tenaganya besar sekali.

“wajahmu lucu Kyu, hahaha”, katanya sambil terus tertawa. Kubalas kau!

“Kyuhyun babo! Itu sakit! Kau mencubit kedua pipiku! Tidak adil!”, sungutnya sambil berusaha mencubit pipiku yang satu lagi. Aku dan Eunri percis anak TK yang sedang berebut permen. Hahaha.

“Eunri~ah kau sudah mendengar berita itu?”, tanyaku. Ia mengangguk. “kau keberatan tidak kalau kita mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan hubungan kita? Akan bahaya kalau kita sembunyi-sembunyi”

“Ne, aku setuju-setuju saja”, jawabnya. “kapan?”

“hari ini”, jawabku.

“mwo? Hari ini?”, tanyanya kaget.

“secepatnya kalau bisa. Aku malas digosipkan yang tidak-tidak. lebih baik langsung diumumkan saja kalau kau itu pacarku”, ucapku.

“arraseo. Aku sudah boleh pulang kan?”, tanyanya.

“ah aku hubungi dokter dulu sebentar. Kau tunggu disini” aku langsung mencari dokter yang menangani Eunri dan memastikan Eunri sudah boleh keluar rumah sakit atau tidak. Tapi dokternya baru akan memeriksa keadaan Eunri jam delapan nanti.

“aku sudah boleh pulang?”, tanyanya.

“dokter akan memeriksamu jam delapan nanti. Sekitar satu jam lagi” kemudian masuk salah seorang suster sambil membawa sarapan pagi untuk Eunri. Setelah makanannya diletakkan diatas meja, suster itu keluar.

“makan sarapanmu”

“aku tidak suka makanan rumah sakit, kau saja yang makan”, katanya.

“aku juga tidak suka. Ya sudah jangan dimakan”, ucapku. Menunggu dokter masih satu jam lagi aku bosan. Kukeluarkan PSP ku dan mulai memainkannya.

“kau suka bermain PSP?”, tanyanya, aku hanya berdehem pelan saking konsentrasinya.

“Kyuhyun ada cicak dirambutmu!”, teriaknya yang langsung membuatku kelimpungan mengusir cicak yang katanya ada di kepalaku. Tiba-tiba tawanya meledak. Kau mengerjaiku?

“ah mau bermain Eunri~ah?”, tanyaku. Dia tidak menjawabnya dan masih sibuk tertawa seperti orang gila. Selucu apa aku tadi sampai dia tertawa seperti itu? Kukerjai balik dia. Aku mendekat ke tempat tidurnya dan duduk didekatnya. Dia langsung menghentikan tawanya. Kutatap matanya dan kusentuh pipinya. Dia diam, mulai terperangkap dengan pesonaku? Kudekatkan wajahku ke wajahnya, dia sedikit menjauhkan wajahnya dari wajahku. Kusibakkan rambutnya dan berbisik ditelinganya.

“Eunri~ah, ada jerawat di pipimu”, bisikku setelah itu langsung menjauh darinya. Kulihat wajahnya kikuk sekali. Hahaha! Kena kau!

“Cho Kyuhyun!”, teriaknya. Demi apapun wajahnya bodoh sekali tadi. Harusnya aku mengabadikannya, setelah itu aku menyebarkannya pada semua hyungku. Dia pasti sudah menjadi bahan tertawaan mereka.

“wae? Kau kira aku akan melakukan apa padamu hah?”, tanyaku sambil terus tertawa.  Dia cemberut sambil memajukan bibirnya. Tidak lama dari itu dokter masuk kedalam ruang inap Eunri dan memeriksa keadaannya. Setelah dokter memeriksa keadaan Eunri, dokter mengizinkan Eunri pulang.

“jaga terus kondisimu, jangan down lagi”, perintah dokter. Eunri hanya mengangguk.

“gamsahamnida”, ucapku sambil membungkukkan badan dan sedikit menahan tawa. Dokter itu tersenyum padaku lalu pergi keluar.

“berhentilah tertawa Cho Kyuhyun. Atau kubuat kau yang berada pada posisiku sekarang”, katanya.

“ara, ara”, jawabku sambil berusaha menahan tawa. Tapi tetap saja ujung-ujungnya aku tertawa. Dan Eunri tiba-tiba melemparku dengan bantalnya sampai aku jatuh terduduk ke sofa yang ada dibelakangku.

“iya aku akan berhenti tertawa tapi jangan melemparku tiba-tiba seperti tadi!”, bentakku. “kau kuat kalau kita sekarang konferensi pers?”, sambungku. Aku takut yang ada dia malah sakit lagi. Semenyebalkannya dia, tetap saja aku mengkhawatirkannya.

“ayo aku tidak apa-apa. Tidak usah berlebihan padaku”, katanya. Melihat keangkuhannya sepertinya dia sudah sembuh.

“eh aku perlu memberi tahu orang tuamu tidak?”, tanyaku.

“aku saja nanti yang memberi tahu”, jawabnya.

“oh ya sudah ayo”, ajakku.

“tapi aku lapar”, ucapnya.

“arraseo. Kita makan dulu baru kita konferensi pers”, seketika senyumnya mengembang.

EUNRI POV

 

Setelah sarapan di tempat favoritku, aku langsung dibawa Kyuhyun untuk konferensi pers. Tapi sebelum sampai di tempat konferensi pers, Kyuhyun membawaku ke suatu tempat. Tempat kostum sepertinya.

“kau membawaku kemana?”, tanyaku.

“sudah kau ikuti saja perintahku. Kau harus mengganti penampilanmu, kita akan konferensi pers”, katanya. Mengganti penampilanku?

“noona, tolong rubah penampilannya. Aku percaya padamu”, katanya pada salah seorang yeoja.

“arraseo Kyu. Kau tunggu sebentar”, katanya. “ayo ikut denganku”, pintanya. Aku menoleh pada Kyuhyun dan namja itu malah mendorongku mengikuti yeoja itu. Setelah sampai didalam. Omona! Aku bertemu lagi dengan sepatu berhak tinggi. Konferensi pers saja harus serumit ini.

“kau cocok dengan gaun ini dan sepatu ini. Ayo cepat dipakai, kau bisa menggantinya disana”, ucap yeoja ini sambil menunjukkan tempat untuk ganti baju. Ah aku tidak bisa melawannya. Terpaksa aku ganti seluruh atribut yang aku pakai dengan gaun dan sepatu ini. Setelah aku ganti baju, yeoja itu langsung mendandaniku. Tangannya cekatan sekali. Hanya dengan menatapku sebentar dia langsung bisa menentukan warna make up seperti apa yang cocok dengan wajahku. Setelah hampir satu jam, aku beres didandaninya. Mungkin wajahku limited edition, hanya satu di dunia dan langka, sehingga butuh waktu lama untuk menyulapnya menjadi sebagus ini. Wajahku, rambutku semuanya berubah.

“nah sudah beres. Kau terlihat cantik agasshi”, katanya.

“gamsahamnida, ehm..”

“panggil saja aku eonni. Umurku lebih tua darimu”, jelasnya sambil tersenyum.

“ne eonni”, balasku sambil tersenyum juga.

“sudah sana. Kyuhyun pasti sudah menunggumu”, suruhnya. Aku akhirnya keluar dengan penampilan baruku ini. Setelah aku keluar, kulihat dia membaca majalah dengan penampilannya yang… gagah menurutku.

“ayo berangkat”, ucapku. Dia mengalihkan pandangannya dari mejalah ke arahku. Dia menganga melihatku. Secantik itukah aku? Ah ku goda saja dia.

“jangan sampai terpana begitu melihatku”, ucapku. Dia sedikit tersadar dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sekarang kau yang kena!

“hahaha, wajahmu konyol Kyu”, tawaku membludak saat itu juga. Tapi aku tidak berbohong, wajahnya konyol sekali tadi.

“ya! Jangan tertawa seperti itu! Sudahlah, ayo sekarang kita harus cepat-cepat ke tempat konferensi pers. Manager hyung bilang sudah banyak wartawan yang menunggu”, katanya. Eh tapi tunggu dulu. Di konferensi pers itu banyak wartawan dan mereka pasti bertanya padaku dan Kyuhyun kan? Apa yang harus aku katakan nanti kalau wartawan-wartawan itu bertanya yang aneh-aneh padaku?!

“ya! Kenapa kau malah diam? Kau masih bisa berjalan kan?”, tanya Kyuhyun.

“eh apakah nanti mereka akan bertanya yang aneh-aneh? Aku harus menjawab apa kalau mereka bertanya padaku?”

“ya jawab saja. Apa susahnya”, jawab Kyuhyun. Masa aku harus bilang kalau aku suka dengannya karena angka 13? Tidak masuk akal sekali.

“kalau kau tidak mau jawab biar aku saja yang jawab. Ayo kita sudah ditunggu”

***

            Sesampainya disana. Aku langsung disuguhkan dengan jepretan kamera yang begitu banyaknya. Oh jadi begini rasanya menjadi artis. Aku heran kenapa mereka kuat dengan kilauan blitch kamera seperti ini. Baru pertama kali saja, mataku rasanya sudah berkunang-kunang. Kyuhyun terus mengenggam tanganku sampai ke tempat konferensi pers. Ternyata selain ada wartawan ada sparkyu juga disini, alasan itulah yang membuatnya berubah seperti bodyguardku sekarang.

“Eunri~ah, setelah ku pikir-pikir kau nanti diam saja, biar aku yang menjawab semua pertanyaan dari wartawan”, bisiknya saat aku dan Kyuhyun sudah duduk dihadapan puluhan wartawan. Setelah konferensi pers dibuka, satu persatu pertanyaan mulai dilontarkan oleh para-para wartawan ini.

“Kyuhyun-ssi, benarkah gadis disampingmu itu adalah yeojachingumu?”, tanya salah seorang wartawan. Kyuhyun menatapku sekilas kemudian menjawab pertanyaan dari wartawan itu dengan tersenyum.

“Ne, benar. Dia yeojachinguku”, jawabnya.

“sejak kapan kalian berpacaran?”, tanya wartawan yang lain.

“emh aku dan Eunri baru berpacaran sekitar tiga hari yang lalu”, jawab Kyuhyun. Dia jujur sekali.

“lalu siapa namja yang berkelahi bersamamu Kyuhyun~ssi?” DEG. Aku langsung manatap Kyuhyun. Dia tidak memperlihatkan ekspresi sama sekali. Bahkan dia tidak menatapku. Dan tiba-tiba bayangan kemarin muncul lagi dipikiranku, saat Bryan menciumku. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku pelan. Berhenti memikirkan masalah itu Kim Eunri!

“dia hanya orang yang tidak suka hubunganku dengan Eunri. Dia teman pacarku”, jawabnya. Aku tersentak mendengarnya. Dia benar-benar jujur menjawab semua pertanyaan dari wartawan itu. Dan kenapa dia terlihat begitu berwibawa dihadapanku? Oh astaga.

“Eunri~ssi, bagaimana kau bisa mengenal Kyuhyun dan menjalin hubungan dengannya?”, tanya wartawan yang lain. Omo! Pertanyaan itu muncul juga. Ottoke? Aku harus menjawab apa? Kyuhyun menatapku. Aku tidak mungkin jujur, nanti si babo ini mengejekku habis-habisan.

“aku hanya tertarik padanya dan sengaja tidak bertemu dengannya di ulang tahun perusahaan appaku”, jawabku. Kulihat Kyuhyun menahan tawanya. Awas kau Cho Kyuhyun. Tiba-tiba muncul beberapa orang lagi. Sepertinya wartawan yang kesiangan. Bisa-bisanya ada wartawan yang seperti itu. Memalukan.

“Cho Kyuhyun, bisakah kau menjelaskan foto ini?”, kata wartawan yang baru datang itu. Tidak sopan sekali.

“Nde?”, tanya Kyuhyun. Lalu wartawan itu mendekat dan menunjukkan foto itu padaku dan Kyuhyun. Semua wartawan diam.

“bagaimana kau menjelaskan foto ini?”, tanya wartawan itu lagi. Kulihat ekspresi wajah Kyuhyun berubah. Rahangnya mengeras. Kenapa dia? Kulihat foto itu. Saat itu juga jantungku seperti berhenti berdetak. Foto itu?! Kenapa bisa ada foto itu?!

***

TBC

PART INI KACAU SEKACAU-KACAUNYA T_T GARING SEGARING-GARINGNYA… MIANHE :’(

Komennya ditunggu… Butuh masukkan dan komennya buat ngelanjutin bikin FF ini… Sedikit macet di tengah jalan nih, hehehe :D

5 thoughts on “13 My Lucky Number part 7

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s