Just Remember You

Rating : All Age

Genre : Friendship, romance, sad

Type : Oneshoot

Author : Jo Minhwa

Ps : Happy Read reader!!!! ^^

Hyemi Pov

Cahaya pagi yang menghangatkan  itu berhasil menembus tirai kamarku yang masih tertutup. Walaupun hanya secercah cahaya yang masuk, namun cahaya itu sangat tajam dan terang sehingga cepat menyadarakanku dari tidur panjang semalam.

Hari ini hari minggu yang sangat cerah. Sudah ku pastikan… pasti banyak orang yang berjalan-jalan pagi… Minggu yang cerah di musim semi. Musim di mana cinta tumbuh dan dapat merasakan kehangatan satu sama lain. Mungkin sebagian besar orang beranggapan seperti tadi, aku? Tak ada cinta di hati. Bukan berarti aku ini tidak penyayang… namun aku ini  agak tertutup. Aku tak masalah jika suatu saat nanti akan ada seseorang yang membuatku merasakan apa yang di namakan cinta. Walaupun aku tak banyak tahu tentang cinta. Tapi sekelilingku sangat banyak cinta. Jadi,, buat apa merasa tak punya cinta?

“Hyemi-ah… ireona… apakah kau sudah bangun??” tanya umma dari balik pintu

“ahh,, ne umma…” aku beranjak menuju pintu dan membukakannya

“tumben pagi-pagi udah bangun..” ledek umma sambil masuk kedalam kamarku dan mengambil pakaian kotorku yang kemarin sore

“ahh~~ umma… cahaya pagi ini sangat terang… seharusnya aku bangun jam 11 siang” ucapku manja sambil kembali merenggangkan tubuhku

“husshh~~ anak perempuan gak boleh bangun siang-siang!” sergah umma tegas

“lagian umma kerjaanya ngeledek!”

“haha,, yasudah mandi sana … mumpung masih jam setengah tujuh,, lebih baik kau jalan-jalan keluar,, cuaca hari ini sangat bersahabat”  setelah memberaskan pakaian kotor yang ada di kamarku ia segera beranjak ke luar dan aku menuju kamar mandi yang terletak di kamarku juga

=============

Myeongguk Park

Di taman ini banyak sekali orang yang berdatangan. Aku saja agak berdesakan saat berada di pintu masuk tadi. Aku mencari tepat duduk yang enak dan nyaman. Serta tak banyak orang lalu lalang. Namu saat aku sibuk memilah-milih jalan yang tidak sempit, kaki ku terantuk sebuah batu yang cukup besar dan alhasil ada sedikit lebam di sekitar pergelangan kaki kananku.

“aduhh,, seharusnya aku pakai sepatu tadi” aku meringis kesakitan

Aku berjalan agak terseok menuju sebuah kursi tepat di bawah dua buah pohon Angsana yang daunnya sangat lebat.

“shhh” rintihku ku liat kembali pergelangan kakiku yang sakit dan nampak sangat biru. Aku tak kuat berjalan sama sekali. Mungkin aku akan disini sampai sakitnya tidak begitu terasa

Suasana di sekitar ku sangat teduh. Aku hanya diam memandangi langit yang mulai berwarna jingga. Dari pagi duduk di sini bukanlah sebuah hal yang membosankan menurutku. Satu hal yang kusukai adalah berdiam diri sambil menghirup udara yang segar. Udara mulai terasa dingin. Cardigan biru mudaku yang terbuat dari rajutan benang wol saja tak dapat menahan udara dingin ini. Ku rapatkan cardigan ku. Tak seperti biasanya musim semi yang seharusnya hangat menjadi sedingin musim salju. Benar-benar dingin. Saat aku akan melangkahkan kakiku, tiba-tiba kakiku kram. Aku pun mengurungkan niat ku untuk berjalan. Udara semakin dingin. aku ingin sekali beranjak dari sini, tapi kaki tak bisa berkompromi.

“hhh~~” aku benar-benar tak kuat.

“nona~,, apakah anda sudah gila?” tanya seorang namja yang sekarang sudah berdiri tepat di depanku

“hh~~ ma-mak-ssud mu ap..a?” bahkan hanya untuk mengucapkan sebuah kalimat saja bibirku terasa beku

“udara sangat dingin mengapa kau masih disini? Lihat,, pakaianmu sudah kadarluasa!” sera namja itu tak henti-henti. Namun ku acuhkan. Aku lebih memilih diam. Sungguh,, siapa saja tolong aku!!

“nona?? Kau baik baik saja?” ekspresinya kini menunjukan prihatin. Walau aku tak suka banyak berharap. Tapi kali ini kumohon… tolong aku berdiri!

“shhh~~” aku kembali mendesah,

“bibirmu biru nona…” ia mulai khawatir melihat ku sekarang

“kenapa kau memakai pakaian setipis itu di saat dingin seperti ini?” ie terlihat kikuk saat melihatku

‘kalau aku masih sanggup bicara sekarang, akan ku bentak kau!!!! Sudah jelas-jelas aku terlihat kedinginan kaya gini. Masih aja ga nyadar!’ umpatku dalam hati

“nona?? Kenapa kau diam saja?” tanya nya lagi yang berhasil membuat pertahananku hilang dan seketika semuanya gelap dan ringan

Namja POV

“lohh?? Kog pingsan sihh?? Aduh gimana nihh” ku pikir wanita ini memang tahan dingin ternyata ia sedang kedinginan, hahaha lagi-lagi otak ini tak berfungsi dengan baik. Mianne nona,,

Kubawa nona ini ke apartemenku untuk sementara sampai ia sadar, lalu nanti akan ku antar ia pulang setelha sadar

TING pintu lift terbuka dan aku segera berjalan menuju kamar ku

Clekk

Ku rebahkan ia di kasur. Nampaknya ia sangat kelelahan. Aku pergi maninggalkannya di kamar sendiri dan menuju ke ruang tamu hanya sekedar untuk menonton.

Hyemi POV

“hooaaammhh” ku rentangkan tanganku dan menguap selebar-lebarnya. Saat ku alihkan pandanganku ke seluruh ruangan ini, rasanya asing. Aku berada di sebauh kamar yang cukup luas.

“kamar?” sejenak aku terhenyak akan pemandangan asing di sekelilingku namun beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa aku tak mengenali tempat ini

“mwo?! Aku dimana??” aku mulai panik dan tiba-tiba aku mengingat sesuatu

“hhmm~~ apa tadi aku pingsan?” sejenak aku terdiam memikirkan hal apa yang terjadi sebelum kesadaranku hilang tadi

“hhmm,, aku bertemu seorang namja! Ya! Seorang namja!” aku yang mulai curiga pun segera turun dari tempat tidur dan saat ku pijakkan kakiku di lantai kurasakan sakit pada kaki kananku

“aduh.. shh~~ “ aku mengaduh sebentar dan tetap memaksakan jalan keluar kamar

Aku menuju ruang tamu dan mataku langsung tertuju pada seseorang yang sedang asik terlelap di sofa dan tivi masih menyala. Kurasa ia tertidur saat sedang menonton. Ku hampiri namja tersebut dan duduk di sebelahnya. Ku pandangi wajahnya, aku ingat dia namja yang tadi. Cihh~~ giliran aku sudah pingsan aja,, dia baru nyadar! Kalo aku benar benar kedinginan. Huuhh~~

Beberapa saat kemudian metanya terbuka dan sejenak ia memandangi ku. Menatapku aneh dan~~

“AAAA!!!! KAU!! KENAPA ADA YEOJA DI SINI??!!!” ia tersentak dan kemudian berdiri tegak di hadapanku. Yang yang kaget hanya dapat memandangnya aneh, kenapa ia bisa lupa kalau dia yang mengantar ku ke sini? Atau emang bukan dia yang antar??

“lohh? Bukannya kau yang mengantar ku tadi?”

“mwo? Apanya? Ehh?? Aku tak ingat…” mataku terbelalak saat ku dengar ia berbicara seperti tadi. Dasar pelupa!

“lohh?? Terus siapa yang antar aku ke sini?”  tanyaku masih dalam keadaan duduk.

“hhmm~~ bentar,, aku ingat-ingat dulu… hhmm~~ ahh! Ia! Ia! Tadi aku yang antar kamu kesini! Ahahaha,, mian aku lupa,, hehehe” ucapnya dengan nada kekanak-kanakan

“ahaha,, kau aneh sekali!” aku tertawa mendengarnya. Sejenak rasa kesal ku padanya gara-gara kejadian tadi hilang

“hhmm,, kenapa kau tadi diam saja?” tanyanya kembali duduk

“aishh~~ kau! Sudah tahu tadi aku kedinginan,, kau malah nanggepnya lama,, buakannya cepet-cepet di tolongin kek~~ coba kalau tadi aku tak pingsan? Bisa –bisa aku membeku di tempat. Dan kau? Hanya memandangi ku? Cishh~~” omelku tanpa basa-basi

“ehehehe,, mian… mian… abisnya kau tak mengatakan kalau kau kedinginan sihh.”

“bagaimana mau bicara? Bibirku sudah membeku duluan!”

“ahahaha… lalu kenapa kau tidak pergi saja duluan sebelum udara dingin datang??” tanyanya tak mau kalah

“asal kau tahu aja ya?! Kalau bukan karna kaki ku tersandung batu dan menjadi biru dan sakit kaya gini, udah dari tadi siang kali aku pulang! Hah!” omelku lagi dengan nada yang lebih tinggi

“aisshh,, suara mu besar sekali nona! Ia,,ia,,” ia menutup kupingnya dan menatapku kesal

“huuhh~~ ia mian,,”

“hhmm~~ ohh ya, nyaris aja aku lupa… Eunhyuk imnida!” serunya sambil mengulurkan tangan kanannya

“ahh,, hyemi imnida..” jawabku kikuk. Aneh.. kenapa aku jadi salting gini?

“hehe,, sekarang kakimu sudah sembuh?” tanyanya sambil mengalihkan wajahnya ke kakiku

“hhmm,, masih sakit” jawabku singkat

Ia mencari kakiku yang sebelah mana yang sakit lalu memindahkan kaki ku di pahanya, seketika aku kaget dan mencoba menurunkan kakiku

“ya,, cangkkaman! Biar ku urut sebentar” serunya. Aku pun menurut dan membiarkannya mengurut kakiku. Ku pandangin wajahnya saat mengurut kakiku. Sangat kekanak-kanakan!. Entahlah.. ada sesuatu yang mungkin… membuatku agak nyaman.

Setelah beberapa lama ia mengurutku lalu ia menurunkan kakiku dari pangkuannya

“hhmm~~ mungkin sudah selesai,, coba gerak-gerkakan kakinya” perintahnya dan langsung ku turuti

“bagaimana?” tanyanya agak khawatir

Aku mengerenyitkan alisku alisku sejenak lalu berdiri dengan mantap

“ehh,, pelan-pelan” serunya hati-hati

“JJANG!! Lihat! Udah ga sakit lagi! Hahahahaha” aku melompat-lompak kegirangan. Dan karna saking gembiranya keseimbangaku hilang, aku oleng dan jatuh tepat saat itu ia menangkapku dan mata kami saling bertemu. Posisi kami sangat dekat. Ia memenggang kedua tanganku dan aku memegang pundaknya. Kami terdiam sebentar lalu kembali pada posisi semula

“ahh,, mian..mian… aku kesenengan soalnya” uacapku pelan sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal

“ehh,, hehe gapapa..” eunhyuk hanya bisa memandangku bingung

“kenapa? Apa aku membuat kau cidera?” melihat ekspresinya yang terlihat bingung membuatku bertanya-tanya.

“ahh? Ahahaha,,, aku sedang tidak di timpa oleh gajah tahu! Ahahhaa,, kau ada-ada saja!” sedetik kemudian ekspresinya berubah menjadi konyol. Ia mengacak-acak rambutku pelan. Aku mengerutkan alisku. Entah ada perasaan apa. Yang jelas sekarang kurasakan pipiku menjadi panas. Malukah? Ku alihkan pandanganku dan aku mengakap jam dinding yang tengah menunjukan waktu jam 23.30 malam

“mwo?! Jam setengah dua belas??!” aku memebelalakan mataku kaget dan aku langsung panik. Mengingat eoma pasti akan marah jika aku pulang telat

“ia,, kenapa emang?” tanyanya santai

“adduuuuhh bagaimana ini??? Nanti eoma bisa marah??!!” aku yang panik tanpa sadar tengah mondar mandir di depan eunhyuk. Eunhyuk yang risih melihat ku mondar-mandir segera beranjak dan memeggang kedua pundakku dan mendudukanku di sofa dengan gemas.

“aduh! Bisa diem gak sihh??! Aku pusing tau liatnya!” seru eunhyuk kencang dan langsung membuatku menunduk takut

“i-ia,, ha-habisnya.. aku terlajur panik” aku mendongakkan kepalaku ragu dan menatap wajahnya yang agak kesal dengan takut

“hh~~ kau membuatku…,, akhhh!! Akhhh!! Sshhh akkk” tiba-tiba ia berteriak – teriak seperti orang kesetanan dan memengang kepalanya. Aku yang sedang panik menjadi lebih panik saat melihat keaadaannya sekarang

“yack! Kau? Kau kenapa??” akusegera menghampirinya dan tiba-tiba ia mendorong tubuhku kuat sehingga aku agak tersungkur dan jatuh tepat d bawah kakinya

“auuuww…”

Ia masih berteriak –teriak seperti kesetanan. Niatku untuk membantunya tak urung sampai situ saja. Aku mencoba mendekatinya lagi dan menenangkannya

“hyuk… hyuk.. tenanglah! Aku akan membantumu.. ayo ke kamarmu” ia mulai tenang dan aku memapahnya ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidur dan ia berteriak-teriak lagi

“AKHH!! AKKKKKHHH!! SAKIIITT!! OB—OBATT! OBAT! AKHHH” ia menyebut obat?

“obat? Mana obatnya  hyuk? Akan ku ambilkan” aku mengelus-elus punggungnya agar tenang

“itu! Di-di sana! AKHHHHH!” tunjuknya pada sebuah meja dekat tempat tidur dan dengan secepat kilat ku ambil obat dan segelas air minum untuknya dan membantu meminumkannya

“ini obat dan airnya” aku membuka tutup obat dan memberikan padanya

Ia mengeluarkan 2 butir obat dan memasukannya ke mulutnya dan meminum airnya

“akhhh,, sshh… eoma… akhhh” ia mulai agak tenang dan sesekali mengeluh sakit

Aku yang iba melihatnya segera menenangkannya

“hhmm~~ bagaimana?? Sudah baikankah?” tanyaku hati-hati

“shhh~~ lumayan” ia nampak berkeringat dan segera aku pergi keluar kamar sebentar untuk mengambilkannya handuk kecil

Author POV

Setelah beberapa saat hyemi meninggalkan eunhyuk ia pun kembali dengan membawa sebaskom air dan sebuah handuk kecil

Hyemi duduk di samping eunhyuk di tepi ranjang dan mulai membasahi handuk setelah itu menruhnya tepat di kening eunhyuk

“shh… apa ini?” eunhyuk membuka matanya perlahan dan sadar bawa ada benda yang menepel di keningnya

“jangan di lepas,, ini supaya panas mu turun” sergah hyemi sambil membenarkan letak handuk kecil tersebut

“hhhh~~ kau.. siapa?” tanya eunhyuk pelan

“mwo?? Kau lupa dengan ku?” tanya hyemi heran

“hhh~~ sepertinya aku lupa” eunhyuk kembali memejamkan matanya dan hyemi masih duduk di samping eunhyuk. Memandang eunhyuk heran. Mengapa laki-laki ini sangat pelupa? Itu lah yang sedang di pikirkan gadis bertubuh kecil ini.

Keesokan harinya….

Hyemi ikut tertidur pulas di samping eunhyuk dengan duduk di kursi tepat samping tempat tidur eunhyuk dan setengah badannya bertumpu di kasur.

Sinar matahari yang menembus tirai jendela kamar eunhyuk berhasul membuat hyemi terbangun dan ia melihat keadaan seunhyuk yang masih terbaring di kasur.

“hhh~~ aku ketiduran lagi…” hyemi pun beranjak dari tempat tidurnya. Ia tak berfikir untuk segera pulang. Dan ia merapihkan barang-barang yang berada di meja eunhyuk. Ketika hyemi memasukan obat eunhyuk ke lagi saping tempat tidur ia melihat sebuah map coklat yang bertuliskan ‘Diagnosis Result’ hyemi terkejut.

“hhmm.. diagnosa apa ya?” rasa penasaran berhasil mengalahkan keraguan hyemi untuk mlihat isi map tersebut dan dengan mantap ia pun mulai membaca sebuah kertas yang ada di dalam map tersebut

Berdasarkan hasil penelitian laboratorium. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa pasien yang beridentitas di bawah ini :

Nama : Lee Hyukjae

Tanggal lahir : 04 April 1986

Umur : 26th

Golongan darah : O

Resmi dinyatakan terjangkit Kanker Otak stadium akhir. Hasil lab dapat di ambil bersamaan dengan waktu check up setiap minggunya.

Seoul Medical Center

Minggu, 1 Mei 2011

 

Kertas itu pun jatuh tepat di bawah kaki hyemi. Hyemi tak percaya,

“apakah kau… lee hyukjae?” saking tak kuasanya ia menahan tangis, airmatanya pun jatuh dengan sendirinya

“hyukjae! Hiks… ternyata kau… kau… hiks… kenapa kau meninggalkan ku dulu?!! “ hyemi pun menangis dan mengguncang-guncang tubuh eunhyuk

Merasa terganggu eunhyuk pun bangun dan melihat yeoja yang tengah menangis tersedu-sedu di hadapannya

“hh~~ apa yang kau lakukan agashi?” tanya eunhyuk lemah

“hyuk… kau??! Kenapa tak menceritakan ini semua padamu??! Hah? Kenapa kau meninggalkanku ? neo! Nappeun… hiks….hikss” hyemi terus menangis tersedu-sedu. Dan memeluk eunhyuk erat

“kau?? Apa yang kau lakukan?” eunhyuk pun bingung di buatnya

“hyuk?!! Apa kau masih ingat dengan ku?? Aku Shin Hyemi!!! Aku teman kecil mu dulu!! Aku!! Itik jelek yang menjelma jadi angsa cantik!! Kau ingat???! aku!! Aku yang pernah kau cium di bawah pohon angsana!! Kau ingat??!! Kita dulu sering pergi berdua ke taman yang ada danaunya! Lalu…lalu… kau sering mencium mataku!! Kau ingat??! Hyuk…!!!” ucap hyemi di penuhi dengan isak tangis. suasana hati hyemi seketika menjadi kalut antara senang dan sedih melihat sahabat kecilnya yang sekarang sudah di temuinya malah justru dalam keadaan yang sangat menyakitkan

“ahh.. kau berbicara apa??” eunhyuk yang tak mengerti pun bergerak menjauhi hyemi

“hyuk… mohon jangan jauhi aku lagi… hyuk… hiks…hiks…” hyemi berjalan menaiki kasur dan kembali memeluk eunhyuk. Ia nampak sanagt panik melihat eunhyuk

“lepas! Apa maksud mu??!!!” eunhyuk pun kesal melihat tingkah laku gadis yang seenaknya memeluknya

“hyuk… kau jahat! Kau tak ingat?? Aku Shin Hyemi… itik jelek mu!! Kau meninggalkanku sekitar 13 tahun lalu… ingat? Kau sangat baik padaku dulu.. lihat… ini luka yang ku peroleh gara-gara ikut kau memanjat pohon… saat itu kau memaksaku untuk naik pohon bersama mu!! Kau ingat??!” jelas hyemi sambil menujukan bekas luka di lengan kirinya

Flash back on

“hyemi ya!! Ayo ikut aku ke atas situ!” ajak eunhyuk sambil menarik tanagn hyemi mendekati sebuah pohon mangga

“ahh,, aku ga mau ikut! Nanti kalau jatuh gimana??” tolak hyemi keras

“ihhh… dasar itik jelek!! Segitu aja takut! Dasar penakut!!” ejek eunhyuk dengan menyilakan kedua tangannya di dada

“yack!! Beraninya kau memanggilku itik jelek!! Dasar pengeran monyet!!” balas hyemi takmau kalah

“huuu~~ itik jelek penakut… yahhh ga seru nii.. nanti ku bantu dehhh gimana???” tawar eunhyuk sambil mengerlikan kedua matanya

“hhmm~~ janji jangan di lepas ya…”  tanya hyemi sanksi

“ia…ia.. ga percayaan amat sih..!! udah cepet naik di pundakku” eunhyk pun jongkok dan mempersilahkan hyemi naik

“sebentar… hupp…yack!!! pangeran monyet!! Jangan dilepas!! Pelan pelan berdirinya!!” omel hyemi sambil tetap fokus berpegangan di ranting pohon

“isshh, iaaaa… bawel amat! Jangan berisik nanti jatoh!” jawab eunhyuk sambil memfokuskan diri untuk bangun dan mengangkat tubuh hyemi

“bentar lagi,, sedikit lagi.. hupp..!! sampai!! Ahhh…akhirnya” hyemi yang berhasil naik di salah satu dahan yang kuat pun akhirnya bisa bernapas lega dan tak perlu menunggu waktu lama untuk menunggu eunhyuk naik ke pohon. Akhirnya eunhyuk pun sampai di atas pohon

“yahahahaha… hyemi bagaimana disini indah kan!! Kau bisa melihat danau angsa!!” seru eunhyuk setelah sampai di dahan saping hyemi

“ahahah benar!! Di sini indah sekali!!” sahut hyemi tak kalah senang

Lalu mereka asik melihat pemandangan di hadpan mereka dan tak laam mereka kembali turun

“hyukkie…aku mau turun…!! “ seru hyemi

“ia..ia… aku duluan yang turun baru nanti kamu aku bantu dari bawah!” ujar eunhyuk dengan sekali lompat ia langsung sampai ketanah dengan selamat

“hyuk!! Cepat bantu aku!!” hyemi mulai panik

“aduuhh sanati aja ga usah panik!! Yaudah sini! Kamu lompat kesini!! Nanti aku tangkep!!” titah eunhyuk

“ahh!! Aku tak mau! Nanti kalau tak tak bisa menangkapku?!!” tanya hyemi tak percaya pada eunhyuk

“ihh! dibilangin ga percayaan amat sih!! Cepat udah!!” seru eunhyuk dari bawah sambil menjulurkan kedua tangannya bersiap menangkap hyemi

“benar ya!! Aku hitung hana…deul…set…hupp!!”

“yack!! Auuww!” belum sempat eunhyuk berbicara hyemi sudah loncat duluan dan alhasil eunhyuk yang masih belum siap akhirnya tertimpa hyemi

“aduuuhh!! Pangeran monyeeeeettt!!! Kau bilang mau menangkap ku!!!! Aiisshh,, kau bodoh sekali!!!”

“aduhh,, kau main lompat aja!! Aturan aku yang hitung tau!!” keluh eunhyuk

Mereka pun bengun bersamaan

“yack!! Lihat! Itik jelek!! Lengan mu terluka parah,, tuhh… darahnya banyak sekali!!” seru eunhyuk panik tingakt dewa

“yackk!! Mau kau bawa kemana aku??!!” hyemi yang tiba – tiba badannya di gendong ala bridal style

“jahit lukanya lahh” jawab eunhyuk santai

“MWO??! ANDWEEEEEE”

Flash back off

 

“kau ingat eunhyuk ??” tanya hyemi pelan

“hhh~~ molla” jawab eunhyuk sambil memeluk kedua kakinya dan menenggalmkan wajahnya di antara kakinya

“ahhh,, jebal… hyukkie…” ucap hyemi pelan namun eunhyuk dapat mendengarnya

“hyu…hyukkie??” eunhyuk nampak berfikir

“mwo?? Apakah sudah ingat?”

“hyu…hyukkie…”

Flash Back on

13 tahun lalu

“Hyukkie!!!! Ahahahha”

“minny!! Kau cantik sekali!!”

“makasih hyukkie…”

“ahahahaha,,, itik jelek berubah menjadi angsa cantik!”

“ahahahahaha”

Flash Back off

“itik jelek” ucap eunhyuk pelan dan datar

“mwo?? Kau… mengingatnya??” tanya hyemi cepat-cepat dan mendekati eunhyuk

Flash Back on

“kau tahu… “

“engga… hehe”

“sessuatu yang bikin aku mau makan terus”

“hhm?? Apa?”

“kamu emi.. kalo ga ada kamu aku ga mau makan…”

“ahaha,,”

———–

“emi!!!! Lihat angsanya!! Dia cantik sekali…”

“wuahhh ia…. dia paling cantik…”

“sama kaya kamu!”

“Mwo??”

————

“emi,, aku sayaaaang banget sama kamu”

“ahahaha,, dasar hyukkie! Pangeran monyet!”

“ehehehe… kalo nanti aku udah kerja, aku mau kita nikah… kaya appa dan umma”

“ahahah,, iia… nanti kita punya anak!”

“ia,, nanti namanya kalo cewe namanya eunhye kalo cowo namanya seowon gimana??”

“wuaahhh bagusss”

“ehehe kamu sayang ga sama aku???”

“sayang dooooonggg”

Flash back off

“e-emi,,” ucap eunhyuk lagi

“mwo?? Hyukkie??”

“emi ya… bogoshipo… hiks…hiks…..” eunhyuk yang mulai muncul ingatannya satu per satu pun mulai mengenal emi

“hiks..hikss…. eunhyuk… nado” mereka berpelukan lama

“emi…mianne…. hiks…hiks…”

“gwenncahana…”

Hyemi pun melepas pelukan mereka dan menatap eunhyuk sendu

“hyukkie-ah.. kenapa kau bisa begini?” tanya hyemi masih sesengukan

“aku..sakit…”

“sstt,, aku tahu… tapi kenapa kau bisa lupa aku?”

“karna penyakit itu… semua memori ku perlahan menghilang.. dan sekarang aku hanya sebuah benda tak berotak” ucap eunhyuk lesu dan menunduka kepalanya

“aiishh,, eunhyuk-ahh,, kenapa kau meninggalkanku dulu??”

“aku lupa…”

“hiks…hiks… eunhyuk…. hiks…” hyemi hanya bisa menangis. Sahabt yang sesungguhnya ia cintai tengah dalam kondisi sanagt buruk. Sulit bagi hyemi untuk menerima kenyataan pahit yang sehursnya tak pernah terjadi ini

Semenjak saat itu lah.. hyemi selalu mengurus eunhyuk. Ia rela sehabis pulang kuliah harus bolak bailk ke  apartemennya eunhyuk. Mengurus semua yang eunhyuk butuhkan. Mengantarnya check up, menyuruhnya minum obat, memasakannya makanan, menemaninya di rumah, membeli obat jika habis walaupun sudah tengah malam, menjaga eunhyuk hingga tertidur. Bagi sekarang prinsip hidup hyemi adalah ‘setiap eunhyuk melihat di situ harus ada dirinya’. Bahkan setiap pagi – pagi sekali hyemi langsung melesat ke apartemen hyuk untuk memasakannya sarapan dan membangunkannya. Dia bukan seorang baby siter bukan juga seorang pembantu. Tapi baginya ia adalah bagian dari jiwa eunhyuk.

Pagi – pagi sekali ia telah membawakan eunhyuk masakan yang telah ia masak dirumahnya. Saat hyemi membuka pintu apartemen dilihatnyalah eunhyuk tergeletak di lantai dengan darah keluar dari mulutnya

“HYUKKIE!!!!” tempat makan bawaannya jatuh tanpa perduli ia segera berlari  menghampiri eunhyuk dan memapahnya

“hyukkiee… bangunn.. bertahanlah… kumohon…. hiks..” ia memanggil ambulance. Dan tak lama kemudian ambulance itu pun datang

Di rumah sakit

Hyemi terlihat mondar mandir di depan pintu ruangan dimana eunhyuk di rawat

Cukup lama. Sekita 1 jam pintu masih saja tertutup

“Ya Tuhan.. tolonglah eunhyuk…” dengan bergelinang airmata tak hentinya hyemi memohon agar eunhyuk tetap baik-baik saja

Tiba-tiba pintu terbuka dan keluar lah seseorang bertubuh subur berjas putih menghampiri hyemi

“permisi, apakah anda keluarga dari saudara eunhyuk??” tanya dokter tersebut dengan nada lelah

“ahh,,i-ia,, bagaimana keadaannya dok?? Apakah ia baik-baik saja??” hyemi menjadi tambah kalut

“Chosungimnida” ucap dokter tersebut lirih

Seaakan mengerti apa yang dokkter bicarakan hyemi pun tertunduk lemas

“mwo?? Tak mungkin.. in ngga mungkin.. ANDWEEEEE” teriaknya membahana di seluruh lorong rumah sakit

Ia pun segera berlari masuk ke dlaam ruangan dan melihat sebuah tubuh tak bernyawa tertutup oleh kain putih sampai kepalanya. Dibukanya kain tersebut yang menutupi kepalanya dan dilihatlah seseorang yang ia rindukan selama berthun-tahun telah terbujur kaku. Dingin. Dan kuku jarinya kuning.

“HYUKKIE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ANDWEE!! “ untuk kesekian kalinya ia berteriak memanggil nama itu

“hyukkie,, kau jahat!! Hiks… kajima…. KAJIMA….!! KAJIMAA!!! HYUKKIE-AH!!!!!!!”

Hari pemakaman…

Setelah semua orang pergi termasuk orang tua hyemi. Hyemi tinggal sendiri dan  kembali menatap ukiran nama pada kayu tersebut.

“hiks,, hyukkie… aku.. aku tak menyangka… kau meninggalkan ku seperti ini..hiks…” tangisannya kembali pecah dan seketika sekelebat memori masa lalu dan yang baru-baru ini terjadi muncul di otaknya

Flash Back on

13 tahun yang lalu

“Emi saranghae!!!” teriak eunhyuk di atas batu besar pinggir danau angsa

“NADO HYUKKIE!!!” balasnya di bawah sambil menatap hyukkie

————-

13 tahun yang lalu

Di bawah pohon angsana

“emi!!! Lihat sini” panggil eunhyuk yang duduk di sampingnya

“mwo?” saat hyemi menoleh

Chu~ sebuah cimuan kilat berhasil mendarat mulus di bibir mungil hyemi

“hehe” ucap eunhyuk sambil menggaruk-garukan kepalanya

Hyemi hanya bisa tertunduk dan seburat merah terpancar di pipinya

————–

1 minggu yang lalu

“hyuk,, kau harus makan yang banyak ya…” ucap hyemi sambil menyuapkan sesendok bubur

“hehe,, pasti”

————–

Sehari sebelum eunhyuk meninggal

“hyemi…”

“ya??”

“saranghae”

“nado” balas hyemi sambil memeluk eunhyuk

“jangan tinggalkan aku selamanya” tambah hyemi

“takkan pernah” jawab eunhyuk memejamkan matanya

“kau harus janji untuk selalu mengingatku”

“selalu”

Flash back off

“hiks,, hiks,, hyukkie… kau sudah janji ga akan meninggalkan ku,, kenapa kau ingkar??!!” ucap hyemi sambil menatap nanar nisan tersebut

“hyemi” ucap seseorang pelan seperti berbisik dan hyemi sanagt kenal suara itu

“eunhyuk??!! Eunhyuk??!! Kau dimana??!!” hyemi mencari kesegala arah untuk mendapati sumber suara tersebut

“hyemi…”

hyemi pun mengikuti asal suara tersebut dan sampailah mereka di sebuah danau.

“ini? Danau angsa??” hyemi bingung melihat keadaan sekitarnya ini adalah danau angsa tempat eunhyuk dan hyemi suka bermain dulu

“hyemi.. aku di sini..” ucap laki-laki tersebut suaranya tepat berada di balik hyemi dan saat hyemi menoleh kebelakang di dapatinya laki-laki berhoodie hitam. eunhyuk.

“eunhyuk!!!” sekali tangkap hyemi pun memeluk eunhyuk kuat

“kau?? Ahah,, sudah ku duga.. kau tak benar benar tidak mati” hyemi mengusap airmatanya

“tidak… “ ucap eunhyuk singkat lalu melepaskan pelukannya tersebut

“mwo?”

“hyemi… jangan sedih,,, aku memang sudah tiada… namun bukan berarti aku meninggalkan mu… aku akan selalu mengingat mu… aku akan ada disini” ucap eunhyuk dan menunjukan jarinya tepat di dada hyemi

“hyuk.. kau bercanda kan?? “ hyemi hendak memeluk eunhyuk kembali namun

Chu~

Eunhyuk menciumnya cepat dan menatap hyemi nanar

“itu yang terakhir setelah 13 tahun lalu di bawah pohon angsana” ucap eunhyuk pelan

“mwo? Kau sudah ingat semua hyuk!!” ucap hyemi gemabira namun sesuhngguhnya ia masih belum mengerti apa yang terjadi padanya sekarang

“gomawo buat segalanya,, hyemi.. kau harus selalu ingat bahwa jika aku tak bersama mu lagi aku akan tinggal di hatimu.. selamanya dan akan selalu mengingatmu.. hyemi-ah saranghae…” ucap eunhyuk yang mulai berjalan mundur

“eunhyuk…hyukkie… kau mau kemana?? Hyuk… hiks.. andweyo… jangan tinggalkan aku lagi… ku mohon…. hiks…” hyemi mengejar eunhyuk yang semakin menjauh

“HYUKKIE!! KAJIMA!! KAJIMA!!! ANDWE!!!!” teriak hyemi

Perlahan eunhyuk menjadi sebuah bayangan yang makin jauh makin mengilang dan dalam hitungan detik bayangan eunhyuk lenyap di makan cahaya

“hiks… hyukkie… na…nado saranghae…” ucap hyemi yang terjatuh di tanah sambil  memenggang dadanya kuat-kuat dan menangis kencang.

 

The End~

Huahhhh akhirnya selesai juga!! ff berhalaman 15 lembar dan 3.843 kata, akhirnya kelar di baca reader juga ya… ahahahha,,, maklum… author amatiran kurang bis amemperpendek cerita. Jadilah akhirnya sepantang ini… hahahahaha

Gomawo for read!! Comment Please… hahahahha

 

 

 

5 thoughts on “Just Remember You

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s